Rabu, 04 Agustus 2010

Berwisata ke Jogjakarta dan Magelang

Sekian lama berkutat dengan keyboard, monitor, dan printer serta setumpuk kertas yang membuat kondisi jasmani dan rohani menurun. Pada hari Jumat tanggal 23-25 Juli 2010 bersama keluarga besar sekantor akhirnya bisa menikmati liburan. Tempat yang menjadi tujuan wisata kami adalah Jogjakarta dan Magelang. Anda sekalian sudah bisa menebak kalau saya menyebutkan nama daerah itu. Benar, tujuan kami ke Candi Prambanan, Keraton Jogjakarta, dan terakhir ke Candi Borobudur.

Perjalanan menuju daerah Jateng merupakan hal yang pertama bagi saya, ketika SMP ada acara study tour ke Jogjakarta tidak bisa ikut, maklum tidak punya uang. Alhamdulilah, saya bisa menikmati acara liburan ke Jogjakarta dan sekitarnya dengan gratis.

Perjalan Bandung-Jogjakarta memang melelahkan, pagi hari kira-kira pukul lima sudah mulai memasuki daerah Jogjakarta, aromanya sudah mulai terasa. Saya mulai mengalihkan pandangan mata ke kiri dan ke kanan ternyata suasana kota Jogja memang beda dengan Bandung. Sepanjang trotoar jalan memasuki jantung kota tidak melihat pedagang di atas trotoar jalan, kalaupun ada yang berjualan menjorok kedalam tidak di atas trotoarnya. Setiap sudut kota terlihat bersih. Berbeda dengan kota Bandung, yang berjualan di atas trotoar sudah begitu banyak, mereka tidak peduli lagi dengan fungsi trotoar yang sebenarnya, selain dipakai untuk berjualan trotoar di kota Bandung berfungsi juga sebagai lalu lintas kendaraan roda dua. Begitu semrautnya kota Bandung.

Begitu asyiknya melihat kondisi kota Jogja, teman saya berujar, "Kok tidak ada angkot ya?" Mendengar teman saya berujar seperti itu saya baru menyadari, sepanjang jalan saya tidak menemukan angkot. Sekali lagi hal ini berbanding terbalik dengan kota Bandung yang saya cintai, angkot di mana-mana sungguh menyedihkan. Banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan tetapi biarlah gambar-gambar ini yang mewakili sambungan cerita saya.







Semoga senang menikmati gambar-gambar amatir saya.....

Terima kasih

Kamis, 04 Februari 2010

Datang-Pergi-Datang Lagi?

Perpisahan yang tidak bisa dielakkan lagi. Dirimu telah membantu ketenaran Persib kembali diperhitungkan di persepakbolaan Indonesia. Meskipun dirimu tidak main penuh satu putaran kompetisi. Dirimu sekarang sudah pergi, mudah-mudahan dirimu bisa kembali ke Persib di musim kompetisi yang akan datang.

Foto-foto dari www.simamaung.com

Thank You My Friends (Hatur Nuhun Sobat)

Ucapan terima kasih untuk Suchao Nutnum dan Sintaweechai "Kosin" Hathairattanakool.
Duo Thailand ini sudah membawa Persib ke peringkat ketiga klasemen sementara putaran pertama Indonesian Super League.

Sebenarnya saya ingin menonton ke stadion untuk mengabadikan momen-momen yang penuh emosional. Akan tetapi, berhubung saya bekerja jadi tidak bisa mengabadikan momen-momen penting.

Saya beruntung menemukan situs yang memuat momen-momen penting pertandingan Persib, meskipun tidak semua foto saya muat diblog ini tetapi Anda bisa mengunjungi di www.simamaung.com.

Selamat menikmati






Rabu, 03 Februari 2010

Koneksi Internet di Korsel Paling Cepat di Dunia

Rabu, 3 Februari 2010 | 08:26 WIB


SHUTTERSTOCK

TOKYO, KOMPAS.com - Negara-negara Asia Timur yang dipimpin oleh Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang, merupakan negara-negara yang memiliki jaringan kabel yang paling bagus di dunia dengan kecepatan berselancar melalui internet yang paling tinggi.

Korsel memiliki koneksi rata-rata yang paling cepat dan tinggi di seluruh dunia, yaitu 14,6 Megabytes per second (Mbps). Jepang menduduki peringkat kedua dengan rata-rata kecepatan internet 7,9 Mbps, yang kemudian diikuti oleh Hong Kong dengan 7,6 Mbps.

Hal tersebut mencuat dalam laporan yang dilakukan oleh network provider yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Akamai Technologies.

Negara lain yang berada dalam 10 besar di antaranya Romania, Swedia, Irlandia, Belanda, Swiss, Denmark dan Republik Ceko. Sementara itu, AS justru menduduki peringkat ke-18 dengan kecepatan rata-rata 3,9 Mbps.

Survei yang dilakukan oleh Akamai Technologies tersebut mengklasifikasikan koneksi 'broadband' dengan kecepatan 2 Mbps atau lebih, 'high broadband' dengan 5 Mbps atau lebih; sementara itu koneksi dengan 20 Mbps dikategorikan sebagai extremely high speed connectivity.

Di Korsel, 74 persen koneksi termasuk dalam high speed broadband. Ini merupakan ranking yang paling bagus di seluruh dunia. Sementara itu, kategori yang sama di Jepang hanya mencakup 60 persennya. dan di Hong Kong hanya 46 persennya.

'State of the Internet' dalam laporan Akamai menyebutkan, saat ini permintaan untuk konten online-video cukup tinggi. Itu sebabnya, koneksi yang dibutuhkan pun harus lebih cepat.(KONTAN/Femi Adi Soempeno)


Editor: wah

Kamis, 21 Januari 2010

Balong Food

Pada hari Minggu tanggal 10 Januari 2010, Saudaraku pulang dari Ciamis, tiba di Bandung kira-kira pukul 18.30. Saudaraku memberikan sekarung oleh-oleh. Setelah dibuka ternyata isinya singkong, beras, ada goreng ikan, cobek ikan gurame, dan udang.

Mengenai udang memang merupakan pesanan adikku yang sangat menggemari udang. Yang berbeda dari udang ini bukan dari laut tetapi dari balong (kolam) ikan biasa. Udang-udang ini memang belum saatnya dipanen masih harus menunggu beberapa minggu lagi.

Ternyata udang hasil panen pamanku memang sudah besar dan menggugah selera yang suka udang. Saya hanya bisa menatap udang-udang itu bukan apa-apa kalau makan udang saya bisa terserang alergi. Akan tetapi, begitu udang selesai dibