<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065</id><updated>2012-02-13T15:52:07.630+07:00</updated><category term='astronomi'/><category term='Kamus Bahasa Sunda-Indonesia'/><category term='Hutan'/><category term='Ekonomi'/><category term='Pertanian'/><category term='Islam'/><category term='Kesehatan'/><category term='Sejarah'/><category term='sains'/><category term='Kuliner'/><category term='Hukum dan Kriminal'/><category term='Peternakan'/><category term='Budaya'/><category term='Teknologi'/><category term='Arkeologi'/><category term='Bisnis'/><category term='Tips dan Trik'/><category term='Kemanusiaan'/><category term='Pendidikan'/><category term='Global Warming'/><category term='Basa Sunda'/><category term='Tokoh'/><category term='Foto Amatiran'/><category term='Dongeng'/><category term='Jalan-jalan'/><category term='Bahasa Indonesia'/><category term='Krisis'/><category term='Konservasi'/><category term='Kebersihan'/><category term='Hiburan'/><category term='Olahraga'/><category term='Foto dr Professional'/><category term='Pembangunan'/><category term='Bencana'/><category term='d'/><category term='Pariwisata'/><title type='text'>Tukang Ngetik (Typist)</title><subtitle type='html'>Bahasa Indonesia, Basa Sunda, Kamus,  Foto Amatiran, Sejarah, Budaya, Dongeng, Teknologi, Kesehatan, Hukum dan Kriminal, Konservasi, Kuliner, Pembangunan, Krisis, Tokoh, dan Jalan-Jalan. 
(Indonesian Language, Sundanese Language, Dictionary, Amateur Photography, History, Culture, Story, Technology, Healthy, Law and Criminal, Conservation, Development, Crisis, and Travelling)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1237</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7487700853883210980</id><published>2012-01-22T11:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T11:01:57.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kriminal'/><title type='text'>Wow Senat AS Ngeper Hadapi Protes, Voting UU Pembajakan Online Ditunda</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Minggu, 22 Januari 2012 05:43 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VsW8J9QKGB4/TxuKEhcV0II/AAAAAAAABys/wbXRhVOgNL8/s1600/kampanye-anti-sopa-_120118232052-563.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://3.bp.blogspot.com/-VsW8J9QKGB4/TxuKEhcV0II/AAAAAAAABys/wbXRhVOgNL8/s400/kampanye-anti-sopa-_120118232052-563.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kampanye Anti SOPA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;b&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA&lt;/b&gt;--Setelah gelombang protes  selama akhir pekan, pimpinan Senat dan Parlemen AS memutuskan menunda  voting rancangan undang-undang anti pembajakan online yang kontroversial  dan tidak populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid  mengatakan ia telah menunda pemungutan suara yang dijadwalkan Selasa  (24/1), mengacu pada petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 4,2 juta  orang yang menentang undang-undang anti-pembajakan, Daily Mail  melaporkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petisi oleh Google juga menarik lebih dari 7 juta  pendukung dan blackout satu hari oleh ensiklopedia online gratis  Wikipedia telah mengundang simpati jutaan orang yang disebutnya "dalam  kemarahan terhadap Senator."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite Kehakiman DPR AS Lamar  Smith cepat menyusulnya dengan mengatakan, pembahasan RUU serupa di DPR  juga ditunda "sampai ada kesepakatan lebih luas mengenai sebuah solusi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  Kim Dotcom, pemilik laman berbagi file Selandia Baru, MegaUpload, turut  mengeluarkan petisi kemarin setelah petugas menyerbu markas besarnya di  AS dan mengklaim bahwa laman itu telah memfasilitasi jutaan unduh  ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang kekayaan intelektual (Protect Intellectual  Property Act) yang diusulkan ke Senat dan Undang-undang Hentikan  pembajakan online (Stop Online Piracy Act) di DPR AS didukung kuat oleh  industri hiburan dan bisnis lain yang kehilangan miliaran dolar setahun  karena pembajakan dan produk palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap penolakan kuat datang  dari perusahaan-perusahaan terkait-Internet yang berpendapat bahwa RUU  itu akan menyebabkan regulasi-berlebihan dan sensor terhadap Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Reid juga tahu setidaknya setengah lusin senator yang mensponsori RUU itu belakangan berbalik menentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  mengatakan pemalsuan dan pembajakan telah merugikan ekonomi AS miliaran  dolar setiap tahun dan dia optimistis akan tercapai kompromi dalam  beberapa minggu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senator Demokrat Patrick Leahy,  sponsor utama RUU ini, mengatakan:"Saatnya akan datang ketika  senator-senator yang memaksakan langkah ini melihat ke belakang dan  menyadari bahwa mereka membuat reaksi spontan untuk masalah monumental."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahat-penjahat  di China, Rusia, dan negara-negara lain 'yang tidak melakukan apa pun  tetapi menjajakan produk-produk palsu dan mencuri konten-konten Amerika,  puas menonton bagaimana Senat AS memutuskan', tidak layak  memperdebatkan RUU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua RUU itu akan memungkinkan Depertemen  Kehakiman, dan pemegang hak cipta, meminta pengadilan mengeluarkan  putusan terhadap situs-situs asing yang dituduh melanggar hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya  juga akan menghalangi jaringan iklan online dan fasilitator pembayaran  seperti perusahaan kartu kredit untuk melakukan bisnis dengan pihak yang  diduga melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan itu juga akan melarang mesin pencari  menghubungkan ke situs-situs yang diduga melanggar hak cipta dan memuat  konten bajakan, tulis Daily Mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sekarang RUU itu  terus menjadi perdebatan termasuk di kalangan polisi di AS setelah  protes besar yang diawali blackout oleh situs-situs web, termasuk  Wikipedia dan Reddit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Taufik Rachman&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; antara&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7487700853883210980?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7487700853883210980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wow-senat-as-ngeper-hadapi-protes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7487700853883210980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7487700853883210980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wow-senat-as-ngeper-hadapi-protes.html' title='Wow Senat AS Ngeper Hadapi Protes, Voting UU Pembajakan Online Ditunda'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VsW8J9QKGB4/TxuKEhcV0II/AAAAAAAABys/wbXRhVOgNL8/s72-c/kampanye-anti-sopa-_120118232052-563.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3671833242535304948</id><published>2012-01-21T16:32:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T16:32:03.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Tahun Naga Air Sugesti Hidup Paling Kuat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Sabtu, 21 Januari 2012 | 15:13 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6W5DjYeR0DE/TxqGBhukGoI/AAAAAAAAByk/_bWsgzVERSw/s1600/1156032620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-6W5DjYeR0DE/TxqGBhukGoI/AAAAAAAAByk/_bWsgzVERSw/s400/1156032620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;shutterstock&lt;br /&gt;Lampion&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh Frislidia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan kamar hotel melonjak untuk libur Imlek Masyarakat Tionghoa di kawasan perkampungan China, Kelurahan Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, tak melewatkan pemasangan lampion-lampion merah yang bertuliskan huruf China, guna menyambut Tahun Baru Imlek 2563 yang jatuh 23 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya lampion berbentuk bulat, lampion naga aneka ukuran juga dipajang pada sejumlah rumah masyarakat Tionghoa yang bertuliskan huruf China itu yang memiliki beragam makna. Intinya, doa mohon keberkahan di tahun yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati belum banyak persiapan, namun panitia perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan Pondok Padang (Perkampungan China, red) sudah menyiapkan sejumlah tiang untuk persiapan bazar, dan aneka pertunjukan lomba, di gedung Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris (urusan keluar) HBT Padang Chandra Penata Long, mengatakan warga Tionghoa kini bertekad akan merayakan peringatan Tahun Baru Imlek penuh dengan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang istimewa, perayaan Tahun Baru Imlek 2012 tetap dirayakan bersama isteri dan anak-anak di rumah," ujarnya sesuai tanggalan internasional, Imlek 2563 jatuh pada shio Naga Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shio ini melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, dan pendirian teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naga juga merupakan lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China, dan makhluk yang tertinggi menjadi raja semua hewan di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chandra, sejak dahulunya beribu-ribu tahun silam, dimitoskan bahwa Naga merupakan mahluk sakral dalam agama Konghucu, atau sebagai simbol binatang yang paling kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu naga selalu dipasang pada setiap tiang vihara, terutama pada tiang tempat sembahyang Dewa Langit," ujarnya dan diharapkan Shio Naga Air tahun ini tidak hanya kesuksesan pebisnis yang hanya berhubungan dengan unsur air saja, seperti transpotasi air, restoran sampai pedagang air minum isi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Naga Air ini --sebagai fengsui, keberuntungan dalam agama Khonghucu-- bagi umatnya diharapkan dapat menjernihkan, mendinginkan berbagai permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, fengsui `keberuntungan` itu bisa diterapkan mulai dari pembangunan rumah dengan pintu rumah yang harus dibuat sesuai sio Naga Air , dan tentunya akan berbeda lagi dengan sio tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naga Air, katanya lagi, sesuai karakternya adalah hewan yang berwibawa, angkuh dan banyak raja-raja di Tiongkok dahulunya memberi lambang kerajaan dengan naga, baju kebesaran yang juga bergambar naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Konon, jika ada bayi yang lahir pada tahun naga ini, itu artinya sebuah lambang yang bagus bagi sang bayi dengan fengsui atau rezki yang bagus," ujarnya, sio-sio ini selalu menjadi sugesti atau semangat hidup paling kuat bagi warga Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tiap pergantian shio itu disebut Tahun Imlek (Cia Gwee Che It) yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama. atau tahun lunar, tahun yang dihitung berdasarkan peredaran bulan, dan dikombinasikan dengan peredaran matahari dan pergantian dari musim dingin ke musim semi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penanggalan China/Tionghoa terbagi menjadi 12 shio, yakni Tikus-Harimau-Naga-Kuda-Monyet-Anjing-Kerbau-Ular-Kambing-Ayam-Kelinci dan Babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang terdapat pada shio ini dilambangkan sifatnya. Kemudian terbagi lagi menjadi lima unsur, logam, kayu,air, api dan tanah. Pertemuan pada shio dan unsur yang sama bisa terjadi 60 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Tahun Baru Imlek di Padang diikuti oleh tiga organisasi warga China, seperti Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Himpunan Tjinta Teman (HTT) dan Santo Yusuf. Selain itu juga organisasi warga dari delapan marga antara lain marga Tanju Hok, marga Tan, liem, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain persiapan pemasangan lampion-lampion dominan warna merah itu, warga Tionghoa Padang juga menyiapkan amplop angpau bergambar naga dengan isian bervariasi yang terkecil Rp 50.000 sampai Rp1 juta per angpau pohon," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, pada 15 hari berikutnya (setelah 23 Januari 2012) perayaan Tahun Baru Imlek masuk pada masa ` Cap Goh Me (lima belas atau malam kelima belas imlek yang terakhir). Pada masa cap goh me merupakan ini perayaaan yang cukup ramai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : ANT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3671833242535304948?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3671833242535304948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahun-naga-air-sugesti-hidup-paling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3671833242535304948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3671833242535304948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahun-naga-air-sugesti-hidup-paling.html' title='Tahun Naga Air Sugesti Hidup Paling Kuat'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6W5DjYeR0DE/TxqGBhukGoI/AAAAAAAAByk/_bWsgzVERSw/s72-c/1156032620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2324410409237132510</id><published>2012-01-21T16:29:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T16:29:32.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Verifikasi Guru Honorer FKGH Lebih Valid</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iyzSO0IpECo/TxqFcrJHn6I/AAAAAAAAByc/0jxiSf0EGSA/s1600/1820939.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-iyzSO0IpECo/TxqFcrJHn6I/AAAAAAAAByc/0jxiSf0EGSA/s400/1820939.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Verifikasi guru honorer yang dilakukan Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Bandung dianggap lebih valid dibanding verifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. - inilah.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Riza Pahlevi &lt;br /&gt;Jabar - Kamis, 19 Januari 2012 | 22:37 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM, Bandung&lt;/strong&gt; – Verifikasi guru honorer yang dilakukan Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Bandung dianggap lebih valid dibanding verifikasi yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Verifikasi ini diperlukan untuk pendataan guru honorer yang akan menerima Tunjangan Daerah (tunda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, terdapat data yang berbeda yang diterima DPRD dari Disdik Kota Bandung dan FKGH Kota Bandung sehingga verifikasi guru honorer harus diulang. Besaran tunjangan daerah yang akan diterima guru honorer sendiri yakni Rp300.000 per bulan. Dan beberapa guru honer mengaku sudah lebih dari enam kali melakukan verifikasi pendataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bersama guru-guru sudah lebih dari enam kali datang ke GIM untuk melakukan pendataan. Tapi kejelasan data yang akan dipakai, belum juga memenuhi titik terang. Tapi kami yakin dengan kualitas data yang dimiliki FKGH lebih valid dari pada Disdik," kata salah seorang guru honorer di Taman Kanak-Kanak (TK) Yeti Nurhayati, Kamis (19/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeti mengatakan, seharusnya terdapat satu lembaga saja yang melakukan pendataan. Sebaiknya juga Disdik Kota Bandung tidak mempersulit atau menghambat pendataan yang dilakukan FKGH. Pasalnya, FKGH yang ditunjuk untuk melakukan pendataan oleh DPRD Kota Bandung. Jika permasalahan ini terus berlangsung guru yang akan menjadi korbannya sehingga tunjangan daerah terhambat pencairannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan guru honorer lainnya, Muhammad Saleh. Dia menuturkan, kejadian seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. Dirinya pun berpendapat, pendataan yang dilakukan FKGH diyakini lebih valid dibandingkan pendataan dari Disdik. Selain itu, perjuangan FKGH sangat terlihat daripada oraganisasilain dan di dalam tubuh FKGH tidak ada diskriminasi.[ang]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2324410409237132510?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2324410409237132510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/verifikasi-guru-honorer-fkgh-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2324410409237132510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2324410409237132510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/verifikasi-guru-honorer-fkgh-lebih.html' title='Verifikasi Guru Honorer FKGH Lebih Valid'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iyzSO0IpECo/TxqFcrJHn6I/AAAAAAAAByc/0jxiSf0EGSA/s72-c/1820939.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5277320704408185681</id><published>2012-01-21T16:26:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T16:26:11.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Seniman Jazz Indonesia Ngamen di Kampung Rusia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Rabu, 18 Januari 2012 | 22:16 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3Vm3zsBTbU8/TxqEpLVUinI/AAAAAAAAByU/wrK8VCOnpTw/s1600/0916494620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-3Vm3zsBTbU8/TxqEpLVUinI/AAAAAAAAByU/wrK8VCOnpTw/s400/0916494620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas.com/Arbain Rambey &lt;br /&gt;Indro Hardjodikoro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LONDON, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;--Kelompok musik jazz Indonesia "Indro Hardjodikoro and the Fingers",  menggoyang  penonton dengan lagu   Janger, Bengawan Solo dan Panon Hideung yang cukup popular di Rusia dengan judul  Ochi Chyornie di museum kota Elektrostal, Moskow, Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran seniman Indonesia berhasil menghangatkan suasana musim dingin yang bertaburan salju di kota Elektrostal dalam acara penutupan pameran barang-barang seni dan budaya Indonesia, demikian Pensosbud KBRI Moskow M Aji Surya kepada ANTARA London, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa Indonesia yang hadir di ruang museum tersebut makin bertambah dengan lengkingan suara jazzy Dira Sugandi serta penampilan Indro dan kawan-kawan menghibur pengunjung pameran yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indro dan Indira dengan tabuhan gendang yang dikolaborasikan dengan alat-alat musik modern yang menciptakan keunikan warna tersendiri di kota yang berjarak 100 km dari Moskow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Moskow, Dian Wirengjurit menyampaikan penampilan kelompok musik Indonesia ini hanya hanya mewakili sebagian kecil dari seni dan budaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia tidak hanya beraneka ragam dalam barang-barang seni dan budaya, tetapi juga dari musik. Kita ingin menunjukkan pula musik jazz bisa dipadukan dengan unsur-unsur etnis Indonesia," kata Dian Wirengjurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Kebijakan Kepemudaan Administrasi Kota Elektrostal, Svetlana Klimanova menganggap pertunjukan ini sebagai bingkisan awal tahun yang luar biasa dari Indonesia bagi masyarakat Elektrostal. "Di awal tahun ini kita punya resolusi: Ramai-ramai mencintai Indonesia," ujarnya yang disambut penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penampilan Indro &amp;amp; the Fingers, juga tampil kesenian Indonesia berupa tarian-tarian seperti tari Manuk Rawa  dari Bali  dan dan Jaipong dari Jawa Barat  serta lagu-lagu rakyat Rusia dari salah satu sekolah musik setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tampil di kampung Rusia, Indro &amp;amp; the Fingers bersama Dira Sugandi sebelumnya menghangatkan penonton di Music Town Club, Moskow dan "Winter Petrojazz", St. Petersburg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : ANT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5277320704408185681?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5277320704408185681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/seniman-jazz-indonesia-ngamen-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5277320704408185681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5277320704408185681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/seniman-jazz-indonesia-ngamen-di.html' title='Seniman Jazz Indonesia Ngamen di Kampung Rusia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3Vm3zsBTbU8/TxqEpLVUinI/AAAAAAAAByU/wrK8VCOnpTw/s72-c/0916494620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5747539674707222677</id><published>2012-01-21T16:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T16:02:03.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Ini Alasan Warga Tionghoa Memilih Jadi Pedagang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maria Natalia | Heru Margianto | Sabtu, 21 Januari 2012 | 15:49 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AfRngdVPajw/Txp--1QCHMI/AAAAAAAAByM/AlzRfsgVf7c/s1600/1819303620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-AfRngdVPajw/Txp--1QCHMI/AAAAAAAAByM/AlzRfsgVf7c/s400/1819303620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES &lt;br /&gt;Warga tionghoa membersihkan patung Dewi Kwan Im sepekan menjelang Tahun Baru Cina atau Hari Raya Imlek 2563, di Vihara Amurva Bhumi (Hok Tek Tjeng Sin) di Karet, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012). Acara bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Imlek dimana umat mengantarkan naiknya Dewa Dapur atau Toa Pek Kong ke langit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Pada umumnya warga Tionghoa di Indonesia memilih bekerja di bidang perdagangan. Hal ini menurut anggota Komunitas Glodok, Hermawi Taslim, karena pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto, tak ada pilihan bidang pekerjaan lain. Ruang gerak warga Tionghoa, kata dia, dibatasi saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita dulu ketakutan masuk bidang lain, apalagi politik, lalu masuk ke dunia dagang. Zaman Soeharto enggak ada pilihan lain. Dulu kalaupun di dunia politik, orang Tionghoa hanya jadi bendahara. Lebih baik berdagang, enggak banyak aturan," ujar Taslim dalam diskusi "Imlek dan Peran Tionghoa Kini" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sejarawan yang banyak mendalami kehidupan Tionghoa di Indonesia, JJ Rizal, mengatakan, warga Tionghoa mulai terbiasa berdagang karena pada zaman penjajahan Belanda, penduduk asal China menjadi perantara jual-beli untuk berhubungan dengan masyarakat. Hal ini membuat warga Tionghoa dipandang sebagai penguasa ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu orang Tionghoa jadi perantara untuk berhubungan dengan masyarakat dan sering disebut hantu uang atau mesin uang kekuasaan. Secara ekonomi dulu dikuasai masyarakat Tionghoa," ungkap Rizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memaparkan, dulu warga Tionghoa susah menggeluti bidang lain karena trauma terhadap pembantaian dan diskriminasi yang terjadi pada tahun 1990-an, undang-undang yang membatasi ruang gerak, dan dijadikan "sapi perahan" yang diperas dengan berbagai alasan, ketika negara gagal dalam perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Tionghoa dulu sering diperas ketika kekuasaan gagal urus negara," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah perkembangan reformasi, kata Rizal, warga Tionghoa kini bukan hanya bekerja sebagai pedagang. Perlahan-lahan mereka mulai mencoba bidang baru, seperti olahraga, pekerja kantoran, dan berprestasi di dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal mengimbau agar masyarakat pribumi Indonesia juga membukakan pintu lapangan kerja bagi warga Tionghoa mengekspresikan keahlian mereka yang lain selain berdagang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5747539674707222677?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5747539674707222677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/ini-alasan-warga-tionghoa-memilih-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5747539674707222677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5747539674707222677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/ini-alasan-warga-tionghoa-memilih-jadi.html' title='Ini Alasan Warga Tionghoa Memilih Jadi Pedagang'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-AfRngdVPajw/Txp--1QCHMI/AAAAAAAAByM/AlzRfsgVf7c/s72-c/1819303620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8781761585729227027</id><published>2012-01-21T15:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T15:52:46.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Hanaa Ben Abdesslem: Muslimah Pertama yang Menjadi Model Lancome</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jumat, 20 Januari 2012 13:51 WI&lt;/span&gt;B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EUeBn7FguzM/Txp80Vh-2xI/AAAAAAAAByE/D2nFedaXn6s/s1600/hanaa-ben-abdesslem-_120120140109-840.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://2.bp.blogspot.com/-EUeBn7FguzM/Txp80Vh-2xI/AAAAAAAAByE/D2nFedaXn6s/s400/hanaa-ben-abdesslem-_120120140109-840.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;api.ning.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hanaa Ben Abdesslem&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/strong&gt;, Hanaa Ben Abdesslem menjadi perhatian dunia. Ia tercatat sebagai Muslimah pertama yang menjadi model kosmetik Lancome. Wanita asal Tunisia itu akan menjadi duta untuk produk alas bedak Lancome jenis Teint Idole Ultra 24h. Lancome adalah merk produk kecantikan terkemuka yang berpusat di kota mode dunia, Paris, Prancis. Lancome berdiri pada 1935. Sejak 1964, Lancome berada di bawah payung L'Oreal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Model dapat menjadi pilihan karier juga,” ujar Hanaa seperti dikutip laman Daily Star, Kamis (19/1). Dengan menjadi model, Hanaa ingin mengubah pandangan yang keliru dalam kebudayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis berusia 22 tahun itu mengawali kariernya di dunia model ketika menjadi pemenang kedua dalam sebuah acara reality show di Lebanon. Ia lalu bertemu seorang wanita Arab yang menginspirasinya. Wanita Arab bernama Sophie Galal itu memiliki pandangan dan ide yang sama dengannya, yakni memperkenalkan profesi model kepada dunia Arab. Galal pun menjadi manajer Hanaa dan memperkenalkannya pada agen model IMG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai kariernya sebagai model runway untuk Vivienne Westwood tahun lalu. Wajahnya pun pernah mengisi halaman editorial majalah Vogue Prancis. Ia juga pernah membawakan baju rancangan sejumlah perancang terkemuka dunia, seperti Ralph Lauren, Oscar de la Renta, dan Givenchy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah menjadi model dunia, Hanaa tak pernah melupakan tanah kelahirannya. “Negara saya kaya sejarah dan tradisi. Sebuah kebudayaan yang dipengaruhi oleh kesuksesan dalam peradaban, termasuk kaum Barbar, Venisia, Roma, Arab, dan Otoman,” ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tumbuh dengan dikelilingi pengaruh tersebut. Hanaa mengaku bangga menjadi bagian dari kebudayaan negaranya. Sebagai Muslimah, Hanaa pun tidak meminum alkohol dan merokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Lancome menampilkan model Afrika Utara itu bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah bagian dari tren yang tengah berkembang di industri fashion. Saat ini, dunia fashion mencari perempuan dari berbagai belahan dunia untuk menyajikan perbedaan budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Divisi Wanita Ford, Paul Rowland, pun membenarkan. “Warisan ideal saya untuk Ford adalah terbuka pada ide kecantikan. Tak hanya klasik, tetapi juga mendunia,” ujar Rowland pada New York Times. Ia mengaku ingin mencari model dari Mesir, Sri Langka, dan India. Tempat-tempat yang menurutnya tidak dilihat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna juga dinilai memiliki kemiripan dengan mantan model Lancome yang juga seorang aktris, Isabella Rossellini. “Ia mengingatkan saya pada Rossellini. Menakjubkan,” ujar Presiden Lancome Internasional, Youcef Nabi, dalam laman Daily Mail. Kecantikannya yang sederhana mewakili keunikan, kekuatan, dan pesona setiap wanita Lancome. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Redaktur: Heri Ruslan&lt;br /&gt;Reporter: Satya Festiani&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8781761585729227027?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8781761585729227027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/hanaa-ben-abdesslem-muslimah-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8781761585729227027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8781761585729227027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/hanaa-ben-abdesslem-muslimah-pertama.html' title='Hanaa Ben Abdesslem: Muslimah Pertama yang Menjadi Model Lancome'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EUeBn7FguzM/Txp80Vh-2xI/AAAAAAAAByE/D2nFedaXn6s/s72-c/hanaa-ben-abdesslem-_120120140109-840.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5441779498015877440</id><published>2012-01-21T15:47:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T15:47:05.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Kasus Megaupload, Pelajarannya bagi Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wicaksono Surya Hidayat | Sabtu, 21 Januari 2012 | 09:05 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YhMQJ-pa048/Txp7fhNCU_I/AAAAAAAABx8/0PAwFS0WRls/s1600/1042236620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-YhMQJ-pa048/Txp7fhNCU_I/AAAAAAAABx8/0PAwFS0WRls/s400/1042236620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Logo Megaupload&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Megaupload adalah perusahaan yang berbasis di Hongkong, sementara pendirinya berlokasi di Selandia Baru. Kenapa bisa dijerat oleh hukum di AS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini menarik untuk diperhatikan bagi pengelola situs atau layanan online di Indonesia yang mungkin waswas akan terkena dampak dari sebuah hukum di AS (atau negara lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai kasus Megaupload yang dikutip dari ArsTechnica. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prinsip kejadian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megaupload memang secara resmi sebuah perusahaan yang berbasis di Hongkong. Pendiri dan karyawannya juga tinggal secara fisik di Selandia Baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, menurut tulisan di ArsTechnica, yang patut diperhatikan dalam hal ini adalah nexus-nya, atau lebih sederhananya, prinsip "di mana terjadinya kerugian." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megaupload dianggap sebagai sebuah situs yang, meski tidak berbasis di AS, tetapi ditujukan bagi warga AS dan menimbulkan kerugian kepada pihak-pihak yang ada di AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen dakwaan pada Megaupload menyebutkan, perusahaan itu menyewa 1.000-an server di AS, sebanyak 525 di antaranya ada di Virginia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kebanyakan transaksi di situs itu juga dilakukan lewat PayPal, perusahaan AS. Jumlahnya, menurut Pemerintah AS, lebih dari 110 juta dollar AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan iklan Megaupload didapatkan dari Google AdSense (hingga 2007) dan AdBrite. Keduanya perusahaan AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megaupload membayar penggunanya yang melakukan upload paling populer. Dalam dakwaan itu disebutkan, termasuk di antaranya merupakan penduduk Virginia, AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika dari dokumen itu, dengan mengirimkan uang ke alamat di AS, Megaupload memahami bahwa mereka berbisnis di AS dan terikat dengan yurisdiksi AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya: kerugian pelanggaran hak cipta terjadi di Virginia, dari server di Virginia, dan perusahaan itu mendapatkan, serta mengirimkan uang ke warga Virginia. Maka dari itu, ia terikat hukum federal di Virginia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masalah yurisdiksi ini akan jadi salah satu bahan pembelaan terhadap Megaupload di persidangan kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan Indonesia? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perusahaan web di Indonesia tidak berbisnis langsung atau menargetkan pengguna di AS, bisa jadi hukum di AS tak akan "menyentuhnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak hal itu bisa membuat tenang pengelola layanan online yang sempat waswas dengan adanya berbagai aturan di AS, termasuk &lt;strong&gt;Stop Online Pircay Act &lt;/strong&gt;yang sempat ramai&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti mereka "tak tersentuh" sama sekali. Penegakan hukum hak atas kekayaan intelektual juga ada di Indonesia. Dengan demikian, hal terbaik adalah berusaha menghindari pelanggaran sebisa mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : ArsTechnica&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5441779498015877440?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5441779498015877440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kasus-megaupload-pelajarannya-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5441779498015877440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5441779498015877440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kasus-megaupload-pelajarannya-bagi.html' title='Kasus Megaupload, Pelajarannya bagi Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YhMQJ-pa048/Txp7fhNCU_I/AAAAAAAABx8/0PAwFS0WRls/s72-c/1042236620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4919635895233409555</id><published>2012-01-21T15:41:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T15:41:17.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebersihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Warga Bersihkan Puing Kapal Imigran di Pangandaran</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-j5zweBsygtA/Txp6IE--f3I/AAAAAAAABx0/ujUQds_dBK4/s1600/1821517.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-j5zweBsygtA/Txp6IE--f3I/AAAAAAAABx0/ujUQds_dBK4/s400/1821517.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Puluhan warga lingkungan Pantai Barat Pangandaran Kabupaten Ciamis membersihkan puing-puing bangkai kapal pengangkut imigran gelap, Sabtu (21/1/2012). - inilah.com/Andriansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Andriansyah &lt;br /&gt;Jabar - Sabtu, 21 Januari 2012 | 14:13 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM,Ciamis - Puluhan warga lingkungan Pantai Barat Pangandaran Kabupaten Ciamis membersihkan puing-puing bangkai kapal pengangkut imigran gelap, Sabtu (21/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pantauan INILAH.COM, kegiatan tersebut dikomandoi langsung Camat Pangandaran bersama PHRI dan organisasi Perahu Pesiar Pangandaran (OP3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melakukan aksi ini mengingat besok adanya libur Imlek. Yang pasti, akan banyak wisatawan yang berenang di sini," kata Camat Pangandaran Dady Mudyana kepada INILAH.COM di sela-sela kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dady mengatakan warga khawatir puing dan paku bekas bangkai kapal pengangkut imigran gelap yang didamparkan di Pantai Barat Pangandaran mengganggu kenyamanan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami takut puing-puing kapal yang banyak ranjau pakunya yang akan mengancam keselamatan para wisatawan. Bahkan kemarin juga ada korban yang kakinya tertusuk paku hingga harus dilarikan ke Puskesmas Pangandaran," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikatakan salah seorang pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kabupaten Ciamis Andis Sose. Menurutnya, saat ini bangkai kapal yang menyisakan bagian tunggul atau lunas yang terbenam pasir, namun masih banyak serpihan paku yang berserakan di sekitarnya." Belum lama ini ada wisatawan yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Pangandaran karena kakinya tertusuk paku berkarat,"katanya.[jul]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4919635895233409555?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4919635895233409555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/warga-bersihkan-puing-kapal-imigran-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4919635895233409555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4919635895233409555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/warga-bersihkan-puing-kapal-imigran-di.html' title='Warga Bersihkan Puing Kapal Imigran di Pangandaran'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j5zweBsygtA/Txp6IE--f3I/AAAAAAAABx0/ujUQds_dBK4/s72-c/1821517.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1567639307087882713</id><published>2012-01-21T15:33:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T15:33:58.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menjadi Guru, Untuk Apa?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 11 Januari 2012 18:29 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kHfMRJJS_wo/Txp2DirWOjI/AAAAAAAABxc/spPj9w1SXsA/s1600/ilustrasi-_120111182857-963.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://1.bp.blogspot.com/-kHfMRJJS_wo/Txp2DirWOjI/AAAAAAAABxc/spPj9w1SXsA/s400/ilustrasi-_120111182857-963.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;flickr&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah menjadi guru. Punya orang tua guru, pasangan hidup kita guru, orang tua yang anaknya jadi guru, orang yang teman-temannya guru, mereka memang beruntung. Siapa yang membekali murid untuk bekal hidup mereka di masa depan? Berapa banyak murid-murid yang telah dididik? Jika ukurannya kebermanfaatan untuk sesama, guru adalah orang paling beruntung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulialah guru karena mereka punya peluang untuk menginspirasi siswa agar hidup mereka jauh lebih baik dari gurunya sendiri. Berbahagia lah guru jika kelak murid-murid mereka menjadi orang yang hidupnya sukses nan bermanfaat bagi sesama. Itulah dahsyatnya menjadi guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rugilah orang yang menyepelekan guru. Masyarakat, bangsa, negara yang menyia-nyiakan bahkan mendzalimi guru, sungguh mereka akan mengalami kerugian yang teramat besar. Masa depan suatu bangsa sedang dipertaruhkan. Jangan anggap sepele hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, mari tanyakan pada anak muda Indonesia, siapa di antara mereka yang ingin menjadi guru? Saya teringat dengan paparan Prof. Cheng (The Hong Kong Institute of Education) di event The 2nd East Asian International Conference on Teacher Education Research, Desember 2010 silam. Ada 4 prinsip holistik &amp;amp; berjangka panjang dalam konteks pengembangan dan pendidikan profesi guru, yaitu attracting teacher, developing teacher, empowering teacher, dan retaining teacher. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pertama, attracting teacher. Pemerintah di suatu negara harus mampu memberikan kepastian hukum &amp;amp; penghidupan yang layak bagi guru. Status guru tak sebatas diperjuangkan secara de jure. Secara de facto, kehidupan guru memang harus dijamin agar fokus dalam berkarya. Jika syarat ini dipenuhi, maka setiap orang akan memandang profesi guru sebagai sesuatu yang prospektif. Tugas pemerintah selanjutnya, memastikan seleksi yang super ketat agar tidak sembarangan orang bisa menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua, developing teacher. Lembaga Pendidik &amp;amp; Tenaga Kependidikan (LPTK) musti dikuatkan fungsi kelembagaannya. Kehidupan kampus di universitas keguruan dikondisikan agar mampu membina dan mendidik para calon guru agar benar-benar siap menjadi guru. Konsep pengembangan profesional guru mesti didefinisikan secara operasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya kompetensi guru mesti sejalan dengan masa pengabdian mereka, fokus utama dari prinsip ini. Harus ada program pengembangan profesional yang memfasilitasi guru agar mereka tidak pernah berhenti belajar. Bentuk aktivitasnya sangat beragam, dari mulai mengikuti training guru secara berkala, adanya supervisi pembelajaran, sampai keharusan untuk melakukan penelitian tindakan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empowering teacher, prinsip ini mensyaratkan adanya upaya untuk memastikan bahwa kinerja guru selalu dapat diukur efektivitasnya. Guru mesti dibantu agar mereka selalu dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jika pun ada kendala, kepala sekolah dengan sistem pengembangan profesionalnya selalu setia menemani guru untuk menyelesaikan masalah yang kerap mereka hadapi. Tiada hari tanpa proses pemberdayaan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana karir seorang guru harus dinyatakan secara tegas &amp;amp; tidak multitafsir, aspek penting dalam prinsip retaining teacher. Jika aturan sudah ditetapkan bahwa syarat seorang guru menjadi kepala sekolah, misalnya, perlu waktu mengabdi 10 tahun dengan kualifikasi tertentu. Tapi, ada yang baru setahun sudah bisa menjadi kepala sekolah, apalagi tanpa fit &amp;amp; proper test, ini namanya kecelakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen dan konsistensi dalam menegakkan aturan main bisa membuat guru termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Jika tidak, guru akan mengalami demotivasi. Situasi kompetisi tidak akan pernah berlangsung fair. Bahayanya, wrong man on the wrong place jadi sebuah keniscayaan. Guru paham apa yang harus dilakukan jika mereka ingin menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, atau jabatan struktural lainnya yang mempersyaratkan kompetensi guru yang mesti plus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lupakan impian untuk meraih prestasi atau jabatan tertentu jika masih banyak membual daripada berkarya nyata. Jika profesi guru ingin naik kelas, coba praktikkan keempat prinsip tersebut sesuai dengan konteks Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hong Kong bukan Indonesia, begitu pun sebaliknya. Hong Kong secara serius menetapkan kebijakan strategis dan mengembangkan sistem pendidikan guru secara sistematis dan berkelanjutan. Wajar kalau pendidikan mereka selangkah lebih maju dari kita. Indonesia tak usah pesimis karena citra profesi guru kita pernah mengalami masa-masa kejayaan di masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya itu dulu, catatan sejarah yang mesti dapat dimaknai hikmahnya. Sekarang, apa yang mesti diperbuat? Pemerintah harus mulai tergugah kesadarannya untuk mulai berbenah. Konsep sistem pendidikan guru kita mungkin tak kalah hebat dari negara lain. Persoalannya, apakah konsep tersebut konsisten diterapkan di tataran praktis pendidikan? Jangan-jangan teorinya bagus, praktiknya amburadul. Kondisi yang memilukan sekaligus memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pun dan dimana pun mereka berada, guru tetaplah guru, orang yang beruntung dan mulia. Jika hari ini, saya &amp;amp; Anda tetap memilih jalan hidup menjadi guru, meski jaminan hidup dan kepastian hukum dari pemerintah masih menjadi sebuah utopia, mungkin ini bisa masuk kategori keajaiban baru di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru di Jepang sangat sulit karena memang penghargaan pemerintah kepada guru sangat eksklusif. Ada keseimbangan sempurna antara tuntutan hak dan pemenuhan kewajiban. Guru di Jepang harus tegas memilih, jadi guru atau tidak sama sekali. Tak ada pilihan lainnya. Di Indonesia, kita selalu dibuat ragu untuk menentukan pilihan, jadi guru karena pilihan hidup, jadi guru mumpung sudah lahir UU No. 14 Tahun 2005, jadi guru karena ada peluang untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil, atau jadi guru karena tidak ada pilihan lainnya. Sungguh ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah guru-guru yang ada di Indonesia. Mereka sangat sadar bahwa pilihan hidupnya menjadi guru penuh resiko. Meskipun demikian, semoga semangat perjuangan mereka tidak akan pernah luntur untuk mengabdikan hidupnya bagi kelangsungan pendidikan Indonesia. Mengapa bisa demikian? Karena mereka paham bahwa ada yang harus diselamatkan untuk kepentingan masa depan bangsa, yaitu murid-murid mereka, para calon pemimpin bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru, untuk apa? Kita berharap guru-guru di Indonesia serempak menjawab, ‘Investasi untuk Indonesia’. Siapakah mereka yang paham arti ‘Investasi untuk Indonesia’? Semoga saya, Anda, &amp;amp; mereka yang saat ini menjadi guru di seantero penjuru nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WAjpqWNFcL8/Txp2N6-EGwI/AAAAAAAABxk/oSw91WJwjwg/s1600/asep_safaat2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://4.bp.blogspot.com/-WAjpqWNFcL8/Txp2N6-EGwI/AAAAAAAABxk/oSw91WJwjwg/s200/asep_safaat2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asep Sapa'at&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Redaktur: Johar Arif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1567639307087882713?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1567639307087882713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/menjadi-guru-untuk-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1567639307087882713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1567639307087882713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/menjadi-guru-untuk-apa.html' title='Menjadi Guru, Untuk Apa?'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kHfMRJJS_wo/Txp2DirWOjI/AAAAAAAABxc/spPj9w1SXsA/s72-c/ilustrasi-_120111182857-963.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-199272625708705188</id><published>2012-01-21T15:11:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T15:11:54.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Iket Khas Sunda Tak Hanya Diminati Warga Jabar</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-y6zcCx5XOsI/TxpzK3WgXlI/AAAAAAAABxU/7m0MR2QeLtA/s1600/1821527.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-y6zcCx5XOsI/TxpzK3WgXlI/AAAAAAAABxU/7m0MR2QeLtA/s400/1821527.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Iket, kain segitiga bermotif baik sering dipakai pria asal Jabar. Bandana yang lekat dengan ciri khas jawara Sunda itu, kini ternyata tak hanya diminati oleh warga Jabar. - inilah.com/Evi Damayanti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Evi Damayanti &lt;br /&gt;Jabar - Sabtu, 21 Januari 2012 | 14:58 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM, Bandung &lt;/strong&gt;- Iket, kain segitiga bermotif baik sering dipakai pria asal Jabar. Bandana yang lekat dengan ciri khas jawara Sunda itu, kini ternyata tak hanya diminati oleh warga Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saefulloh, salah satu pedagang iket di Jalan Soekarno-Hatta mengatakan penjualan iket kini memang belum terlalu laku keras, karenanya dia hanya membawa stok secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya sekarang saya tidak pernah membawa banyak-banyak, karena tidak terlalu laku," ujar pria asal Garut itu saat ditemui INILAH.COM, Jumat (20/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kata Saefulloh, para pembeli iket sekarang justru bukan berasal dari Sunda, tapi luar Jabar. Sebut saja iket bermotif batik Badui dan batik khas Sunda-Jawa. Atau motif batik kangkung, batik kumeli, batik sida mukti. Kain itu sangat diminati oleh warga luar Sunda dan Jawa. Bahkan, kata Saefulloh, tak jarang warga luar Jabar memesan Iket tersebut dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya rasa karena para pejabat yang pakai, seperti Bupati Subang (Eep Hidayat), jadi orang-orang tertarik pada pengin pakai. Iket ini asli khas Jawa Barat. Paling yang serupa pakai juga orang Jawa. Makanya motif hitam polos sangat diminati orang Sunda dan Jawa. Kalau motif lain yang paling diburu motif batik dari Baduy," ungkap pria berusia 30 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saefulloh biasa membeli iket dari Pasar Baru Jalan Otto Iskandardinata. Setiap hari, rata-rata penjualan iketnya mencapai 50 lembar. Namun sejak 1 Januari lalu, iket seharga Rp20.000 untuk ukuran besar dan Rp10.000 untuk ukuran sedang itu hanya terjual 10-20 lembar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bachtiar (40), warga Ujungberung asal Batak, mengaku menyukai Iket batik khas Sunda. Menurutnya, kaum lelaki Sunda mengenakan Iket tersebut terlihat lebih gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun saya bukan orang Sunda, tetapi saya suka sekali (iket). Makanya saya banyak koleksi iket di rumah. Menurut pandangan saya, lelaki menggunakan iket ini seperti jagoan. Kata orang Sunda mah jawara. Ini juga kan identitas orang Sunda," ucap Bachtiar yang sudah tinggal di Kota Bandung selama 10 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iket memang termasuk salah satu bagian pakaian tradisional orang Sunda, setelah kain baju dan sarung. Iket terbuat dari kain polos atau bermotif batik. Ada macam-macam bentuk iket, di antaranya perengkos nangka yakni bentuk sederhana dan banyak digunakan para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga bentuk barangbang semplak, yang biasanya digunakan para jagoan atau jawara. Terakhir, iket bentuk udeng, yang biasa digunakan pada acara-acara resmi.[jul]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-199272625708705188?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/199272625708705188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/iket-khas-sunda-tak-hanya-diminati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/199272625708705188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/199272625708705188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/iket-khas-sunda-tak-hanya-diminati.html' title='Iket Khas Sunda Tak Hanya Diminati Warga Jabar'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-y6zcCx5XOsI/TxpzK3WgXlI/AAAAAAAABxU/7m0MR2QeLtA/s72-c/1821527.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1051340757219625168</id><published>2012-01-10T10:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T10:14:42.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>'Satpol PP Harus Benahi Diri Sebelum benahi PKL'</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pNaAUkwUqBs/TwutEucmirI/AAAAAAAABxM/wfbwJfFGA80/s1600/1816855.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-pNaAUkwUqBs/TwutEucmirI/AAAAAAAABxM/wfbwJfFGA80/s400/1816855.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandharu menyebutkan harus segera dilakukan pembenahan dalam tubuh Satpol PP Kota Bandung. - inilah.com/Yatni Setianingsih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Ahmad Sayuti AK &lt;br /&gt;Jabar - Senin, 9 Januari 2012 | 18:40 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Bandung - Adanya dugaan oknum Satpol PP Kota Bandung yang kongkalingkong dengan PKL, Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandharu menyebutkan harus segera dilakukan pembenahan dalam tubuh Satpol PP Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau itu benar, ya satpol PP harus membenahi diri terlebih dulu sebelum membenahi PKL," papar Haru saat dihubungi wartawan, Senin (9/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haru pun mengaku percuma dengan penambahan sumber daya manusia (SDM) dan penambahan dana untuk proses penertiban. Lantaran, di internal satpol PP sendiri terjadi hal seperti itu, dan mau tidak mau itu harus segera dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haru, Wali Kota Bandung Dada Rosada kudu lebih serius dalam menanggapi kisruhnya penegakan hukum di Kota Bandung. Intinya, masalah ini timbul dari leadership, konsep dan integritas penegak hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Langkah itu kudu diambil demi kewibawaan pemerintah kota, keadilan dan kenyamanan masyarakat. Untuk itu, maka satpol harus dalam posisi siap 100 persen saat akan menegakkan perda dan perwal, tanpa tawar menawar lagi," tandasnya.[ang]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1051340757219625168?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1051340757219625168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/satpol-pp-harus-benahi-diri-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1051340757219625168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1051340757219625168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/satpol-pp-harus-benahi-diri-sebelum.html' title='&apos;Satpol PP Harus Benahi Diri Sebelum benahi PKL&apos;'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pNaAUkwUqBs/TwutEucmirI/AAAAAAAABxM/wfbwJfFGA80/s72-c/1816855.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4776923662246665420</id><published>2012-01-10T09:40:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T09:40:57.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Pengakuan Perempuan yang Dipaksa Suami Melacur</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Egidius Patnistik | Senin, 9 Januari 2012 | 16:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4MvV_iuttU8/Twuk4dnuAkI/AAAAAAAABw8/3kPaCbfpi44/s1600/1619288620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://2.bp.blogspot.com/-4MvV_iuttU8/Twuk4dnuAkI/AAAAAAAABw8/3kPaCbfpi44/s400/1619288620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AP&lt;br /&gt;Sahar Gul, gadis remaja Afganistan usia 15 tahun, yang disiksa suami serta angota keluarga suaminya karena menolak bekerja sebagai pekerja seks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DwTKOdvjM5E/TwulDazLPqI/AAAAAAAABxE/tbPh4GHzBCE/s1600/1622185620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://4.bp.blogspot.com/-DwTKOdvjM5E/TwulDazLPqI/AAAAAAAABxE/tbPh4GHzBCE/s400/1622185620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;REUTERS&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Afganistan, Suraya Dalil (kiri), dan Menteri Urusan Perempuan, Dr Husn Banu Ghazanfar, ketika mengunjungi Sahar Gul di rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KABUL, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Gadis remaja Afganistan usia 15 tahun yang disiksa berbulan-bulan dalam pernikahan hasil perjodohan akhirnya buka suara untuk pertama kalinya sejak diselamatkan pekan lalu. Ia mengatakan, dirinya berharap suami dan keluarga suaminya dijebloskan ke penjara karena telah melakukan penyiksaan terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis malang itu, Sahar Gul, manjadi gambaran buram kondisi hak-hak perempuan Afganistan setelah diselamatkan pada akhir Desember lalu. Penyelamatan terjadi setelah pamannya melapor polisi. Begitu mendengar tentang penyiksaan itu, Presiden Afganistan, Hamid Karzai, telah menegaskan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dihukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berbicara dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (7/1/2012) dari sebuah rumah sakit di Kabul, sebagaimana dilansir Daily Mail, Minggu, Gul menyalahkan suami, mertua, serta saudari suaminya atas penderitaan yang dialaminya. "Saya ingin mereka meringkuk di penjara," katanya. "Mereka menyeterum saya dengan sengatan listrik.... Mereka memukuli saya dengan kabel dan menyiksa saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Associated Press, Gul kini dirawat karena sejumlah luka antara jari-jari sobek dan kuku-kuku yang copot. Dokter yang merawat Gul, Feriba Omarzada, mengatakan, Gul mulai pulih, tetapi masih trauma. Gul mengalami penderitaan mental dan fisik serta memerlukan waktu perawatan beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi di Provinsi Baghlan, lokasi Gul diselamatkan, mengatakan, mertuanya mengurung dan menyiksa gadis itu setelah Gul menolak bekerja sebagai pekerja seks. Mertua dan saudara iparnya telah ditangkap. Namun, mereka menyangkal telah melakukan kejahatan. Pihak berwenang Afganistan telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi suaminya, yang bertugas di angkatan darat Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Gul mengguncang Afganistan dan memicu desakan untuk segera mengakhiri pernikahan di bawah umur. Usia pernikahan legal di Afganistan 16 tahun, tetapi lembaga PBB, UN Women, memperkirakan, setengah gadis di negara itu dipaksa menikah sebelum usia 15 tahun. Sahar Gul dalam kondisi kritis ketika diselamatkan dari sebuah rumah di Provinsi Baghlan di utara Afganistan pekan lalu. Polisi mengatakan, mertua Gul mencabut kuku dan rambutnya, dan mengurungnya di kamar mandi ruang bawah tanah yang gelap selama sekitar lima bulan. Ia hanya diberi makanan dan air dalam jumlah sangat terbatas. Keluarga suaminya juga menyundut gadis itu dengan rokok dan mencungkili lukanya dengan tang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media lokal, Sabtu, melaporkan, Kepala Keamanan Provinsi Baghlan bagian utara, Jenderal Syed Zamanuddin Hussaini mengungkapkan, ayah mertuanya, yaitu Mohammad Aman, telah ditahan dengan bantuan penduduk di kota Pul-e-Khumri di utara negara itu. Jenderal Hussaini menambahkan, Mohammad Aman telah diajukan ke jaksa agung provinsi dan pasukan keamanan Afganistan sedang berupaya untuk menemukan suaminya. Aman membantah tuduhan bahwa ia menyiksa Gul. Ia mengatakan, gadis itu menderita gangguan kejiwaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahima Zarifi, kepala urusan perempuan di Baghlan, kepada kantor berita Reuters mengatakan, "Dia (Gul) menikah tujuh bulan lalu, dan berasal dari Provinsi Badakhshan. Mertuanya mencoba untuk memaksa dia jadi pekerja seks demi mendapatkan uang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gul penuh bekas luka dan memar. Enam hari setelah dia diselamatkan, sebelah matanya masih bengkak. Dia dirawat di sebuah rumah sakit pemerintah di Kabul, tetapi menurut para dokter, dia mungkin harus dikirim ke India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan salah satu kasus terburuk dari kekerasan terhadap perempuan Afganistan. Para pelaku harus dihukum sehingga yang lain bisa mendapat pelajaran dari kasus itu," kata menteri kesehatan Suraya Dalil kepada wartawan setelah bersama menteri urusan perempuan mengunjungi Gul, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Zia, seorang pejabat polisi senior di Baghlan, yang membantu menyelamatkan gadis itu, mengatakan, ibu mertua Gul dan adik iparnya telah ditahan, tetapi suaminya telah melarikan diri. "Kami telah melancarkan perburuan serius untuk menangkap suaminya dan orang lain yang terlibat," kata Zia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada kemajuan dalam bidang hak-hak dan kebebasan perempuan sejak Taliban tumbang 10 tahun lalu, kaum perempuan di seluruh Afganistan masih menghadapi risiko penculikan, perkosaan, pernikahan paksa, dan diperdagangkan sebagai komoditas. Selain itu, sulit bagi perempuan negeri itu untuk menghindari situasi kekerasan dalam rumah tangga karena adanya tekanan sosial dan kadang-kadang hukum untuk tetap bertahan dalam pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara itu, melarikan diri dari suami yang suka menyiksa atau perkawinan paksa juga dianggap "kejahatan moral". Di Afganistan, perempuan bisa dipenjara jika nekat melakukan hal itu. Sejumlah perempuan korban pemerkosaan telah dipenjara karena dianggap melakukan hubungan seks di luar pernikahan meski si perempuan dipaksa. Hubungan semacam itu tetap dianggap sebagai perzinahan, sebuah "kejahatan moral". &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Daily Mail&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4776923662246665420?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4776923662246665420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/pengakuan-perempuan-yang-dipaksa-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4776923662246665420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4776923662246665420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/pengakuan-perempuan-yang-dipaksa-suami.html' title='Pengakuan Perempuan yang Dipaksa Suami Melacur'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4MvV_iuttU8/Twuk4dnuAkI/AAAAAAAABw8/3kPaCbfpi44/s72-c/1619288620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5493079774404437730</id><published>2012-01-07T13:57:00.001+07:00</published><updated>2012-01-07T13:57:33.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astronomi'/><title type='text'>Pasangan Venus Bukan Mars, tapi Jupiter dan Saturnus</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono | Minggu, 1 Januari 2012 | 18:01 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RicZ5-g7vTA/TwfsUGRgG3I/AAAAAAAABws/qFCJKuk1YRI/s1600/1730061620X310.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-RicZ5-g7vTA/TwfsUGRgG3I/AAAAAAAABws/qFCJKuk1YRI/s400/1730061620X310.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Stellarium&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Ilustrasi konjungsi Venus-Saturnus 27 November 2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WiSeTNMVWaE/TwfseiCd13I/AAAAAAAABw0/hoPzhywaWzM/s1600/1740215620X310.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-WiSeTNMVWaE/TwfseiCd13I/AAAAAAAABw0/hoPzhywaWzM/s400/1740215620X310.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Stellarium&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Ilustrasi konjungsi Venus-Jupiter pada 14 Maret 2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/b&gt;- Selama ini Venus yang diidentikkan dengan perempuan selalu diidentikkan sebagai pasangan Mars yang jadi lambang laki-laki. Namun, khusus tahun 2012 ini, pasangan Venus bukan hanya Mars. Pada tahun ini, planet kedua terdekat dari Matahari itu malah akan berpasangan dengan dua planet lain, Jupiter dan Saturnus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venus akan berpasangan dengan Jupiter pada petang hari tanggal 14 Maret 2012. Sementara Venus dengan Saturnus akan terjadi menjelang fajar pada tanggal 27 November 2012. Venus, Jupiter, dan Saturnus akan tampak berdekatan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah astronomi, fenomena saat dua planet saling berdekatan disebut konjungsi. Konjungsi Venus dan Jupiter paling tepat dilihat pada 14 Maret 2012 antara pukul 18.30 - 19.00 WIB. Saat konjungsi, keduanya cuma akan terpisah sejauh 3 derajat. Keduanya akan bersinar di langit bagian barat. Jupiter tampak dengan magnitud -1,97 dan Venus -4,17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus bisa dilihat pada 27 November 2012 mulai pukul 04.00 WIB di langit timur. Venus akan tampak dengan magnitud -3,87 sedangkan Saturnus bermagnitud 1,33. Jarak keduanya sangat dekat hingga hampir menyatu, cuma terpisah 1 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konjungsi planet adalah hal yang biasa terjadi dalam astronomi. Fenomena ini bisa disaksikan dengan mata telanjang, namun bisa disaksikan lebih jelas dengan teleskop. Magnitud merujuk pada kecerlangan benda langit. Makin negatif, makin cerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konjungsi Venus-Jupiter diperkirakan pernah terjadi tahun 3 SM dan dikaitkan dengan Bintang Natal, fenomena yang dilihat para Majus terkait dengan kelahiran Yesus. Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah Bintang Natal ialah Konjungsi Venus-Jupiter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus tahun ini akan lebih istimewa. Tepat saat dua planet tersebut berpasangan, Merkurius akan datang menemani. Ini bisa dilihat sekitar pukul 04.30 dini hari tanggal 27 November 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konjungsi Venus-Jupiter serta Venus-Saturnus tak berlangsung lama. Venus-Jupiter akan tenggelam cepat setelah konjungsi. Sementara, Venus-Saturnus akan cepat tak tampak karena fajar tiba. Jadi, jangan sampai terlewat. Dan, tenang saja, konjungsi Venus tak akan menimbulkan keributan apapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5493079774404437730?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5493079774404437730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/pasangan-venus-bukan-mars-tapi-jupiter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5493079774404437730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5493079774404437730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/pasangan-venus-bukan-mars-tapi-jupiter.html' title='Pasangan Venus Bukan Mars, tapi Jupiter dan Saturnus'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RicZ5-g7vTA/TwfsUGRgG3I/AAAAAAAABws/qFCJKuk1YRI/s72-c/1730061620X310.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8331053831929868455</id><published>2012-01-07T13:31:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T13:31:28.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Kisah Sukiyat, Si Perakit Mobil Esemka</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Heru Margianto | Sabtu, 7 Januari 2012 | 09:32 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XQKpXWOUbQI/TwfmgZ9QWEI/AAAAAAAABwk/bQZctmgWrxk/s1600/0931147620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-XQKpXWOUbQI/TwfmgZ9QWEI/AAAAAAAABwk/bQZctmgWrxk/s400/0931147620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS/SRI REJEKI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Sukiyat dengan mobil Kiat Esemka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SRI REJEKI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com - Sebenarnya Sukiyat tidak pernah bermimpi untuk membuat mobil. Pada awalnya dia hanya ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Dia ingin siswa di sekolah itu bisa melakukan praktik membuat bodi mobil. Apalagi, di sekolah itu, dia menjadi ketua komitenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukiyat kemudian menyumbangkan bodi mobil Toyota Kijang untuk dibongkar dan dipelajari bagian-bagian bodi dan mesinnya kepada sekolah. Sebelumnya, ia juga mengajari siswa dengan menggunakan mobil Toyota Crown yang lantas dibongkar, kemudian disisakan bagian kisi-kisi, lantai, dan rangkanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa lantas diajari cara membuat badan mobil secara manual, yakni membentuk pelat eser dengan teknik ketok (kenteng). Mesinnya menggunakan yang sudah jadi karena saat itu target Sukiyat adalah mengajari siswa membuat badan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, meski aslinya mobil itu sedan, dia mengarahkan siswa untuk membuat bodi Toyota Land Cruiser. Sedan itu pun berubah menjadi mobil sport utility vehicle (SUV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sendiri terheran-heran, kok bisa ya? Dari sinilah saya lalu terpikir, mengapa tidak sekalian saja mereka membuat mobil,” ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam suatu acara di Bayat, Klaten, ia dipertemukan dengan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Sutrisno yang tertarik dengan kemampuan Sukiyat. Bengkel Kiat Motor miliknya lantas menjadi mitra perusahaan dalam program perakitan mobil oleh siswa SMK, yang telah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMK-SMK pun mengirimkan siswa mereka ke Kiat Motor di Ceper, Klaten, untuk belajar membuat bodi mobil, termasuk bagian interior dan eksterior mobil, serta rangkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Para siswa itu sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Banyak siswa yang setelah lulus suka main ke tempat kami. Mereka bercerita sudah mendapat pekerjaan dengan gaji baik,” kata Sukiyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat merintis pembuatan prototipe mobil SUV yang kini dinamai Kiat Esemka, Sukiyat terlebih dahulu mengajari siswa membuat miniatur menyerupai badan Toyota Hardtop. Setelah berhasil, siswa lantas didampinginya membuat bodi mobil prototipe yang belakangan dinamakan Kiat Esemka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk desain bodi mobil, Sukiyat terinspirasi bentuk Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest. Adapun mesin mobilnya menggunakan hasil rakitan siswa, yang komponennya sebagian besar juga dibuat siswa bersama mitra industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk bodi, interior dan eksterior dibikin manual oleh siswa dalam waktu 2-3 bulan. Kalau sudah ada mesin dies, sehari saja bisa jadi ratusan bodi, tetapi harga dies sangat mahal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dari sepeda ”onthel”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukiyat merintis bengkelnya tahun 1977, dengan bantuan Yayasan Dharmais sebesar Rp 75.000. Awalnya, bengkel yang dia buka di kampung halamannya, Kradenan, Trucuk, Klaten, ini hanya melayani perbaikan sepeda motor dan sepeda onthel (kayuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan bengkel itu berkembang sampai menempati lahan seluas 4.500 meter persegi. Tahun 2004 Sukiyat membangun bengkel di Jalan Solo-Yogya, tepatnya di Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten, dengan luas lahan 2.500 meter persegi. Kedua bengkel tersebut kini dikelola anak pertamanya, Ida Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 Sukiyat berencana mendirikan bengkel baru di kawasan Manahan, Solo. Bengkel ini akan dipadukannya dengan pusat pelatihan bagi penyandang cacat, yakni Difabel Training Center, lengkap dengan asrama. Di kompleks dengan lahan seluas 8.500 meter persegi ini juga akan didirikan pompa bensin dan restoran cepat saji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Keinginan saya adalah mencetak tenaga andal di bidang otomotif dan body repair dari para penyandang cacat. Ini agar mereka tak perlu turun ke jalan menjual kecacatannya. Dana pendidikan mereka akan dicarikan pemerintah daerah dan pusat,” kata Sukiyat yang sejak berusia enam tahun menderita polio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita, saat kecil ia sempat merasa minder. Bahkan, Sukiyat nekat tak menamatkan pendidikan di sekolah teknik menengah karena tak tahan dengan ejekan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu belajar menjahit di Rehabilitasi Centrum Prof Dr Soeharso, Solo, selama enam bulan. Keterampilan ini mengantarkan dia ke Jakarta untuk bekerja pada usaha konfeksi dan percetakan yang dimiliki Yayasan Harapan Kita. ”Saya bekerja di bagian obras dan setting huruf,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Solo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, orangtuanya meminta Sukiyat kembali ke kampung halamannya. Akan tetapi, dia memilih tinggal di Solo dan bekerja di sebuah bengkel. Baru empat bulan bekerja, bengkel tersebut bangkrut. Dia lantas bekerja di bengkel lain yang didirikan mantan kepala bengkelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini dia memperoleh kemampuan di bidang otomotif. Keterampilan Sukiyat semakin terasah saat berkesempatan mengikuti pelatihan otomotif ke Jepang dan Jerman yang dibiayai Departemen Sosial. Dalam mengembangkan bengkelnya, Sukiyat memilih spesialisasi di bidang cat oven dan body repair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman masa kecil Sukiyat yang sering diminta orangtuanya untuk membuat pewarna kain lurik rupanya bermanfaat saat diterapkan dalam pengecatan mobil. Demikian pula pengalamannya saat membantu orangtua bekerja di penggilingan padi dan oven tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang diberikan orangtuanya itu membuat Sukiyat terbiasa bekerja keras. Dia mengaku bisa bekerja selama ”24 jam” sehari. Pikirannya tak berhenti memikirkan pengembangan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pekerjaan itu seperti istri. Kalau istri sakit, ya, ditunggu, dirawat, jangan lantas kita ganti istri. Begitu juga dengan pekerjaan,” ujar Sukiyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedomannya dalam bekerja adalah 3N, yakni niteni (memperhatikan), nirokke (meniru), dan nambahi (menambahkan). Hal itu sering pula disebutnya ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Pedoman itu diamatinya dari pekerja Jepang, Korea, dan China saat dulu mereka memulai industri mobil nasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau sekarang kita punya mobil buatan sendiri, ya, harus berani menghargai produk kita sendiri,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pekerja keras, Sukiyat berusaha tetap memberikan jatah seimbang untuk kehidupan berkeluarga. Ia menyempatkan diri shalat berjemaah dan membina keakraban dengan semua anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Jumat, ia suka berziarah ke makam mendiang ayahnya dan menjenguk sang bunda. Sebulan sekali Sukiyat menggelar evaluasi, baik bersama keluarga maupun karyawan. Ia juga mengadakan pengajian dan pemeriksaan kesehatan gratis lewat Klinik Ahad Pagi Kiat Sehat di rumahnya di Trucuk, Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8331053831929868455?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8331053831929868455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kisah-sukiyat-si-perakit-mobil-esemka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8331053831929868455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8331053831929868455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kisah-sukiyat-si-perakit-mobil-esemka.html' title='Kisah Sukiyat, Si Perakit Mobil Esemka'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XQKpXWOUbQI/TwfmgZ9QWEI/AAAAAAAABwk/bQZctmgWrxk/s72-c/0931147620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8443429967371319355</id><published>2012-01-07T13:20:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T13:20:39.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Wow, Museum Pos Kunjungan Wisata Terbaik di Jabar</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NgK_AsKQTRA/TwfkHecEwvI/AAAAAAAABwc/Li5GPHB58wg/s1600/1815594.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-NgK_AsKQTRA/TwfkHecEwvI/AAAAAAAABwc/Li5GPHB58wg/s400/1815594.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Museum Pos Indonesia terpilih menjadi yang terbaik untuk kunjungan wisata di Jawa Barat pada kategori museum pada tahun 2011. - blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Jabar - Kamis, 5 Januari 2012 | 21:11 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM&lt;/strong&gt;, Bandung- Museum Pos Indonesia terpilih menjadi yang terbaik untuk kunjungan wisata di Jawa Barat pada kategori museum pada tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dinas Pariwisata Jabar yang menetapkan Museum Pos Indonesia menjadi yang terbaik," kata penanggung jawab Museum Pos Indonesia Supariati di Bandung, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela melayani pelajar dan masyarakat umum yang sedang berkunjung pada musim libur sekolah, ia mengemukakan hingga awal 2012 ini, koleksi benda-benda yang terkait dengan sejarah pos dan telegraf itu berasal dari 131 negara di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum yang lokasinya di sayap timur Gedung Sate, pusat pemerintahan Provinsi Jabar yang dibangun tahun 1931 cukup ramai didatangi masyarakat, khususnya pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau musim libur panjang seperti ini, pelajar yang datang tidak berombongan, namun bersama keluarga. Kunjungan rombongan biasanya malah saat aktif sekolah, seperti study tour, yang disertai tugas-tugas untuk menulis laporan," kata Supriati, yang menjadi penanggung jawab museum tersebut sejak tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pada 1931 gedung seluas 706 meter persegi yang terletak di Jalan Cilaki Nomor 73 Kota Bandung itu difungsikan sebagai museum, dengan nama Museum Pos Telegrap dan Telepon (Museum PTT) pada zaman penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, saat itu belum terbuka untuk umum," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari arti penting peran dan fungsi museum sebagai sarana pendidikan, informasi, rekreasi dan wisata dengan minat khusus, bagi generasi sekarang maupun mendatang, katanya, maka dilakukan renovasi agar sejarah yang ada terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi saat itu (1983) Achmad Tahir meresmikan museum itu dengan nama Museum Pos dan Giro, dan dinyatakan terbuka untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perubahan nama Pos dan Giro menjadi PT Pos Indonesia pada 20 Juni 1995, maka museum itu juga berganti menjadi Museum Pos Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya pula keberadaan Museum Pos Indonesia itu, tidak hanya sekadar untuk tujuan wisata, namun juga menjadi objek penelitian bagi kalangan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khususnya yang terkait dengan bidang-bidang ilmu budaya dan sejarah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriati memberi rujukan bahwa perguruan tinggi yang mencari referensi untuk penelitiannya, tidak hanya dari Bandung dan Jawa Barat, namun juga universitas dari luar Jawa, seperti dari Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi warga negara asing, khususnya dari Belanda dan kawasan Eropa, karena mempunyai keterkaitan kesejarahan dengan Indonesis pada masa lampau, umumnya datang untuk mengetahui berbagai benda sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, keberadaan Museum Pos Indonesia yang berada di bawah Direktorat Umum dan SDM PT Pos Indonesia itu, tidak memungut biasa masuk bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain terbuka untuk umum, semua pengunjung gratis masuk museum. Kebijakan ini juga bagian dari dukungan untuk gerakan 'Wajib Cinta Museum'," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pemeliharaan museum tersebut, semuanya dialokasikan dari dana perusahaan, katanya. Pihaknya mengharapkan bagi masyarakat yang punya minat mengenai filateli dan hal terkait lainnya bisa berkunjung ke museum itu, karena koleksi dari 131 negara di dunia bisa ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain koleksi perangko, juga bisa dilihat sejarah pos di masa lalu, seperti kartu pos, warkat pos hingga produk-produk terbaru masa kini," demikian Supriati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8443429967371319355?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8443429967371319355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wow-museum-pos-kunjungan-wisata-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8443429967371319355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8443429967371319355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wow-museum-pos-kunjungan-wisata-terbaik.html' title='Wow, Museum Pos Kunjungan Wisata Terbaik di Jabar'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NgK_AsKQTRA/TwfkHecEwvI/AAAAAAAABwc/Li5GPHB58wg/s72-c/1815594.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-921899755564617210</id><published>2012-01-07T10:47:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T10:47:22.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olahraga'/><title type='text'>Kenalkan, Nama Kami Slavek dan Slavko</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Sabtu, 07 Januari 2012 | 08:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xXM1qG9uBhA/TwfAPNERNfI/AAAAAAAABwU/JmLCNQkBz8c/s1600/0822399620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-xXM1qG9uBhA/TwfAPNERNfI/AAAAAAAABwU/JmLCNQkBz8c/s400/0822399620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AFP&lt;br /&gt;Slavek (kiri) dan Slavko merupakan maskot Piala Eropa 2012.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN heran jika Piala Eropa 2012 nanti akan ada dua sosok mahluk imajinatif. Mereka adalah Slavek dan Slavko. Kedua sosok itulah maskot Piala Eropa 2012 yang digelar di dua negara, Polandia dan Ukraina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pageralan Piala Eropa memang diidentikkan dengan maskot. Untuk pagelaran Piala Eropa 2012, Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bersama pihak panitia penyelenggara menentukan Slavek dan Slavko sebagai maskot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slavek dan Slavko diputuskan sebagai maskot dari Piala Eropa 2012 Polandia-Ukraina setelah menjadi pemenang dalam voting yang dilakukan oleh UEFA dari tanggal 16 November hingga 3 Desember 2011 tersebut. Sebelumnya, UEFA menyiapkan tiga nama, yaitu Slavek-Slavko, Siemko-Strimko, dan Klemek-Ladko. Nama-nama ini terinpirasi dari nama keluarga yang menonjol di Polandia-Ukraina. Slavek-Slavko berhak mewakili Piala Eropa 2012 karena dipilih 56 persen dari 39.233 yang mengikuti voting. Sedangkan Siemko-Strimko hanya meraih 29% suara, dan Klemek-Ladko 15% suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slavek merupakan maskot yang mewakili Polandia. Hal ini terlihat dari kostum yang ia pakai yaitu seragam timnas Polandia (putih-merah). Sementara Slavko merupakan maskot yang mewakili Ukraina dengan seragam timnas Ukraina (kuning-biru). Tak hanya seragam, warna rambut mereka pun disesuaikan dengan warna dari bendera kedua negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir maskot ini akan mempromosikan tuan rumah dengan sangat positif. Mereka muda dan dinamis, sama seperti Ukraina dan Polandia," ujar Anggota Komite Eksekutif UEFA yang juga menjabat sebagai Presiden Delegasi Piala Eropa 2012 seperti dilansir situs resmi UEFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Federasi Sepak Bola Polandia (PZPN), Grzegorz Lato, dan Presiden Federasi Sepak bola Ukraina (FFU), Grigoriy Surkis, menyambut gembira kehadiran kedua maskot ini. Menurut Surkis, Slavek dan Slavko sangat mencerminkan komitmen dari kedua negara dan federasi sepak bolanya untuk menyukseskan Piala Eropa 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berbagi ide yang sama dan kami berharap bisa mempersembahkan kegembiraan dalam turnamen ini," kata Sarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lato menambahkan, "Saya menyukai rambut mereka. Pada 40 tahun lalu saya memiliki rambut seperti itu. Ini hari yang spesial dan promosi yang besar untuk turnamen ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa yang mendesain kedua maskot ini? tak lain adalah Warner Bros. Perusahaan asal Amerika Serikat ini sudah menjadi desainer untuk maskot Piala Eropa empat kali berturut-turut (termasuk Slavek dan Slavko).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slavek dan Slavko akhirnya resmi menggantikan peran dari Trix dan Flix, maskot kembar yang mewakili Piala Eropa 2008 Austria-Swiss.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-921899755564617210?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/921899755564617210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kenalkan-nama-kami-slavek-dan-slavko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/921899755564617210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/921899755564617210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/kenalkan-nama-kami-slavek-dan-slavko.html' title='Kenalkan, Nama Kami Slavek dan Slavko'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xXM1qG9uBhA/TwfAPNERNfI/AAAAAAAABwU/JmLCNQkBz8c/s72-c/0822399620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2856379483170297342</id><published>2012-01-07T10:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T10:14:43.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Puluhan Wisatawan Belanda Belajar Bikin Kue Ali</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aeYGMGcuyxY/Twe4j3s4JgI/AAAAAAAABwM/t6wIdLPdWlA/s1600/1814657.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-aeYGMGcuyxY/Twe4j3s4JgI/AAAAAAAABwM/t6wIdLPdWlA/s400/1814657.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Puluhan wisatawan asal Belanda berkunjung ke Kampung Wisata Cikaret Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. - inilah.com/Dian Prima&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: Dian Prima &lt;br /&gt;Jabar - Selasa, 3 Januari 2012 | 20:18 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM, Bogor &lt;/strong&gt;- Puluhan wisatawan asal Belanda berkunjung ke Kampung Wisata Cikaret Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Kedatangan wisatawan Belanda tersebut diterima Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kota Bogor Bagus Karyanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya, rombongan wisatawan mancanegara tersebut melihat secara dekat proses pembuatan sandal. Selain itu mengunjungi pengrajin kue ali atau yang lebih dikenal dengan nama kue cincin. Kue ini merupakan salah satu makanan khas Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, wisatawan asal Negeri Kincir Angin tersebut juga mengunjungi proses pembuatan wayang golek sekaligus menikmati secara langsung pertunjukan wayang golek dengan durasi 10 menit. Setelah itu mereka meninjau produksi boneka poty yang terbuat dari sabut kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat kegiatan masyarakat Kelurahan Cikaret yakni kegiatan Posyandu. Di sana mereka melihat alat-alat yang berkaitan dengan kesehatan dan buku-buku serta permainan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan rombongan dilanjutkan dengan melihat tempat penampungan air yang didistribusikan ke rumah-rumah warga. Tur wisatawan dari Belanda berakhir di Sanggar Kompepar yang lokasinya sangat strategis, karena bisa melihat pemandangan Gunung Salak dan persawahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut Ketua HPI Kota Bogor Bagus Karyanegara memberikan cinderamata berupa gantungan kunci. Bagus mengatakan, pihaknya telah mencatat pada 2012 sudah banyak terdaftar rombongan wisatawan lainnya yang akan berkunjung kembali ke Kampung Wisata Cikaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para wisatawan Belanda selama melakukan kunjungan di Kampung wisata Cikaret merasa terkesan. Mereka pun siap membantu mempromosikan Kampung Wisata Cikaret Kota Bogor di negaranya,“ jelas Bagus, Selasa (3/1/2012).[jul]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2856379483170297342?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2856379483170297342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/puluhan-wisatawan-belanda-belajar-bikin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2856379483170297342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2856379483170297342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/puluhan-wisatawan-belanda-belajar-bikin.html' title='Puluhan Wisatawan Belanda Belajar Bikin Kue Ali'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aeYGMGcuyxY/Twe4j3s4JgI/AAAAAAAABwM/t6wIdLPdWlA/s72-c/1814657.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3981385115108686023</id><published>2012-01-07T10:12:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T10:12:01.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Tahu Bunkeng Perintis Tahu Sumedang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;| I Made Asdhiana | Kamis, 21 April 2011 | 09:29 WIB&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5XXUP1Y2y-I/Twe3nM3E83I/AAAAAAAABv0/lq7OhyR-_Pc/s1600/1700095620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://4.bp.blogspot.com/-5XXUP1Y2y-I/Twe3nM3E83I/AAAAAAAABv0/lq7OhyR-_Pc/s400/1700095620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;YUDI/WWW.DOYANMAKAN.COM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tahu Bunkeng di Sumedang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Dalam perjalanan dari Cirebon menuju Bandung, kami melewati kota Sumedang. Memasuki kota ini pasti akan melihat tahu Sumedang dimana-mana, dari cuma penjaja kaki lima sampai rumah makan. Pastinya anda mengetahui tentang kelezatan Tahu Sumedang, tahu berwara coklat dan berasa sedikit asin itu memang sangat terkenal bahkan menjadi ikon dari kota asalnya, Sumedang. Aromanya pun sangat khas. Bisa dimakan langsung begitu saja atau mau dikombinasikan dengan lontong juga boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke Sumedang kali ini kami mampir ke Tahu Bunkeng yang sangat legendaris itu, perintis tahu Sumedang sejak tahun 1917. Sudah hampir seabad ya, hebat euy. Awalnya ini dirintis oleh seorang imigran China bernama Ong Kino, beliau membuat tahu yang kemudian mendapat tanggapan yang bagus di masyarakat hingga laris manis terjual tahunya. Dan selanjutnya di teruskan ke anaknya yang bernama Boen Keng, kemudian berlanjut terus ke anaknya yang bernama Ukim. Nah sekarang di pegang oleh salah satu anak dari Bapak Ukim, yang bernama Bapak Suriadi. Jadi sudah generasi keempat yang menangani Tahu Bunkeng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Nv48f6kvUII/Twe3qh63U3I/AAAAAAAABv8/WeGdtlhcI4M/s1600/1702476620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://4.bp.blogspot.com/-Nv48f6kvUII/Twe3qh63U3I/AAAAAAAABv8/WeGdtlhcI4M/s400/1702476620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;YUDI/WWW.DOYANMAKAN.COM&lt;br /&gt;Lontong, cocok dinikmati bersama tahu bunkeng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Sumedang juga sudah ada 4 tempat yang menjual Tahu Bunkeng. Pusatnya  berada di Jalan 11 April nomor 53, Sumedang. Dan ada satu outlet yang berada di Bandung. Tahu Bunkeng ini sampai sekarang masih dibuat sendiri, supaya terjaga kualitasnya. Disini sangat laris sekali, dalam sekejap tumpukan tahu yang sudah matang pun habis terjual. Banyak sekali orang luar kota yang melewati Sumedang mampir disini hanya untuk membeli tahunya, contohnya ya seperti saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QZEbdZXigfY/Twe3t-fNMcI/AAAAAAAABwE/kWdsJm5t8Kk/s1600/1701443620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://1.bp.blogspot.com/-QZEbdZXigfY/Twe3t-fNMcI/AAAAAAAABwE/kWdsJm5t8Kk/s400/1701443620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;YUDI/WWW.DOYANMAKAN.COM&lt;br /&gt;Tahu Bunkeng di Sumedang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu yang aromanya khas, sedikit asin, lembut isinya, dan agak renyah kulit tahunya. Enaknya memang disantap dalam keadaan panas, dengan cabe rawit, atau sambal kecap cabai rawit juga enak. Nah yang khas di Bunkeng selain tahunya adalah sambalnya. Enak banget untuk dicocol dengan tahunya. Yummyy... raos pisan euy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobain deh teman-teman, makan tahu Bunkeng yang asli Sumedang. Rasanya memang berbeda dengan tahu sumedang yang ada di Jakarta. Dalam hitungan menit saya sudah menghabiskan 10 buah tahu he-he... Saya memang doyan banget makan tahu sumedang. Top deh Tahu Bunkeng. Selamat mencoba teman-teman. (Ita) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber : www.doyanmakan.com&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3981385115108686023?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3981385115108686023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahu-bunkeng-perintis-tahu-sumedang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3981385115108686023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3981385115108686023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahu-bunkeng-perintis-tahu-sumedang.html' title='Tahu Bunkeng Perintis Tahu Sumedang'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5XXUP1Y2y-I/Twe3nM3E83I/AAAAAAAABv0/lq7OhyR-_Pc/s72-c/1700095620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-760232754761631935</id><published>2012-01-07T10:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T10:02:38.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olahraga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>SUS Gedebage, Mimpi Kota Bandung Selama 20 Tahun</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vX5yXYAVdB8/Twe1wRo4i2I/AAAAAAAABvs/ykz2Ow9LAaY/s1600/1815665.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-vX5yXYAVdB8/Twe1wRo4i2I/AAAAAAAABvs/ykz2Ow9LAaY/s400/1815665.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku bangga dengan dipastikannya penyelesaian Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage pada Oktober 2012. - inilah.com/Syamsuddin Nasoetion&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Ahmad Sayuti AK &lt;br /&gt;Jabar - Jumat, 6 Januari 2012 | 08:30 WIB&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM, Bandung&lt;/strong&gt; - Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku bangga dengan dipastikannya penyelesaian Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage pada Oktober 2012. Stadion bertaraf internasional dengan fasilitas yang wah ini merupakan mimpi selama 20 tahun yang baru terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini merupakan mimpi yang baru menjadi kenyataan selama 20 tahun. Kota Bandung sendiri sudah mencanangkan mempunyai stadion sepak bola yang representatif sejak 1992,” bebernya, Kamis (5/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan keseluruhan pembangunan stadion, kata Dada, Dibutuhkan anggaran sebesar Rp623 miliar. Semua itu bisa terselesaikan pada 2013 dan diharapkan dilanjutkan oleh wali kota yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pengerjaan stadion yang bakal menjadi home base Persib Bandung itu sudah 43%. Pada Oktober 2012, stadion bertaraf internasional ini ditargetkan sudah rampung dan bisa menggelar pertandingan siang maupun malam.[jul]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-760232754761631935?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/760232754761631935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/sus-gedebage-mimpi-kota-bandung-selama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/760232754761631935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/760232754761631935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/sus-gedebage-mimpi-kota-bandung-selama.html' title='SUS Gedebage, Mimpi Kota Bandung Selama 20 Tahun'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vX5yXYAVdB8/Twe1wRo4i2I/AAAAAAAABvs/ykz2Ow9LAaY/s72-c/1815665.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3905604074487357430</id><published>2012-01-07T09:56:00.001+07:00</published><updated>2012-01-07T10:04:57.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>1 Juta Wisman Ditarget Kunjungi Jabar Tahun Ini</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-A4ScqbN1AjU/Twe0YUZFylI/AAAAAAAABvk/lHrzyjRWCJI/s1600/1813935.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-A4ScqbN1AjU/Twe0YUZFylI/AAAAAAAABvk/lHrzyjRWCJI/s400/1813935.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Badan Promosi Pariwisata Jabar menargetkan sekitar 1 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Jabar pada 2012 ini. - inilah.com/Syamsuddin Nasoetion&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: Dadi Haryadi &lt;br /&gt;Jabar - Minggu, 1 Januari 2012 | 15:43 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM, Bandung &lt;/b&gt;- Badan Promosi Pariwisata Jabar menargetkan sekitar 1 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Jabar pada 2012 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Badan Pomosi Pariwisata Jabar Cecep Rukmana mengatakan pihaknya melihat sejauh ini potensi Jabar belum terpromosikan dengan optimal sehingga tingkat kunjungan wisatawan mancanegara tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jabar punya potensi yang sangat besar. Idealnya, jumlah wisman yang datang ke Jabar dapat mencapai 1 juta orang. Itu menjadi target kami pada 2012," kata Cecep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai target itu, lanjutnya, BPP Jabar akan memaksimalkan potensi yang dimiliki Jabar yang didukung dengan pembenahan infrastruktur pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecep mencontohkan, kondisi kapasitas Bandara Husein Sastranegara yang dinilainya kurang memadai. Secara tidak langsung, sambungnya, kondisi itu membuat wisatawan, khususnya asal mancanegara, kurang nyaman. "Terlebih, akses serta sarana transportasinya pun kurang layak," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Cecep, kondisi lalu lintas, khususnya di Kota Bandung, yang semakin macet harus segera dibenahi.[jul]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3905604074487357430?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3905604074487357430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/1-juta-wisman-ditarget-kunjungi-jabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3905604074487357430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3905604074487357430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/1-juta-wisman-ditarget-kunjungi-jabar.html' title='1 Juta Wisman Ditarget Kunjungi Jabar Tahun Ini'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-A4ScqbN1AjU/Twe0YUZFylI/AAAAAAAABvk/lHrzyjRWCJI/s72-c/1813935.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5855993379057029589</id><published>2012-01-07T09:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T09:52:21.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Tahu Sumedang, Lezat berkat Air Tampomas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Eko Hendrawan Sofyan | Sabtu, 7 Januari 2012 | 06:46 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3zxG_tclOyM/TwezWGk0z1I/AAAAAAAABvc/DOfMn4GwefI/s1600/0645339620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-3zxG_tclOyM/TwezWGk0z1I/AAAAAAAABvc/DOfMn4GwefI/s400/0645339620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas/Rony Ariyanto Nugroho&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cornelius Helmy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ngeunah ieu kadaharan teh. Mun dijual pasti payu (Makanan ini enak. Kalau dijual pasti laku).” Itulah ucapan Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeriatmadja saat pertama kali mencicipi tahu goreng buatan Ong Kino tahun 1917.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun kemudian tahu sumedang menjadi jenis makanan tradisional yang terkenal sekaligus menjadi penyambung hidup masyarakat Sumedang, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Sumedang (1883-1919) itu adalah pemimpin paling dicintai rakyat yang ilmu agamanya terkenal kuat. Keteladanan itu juga membuat masyarakat yakin, setiap perkataan sang bupati pasti terkabul. ”Saciduh metu, saucap nyata” (sekali meludah berhasil, sekali mengucap jadi kenyataan), kalimat kiasannya dalam bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tuahnya turun pada usaha pembuatan tahu di Kabupaten Sumedang. Ia juga dijuluki ”Pangeran Mekkah” karena wafat saat menunaikan ibadah haji di Mekkah pada usia 70 tahun. Ia juga merupakan bupati pendiri sekolah pertanian pertama di Indonesia tahun 1941 dan Bank Prijaji pada 1901.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dalam perjalanan menuju tempat peristirahatannya di Situraja, Sumedang, Soeriatmadja mencicipi tahu buatan Ong Kino yang dijual di depan rumahnya di pinggir Jalan Tegal Kalong, Sumedang (kini menjadi Jalan 11 April), sekitar tahun 1917. ”Petuah” itu pun meluncur dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga 95 tahun kemudian, doa bupati ke-20 Sumedang itu terbukti langgeng. Diiringi etos kerja tekun dan telaten ala masyarakat Tionghoa, usaha tahu pun berkembang. Tenaga pribumi diajak ikut serta sehingga ilmu tahu tersebar luas. Kini, keahlian membuat tahu menjadi bekal hidup banyak warga Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerenyahan, tekstur khas, dan melibatkan ribuan orang Sumedang, tahu menjadi produk khas. Asal berukuran 3 cm x 3 cm atau 2,5 cm x 3 cm, berwarna coklat muda, kulit berintik, renyah, dan gurih, di seluruh Indonesia biasanya dinamai tahu sumedang. Padahal, tidak semua penjual atau cara pembuatannya dilakukan orang Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Cur cor”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran Nina Herlina Lubis mengatakan, pasca-penghapusan larangan tinggal, sekitar tahun 1856, banyak orang Tionghoa mulai masuk Priangan Timur, termasuk Sumedang. Berdasarkan sensus tahun 1930, jumlah orang Tionghoa di Sumedang 905 jiwa. Bandingkan dengan orang Eropa yang berjumlah 258 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celah bisnis dikembangkan perantau Tionghoa, Ong Kino, yang tiba di Sumedang awal abad ke-20. Awalnya, istri Ong Kino membuat tahu guna menuntaskan kegemaran makan suaminya. Perlahan, enaknya tahu mulai dikenal masyarakat Sumedang dan dijual di depan rumahnya. Warga Tionghoa lainnya juga ikut menjual tahu menggunakan merek Palasari dan Ojolali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di kaki Gunung Tampomas, Sumedang tidak pernah kekurangan air tanah. Air terus mengalir. Cur cor, kalau kata orang Sunda. Kualitas air Sumedang sangat cocok untuk membuat tahu. Sama seperti kebanyakan daerah penghasil tahu di China Selatan, air di Sumedang berkalsium, membuat tahu kenyal tanpa pengawet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain anugerah alam, pengelolaan bahan dan cara masak khas Tionghoa juga menjadi kunci selanjutnya. Pemilik Toko Bungkeng, Suryadi, mencontohkan cara membuat tahu jadi padat berisi. Ia mengatakan, awal menggoreng adalah proses penting. Minyak harus benar-benar panas sebelum tahu dimasukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara khusus lain juga dilakukan untuk menghasilkan tahu berkulit berintik. Ia mengatakan, tahu harus dimasukkan dalam keadaan basah. Dulu, untuk menambah kenikmatan, tahu digoreng menggunakan minyak kacang tanah. Akan tetapi, sekarang minyak kacang tanah berkualitas sulit didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nyaris tidak ada rahasia. Selebihnya hanya kedelai yang digiling. Hasil gilingan dikukus menjadi tahu dan dimasukkan ke air garam. Setelah itu tinggal digoreng,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan alat dan kontrol gilingan kedelai juga tak kalah penting. Pemilik perusahaan tahu Mirasa Sindang Sari, Hernawan Safari, mengatakan, kebersihan alat penting karena sisa kedelai bisa membuat seluruh adonan baru menjadi asam. ”Mencicipi contoh adonan setiap hari juga harus dilakukan untuk menjaga kualitas dan rasa,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan belum juga berhenti mengguyur Sumedang, akhir pekan pada pengujung tahun 2011, saat sekitar 200 tahu di Toko Bungkeng habis terjual dalam waktu seperempat jam. Pembelinya mayoritas warga Sumedang yang sepertinya ingin melewatkan sisa hari yang dingin itu sembari makan tahu ditemani segelas teh manis panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darso (56), warga Cipasang, Cibugel, Sumedang, mengatakan hanya membeli tahu buatan asli Sumedang sejak 20 tahun lalu. Kekenyalan dan kerenyahan tahu menjadi pemikatnya. Tahu juga tidak mudah asam dalam satu-dua hari. ”Tahu yang baru selesai digiling dan langsung digoreng adalah yang paling nikmat. Saat hujan, kenikmatannya lebih terasa,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedi (57), pelayan di Toko Bungkeng, mengatakan, saat musim libur panjang, 10.000 tahu seharga Rp 400 per tahu terjual per hari. Pembelinya mengular di depan toko dari pagi hingga sore. Wisatawan luar negeri dari Singapura dan Malaysia pun ada di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami harus membuat nomor antrean. Bisa sampai seribu nomor per hari,” kata Dedi. Di pinggiran jalan Bandung-Sumedang, Unjang (38) merasakan hal serupa. Saat musim libur, pedagang ini bisa menjual hingga 2.000 tahu per hari. Jumlah itu jauh lebih besar ketimbang produksi pada hari biasa yang sekitar 500 tahu per hari. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5855993379057029589?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5855993379057029589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahu-sumedang-lezat-berkat-air-tampomas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5855993379057029589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5855993379057029589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/tahu-sumedang-lezat-berkat-air-tampomas.html' title='Tahu Sumedang, Lezat berkat Air Tampomas'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3zxG_tclOyM/TwezWGk0z1I/AAAAAAAABvc/DOfMn4GwefI/s72-c/0645339620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6105665466933056728</id><published>2012-01-04T16:11:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T16:11:12.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Ini Alasannya RSBI tak Ada yang Jadi Sekolah Internasional</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 03 Januari 2012 22:30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JxrvoQR4AfI/TwQXoYAmYEI/AAAAAAAABvU/RAqpoRt8-Io/s1600/suasana_sekolah_rsbiilustrasi_100722162742.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://4.bp.blogspot.com/-JxrvoQR4AfI/TwQXoYAmYEI/AAAAAAAABvU/RAqpoRt8-Io/s400/suasana_sekolah_rsbiilustrasi_100722162742.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suasana sekolah RSBI/ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA&lt;/strong&gt;  --  Pemerintah menegaskan belum ada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang layak naik status menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sekolah yang gencar mendapatkan kritikan dari masyarakat tersebut dinilai memiliki kekurangan di berbagai sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua belum layak. Ada yang lemah dari sisi komposisi, ada yang lemah dari sisi kompetensi gurunya, maupun lemah dari sisi kurikulumnya," ujar Dirjen Pendidikan Dasar, Suyanto, kepada wartawan, Selasa (3/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suyanto menegaskan bahwa standar RSBI sesuai dengan semangat pemerintah adalah memiliki guru dengan kualifikasi minimal S2. Akan tetapi sejauh ini banyak yang belum memenuhi standar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, kata Suyanto, sangat berhati-hati untuk meningkatkan status RSBI menjadi SBI. "Kita ingin hati-hati dalam menuju SBI. Pemerintah menginginkan SBI yang hebat dan benar-benar jelas. Maka dari itu, sekarang ini sifatnya rintisan dulu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kata Suyanto, belum terpenuhinya standar tersebut tidak lantas membuat RSBI harus ditutup. "Justru (RSBI) ini harus terus didukung," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya RSBI menyebabkan kasta dalam pendidikan, Suyanto mengakuinya. Meskipun demikian kasta tersebut haruslah dari sisi akademik. "Hidup kan memang ada kastanya. Di perusahaan saja ada kastanya. Namun jika dinilai diskriminasi apanya? Wong anak miskin juga boleh sekolah di situ (RSBI)," kata Suyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kritikan masyarakat selama ini, Suyanto menjelaskan sorotan tersebut diakibatkan tingginya biaya masuk RSBI. Soal itu ia juga menampik kalau RSBI mahal terdapat di seluruh Indonesia. "Itu yang mahal tidak di seluruh Indonesia, tetapi hanya di Jakarta saja. Yang gratis sebenarnya juga banyak seperti di Surabaya, Nunukan, Sulawesi Selatan," katanya. Suyanto menyatakan sudah ada Perda yang mengatur bahwa yang miskin mesti diakomodasi RSBI sebesar 20 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, gugatan terhadap RSBI dilayangkan Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan (KAKP) ke MK. KAKP menilai penyelenggaraan sekolah ini bertentangan dengan sila kelima Pancasila karena sekolah milik pemerintah tersebut tidak dapat diakses oleh seluruh warga negara terutama dari murid keluarga miskin. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Heri Ruslan&lt;br /&gt;Reporter: fernan rahadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6105665466933056728?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6105665466933056728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/ini-alasannya-rsbi-tak-ada-yang-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6105665466933056728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6105665466933056728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/ini-alasannya-rsbi-tak-ada-yang-jadi.html' title='Ini Alasannya RSBI tak Ada yang Jadi Sekolah Internasional'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JxrvoQR4AfI/TwQXoYAmYEI/AAAAAAAABvU/RAqpoRt8-Io/s72-c/suasana_sekolah_rsbiilustrasi_100722162742.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2651939720371686977</id><published>2012-01-04T16:00:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T16:00:48.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><title type='text'>Jokowi Gunakan Mobil Esemka, Kata SBY: Silakan...</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 04 Januari 2012 13:24 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CSZ-lJckdWM/TwQVL3G_PMI/AAAAAAAABvI/MDaS4Tm6_Ks/s1600/walikota-solo-joko-widodo-_120104143455-732.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://1.bp.blogspot.com/-CSZ-lJckdWM/TwQVL3G_PMI/AAAAAAAABvI/MDaS4Tm6_Ks/s400/walikota-solo-joko-widodo-_120104143455-732.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Walikota Solo Joko Widodo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lingkungan kepresidenan mengapresiasi tindakan walikota Solo, Joko Widodo atau Jokowi untuk menggunakan mobil Esemka rakitan SMK Surakarta. Juru Bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengatakan presiden sudah mendengar adanya kreasi dan inovasi yang positif dari masyarakat di Jawa Tengah. “Dengan berhasil dirakitnya mobil nasional ini patut diapresiasi,” katanya saat ditemui, Rabu (4/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mempersilakan jika walikota Solo itu tetap menggunakan mobil tersebut sebagai mobil dinasnya. Begitu pula jika ada pejabat lain yang ingin meniru tindakan Jokowi. “Presiden tidak melarang mobil tersebut untuk digunakan sebagai mobil dinas,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah presiden akan menggunakannya juga? Julian menyatakan belum sempat menanyakan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Jokowi untuk mengganti mobil dinas merek Camry dengan mobil Kiat Esemka terus mendapatkan dukungan. Mobil tersebut dipesan dari SMK 2 Surakarta yang dianggap tak kalah canggih.&lt;br /&gt;Redaktur: Siwi Tri Puji B&lt;br /&gt;Reporter: Esthi Maharani&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2651939720371686977?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2651939720371686977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/jokowi-gunakan-mobil-esemka-kata-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2651939720371686977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2651939720371686977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/jokowi-gunakan-mobil-esemka-kata-sby.html' title='Jokowi Gunakan Mobil Esemka, Kata SBY: Silakan...'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CSZ-lJckdWM/TwQVL3G_PMI/AAAAAAAABvI/MDaS4Tm6_Ks/s72-c/walikota-solo-joko-widodo-_120104143455-732.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4608154479666455933</id><published>2012-01-04T15:54:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T15:54:02.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Wah...Berita Kasus Sandal Jepit Nongol di Washington Post</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 04 Januari 2012 13:51 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MGYXzetRGHY/TwQTiqyC75I/AAAAAAAABu8/qcOU2q4LU9A/s1600/foto-pengumpulan-sandal-yang-dimuat-di-washington-post-_120104135129-455.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://1.bp.blogspot.com/-MGYXzetRGHY/TwQTiqyC75I/AAAAAAAABu8/qcOU2q4LU9A/s400/foto-pengumpulan-sandal-yang-dimuat-di-washington-post-_120104135129-455.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Washington Post&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Foto pengumpulan sandal yang dimuat di Washington Post&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON &lt;/strong&gt;- Di sela berita soal mulai panasnya politik Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden, menyeruak berita yang 'menyegarkan', kasus pencurian sandal jepit di Indonesia. Dalam tulisannya, media sohor AS ini mengangkat sandal jepit yang mereka tulis sebagai 'simbol baru untuk frustrasi mereka akan keadilan'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini gila," kata Titis Anissa, seorang guru sekolah menengah di ibukota, Jakarta, yang dikutip sebagai narasumber dalam tulisan itu. Ia mencatat bahwa pejabat pemerintah yang jelas-jelas bersalah menjarah kas negara masih dibiarkan 'melenggang' jalan-jalan ke luar negeri. "Ini seorang anak, muda miskin mengambil sepasang sandal seharga $ 3? Cukup sudah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media ini menuliskan kronologi pencurian sandal jepit yang dilakukan AAL sepulang dari sekolah di Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, pada November lalu. Ia kemudian diinterogasi dan dipukuli oleh tiga petugas, dan dihadapkan pada hukuman hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah, hukuman yang sama yang diberikan kepada banyak teroris, pengedar narkoba, dan pemerkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain tulisan itu, media ini menyoroti perubahan politik Indonesia pasca-Suharto. Berbagai perubahan dilakukan, tulisnya, tetapi sistem peradilan tetap menjadi titik lemah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Redaktur: Siwi Tri Puji B&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4608154479666455933?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4608154479666455933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wahberita-kasus-sandal-jepit-nongol-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4608154479666455933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4608154479666455933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2012/01/wahberita-kasus-sandal-jepit-nongol-di.html' title='Wah...Berita Kasus Sandal Jepit Nongol di Washington Post'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MGYXzetRGHY/TwQTiqyC75I/AAAAAAAABu8/qcOU2q4LU9A/s72-c/foto-pengumpulan-sandal-yang-dimuat-di-washington-post-_120104135129-455.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1393953729248738285</id><published>2011-12-31T10:51:00.001+07:00</published><updated>2011-12-31T10:59:22.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Nyaman ke Pantai dengan Hijab</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 26 Oktober 2011 16:15 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bKL3DiCwXPI/Tv6EYTizBGI/AAAAAAAABtQ/Rprxu9qVcTQ/s1600/main-ke-pantai-pengguna-hijab-tetap-bisa-tampil-nyaman-_111026161159-866.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://2.bp.blogspot.com/-bKL3DiCwXPI/Tv6EYTizBGI/AAAAAAAABtQ/Rprxu9qVcTQ/s400/main-ke-pantai-pengguna-hijab-tetap-bisa-tampil-nyaman-_111026161159-866.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Foto-foto: Nyanyu/PicnicHolic&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Main ke pantai, pengguna hijab tetap bisa tampil nyaman dan cantik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Main-main di pantai itu memang seru. Sekedar berenang, snorkeling, leyeh-leyeh, atau malah cuma mau narsisan foto-foto saja.. Siapa yang bisa menolak jika pemandangan yang ditawarkan cukup menarik? Apalagi sekarang banyak Holiday Organizer yang menawarkan paket jalan-jalan keliling pulau dengan harga yang murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main-main ke pulau, sudah pasti main-main di laut dan pantainya. Pantai memang panas dan cenderung lengket. Buat yang nonhijabers, tinggal memakai celana pendek/bermuda yang dipadupadankan dengan t-shirt atau tanktop agar tetap nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau buat Hijabers? Jangan takut acara jalan-jalan ke pantai jadi ribet di urusan outfit. Kalian tetap bisa tampil nyaman, cantik, fashionable dan bisa menikmati pantai kalau tahu trik-trik memadupadankan busana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tips-tips berbusana ke pantai ala Hijabers yang tanpa ribet namun tetap nyaman dan cantik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cDFR-0wNZBA/Tv6FQfNs1OI/AAAAAAAABt0/D84_UZhgkEU/s1600/40_hijabers3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-cDFR-0wNZBA/Tv6FQfNs1OI/AAAAAAAABt0/D84_UZhgkEU/s320/40_hijabers3.jpg" width="263" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Do:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau kebetulan ngetrip ala backpacker, bawalah sleeping bag. Meskipun kita dapat kamar, namun biasanya trip ala backpacker menyediakan akomodasi untuk bersama-sama dalam satu penginapan, baik laki2 maupun perempuan. Sleeping bag membuat kita nyaman tidur karena tidak perlu khawatir apabila pakaian tersingkap. Sleeping bag aman melindungi aurat kita saat kita terlelap tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gunakan T shirt/kaos yang nyaman dan berbahan lembut. &lt;br /&gt;T shirt yang nyaman adalah yang berbahan katun dan mampu menyerap keringat. Agar lebih oke saat di foto, jangan ragu memakai warna-warna yang cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan tanktop sebelum mengenakan kaos/t shirt. Tanktop ini berfungsi melindungi tubuh kita yang lebih terlihat ‘bentuknya’ dalam keadaan pakaian basah, juga melindungi aurat kita jika kaos yang kita kenakan tersingkap di dalam air. Pilih tanktop yang berbahan halus, nyaman, tanpa motif dan mempunyai warna netral agar (putih, coklat, hitam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan kerudung langsung pakai (bergo) untuk menghindari posisi hijab berubah/bergeser. Atau untuk lebih nyaman lagi gunakan dive hood. Dive hood adaah semacam penutup kepala hingga leher yg terbuat dari bahan elastis yang jika dalam keadaan basah akan merekat dikulit. Bahannya sama seperti wetsuit, tersedia dalam ukuran S,M,L. Dive hood bisa kita kenakan saat snorkeling/ diving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kenakan legging berwarna gelap. Legging cukup simpel dan nyaman digunakan, baik dalam keadaan basah maupun kering. Manfaatkan kain pantai sebagai penutup jika sedang tidak di dalam air. Kain pantai terlihat fashionable jika dipadupadankan dengan kaos polos warna apa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zjX1OL5daHM/Tv6FpSBVgzI/AAAAAAAABuA/280RgZCj2wM/s1600/38_hijabers1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-zjX1OL5daHM/Tv6FpSBVgzI/AAAAAAAABuA/280RgZCj2wM/s400/38_hijabers1.jpg" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;6. Celana pendek colourfull juga bisa dipadupadankan dengan legging. Yang penting PD! Pilih celana pendek/hotpant yang tidak ketat agar tetap nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ingin tetap terlihat keren saat foto di pantai? Jangan ragu mengenakan flower dress wrana cerah! Jika kita pandai memadupadankan  pakaian yang kita kenakan, kesan summer akan semakin nyata dalam perjalanan kamu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Don’t&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenakan jins saat ke pantai. Selain berat, ga nyaman, jins juga membuat tas kita ‘penuh’. Saat jins basah, kita menjadi tidak nyaman bergerak karena jins terasa berat dibadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan kerudung yang harus direkatkan dengan beberapa peniti. Selain kerudungmu akan bergeser sana-sini, peniti juga akan jadi berkarat. Akibatnya, peniti bisa rusak dan noda karatnya bisa saja menempel di kerudungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memakai kaos yang tipis/super longgar/warna putih tanpa di dobel dengan tanktop. Ups, bisa ‘nyiplak’ sana-sini. Kaos yang terlalu longgar akan mudah tersingkap saat kita gunakan untuk berenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memakai rok, celana training, kemeja, atau pakaian dari bahan chiffon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengenakan baju renang muslim tanpa di rangkap dengan kain pantai. Meskipun baju renang muslim menutup seluruh aurat, tetap saja baju renang tersebut ketat dan menempel di badan. Saat jalan-jalan di pantai dan tidak sedang beraktifitas renang, rangkap/tutup dengan kain pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sudah siap mantai??? enggak ribet kaann???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mns7TRx_Ofs/Tv6GKlcf40I/AAAAAAAABuM/GbcVbepahiQ/s1600/Nyanyu_Partowiredjo13.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://1.bp.blogspot.com/-mns7TRx_Ofs/Tv6GKlcf40I/AAAAAAAABuM/GbcVbepahiQ/s200/Nyanyu_Partowiredjo13.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Nyanyu Partowiredjo, pelaku wisata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;picnicholic@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-K82XG7mJlfI/Tv6Gh2EdjbI/AAAAAAAABuY/YYnuU5yuNyY/s1600/picnicholic_logo12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="43" src="http://4.bp.blogspot.com/-K82XG7mJlfI/Tv6Gh2EdjbI/AAAAAAAABuY/YYnuU5yuNyY/s200/picnicholic_logo12.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Rubrik ini bekerja sama dengan PicnicHolic&lt;br /&gt;www.picnicholic.webs.com&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-USB26dGJnxk/Tv6Ihrq7cpI/AAAAAAAABuw/v8zJuTsYgE0/s1600/twitter_logo22.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-USB26dGJnxk/Tv6Ihrq7cpI/AAAAAAAABuw/v8zJuTsYgE0/s1600/twitter_logo22.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;@PicnicHolic&lt;br /&gt;Redaktur: Johar Arif&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1393953729248738285?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1393953729248738285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/nyaman-ke-pantai-dengan-hijab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1393953729248738285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1393953729248738285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/nyaman-ke-pantai-dengan-hijab.html' title='Nyaman ke Pantai dengan Hijab'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bKL3DiCwXPI/Tv6EYTizBGI/AAAAAAAABtQ/Rprxu9qVcTQ/s72-c/main-ke-pantai-pengguna-hijab-tetap-bisa-tampil-nyaman-_111026161159-866.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8988043964727363040</id><published>2011-12-31T10:23:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T10:23:06.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Politik Ijazah Rusak Pendidikan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sabtu, 31 Desember 2011 07:29 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ai03Fo8lj9A/Tv6AA56Uj9I/AAAAAAAABtE/8DJyp3lu18c/s1600/mahfud-md-_111027104626-634.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ai03Fo8lj9A/Tv6AA56Uj9I/AAAAAAAABtE/8DJyp3lu18c/s400/mahfud-md-_111027104626-634.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Antara/Reno Esnir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mahfud MD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR &lt;/strong&gt;- Politik kepegawaian di Indonesia yang masih menjadikan ijazah sebagai tolak ukur kapabilitas dan kredibilitas seseorang turut berperan merusak iklim akademis di perguruan tinggi. Hal ini karena Ijazah hanya dijadikan alat untuk meningkatkan posisi jabatan seseorang di sebuah instansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ijazah untuk mendapatkan jabatan telah merusak dunia akademis kita," ujar Mahfud MD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak sekali lembaga akademisi setingkat universitas yang menjadikan ijazah sebagai proyek bisnis. Ijazah seringkali didapat tanpa mekanisme akademik yang semestinya. "Banyak sekali lembaga pendidikan yang hanya bisa mengeluarkan ijazah tanpa bisa mempertanggung-jawabkannya secara moral dan akademis," ujar Ketua Mahkamah Konstitusi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfud, pertanggungjawaban gelar akademis melalui ujian terbuka merupakan tradisi yang baik dan patut dipertahankan. Hal ini karena ujian terbuka bisa membuktikan seberapa dalam pemahaman seorang calon peraih gelar dalam menguasai permasalahan di bidang akademis yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Didi Purwadi&lt;br /&gt;Reporter: M Akbar Widjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8988043964727363040?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8988043964727363040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/politik-ijazah-rusak-pendidikan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8988043964727363040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8988043964727363040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/politik-ijazah-rusak-pendidikan-di.html' title='Politik Ijazah Rusak Pendidikan di Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ai03Fo8lj9A/Tv6AA56Uj9I/AAAAAAAABtE/8DJyp3lu18c/s72-c/mahfud-md-_111027104626-634.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6578475452287126613</id><published>2011-12-31T09:57:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T09:57:03.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Jelang Tahun Baru, Polisi Akan Rekayasa Jalur di Kota Bandung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jumat, 30/12/2011 - 20:23&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7c08DhI1OwE/Tv554RYlwKI/AAAAAAAABs4/DJBtupFZ5lQ/s1600/3012lalin-pasupati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://4.bp.blogspot.com/-7c08DhI1OwE/Tv554RYlwKI/AAAAAAAABs4/DJBtupFZ5lQ/s400/3012lalin-pasupati.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;POLRESTABES BANDUNG/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG,(PRLM)&lt;/strong&gt;.- Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung ketika malam pergantian tahun, akan dilakukan langkah rekayasa jalan pada Sabtu (31/12). Nantinya, akan diberlakukan sistem buka tutup jalan, dan pengalihan arus lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada sistem buka tutup jalan pada jalan yang rawan kemacetan pada malam tahun baru nanti,” ucap Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Kemas Ahmad Yamin, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (30/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sistem buka tutup, menurut Yamin, akan dilakukan selama 30 hingga 60 menit, melihat situasi kepadatan. Yaitu seperti di Jalan Sukajadi-Jalan Eyckman hingga Jalan Sukajadi-Jalan Sindang Sirna (Flamboyant).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jika terjadi kepadatan seperti di sepanjang Jalan Merdeka (BIP), maka akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Untuk kendaraan yang dari arah Jalan Cihampelas-Jalan Wastukencana, akan dialihkan mulai dari Jalan Wastukencana-Sister City, dan mulai dari Jalan Pajajaran-Jalan Cicendo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk di Jalan Dago mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka-Jalan Aceh, seluruh kendaraan dilarang parkir. Kemudian, ditempatkan personil di setiap persimpangan. Yakni, tidak hanya melibatkan personil Polrestabes Bandung, tetapi Dalmas, dan Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di pusat kota. Pengalihan pun akan dilakukan ketika terjadi kepadatan dari arah Kota Bandung menuju Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Nantinya, arus lalu lintas dari arah utara atau Lembang, akan dibelokan ke kanan, yaitu Jalan Kolonel Masturi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan arus lalu lintas dari Jalan Sersan Bajuri atau Kampung Gajah yang akan menuju Ledeng, itu dibelokkan ke Pondok Hijau kemudian mengambil Jalan Geger Kalong, Jalan Surya Sumantri dan Jalan DR Djundjunan (Pasteur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nantinya pun kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Seperti di Jembatan layang Pasupati, kemudian Jalan IR H Djuanda (Dago) mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka. Lalu di sepanjang Jalan Asia Afrika atau alun-alun, dan sepanjang Jalan Diponegoro (Gasibu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Yamin pun melarang masyarakat untuk membawa delman atau sado masuk ke Kota Bandung. Hal itu, melihat dari kejadian tahun sebelumnya. "Kami akan melarang sado atau delman masuk ke dalam Kota Bandung. Dan, kami pun akan melakukan penyekatan agar itu tidak terjadi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyekatan agar delman tidak masuk, akan dilakukan di Jalan Mochamad Toha - Mochamad Ramdan (Patung Ikan-red.), lalu Jalan Buah Batu - Jalan Pelajar Pejuang 45, dan Jalan Kopo - Jalan Lingkar Selatan. (A-195/A-89)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6578475452287126613?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6578475452287126613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/jelang-tahun-baru-polisi-akan-rekayasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6578475452287126613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6578475452287126613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/jelang-tahun-baru-polisi-akan-rekayasa.html' title='Jelang Tahun Baru, Polisi Akan Rekayasa Jalur di Kota Bandung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7c08DhI1OwE/Tv554RYlwKI/AAAAAAAABs4/DJBtupFZ5lQ/s72-c/3012lalin-pasupati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6562915455514419923</id><published>2011-12-30T15:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T15:49:56.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Inilah Nama Peraih Penghargaan Kebudayaan Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Didit Putra Erlangga Rahardjo | Pepih Nugraha | Jumat, 30 Desember 2011 | 14:36 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0ViUv4wlC-U/Tv17KGcqm-I/AAAAAAAABss/SLTenGNKGpY/s1600/1552434620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-0ViUv4wlC-U/Tv17KGcqm-I/AAAAAAAABss/SLTenGNKGpY/s400/1552434620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas.com/Wardah Fajri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Ilustrasi: Angklung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Pemerintah Provinsi Jawa Barat rencananya menganugerahkan 20 penghargaan kesenian kepada pelaku seni hingga kritikus bersamaan dengan acara menghabiskan tahun baru di depan Gedung Merdeka, Sabtu (31/12) malam. Sehari sebelum acara, pihak penyelenggara akhirnya mengungkapkan nama-nama seniman yang menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rilis yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, nama penerima penghargaan disusun oleh tim yang juga dipimpin oleh seniman kawakan Jabar, Gugum Gumbira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah daftar nama penerima itu: 1. Alm Abah Us Us, pelawak asal Kabupaten Bogor, 2. Alm. Endang Koncar Dipaguna, pelestari Tari Wayang, asal Kabupaten Garut, 3. Alm. Sanento Yuliman, Kritikus, asal Kota Bandung, 4. Alm. Kacrit, pelestari Teater Rakyat, asal Kabupaten Bekasi, 5. Etty RS, sastrawan, asal Kota Bandung, 6. Eka Gandara WK, Aktor, asal Kota Bandung, 7. Lingkung Seni "Ketuk Tilu", Pelestari Ketuk Tilu, asal Kota Bandung, 8. A. Syubhanudin Alwy, Budayawan, asal Kota Cirebon, 9. Abdullah Mustappa, Sastrawan, asal Kota Bandung, 10. Sanggar Seni "Dewi Supraba", Seni Sintren, asal Kabupaten Kuningan, 11. Uko Hendarto, Pencipta Lagu, asal Kabupaten Bandung, 12. Ki Anong Naeni, Pengrajin Gitar 17 Nada, asal Kabupaten Bandung Barat, 13. Komunitas Under Ground (Komunitas Seni Musik) asal Kota Bandung, 14. Sanggar Waditra Abah Omo, Pengrajin Gamelan, asal Kota Cimahi, 15. Ki Dede Amung Sutarya, dalang, asal Kota Bandung, 16. Hotel Salak, Badan Usaha, asal Kota Bogor, 17. Sabda Alam Hotel Cipanas, Badan Usaha, asal Kabupaten Garut, 18. Cipaganti Travel, Badan Usaha, asal Kota Bandung, 19. H. Herman Muchtar, Pengurus PHRI Jabar, asal Kota Bandung, 20. Ir. Suwarno, Pengurus PUTRI, asal Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan ini akan diserahkan gubernur dalam acara malam Kilas Balik 2011 di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (31/12/2011) pukul 23.00 WIB. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ir. H. Herdiwan, pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi kepada seluruh elemen seni dan budaya di Indonesia agar terus berkarya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6562915455514419923?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6562915455514419923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/inilah-nama-peraih-penghargaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6562915455514419923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6562915455514419923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/inilah-nama-peraih-penghargaan.html' title='Inilah Nama Peraih Penghargaan Kebudayaan Jawa Barat'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0ViUv4wlC-U/Tv17KGcqm-I/AAAAAAAABss/SLTenGNKGpY/s72-c/1552434620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-770680926904922567</id><published>2011-12-29T13:47:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T13:47:53.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arkeologi'/><title type='text'>Situs Raja Brawijaya ditemukan di Malang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Senin, 26 Desember 2011 19:55 WIB | 2216 Views&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ARMEtxBs48A/TvwM3hRunjI/AAAAAAAABsg/hesMmPHzx5g/s1600/20111121TemuanCandiBaru201111-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-ARMEtxBs48A/TvwM3hRunjI/AAAAAAAABsg/hesMmPHzx5g/s400/20111121TemuanCandiBaru201111-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Situs purbakala serupa di di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karang, Jawa Barat, inilah yang ditemukan di Malang. Situs arkeologi di Malang, Jawa Timur, itu diduga menjadi salah satu situs penting peninggalan Raja Brawijaya. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Malang (ANTARA News) &lt;/strong&gt;- Situs yang diduga peninggalan Raja Brawijaya pada masa Kerajaan Majapahit ditemukan warga di Dusun Sumberayu, Desa Pamotan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Purbakala wilayah Malang Raya dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Hariyoto, Senin mengatakan, situs itu ditemukan warga pada Jumat (23/12), namun baru dilaporkan pada hari ini, sehingga pihaknya langsung meninjau lokasi penemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesuai penelusuran kita, dugaan sementara situs ini merupakan tempat semedi Patih Nambi di era Raja Brawijaya Kerajaan Majapahit, sebab prajurit Majapahit saat perjalanan pulang di wilayah Lumajang membuatkan tempat semedi untuk Patih Nambi," kata Hariyoto kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, posisi penemuan situ berada di atas lahan ditanami ubi milik warga desa, dengan panjang situs 8 x 8 meter, dengan ukuran batu bata panjangnya 40 centimeter, tinggi 40 centimeter serta lebar 25 centimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi sebagian batu bata sudah rusak, karena terkena pacul warga yang sedang membuka lahan untuk bertani," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariyoto mengaku pihaknya terus mendalami penemuan situs itu dengan menerjunkan tim arkeolog untuk menggalinya, sebab dengan upaya penggalian akan diketahui secara pasti sejarah situs yang baru ditemukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Situs ini, mungkin juga berkaitan dengan situs yang telah ada sebelumnya di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang, seperti Candi Jawar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariyoto menjelaskan, Candi Jawar merupakan salah satu jejak peninggalan Patih Nambi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, sehingga penemuan situs baru tersebut dimungkinkan ada kaitannya dengan Candi Jawar karena lokasinya yang tidak seberapa jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi penemuan situs, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Ratna Nurhayati mengaku belum mendapatkan laporan terkait temuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demkikan, pihaknya mendukung jika situs tersebut dijadikan salah satu benda purbakala atau cagar budaya purbakala yang dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga hari ini belum ada laporan yang masuk, namun apabila penemuan situs itu dijadikan cagar budaya untuk dilindungi maka saya akan mendukungnya," katanya. (ANT-162) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Editor: &lt;strong&gt;Suryanto&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-770680926904922567?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/770680926904922567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/situs-raja-brawijaya-ditemukan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/770680926904922567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/770680926904922567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/situs-raja-brawijaya-ditemukan-di.html' title='Situs Raja Brawijaya ditemukan di Malang'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ARMEtxBs48A/TvwM3hRunjI/AAAAAAAABsg/hesMmPHzx5g/s72-c/20111121TemuanCandiBaru201111-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4314033554421938288</id><published>2011-12-29T13:32:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T13:32:21.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Wi-Fi, Si Rakus Pemakan Energi Baterai</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh Gembira Putra Agam | Digital Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--6zuZghlAAY/TvwJV64vJxI/AAAAAAAABsU/Nu_vuSE0Ywc/s1600/laptop-4ed45d42940f8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/--6zuZghlAAY/TvwJV64vJxI/AAAAAAAABsU/Nu_vuSE0Ywc/s1600/laptop-4ed45d42940f8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ghiboo.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyalakan gadget untuk menangkap sinyal wi-fi di ruang publik, tak lama kemudian Anda malah mengeluh karena perangkat yang Anda gunakan memberikan tanda bahwa baterai di dalamnya berkurang dalam jumlah yang besar. Padahal gadget yang Anda pakai digadang sebagai perangkat dengan teknologi terbaru, juga pernah diulas dengan hasil positif oleh para ahli teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan gadget yang Anda miliki, karena kenyataannya untuk menangkap sinyal wi-fi memang membutuhkan banyak energi bagi perangkat penangkapnya, sebut saja ponsel cerdas, laptop, dan tablet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanal Wireless/Networking di About menjelaskan mengapa wi-fi begitu kuat menarik energi perangkat yang Anda gunakan. Kekuatan sinyal wi-fi diberi satuan decibel millwatts (dBm) saat mengirimkan data ke perangkat yang berfungsi sebagai penerima. Jaringan wi-fi dengan dBm yang tinggi cenderung memiliki cakupan sinyal yang luas. Konsekuensinya, hal ini membutuhkan lebih banyak energi ketimbang wi-fi dengan dBm yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi wi-fi jaman dulu berbeda dengan yang kita gunakan sekarang. Dahulu wi-fi membutuhkan energi baterai penangkap lebih banyak karena bergantung dari volume lalu lintas data yang terjadi saat itu pula, di radio yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara teknologi wi-fi jaman sekarang sudah ditanam WMM Power Save yang menjamin proses menerima sinyal untuk perangkat-perangkat kecil seperti ponsel, PDA, dan gadget lainnya dapat secara maksimal bekerja tanpa menghabiskan isi baterai perangkat Anda lebih cepat. Sayangnya efektivitas WMM Power Save hanya menghemat sampai 15% saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, selain faktor teknologi wi-fi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seberapa besar energi baterai yang tertelan saat perangkatnya menyala. Tipe baterai yang Anda gunakan adalah salah satunya. Dewasa ini banyak ponsel cerdas dengan kapasitas baterai besar, sehingga siap untuk mengeksekusi beberapa aksi yang terbilang berat bagi energi ponsel, seperti menyalakan fitur wi-fi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyala atau tidaknya fitur penangkap sinyal wi-fi juga sangat mempengaruhi kondisi baterai. Kanal Geek di Reddit mencatat bahwa mematikan penangkap sinyal wi-fi sangat efektif untuk menghemat baterai. Mulai besok, nyalakan fitur penangkap sinyal wi-fi pada ponsel cerdas hanya pada saat perlu kalau Anda masih ingin melakukan banyak aktivitas di luar berinternet.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4314033554421938288?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4314033554421938288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/wi-fi-si-rakus-pemakan-energi-baterai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4314033554421938288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4314033554421938288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/wi-fi-si-rakus-pemakan-energi-baterai.html' title='Wi-Fi, Si Rakus Pemakan Energi Baterai'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--6zuZghlAAY/TvwJV64vJxI/AAAAAAAABsU/Nu_vuSE0Ywc/s72-c/laptop-4ed45d42940f8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4741717635557733572</id><published>2011-12-29T13:22:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T13:22:26.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Pinogu, Surga yang Terpencil</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Daerah Terpencil (1)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aris Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Kamis, 29 Desember 2011 | 09:47 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ts724JV4ToM/TvwGjVkD1FI/AAAAAAAABr8/8UyA86NQ2WA/s1600/0940575p.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ts724JV4ToM/TvwGjVkD1FI/AAAAAAAABr8/8UyA86NQ2WA/s400/0940575p.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas/Aris Prasetyo&lt;br /&gt;Sebagian kecil rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menembus hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, menuju Pinogu, Jumat (23/12/2011). Pinogu adalah sebuah kecamatan di Bone Bolango yang berada di pedalaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORONTALO, KOMPAS.com -- Pinogu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang terdiri dari empat desa, Pinogu, Bangiyo, Pinogu Permai, dan Dataran Hijau. Desa berpenduduk 2.040 jiwa ini berada di pedalaman hutan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Semua tanaman pertanian dan perkebunan di tanah Pinogu tumbuh subur, tapi sayang tidak bisa dijual ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Pinogu sebenarnya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 30 kilometer dari Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju Pinogu. Ada tiga cara menuju Pinogu, yakni lewat udara dengan helikopter, berjalan kaki menembus hutan dan melewati lereng gunung, atau naik ojek dengan ongkos sekali jalan Rp 500.000. Bagi kebanyakan warga Pinogu, keluar dan kembali ke desa mereka hanya mungkin dilakukan dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu fisik prima dan mental baja untuk berjalan kaki menuju Pinogu. Bagi yang belum terbiasa, perlu waktu 9-10 jam berjalan kaki ke Pinogu. Menembus hutan, menyeberangi anak sungai dan Sungai Bone, mendaki dan menyusuri lereng bukit, serta siap-siap digigit lintah di sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan lalu, Kompas berkesempatan berkunjung ke Pinogu berjalan kaki bersama sekitar 90-an pegawai dari berbagai dinas di Pemerintahan Kabupaten Bone Bolango. Berjalan kaki sejak Jumat (23/12/2011) pukul 07.45 Wita, tiba di Pinogu pada pukul 17.30. Sebagian anggota rombongan ada yang tiba pukul 21.00 dan bahkan ada yang tiba keesokan hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di Pinogu, kentara sekali jika daerah tersebut amat subur dan serba hijau. Di sana-sini berbagai jenis tanaman perkebunan tumbuh segar, seperti kopi, kakao, kemiri, durian, jagung, serta hamparan sawah yang sebagian baru mulai ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua jenis tanaman di Pinogu tidak menggunakan pupuk sama sekali sebab tanahnya sangat subur. Beras kami adalah beras organik. Sayangnya, kebanyakan hasil panen di sini tidak bisa dijual ke luar karena tingginya biaya angkut," ungkap Kepala Desa Pinogu Harun Maini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;strong&gt;Tarif Ojek Seharga Tiket Pesawat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt;Daerah Terpencil (2)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aris Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Kamis, 29 Desember 2011 | 10:02 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-unYH0GBe0V0/TvwHDT6RCZI/AAAAAAAABsI/smEBLV-2vjc/s1600/1000194p.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-unYH0GBe0V0/TvwHDT6RCZI/AAAAAAAABsI/smEBLV-2vjc/s400/1000194p.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas/Aris Prasetyo&lt;br /&gt;Tukang ojek yang mengantar penumpang menuju Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, harus bersusah-payah menaklukkan medan yang berat, Minggu (25/12/2011). Dari desa terluar, yakni Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, memerlukan waktu hingga 10 jam menggunakan sepeda motor. Ongkos ojek mencapai Rp 500.000 sekali antar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GORONTALO, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; -- Bisa jadi ongkos ojek ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, adalah ongkos ojek termahal. Betapa tidak, dengan jarak sekitar 40 kilometer dari Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju Pinogu, ongkosnya Rp 500.000 sekali jalan. Tarifnya sudah menyamai harga tiket pesawat dari Gorontalo ke Makassar (Sulawesi Selatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada cara lain selain naik ojek menuju Pinogu, yaitu berjalan kaki. Jarak yang ditempuh juga lebih pendek 10 kilometer ketimbang jalur yang dilewati ojek. Hanya saja, berjalan kaki memerlukan ketahanan fisik yang prima serta mental yang kuat. Selain warga Pinogu yang hanya perlu 6 atau 7 jam saja, kebanyakan orang memerlukan waktu 9 hingga 10 jam berjalan kaki menuju Pinogu, termasuk Kompas yang berkunjung ke sana akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika musim hujan begini, ongkos ojek memang mahal. Sebab, kondisi jalan rusak berat penuh lumpur. Kalau musim kemarau, biasanya lebih murah, yaitu Rp 300.000 untuk sekali jalan," tutur Tamin (30), salah satu petani di Pinogu yang berprofesi sampingan sebagai tukang ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya ongkos ojek di Pinogu saat musim hujan seperti sekarang turut mendongkrak harga bensin eceran. Seliter bensin di Pinogu saat ini seharga Rp 15.000. Untuk sekali jalan, ojek di Pinogu membawa jeriken berisi bensin lima liter. Artinya, mereka menghabiskan sembilan liter bensin seharga Rp 135.000. Harga bensin eceran di Desa Tulabulo adalah Rp 7.000 per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pulang pergi dari Pinogu sudah habis ongkos hampir Rp 200.000 hanya untuk bahan bakar. "Itu belum termasuk risiko rantai sepeda motor putus atau ban pecah di jalan. Hal-hal seperti itu biasa kami alami saat mengantar penumpang," ungkap Tamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan tukang ojek Pinogu memang serba ada. Selain kunci untuk membuka mur atau baut, mereka juga membawa pompa angin termasuk ban dalam sebagai cadangan jika sewaktu-waktu bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga di Pinogu sangat jarang naik ojek. Biasanya mereka berjalan kaki saat keluar atau kembali ke Pinogu. Umumnya, yang naik ojek adalah para tamu pejabat saja dan itu pun jarang-jarang," kata Tamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tempuh naik ojek dengan berjalan kaki dari dan menuju Pinogu sama saja dengan berjalan kaki, yakni sekitar 9 hingga 10 jam. Jika di musim kemarau, menuju Pinogu bisa memerlukan waktu sampai 6 jam saja dengan ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4741717635557733572?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4741717635557733572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/pinogu-surga-yang-terpencil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4741717635557733572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4741717635557733572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/pinogu-surga-yang-terpencil.html' title='Pinogu, Surga yang Terpencil'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ts724JV4ToM/TvwGjVkD1FI/AAAAAAAABr8/8UyA86NQ2WA/s72-c/0940575p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1670793552925116614</id><published>2011-12-29T12:59:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T12:59:56.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Jong Un Pemimpin Utama Tertinggi Korut</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wisnu Dewabrata | Pepih Nugraha | Kamis, 29 Desember 2011 | 11:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KTauocYPEKY/TvwBy9__2xI/AAAAAAAABrw/aTx6KDUn5tg/s1600/0200334620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://2.bp.blogspot.com/-KTauocYPEKY/TvwBy9__2xI/AAAAAAAABrw/aTx6KDUn5tg/s400/0200334620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AFP PHOTO / KCNA VIA KNS&lt;br /&gt;Kim Jong Un.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PYONGYANG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Korea Utara mendeklarasikan putra bungsu mendiang diktator komunis Kim Jong Il, yang juga sang putra mahkota pewaris "tahta" kekuasaan di negeri serba misteri itu, Kim Jong Un, Kamis (29/12/2011), sebagai pemimpin "utama" tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman itu dilakukan bersamaan dengan prosesi pemakaman Jong Il dan disampaikan oleh ketua panitia pelaksanaan pemakaman, Kim Yong Nam, ke kerumunan massa peserta upacara. Yong Nam juga memuji Jong Il sebagai orang yang berkontribusi pada "perdamaian dan stabilitas global abad XXI".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang terhormat kamerad Kim Jong Un adalah pemimpin utama partai dan juga militer, yang mewarisi semangat, kepemimpinan, kepribadian, moralitas, dan ketabahan Kim jong Il," seru Yong Nam dari podium seperti diwartakan kantor berita Korut (KCNA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut tambah Yong Nam, Korut akan mengubah kesedihan menjadi kekuatan dan semangat 1.000 kali lipat di bawah kepemimpinan Jong Un dan akan berbaris melanjutkan semangat dan ajaran Songun (kemandirian) seperti diajarkan pemimpin besar Jong Il. Kebijakan Songun dan mengutamakan militer diterapkan Jong Il kepada 1,2 juta tentaranya ketimbang mendahulukan kesejahteraan sekitar 25 juta rakyatnya yang kebanyakan kelaparan dan melarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jantung kamerad Jong Il memang telah berhenti berdetak... sungguh suatu kehilangan besar yang tak terduga sebelumnya. Kehilangan sangat besar bagi partai dan revolusi kita," ujar Yong Nam dengan nada suara sangat emosional ke arah massa. &lt;br /&gt;Sumber : &lt;strong&gt;AFP&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1670793552925116614?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1670793552925116614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/jong-un-pemimpin-utama-tertinggi-korut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1670793552925116614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1670793552925116614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/jong-un-pemimpin-utama-tertinggi-korut.html' title='Jong Un Pemimpin Utama Tertinggi Korut'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KTauocYPEKY/TvwBy9__2xI/AAAAAAAABrw/aTx6KDUn5tg/s72-c/0200334620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6397322291573032631</id><published>2011-12-28T15:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T15:49:48.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><title type='text'>Tujuh hutan mangrove Indonesia menjadi percontohan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 20 Desember 2011 18:29 WIB | 1540 Views&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sIwL2HFIF6U/TvrX_hJ-7EI/AAAAAAAABrk/Ey0pT1ur75M/s1600/20110801012516mangrove310711-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-sIwL2HFIF6U/TvrX_hJ-7EI/AAAAAAAABrk/Ey0pT1ur75M/s400/20110801012516mangrove310711-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hutan mangrove (bakau). (FOTO ANTARA/Seno S.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta (ANTARA News)&lt;/strong&gt; - Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDAS dan PS) Kementerian Kehutanan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta, Selasa, menandatangani kerja sama dalam pengelolaan tujuh kawasan hutan mangrove atau bakau yang akan dijadikan percontohan di lingkup ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketujuh area model itu menjadi lokasi pembelajaran mangrove komunitas ASEAN dan internasional," kata Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen BPDAS dan PS, Kemenhut, Billy Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh kawasan hutan mangrove yang akan menerapkan mekanisme "share learning" itu berlokasi di Surabaya, Lampung, Bali Barat, Alas Purwo (Banyuwangi), Balik Papan, Tarakan, dan Jepara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lokasi pembelajaran, ketujuh kawasan tersebut juga menjadi tempat pengembangan kemampuan ekonomi masyarakat lokal dari hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei yang dilakukan JICA, masing-masing area mempunyai keunggulan komparatif yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chief Advisor JICA, Takahisa Kusano, mencontohkan mangrove Surabaya dan Balikpapan, memiliki keunggulannya dalam sistem ekonomi pesisir terpadu. Mangrovenya berfungsi merehabilitasi lahan bekas tambak, pengurangan erosi, dan ekowisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kawasan mangrove Tarakan dan Alas Purwo yang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki keunggulan dari atraksi wisata alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama pengembangan mangrove antara Indonesia dan Jepang melalui JICA, kata Billy, sudah terjalin sejak 1991. Kerja sama itu terbagi menjadi empat fase, yaitu fase pertama (1991-1999) melalui rehabilitasi mangrove di Bali dan fase kedua (2001-2006) melalui pembangunan pusat informasi mangrove di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara fase ketiga (2007-2010) melalui survei dan pemilihan tujuh area percontohan mangrove Indonesia di ASEAN dan fase keempat (2011 ? 2014) melalui penandatanganan kerjasama, dan proyek konservasi mangrove pada tujuh "project sites" tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A027)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor: Suryanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6397322291573032631?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6397322291573032631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/tujuh-hutan-mangrove-indonesia-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6397322291573032631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6397322291573032631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/tujuh-hutan-mangrove-indonesia-menjadi.html' title='Tujuh hutan mangrove Indonesia menjadi percontohan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sIwL2HFIF6U/TvrX_hJ-7EI/AAAAAAAABrk/Ey0pT1ur75M/s72-c/20110801012516mangrove310711-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-169739247302090934</id><published>2011-12-28T13:50:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T13:53:08.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Uni Eropa setarakan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 27 Desember 2011 15:45 WIB | 1773 Views&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VsYFgZJxzXY/Tvq8MVdOePI/AAAAAAAABrY/PpjdZQo7Llc/s1600/20110310104938armida.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-VsYFgZJxzXY/Tvq8MVdOePI/AAAAAAAABrY/PpjdZQo7Llc/s400/20110310104938armida.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana. (FOTO.ANTARA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta (ANTARA News) &lt;/strong&gt;- Uni Eropa mengubah kebijakan bantuannya kepada Indonesia menyusul meningkatnya pendapatan per kapita Indonesia sehingga naik peringkat dari negara miskin menjadi negara berpendapatan menengah, demikian keterangan tertulis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian itu mengungkapkan, Duta Besar/Ketua Delegasi UE untuk Indonesia Julian Wilson telah menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana untuk menjelaskan perubahan kebijakan bantua Eropa ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wilson, hubungan dengan negara-negara yang meningkat pendapatan per kapitanya berubah menjadi hubungan lebih setara antara negara-negara berpendapatan tinggi dengan negara-negara berpendapatan menengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi seperti itu hubungan baru perlu diikuti oleh instrumen-instrumen baru dalam penyaluran bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika misalnya tadinya bantuan lebih banyak menyangkut upaya mengentaskan kemiskinan, maka kini lebih banyak menyangkut upaya eningkatkan proses produksi dengan teknologi lebih tinggi, misalnya melalui kerja sama pembuatan pesawat terbang, sebagaimana yang baru terjalin antara Airbus dengan industri pesawat terbang Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan UE baru ini akan mulai berlaku untuk periode 2014-2020, sementara sebelum berlaku, usul perubahan kebijakan ini masih akan dibahas selama kurang lebih 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan komitmen UE sebesar 200 juta euro untuk kegiatan yang sudah masih dapat terus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armida sendiri mengatakan sejak reformasi bergulir Indonesia sebenarnya telah menggunakan bantuan luar negeri secara sangat selektif, misalnya untuk membangun kapasitas kelembagaan dan kerjasama berbagai teknologi produksi di mana kedua belah pihak memperoleh manfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armida tidak terlalu memasalahkan langkah EU yang kini melaksanakan kebijakan kesetaraan antara donor dengan penerima donor terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNDP) mencatat pendapatan per kapita Indonesia terus meningkat hingga melewati 3.000 dolar AS sejak 2007. Tahun 2011, pendapatan per kapita Indonesia telah mencapai 3.716 dolar AS.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A039/B012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor: Jafar M Sidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-169739247302090934?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/169739247302090934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/uni-eropa-setarakan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/169739247302090934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/169739247302090934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/uni-eropa-setarakan-indonesia.html' title='Uni Eropa setarakan Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VsYFgZJxzXY/Tvq8MVdOePI/AAAAAAAABrY/PpjdZQo7Llc/s72-c/20110310104938armida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8628651471109498845</id><published>2011-12-28T13:13:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T13:13:14.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Laba-laba Kecil dengan Otak di Kaki</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 26 Desember 2011 | 14:05 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GdL9s1CDGF4/Tvqza7dwLlI/AAAAAAAABrM/uP_TcgtNO-M/s1600/1352472620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-GdL9s1CDGF4/Tvqza7dwLlI/AAAAAAAABrM/uP_TcgtNO-M/s400/1352472620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Don Johnson&lt;br /&gt;Laba-laba spesies Phidippus clarus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAN JOSE, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Laba-laba yang berukuran kecil, kadang kurang dari satu milimeter, ternyata memiliki otak besar. Saking besarnya, otak sampai "menjalar" hingga ke kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Ebenhard dari Smithsonian Tropical Research Institute dan profesor di Universitas Costa Rica, meneliti 9 spesies laba-laba. Ia menemukan bahwa semakin kecil laba-laba, semakin besar ukuran otak relatif tehadap tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebenhard, seperti diuraikan di National Geographic, Senin 19/12/2011) lalu, menjelaskan, pada beberapa laba-laba, otak bisa mengisi 80 persen tubuh. Pada bayi laba-laba spesies Leucauge Mariana, otak memadati tidak hanya kepala, tapi juga tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ebenhard juga menemukan keanehan pada spesies Phidippus Clarus. Tubuh bayi laba-laba spesies itu diisi oleh otak. Ketika dewasa, organ pencernaan justru tumbuh di bagian kepala dan dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya otak mungkin akan menggangu perkembangan organ lain dan mekanisme lain di dalam tubuh laba-laba itu. Namun, kata Ebenhard, sejauh ini belum ada studi tentang hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, otak berukuran besar berkaitan dengan kemampuan laba-laba membuat jaring-jaring. Namun, dugaan dimentahkan sebab laba-laba kleptoparasitic yang tak punya kemampuan membangun jaring-jaring ternyata juga punya otak besar. Belum ada kepastian tentang konsekuensi otak besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang laba-laba ini dipublikasikan di jurnal Arthropod Structure and Development bulan November lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;strong&gt;National Geographic News&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8628651471109498845?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8628651471109498845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/laba-laba-kecil-dengan-otak-di-kaki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8628651471109498845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8628651471109498845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/laba-laba-kecil-dengan-otak-di-kaki.html' title='Laba-laba Kecil dengan Otak di Kaki'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GdL9s1CDGF4/Tvqza7dwLlI/AAAAAAAABrM/uP_TcgtNO-M/s72-c/1352472620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8350995064053071777</id><published>2011-12-28T13:09:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T13:09:47.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arkeologi'/><title type='text'>Gelang Purba 9.500 Tahun Sehalus Lensa Teleskop</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 23 Desember 2011 | 15:49 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l2uDFJKT6DE/TvqynuTCMhI/AAAAAAAABrA/hwbNbylrr88/s1600/1504037620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-l2uDFJKT6DE/TvqynuTCMhI/AAAAAAAABrA/hwbNbylrr88/s400/1504037620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;CNRS&lt;br /&gt;Gelang purba berusia 9500 tahun berbahan kaca vulkanik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ISTANBUL, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Sebuah gelang purba berusia 9.500 tahun pernah ditemukan di Asikli Höyük, Turki, pada tahun 1995. Gelang tersebut dibuat dalam masa kebudayaan neolitik dari bahan kaca vulkanik atau biasa disebut obsidian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti dari Institut Français d'Etudes Anatoliennes di Istanbul dan Laboratoire de Tribologie et de Dynamiques des Systèmes mempelajari gelang tersebut serta melihat permukaan dan struktur topografi mikronya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan, gelang yang berukuran 10 sentimeter itu dibuat dan diasah dengan teknik yang sangat maju. Menurut para ilmuwan, teknik asahan gelang tersebut menyamai teknik asahan lensa teleskop saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelang purba dari zaman 7500 SM itu merupakan salah satu contoh tertua benda yang terbuat dari kaca vulkanik. Kerajinan kaca vulkanik memuncak pada milenium ke-6 SM atau ke-7 SM. Selain berupa gelang, kerajinan juga berupa cermin dan vas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi ini dipublikasikan di Journal of Arachaelogical Science yang terbit pada Desember 2011. Masyarakat neolitik, kadang juga disebut masyarakat Zaman Batu Baru, memang dikenal sebagai petani yang juga berkemampuan membuat kerajinan. &lt;br /&gt;Sumber : &lt;strong&gt;Daily Mail&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8350995064053071777?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8350995064053071777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/gelang-purba-9500-tahun-sehalus-lensa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8350995064053071777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8350995064053071777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/gelang-purba-9500-tahun-sehalus-lensa.html' title='Gelang Purba 9.500 Tahun Sehalus Lensa Teleskop'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-l2uDFJKT6DE/TvqynuTCMhI/AAAAAAAABrA/hwbNbylrr88/s72-c/1504037620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6943891441989898482</id><published>2011-12-28T13:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T13:03:32.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Minim, Jumlah Taksonom Serangga di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 22 Desember 2011 | 15:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-s2Fyu93oFQk/TvqxIMsMcHI/AAAAAAAABq0/z5RGD8UdJhM/s1600/1242276620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/-s2Fyu93oFQk/TvqxIMsMcHI/AAAAAAAABq0/z5RGD8UdJhM/s400/1242276620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Capung jenis Leucorrhinia intacta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Taksonom serangga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosichon Ubaidillah M.Phil mengatakan, jumlah taksonom serangga di Indonesia saat ini masih minim. Saat ini, kata dia, hanya terdapat 6-7 orang taksonom, termasuk dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini, Indonesia hanya punya 6-7, termasuk saya. Bidangnya antara lain adalah Lepidoptera atau jenis Kupu-Kupu, Hymenoptera atau jenis tawon, kemudian semut dan ada yang menekuni jenis laba-laba gua," kata Rosichon, yang baru dikukuhkan sebagai profesor riset bidang zoologi, Rabu (21/12/2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah taksonom tersebut, tiga diantaranya masih menyelesaikan studi di Amerika dan Jepang. Rosichon sendiri menekuni jenis lebah parasitoid atau Eulopheniae yang juga masuk ordo Hymenoptera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk biodiversitas serangga di Indonesia yang sangat besar, jumlah enam taksonom dinilai masih sangat jauh dari kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan 50 taksonom saja penelitian taksonomi serangga tidak akan selesai dalam 20 tahun," kata Rosichon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosichon mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kaya biodiversitas dan telah menandatangani COP 10 berkewajiban mengungkap kekayaan hayati yang dimiliki. Pengungkapkan bertujuan bagi konservasi dan pemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kata Rosichon, pemerintah wajib mendukung kegiatan penelitian taksonomi dengan pendanaan dan pembinaan SDM. Penelitian taksonomi tidak boleh mandek, karena pemanfaatan suatu organisme akan sangat bergantung pada penelitian taksonomi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6943891441989898482?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6943891441989898482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/minim-jumlah-taksonom-serangga-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6943891441989898482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6943891441989898482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/minim-jumlah-taksonom-serangga-di.html' title='Minim, Jumlah Taksonom Serangga di Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-s2Fyu93oFQk/TvqxIMsMcHI/AAAAAAAABq0/z5RGD8UdJhM/s72-c/1242276620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1728684873453596555</id><published>2011-12-28T12:58:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:58:24.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><title type='text'>Kanibalisme pada Beruang Kutub Meningkat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Jumat, 9 Desember 2011 | 12:04 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bjsDTF_MK-w/Tvqv4VLnA4I/AAAAAAAABqo/4Fl4Eue4s6M/s1600/1101343620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://4.bp.blogspot.com/-bjsDTF_MK-w/Tvqv4VLnA4I/AAAAAAAABqo/4Fl4Eue4s6M/s400/1101343620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jenny Ross&lt;br /&gt;Kanibalisme pada Beruang Kutub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAN FRANSISCO, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Selain memangsa anjing laut, beruang kutub juga kadang memangsa jenis atau anaknya sendiri. Perilaku itu tak banyak dijumpai sebelumnya. Namun berdasarkan laporan terbaru Jenny Ross, seorang fotografer, di jurnal Arctic bulan ini, perilaku itu semakin sering dijumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebabnya? Ross menjelaskan bahwa selama iklim di kutub menghangat, beberapa es di kepulauan Svalbard mencair dan patah. Bagi beruang kutub, saat itu adalah saat sulit karena sulit bagi mereka untuk berburu anjing laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, saat itu, beruang kutub muda adalah sumber makanan yang mungkin bagi beruang kutub dewasa. Ketika iklim terus memanas di Artik dan es meleleh lebih awal di musim panas, frekuensi predasi dalam satu spesies meningkat," jelas Ross seperti dikutip Daily Mail, Kamis (8/12/2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ross menambahkan bahwa beruang kutub pun mulai mencari alternatif makanan lain. "Di darat, beruang kutub mencari sampah dan makanan manusia. Mereka juga mulai memakan burung laut dan telurnya. Tak ada satu pun dari alternatif itu yang bisa mendukung mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu momen induk beruang kutub yang memakan anaknya diabadikan Ross saat melakukan ekspedisi ke kepulauan Svalbard. Ia melihat bagaimana induk beruang kutub menggigit anakan dengan gigi dan kekuatan rahangnya, melemparnya ke permukaan es dan akhirnya memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada banyak kondisi yang memacu mencairnya es di kutub, seperti perubahan iklim, beruang kutub menjadi sangat terancam. Kini bukan hanya soal kemampuan adaptasi mereka di suhu yang lebih tinggi, tapi soal krisi bahan makanan yang memacu kanibalisme dan bisa berujung pada kepunahan. Harus ada tindakan untuk mengatasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;strong&gt;Daily Mail&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1728684873453596555?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1728684873453596555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kanibalisme-pada-beruang-kutub.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1728684873453596555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1728684873453596555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kanibalisme-pada-beruang-kutub.html' title='Kanibalisme pada Beruang Kutub Meningkat'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bjsDTF_MK-w/Tvqv4VLnA4I/AAAAAAAABqo/4Fl4Eue4s6M/s72-c/1101343620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8097835921277025300</id><published>2011-12-28T12:54:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:54:08.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>5 Fenomena Langit Terbaik 2011</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Astronomi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 26 Desember 2011 | 12:22 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JuqrItV2ENA/TvqutRxiy5I/AAAAAAAABqc/IMdBhEHkbNc/s1600/0846381620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-JuqrItV2ENA/TvqutRxiy5I/AAAAAAAABqc/IMdBhEHkbNc/s400/0846381620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AFP PHOTO/TED ALJIBE &lt;br /&gt;"Supermoon" sebagai terlihat di Manila, Filipina pada 19 Maret 2011. Menurut para ahli, fenomena supermoon, memperlihatkan bulan dalam posisi terdekatnya dengan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Matahari, bulan, planet, asteroid, dan meteor membuat banyak "ulah" pada tahun 2011 ini. Pergerakannya mengitari Matahari dan posisinya relatif terhadap Bumi, menyuguhkan fenomena langit menarik pada tahun 2011.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas.com terus mengikuti fenomena-fenomena langit yang terjadi sepanjang 2011, menyajikannya dalam bentuk artikel sains, dan mengajak khalayak untuk menikmatinya dengan memberi tips-tips sederhana. Nah, apa saja fenomena langit paling menarik dan paling direspons oleh pembaca Kompas.com? Berikut kami rangkum lima fenomena langit tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. "Supermoon"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena langit paling menarik perhatian masyarakat tahun 2011. Supermoon adalah fenomena ketika bulan tampak lebih besar dari biasanya. Tepatnya, tujuh persen lebih besar. Supermoon terjadi pada Sabtu (19/3/2011) malam dan Minggu (20/3/2011) dini hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supermoon terjadi ketika bulan berada di jarak paling dekat dengan Bumi. Jarak antara Bulan dan Bumi saat itu hanya 356.377 kilometer, 30.000 kilometer lebih dekat daripada jarak rata-rata Bulan-Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supermoon sempat diduga menjadi salah satu sebab gempa dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011. Supermoon juga sempat dikaitkan dengan gelombang tinggi. Namun, ilmuwan membuktikan bahwa dampak supermoon tak begitu signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas.com menyajikan artikel "Menanti Supermoon" pada 19 Maret 2011. Aktivitas di jejaring sosial membicarakan supermoon juga sangat besar. Supermoon sempat menjadi trending topics di Twitter. Artikel supermoon di Kompas.com sendiri dibagikan ke Facebook oleh lebih dari 12.000 orang! Supermoon benar-benar super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Gerhana bulan total&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada dua gerhana bulan total yang terjadi pada tahun 2011, yakni pada Kamis (16/6/2011) dengan totalitas 100 menit pada pukul 02.22-04.02 WIB dan Sabtu (10/12/2011) dengan totalitas 50 menit pada pukul 21.07-21.57 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gerhana bulan total pada bulan Juni terjadi, Kompas.com sempat mengamati bersama anggota Himpunan Astronom Amatir Jakarta. Ketika gerhana hampir usai, Jupiter tampak menghiasi langit. Inilah gerhana bulan total terbaik tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, gerhana bulan total pada bulan Desember relatif tak bisa disaksikan karena mendung dan hujan. Gerhana sama sekali tak tampak di Jakarta. Di Yogyakarta, Gombong, dan Samarinda, gerhana masih bisa disaksikan walaupun sedikit terganggu oleh awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua gerhana total yang terjadi tahun ini mengundang perhatian pembaca Kompas.com. Artikel "Tiga Hari Lagi Gerhana Bulan Total" dibaca oleh sekitar 72.000 orang dan dibagikan ke Facebook oleh sekitar 11.000 orang. Sementara itu, artikel "Malam Minggu, Gerhana Bulan Terakhir Tahun Ini" dibaca oleh sekitar 74.000 orang dan dibagikan ke Facebook oleh 8.000-an orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Purnama Jupiter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya bulan yang bisa purnama. Jupiter juga bisa mencapai purnama alias terlihat penuh dan sedikit lebih besar. Purnama Jupiter terjadi saat planet tersebut berada pada jarak paling dekat dengan Bumi, yakni 629 juta kilometer. Bumi, Jupiter, dan Matahari berada pada satu garis lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnama Jupiter terjadi pada Jumat (28/10/2011). Saat Purnama, Jupiter tampil dengan magnitud -2,8. Planet terbesar di Tata Surya itu bersinar terang hingga terlihat oleh mata telanjang di Jakarta yang polusi cahayanya besar. Purnama Jupiter kali ini merupakan yang terbaik dalam 11 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang dihadirkan Kompas.com "Nantikan Purnama Jupiter Besok Malam" dibaca oleh lebih dari 57.000 orang, disukai 335 facebookers dan dibagikan ke jejaring sosial itu oleh 9.327 orang. Di Twitter pun, purnama Jupiter jadi perbincangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Bulan biru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah fenomena langka. Bulan biru sebenarnya didefinisikan sebagai purnama kedua dalam bulan yang sama, bukan berarti bulan memang tampak biru. Namun, tahun ini, Bulan benar-benar tampak kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini disaksikan oleh astronom Ma'rufin Sudibyo saat mengamati gerhana bulan total di Gombong pada Sabtu (10/12/2011). Ma'rufin mengatakan bahwa bulan yang kebiruan disebabkan oleh hasil hamburan ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas.com mengulas tentang fenomena bulan biru dalam artikel "Gerhana Bulan di Gombong Tampak Kebiruan" dan "Bulan Biru Bukan Cuma Kiasan". Masing-masing dibaca oleh belasan ribu orang, dibagikan ke Facebook oleh lebih dari 500 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena bulan biru juga pernah terjadi beberapa tahun setelah Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Tak hanya "bulan biru", saat itu Matahari pun berwarna lavender. Hal tersebut dibahas dalam artikel "Bulan Biru dan Matahari Lavender" yang menarik minat puluhan ribu pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Dua hujan meteor pada bulan Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan penuh berkah, dan kali ini berkahnya adalah dua hujan meteor. Masing-masing adalah hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids yang memuncak pada 13 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids menarik banyak minat dari pembaca Kompas.com. Buktinya, artikel "Dua Hujan Meteor di Malam Bulan Ramadhan" dibaca oleh 26.000 orang serta dibagikan ke Facebook oleh lebih dari 2200 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lima fenomena langit tersebut, sebenarnya masih banyak fenomena yang muncul. Salah satunya adalah purnama terkecil atau kebalikan dari supermoon yang terjadi 11 Oktober 2011. Ada pula komet Lovejoy yang menabrak Matahari, selamat dan akhirnya menampakkan diri menjelang Natal. Sayangnya, banyak fenomena tak bisa disaksikan oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012, ada banyak fenomena langit yang bakal bisa disaksikan. Salah satunya adalah Mars yang akan tampak lebih terang karena berada di titik terdekat Bumi pada 5 Maret 2012. Siapkan mata dan teleskop....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8097835921277025300?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8097835921277025300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/5-fenomena-langit-terbaik-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8097835921277025300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8097835921277025300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/5-fenomena-langit-terbaik-2011.html' title='5 Fenomena Langit Terbaik 2011'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JuqrItV2ENA/TvqutRxiy5I/AAAAAAAABqc/IMdBhEHkbNc/s72-c/0846381620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2965314431053255931</id><published>2011-12-28T12:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:49:45.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Rujak Dodol, dari Hah sampai Huh Hahh</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Senin, 21/11/2011 - 00:59&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BnRbQjrWU2k/Tvqt6W_EPOI/AAAAAAAABqQ/EN7SUx_oZKk/s1600/2111rujak-dodol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-BnRbQjrWU2k/Tvqt6W_EPOI/AAAAAAAABqQ/EN7SUx_oZKk/s400/2111rujak-dodol.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;RIRIN NF/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PRLM&lt;/strong&gt; -- Inovasi pada olahan dodol, makanan khas Garut yang legit nan manis, seolah tak pernah berhenti. Para pengrajin dodol terus menerus berkarya, demi memantapkan dodol sebagai makanan asli Kota Intan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupa dodol Garut, diantaranya adalah dodol wijen, dodol nanas, dodol tomat, dodol durian, dodol coklat, dan masih banyak lagi jenis-jenisnya. Kini, dodol tak hanya hadir dalam rasa manis menggigit. Adalah PD Pusaka JS, menghadirkan rasa baru dodol, yaitu pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, Teti Maryati, pemilik usaha pembuatan dodol, menyimpan sisa buah-buahan yang sudah diolah menjadi rujak ke dalam lemari pendingin. "Sisa rujak dibikin jadi es saja enak, apalagi kalau dibuat dodol. Akhirnya, kita coba-coba untuk mengolah rujak menjadi dodol," katanya saat ditemui "PR" di Jln. Suci-Ahmad Yani No. 455 Desa Suci Kec. Karangpawitan Kab. Garut, Minggu (20/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide pembuatan dodol rasa pedas sudah ada di benak Teti sejak 2 tahun lalu. Namun, Teti baru mulai mencoba-coba sejak awal 2011 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi rujak dodol, diantaranya buah-buahan segar terdiri dari mangga kaweni, pepaya, nanas, ditambah kismis, bumbu rujak, sampai kacang oven. Adonan buah-buahan segar yang diparut halus, dimasak dalam wajan dodol sambil ditambah gula dan bumbu rujak serta potongan cabe merah. Jika sudah matang, dicampurkan kacang oven tumbuk kasar untuk menambah selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya butuh 3 kali percobaan bagi PD Pusaka JS untuk mendapatkan komposisi yang pas agar buah-buahan dalam rujak tidak jadi "mati rasa". "Tiap buah harus terasa, jangan sampai salah satunya lebih menonjol," ucap Teti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adonan rujak yang diolah jadi dodol dibungkus dengan plastik bening. Diakui Teti, dirinya masih mencari kemasan yang pas agar rujak dodol makin menarik. Bahkan, dia sudah mengurus hak paten produk rujak dodol agar tak dapat ditiru produsen dodol lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran rujak dodol menambah varian dodol yang selalu dicari wisatawan sebagai buah tangan jika berkunjung ke Garut. Harga jual yang dipatok sekitar Rp 25.000/kg saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya yang pedas dan segar dari buah-buahan menjadi pilihan dari rasa dodol yang tidak hanya manis saja, banyak yang suka," tutur Teti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari, dia dapat mengolah adonan rujak dodol hingga 1 kuintal. Pemasaran dodol selain di lokal Garut, juga merambah ke sejumlah daerah seperti Bogor, Jakarta, sampai Jawa Timur. Bahkan, saat ini sedang dijajaki untuk ekspor rujak dodol ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat antusias pembeli, rujak dodol terus diulik. Kini, rujak dodol hadir dalam 3 level rasa pedas. Yaitu level 'Hah' untuk rasa pedas biasa, level 'Seuhah' untuk pedas sedang, serta level 'Huh Hah' untuk rasa pedas tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasa pedas dibuat bertingkat untuk melayani seluruh permintaan pembeli. Ada yang suka pedas banget, ada juga yang pedas biasa. Semua permintaan kami sediakan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD Pusaka JS menginduk pada PD Pusaka, perusahaan dodol yang sudah eksis di Kab. Garut sejak 1970-an. Perusahaan dodol tersebut termasuk usaha rumahan di Garut yang terbilang sukses menggarap dodol sebagai penganan utama produk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mencari sensasi baru, kini rujak dodol menjadi salah satu ikon produk dodol Pusaka. Namun, inovasi dodol sepertinya takkan berhenti sampai 'Huh hah' saja, produsen dodol akan terus berkarya untuk mencipta dodol dengan rasa-rasa yang baru. (Ririn N.F./das/"PRLM")***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2965314431053255931?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2965314431053255931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/rujak-dodol-dari-hah-sampai-huh-hahh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2965314431053255931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2965314431053255931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/rujak-dodol-dari-hah-sampai-huh-hahh.html' title='Rujak Dodol, dari Hah sampai Huh Hahh'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BnRbQjrWU2k/Tvqt6W_EPOI/AAAAAAAABqQ/EN7SUx_oZKk/s72-c/2111rujak-dodol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6354359648989971490</id><published>2011-12-28T12:13:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:13:42.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Asin Jambal Roti Lebih Mahal dari Daging Sapi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Minggu, 25/12/2011 - 21:37&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PonSfLgqZxw/TvqlcWCbJPI/AAAAAAAABqE/MiWNFLs-_VM/s1600/2512jambal_roti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://4.bp.blogspot.com/-PonSfLgqZxw/TvqlcWCbJPI/AAAAAAAABqE/MiWNFLs-_VM/s400/2512jambal_roti.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NURHANDOKO/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;CECEP (kanan) pedagang ikan asin bersama dengan Ahdi (58), salah seorang perajin yang sudah hampir 30 tahun membuat ikan asin jambal roti, menunjukkan ikan asin jambal roti kualitas super yang...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CIAMIS, (PRLM)&lt;/strong&gt;.- Bagi penggemar ikan asin tentu kenal dengan ikan asin jambal roti. Ikan asin tersebut memang memiliki tempat tersendiri bagi penyuka ikan yang dikeringkan dan pengawetannya hanya dengan ditaburi garam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan ikan asin jambal roti saat ini juga naik daun, setidaknya sering disertakan menjadi pelengkap nasi timbel khas Sunda. Potongan kecil ikan asin dipadukan dengan ikan ayam, sambal serta lalaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini harga ikan asin jambal roti menunjukkan tren relatif stabil, berkisar antara Rp 65.000 - Rp 85.000 untuk kualitas super. Naiknya harga jambal roti juga tidak bisa dipisahnya dengan semakin berkurangnya pasokan ikan manyung dan ikan kadukang yang menjadi bahan baku ikan asin jambal roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi perajin ikan asin di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, kebutuhan bahan mentah ikan manyung tidak bisa dipenuhi oleh nelayan lokal, sehingga harus didatangkan dari luar wilayah seperti Cirebon, Pekalongan dan daerah lain yang memiliki pelabuhan samudra. Sedangkan untuk ikan kadukang, selain dari luar, sebagian di antaranya berasal dari hasil tangkapan nelayan tradisional di Pangandaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang banyak perajin ikan asin jambal roti di Pangandaran, akan tetapi sebagian besar bahan bakunya masih didatangkan dari luar. Manyung dari Cirebon, PPekalongan dan daerah lain, sedangkan kadukang ada beberapa yang dari hasil tangklapan nelayan lokal," tutur Cecep (47) pemilik kios ikan asin di kawasan Pantai Timur Pangandaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, dibandingkan ikan asin lainnya, jambal roti menjadi buruan wisatawan yang datang ke Pangandaran. Akibat banyaknya permintaan, di lain pihak pasokan terbatas, menjadikan harga ikan asin jambal roti lebih mahal dibandingkan lainnya. Karena keterbatasan pasokan, menjadikan pedagang harus memiliki simpanan atau stok banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menghadapi libur tahun baru ini pedagang sudah menyetok (menyimpan) jambal roti dalam jumlah cukup. Saya punya stok satu ton lebih. Biasanya kalau libur panjang stoknya bisa lebih banyak lagi. Soal harga memang juga tergantung persedaiaan, kalau stok menipis harganya bisa menembus Rp 90.000 - Rp 95.000 untuk kualitas super," ungkap Cecep yang didampingi salah seorang perajin ikan asin jambal roti, Ahdi (58). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan wisata Pangandaran banyak dijumpai penjual asin jambal roti. Ikan asin terseut tidak hanya didagangkan dengan cara dijual dikos, akan tetapi juga di asongkan di sekitar tepi pantai atau di depan hotel. Selain itu juga banyak perajin ikan asin yang memilih menjual sendiri ikan hasil olahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahdi yang sudah tiga puluh tahun menggeluti pembuatan ikan asin jambal roti, mengungkapkan bahwa pada dasarnya membuat ikan asin jambal roti relatif mudah, yang penting adalah bagaimana membuat perbandingan kebuthan garam dengan bahan baku ikan. Berapa takaran yang pas, kata dia, kadang kala tidak sama untuk setiap perajin, alasannya karena diperoleh dari hasil pengalaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cara membuat ikan asin jambal roti dengan bahan baku ikan manyung dan kadukang. Cara pertama pembuatan ikan asin jambal roti adalah, sebelum diberi garam, terlebih dahulu isi perut ikan dikeluarkan ata dibersihkan, selanjuytnya ditaburi garam. Sedangkan cara kedua adalah terlebih dahulu memotong bagian kepala ikan, serta membuang isinya tanpa harus membelah perut ikan. Setelah bagian dalamnya dibersihkan, kemudian bagian perutnya diberi garam selama tiga hari atau sesuai dengan kondisi ikan. Sebelum dijemur, terlebih dahulu dibersihkan serta badannya dibelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, lanjut dia, harga ikan kadukang mencapai Rp 24.000 per kilogram basah, sedanghkan ikan manjung mencapai Rp 18.000 per kilogram basah. Dari satu kilogram ikan, ghhanya menghasilkan ikan asin sebesar tiga ons. Untuk satu kali proses pembuatan ikan asin, membutuhkan waktu paling cepat satu minggu, yaitu tiga sampai empat hari perendaman ikan hingga garam meresap ke dalam daging ikan, serta pengeringan yang masihg mengandalkan sinar matahari. "Kalau matahari terik bisa tiga sampai empat hari baru kering, sedangkan jika mendung bisa lebih lama lagi," kata Ahdi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga membuka rahasia ikan jambal roti kualitas super juga diperoleh dari ikan yang super pula, dalam arti ikannya masih segar atau belum terkena es. Sedangkan untuk kualitas biasa, umumnya berasal dari bahan baku ikan yang sebelumnya telah direndam es untuk menjaga kesegarannya. Garam yang dipergunakan juga harus garam krosok atau krital. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya untuk menghasilkan jambal roti kualitas super, jelas dia adalah memakai cara kedua atau memasukkan garam ke dalam perut ikan, selanjutnya dibelah menjelang dijemur. Tanda-tanda jambal roti super, menurut Ahdi yang juga memasok produksinya kepada pedagang asongan ikan asin jambal roti, dapat dilihat dari warna daging relatif lebih cerah, serta bagian dagingnya empuk dan renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk kualitas super, orang sini mengatakan dagingnya renyah. Ada pula yang kualitas super tetapi warga dagingnya agak kekuningan, karena kandungan lemaknya yang sangat banyak. Yang pasti rasanya lebih lembut apabila dibandingkan dengan yang biasa, tidak cocok untuk balado, sebab hancur," tuturnya. (A-101/das)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6354359648989971490?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6354359648989971490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/asin-jambal-roti-lebih-mahal-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6354359648989971490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6354359648989971490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/asin-jambal-roti-lebih-mahal-dari.html' title='Asin Jambal Roti Lebih Mahal dari Daging Sapi'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PonSfLgqZxw/TvqlcWCbJPI/AAAAAAAABqE/MiWNFLs-_VM/s72-c/2512jambal_roti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-875951217377907906</id><published>2011-12-28T12:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:10:56.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Kehangatan Rumah Cantik Perancis di Kota Bandung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Sabtu, 24 Desember 2011 | 15:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ALgBQD2I6Vg/TvqkvU-zFiI/AAAAAAAABpw/knzFVf03uA4/s1600/1533282620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-ALgBQD2I6Vg/TvqkvU-zFiI/AAAAAAAABpw/knzFVf03uA4/s400/1533282620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7f3Z8AK2l2k/TvqkzWZQ2oI/AAAAAAAABp4/jUeHzTX8QVI/s1600/1532419620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-7f3Z8AK2l2k/TvqkzWZQ2oI/AAAAAAAABp4/jUeHzTX8QVI/s400/1532419620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.&lt;br /&gt;Asmila Boutique Hotel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; – Di tengah berjamurannya hotel di Kota Bandung, hotel-hotel butik turut meramaikan peta perhotelan di kota ini. Sebuah rumah di tepi Jalan Dr. Setiabudhi No. 54, Bandung, Jawa Barat, pun disulap menjadi hotel butik dengan nuansa warna dominan yaitu warna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmila Boutique Hotel terletak tepat di seberang persis factory outlet Rumah Mode. Seperti konsep hotel butik pada umumnya, suasana cantik yang ingin dihadirkan pihak hotel kepada tamu. Selain juga usaha untuk menciptakan atmosfer kedekatan dengan tamu. Sehingga tamu bisa merasa seakan berada di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperlihatkan dengan front office yang hanya berupa meja pendek sehingga tak membuat jarak dengan tamu. Konsep serasa di rumah nan cantik ini pun dilengkapi konsep go green. Setiap kamar tidak menggunakan karpet dan bebas asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ramah lingkungan juga terlihat dari lahan parkir yang tidak menggunakan aspal agar tanah dapat menyerap air. Lalu furnitur yang tidak menggunakan bahan dari kulit. Sementara air mineral yang disediakan di kamar merupakan produk lokal dari Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melangkah masuk ke kamar, kecantikan ala Perancis menghangatkan kamar. Bed runner ala pola toile Perancis. Sofa-sofa empuk dengan detail cantik berpadu dengan meja kayu dan cermin bernuansa etnik. Secara keseluruhan memang menampilkan kesan mewah dan romantis ala bistro Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmila Boutique memiliki tipe kamar deluxe room dan suite. Perbedaan kedua kamar ini hanya terletak di kamar suite yang terdiri dari dua ruangan yaitu living room dan bed room. Harga kamar mulai dari Rp 1,5 juta per malam. Walau tampil seperti rumah Perancis yang cantik, hotel ini tetap memiliki kolam renang dan fasilitas meeting room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat area teras semi outdoor dengan pemandangan ke arah Jalan Setiabudhi. Saat malam, lampu-lampu kota menampilkan pemandangan yang apik. Area ini sangat cocok untuk tempat romantic dinner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan hotel ini memang cocok untuk berbulan madu. Walau begitu untuk keluarga pun cocok, apalagi hotel ini memiliki kamar yang didesain untuk penyandang cacat yang berada di lantai satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda selalu gemas ingin mengambil aneka minuman dan makanan di dalam mini bar? Nah silahkan Anda ambil sepuasnya di mini bar yang disediakan di setiap kamar di Asmila Boutique Hotel ini. Karena makanan dan minuman yang terdapat di dalam mini bar sudah termasuk dalam harga kamar. Setiap kamar juga difasilitasi internet gratis bahkan jasa mencuci mobil setiap harinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-875951217377907906?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/875951217377907906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kehangatan-rumah-cantik-perancis-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/875951217377907906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/875951217377907906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kehangatan-rumah-cantik-perancis-di.html' title='Kehangatan Rumah Cantik Perancis di Kota Bandung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ALgBQD2I6Vg/TvqkvU-zFiI/AAAAAAAABpw/knzFVf03uA4/s72-c/1533282620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5803357318172374338</id><published>2011-12-28T12:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:07:11.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>48 Jam di Bandung Selatan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Kamis, 22 Desember 2011 | 12:28 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qV4cYfzxQzg/Tvqj4ZpFsxI/AAAAAAAABpk/2JT-9NIAKPc/s1600/1939457620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-qV4cYfzxQzg/Tvqj4ZpFsxI/AAAAAAAABpk/2JT-9NIAKPc/s400/1939457620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;DOK BUDPAR&lt;br /&gt;Kawah Putih di Ciwedey.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; – Akhir pekan ini, Bandung bisa menjadi pilihan destinasi wisata. Apalagi bagi Anda yang tinggal di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Bandung sudah menjadi tujuan wisata favorit karena akses yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bagi Jakarta, turis domestik dari Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa pun ramai mengunjungi Bandung. Apa yang paling “laku”? Tentu saja wisata belanja dan wisata kuliner. Bandung bagian utara misalnya mengalami pekembangan pesat dan menjadi tujuan favorit saat wisatawan bertandang ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Bandung selatan pun menawarkan beragam wisata alam yang tak kalah menarik. Jika Anda tipikal wisatawan karatan bagi Bandung utara, maka berbeloklah ke Bandung Selatan. Berikut contoh jadwal wisata selama 48 jam di Bandung selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari saat Anda sampai di Bandung, langsung arahkan mobil sewaan maupun mobil pribadi Anda ke arah Kawah Putih yang berada di Ciwedey. Anda harus memarkir mobil di parkiran utama kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil terbuka menuju kawah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona kawah putih yang cantik dan aroma belerang yang kuat. Hati-hati jika tak kuat, kepala bisa pusing karena aroma ini. Kawah berlerang menampilkan warna putih susu kebiruan. Namun seringkali warnanya berubah kehijauan tergantung kadar belerang. Ibarat danau berisi belerang di tengah tebing-tebing kawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas melihat kecantikan kawah putih, kembali ke parkiran dan nikmati aneka jajanan dari stoberi. Jangan lupa membeli stoberi sebagai oleh-oleh. Kemudian  arahkan mobil ke Situ Patenggang. Danau luas yang memiliki “pulau” kecil di tengahnya. Naiklah perahu untuk menuju pulau ini. Pemandangan danau dan hamparan kebun teh akan memanjakan mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan danau ini terdapat sebuah legenda, sebuah kisah percintaan antara manusia dan putri titisan dewi. Cinta mereka terpisah lama dan akhirnya bertemu kembali di sebuah batu. Nah di pulau tersebut Anda bisa menemukan batu yang disebut sebagai batu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, jika ada pasangan yang mengucapkan janji setia di batu ini, maka hubungan mereka akan langgeng. Tak heran, banyak wisatawan yang datang khusus bersama pasangan untuk mengunjungi batu cinta dan mengucapkan sumpah setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menikmati kesejukan udara Situ Patenggang dan kecantikan panoramanya, Anda bisa kembali ke kota dan berwisata kuliner di daerah tersebut. Bersiap-siaplah kebingungan karena pilihan rumah makan memang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar makan, barulah Anda check-in di hotel yang telah Anda beberapa hari sebelumnya. Pilih hotel yang masih di seputaran tempat wisata Trans Studio Bandung. Ada banyak hotel di kawasan ini, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang. Harga hotel berbintang mulai dari Rp 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, kunjungan berlanjut ke Trans Studio Bandung. Beli tiket terusan dan puaskan diri bermain di semua wahana  yang ada di Trans Studio Bandung. Sore hari, lanjutkan perjalanan menuju Jalan Riau. Tetap saja tak akan lengkap pergi ke Bandung tanpa berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jalan Riau banyak terdapat factory outlets dan juga pedagang kaos yang berdagang di pinggir jalan. Harga sangat variatif mulai dari harga kaki lima sampai harga mahal ala butik. Di kawasan ini juga banyak terdapat rumah makan dan restoran yang cocok untuk petualangan kuliner Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beberapa tempat ini, di Bandung selatan juga terdapat obyek wisata menarik lainnya seperti Rancaupas yang merupakan kompleks perkembahan dan tempat penangkaran rusa. Lalu ada Cimanggu dan Ciwalini yang terdapat mata air panas sehingga cocok sebagai tempat pemandian air panas. Kemudian Situ Cileunca yang merupakan danau buatan dan dikelilingi bukit-bukit. Di sini ada tempat melakukan aktivitas rafting.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5803357318172374338?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5803357318172374338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/48-jam-di-bandung-selatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5803357318172374338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5803357318172374338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/48-jam-di-bandung-selatan.html' title='48 Jam di Bandung Selatan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qV4cYfzxQzg/Tvqj4ZpFsxI/AAAAAAAABpk/2JT-9NIAKPc/s72-c/1939457620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7724790400090438366</id><published>2011-12-28T12:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T12:03:14.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Banyak Jalur Menuju Kota Bandung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Hari Libur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Didit Putra Erlangga Rahardjo | Nasru Alam Aziz | Minggu, 25 Desember 2011 | 19:51 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Pp_-tOouT2o/Tvqi8lYQqMI/AAAAAAAABpY/euaYMn3NA3w/s1600/1949466620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-Pp_-tOouT2o/Tvqi8lYQqMI/AAAAAAAABpY/euaYMn3NA3w/s400/1949466620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NATALIA RIRIH/KOMPAS.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Hotel Preanger adalah salah satu karya CP Wolff Schoemaker, arsitek kenamaan Belanda, yang masih berdiri di Kota Bandung, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; -- Untuk mencapai Bandung, Jawa Barat, ada banyak jalur yang bisa dilalui oleh pengguna kendaraan yang datang dari Jakarta. Pengetahuan sederhana ini ternyata belum meluas, sehingga banyak yang memilih untuk memadati gerbang tol Pasteur yang menjadi gapura Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan Kepala Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan, Minggu (25/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan menyebutkan, kini ada sekitar 65.000 unit kendaraan yang melintasi Purbaleunyi ke arah Bandung. Padahal akhir pekan biasa hanya sebanyak 40.000 unit. Ruas tol tersebut menjadi patokan untuk kendaraan yang datang dari arah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh gerbang tol yang terdapat di sekeliling Kota Bandung, mulai dari Pasteur, Baros, Pasirkoja, Kopo, M Toha, Buah Batu, dan Cileunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baros cocok digunakan untuk mencapai daerah utara seperti Lembang, sementara Kopo bisa digunakan untuk mencapai tempat wisata di Bandung, selatan seperti Kawah Putih Ciwidey. Gerbang Cileunyi bisa dipakai bila ingin menuju ke arah Garut, Tasikmalaya, atau Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan mencontohkan, wisatawan yang ingin berkunjung ke wahana dalam ruangan, Trans Studio Bandung, bisa menggunakan gerbang tol Buah Batu dan hanya menempuh perjalanan enam kilometer di wilayah selatan yang relatif lebih lengang. Sebaliknya, bila keluar dari Pasteur, jarak yang ditempuh sepanjang 10 kilometer dan harus tertahan di keramaian pada pusat kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk libur Natal hingga Tahun Baru ini, pihak Jasa Marga sudah mengantisipasinya dengan membuka seluruh loket tol. Dengan demikian, antrean pengguna tol yang keluar bisa dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7724790400090438366?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7724790400090438366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/banyak-jalur-menuju-kota-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7724790400090438366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7724790400090438366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/banyak-jalur-menuju-kota-bandung.html' title='Banyak Jalur Menuju Kota Bandung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Pp_-tOouT2o/Tvqi8lYQqMI/AAAAAAAABpY/euaYMn3NA3w/s72-c/1949466620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4878155226147545272</id><published>2011-12-28T11:59:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:59:04.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>“Kancra Bodas” Jadi Batik Khas Kuningan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kamis, 22/12/2011 - 15:23&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xF8EoUETTt4/TvqiBFAeuEI/AAAAAAAABpM/njW7R4GkFVY/s1600/Batik.3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://4.bp.blogspot.com/-xF8EoUETTt4/TvqiBFAeuEI/AAAAAAAABpM/njW7R4GkFVY/s400/Batik.3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;TOTO SANTOSA/’’PRLM’’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;MOJANG Kuningan tengah memperlihatkan salah satu motif batik khas Kuningan, pada acara launching batik di pendopo Kab.Kuningan, Kamis (22/12).*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KUNINGAN, (PRLM)&lt;/strong&gt;.- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Kuningan, akhirnya berhasil menggelar dan memperkenalkan batik khas Kuningan setelah melalui perjalanan panjang mulai lomba design motif hingga menuangkan kedalam kain berupa batik tulis maupun print (cetak). Dari 20 motif unggulan, mengemuka motif kuda dan kancra bodas sebagai motif khas yang tidak dimiliki daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah seperti mewujudkan mimpi yang tertunda, maka ketika kami dapat menuangkan desain tersebut dalam bentuk bain batik, sepertinya mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Ketua Umum Dekranasda Kab.Kuningan, Ny.Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, pada saat Launching (perkenalan) batik khas Kuningan, di hadapan Bupati Kuningan beserta unsur Muspida dan ratusan ibu-ibu warga masyarakat Kab.Kuningan, bertempat di pendopo kabupaten, Kamis (22/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Dekranasda Kab.Kuningan, Ny.Hj. Utje Ch Suganda,S.Sos menegaskan, batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, sehingga tidak berlebihan jika setiap daerah di Indonesia saat ini berupaya untuk mengembangkan kekhasan batik di setiap daerahnya. Untuk beberapa daerah tertentu, memang sudah ada motif-motif yang menjadi ciri khas, seperti mega mendung dari Cirebon, batik Garut dengan warna-warnanya yang cerah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuningan, belum memiliki motif batik khas daerahnya. Kalaupun ada, motif batik itu baru dikembangkan oleh kelompok tertentu dan pemasarannya pun terbatas. Padahal Kuningan memiliki keberagaman budaya, sejarah dan ciri khas daerah yang sudah lebih dulu dikenal, seperti kuda Kuningan, Ikan Dewa (kancra bodas), Gunung Ciremai, Gedung Naskah Linggarjati (tempat perundingan pemerintah Belanda dan RI), dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Ny.Hj. Utje, menciptakan batik khas Kuningan adalah sebuah impian dan ketika gagasan itu mengemuka, rasanya sulit membayangkan bahwa mimpi itu bisa terwujud. Pasalnya, Kuningan belum memiliki sentra pengrajin batik dan dari sejarah pun di Kuningan belum ditemukan adanya motif batik khas Kuningan. Tapi, tak ada yang tidak mungkin, karena jika kita mau berusaha dan bekerja keras, maka segala kendala dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Keyakinan kami hanya satu bahwa Kuningan memiliki potensi untuk dikembangkan termasuk mengembangkan industri batik, dan ternyata impian itu bisa terwujud menjadi kenyataan,” ujar istri Bupati Aang, disambut tepuk tangan hadirin yang hadir seusai melaksanakan peringatan hari ibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ny. Hj.Utje yang pada Senin (12/12), menerima tanda kehormatan Satyalancana Kebhaktian Sosial Tahun 2011 dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas jasanya dalam bidang kesejahteraan sosial tersebut, kendati batik khas Kuningan sudah terwujud dalam bentuk kain, tetapi masih banyak persoalan yang belum selesai, salah satunya bagaimana membuat batik khas Kuningan ini bisa memasyarakat dan dapat diterima secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda pada kesempatan itu, menyatakan sangat bangga karena sekarang Kuningan sudah memiliki batik khas daerah sendiri. Para pihak swasta yang tergabung dalam organisasi pengusaha, untuk turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan industri batik di Kab.Kuningan. “Bisa saja puluhan ribu pegawai negeri sipil dan para siswa, nantinya memiliki pakaian seragam batik khas Kuningan,” pinta Aang.(A-164/A-147)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4878155226147545272?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4878155226147545272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kancra-bodas-jadi-batik-khas-kuningan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4878155226147545272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4878155226147545272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kancra-bodas-jadi-batik-khas-kuningan.html' title='“Kancra Bodas” Jadi Batik Khas Kuningan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xF8EoUETTt4/TvqiBFAeuEI/AAAAAAAABpM/njW7R4GkFVY/s72-c/Batik.3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5910850159510453454</id><published>2011-12-28T11:54:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:54:47.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Hotel Bertarif Murah dan Nyaman di Bandung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Senin, 26 Desember 2011 | 12:27 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bDpVUylqROE/Tvqg6U6DC5I/AAAAAAAABo4/oXYwYWoUPTY/s1600/1639103620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-bDpVUylqROE/Tvqg6U6DC5I/AAAAAAAABo4/oXYwYWoUPTY/s400/1639103620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qMLop07K50w/Tvqg9qOdeKI/AAAAAAAABpA/saL1veARCQE/s1600/1639384620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-qMLop07K50w/Tvqg9qOdeKI/AAAAAAAABpA/saL1veARCQE/s400/1639384620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.&lt;br /&gt;Hotel Malaka, Bandung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;– Melangkah ke lobby, antara ruang makan untuk sarapan, lalu meja front office maupun sofa-sofa santai untuk tempat tamu menunggu, bergabung jadi satu tanpa sekat-sekat. Melongok ke atas, tampak jejeran kamar-kamar. Sekilas seakan berada di sebuah kos-kosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel Malaka ini berada di Jl. Halimun No. 36, Palasari, Bandung. Hotel ini tergabung dalam jaringan grup Kagum Hotel. Konsepnya sudah sangat jelas saat Anda masuk ke dalam hotel ini, yaitu hotel Bed &amp;amp; Breakfast, yang bisa dikategorikan budget hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hotel ini cocok untuk Anda yang memang datang ke Bandung untuk tujuan pelesir. Jika Anda mencari hotel di Bandung untuk sekadar tempat beristirahat atau tidur di malam hari dan sarapan, hotel ini bisa jadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harganya murah, mulai dari Rp 300.000. Namun kamarnya tak menunjukkan kualitas rendah. Tetap saja kamar mungil ditata dengan apik. Dengan jendela besar di satu sisinya dan lukisan sederhana di dinding lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kamar mandi dengan shower yang memanjakan tamu. Air dari shower cepat sekali panas, tak perlu menunggu lama. Memang terkesan hal sepele, namun di saat Anda lelah menyusuri kota Bandung dan melepas penat dengan mandi segar, air yang cepat panas jadi perhatian lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bathtub disediakan untuk jenis kamar. Sedangkan, tempat tidur dengan bantal sekelas bintang 5, jadi jaminan mutu untuk tidur yang nyenyak. Setiap kamar pun difasilitasi dengan televisi LCD lengkap dengan channel internasional dan internet gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merupakan hotel Bed &amp;amp; Breakfast, maka Anda tidak akan menemukan kolam renang di hotel ini. Tetapi, sempatkan berenang jika wisata belanja di Bandung merupakan agenda utama Anda? Ya, hotel ini dekat dengan beberapa tempat wisata seperti factory outlet di Jalan Riau maupun Pasar Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5910850159510453454?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5910850159510453454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/hotel-bertarif-murah-dan-nyaman-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5910850159510453454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5910850159510453454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/hotel-bertarif-murah-dan-nyaman-di.html' title='Hotel Bertarif Murah dan Nyaman di Bandung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bDpVUylqROE/Tvqg6U6DC5I/AAAAAAAABo4/oXYwYWoUPTY/s72-c/1639103620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2349057985701949120</id><published>2011-12-28T11:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:38:20.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Ahmad Heryawan Pimpin Alunan Lagu “Tanah Airku”</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Acara Angklung Bersama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 21/12/2011 - 11:36&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dTEM4XkcCbk/TvqdMZ_vqKI/AAAAAAAABos/conGQzFvLlY/s1600/2112angklung4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-dTEM4XkcCbk/TvqdMZ_vqKI/AAAAAAAABos/conGQzFvLlY/s400/2112angklung4.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;GUBERNUR Jabar Ahmad Heryawan menjadi konduktor dalam acara Gubernur Berangklung bersama 10.000 orang di Sentul International Convention Center, Babakan Madang, Kab. Bogor, Rabu (21/12).*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BOGOR, (PRLM)&lt;/strong&gt;.- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memimpin alunan lagu “Tanah Airku” pada pergelaran akbar "Angklung Kolosal Jawa Barat" yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Rabu (21/12) pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gerakan tangan, bagai lazimnya seorang konduktor, Heryawan memimpin alunan musik angklung yang dimainkan oleh 10.000 hadirin dari berbagai kalangan. Pertunjukan lainnya yakni kolaborasi antara angklung dengan piano yang memainkan lagu secara medley. Hentakan angklung dengan paduan melodi piano berhasil menghanyutkan puluhan ribu hadirin yang larut dalam kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Heryawan.kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas penetapan alat musik tradisional angklung sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco tahun 2010 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap angklung sebagai alat musik kebanggan Indonesia. “Acara angklung kolosal ini diharapkan mampu meningkatkan kecintaan akan warisan seni budaya, sekaligus mengangkat citra Jawa Barat melalui pertunjukan seni,” ujarnya usai memimpin lagu “Tanah Air ku”. (A-134/kur)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2349057985701949120?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2349057985701949120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/ahmad-heryawan-pimpin-alunan-lagu-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2349057985701949120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2349057985701949120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/ahmad-heryawan-pimpin-alunan-lagu-tanah.html' title='Ahmad Heryawan Pimpin Alunan Lagu “Tanah Airku”'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dTEM4XkcCbk/TvqdMZ_vqKI/AAAAAAAABos/conGQzFvLlY/s72-c/2112angklung4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-9068429867949979694</id><published>2011-12-28T11:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T11:33:48.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Iket, Salahsatu Identitas Kasundaan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;KIS tak Henti Sosialisasikan Iket&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 27/12/2011 - 04:22&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wWt4NF_LKY8/TvqbZvSCK1I/AAAAAAAABog/GQ56CUH2b0g/s1600/2712iket.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-wWt4NF_LKY8/TvqbZvSCK1I/AAAAAAAABog/GQ56CUH2b0g/s400/2712iket.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;RETNO HY/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PENGUNJUNG melihat koleksi Iket di acara Pameran dan Diskusi Iket Sunda yang bertempat di Museum Negeri Sri Baduga Bandung, Senin (26/12).*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BANDUNG, (PRLM).&lt;/b&gt;- Dalam pandangan masyarakat modern, iket (ikat) kepala identik dengan asesoris ataupun menjadi bagian dari busana tradisi. Bahkan tidak sedikit masyarakat beranggapan kalau yang memakai iket adalah seorang jawara atau orang pintar (dukun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal tidak demikian. Iket adalah bagian dari busana tradisional seperti halnya orang Sunda yang sangat identik bila menggunakan pangsi pasti memakai iket, jadi bukan hanya jawara atau orang pintar saja yang memakai iket,” ujar Agus Roche Efendi, pembina di &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/172795712774900/"&gt;Komunitas Iket Sunda (KIS) &lt;/a&gt;seusai memberikan makalah pada diskusi tentang iket Sunda di acara Pameran dan Diskusi Iket Sunda, bertempat di Museum Negeri Sri Baduga Bandung, yang berakhir Senin (26/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Agus, upaya untuk mensosialisasikan iket Sunda yang dilakukan KIS dengan menggelar pameran secara rutin dan sejumlah kegiatan, semata-mata bukan hanya untuk memperlihatkan identitas kasundaan. “Salah besar kalau kami mengajak anak-anak sekarang menggunakan iket Sunda untuk menunjukan identitas kasundaan, inti dari kegiatan yang selama ini kami lakukan semata-mata untuk memperkenalkan generasi sekarang akan budaya dan nilai-nilai tradisi yang hingga kini masih relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara fungsi dari iketnya sendiri, menurut Agus, tidak jauh beda dengan busana pada umumnya, yaitu sebagai pelengkap. Di mana keberadaan iket bukan hanya sebagai penutup kepala, tetapi juga dapat digunakan sebagai pelindung mulut atau hidup saat berkendaraan, dan berfungsi sebagai sal atau penutup leher dikala dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara yang diprakarsai KIS dan mendapat dukungan dari HU Pikiran Rakyat tersebut, selain memamerkan lebih dari 75 helai iket berbagai motif maupun usia serta diskusi, kegiatan juga diisi dengan teknik dan cara menggunakan iket serta aneka pegelaran seni Sunda buhun. “Meski masih banyak yang perlu kami perbaiki, tapi animo masyarakat, terutama kaum muda sangat tinggi, terutama pada kegiatan diskusi dan praktek,” ujar Irfan Alamsyah selaku ketua penyelenggara kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Irfan, fihaknya tidak mengira kalau kegiatan yang diselenggarakan untuk pertamakali mendapat animo besar dari masyarakat. “Kami berterimakasih banyak kepada ‘PRLM” yang sudah memberikan dukungan, mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan lebih baik,” harap Irfan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil pada acara penutupan, kolaborasi kesenian bamboo. Selain alat musik karinding juga tampil permainan alat musik serunai, toleat, celempungan, angklung buhun dan lainnya. (A-87/das)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-9068429867949979694?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/9068429867949979694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/iket-salahsatu-identitas-kasundaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/9068429867949979694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/9068429867949979694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/iket-salahsatu-identitas-kasundaan.html' title='Iket, Salahsatu Identitas Kasundaan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wWt4NF_LKY8/TvqbZvSCK1I/AAAAAAAABog/GQ56CUH2b0g/s72-c/2712iket.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1632977406675239649</id><published>2011-12-28T11:25:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:25:32.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebersihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Bekasi Libatkan Gubernur Minta Izin Buang Sampah ke Bantargebang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 27/12/2011 - 21:18&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PNc9EQ5N2wg/TvqaMYgogGI/AAAAAAAABoU/4nYhpCNOR00/s1600/2712tps.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-PNc9EQ5N2wg/TvqaMYgogGI/AAAAAAAABoU/4nYhpCNOR00/s400/2712tps.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;RIESTY YUSNILANINGSIH/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PEMULUNG mengais sampah di TPST Bantargebang, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Bekasi melibatkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk perizinan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BEKASI, (PRLM)&lt;/strong&gt;.- Pemerintah Kota Bekasi melayangkan surat ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang berisi permohonan untuk turut menjembatani izin pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelibatan Gubernur Jabar diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan dispensasi terkait besar biaya pengelolaan sampah yang harus dibayar Kota Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta tidak keberatan Kota Bekasi membuang sampah ke TPST Bantargebang karena hal itu memang sudah dibahas dalam kesepakatan perjanjian. Akan tetapi, tetap ada ketentuan yang harus dilaksanakan. Salah satunya perihal retribusi," ucap Kepala Bidang Perencanaan Dinas Kebersihan Kota Bekasi Ratim, di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (27/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retribusi yang memberatkan Kota Bekasi ialah pembayaran uang pengelolaan sampah yang besarnya Rp 105.834,00 per ton. Dengan asumsi Kota Bekasi menghasilkan 150 ton sampah dalam setahun, maka dana yang harus dipersiapkan sebanyak Rp 15 miliar dan harus dibayarkan ke PT Godang Tua Jaya yang mengelola TPST Bantargebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara retribusi untuk Pemrov DKI Jakarta sebesar Rp 10.000,00 per meter kubik yang totalnya sebesar Rp 5 miliar tidak memberatkan untuk dibayar. "Retribusi pengelolaan sampah yang kami mohonkan dispensasinya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan, surat yang dilayangkan ke Gubernur Jabar tersebut segera ditindaklanjuti serta mendapat respon positif dari Pemprov DKI Jakarta. Sebab kebutuhan untuk lahan pembuangan sampah yang memadai sudah sangat mendesak seiring berakhirnya tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ratim, saat ini Dinsih Kota Bekasi masih fokus menjajaki kemungkinan memanfaatkan TPST Bantargebang karena pertimbangan lokasi yang tidak terlalu jauh dari TPA Sumur Batu. Sementara penjajakan kemungkinan penggunaan TPA milik Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor yang juga lokasinya berbatasan dengan Kota Bekasi belum dilakukan. "Fokus ke TPST Bantargebang dulu supaya tidak menimbulkan biaya tambahan karena jarak angkut yang menjauh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun permasalahan sampah ini masih belum terselesaikan, Ratim menjanjikan jadwal operasional armada pengangkutan sampah tidak akan terganggu. (A-184/das)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1632977406675239649?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1632977406675239649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/bekasi-libatkan-gubernur-minta-izin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1632977406675239649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1632977406675239649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/bekasi-libatkan-gubernur-minta-izin.html' title='Bekasi Libatkan Gubernur Minta Izin Buang Sampah ke Bantargebang'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PNc9EQ5N2wg/TvqaMYgogGI/AAAAAAAABoU/4nYhpCNOR00/s72-c/2712tps.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2947852107413756216</id><published>2011-12-28T11:22:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:22:49.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Budidaya Ikan Mujaer Lebih Menjanjikan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 27/12/2011 - 02:21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hHDdGF6aCcw/TvqZiV5BSaI/AAAAAAAABoI/XKVrPnRi4ms/s1600/2712mujaer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-hHDdGF6aCcw/TvqZiV5BSaI/AAAAAAAABoI/XKVrPnRi4ms/s400/2712mujaer.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;WILUJENG KHARISMA/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;BEBERAPA Jaring terapung muajer di Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Senin (26/12). Budibaya Ikan Mujaer bisa menjadi pilihan bagi petambak lainnya yang sedang mengalami...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KARAWANG, (PRLM).&lt;/strong&gt;- Petambak Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang banyak yang beralih dari petambak udang ke ikan mujaer. Hal tersebut dilakukan karena mujaer lebih tahan terhadap kondisi air dan cuaca buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami terus merugi saat menanam benih udang karena sering mati akibat kondisi air yang jika terkena air hujan lebih banyak lebih dari lima puluh persen benih udang yang kami sebar selalu mati. Namun pengembangan budi daya ikan mujaer dengan teknik keramba jaring apung," ucap salah seorang petambak, Naja (42), Senin (26/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kata Naja, pengembangan budidaya ikan mujaer dengan teknik keramba jaring terapung membutuhkan dukungan, terutama modal untuk berinovasi kisaran Rp 100-150 juta dengan keadaan keramba sebanyak 6 lubang, atau berukuran keramba sepanjang 60 meter dan lebar 4 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini modal awal untuk membangun keramba selebihnya jika budidaya sudah berjalan modal tidak akan sebanyak itu. Modal tersebut lebih murah daripada modal untuk menanam benih udang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naja mengatakan petani jaring apung menghabiskan biaya awal berkisar Rp 100 jutaan, di antaranya untuk fisik kontruksi keramba, seperti jaring madang, besi dan drum besi, menghabiskan dana berkisar Rp 37 juta. Sementara untuk biaya benih ikan berkisar Rp 20 juta, dan pakan pelet berkisar 21 ton untuk pakan selama 6 bulan sebesar Rp 137 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata Naja, perkembangkan budi daya ikan mujaer masih berukuran bibit, sehingga mengantisipasi perubahan cuaca di tahun mendatang petani perlu mempersiapkan keramba tambahan. Pasalnya, tambahan keramba untuk kebutuhan para petani jaring terapung di Kecamatan Pakisjaya akan diusulkan pada instansi terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Syukurlah, ikan yang kita kembangkan itu bersahabat dengan alam. Ikan tidak banyak yang mati, boleh dibilang hanya 10% dari benih yang ditabur. Itu juga hanya dikarenakan termakan oleh ular,” tutur Ucang (40), petambak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucang optimis sekitar 80% benih ikan budi daya mampu berkembang lebih baik dan efektif para prosesnya dengan dukungan yang cukup. “Pengembangan ikan menggunakan keramba jaring apung secara intensif itu, kita adopsi dari pengembangan ikan budidaya di daerah lainnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Ucang mengatakan tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat atau lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang atau dinding kolam. (A-186/A-88)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2947852107413756216?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2947852107413756216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/budidaya-ikan-mujaer-lebih-menjanjikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2947852107413756216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2947852107413756216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/budidaya-ikan-mujaer-lebih-menjanjikan.html' title='Budidaya Ikan Mujaer Lebih Menjanjikan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hHDdGF6aCcw/TvqZiV5BSaI/AAAAAAAABoI/XKVrPnRi4ms/s72-c/2712mujaer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1078751571517000614</id><published>2011-12-28T11:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T11:03:55.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Wow... Raja Ampat Dipromosikan di TV Perancis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Selasa, 20 Desember 2011 | 16:38 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fivWLAjp_9c/TvqVH_eMedI/AAAAAAAABn8/__jFd1gkiWs/s1600/1618029620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/-fivWLAjp_9c/TvqVH_eMedI/AAAAAAAABn8/__jFd1gkiWs/s400/1618029620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNAMO&lt;br /&gt;Lanskap pulau karang di kawasan Pulau Wayag , Waigeo Barat, Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (8/2). Letaknya yang berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle) membuat Raja Ampat dinobatkan sebagai kawasan yang paling kaya dengan keragaman hayatinya di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; – Raja Ampat dipromosikan melalui program televisi asal Perancis berjudul “Koh-Lanta”. Menurut Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscahya, Koh-Lanta merupakan acara reality show dengan konsep seperti program Survivor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syutingnya selama tiga bulan terhadap 20 kontestan yang bertanding di Raja Ampat,” kata Nia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia menjelaskan program tersebut sudah ditayangkan di Perancis dan mendapatkan sambutan yang baik dari penonton. Menurut Nia, ratingnya tinggi dengan jumlah pemirsa hingga 7 juta per episode. Saat episode final, lanjutnya, penonton mencapai 8 juta. Angka ini, tambah Nia, merupakan rating yang tinggi dan dapat memberi efek promosi tak hanya sebatas di Perancis tetapi juga ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk negara lain yang berbahasa Perancis seperti Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Program ini ditayangkan di TF1 Perancis. Satu episodenya sekitar 60 menit, yang ditampilkan memang peserta yang lomba, tapi surrounding Raja Ampat pasti dapat,” tutur Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat episode final yaitu malam pengumuman pemenang, pihak Kemenparekraf diundang turut hadir dalam acara tersebut. Nia mengatakan saat malam final, pihak penyelenggara membuat pameran foto yang menampilkan keindahan Raja Ampat maupun ekspresi para peserta saat bertanding di program televisi tersebut. Tak hanya pameran foto, tutur Nia, malam final juga memberikan kesempatan untuk promosi Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi fotografer mereka luar biasa. Menurut mereka, mereka sudah membuat Koh-Lanta di 13 negara yang berbeda-beda, kata mereka paling bagus yang di Raja Ampat,” kata Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia mengatakan dalam tayangan Koh-Lanta tersebut, judul yang ditampilkan adalah “Koh-Lanta: Raja Ampat”, tanpa embel-embel Indonesia. Hal ini sengaja dilakukan untuk memancing rasa penasaran penonton. "Efeknya, langsung terasa," kata Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KBRI kita banyak terima pertanyaan mengenai Raja Ampat dan cara ke sana bagaimana,” jelas Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Menteri Kemenparekraf Sapta Nirwandar menuturkan bahwa promosi destinasi melalui film seperti yang dilakukan Kohlata tidak mengeluarkan uang banyak namun efektif dalam segi pemasaran destinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita hanya bertindak sebagai fasilitator. Kita tidak keluar uang, mereka yang keluar uang. Tapi struggle juga karena izinnya sangat susah,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seperti yang diungkapkan Nia, proses shooting Koh-Lanta melibatkan orang lokal. Sehingga, saat shooting program televisi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1078751571517000614?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1078751571517000614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/wow-raja-ampat-dipromosikan-di-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1078751571517000614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1078751571517000614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/wow-raja-ampat-dipromosikan-di-tv.html' title='Wow... Raja Ampat Dipromosikan di TV Perancis'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fivWLAjp_9c/TvqVH_eMedI/AAAAAAAABn8/__jFd1gkiWs/s72-c/1618029620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5442228373789008323</id><published>2011-12-28T10:51:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T10:51:06.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>2012: Sekolah, Sekolah, Sekolah!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Catatan Akhir Tahun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inggried DW, Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 28 Desember 2011 | 09:47 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UlNBNVGCpCw/TvqR8tIbE4I/AAAAAAAABnw/YFxjuhXWfJM/s1600/1608429620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-UlNBNVGCpCw/TvqR8tIbE4I/AAAAAAAABnw/YFxjuhXWfJM/s400/1608429620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS/BANAR FIL ARDHI&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, saat diwawancara Kompas.com, di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (19/12/2011).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; -  "Semboyan kita ke depan adalah jangan boleh ada anak yang tidak sekolah. Semua harus sekolah, sekolah, sekolah".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itu yang dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Senin (19/12/2011) lalu, di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nuh mengatakan hal tersebut, saat ditanya, apa harapan Kemdikbud menyongsong tahun baru 2012. Tahun 2011 ini, kinerja Kemdikbud tak lepas dari berbagai sorotan. Utamanya, mengenai biaya pendidikan yang semakin tinggi dan pungutan-pungutan liar yang masih terjadi di sekolah-sekolah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya punya tiga harapan. Pertama, sekolah. Dorong setiap anak untuk sekolah, meski ada kesulitan, tapi jangan putus sekolah. Dari segi pembiayaan, kini kita sudah semakin terbuka. Tidak hanya SD SMP, tapi sampai perguruan tinggi," kata Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ia menekankan, perlunya mengedepankan nilai kejujuran. Sekolah, menurutnya, berperan untuk membentuk karakter dan kepribadian, serta mengembangkan kecerdasan dan meningkatkan keterampilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena itu, sekolah enggak sekedar sekolah, tapi sekolah yang benar. Salah satu nilainya adalah kejujuran," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat. Nuh mengungkapkan, urusan sekolah bukan hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena dampaknya bisa menyentuh kita semua. Pendidikan bukan investasi pemerintah, tapi investasi bangsa. Oleh karena itu, partisipasi dari masyarakat diperlukan, sesuai dengan bidangnya masing-masing," kata Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang bisa diharapkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2012 mendatang, Kemdikbud menjanjikan akan memulai rintisan bantuan operasional sekolah (BOS) bagi siswa SMA/SMK. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita siapkan rintisan wajib belajar 12 tahun di 2012, untuk jenjang SMAN. Ini juga untuk persiapan melubernya lulusan SMP. Kalau enggak disiapkan, tidak ada BOS, percuma mereka lulus SMP tapi tidak melanjutkan lagi. Oleh karena itu, kita siapkan rintisan BOS SMA. Mudah-mudahan tahun 2013 kita sudah bisa wajar 12 tahun," papar Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dana BOS bagi siswa SD dan SMP juga akan mengalami kenaikan unit cost. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa menjamin kelancaran penyaluran dananya dan sampai tepat sasaran? Seperti diketahui, pada tahun 2011 ini, keterlambatan dan penyelewengan dana BOS menjadi salah satu hal yang disoroti. Pemerintah pun mengambil kebijakan mengubah mekanisme penyaluran, yang semula dari kabupaten/kota ke sekolah, menjadi dari provinsi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa optimistis mekanisme 2012 akan lancar, karena telah terbukti. Prinsip dalam BOS itu ada 4 ketepatan, yaitu tepat dari sisi waktu, tepat dari sisi jumlah, tepat dari sisi sasaran, dan tepat dari sisi penggunaan," ujar Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sanksi terhadap sekolah yang melakukan penyelewengan penyaluran dana BOS, dikatakan Nuh, sudah ada ketentuan yang mengaturnya. Akan tetapi, ia meminta agar masyarakat yang men-generalisir seluruh sekolah melakukan penyelewengan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan dibayangkan semua sekolah itu korup. Memang ada yg kurang transparan, tapi enggak semuanya. Maka, dalam juknis kita pandu bahwa setiap sekolah diharapken membuat laporan penerimaan dan pengeluaran serta pampangkan di papan pengumuman sekolah. Sehingga orang bisa tahu. BOS juga bisa dipakai untuk media pembelajaran transparan dan akuntabel. Kalau ada penyimpangan ya dibenerin," papar Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, tahun depan, pemerintah akan menaikkan alokasi jumlah mahasiswa miskin yang menerima beasiswa Bidik Misi hingga mendapai 80.000 mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5442228373789008323?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5442228373789008323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/2012-sekolah-sekolah-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5442228373789008323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5442228373789008323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/2012-sekolah-sekolah-sekolah.html' title='2012: Sekolah, Sekolah, Sekolah!'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UlNBNVGCpCw/TvqR8tIbE4I/AAAAAAAABnw/YFxjuhXWfJM/s72-c/1608429620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2422724902692650413</id><published>2011-12-28T10:46:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T10:46:25.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Pendidikan Hanya "Menyentuh" Mereka yang Mampu...</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan Akhir Tahun&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inggried DW, Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Selasa, 27 Desember 2011 | 09:41 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yozg1JoCXBc/TvqRBELgJkI/AAAAAAAABnk/mtd7eS5Lrvc/s1600/0944175620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-yozg1JoCXBc/TvqRBELgJkI/AAAAAAAABnk/mtd7eS5Lrvc/s400/0944175620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;M.LATIEF &lt;br /&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Pengamat pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Soedijarto, mengatakan, pendidikan di Indonesia saat ini masih berada pada level pendidikan semesta. Pada level ini, menurut dia, pendidikan hanya untuk golongan mampu. Pemerintah dinilai gagal mewujudkan wajib belajar sembilan tahun yang bermutu, adil, dan bebas biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, semua siswa berbagai latar belakang berhak mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun yang dibiayai pemerintah, seperti diamanatkan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi, kenapa pemerintah membiarkan terjadi pungutan di sana-sini. Pemerintah gagal membendung terjadinya pungutan karena wajib belajar itu harus gratis 100 persen," kata Soedijarto, Senin (26/12/2011) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menjelaskan, untuk mewujudkan wajib belajar sembilan tahun, pemerintah seharusnya mengacu pada negara-negara maju, seperti Amerika dan Jerman. Di negara tersebut, anak usia sekolah mendapatkan pengawasan yang lebih ketat. Jika ada anak usia sekolah yang berkeliaran di luar sekolah pada jam belajar, anak tersebut akan "ditangkap" dan orangtuanya dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi wajib belajar di Indonesia ini lain. Masih banyak anak usia sekolah yang putus atau tidak melanjutkan dan bebas berkeliaran di jalan. Itulah mengapa saya sebut pendidikan kita adalah pendidikan semesta," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa bisa terjadi? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soedijarto berpendapat, semua yang terjadi dipicu karena pemerintah tidak mampu menghitung berapa dana pendidikan yang diperlukan, khususnya untuk mewujudkan wajib belajar sembilan tahun. Ia menuding, selama ini pemerintah hanya sebatas melaksanakan UU untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada pendidikan tanpa menghitung berapa yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari alokasi 20 persen itu, kata dia, lebih dari setengahnya habis untuk menggaji guru. Hal itu berimbas pada kurangnya dana pendidikan yang dimiliki pemerintah sehingga pendidikan menjadi tidak gratis dan masyarakat ekonomi lemah tidak sanggup memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah jangan hanya menganggarkan 20 persen tanpa menghitung keperluan untuk mewujudkan wajib belajar sembilan tahun," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tekan angka putus sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh saat diwawancara Kompas.com, pekan lalu, mengungkapkan, kementerian memang menjadikan persoalan wajib belajar sembilan tahun sebagai hal yang substantif dan harus diselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ada pergeseran paradigma bahwa pada akhir abad ke-20, pembangunan ekonomi berbasis sumber daya kekayaan alam akan bergeser ke pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan, yaitu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya, di situlah mengapa urusan wajar sembilan tahun harus dituntaskan," kata Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depannya, dengan peningkatan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS), ia mengatakan, tak boleh ada anak tidak mengenyam pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya semua harus sekolah. Oleh karena itu, kita juga persiapkan wajib belajar 12 tahun yang dirintis tahun 2012. Untuk itu, kita siapkan semuanya, baik gurunya, sarana, dan prasarana," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2012, ada kenaikan unit cost, yaitu bagi siswa SD dari Rp 380.000 menjadi Rp 510.000. Sementara bagi siswa SMP, dari Rp 580.000 menjadi Rp 710.000. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan merintis dana BOS bagi siswa SMA pada 2012 mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2422724902692650413?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2422724902692650413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/pendidikan-hanya-menyentuh-mereka-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2422724902692650413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2422724902692650413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/pendidikan-hanya-menyentuh-mereka-yang.html' title='Pendidikan Hanya &quot;Menyentuh&quot; Mereka yang Mampu...'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yozg1JoCXBc/TvqRBELgJkI/AAAAAAAABnk/mtd7eS5Lrvc/s72-c/0944175620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3686053185486211882</id><published>2011-12-28T10:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T10:43:19.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Harga Ilmuwan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Inggried Dwi Wedhaswary | Selasa, 27 Desember 2011 | 08:36 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l3x859qs3mo/TvqQKwllwJI/AAAAAAAABnY/wlxZqrT61Kk/s1600/0835088620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-l3x859qs3mo/TvqQKwllwJI/AAAAAAAABnY/wlxZqrT61Kk/s400/0835088620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shutterstock&lt;br /&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Sebanyak 183 dosen tetap Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengancam mogok mengajar, akhir Oktober 2011. Ancaman itu dilontarkan karena pihak yayasan tidak juga merealisasikan pembayaran gaji tetap. Perlu diketahui, jumlah gaji tetap tersebut sama dengan upah minimum Provinsi NTB, yakni Rp 950.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, dari Jakarta dikeluhkan, gaji ilmuwan hanya sepertujuh dari Malaysia atau seperseratus dari Jepang. Menanggapi kecilnya gaji ilmuwan, pemerintah menyatakan bahwa jumlah itu seharusnya diterima. Sebab, memang tidak ada rencana kenaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kasus di atas memberikan gambaran tentang rendahnya penghasilan seorang ilmuwan. Jika menilik Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, untuk menjadi dosen, seseorang haruslah menamatkan strata dua, memiliki sertifikat sebagai pendidik, dan berada di bawah naungan institusi pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, seseorang harus menempuh pendidikan yang tidak singkat dan seleksi formal yang sangat ketat. Dengan kata lain, tidaklah mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika direfleksikan dalam sistem sosial, penghasilan itu menempatkan ilmuwan dalam satu kelompok dengan para buruh pabrik atau pekerja informal. Apa yang sesungguhnya terjadi di tengah-tengah masyarakat kita? Seberapa jauh sistem perundangan mampu mengakomodasi kepentingan para agen ilmu pengetahuan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapatan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri ini, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah dosen di PTN dan PTS sekitar 130.000 orang. Jumlah itu terdiri atas 70.000 dosen PNS, 50.000 dosen PTS, dan 10.000 dosen yang tak tercatat. Pendapatan mereka bervariasi berdasarkan institusi, jabatan fungsional, pengalaman kerja, dan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pendapatan dosen PTN mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 13 juta, dosen PTS jaraknya lebih sempit, yakni Rp 500.000 hingga Rp 3 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dosen yang berlindung di bawah institusi pendidikan partikelir telah hidup di antara jumlah satuan kredit semester (SKS) dan kebaikan yayasan. Berdasarkan UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, tepatnya pada Pasal 72 Ayat 2 dinyatakan, dosen wajib mengajar 12 hingga 16 SKS. Apabila satu SKS dihargai Rp 50.000, si dosen hanya akan mendapatkan penghasilan Rp 600.000 hingga Rp 800.000 per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibandingkan dengan para profesional di bidang lain, tentu angka tersebut terlihat "njomplang". Hal itu karena produk yang dihasilkan para dosen tidak bisa dikalkulasi secara kuantitatif. Contohnya, prestasi para profesional di bidang perbankan, manufaktur, penjualan, dan jasa dapat dilihat dari neraca rugi laba, keluar-masuk barang, dan kurva penjualan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, seorang dosen hanya menghasilkan produk rencana proses pembelajaran (RPP), bahan ajar, modul, buku, dan makalah. Produk itu tidak memiliki korelasi dengan kenaikan jumlah mahasiswa atau berujung pada kenaikan pendapatan pengelola perguruan tinggi. Paling banter, dalam banyak kasus, gelar seorang dosen dijadikan untuk ”menakut-nakuti” para calon pengguna. Setelah itu, dosen hanya mewah di dalam kampus, tetapi merana di luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faktor penghambat &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan fakta di atas, ada dua faktor penghambat sehingga ilmuwan di Indonesia tidak berkembang. Pertama, mekanisme perundang-undangan yang ada tidak melindungi kepentingan dosen. Baik UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen maupun UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak menentukan standar kehidupan yang layak bagi seorang dosen. Apalagi, UU tersebut sekaligus menegaskan bahwa dosen tidaklah berlindung di bawah UU Ketenagakerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diasumsikan, dosen bukanlah pekerjaan yang sudah pasti menuai penghasilan yang memadai. Pada kenyataannya, menjadi dosen hanyalah persoalan ”bagaimana saya menjalani hidup” dan bukan ”bagaimana saya mencari uang”. Ketika dunia digerakkan dengan mesin, dan segala-galanya diukur dengan uang, semangat ”menjalani hidup” itu hanya akan menjadi idealisme konyol di tengah gurita materialisme dan hedonisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sistem sosial tidak memberikan ruang bagi kesejahteraan dosen. Pada era 1980-an, konsep pragmatisme perguruan tinggi dilaksanakan melalui rumusan link and match. Ini hanya akan menjadikan dosen sebagai pelatih yang mempersiapkan anak didik sebagai pekerja tanpa memiliki dimensi kreatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era 2000-an, konsep pragmatisme itu diperbarui melalui pencanangan universitas riset. Dibayangkan bahwa dosen akan menghasilkan inovasi produk, tetapi pada kenyataannya inovasi itu telah diambil alih oleh lembaga-lembaga swasta yang memiliki dana lebih besar dan respons lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era perdagangan bebas, ketika perguruan tinggi asing dapat dengan mudah masuk di Indonesia, perguruan tinggi telah bergerak lebih praktis dengan cara mendudukkan dosen sebagai pekerja. Sistem operasi perguruan tinggi telah menyamakan diri dengan sistem waralaba produk rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sistem lemah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas menunjukkan lemahnya sistem perundangan dan sistem sosial kita dalam melindungi kepentingan kaum ilmuwan. Dengan kata lain, kita tidak sekadar butuh ilmuwan yang mampu menghasilkan produk yang bisa dijual, tetapi juga sistem sosial yang dapat diandalkan untuk kehidupan para ilmuwan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, ilmuwan masa kini adalah orang pintar yang tidak dibutuhkan masyarakat. Pepatah Jawa, kebo bule mati setra, kerbau putih mati di lapangan. Kerbau putih adalah hewan yang sangat khusus karena hanya dimiliki oleh kaum bangsawan, tetapi harus mati karena tidak ada yang merawat. Ilmuwan telah menjadi komunitas asing yang kehilangan para penyokongnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;SAIFUR ROHMAN Pengajar Filsafat; Menetap di Semarang &lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3686053185486211882?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3686053185486211882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/harga-ilmuwan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3686053185486211882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3686053185486211882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/harga-ilmuwan-indonesia.html' title='Harga Ilmuwan Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-l3x859qs3mo/TvqQKwllwJI/AAAAAAAABnY/wlxZqrT61Kk/s72-c/0835088620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2681320935524738292</id><published>2011-12-11T07:34:00.000+07:00</published><updated>2011-12-11T07:34:47.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Kanha Ade Kosasih Sunarya Ingin Jadi Dalang Terkenal</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Sudah Belajar Sejak Usia Tiga Tahun&lt;br /&gt;Jumat, 02/12/2011 - 10:58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c5EoIRDdg6Y/TuP6a911GhI/AAAAAAAABnM/2w_5orheKmU/s1600/Kanha_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-c5EoIRDdg6Y/TuP6a911GhI/AAAAAAAABnM/2w_5orheKmU/s400/Kanha_1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;SARNAPI/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KANHA Shandika (8).cucu dari dalang terkenal, Alm. Ade Kosasih Sunarya saat melakukan pertunjukan wayang golek.*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SOREANG&lt;/strong&gt;, (PRLM).- Kelurahan Jelekong tak habis-habisnya mengeluarkan dalang hebat. Kuncinya sejak kecil mereka sudah dilatih mendalang seperti Kanha Shandika (8). Kanha merupakan cucu dari dalang terkenal, Alm. Ade Kosasih Sunarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kanha sudah belajar dalang sejak usia tiga tahun. Awalnya dari sikat gigi yang diadu-adu seperti wayang golek," kata kanha didampingi ibunya, Ny. Niar Cuniarsa, Jumat (2/12), di Sanggar Giriharja Kel. Jelekong. Baleendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kanha, senang main wayang golek karena ingin mengikuti jejak kakeknya, Alm. Ade Kosasih Sunarya. "Saya ingin seperti kakek yang jadi dalang terkenal. Enak sepertinya jadi dalang," ujarnya polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ny. Niar, setelah melihat bakat Kanha, maka difasilitasi dengan memberikan wayang golek mini yang ukurannya setengah dari wayang normal. "Istillahnya wayang kidang dengan tinggi sekitar 45 cm, sedangkan wayang normal tingginya 75 cm," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny. Niar memesan khusus kepada para pengrajin wayang golek di Jelekong. "Sudah ada sekotak wayang golek kidang yang rusak karena diadu-adu oleh Kanha. Kalau dijumlahkan sekitar 15 wayang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain otodidak, Kanha juga belajar dalang ke Adhi Kosasih Sunarya yang juga cucu dari Alm. Ade Kosasih Sunarya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulai serius belajar dalang sejak usia lima tahun. Saya hanya mengarahkan karena Kanha sudah bisa menirukan suara-suara tokoh pewayangan karena belajar dari kaset atau menonton wayang," kata Adhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanha sudah tampil di pesta-pesta khitanan, ulang tahun, maupun acara-acara sekolah. "Kalau di Giriharja Kanha merupakan dalang muda. Kanha juga sering tampil dalam rampak dalang cilik bersama dengan tiga temannya," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga dalang cilik lain yang menemani Kanha saat rampak dalang adalah Sandiningrat Kosasih Sunarya (9), Raka Albari Sunarya (9), dan Baskara Zakila (9). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kanha merupakan dalang utama, pancer. Sedangkan tiga dalang lainnya sebagai pendamping," katanya. (A-71/kur)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2681320935524738292?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2681320935524738292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kanha-ade-kosasih-sunarya-ingin-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2681320935524738292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2681320935524738292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/12/kanha-ade-kosasih-sunarya-ingin-jadi.html' title='Kanha Ade Kosasih Sunarya Ingin Jadi Dalang Terkenal'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c5EoIRDdg6Y/TuP6a911GhI/AAAAAAAABnM/2w_5orheKmU/s72-c/Kanha_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-291221544134178417</id><published>2011-11-27T08:30:00.002+07:00</published><updated>2011-11-27T08:32:06.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>2012, Distribusi Guru Libatkan Lima Kementerian</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #ff3300; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tenaga Pengajar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #ff3300; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;Indra Akuntono&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #818181; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&amp;nbsp;|&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;Inggried Dwi Wedhaswary&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #818181; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&amp;nbsp;|&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;Minggu, 27 November 2011 | 07:51 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YbxATQvl0bk/TtGSg2wi1DI/AAAAAAAABnE/sHaQUQ9zZwg/s1600/0902162620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-YbxATQvl0bk/TtGSg2wi1DI/AAAAAAAABnE/sHaQUQ9zZwg/s400/0902162620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;span class="pb_10" style="color: #999999; display: block; font: normal normal normal 10px/normal Arial, Helvetica, sans-serif; padding-bottom: 10px; text-align: center;"&gt;KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #818181; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;- Mulai Januari 2012, lima kementerian sepakat untuk melakukan penataan dan pemerataan guru pegawai negeri sipil (PNS). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;“Kesepakatan lima menteri ini sudah ditandatangani melalui peraturan bersama. Ini tindak lanjut dari instruksi presiden mengenai regulasi pemerataan distribusi guru yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, Jumat (25/11/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Lima kementerian itu adalah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), Kemdikbud, Kementerian Dalam Negri (Kemdagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Agama (Kemenag).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Tujuan dirumuskannya peraturan bersama ini, kata Nuh menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. Sehingga kebutuhan guru, khususnya di jenjang pendidikan dasar, menengah dan pendidikan anak usia dini non formal dan informal (PAUDNI) dapat terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;“Dengan diberlakukannya desentralisasi pemerintahan, daerah perlu melakukan pengelolaan guru yang lebih cermat lagi. Terutama, masalah perencanaan, pengangkatan, penempatan, dan pembinaan guru,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Nuh mengakui, persoalan distribusi guru hingga kini &amp;nbsp;masih timpang. Sehingga, terkesan persoalan mendasar tentang guru ada pada kekurangan&amp;nbsp; jumlah yang bersifat menahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Padahal, lanjut Nuh, faktanya rasio guru-siswa Indonesia terbilang sangat cukup, bahkan cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa negara maju lainnya. Namun, pendistribusian guru belumlah merata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;“Penataan ini jadi penting, karena jumlah guru yang memasuki masa pensiun hingga 2014 cukup besar. Sementara, rasio guru siswa cukup baik. Semua memerlukan perencanaan yang matang,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Nuh mengatakan, peraturan bersama tentang penataan dan pemerataan guru PNS, tak hanya mengatur tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tetapi juga mengatur soal sanksi bagi yang tidak melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;"Sanksi akan diberikan kepada daerah yang tidak melakukan penataan dan pemerataan guru yang berpegang pada rekomendasi Kemdikbud," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Sanksi itu, lanjut Nuh, bisa berupa penghentian sebagian bantuan finansial fungsi pendidikan. Kemdikbud akan memberi rekomendasi kepada Kemdagri untuk menjatuhkan sanksi kepada bupati/walikota atau gubernur yang melakukan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemerataan guru PNS antar satuan pendidikan, antar jenjang dan antar jenis pendidikan di daerahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;sementara,&amp;nbsp; Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan menunda pemberian formasi guru PNS kepada pemda kabupaten/kota, provinsi sesuai dengan ketentuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;Adapun Kementerian Keuangan akan memberi sanksi berupa &amp;nbsp;penundaan penyaluran dana perimbangan kepada pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-291221544134178417?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/291221544134178417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/tenaga-pengajar-indra-akuntono-inggried.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/291221544134178417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/291221544134178417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/tenaga-pengajar-indra-akuntono-inggried.html' title='2012, Distribusi Guru Libatkan Lima Kementerian'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YbxATQvl0bk/TtGSg2wi1DI/AAAAAAAABnE/sHaQUQ9zZwg/s72-c/0902162620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3140776001172939043</id><published>2011-11-14T11:50:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T11:50:27.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Badak Hitam Afrika Punah, Lainnya Terancam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono | Minggu, 13 November 2011 | 16:24 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oVtnRCibeW8/TsCd5acXCRI/AAAAAAAABmE/DRR05kJbI6M/s1600/1608048620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-oVtnRCibeW8/TsCd5acXCRI/AAAAAAAABmE/DRR05kJbI6M/s400/1608048620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;WWF/TNUK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Induk badak dan anakan jantan yang terekam kamera video jebak yang dipasang di Taman Nasional Ujung Kulon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Kajian terbaru International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan bahwa semua subspesies badak menghadapi ancaman kepunahan bila tidak ada langkah konservasi serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman ini nyata sebab seperti diberitakan sebelumnya, badak jawa yang ada di Vietnam telah punah. Badak hitam afrika juga baru dinyatakan punah oleh IUCN, Kamis (10/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, subspesies badak yang tersisa adalah badak jawa di Indonesia dan badak putih utara di wilayah tengah Afrika. Keduanya pun menghadapi ancaman serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Minimnya dukungan politik untuk usaha konservasi di banyak habitat badak, grup kriminal internasional yang terorganisasi pemburu badak, dan peningkatan permintaan cula badak, serta perburuan adalah ancaman utama bagi badak," demikian dinyatakan IUCN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IUCN menyatakan, konservasi menjadi kunci penyelamatan spesies. Sejarah telah membuktikan bahwa jika konservasi dilakukan, spesies yang terancam punah bisa kembali berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adalah badak putih selatan yang pada abad ke-19 tinggal 100 ekor. Langkah konservasi yang serius dan tepat berhasil meningkatkan populasi badak ini hingga 20.000 ekor saat ini. Selain itu, kuda przewalski, sejenis kuda dari Asia Tengah yang dulu terancam punah, juga berhasil dikembangbiakkan di penangkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Merah IUCN kini berisi 62.000 spesies tumbuhan dan hewan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan masyarakat sehingga bisa tetap survive. &lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3140776001172939043?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3140776001172939043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/badak-hitam-afrika-punah-lainnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3140776001172939043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3140776001172939043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/badak-hitam-afrika-punah-lainnya.html' title='Badak Hitam Afrika Punah, Lainnya Terancam'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oVtnRCibeW8/TsCd5acXCRI/AAAAAAAABmE/DRR05kJbI6M/s72-c/1608048620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4080030702810537865</id><published>2011-11-14T11:30:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T11:30:02.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Latihan Bersabar Bikin Anak Lebih Cerdas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Christina Andhika Setyanti | Dini | Senin, 14 November 2011 | 09:03 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ilp_LarUT8k/TsCZIzaqW5I/AAAAAAAABl8/KwNKERDaAA8/s1600/1534105p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ilp_LarUT8k/TsCZIzaqW5I/AAAAAAAABl8/KwNKERDaAA8/s400/1534105p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;SHUTTERSTOCK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jangan selalu memenuhi keinginan anak dengan cara instan. Latihlah kesabaran anak agar ia tumbuh menjadi anak cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; -  Apa yang Anda lakukan ketika anak merengek meminta sesuatu? Langsung memenuhinya daripada ia menangis? Salah. Karena ternyata, perbuatan ini justru berefek negatif pada perkembangan anak. "Sebaiknya latih anak untuk bersabar, dan jelaskan kepadanya bahwa semua hal butuh proses," ungkap konsultan anak Hanny Muchtar Darta, saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin dan Mineral agar Anak Incredible" di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jadi lebih mengerti kondisi orangtua saat itu, anak juga melatih kesabaran, dan membuat mereka lebih cerdas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Bing Nursery School dari Standford University terhadap anak usia 3-4 tahun, anak yang lebih sabar ternyata lebih cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pilihan pada anak untuk mendapatkan sebuah marshmallow secara langsung, atau mendapatkan dua buah marshmallow namun mereka harus menunggu selama 3 menit. Hasilnya, anak-anak yang bersedia bersabar untuk menunggu ternyata lebih cerdas, dan mendapatkan poin Scholastic Assessment Test (SAT), 200 poin lebih tinggi dibanding anak yang tidak mau bersabar. Selain mendapatkan skor SAT yang lebih tinggi, anak-anak ini juga memiliki tingkat emosi, dan kehidupan sosial yang lebih matang dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, anak yang sabar juga akan lebih menghargai semua hal yang mereka miliki," tukas Hanny. Dengan kesabaran anak untuk menanti berbagai hal yang mereka inginkan, secara tak langsung mereka lebih menghargai barang yang sudah mereka peroleh dengan susah payah dan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar, punya banyak manfaat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk hasil maksimal bagi pertumbuhan anak, sebaiknya latih kesabaran anak sejak dini, yaitu sejak bayi. "Misalnya, ketika akan menyusui katakan padanya untuk menunggu sebentar karena Anda akan mencuci tangan. Selain menjalin komunikasi intim, ini juga akan membiasakan anak untuk sabar menunggu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melatih kesabaran anak, Anda juga bisa melatih banyak hal positif dalam waktu bersamaan dan menyenangkan misalnya,  menabung. "Ketika mereka minta dibelikan mainan, ajaklah ia untuk bersabar membelinya dan mulai menabung dalam celengan lucu dengan menyisihkan sedikit uang jajannya untuk membeli mainan itu. Jadi ada tiga manfaat yang bisa diambil sekaligus: sabar, hemat, dan menghargai," sarannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4080030702810537865?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4080030702810537865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/latihan-bersabar-bikin-anak-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4080030702810537865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4080030702810537865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/latihan-bersabar-bikin-anak-lebih.html' title='Latihan Bersabar Bikin Anak Lebih Cerdas'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Ilp_LarUT8k/TsCZIzaqW5I/AAAAAAAABl8/KwNKERDaAA8/s72-c/1534105p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5760518491802700650</id><published>2011-11-09T15:22:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T15:22:27.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Mengapa Auman Singa Sangat Keras?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Rabu, 9 November 2011 | 12:25 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MJ9enKLBDnc/Tro4N8x7VXI/AAAAAAAABl0/D1hoF-EraTw/s1600/1221519620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-MJ9enKLBDnc/Tro4N8x7VXI/AAAAAAAABl0/D1hoF-EraTw/s400/1221519620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Singa mengaum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Pernahkah Anda mendengar seekor singa mengaum? Di alam liar, auman singa begitu keras dan mampu terdengar hingga lebih dari 5 kilometer! Makhluk apa pun yang mendengarnya seolah diberi peringatan, "Jika kau dengar suaraku, maka pergilah segera."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkap bahwa auman singa yang begitu keras tidak berkaitan dengan kapasitas paru-paru. Singa, dan juga harimau, memiliki pita suara tak biasa sehingga memungkinkan keduanya memproduksi suara keras dan berat tanpa kerja keras sistem respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui, pita suara memiliki dua membran yang bisa memproduksi suara saat otot pada kotak suara mendekatkannya. Pada banyak spesies, kecuali burung yang tak punya pita suara, dua membran tersebut melengkung. Tetapi, pada singa dan harimau, lapisan lemak membuat pita suara mendatar dan bergetar lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah instrumen yang sangat efisien. Anda tak harus membunuh diri Anda sendiri untuk membuat suara itu," kata Ingo R Titze, pakar biofisika dan kepala National Center for Voice and Speech di University of Iowa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguraikan fisika auman, Titze membuat model komputer pita suara berdasarkan jaringan yang diambil dari singa dan harimau yang telah di-euthanasia karena berusia tua di sebuah kebun binatang. Model memungkinkan ilmuwan melihat pengaruh embusan napas keluar dengan getaran pita suara. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titze menemukan bahwa lapisan lemak sangat membantu singa dan harimau memproduksi suara berat dan menggetarkan. Menurut Titze, bayi juga memiliki pita suara dengan lapisan lemak lebih tebal sehingga bersuara sangat keras ketika menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : New York Times&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5760518491802700650?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5760518491802700650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/mengapa-auman-singa-sangat-keras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5760518491802700650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5760518491802700650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/mengapa-auman-singa-sangat-keras.html' title='Mengapa Auman Singa Sangat Keras?'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MJ9enKLBDnc/Tro4N8x7VXI/AAAAAAAABl0/D1hoF-EraTw/s72-c/1221519620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-66184628620819593</id><published>2011-11-08T11:47:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T11:47:36.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Produk Riset Terbengkalai</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-02rQ8fy_Ifk/Tri0TtjgDtI/AAAAAAAABls/9yfrQenUvVw/s1600/1159588620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://3.bp.blogspot.com/-02rQ8fy_Ifk/Tri0TtjgDtI/AAAAAAAABls/9yfrQenUvVw/s400/1159588620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;SHUTTERSTOCK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Sekitar 130 produk riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang dikelompokkan menjadi 12 kluster dipamerkan dalam LIPI Expo 2011 di Jakarta. Hasil-hasil riset itu umumnya terbengkalai tanpa sambutan pihak yang berkepentingan. Hingga kini belum ditemukan cara untuk optimalisasi penerapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang yang dibutuhkan adalah pemasaran hasil-hasil riset ini,” kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta saat meninjau LIPI Expo 2011 di Jakarta, Senin (7/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil-hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu dikelompokkan ke dalam 12 kluster. Ke-12 kluster itu adalah iptek untuk daerah, ketahanan pangan, teknologi obat dan kesehatan, teknologi hijau, sumber daya alam dan kebencanaan, keanekaragaman hayati untuk pembangunan, sumber daya iptek, teknologi informasi dan telekomunikasi, pengujian dan standardisasi, energi dan transportasi, teknologi material, serta dinamika dan transformasi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti mencontohkan, hasil riset Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI berupa radar kelautan dengan jangkauan 30 kilometer Isra (Indonesian Sea Radar). Lisensi komersialisasi hasil riset ini sudah dibeli salah satu badan usaha milik negara, yaitu PT Inti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampai sekarang belum ada yang menggunakan radar sebagai produk riset LIPI ini,” kata Kepala LIPI Lukman Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah dipaksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti mengatakan, semangat untuk mencintai berbagai produk dalam negeri masih sangat kurang. Ia menyebutkan, untuk menggunakan dan menerapkan hasil riset sebagai produk sendiri memang perlu setengah dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang ini perlu menjalin komunikasi untuk mengetahui potensi-potensi hasil riset. Selanjutnya, tugas saya turut memasarkan hasil-hasil riset,” kata Gusti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan LIPI Expo 2011, diluncurkan program Meat-Milk Pro yang bertujuan mencapai swasembada daging dan susu. Kepala Balai Besar Veteriner Ahmad Junaedi menyebutkan, saat ini konsumsi daging mencapai 2.371.000 ton, dengan 30 persen disuplai dari produk impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Konsumsi susu mencapai 62,4 persen (212 juta ton, juga masih harus diimpor). Kontribusi riset dan pengembangannya dibutuhkan untuk swasembada daging dan susu,” kata Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan ternak sapi secara modern, bekerja sama dengan Spanyol, menjadi agenda Meat-Milk Pro di Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Wakil Presiden Boediono, saat menerima kedatangan Kepala LIPI beserta jajarannya, sekaligus membuka LIPI Expo 2011 di Istana Wapres, menyebutkan, LIPI perlu menentukan prioritas penelitian. Ia menyebutkan tiga prioritas, meliputi pangan, energi, dan air. ”Mestinya kita sepakat pada sasaran besar bersama ini dan kemudian membagi tugas,” ujar Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIPI Expo 2011 diselenggarakan selama tiga hari, hingga Rabu (9/11), di Hotel Bidakara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai produk riset siap komersialisasi ditampilkan. (NAW/ATO) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-66184628620819593?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/66184628620819593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/produk-riset-terbengkalai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/66184628620819593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/66184628620819593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/produk-riset-terbengkalai.html' title='Produk Riset Terbengkalai'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-02rQ8fy_Ifk/Tri0TtjgDtI/AAAAAAAABls/9yfrQenUvVw/s72-c/1159588620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7674656627432879509</id><published>2011-11-08T10:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T10:44:10.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Biaya Mahal, Pamor RSBI Menurun?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 7 November 2011 | 13:07 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VcIebidgBfE/Trilcuri1zI/AAAAAAAABlk/15G3XeNmv80/s1600/1306595620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-VcIebidgBfE/Trilcuri1zI/AAAAAAAABlk/15G3XeNmv80/s400/1306595620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS/IWAN SETIYAWAN &lt;br /&gt;Ilustrasi ::: Suasana belajar mengajar di SDN 11 Kebun Jeruk, Jakarta Barat, yang termasuk salah satu contoh sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), Kamis (10/3/2011). Untuk tiap kelas program RSBI hanya menampung 28 murid yang diasuh dua orang guru. Sekolah ini sudah berstatus RSBI sejak tiga tahun terakhir. Pemerintah sedang mengevaluasi 1.329 sekolah yang berstatus RSBI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, ada indikasi pamor Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) cenderung menurun di mata masyarakat. Menurutnya, hal itu terjadi karena biaya untuk mengenyam pendidikan di sekolah RSBI relatif jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan sekolah lain yang hanya berstandar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendapat pribadi saya, hal itu mungkin saja terjadi, karena masyarakat sangat rasional. Ketika bayar mahal tidak diimbangi dengan mutu yang didapat maka akan sangat wajar jika RSBI kemudian ditinggalkan," kata Khairil kepada Kompas.com, Senin (7/11/2011), di Kemdikbud, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hingga saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum melakukan kajian khusus tentang hal tersebut. Begitu pula hasil evaluasi akhir RSBI. Ia mengatakan, Kemdikbud tidak akan tergesa-gesa membuat keputusan terkait RSBI dan berjanji akan terus melakukan evaluasi secara mendalam dan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil akhir evaluasi belum bisa saya kemukakan apakah RSBI akan diteruskan atau dihilangkan. Karena ini hal serius, prosesnya agak panjang, dan terkait juga dengan efisiensi pendanaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) secara langsung meminta pihaknya untuk mengkaji efisiensi anggaran RSBI yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena APBN merupakan produk hukum, kata dia, maka prosesi penganggarannya harus dilakukan dari awal dan baru selesai beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Khairil mengungkapkan, semua pihak, baik pemerintah maupun orangtua siswa, harus ikut menanggung biaya operasional di RSBI. Sebab, menurutnya, pendidikan bermutu selalu harus diimbangi dengan pembiayaan yang mencukupi, walau di sisi lain tetap ada kebijakan khusus untuk siswa kurang mampu yang melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah berstatus RSBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan yang bagus tentu memerlukan biaya, tapi siapa yang menanggung? Dalam pikiran saya, semua harus ikut menanggung," kata Khairil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7674656627432879509?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7674656627432879509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/biaya-mahal-pamor-rsbi-menurun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7674656627432879509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7674656627432879509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/biaya-mahal-pamor-rsbi-menurun.html' title='Biaya Mahal, Pamor RSBI Menurun?'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VcIebidgBfE/Trilcuri1zI/AAAAAAAABlk/15G3XeNmv80/s72-c/1306595620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1649218236564504150</id><published>2011-11-08T10:37:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T10:37:05.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Pertemuan China dan Arab di Najiahu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Islam di China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Subhan SD | Robert Adhi Ksp | Selasa, 8 November 2011 | 08:47 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D2ALpQeQCSI/TrijzXOduhI/AAAAAAAABlc/fCSdFgeSW4Y/s1600/1826455620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-D2ALpQeQCSI/TrijzXOduhI/AAAAAAAABlc/fCSdFgeSW4Y/s400/1826455620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;M Subhan SD/KOMPAS&lt;br /&gt;Mengunjungi Pabrik Suvenir Haji di Ningxia, China&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;oleh M Subhan SD &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEJAK-jejak Islam di China sangat kental. Hubungan niaga sejak jalur sutra di masa silam meneguhkan hubungan hubungan antara bangsa Arab dan bangsa China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung Najiahu, Yanghe,Yongning, kira-kira 40 menit berkendaraan arah selatan dari Yinchuan, ibu kota Ningxia, sebuah masjid besar menjadi saksi hubungan kedua bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Raya Najiahu dibangun hampir 500 tahun silam. Bentuk bangunan sebagaimana umumnya di China, namun masjid ini merupakan kombinasi seni arsitektur Dinasti Tang dan kebudayaan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di atas lahan seluas 9.000 meter persegi, kompleks bangunan ini memiliki beberapa bangunan, antara lain, masjid raya, menara Malwiya, rumah bulan, juga ruang belajar. "Saat ini ada sekitar 20 santri yang tengah belajar di sini," ujar imam masjid, Na Xuejun, yang bernama Islam Abdullah Hud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid itu juga kerap dikunjungi kaum Muslim dan tokoh-tokoh Muslim dari beberapa negara berpenduduk Islam di Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara,tentu termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masjid tersebut, di bagian dinding tertera sejumlah surah Al Quran yang tercetak besar-besar dalam kain biru muda yang dibentangkan dari bagian atas di tepi langit-langit hingga menjuntai menyentuh lantai. "Supaya semua orang (jemaah) bisa membacanya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, Muslim di Najiahu harus bisa membaca Al Quran karena telah diajarkan sejak kecil. Tahun ini, kampung Najiahu juga memberangkan jemaah haji, yaitu sebanyak 20 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya haji sekitar 40.000 yuan atau kira-kira Rp 56 juta. Mahal karena, antara lain, harus melewati Beijing sehingga perjalanannya lebih panjang. &lt;strong&gt;(M Subhan SD menulis dari Yongning, China)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1649218236564504150?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1649218236564504150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/pertemuan-china-dan-arab-di-najiahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1649218236564504150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1649218236564504150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/pertemuan-china-dan-arab-di-najiahu.html' title='Pertemuan China dan Arab di Najiahu'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D2ALpQeQCSI/TrijzXOduhI/AAAAAAAABlc/fCSdFgeSW4Y/s72-c/1826455620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-95052618393353175</id><published>2011-11-04T14:48:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T14:48:02.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Basa Sunda'/><title type='text'>Fiksimini Sunda dan Minat Berbahasa Sunda</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Jumat, 4 November 2011 | 14:19 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u457mwfvlEE/TrOYkPJlFhI/AAAAAAAABlU/xTDMZl3l5qk/s1600/2010254p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-u457mwfvlEE/TrOYkPJlFhI/AAAAAAAABlU/xTDMZl3l5qk/s400/2010254p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;google.com&lt;br /&gt;ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;--Sebanyak 220 karya Fiksimini Sunda akan dipamerkan hingga hari ini, Jumat, dalam Pesta Buku Diskon 2011 di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fiksimini Sunda merupakan suatu karya fiksi, bisa berupa puisi atau prosa singkat, yang ditulis dengan menggunakan bahasa Sunda. Fiksimini Sunda dapat memancing partisipatif dan minat masyarakat terhadap bahasa Sunda, kata Rektor Unpad, Ganjar Kurnia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti namanya Fiksimini, jadi tulisan yang dibuat tidak usah panjang-panjang, singkat saja, tapi mengena," kata Ganjar, ketika ditemui di Pesta Buku Diskon 2011, Grha Sanusia Hardjadinata, Unpad, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sebuah fiksimini terdiri dari 100 hingga 50 kata, atau sekitar empat paragraf saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ganjar, aktivitas melalui fiksimini Sunda ini cukup efektif menarik minat masyarakat terhadap bahasa Sunda. "Karena bahasa yang digunakan bebas. Tidak harus bahasa Sunda yang halus, bahasa Sunda sehari-hari juga boleh karena yang terpenting adalah menggunakan bahasa Sunda sebagai media penyampainya," tutur Ganjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganjar misalnya, Rektor Unpad sekaligus seorang pegiat Fiksimini Sunda yang dua hari lalu turut memberikan materi tentang Fiksimini Sunda dalam Seminar Nasional "Peran Kebudayaan Sunda Dalam Pembangunan dan Memperkuat Karakter Bangsa" di Fakultas Sastra ini juga sempat membacakan beberapa karya fiksimininya yang berjudul "Huntu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isinya bisa apa saja, sederhana. Saya saja membuat karya tentang "huntu" (gigi). Jadi tidak ada batasan, melalui fiksimini Sunda ini kita bebas berekspresi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau karya milik Jun Nizami berjudul "Silsilah" yang ditulis hanya dalam dua kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata Ganjar, saluran yang digunakan untuk mempublikasikan karya para pegiat Fiksimini Sunda adalah melalui situs jejaring Facebook. Dalam saluran tersebutlah para pegiat fiksimini saling bertemu melalui karya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, bersamaan dengan digelarnya Pesta Buku Diskon 2011 di Unpad, menjadi momen yang tepat bagi para pegiat fiksmini Sunda untuk memamerkan karya mereka di hadapan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, terdaftar sebanyak sekitar 300 pegiat Fiksimini Sunda yang tersebar di sejumlah kota. "Harapan saya dengan adanya Fiksimini Sunda ini minat dan partisipatif masyarakat terhadap bahasa Sunda bisa meningkat. Ini juga sebagai bentuk sosialisasi bahwa bahasa Sunda bisa dibuat ke dalam bentuk karya mini yang menarik dan tidak harus selalu formal," tandas Ganjar.  &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;ANT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-95052618393353175?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/95052618393353175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/fiksimini-sunda-dan-minat-berbahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/95052618393353175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/95052618393353175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/fiksimini-sunda-dan-minat-berbahasa.html' title='Fiksimini Sunda dan Minat Berbahasa Sunda'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-u457mwfvlEE/TrOYkPJlFhI/AAAAAAAABlU/xTDMZl3l5qk/s72-c/2010254p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2775151244422069138</id><published>2011-11-03T13:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T13:44:50.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Sora Pasundan Tampil Hebat di Singapura</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Minggu, 30 Oktober 2011 | 00:33 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-S3fwM_W1zNE/TrI4QuQXEmI/AAAAAAAABlM/TYGt953Zfas/s1600/0729572p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://3.bp.blogspot.com/-S3fwM_W1zNE/TrI4QuQXEmI/AAAAAAAABlM/TYGt953Zfas/s400/0729572p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;yundisupriadani.wordpress.com&lt;br /&gt;ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINGAPURA, KOMPAS.com--Luar biasa! Itulah kata yang pas buat tiga musisi gamelan sunda Ganjar (kendang), indra (saron) dan irfan (bonang) yang tergabung dalam Sora Pasundan yang konser di Panggung Terbuka Esplanade, Singapura, pada Sabtu malam (29/10) mulai pukul 19.30 hingga 23.00 waktu setempat sebanyak tiga sesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan mereka yang rancak dan kompak telah memaku penonton di tempat duduknya hingga tiap sesi kon ser selesai. Bahkan, hingga pertunjukan ketiga yang dimulai pukul 21.45, penonton Singapura masih setia menemani Sora Pasundan hingga nomor terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka pertunjukan dengan sebuah nomor yang dinamis, kelompok ini langsung mendapat sambutan riuh dari para penonton. Ketiga personel Sora Pasundan benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seniman berpengalaman, sehingga mampu mengatur emosi penonton untuk larut bersama sajian musik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran, ketika pembawa acara Roswita yang juga ikut memainkan icik-icik memperkenalkan satu persatu personel Sora Pasundan seraya memintanya memainkan alat musik yang mereka pegang, penonton berkali-kali memberikan tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penonton dibuat semangat dengan tempo cepat dan rancak, pada lagu kedua, "Lalayaran", Sora Pasundan memnyuguhkan kelembutan angin di laut yang tenang. Begitulah, secara cerdas anak-anak Sora Pasundan mengatur dinamika pementasan sehingga penonton tidak bosan menyaksikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Roswita, sebetulnya ada pemain seruling pada grup ini, namun karena sebuah hal, personel itu urung datang ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah pertunjukan, kelompok ini memang menarik untuk disimak. Terutama permainan kendang yang atraktif dan dimainkan dengan cara yang ekspresif. Pemain saron dan bonang juga tak kalah ekspresifnya, berkali-kali keduanya mengeluarkan suara-suara yang mengundang semangat para penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah soalnya, hingga pertunjukan usai, penonton masih nampak memenuhi tempat duduk di panggung Esplanade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok dijadwalkan akan tampil kelompok Musi dan Ubala dari Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2775151244422069138?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2775151244422069138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/sora-pasundan-tampil-hebat-di-singapura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2775151244422069138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2775151244422069138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/sora-pasundan-tampil-hebat-di-singapura.html' title='Sora Pasundan Tampil Hebat di Singapura'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-S3fwM_W1zNE/TrI4QuQXEmI/AAAAAAAABlM/TYGt953Zfas/s72-c/0729572p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7308672913446158679</id><published>2011-11-03T13:14:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T13:14:42.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Basa Sunda'/><title type='text'>Kalender Sunda Diakui oleh Kerajaan Malaysia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Kamis, 3 November 2011 | 01:19 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-99LL_IIiOAI/TrIxNhYi8EI/AAAAAAAABlE/FeXdPkzIEA4/s1600/0118057p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://1.bp.blogspot.com/-99LL_IIiOAI/TrIxNhYi8EI/AAAAAAAABlE/FeXdPkzIEA4/s400/0118057p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;irmanhakim91.blogspot.com&lt;br /&gt;Kalender Sunda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Keberadaan kalender Sunda ternyata diakui oleh Kerajaan Kelantan, Malaysia, sejak tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami turut bangga karena Kerajaan Malaysia pun mengakui keberadaan kalender Sunda ini," kata Koordinator Acara Perayaan Tahun Baru Sunda 1 Kartika 1948, Dadang Hermawan, di Bandung, Rabu (2/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadang menuturkan, pengakuan keberadaan kalender Sunda tersebut dilakukan oleh keturunan ketujuh dari Sri Ratu Putri Sadong, Raja Kelantan Malaysia, yakni Raja Tengku Putri Anis Raja Sazali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi tahun lalu, saat itu ada pertemuan raja dan sultan se-Nusantara. Dan, dari sana Raja Tengku Putri Anis Raja Sazali datang ke sini dan mengakui keberadaan kalender Sunda," kata Dadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, salah satu alasan Kerajaan Malaysia mengakui keberadaan kalender Sunda karena merasa memiliki satu keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi raja-raja mereka terdahulu merasa satu keturunan Sunda Besar juga, sebelum masa kolonial," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ada beberapa perbedaan dalam memaknai kalender Sunda oleh Kerajaan Malaysia. Salah satunya ialah perayaan tahun barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang berbeda itu ialah perayaannya. Kalau Kerajaan Malaysia merayakannya pertengahan November, kalau kita tanggal 4 November," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender Sunda sendiri hampir memiliki jumlah bulan, minggu, dan hari yang sama dengan kalender Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang membedakannya ialah penamaan nama bulan, minggu, dan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan atau bulan pertama pada kalender Sunda ialah Kartika dan bulan ke-12-nya disebut Asuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun urutan bulan menurut kalender Sunda yaitu Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, dan Asuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan nama hari dalam kalender Sunda ialah Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Tumpek (Sabtu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam satu bulan jumlah hari dalam kalender Sunda ada yang berjumlah 29 hari dan 30 hari. &lt;br /&gt;Sumber : ANT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7308672913446158679?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7308672913446158679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/kalender-sunda-diakui-oleh-kerajaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7308672913446158679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7308672913446158679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/11/kalender-sunda-diakui-oleh-kerajaan.html' title='Kalender Sunda Diakui oleh Kerajaan Malaysia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-99LL_IIiOAI/TrIxNhYi8EI/AAAAAAAABlE/FeXdPkzIEA4/s72-c/0118057p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2415651721948091194</id><published>2011-10-27T16:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T16:02:13.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Balada Si Pengendara Sepeda Nyoman Minta</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Jodhi Yudono | Selasa, 25 Oktober 2011 | 18:36 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--GSc1y9v8cg/TqkeAcyAuFI/AAAAAAAABk8/lXlsg5Eaprk/s1600/1835093620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/--GSc1y9v8cg/TqkeAcyAuFI/AAAAAAAABk8/lXlsg5Eaprk/s400/1835093620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas.com/Jodhi Yudono&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Nyoman Minta si pengendara sepeda yang melintas di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pembukaan ASEAN Fair di Nusa Dua, Senin (24/10).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Panas kian menyengat saat pria pembawa acara yang berseragam merah-merah mengumumkan bahwa tim akrobatik udara dari Kementrian Pertahanan sebentar lagi akan melintas di angkasa Nusa Dua, tempat acara launching ASEAN Fair 2011 berlangsung. Akrobatik udara ini juga dimaksudkan karena bertepatan dengan pertemuan menteri-menteri pertahanan se-ASEAN, acara peresmian akan ditutup dengan pertunjukan akrobat udara (air show) dari Kementerian Pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di panggung kehormatan, tampak Presiden didampingi Ibu Negara Anie Yudhoyono yang asyik memotret rangkaian peristiwa yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita itu. Di belakang Presiden dan Ibu Anie, tampak putra mereka dan tunangannya yang akan menikah bulan depan, yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya Rajasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain calon pengantin itu, hadir pula Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan istrinya, Okky Rajasa. Posisi duduk mereka tepat mengapit Presiden dan Ibu Ani. Selain mereka, kursi di posisi depan di panggung utama juga tampak dua tokoh lainnya, yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan suami serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di sisi kiri panggung, tampak beberapa menteri yang terlihat kepanasan lantaran sinar pagi menyengat mereka, di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto dan istri, Menko Kesra Agung Laksono dan istri, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan istri, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, serta Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Bahkan, Djoko Suyanto, Sudi Silalahi, dan Dipo Alam menggunakan kacamata hitam untuk menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara akrobatik pesawat yang digelar TNI AU merupakan acara pungkas dari serangkaian acara pembukaan ASEAN Fair yang berlangsung pada Senin (24/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Presiden telah memukul kentongan, pertanda acara telah resmi dibuka, kemudian dilanjutkan dengan aneka pertunjukan berupa pameran mobil hias yang menggambarkan karakter dari setiap negara anggota ASEAN serta prosesi bleganjur (gamelan yang "berjalan") dan arak-arakan ogoh-ogoh logo "Hello ASEAN". Selain itu, juga diramaikan dengan arak-arakan 30 perkusi Indonesia dan parade 30 penari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah timur laut, terdengar suara menderu. Lima pesawat udara yang diterbangkan dari Lanud Adisucipti, Yogyakarta, dengan gagah melintas di angkasa Nusa Dua. Tepuk tangan disertai decak kagum terdengar berkali-kali setiap tim akrobatik udara itu melintas dalam berbagai formasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua undangan dan peserta upacara pembukaan ASEAN Fair terkagum-kagum dengan aksi udara para prajurit TNI AU itulah, mendadak seorang lelaki tua dengan sepeda onthel melintas di area acara. Saat mendekati panggung utama, tampak seorang lelaki gondrong berbadan tinggi besar mengejarnya dari belakang. Dan... hups! Lelaki pengejar itu pun berhasil menangkap boncengan sepeda yang berisi muatan kelapa. Dua orang lelaki muncul membantu si gondrong menghentikan laju sepeda. Selanjutnya, sepeda dan penunggangnya bukan cuma berhenti, tapi langsung terguling di jalan beraspal, persis beberapa meter dari tempat duduk kepala negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendara sepeda pun langsung digelandang menepi. Dia tak cuma ditanyai oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh serombongan wartawan yang langsung mengerumuninya. Maka, diketahuilah, pak tua pengendara sepeda itu bernama Nyoman Minta berusia sekira 60 tahun. Dia adalah petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung yang sehari-hari membersihkan kawasan perhotelan Nusa Dua. Saat kejadian itu, tak kurang dari Pangdam Udayana Mayjen TNI Leonard Louk dan Kapolda Bali Irjen Totoy Herawan Indera ikut menanyai langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau pulang, saya tidak tahu ada acara Presiden," ujar bapak renta yang di sepeda onthelnya terdapat karung berisi kelapa, kayu dan rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyoman berkisah bawah jalur yang dilewatinya di dekat Presiden SBY dalam pembukaan ASEAN Fair adalah rutenya sehari-hari dalam bekerja sebagai petugas kebersihan di area Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para wartawan dan polisi, dia mengaku hendak pulang ke rumahnya di daerah Mumbul di luar area Nusa Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Nyoman pasti tak pernah mengira, kejadian pagi itu akan membuat banyak orang repot, termasuk dirinya. Bayangkanlah, setelah dirinya gagal melintas di jalan yang biasa ia lalui, dirinya pun lalu ditangkap dan diinterogasi. Maklumlah, trauma terhadap bom teroris, apalagi ini di Bali, telah membuat orang gampang bercuriga. Atas nama curiga itu pula, Pak Nyoman pun harus menjalani pemeriksaan oleh petugas keamanan dan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Nyoman tak repot sendirian setelah kejadian tersebut, sejumlah aparat keamanan, terutama Pasukan Pengamanan Presiden, dibuat kalang kabut. Gara-gara Pak Nyoman bisa melenggang hingga beberapa meter jaraknya dari tempat duduk Presiden, Paspampres pun dipertanyakan kesanggupannya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa, tempat yang konon telah disterilkan itu masih kebobolan. Bayangkanlah, jika itu bukan Pak Nyoman, melainkan seorang teroris dengan bom sebesar kelapa di boncengan sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak peristiwa ini, rasanya kita justru harus berterima kasih kepada Pak Nyoman. Gara-gara beliau itulah, kita jadi semakin tahu betapa masih lemahnya pengamanan terhadap diri seorang Presiden Republik Indonesia. Gara-gara Pak Nyoman itulah, seharusnya Pasukan Pengamanan Presiden jadi bisa belajar untuk lebih fokus ke pekerjaan ketimbang ikut asyik menonton acara yang juga ditonton oleh tuannya. (&lt;strong&gt;JY&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2415651721948091194?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2415651721948091194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/balada-si-pengendara-sepeda-nyoman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2415651721948091194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2415651721948091194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/balada-si-pengendara-sepeda-nyoman.html' title='Balada Si Pengendara Sepeda Nyoman Minta'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--GSc1y9v8cg/TqkeAcyAuFI/AAAAAAAABk8/lXlsg5Eaprk/s72-c/1835093620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3078812072503945181</id><published>2011-10-27T15:56:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T15:56:12.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto dr Professional'/><title type='text'>Belalang Bingung Menggaruk Kepalanya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Terekam oleh Fotografer&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kamis, 27/10/2011 - 06:06&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pz9BaiCpJPI/TqkcomO_HuI/AAAAAAAABk0/InXmxl60xuA/s1600/2710belalang-bingung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://3.bp.blogspot.com/-pz9BaiCpJPI/TqkcomO_HuI/AAAAAAAABk0/InXmxl60xuA/s400/2710belalang-bingung.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;DAILY MAIL/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bingung, apa yang mesti dilakukan selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LEICESTERSHIRE, (PRLM)&lt;/strong&gt;.- Dengan mengangkat kaki depannya ke kepala setelah hinggap di atas bunga, belalang ini seakan bingung apa yang mesti ia dilakukan selanjutnya. Bak fotomodel, belalang itu tampak seperti manusia menggaruk kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi lucu belalang tersebut berhasil diabadikan fotografer amatir Matt Cole (40) di Cagar Alam Lount, Leicestershire, Inggris. "Selalu menarik untuk memotret binatang atau serangga tengah melakukan sesuatu yang sedikit tidak biasa," kata Matt dari Ashby de la Zouch, seperti dilansir laman dailymail.co.uk, Rabu (26/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entah belalang itu tengah menggaruk-garuk kepala karena bingung, atau bertanya-tanya apa yang saya lakukan di sana," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matt menambahkan: "Anda perlu banyak usaha, teknik, dan komposisi untuk melakukannya, namun kadang-kadang Anda membutuhkan sedikit keberuntungan untuk memberikan gambar yang menarik ini." (Aya/A-88)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3078812072503945181?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3078812072503945181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/belalang-bingung-menggaruk-kepalanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3078812072503945181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3078812072503945181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/belalang-bingung-menggaruk-kepalanya.html' title='Belalang Bingung Menggaruk Kepalanya'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pz9BaiCpJPI/TqkcomO_HuI/AAAAAAAABk0/InXmxl60xuA/s72-c/2710belalang-bingung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3564676667619192549</id><published>2011-10-27T15:46:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T15:46:01.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Berawal dari Foto Menjadi Gerakan #JembatanAnakBangsa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Tri Wahono | Selasa, 25 Oktober 2011 | 15:58 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EXSIfQTaOB0/TqkaOkOzL2I/AAAAAAAABks/qkLc6LRCnyU/s1600/0917502620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-EXSIfQTaOB0/TqkaOkOzL2I/AAAAAAAABks/qkLc6LRCnyU/s400/0917502620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO&lt;br /&gt;Murid SDNegeri Cicaringin 3, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak, Banten meniti kawat baja menyeberang Sungai Ciliman saat berangkat ke sekolah, Rabu (18/5/2011). Lambannya pemerintah membangun infrastruktur membuat mereka harus rela berjalan kaki sejauh enam kilometer pergi pulang untuk mencapai sekolah dan berisiko terjatuh ke sungai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Siapa tidak terenyuh melihat anak-anak sekolah dasar berseragam putih merah menyeberangi jembatan besi yang membentang di atas sungai tanpa pengaman. Foto yang menggambarkan betapa besar perjuangan anak-anak untuk menuntut ilmu itu menarik simpati banyak orang di jejaring sosial Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari foto tersebut, kini lahir sebuah gerakan sosial dengan tagar #JembatanAnakBangsa. Gerakan yang mulai bergaung pada Selasa (26/10/2011) ini didukung oleh sejumlah tokoh di dunia maya, antara lain, Rene Suhardono (@renecc) dan Fahira Idris (@fahiraidris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manteman, let's do something for these children. Kami sepakat mengadakan fundraising buat #JembatanAnakBangsa. Yuk! http://lockerz.com/s/150073119," tulis Rene di akun Twitter-nya. Ia pun mengajak semua orang untuk mengumpulkan dana bersama untuk membuat jembatan yang layak untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto tersebut diambil oleh fotografer Kompas.com Kristianto Purnomo di Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak, Banten, pada 18 Mei 2011. Foto yang diberi judul "Meniti Kawat Baja" itu menggambarkan rekaman para murid SDN Negeri Cicaringin 3 yang sedang meniti kawat baja untuk menyeberangi Sungai Ciliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto tersebut, selain telah dimuat di Kompas Images dan Kompas.com sebagai foto cerita, juga diterbitkan sebagai foto headline di sejumlah koran di lingkungan Kompas Gramedia. Foto itu kemudian berhasil menyabet anugerah Mochtar Lubis Award IV 2011 untuk kategori Foto Jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada Juli lalu, foto yang sama juga menerima medali perunggu untuk kategori Single, Common Prosperity of Human Beings (Improvement of Human Living and Wellbeing), di ajang Yonhap International Press Photo Awards dan meraih 10 besar untuk kategori Story.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3564676667619192549?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3564676667619192549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/berawal-dari-foto-menjadi-gerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3564676667619192549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3564676667619192549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/berawal-dari-foto-menjadi-gerakan.html' title='Berawal dari Foto Menjadi Gerakan #JembatanAnakBangsa'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EXSIfQTaOB0/TqkaOkOzL2I/AAAAAAAABks/qkLc6LRCnyU/s72-c/0917502620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6380027491143419146</id><published>2011-10-27T15:40:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T15:40:25.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Demi Sertifikasi, Guru Mengajar di Dua Sekolah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Sertifikasi Guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 27 Oktober 2011 | 13:36 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xyl-f_BwR88/TqkY8PARZjI/AAAAAAAABkk/FABtI5Yme20/s1600/0956472p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://3.bp.blogspot.com/-xyl-f_BwR88/TqkY8PARZjI/AAAAAAAABkk/FABtI5Yme20/s400/0956472p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;shutterstock&lt;br /&gt;Ilustrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BANTUL, KOMPAS.com — Guru sekolah dasar di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperbolehkan mengajar di dua sekolah guna memenuhi jam mengajar selama 24 jam seminggu sebagai syarat sertifikasi. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Bina Program Dinas Pendidikan Dasar Bantul Juwahir mengatakan, banyaknya jumlah guru mata pelajaran tertentu menyebabkan guru tidak memiliki kesempatan jam mengajar yang disyaratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada peraturan bagi guru yang bisa menambah jam mengajar, yaitu mengajar di lain sekolah sederajat yang masih membutuhkan guru," kata Juwahir di Bantul, Kamis (27/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juwahir mengatakan, ada peraturan dari Kementerian Pendidikan Nasional melalui Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 yang mengatur pemenuhan beban kerja bagi guru. Aturan tersebut mengizinkan model mengajar dengan team teaching atau lebih dari dua guru mengajar bersama pada mata pelajaran yang sama. Kedua guru itu akan mendapatkan hitungan jumlah jam pelajaran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika mata pelajaran itu sebanyak dua jam pelajaran (2 x 90 menit), maka guru juga tercatat mendapat waktu mengajar tiga jam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, di sisi lain, sekolah diperbolehkan mengangkat tenaga kontrak untuk membantu guru mencukupi jam belajar sebagai syarat sertifikasi, asalkan tidak membebani anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebijakan perekrutan tenaga kontrak tersebut dapat diambil oleh kepala sekolah, tidak harus melalui Pemerintah Kabupaten Bantul karena nantinya akan dibiayai dari pendapatan sekolah," kata Juwahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak guru yang belum memenuhi jam mengajar selama 24 jam dalam satu minggu, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang sertifikasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perekrutan tenaga kontrak dapat memungkinkan guru untuk menambah jam belajar sehingga membantu mereka mencapai syarat sertifikasi tersebut," ujar Juwahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : ANT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6380027491143419146?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6380027491143419146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/demi-sertifikasi-guru-mengajar-di-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6380027491143419146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6380027491143419146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/demi-sertifikasi-guru-mengajar-di-dua.html' title='Demi Sertifikasi, Guru Mengajar di Dua Sekolah'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xyl-f_BwR88/TqkY8PARZjI/AAAAAAAABkk/FABtI5Yme20/s72-c/0956472p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2163215575944277721</id><published>2011-10-27T15:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T15:38:03.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Stan Pijat Indonesia di CITM Ramai Pengunjung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;PAMERAN PARIWISATA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aris Prasetyo | Robert Adhi Ksp | Kamis, 27 Oktober 2011 | 14:01 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WgbBqjYYFrY/TqkYWq9bziI/AAAAAAAABkc/lm-M7njqFd4/s1600/1358528620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-WgbBqjYYFrY/TqkYWq9bziI/AAAAAAAABkc/lm-M7njqFd4/s400/1358528620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aris Prasetyo/KOMPAS&lt;br /&gt;Stan layanan pijat gratis tak pernah sepi dari pengunjung di acara China International Travel Mart (CITM) 2011, Kamis (27/10/2011), di Kunming, China. Pengunjung bisa menikmati jasa pijat gratis selama lima menit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KUNMING, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Stan pijat Indonesia di acara China International Travel Mart (CITM) 2011 di Kunming, China, ramai dikunjungi pengunjung, Kamis (27/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka sejak pukul 11.30 waktu Kunming atau 10.30 WIB, tercatat hampir 200 pengunjung yang menikmati jasa pijat gratis dari Taman Sari Royal Heritage Spa, sebuah jasa layanan spa dari Mustika Ratu. Setiap pengunjung yang melewati stan milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di acara CITM 2011 itu selalu mampir dan mencoba layanan pijat gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imas Setiawati (21), terapis spa, mengaku sedikit kewalahan karena tamu berdatangan nyaris tanpa henti. "Banyak sekali tamunya. Tapi, saya senang bisa mengenalkannya kepada tamu asing dari berbagai negara," ujar Imas seperti dilaporkan wartawan Kompas Aris Prasetyo dari Kunming, China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pengunjung yang menikmati pijat di stan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Dipijat selama 5 menit membuat badan terasa segar kembali. Aroma terapi yang dibakar menambah kesegaran ketika dipijat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fantastis. Badan saya segar kembali. Nikmat rasanya," ujar Huang Han (16), relawan CITM 2011 yang turut menikmati pijat gratis tersebut. Tak hanya pengunjung pameran dari berbagai negara, wartawan Indonesia yang ikut di acara tersebut tidak ketinggalan merasakan pijat gratis. "Mantap," ujar Meydi Anasari, jurnalis dari Trans TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2163215575944277721?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2163215575944277721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/stan-pijat-indonesia-di-citm-ramai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2163215575944277721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2163215575944277721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/stan-pijat-indonesia-di-citm-ramai.html' title='Stan Pijat Indonesia di CITM Ramai Pengunjung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WgbBqjYYFrY/TqkYWq9bziI/AAAAAAAABkc/lm-M7njqFd4/s72-c/1358528620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7529894775558479980</id><published>2011-10-27T12:59:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T12:59:24.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Angklung dan Poco-Poco Menggoyang Los Angeles</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Pariwisata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Emilius Caesar Alexey | Robert Adhi Ksp | Kamis, 27 Oktober 2011 | 12:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sAZ3yqbkUII/TqjzL178e-I/AAAAAAAABkU/ic_akKyo66I/s1600/1221279620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-sAZ3yqbkUII/TqjzL178e-I/AAAAAAAABkU/ic_akKyo66I/s400/1221279620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dok Konjen RI di LA&lt;br /&gt;Ribuan orang sangat bersemangat memainkan angklung di kawasan The Grove, Los Angeles, Rabu (26/10/2011)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LOS ANGELES, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Ribuan orang sangat bersemangat memainkan angklung di kawasan The Grove, Los Angeles, Rabu (26/10/2011). Di bawah arahan Mustika Hendraningstyas mereka memainkan lagu tradisional Indonesia dan lagu-lagu barat dengan angklung di tangan masing-masing.                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengenalan angklung ke warga AS merupakan bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Acara Discover Wonderful Indonesiaini merupakan kerjasama antara Kementrian Pariwisata dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles,"  kata Hadi Martono, Konjen KJRI Los Angeles, dalam surat elektronik yang diterima Kompas pada Kamis (27/10/2011).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memainkan angklung, ribuan warga AS itu juga diajak menari poco-poco dan menikmati kuliner khas Indonesia. Setelah itu, mereka dipersilakan untuk melihat promosi lokasi-lokasi wisata Indonesia dan barang-barang kerajinan tanah air.                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata Indonesia memiliki banyak lokasi wisata yang menarik. Budaya, tarian, musik, dan makanannya juga sangat eksotik dan menggoda. Saya jadi ingin ke Indonesia suatu hari nanti," kata Angela, salah satu pengunjung.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Konsul Pariwisata KJRI Los Angeles, Edi Suharto, The Grove dipilih sebagai lokasi promosi karena didatangi sekitar 45.000 sampai 50.000 orang setiap hari. Permainan angklung dan tarian poco-poco diperkirakan dapat menyedot pengunjung sampai 15.000 orang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7529894775558479980?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7529894775558479980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/angklung-dan-poco-poco-menggoyang-los.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7529894775558479980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7529894775558479980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/angklung-dan-poco-poco-menggoyang-los.html' title='Angklung dan Poco-Poco Menggoyang Los Angeles'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sAZ3yqbkUII/TqjzL178e-I/AAAAAAAABkU/ic_akKyo66I/s72-c/1221279620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-690027597836008325</id><published>2011-10-25T11:22:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T11:22:44.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Indonesia to Repatriate 4,550 Migrant Workers from Saudi Arabia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jimmy Hitipeuw | Selasa, 25 Oktober 2011 | 11:06 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - The Indonesian Consulate General in Jeddah, Saudi Arabia, since September 19 up to October 24, has issued documents in lieu of passports to repatriate 4,550 problematic Indonesian migrant workers from Saudi Arabia, the consulate general said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Those who are being repatriated are mostly female workers who worked at the informal sector such as domestic helpers and male ones who work as drivers," the consulate general said in an electronic message received here on Tuesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of the total have been repatriated by the Saudi government and some 2,000 remaining ones will be returned home from Jeddah using ten flights of Garuda planes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ten flights are those which flew hajj pilgrimage to Saudi Arabia on October 30 - 31, 2011. Those who will be repatriated on October 30 - 31, 2011 are now being accommodated at the temporary Madinatul Hujjaj boarding (MH) in Jeddah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : antara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-690027597836008325?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/690027597836008325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/indonesia-to-repatriate-4550-migrant.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/690027597836008325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/690027597836008325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/indonesia-to-repatriate-4550-migrant.html' title='Indonesia to Repatriate 4,550 Migrant Workers from Saudi Arabia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-473045093646804225</id><published>2011-10-25T11:07:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T11:07:23.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Truk Lindas Bocah Dua Kali agar Tewas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Egidius Patnistik | Selasa, 25 Oktober 2011 | 09:59 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BNTiD20aEyc/TqY18bsS4rI/AAAAAAAABkM/eskS8bHNFss/s1600/0953094620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://1.bp.blogspot.com/-BNTiD20aEyc/TqY18bsS4rI/AAAAAAAABkM/eskS8bHNFss/s400/0953094620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daily Mail&lt;br /&gt;Ibu Maoke Xiong tampak duduk tertegun di dekat jenazah putranya yang diduga dilindas truk hingga dua kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHENGDU, KOMPAS.com — Seorang pengemudi truk menabrak bocah pria umur lima tahun dengan truknya. Bukan berhenti, truk itu malah mundur, menggilas bocah itu lagi demi memastikannya tewas. Aksi keji itu dilakukan guna menghindari biaya rumah sakit bagi anak itu yang akan lebih mahal dibanding kompensasi kematian yang harus dibayar kalau ia tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden memuakkan itu terjadi Desa Yunfeng, Luzhou, Provinsi Sichuan, di China barat, ketika Ao Yong, si sopir truk, menabrak Maoke Xiong saat bocah itu tengah berjalan kaki ke sekolah, demikian laporan Daily Mail, Selasa (25/10/2011). Tragedi itu terjadi Kamis pekan lalu ketika Ao Yong sedang mengangkut semen dari kota Chongqing menuju Luxian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang saksi mata, Shifen Zhang, berkata, "Saya melihat truk itu mundur sedikit dan kemudian maju lagi. Xiong jadi terperangkap di roda dan truk itu terus maju sekitar sepuluh meter." Seorang pelintas lainnya mengatakan, sopir truk itu melompat dari ruang kemudi setelah menabrak anak itu. Mereka menyatakan, Yong kemudian bertanya, "Berapa banyak (uang) yang harus saya bayar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Yong membantah telah menggilas bocah itu dua kali demi memastikannya tewas. Harian China Daily dalam situsnya, Senin, melaporkan, penyelidikan polisi tidak menemukan bukti bahwa anak itu dilindas dua kali. Sementara para ahli medis, kata harian itu, menemukan Maoke Xion meninggal karena cedera otak traumatis dan mereka menyimpulkan, anak itu ditabrak selagi berdiri. Masih menurut polisi, si sopir telah menggunakan rem darurat dan truknya mengalami gesekan panjang sebelum berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut versi polisi, seperti dikutip China Daily, berbeda dengan adegan tanpa perasaan yang ditunjukkan dua pengemudi dan belasan pelintas dalam kasus yang menimpa Yue Yue di Guangdong, yang dilindas dua truk dan diabaikan belasan pelintas, Ao yang berusia 35 tahun dari Luxian, merupakan orang pertama yang menelepon polisi. Saat keluar dari truk, kata polisi, Ao menemukan Xiong terjebak di bawah roda depan. Karena kondisi bocah itu parah, sopir tersebut tidak berani memindahkannya dan dia segera menghubungi polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Daily Mail dan China Daliy, selama tujuh jam jenazah bocah malang itu tidak dipindahkan dari kolong truk. Dalam adegan yang menyayat hati, ibu bocah itu tampak duduk tertegun di dekat jenazah putranya. Polisi mengatakan, tubuh bocah itu tidak segara dipindahkan segera karena penduduk desa yang marah menuntut kompensasi langsung dari si pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian kasus mengerikan seperti itu telah menimbulkan perdebatan di China soal moralitas bangsa itu yang sepertinya semakin tak peduli dengan sesama yang menderita atau mengalami kemalangan. Ledakan ekonomi yang dialami negara itu selama beberapa dekade terakhir telah disalahkan dalam mendorong materialisme di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensasi untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia dilihat banyak orang China lebih murah ketimbang harus membayar biaya perawatan rumah sakit. Rezim Komunis negara itu tidak menyediakan layanan kesehatan gratis bagi 1,3 miliar warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan akan tagihan biaya medis yang tinggi juga diduga menjadi alasan di balik nasib tragis yang menimpa Yue Yue, gadis cilik berusia dua tahun yang ditabrak lari hingga dua kali, dan diabaikan belasan orang yang lewat di pasar kota Foshan yang sibuk pada Kamis dua pekan lalu. Berdasarkan gambar dalam rekaman video pemantau, Yue Yue ditabrak dua kendaraan dan dibiarkan sekarat. Adegan itu dilihat oleh jutaan orang di internet dan memicu kemarahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-473045093646804225?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/473045093646804225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/truk-lindas-bocah-dua-kali-agar-tewas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/473045093646804225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/473045093646804225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/truk-lindas-bocah-dua-kali-agar-tewas.html' title='Truk Lindas Bocah Dua Kali agar Tewas'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BNTiD20aEyc/TqY18bsS4rI/AAAAAAAABkM/eskS8bHNFss/s72-c/0953094620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-6285851476209284490</id><published>2011-10-22T17:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T17:02:30.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Mengenal Penyebab Mengompol</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dr Andreas Prasadja, RPSGT * | Asep Candra | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 15:09 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JtDjNNVKHeI/TqKUpbsoWyI/AAAAAAAABkE/Va6xw_lMPKU/s1600/1503475620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-JtDjNNVKHeI/TqKUpbsoWyI/AAAAAAAABkE/Va6xw_lMPKU/s400/1503475620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shutterstock&lt;br /&gt;Ilustrasi ngompol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com - Ngompol secara medis dikenal dengan sebutan enuresis. Umumnya, enuresis terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, pada orang dewasa lebih lazim disebut urinary incontinence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak-anak, mengompol adalah bagian dari pertumbuhannya. Anak sedang berlatih untuk mengontrol kandung kencing serta otot-otot serta saraf-saraf kencing. Mengompol sering terjadi pada masa "tatur" dimana anak sedang belajar untuk kencing di toilet. Bahkan mengompol baru dianggap sebagai suatu masalah jika terjadi setelah usia 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis enuresis pada anak, primer dan sekunder. Primer jika anak memang masih terus mengompol sekurangnya dua kali seminggu. Termasuk sekunder, jika sempat terdapat periode "kering" sekurangnya enam bulan hingga mengompol kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlambatan proses pematangan, di mana kemampuan untuk mengontrol kandung kencing belum matang sempurna merupakan salah satu penyebab mengompol. Anak mengompol bisa juga disebabkan karena ia tak terbangun saat kandung kencing sudah penuh. Ini bisa berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea (mendengkur) atau gangguan-gangguan tidur lain yang menyebabkan proses tidur terpotong-potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengompol juga keturunan lho! Pada orang tua yang keduanya punya riwayat mengompol, angka kejadian mengompol pada anak 74 persen. Sedangkan pada orang tua yang salah satunya saja yang mengompol di waktu kecil, angka kejadiannya adalah 44%. Bandingkan pada orang tua yang keduanya tak mengompol, kejadiannya hanya 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enuresis juga lebih sering dialami oleh anak dengan ADHD atau anak-anak dengan keterlambatan perkembangan. Pada beberapa kasus yang jarang, ditemukan juga mengompol yang disebabkan oleh rendahnya kadar vasopresin. Vasopresin adalah hormon anti-diuretik yang artinya berefek menekan produksi kencing. Dengan rendahnya vasopresin, produksi urine bisa dipastikan jadi berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enuresis sekunder bisa menjadi gejala dari adanya penyakit. Misalkan diabetes, infeksi saluran kencing, gangguan sistem saraf, tekanan psikologis atau mendengkur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak mengompol &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami bahwa ini terjadi diluar kehendaknya. Tak ada gunanya menghukum anak Anda. Biasanya mengompol terjadi pada 2 jam awal tidur. Cara terbaik mencegahnya adalah dengan membiasakannya untuk kencing terlebih dahulu sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan asupan cairan juga penting. Biasakan untuk minum lebih banyak di siang hari, dan mulai kurangi cairan sebelum tidur. Berikut adalah tips-tipsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat rutinitas ke kamar mandi sebelum tidur. Sertakan ritual sikat gigi, mencuci muka dan dilanjutkan dengan kencing terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika tahu jadwal mengompolnya, bangunkan putra/putri Anda untuk kencing. Beri dia penghargaan untuk setiap malam ia tidak mengompol! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dorong dia untuk menjadi anak "besar" dan tidak perlu menggunakan pampers lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Batasi minuman sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penting juga bagi orang tua untuk bersabar dan lebih memberi perhatian pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan bicarakan tentang kebiasaanya membuat "peta" di ranjang kepada orang lain. Ini bisa membuatnya berkecil hati dan minder. Orang tua juga sebaiknya memperhatikan gejala-gejala lain yang mungkin berhubungan, mendengkur misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anak yang mendengkur kemungkinan mengalami sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa 8%-47% anak dengan sleep apnea juga mengompol. Di duga mendengkur akan menyebabkan reaksi berantai yang menyebabkan terganggunya sekresi hormon vasopresin. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 55%-77% kasus mengompol akan hilang setelah sleep apnea-nya dirawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr Andreas Prasadja, RPSGT Praktisi Kesehatan Tidur, Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-6285851476209284490?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/6285851476209284490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/mengenal-penyebab-mengompol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6285851476209284490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/6285851476209284490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/mengenal-penyebab-mengompol.html' title='Mengenal Penyebab Mengompol'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JtDjNNVKHeI/TqKUpbsoWyI/AAAAAAAABkE/Va6xw_lMPKU/s72-c/1503475620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2996358901733984788</id><published>2011-10-22T12:21:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T12:21:52.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>4 Formula Jamu Sedang Tahap Uji Klinis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 09:21 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aRHlODYuI6I/TqJS3vTlhvI/AAAAAAAABj8/6LVvH42bY2E/s1600/1118547620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-aRHlODYuI6I/TqJS3vTlhvI/AAAAAAAABj8/6LVvH42bY2E/s400/1118547620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shutter Stock&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha pemanfaatan tanaman obat terus di tingkatkan, di antaranya dengan melakukan uji klinis 4 (empat) formula jamu untuk obat hipertensi, hiperkolesterolemia, hiperurisemia, dan hiperglikemia. Hasil sementara menujukkan, empat formula ini cukup baik untuk mengobati 4 jenis penyakit degeneratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinis Kementerian Kesehatan Siswanto saat acara jumpa pers Saintifikasi Jamu di Gedung Kementrian Kesehatan, Jumat (21/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mengetahui bahwa pengobatan tradisional jamu bisa berperan lebih besar sebagai upaya promotif dan preventif, khususnya untuk mengatasi penyakit-penyakit tidak menular. Ini akan banyak membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi dan mencegah penyakit-penyakit tidak menular," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswanto menjelaskan, dalam meracik ke empat formula tersebut ada dua komponen yang terkandung di dalamnya, terdiri dari jamu dasar dan jamu berkhasiat. Untuk jamu dasar, ke empat formula mengadung bahan yang sama yaitu meniran, temulawak dan kunyit (berfungsi sebagai penyegar). Sedangkan untuk bahan jamu berkhasiat kandungannya berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk formula antihipertensi, campuran jamu berkhasiatnya terdiri dari daun seledri, kumis kucing dan pegagan. Untuk hiperkolesterol, jamu berkhasiatnya daun jati belanda, kemuning, akar kelemba. Sedangkan untuk hiperurisemia (asam urat) terdiri dari daun kepel, tempuyung, dan secang. Sementara untuk hiperglikemia campuran jamu berkhasiatnya terdiri dari sambiloto, protowali," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswanto menambahkan, apabila keempat formula tersebut sudah terbukti khasiatnya, maka selanjutnya akan dilakukan ekstraksi. "Hasil sementara cukup bagus, karena bisa menurunkan kadar kolesterol kira-kira 20 persen. Untuk hipertensi bisa menurun sekitar 20 persen setelah menjalani terapi selama satu bulan," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum selesai pengujian dan masih harus melewati beberapa tahap lagi, Siswanto berharap ke depannya akan lebih banyak formula-formula jamu yang dapat diteliti dan bisa dimanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mengetahui bahwa pengobatan tradisional sudah lama dikenal dan dipraktikkan. Namun belum ada upaya-upaya untuk mensaintifikasi jamu sehingga memberikan manfaat lebih banyak," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2996358901733984788?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2996358901733984788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/4-formula-jamu-sedang-tahap-uji-klinis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2996358901733984788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2996358901733984788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/4-formula-jamu-sedang-tahap-uji-klinis.html' title='4 Formula Jamu Sedang Tahap Uji Klinis'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aRHlODYuI6I/TqJS3vTlhvI/AAAAAAAABj8/6LVvH42bY2E/s72-c/1118547620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-694947093523792055</id><published>2011-10-22T11:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T11:41:42.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Ribuan Ruang Kelas SD di Kab.Indramayu Rusak Berat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Dana Rehab Belum Bisa Diserap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rabu, 19/10/2011 - 15:59&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PjOPei3nILQ/TqJJbAv3nqI/AAAAAAAABj0/TY96io3rHhs/s1600/SD_rusak_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://4.bp.blogspot.com/-PjOPei3nILQ/TqJJbAv3nqI/AAAAAAAABj0/TY96io3rHhs/s400/SD_rusak_2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ARIF KRISTANTO/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PARA murid belajar di dalam ruang kelas yang rusak di SDN Larangan II, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;INDRAMAYU, (PRLM).-Ribuan ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Indramayu berada dalam kondisi rusak berat dan rawan ambruk. Akan tetapi, anggaran rehabilitasi dari dana alokasi khusus (DAK) 2011 ternyata tak bisa digunakan untuk rehabilitasi tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Suhaeli, mengungkapkan, pihaknya belum bisa memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Pasalnya, dana rehabilitasi yang berasal dari DAK 2011 tidak bisa digunakan tahun ini.&lt;br /&gt;"Ada alokasi untuk itu. Tapi, uangnya belum masuk kas daerah," kata Suhaeli, Rabu (19/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, anggaran DAK 2011 memang diperuntukkan untuk rehabilitasi ruang kelas rusak dan pembangunan ruang kelas baru. Akan tetapi, dana tersebut belum masuk kas daerah sehingga kemungkinan besar baru bisa diserap dan digunakan unutk rehabilitasi kelas pada 2012 nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhaeli mengatakan, besarnya anggaran DAK 2011 untuk Kabupaten Indramayu mencapai Rp 55 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk SD dan SMP. Dengan dana tersebut, diharapkan nantinya ribuan kelas rusak bisa diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, jumlah SD di Kabupaten Indramayu mencapai 880 unit. Dari jumlah tersebut, ruang kelas yang rusak parah sebanyak 1.300 unit yang tersebar di 350 SD. (A-168/kur)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-694947093523792055?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/694947093523792055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/ribuan-ruang-kelas-sd-di-kabindramayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/694947093523792055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/694947093523792055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/ribuan-ruang-kelas-sd-di-kabindramayu.html' title='Ribuan Ruang Kelas SD di Kab.Indramayu Rusak Berat'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PjOPei3nILQ/TqJJbAv3nqI/AAAAAAAABj0/TY96io3rHhs/s72-c/SD_rusak_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1441993558978047015</id><published>2011-10-22T11:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T11:02:02.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Bocah yang Telindas Itu Akhirnya Meninggal</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Kistyarini | Jumat, 21 Oktober 2011 | 14:22 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-I42N3ECCH-M/TqJAKNjMEEI/AAAAAAAABjs/qbKTzSVlXkU/s1600/1420352620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-I42N3ECCH-M/TqJAKNjMEEI/AAAAAAAABjs/qbKTzSVlXkU/s400/1420352620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Shanghaiist&lt;br /&gt;Yue Yue semasa hidup dan saat dia dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEIJING, KOMPAS.com — Yue Yue, bocah China yang dua kali terlindas mobil dan dibiarkan oleh 18 orang yang lewat, akhirnya meninggal. Yue Yue meninggal pada Jumat (21/10/2011) pukul 00.32 waktu setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi pers yang diadakan delapan jam kemudian, kepala RS itu, Su Lei, mengatakan, pihaknya sudah melibatkan dokter terbaik, baik dari sipil maupun militer, untuk menyelamatkan nyawa bocah asal Foshan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Su Lei menjelaskan, penyebab kematian bocah dua tahun itu adalah kegagalan otak yang mengakibatkan semua organ tubuhnya berhenti berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sangat menyesal atas kehilangan ini, tetapi kami berterima kasih atas perhatian dan simpatinya," kata Su Lei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya para dokter yang merawatnya mengatakan, kecil kemungkinan Yue Yue bisa selamat, seperti dilansir Shanghaiist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar kematian Yue Yue kembali menjadi berita paling banyak dibicarakan di sejumlah weibo, situs microblogging semacam Twitter di China. Orang-orang kembali menyatakan keprihatinan atas nasib yang dialami bocah yang koma sejak peristiwa 13 Oktober itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat jalan, Yue Yue kecil. Di surga tidak ada mobil," tulis seorang pemilik akun di situs microblogging Sina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat jalan, dan jangan lagi dilahirkan di China di kehidupanmu selanjutnya," tulis pengguna lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak komentator yang berspekulasi bahwa keengganan orang-orang untuk menolong Yue Yue didorong kekhawatiran mereka akan dipersalahkan atas kecelakaan yang dialami bocah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu muncul setelah ada kasus di Nanjing pada 2006 ketika seorang lelaki justru didenda setelah dia menolong seorang perempuan yang mengalami kecelakaan. Perempuan yang ditolong itu bahkan menuduhnya sebagai penabrak. Pengadilan kemudian memerintahkan si penolong itu membayar ganti rugi sebesar 45.000 yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hakim pada kasus Peng Yu di Nanjing itu sudah menghancurkan kebaikan hati seluruh bangsa, dan kini sulit sekali untuk membangunnya kembali," kata seorang pengguna weibo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah opini di Global Times yang terbit hari ini mengatakan, insiden Yue Yue telah mengungkap "sisi gelap" masyarakat China. Namun, penulisnya tidak setuju jika harus ada hukuman bagi orang-orang yang gagal membantu korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih pantas untuk melembagakan sistem pemberian penghargaan kepada orang-orang yang menolong ketimbang menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak (memberi pertolongan). Peristiwa Yue Yue mengingatkan kita pada posisi China di tangga perkembangan moral," demikian opini si penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi Foshan mengatakan, dua pengemudi kendaraan yang melindas Yue Yue sudah ditahan dan segera diadili. Salah seorang pelaku ditahan malam setelah kejadian, sementara pengemudi lain menyerahkan diri tiga hari kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : AFP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1441993558978047015?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1441993558978047015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/bocah-yang-telindas-itu-akhirnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1441993558978047015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1441993558978047015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/bocah-yang-telindas-itu-akhirnya.html' title='Bocah yang Telindas Itu Akhirnya Meninggal'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-I42N3ECCH-M/TqJAKNjMEEI/AAAAAAAABjs/qbKTzSVlXkU/s72-c/1420352620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7251385893928188561</id><published>2011-10-22T10:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T10:25:44.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Diskriminasi atas Lembaga Pendidikan Swasta Dihapus</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Khaerudin | Robert Adhi Ksp | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 09:09 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZZSQiJIlAPk/TqI3qu7TicI/AAAAAAAABjk/n_8Z5gQ3PCk/s1600/2033333620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZZSQiJIlAPk/TqI3qu7TicI/AAAAAAAABjk/n_8Z5gQ3PCk/s400/2033333620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompas/Yuniadhi Agung&lt;br /&gt;Ketua umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersyukur Mahkamah Konstitusi akhirnya menghapus diskriminasi terhadap lembaga pendidikan dasar yang dikelola masyarakat atau swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Achmad Masjkur dari Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Pekalongan Jawa Tengah bersama koleganya, Suster Maria Bernardine dari Lembaga Pendidikan Santa Maria mengajukan uji materi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ke Mahkamah Konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 55 Ayat 4 UU No. 20/2003 sebelumnya berbunyi "Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah". Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kata "dapat" dalam Pasal 55 Ayat 4 tersebut membuka peluang bagi terjadinya ketidakadilan dan diskriminasi terhadap lembaga pendidikan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MK kemudian melalui putusannya menyatakan kata "dapat" dalam Pasal 55 Ayat 4 UU No. 20/2003 bertentangan dengan UUD 1945 jika dimaknai berlaku bagi jenjang pendidikan dasar yang berbasis masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan putusan ini artinya pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan bantuan teknis, sumber dana, dan sumber daya lainnya kepada lembaga pendidikan swasta. Kami patut bersyukur atas putusan ini," kata Said di Jakarta, Jumat (21/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said mengatakan selama ini sudah bukan rahasia lagi masih berlangsung perlakuan yag tidak adil dan diskriminatif dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan swasta. "Tentu ironis jika upaya untuk memajukan pendidikan nasional justru terkendala oleh perlakuan seperti itu. Padahal dari segi jumlah presentase lembaga pendidikan swasta sangat signifikan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nasional jumlah sekolah negeri mencapai 67 persen dan sisanya dikelola oleh masyarakat. "Sedangkan madrasah malah hanya sekitar 13 persen yang negeri sementara 87 persen lainnya dikelola oleh masyarakat," kata Said. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7251385893928188561?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7251385893928188561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/diskriminasi-atas-lembaga-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7251385893928188561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7251385893928188561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/diskriminasi-atas-lembaga-pendidikan.html' title='Diskriminasi atas Lembaga Pendidikan Swasta Dihapus'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZZSQiJIlAPk/TqI3qu7TicI/AAAAAAAABjk/n_8Z5gQ3PCk/s72-c/2033333620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2747832547389493342</id><published>2011-10-20T12:03:00.000+07:00</published><updated>2011-10-20T12:03:27.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Benarkah Masyarakat China Jadi Apatis?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Egidius Patnistik | Kamis, 20 Oktober 2011 | 09:53 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--ZITXpbo4ic/Tp-rf-lHb3I/AAAAAAAABjc/7AJJ-IMmQIc/s1600/1416247620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/--ZITXpbo4ic/Tp-rf-lHb3I/AAAAAAAABjc/7AJJ-IMmQIc/s400/1416247620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AP&lt;br /&gt;Yue Yue, bocah dua tahun dari Provinsi Guandong, China, yang terlindas mobil dua kali dalam waktu kurang dari lima menit dan diabaikan oleh 18 pelintas ketika ia sekarat di jalanan sudah stabil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BEIJING, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Gambar video tentang seorang bocah China yang ditabrak lari dan dibiarkan sekarat oleh 18 pelintas di pasar yang sibuk di kota Foshan, Provinsi Guandong, Kamis (13/10/2011), memunculkan pertanyaan. Ada apa dengan masyarakat negara itu. Benarkah mereka telah jadi apatis, tak peduli dengan sesamanya yang sedang celaka. Kalau benar, mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video yang diambil dari rekaman kamera pemantau dan diposting di YouTube serta situs sejenis di China, Youku, memperlihatkan, seorang pengemudi van menabrak bocah dua tahun itu, yang bernama Yue Yue. Van itu hanya berhenti sejenak tetapi kemudian melaju lagi. Adegan selanjutnya sulit dipercaya! Selama tujuh menit tercatat 18 orang melintas dan melihat bocah itu terkapar-sekarat dalam kubangan darah tetapi tak seorang pun yang berhenti untuk menolongnya. Dalam selang waktu itu, Yue Yue justru dilindas lagi oleh sebuah truk. Seorang perempuan pemulung, Chen Xianmei (58 tahun), orang ke 19 yang melintas. Baru dia yang tergerak hatinya. Chen memindahkan bocah itu sebelum ibunya sendiri datang dan menggendongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap apatis para pelintas itu memicu kecaman dan debat emosional tentang kondisi moralitas masyarakat China yang tengah berkembang pesat secara ekonomi. Sejumlah pengguna media sosial di China telah menyuarakan bahwa ketidakpedulian warga atas gadis cilik itu sebagai tanda sebuah masyarakat yang moralnya memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sina Weibo, situs microblogging China yang mirip Twitter, kisah itu terus menjadi topik utama. Pada saat bersamaan di situs itu muncul kampanye online bertopik "stop apatisme". Seorang pengguna Sina Weibo menyebut kejadian itu "memalukan orang-orang China". Pengguna lain, Xiaozhong001 menulis, "Sesungguhnya, ada apa dengan masyarakat kita? Saya melihat kejadian ini dan hati saya jadi beku." Microblogger lain yang menyebut dirinya Patton Yu menulis, "Bangsa macam apa ini?" "Masyarakat ini sakit parah," komentar microblogger lain. "Bahkan kucing dan anjing pun tidak seharusnya diperlakukan tanpa perasaan seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden itu pun menjadi berita media-media arus utama dunia, dengan pertanyaan mendasar, apakah apatisme jadi trend umum di China. Jika ya, mengapa? New York Times dalam sebuah artikel di situsnya yang terbit Rabu yang mengulas peristiwa itu, memuat prolog tentang sebuah peristiwa lain yang terjadi Jumat, sehari setelah drama tagis di pasar Fosham itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa Jumat itu, seorang perempuan yang tampaknya ingin bunuh diri melompat ke danau di Hangzhou, sebuah kota di barat daya Shanghai. Ketika perempuan itu tampaknya mulai tenggelam, seorang perempuan, yang secara luas dilaporkan sebagai turis Amerika, langsung menanggalkan mantelnya. Perempuan itu terjun juga ke air, lalu berenang ke arah orang yang mau bunuh diri. Secara tangkas si penolong menarik perempuan itu ke tepi danau. Kemudian, ketika melihat perempuan itu selamat, si penolong pergi tanpa memberitahukan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kejadian itu tentu tak dapat dikatakan mewakili moralitas dari dua bangsa itu. Namun ribuan microblogger di China telah menggunakan dua kejadian itu, yang satu memperlihatkan sifat tak berperasaan dan yang lain menunjukkan heroisme, sebagai bahan bakar dalam perdebatan memilukan atas apakah masyarakat China tidak berbelas kasih dan, jika benar demikian, mengapa. Topik itu jadi perbincangan nasional dan semakin umum. Sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya di negara yang media cetak dan media penyiarannya sebagian besar tetap dikendalikan Partai Komunis yang lebih tertarik dalam mengarahkan opini publik daripada merefleksikan suasana bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang microblogger berkata tentang  penyelamatan di Hangzhou. "Kemarin  Obama minum bir dengan pekerja konstruksi yang kehilangan pekerjaan. Hari ini, saya membaca sebuah cerita tentang seorang turis Amerika yang melompat  ke dalam air untuk menyelamatkan seseorang. Saya akhirnya menyadari mengapa Amerika menjadi negara yang kuat dan akan terus menjadi yang terkuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booming ekonomi China dan kesenjangan yang menganga antara yang kaya dan miskin telah membuat perubahan nilai-nilai sosial menjadi topik perdebatan. Sejumlah orang meratapi bahwa materialisme telah menggantikan moral. Materialisme dinilai telah menjadikan orang-orang China bak mayat berjalan, tak punya spirit untuk berbelas kasih. Konsep ying yang, yang mengutamakan kesimbangan, dalam konteksnya ini berarti antara yang material dan yang spiritual, yang menjadi prinsip dasar filsafat China seakan hilang tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejumlah orang menduga, sistem hukum negara itu mungkin telah menghalangi munculnya orang Samaria yang murah hati, yang mau membantu mereka yang mengalami kecelakaan. Media Kanada, Toronto Star, dalam situsnya, Rabu, menulis bahwa di Ontario, dan sejumlah tempat lain di dunia, ada undang-undang tentang orang Samaria yang murah hati yang melindungi orang yang tidak profesional secara medis yang melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di tempat kejadian. Di banyak negara Eropa, seperti Perancis dan Jerman, UU tentang Orang Samaria yang Murah Hati malah mengharuskan warga yang ada di lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di China, tidak ada UU semacam itu, kata Pitman Potter, seorang profesor hukum di University of British Columbia. Ketiadaan UU semacam itu, kata Potter menghalangi orang untuk membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang orang Samaria yang murah hati berasal dari Kitab Suci Kristen. Nabi Isa mengisahkan, ada seorang yang tengah bepergian, yang mungkin orang Yahudi tapi mungkin juga bukan. Orang itu dipukuli, dirampok dan dibiarkan sekarat di tengah jalan. Dua orang Yahudi, termasuk seorang imam, melintas tetapi mereka mengabaikan orang yang sekarat itu. Lalu orang Samaria lewat. Orang Samaria dan Yahudi sering berselisih. Namun orang Samaria itulah yang justru menolang si korban, yang mungkin saja seorang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di China, kata Potter, yang terjadi sebaliknya. "Orang telah digugat oleh keluarga orang yang terluka atau diminta bertanggung jawab oleh pihak berwenang. Maka, terlibat dalam hal seperti itu (menjadi orang Samaria yang murah hati) merupakan sesuatu yang orang hindari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2006, seorang pria Nanjing yang mendampingi seorang perempuan tua ke rumah sakit setelah perempuan itu mengalami patah kaki justru diperintahkan untuk membayar 40 persen tagihan rumah sakit perempuan itu. Alasannya? Tidak bisa dipercaya bahwa pria itu rela pergi sejauh itu demi membantu perempuan tersebut jika ia sama sekali tidak bertanggung jawab atas kecelakaan dan cedera yang dialami perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan pengadilan adalah, jika Anda tidak melakukannya, mengapa Anda harus membawa mereka ke rumah sakit? Tidak ada orang waras yang akan membawa mereka (ke rumah sakit)," kata Donald Clarke, seorang profesor hukum di George Washington University yang punya sebuah blog tentang hukum di China seperti dikutip Toronto Star.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sumber China juga menduga, sopir van itu membiarkan bocah itu tewas karena kompensasi untuk kematian seringkali lebih ringan daripada untuk sebuah cedera jangka panjang. Untuk yang terakhir itu, kompensasinya mungkin termasuk biaya medis dan kompensasi pendapatan atas hilangnya kesempatan kerja selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika dia (gadis itu) tewas, saya mungkin hanya membayar sekitar 20.000 yuan (3.180 dollar AS)," kata sopir van yang menabrak Yue Yue kepada China Daily sebelum dia menyerahkan diri kepada polisi. "Tapi jika dia cedera, itu mungkin membebani saya hingga ratusan ribu yuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China memperkenalkan asuransi wajib untuk mobil lima tahun lalu. Namun sebuah artikel di Hong Kong South China Morning Post pada awal tahun ini mengatakan, banyak pengemudi yang mengabaikan ketentuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Potter, pertangungan asuransi pribadi juga jarang. Itu berarti akan bijaksana secara finansial bagi pengemudi untuk melarikan diri dari kecelakaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2747832547389493342?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2747832547389493342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/benarkah-masyarakat-china-jadi-apatis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2747832547389493342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2747832547389493342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/benarkah-masyarakat-china-jadi-apatis.html' title='Benarkah Masyarakat China Jadi Apatis?'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--ZITXpbo4ic/Tp-rf-lHb3I/AAAAAAAABjc/7AJJ-IMmQIc/s72-c/1416247620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4734698818664930080</id><published>2011-10-16T14:05:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T14:05:49.053+07:00</updated><title type='text'>Unik : "Superhero" Phoenix Jones Justru Ditangkap Polisi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="submitted"&gt;Minggu, 16/10/2011 - 00:36&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Yl5KCetTYw4/TpqB6G6XEEI/AAAAAAAABjU/jPR5lrcqXfg/s1600/1610hero.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://3.bp.blogspot.com/-Yl5KCetTYw4/TpqB6G6XEEI/AAAAAAAABjU/jPR5lrcqXfg/s400/1610hero.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;MSNBC/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEATTLE, (PRLM).- Superhero yang biasanya membantu polisi mencegah  kejahatan hingga menangkap pelaku kejahatan, tidak berlaku bagi  superhero asal Seattle, AS. Seorang pemuda, Jones (23) yang menamai  dirinya superhero Phoenix justru diborgol polisi karena menyerang orang  lain menggunakan semprotan lada.&lt;br /&gt;Jones sengaja mengenakan kostum  dan topeng seperti Batman, hanya berbeda pada logo dan warna garis.  Phoenix digambarkan sebagai sosok misterius, mengenakan topng hitam  dengan siluet garis kuning, dan kostum yang menggambarkan tonjolan otot  lengan dan badan. "Phoenix ada di jalanan untuk membasmi kejahatan,"  ujar Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jurubicara kepolisian Seattle, Mark Jamieson  mengatakan, bukan karena berdandan dengan kostum superhero bisa  bertindak semaunya atau di atas garis hukum. "Kamu tidak boleh  menyemprotkan bubuk lada ke orang hanya karena kamu pikir mereka sedang  berkelahi," tegas Mark.&lt;br /&gt;Dalam statusnya di Facebook, Jones  menorehkan tulisan, dirinya tidak akan menyakiti orang lain jika orang  itu tidak mengancam hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berpratroli Phoenix  alias Jones ditemani mitranya, bukan Robin, namun "Ghost", lalu juru  kamera Ryan McNamee, dan penulis Tea Krulos, yang membuat buku  tentangkehidupan nyata sang superhero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada msnbc.com Krulos  menuturkan, kejadian sebenarnya adalah enam atau tujuh orang memukuli  dua orang lain. SAtu korban yang jatuh dikeroyok. Lalu datang sang  pahlawan Phoenix untuk membebaskan kedua orang yang menjadi  bulan-bulanan pengeroyok. (A-88)***&lt;br /&gt;&lt;span class="submitted"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4734698818664930080?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4734698818664930080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/unik-superhero-phoenix-jones-justru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4734698818664930080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4734698818664930080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/unik-superhero-phoenix-jones-justru.html' title='Unik : &quot;Superhero&quot; Phoenix Jones Justru Ditangkap Polisi'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Yl5KCetTYw4/TpqB6G6XEEI/AAAAAAAABjU/jPR5lrcqXfg/s72-c/1610hero.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-5588725437410160611</id><published>2011-10-16T13:55:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T13:55:22.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Perpustakaan Masih Dianggap Kurang Penting</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="submitted"&gt;Minggu, 16/10/2011 - 10:12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-y9czDBQx58Q/Tpp_p1VtuGI/AAAAAAAABjM/o7I_DbwLGk0/s1600/koleksi1_0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-y9czDBQx58Q/Tpp_p1VtuGI/AAAAAAAABjM/o7I_DbwLGk0/s400/koleksi1_0.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;SEJUMLAH pelajar dan warga membaca koleksi buku dari perpustakaan  keliling dalam rangkaian Roadshow Perputakaan Nasional dengan tema  "Gerakan Nasional Indonesia Membaca" di Jln. Al Fathu, Kecamatan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOREANG, (PRLM).- Keberadaan perpustakaan masih dianggap kurang  penting sehingga kurang diurus malah dibiarkan apa adanya. Padahal,  perpustakaan bisa berperan besar untuk mendidik masyarakat agar lebih  cerdas dan berwawasan luas.&lt;br /&gt;"Jumlah penduduk Kab. Bandung sebesar  3,2 juta orang atau terbesar kedua di Jawa Barat. Kalau kita tak bisa  mengelola SDM yang besar ini akan berdampak buruk untuk pembangunan,"  kata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, dalam roadshow gemar membaca di  depan Perpustakaan Kab. Bandung, Minggu (16/10).&lt;br /&gt;Untuk  pengembangan perpustakaan, kata Dadang, harus didukung dengan manusia  yang baik, jaringan, maupun dukungan anggaran. "Perpustakaan desa masih  harus dibenahi karena keterbatasan manusia pengelolanya," katanya.&lt;br /&gt;Sedangkan  Kepala Perpustakaan Nasional, Dra. Hj. Sri Sularsih mengatakan,  perpustakaan merupakan sarana belajar sepanjang hayat. "Membaca  merupakan hal mudah karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.  Apalagi perpustakaan tidak memungut bidaya kepada pengunjungnya,"  katanya.&lt;br /&gt;Namun, perpustakaan juga harus melakukan inovasi atau  terobosan sehingga bisa menarik masyarakat. "Roadshow gemar membaca  merupakan salah satu terobosan agar masyarakat berbudaya membaca. Kita  harapkan masyarakat menjadi cerdas dan bermental baik serta sukses di  kemudian hari," katanya.(A-71/A-147)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-5588725437410160611?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/5588725437410160611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/perpustakaan-masih-dianggap-kurang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5588725437410160611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/5588725437410160611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/perpustakaan-masih-dianggap-kurang.html' title='Perpustakaan Masih Dianggap Kurang Penting'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-y9czDBQx58Q/Tpp_p1VtuGI/AAAAAAAABjM/o7I_DbwLGk0/s72-c/koleksi1_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-983042618674470250</id><published>2011-10-15T10:07:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T10:07:30.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Kawih Sunda Masih Digemari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jumat, 14/10/2011 - 21:46&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1O4h9kWsbcU/Tpj40s7U5LI/AAAAAAAABjE/Z0cNCr0CAbM/s1600/1410pasanggiri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-1O4h9kWsbcU/Tpj40s7U5LI/AAAAAAAABjE/Z0cNCr0CAbM/s400/1410pasanggiri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;RETNO HY/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ACARA "Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011" di gedung Lokantara Budaya RRI Bandung, Jalan Diponegoro Bandung, Jumat (14/10).*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG, (PRLM).- “Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011” menjadi bukti kalau kesenian kawih Sunda masih diminati oleh generasi muda. Meski baru diselenggarakan untuk pertamakalinya oleh Pangauban Kawih Sunda Jawa Barat, jumlah peserta mencapai 176 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak munculnya gagasan diselenggarakannya Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat pada Maret lalu bersama Almarhumah Euis Komariah, menurut Eka Gandara, ada rasa pesimis kalau jumlah peserta akan mencapai diatas seratus orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu itu almarhumah (Euis Komariah) mengatakan paling banter pesertanya hanya mencapai empat puluh orang, nyatanya bias mencapai seratus tujuh puluh lebih,” ujar Eka Gandara, selaku Ketua Penyelenggara Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011 yang juga Dewan Pembina Pangauban Kawih Sunda Jawa Barat, di sela-sela “Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011”, Jumat (14/10), di gedung Lokantara Budaya RRI Bandung, Jalan Diponegoro Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Eka, “Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011” diikuti 176 peserta dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat, dengan dibagi dua katagori, remaja dan dewasa. Peserta remaja puteri sebanyak 63 orang, putera 33 orang, untuk katagori dewasa, peserta puteri 40 orang dan putera 38 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lagu wajib yang harus dibawakan untuk remaja dan dewasa puteri, “Naon Lepatna” dan “Sariap Layung di Gunung”. Sementara untuk putera, kawih “Puspita” dan “Salam Manis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata Kawih Sunda masih digemari oleh anak-anak muda. Buktinya, pasanggiri saat ini diikuti lebih dari seratus peserta, kini tinggal langkah konkret dari pemerintah sebagai fasilitator,” ujar Eka. (A-87/das)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-983042618674470250?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/983042618674470250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/pasanggiri-kawih-sunda-jawa-barat-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/983042618674470250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/983042618674470250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/pasanggiri-kawih-sunda-jawa-barat-2011.html' title='Pasanggiri Kawih Sunda Jawa Barat 2011'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1O4h9kWsbcU/Tpj40s7U5LI/AAAAAAAABjE/Z0cNCr0CAbM/s72-c/1410pasanggiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-1225135483656802739</id><published>2011-10-12T14:34:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T14:34:26.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Wow, Ada 10 Taman Wisata Alam di NTB</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| kadek | Rabu, 12 Oktober 2011 | 14:03 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-raJ9WEyQM6I/TpVC5XyjrDI/AAAAAAAABi8/8kz1afghC54/s1600/1346278620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://4.bp.blogspot.com/-raJ9WEyQM6I/TpVC5XyjrDI/AAAAAAAABi8/8kz1afghC54/s400/1346278620X310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT &lt;br /&gt;Pulau Satonda yang menghadap Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/6/2011). Pulau gunung api seluas 2.600 hektare ini dijadikan taman wisata laut yang memiliki danau air asin di tengah pulau. Diperkirakan danau terbentuk akibat letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami hingga menerjang kaldera Gunung Satonda pada tahun 1815.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;MATARAM, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat terus berupaya mengembangkan 10 taman wisata yang dikelolanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengembangan taman wisata juga mengacu kepada visi dan misi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menargetkan satu juta wisatawan melalui program ’Visit Lombok-Sumbawa 2012’," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Tri Prasetyo, di Mataram, Rabu (12/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutkan 10 taman wisata yang berada di bawah pengelolaan BKSDA NTB yakni taman wisata alam Kerandangan, taman wisata alam Suranadi, taman wisata Pelangan, dan Bangko-Bangko di Sekotong. Keempat taman wisata alam itu berada di Kabupaten Lombok Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di Kabupaten Lombok Tengah, kata dia, ada taman wisata Gunung Tunak dan taman wisata Tanjung Tampa. Lokasinya berada di sekitar kawasan pantai Lombok Tengah bagian selatan yang sudah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata oleh pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh taman wisata alam di Pulau Lombok, NTB, tersebut bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dari Kota Mataram ibu kota Provinsi NTB," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasetyo menambahkan, lima taman wisata lainnya yang berada di sejumlah kabupaten di Pulau Sumbawa adalah taman wisata alam Danau Rawa Taliwang di Kabupaten Sumbawa Barat, taman wisata alam Pulau Moyo dan Semongkat di Kabupaten Sumbawa, taman wisata alam Madapangga dan Pulau Satonda di Kabupaten Dompu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wisatawan yang ingin menuju taman wisata alam di Pulau Sumbawa itu harus melalui perjalanan darat dari Kota Mataram menuju Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur, selanjutnya menggunakan kapal laut menuju pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di pelabuhan Poto Tano, kata dia, wisatawan kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan darat agar bisa sampai ke taman wisata alam yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, untuk menuju pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa Besar dan Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, wisatawan harus menyewa perahu di sejumlah pelabuhan tradisional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke seluruh taman wisata alam tersebut dengan melakukan pembenahan dari sisi fasilitas pendukung seperti tempat peristirahatan yang layak agar pengunjung dapat menikmati keindahan panorama alam dengan yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata dia, tingkat keamanan dan kondusivitas daerah juga menjadi faktor pendukung yang tidak bisa dipisahkan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten/kota terus berkoordinasi dalam rangka memberikan penyuluhan kepada masyarakat di sekitar lokasi taman wisata alam agar ikut mendukung upaya peningkatan kunjungan wisatawan dengan cara menjaga kondusifitas daerah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan berkembangnya wisata di NTB, yang akan menerima dampak positif ekonomi bukan hanya pemerintah, melainkan juga masyarakat. &lt;br /&gt;Sumber : ANT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-1225135483656802739?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/1225135483656802739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/wow-ada-10-taman-wisata-alam-di-ntb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1225135483656802739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/1225135483656802739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/wow-ada-10-taman-wisata-alam-di-ntb.html' title='Wow, Ada 10 Taman Wisata Alam di NTB'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-raJ9WEyQM6I/TpVC5XyjrDI/AAAAAAAABi8/8kz1afghC54/s72-c/1346278620X310.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-664487482168412482</id><published>2011-10-12T14:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T14:22:45.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pameran Kriya Awi “Awi Goes to Mall” Menarik Perhatian Pengunjung</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selasa, 11/10/2011 - 17:34&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nzwiHxyDDCs/TpVAEuc0VWI/AAAAAAAABi0/LGEK9K8dPEo/s1600/1110bambu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://4.bp.blogspot.com/-nzwiHxyDDCs/TpVAEuc0VWI/AAAAAAAABi0/LGEK9K8dPEo/s400/1110bambu1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;RETNO HY/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;KEPALA Seksi Perlindungan Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, Dra. Nita Julianita, menerangkan kepada pengunjung tentang nama dan fungsi alat yang dipamerkan di pameran Kriya Awi “Awi Goes to...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG,(PRLM).- Hari pertama penyelenggaraan pameran Kriya Awi “Awi Goes to Mall” yang menampilkan tujuh puluh lebih koleksi Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, di lantai satu Bandung Indah Plaza Jalan Merdeka mengundang perhatian. Berbagai benda koleksi dari bambu berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang dipamerkan tidak hanya dilihat, tetapi juga dipegang dan dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini benar-benar sangat luar biasa dan merupakan terobosan sangat bagus yang dilakukan museum (Sri Baduga). Kalau disimpan terus di museum dan tidak dipamerkan seperti ini, saya yang sudah berusia enam puluh benar-benar sudah lupa akan alat-alat yang dulu sering digunakan kakek nenek dan ayah ibu,” ujar Hadi Sucipto (63) warga Jalan Tubagus Ismail yang mengaku sudah lupa nama perkakas ataupun alat-alat rumah tangga dan perdagangan yang dipamerkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Hadi Sucipto, sejumlah pengunjung juga mengalami hal yang sama. Semisal alat-alat perdagangan, sudung, naya, buleng, cireng, sumbul dan lainnya. “Kami benar-benar tidak menyangka kalau apresiasi dari pengunjung BIP ini begitu tinggi hingga mereka bertahan berjam-jam untuk bertanya semua barang yang dipamerkan. Mereka kembali mengingat-ingat dan mencoba mengenang akan masa lalu saat peralatan dari bambu masih menjadi alat bantu sebelum adanya alat-alat dari plastik,” ungkap Kepala Seksi Perlindungan Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, Dra. Nita Julianita, kepada PRLM disela-sela kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Nita, pameran Kriya Awi “Awi Goes to Mall” yang akan berlangsung hingga Minggu (16/10) mendatang selain menampilkan koleksi museum (Sri Baduga)dari bambu, juga menggelar aneka seni tradisi. Kesenian-kesenian yang ditampilkan untuk menghibur pengunjung diantaranya, kesenian kecapi suling, tembang Sunda Cianjuran, Celempungan, angklung dan lainnya. (A-87/kur)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-664487482168412482?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/664487482168412482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/pameran-kriya-awi-awi-goes-to-mall.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/664487482168412482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/664487482168412482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/pameran-kriya-awi-awi-goes-to-mall.html' title='Pameran Kriya Awi “Awi Goes to Mall” Menarik Perhatian Pengunjung'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nzwiHxyDDCs/TpVAEuc0VWI/AAAAAAAABi0/LGEK9K8dPEo/s72-c/1110bambu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-7297742558603258975</id><published>2011-10-12T14:04:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T14:04:02.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Rencana Iran Terbongkar, AS Terbitkan Peringatan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;| Egidius Patnistik | Rabu, 12 Oktober 2011 | 12:35 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-k-NqTSJcFzw/TpU7rr8qjfI/AAAAAAAABis/CYeP0w_nsRc/s1600/1234247p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-k-NqTSJcFzw/TpU7rr8qjfI/AAAAAAAABis/CYeP0w_nsRc/s400/1234247p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daily Mail&lt;br /&gt;Iran, menurut pihak AS, berencana menyerang kantor kedutaan Israel di Washington, seperti yang tampak dalam gambar ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat menerbitkan peringatan teror kepada warga dan diplomat internasionalnya, Selasa (11/10/2011) malam, setelah menyatakan sukses menggagalkan rencana Iran untuk membunuh Duta Besar Arab Saudi untuk Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Luar Negeri AS mengatakan, dugaan rencana itu mungkin mengindikasikan sebuah fokus yang lebih agresif Pemerintah Iran pada aktivitas teroris terhadap para diplomat dari negara-negara tertentu, termasuk kemungkinan serangan terhadap Amerika Serikat. "Warga AS yang tinggal dan bepergian ke luar negeri harus memantau Peringatan Departemen Luar Negeri dan informasi wisata lainnya ketika membuat keputusan mengenai rencana perjalanan dan kegiatan mereka selagi di luar negeri," kata peringatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat AS sebelumnya mengatakan, para petugas penegak hukum telah membongkar persekongkolan mengerikan yang direncanakan para petinggi Pemerintah Iran. Para elite di Pasukan Quds berupaya untuk memperoleh bahan peledak dari sebuah geng narkoba Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran membantah tuduhan itu. Negara itu mengatakan tuduhan tersebut sebagai sebuah "plot jahat". Bantahan itu disampaikan dalam sebuah pengaduan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di situ pula Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel telah merancang dan melakukan pembunuhan terhadap sejumlah ilmuwan nuklir Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling tuduh ini semakin memperburuk keretakan antara Washington dan Teheran. Hubungan kedua negara selama terganggu terkait dengan program nuklir Iran dan dukungan negara itu terhadap kelompok militan anti-Israel di Timur Tengah. &lt;br /&gt;Sumber : AFP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-7297742558603258975?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/7297742558603258975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/rencana-iran-terbongkar-as-terbitkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7297742558603258975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/7297742558603258975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/rencana-iran-terbongkar-as-terbitkan.html' title='Rencana Iran Terbongkar, AS Terbitkan Peringatan'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-k-NqTSJcFzw/TpU7rr8qjfI/AAAAAAAABis/CYeP0w_nsRc/s72-c/1234247p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-3931253088657887351</id><published>2011-10-12T13:57:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T13:57:49.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Liburan ala Backpacker untuk Mengenal Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sabtu, 01/10/2011 - 03:21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7SiPoqBFEIk/TpU6Sh_cGUI/AAAAAAAABik/NTXQukcTJvU/s1600/0110krakatau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-7SiPoqBFEIk/TpU6Sh_cGUI/AAAAAAAABik/NTXQukcTJvU/s400/0110krakatau.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;LINA NURSANTY/"PRLM"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PANORAMA Gunung Krakatau di Perairan Selat Sunda, Sabtu (23/9). Gunung Krakatau menjadi destinasi pariwisata lokal yang kian diminati para pendaki dan turis mancanegara. *&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRLM - JUMAT (22/9) pekan lalu, Edo (26) tergesa-gesa menyelesaikan pekerjaannya di sebuah kantor di Bandung. Aneka macam baju dan peralatan naik gunung terkemas rapi dalam tas ransel warna hitam yang ia simpan di kolong meja kerja. Tatkala jam kerja berakhir, bersama lima orang rekannya, Edo segera bergegas ke Terminal Leuwipanjang dan bertolak ke Pelabuhan Merak, Provinsi Banten menggunakan bus umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Merak, puluhan rekannya sesama backpacker sudah menunggu untuk bersama-sama menyeberangi Selat Sunda menuju Pelabuhan Bakauhuni menggunakan kapal laut. “Kami mau ke Gunung Krakatau,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi karyawan kantoran seperti Edo, perjalanan wisata murah di akhir pekan dengan gaya ala backpacker adalah sungguh menyenangkan. Selain murah, waktu yang dihabiskan tidak terlalu lama sehingga tidak menyita jatah cuti tahunan dari kantornya yang hanya diberikan tak lebih dari dua minggu per tahunnya. Tak ketinggalan, perjalanan seperti itu dapat mengakomodasi jiwa mudanya yang masih haus dengan agenda petualangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Merak, Edo segera berbaur dengan berbagai rekan yang baru dikenalnya pada saat itu. Mereka yang umumnya berusia muda kemudian saling berkenalan dan mengungkapkan jati diri seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peserta, Nia (32) adalah juga karyawan swasta yang bekerja di daerah industri Bekasi. Nia mengaku bergabung karena tahu dari teman. Sementara, yang lainnya ada yang mengaku tahu dari situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merogoh uang sebesar Rp 395.000, Edo dan Nia sudah dapat menikmati perjalanan selama tiga hari dua malam ke Gunung Krakatau dan pulau-pulau sekitarnya. Selain naik gunung, agenda perjalanan yaitu menginap di Pulau Sebesi dan snorkeling (berenang menggunakan alat pelindung pengindra di dalam air laut sehingga dapat menikmati indahnya panorama terumbu karang dan ikan-ikan) di beberapa pulau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tersebut sudah termasuk ongkos kapal laut Merak-Bakauheuni, sewa penginapan sederhana di Pulau Sebesi, retribusi pendakian gunung dan cagar alam, sewa kapal motor nelayan, makan minum selama perjalanan, dan sewa alat snorkeling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka jurus menekan biaya perjalanan adalah ciri khas kaum backpacker. Segala macam cara dilakukan dari mulai berburu tiket murah, penginapan termurah, tempat makan murah, dan sebagainya yang diusahakan diatur dengan biaya terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, mereka melakukan perjalanan seorang diri karena di situlah letaknya seni perjalanan ala backpacker. Namun, tak selamanya perjalanan solo seperti itu berlangsung lancar dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Edo harus merogoh uang Rp 3,5 juta untuk sewa kapal motor sederhana nelayan untuk berlayar ke Gunung Krakatau dan pulau-pulau lainnya di Selat Sunda jika ia melakukan perjalanan solo. Jika dilakukan bersama-sama, Edo dapat berbagi biaya sewa dengan teman-teman sesama backpacker lainnya untuk sewa kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator perjalanan, Wahyu Fritz mengatakan bahwa perjalanan kali itu ke Gunung Krakatau cukup mendapat respon yang antusias dari para backpacker. Sebab, perjalanan tergolong komplit dari mulai naik gunung, snorkeling di laut, hingga santai di pantai. “Pesertanya sekarang tergolong kebanyakan, ada 44 orang. Biasanya kami batasi 25 orang saja,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari, Fritz adalah karyawan bank swasta di Jakarta. Ia bersama isterinya, Frily, kerap menyelenggarakan perjalanan bersama ke pulau-pulau terpencil yang menarik bagi para petualang muda. “Pada dasarnya saya dan istri memang senang jalan-jalan, kemudian banyak teman yang meminta dikoordinir perjalanan, awalnya teman-teman yang sudah kenal saja, tapi kemudian sekarang meluas dari mulut ke mulut,” ujar Fritz yang sedang mengagendakan perjalanan berikutnya ke Pulau Belitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yudi, pengelola komunitas Wisata Gaya, perjalanan ke pulau-pulau kecil dan terpencil Indonesia semakin ramai pada dua dan tiga tahun terakhir. Ia sendiri memulai aktivitasnya sebagai penyelenggara perjalanan sejak tiga tahun lalu ke Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, masyarakat luas hanya mengenal beberapa pulau saja di area Kepulauan Seribu yang menarik dikunjungi seperti Pulau Bidadari. Namun, pengelolaannya cenderung diperuntukkan bagi kelas atas karena tergolong mahal. Maklum, hanya hotel dan cottage mewah yang dibangun di pulau-pulau tersebut. Sementara, pulau-pulau lainnya yang dihuni penduduk tidak dapat menikmati cipratan rezeki dari sektor pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah makin banyak pengunjung ke Pulau Tidung, membuat sektor pariwisata di pulau tersebut mulai menggeliat. Kuncinya, akses informasi, promosi, dan transportasi dibuat mudah dan terjangkau. Buktinya, sekarang Pulau Tidung dan beberapa pulau lainnya di gugusan Kepulauan Seribu menjadi semakin populer sebagai destinasi wisata lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Yudi maupun Fritz mengaku semakin mengagumi keindahan alam Indonesia sejak menekuni hobi perjalanan ke pulau-pulau kecil. Sayang, hal itu belum banyak diketahui orang Indonesia sendiri karena minimnya informasi, promosi, dan sulitnya akses transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai sebuah negeri dengan ribuan gugusan pulau sesungguhnya memang menawarkan pesona alam yang indah. Bagi sebagian besar anak-anak muda di kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang terbiasa dengan kehidupan di darat, kadang kenyataan Indonesia sebagai negara kepulauan itu belum bisa dipahami kecuali jika sudah melakukan perjalanan ke pulau-pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kehadiran komunitas backpacker seperti ini turut membantu membuka akses promosi melakukan perjalanan ke pulau-pulau kecil di tanah air. (Lina Nursanty/”PRLM”/A-88)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-3931253088657887351?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/3931253088657887351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/liburan-ala-backpacker-untuk-mengenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3931253088657887351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/3931253088657887351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/10/liburan-ala-backpacker-untuk-mengenal.html' title='Liburan ala Backpacker untuk Mengenal Indonesia'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7SiPoqBFEIk/TpU6Sh_cGUI/AAAAAAAABik/NTXQukcTJvU/s72-c/0110krakatau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-8976198807461630728</id><published>2011-09-16T11:03:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T11:03:12.661+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Pelajaran Penting dari Deen Haag</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ary Wibowo | Heru Margianto | Jumat, 16 September 2011 | 09:58 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uA7M3EcxT3A/TnLKayawogI/AAAAAAAABig/dsGtQWjvJLM/s1600/0834251620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-uA7M3EcxT3A/TnLKayawogI/AAAAAAAABig/dsGtQWjvJLM/s400/0834251620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Radio Nederland&lt;br /&gt;Pemakaman korban Rawagede, Karawang, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengapresiasi tindakan Pengadilan Deen Haag, Belanda, atas putusannya memenangkan gugatan janda korban Pembantaian Rawa Gede, 1974 dan mengakui negaranya bersalah dalam peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Kontras Haris Azhar menilai, putusan itu merupakan bentuk penegakan hukum independen dan berintegritas yang harus dijadikan inspirasi bagi penegakan hukum di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya hal ini bisa memberikan inspirasi bagi akuntabilitas dan penuntasan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat yang terjadi di Indonesia, terutama yang terjadi di masa lalu," ujar Haris dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, di Jakarta, Jumat (16/9/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugatan hukum ini diajukan 11 janda korban brutalitas tentara Belanda pada 9 Desember 1947, dua tahun paska-kemerdekaan Indonesia. Gugatan dilakukan sejak 2008 di Pengadilan Belanda di Den Haag. Pada 14 September 2011 Pengadilan memutuskan, Pemerintah Belanda dinyatakan bersalah dan harus membayar kompensasi kepada para keluarga korban peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haris, keputusan tersebut memberikan sejumlah pembelajaran penting bagi Indonesia. Pengadilan Belanda telah mempertimbangkan fakta pelanggaran HAM meskipun terjadi di masa lalu yang dilakukan oleh pasukan Belanda kepada populasi sipil Indonesia di Rawagede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengadilan Belanda, kata Haris, menunjukkan keberpihakkannya kepada penghormatan HAM dan pemenuhan hak korban pelanggaran HAM dengan menolak penerapan statute of limitation atau kejadian yang telah kedaluarsa yang terjadi lebih dari lima tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan kata lain pengadilan Belanda telah mengakui bahwa sebuah pelanggaran HAM yang berat tidak mengenal kedaluarsa selama keadilan, terutama untuk korban, belum terpenuhi," jelas Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan, pengadilan Belanda juga telah menunjukan independensinya dengan bergeming atas bantuan Pemerintah Belanda kepada masyarakat Rawagede sebelum putusan ini dikeluarkan dan mengajukan permintaan maaf berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, menurut Haris, tidak menjadi pertimbangan untuk meniadakan tanggung jawab hukum pemerintah Belanda atas para korban. "Putusan itu juga menegaskan konteks tanggung jawab otoritas negara atas praktik pelanggaran HAM di masa lalu. Dan, Belanda juga memberikan pengakuan hukum atas sejarah kelam praktik buruk di masa paska-kemerdekaan Indonesia, lebih dari 60 tahun yang lalu. Ini yang harus dijadikan inspirasi penegakan hukum di negeri kita," kata Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian di Rawagede menginspirasi sajak Chairil Anwar, "Karawang-Bekasi". Tentara Belanda yang mencari pejuang kemerdekaan Lukas Kustario memasuki Desa Rawagede dan mengeksekusi penduduk laki-laki karena menolak memberi informasi mengenai kapten Kustario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan jumlah korban tewas dalam pembantaian tersebut bervariasi, mulai dari 150 orang hingga lebih dari 430 orang. Sebagian besar penduduk laki-laki desa Rawagede dieksekusi. Menurut saksi mata, para lelaki tersebut dijejerkan dan ditembak mati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-8976198807461630728?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/8976198807461630728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/pelajaran-penting-dari-deen-haag.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8976198807461630728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/8976198807461630728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/pelajaran-penting-dari-deen-haag.html' title='Pelajaran Penting dari Deen Haag'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uA7M3EcxT3A/TnLKayawogI/AAAAAAAABig/dsGtQWjvJLM/s72-c/0834251620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-4675585574262183377</id><published>2011-09-16T11:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T11:00:46.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astronomi'/><title type='text'>Ditemukan, Planet dengan Dua Matahari</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;ASTRONOMI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dahono Fitrianto | Marcus Suprihadi | Jumat, 16 September 2011 | 07:31 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gbbvGyZSS9w/TnLJ09oMB3I/AAAAAAAABic/goKuocOlsT0/s1600/1036431620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-gbbvGyZSS9w/TnLJ09oMB3I/AAAAAAAABic/goKuocOlsT0/s400/1036431620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NASA/Kepler Mission&lt;br /&gt;Planet Kepler menurut rekaan artis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Masih ingat gambaran planet Tatooine, rumah Luke Skywalker dalam film Star Wars yang memiliki dua matahari? Planet seperti itu ternyata benar-benar ada di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli astronomi AS mengumumkan penemuan planet dengan dua matahari tersebut dalam jurnal ilmiah Science terbaru, Kamis (15/9/2011). Planet yang diberi nama Kepler-16b itu berukuran hampir sama dengan planet Saturnus di Tata Surya kita, dan terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini terletak pada jarak sekitar 105 juta kilometer dari dua bintang induknya, dan memiliki periode orbit 229 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planet tersebut ditemukan menggunakan teleskop angkasa Kepler, yang memantau tak kurang 155.000 bintang. "Penemuan ini sangat mengejutkan. Sekali lagi, sesuatu yang dulu hanya ada di kisah sains-fiksi, kini menjadi kenyataan," ungkap Alan Boss dari Carnegie Institution for Science Department of Terrestrial Magnetism, salah satu astronom yang menulis artikel ilmiah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang menemukan Kepler-16b ini dipimpin oleh astronom Laurance Doyle dari lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute yang bermarkas di California, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, para astronom dari seluruh dunia sudah melihat beberapa planet yang mereka yakini mengorbit dua bintang sekaligus. Akan tetapi, mereka belum pernah melihat planet-planet tersebut melintas langsung di depan dua mataharinya, sehingga penemuan ini menjadi bukti pertama adanya planet dengan dua matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepler-16b adalah contoh pertama dan tak diragukan lagi dari sebuah planet sirkumbinari, yakni planet yang mengorbit dua bintang sekaligus. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Tata Surya kita hanyalah satu bentuk variasi sistem planet yang bisa diwujudkan oleh alam." Ungkap Josh Carter dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang juga turut terlibat dalam penemuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada makhluk yang mendiami planet tersebut, mereka bisa menikmati saat-saat senja dengan dua matahari yang terbenam, seperti dialami Luke Skywalker dalam Star Wars. Namun, kemungkinan adanya makhluk hidup mirip manusia di planet ini sangat kecil, mengingat suhu permukaannya sangat rendah, yakni berkisar antara minus 73 sampai minus 101 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu rendah ini dimungkinkan karena meski memiliki dua matahari, ukuran kedua bintang induk tersebut jauh lebih kecil dibanding Matahari kita dan memancarkan energi yang lebih kecil. Massa salah satu bintang tersebut hanya seperlima dari massa Matahari, dan bintang kedua hanya memiliki 69 persen massa Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikelilingi oleh planet Kepler-16b ini, dua bintang tersebut saling mengorbit satu sama lain dalam sebuah "dansa angkasa" dengan periode orbit 41 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-4675585574262183377?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/4675585574262183377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/ditemukan-planet-dengan-dua-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4675585574262183377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/4675585574262183377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/ditemukan-planet-dengan-dua-matahari.html' title='Ditemukan, Planet dengan Dua Matahari'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10942641718878405832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_I46lgQOsEgc/R-somYGOiOI/AAAAAAAAADE/J0My9g2esro/S220/u+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gbbvGyZSS9w/TnLJ09oMB3I/AAAAAAAABic/goKuocOlsT0/s72-c/1036431620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-140987105219530065.post-2721776495699331305</id><published>2011-09-13T12:58:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T12:58:26.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Jangan Telanjang Sembarangan, Nanti Tertangkap Google</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pepih Nugraha | Selasa, 13 September 2011 | 12:47 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-avA9vtTvD9w/Tm7w1ZYRx9I/AAAAAAAABiY/HJta7CGQQmk/s1600/0814442p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://4.bp.blogspot.com/-avA9vtTvD9w/Tm7w1ZYRx9I/AAAAAAAABiY/HJta7CGQQmk/s400/0814442p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Seb Ruiz&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; The Google Street View car in Sydney.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang wanita sedang (maaf) telanjang di depan rumahnya tertangkap kamera Google Street View di Miami. Kontan saja, berbagai situs memberitakan hal ini dan kembali menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana privasi semakin tidak berarti di zaman teknologi seperti sekarang ini. CNET, Gizmodo dan banyak situs lainnya memberitakan hal ini beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jurnalis warga Kimi Raikko menulis pandangannya di media warga  Kompasiana, mengenai layanan baru dari Google bernama Google Street View ini. Layanan ini dapat diaplikasikan untuk berbagai kepentingan di sebuah web, misalnya untuk "menyiarlangsungkan" sebuah acara atau sekadar menelusuri tempat-tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penuturan lengkap Kimi Raikko yang pernah meraih penghargaan lomba menulis yang diadakan Kompasiana beberapa waktu lalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gizmodo, seorang wanita yang sepertinya sedang bingung tertangkap kamera Google Street View ketika ia sedang telanjang di depan rumahnya. Sepertinya wanita tersebut berada di tempat dan waktu yang salah saat sedang telanjang. Menurut salah satu komentar, sepertinya wanita tersebut sedang mandi/mencuci, kemungkinan air kran ke rumahnya mati dan menggunakan banyak galon untuk menampung air. Sayangnya saat hendak mengambil air di galon yang berada di halaman depan rumahnya, ia tidak mengenakan apa-apa alias telanjang. Saat keluar dengan telanjang tersebut, kamera Google Street View menangkap fenomena langka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja foto ini sempat beredar di Google Street View. Namun beberapa saat kemudian Google menyamarkan foto tersebut dengan memberi sentuhan airbrush pada bagian-bagian penting dari tubuh perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CNET melaporkan dalam kasus ini sepertinya wanita tersebut terekam oleh kendaraan Google Street View. Gambar telanjang perempuan tersebut sempat menghiasi halaman Google Street View sepanjang malam, namun pada pagi harinya ditutupi. Gambar yang masih tersisa hanya gambar rumah dan gambar buram dari (seperti) hantu telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, terutama di Amerika Serikat, mengapa tidak ada wilayah privasi. Mengapa seseorang yang sepertinya karena suatu alasan tertentu sehingga tidak memakai apa-apa saat di depan rumahnya harus terekam oleh kamera Google. Pertanyaan sebaliknya juga bisa diberikan mengapa harus telanjang kalau berada di luar rumah? Apa wanita ini tidak sadar bahwa bila telanjang bisa saja tertangkap oleh kamera, tidak saja Google Streeet View, tetapi juga kamera orang lain yang kebetulan melintas saat wanita tersebut keluar rumah dengan telanjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pixiq.com melaporkan bahwa wanita yang tertangkap kamera Google Street View tersebut cukup cerdas menutupi wajahnya dengan tangannya. Namun hal ini tidak bisa menghalangi tersebarnya gambarnya ke seluruh dunia. Tentu saja hal insiden ini tidak diragukan lagi akan sekali lagi mengangkat isu tentang masalah privasi terhadap mobile camera Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2008, Departemen Pertahanan AS meminta Google untuk menghapus gambar dari sebuah pangkalan militer di Texas dan melarang Google untuk mengambil gambar instalasi militer lebih lanjut. Google setuju mematuhi larangan ini dan tidak mendapatkan konsekuensi hukum lebih lanjut. Di tahun yang sama, pasangan di Pennsylvania menggugat Google untuk privasi, pelanggaran, kelalaian, dan pengayaan tidak pantas setelah gambar rumah mereka diposting di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim menolak gugatan tersebut, namun mereka kemudian banding dan diizinkan untuk melanjutkan kasus tersebut dengan klaim peneroboson karena mobil kamera Google berada di jalan pribadi saat mengambil gambar rumah tersebut.Pasangan ini akhirnya memenangkan gugatan tersebut dan Google harus membayar ganti rugi sebesar satu dollar AS yang dengan senang hati dibayar oleh Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kasus  foto North Oaks, Minnesota yang merupakan komunitas pribadi. Google setuju untuk menghapus foto setelah ada permintaan dari  Dewan Kota North Oaks. Google sendiri mengatakan pihaknya sangat menghormati privasi terlepas di negara manapun kejadiannya dan telah menerapkan pengaburan wajah orang-orang yang tertangkap kameranya semenjak tahun 2008 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: CNET, Gizmodo, dan lainnya&lt;br /&gt;Sumber :Kompasiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/140987105219530065-2721776495699331305?l=aingkumaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aingkumaha.blogspot.com/feeds/2721776495699331305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/jangan-telanjang-sembarangan-nanti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2721776495699331305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/140987105219530065/posts/default/2721776495699331305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aingkumaha.blogspot.com/2011/09/jangan-telanjang-sembarangan-nanti.html' title='Jangan Telanjang Sembarangan, Nanti Tertangkap Google'/><author><name>ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/
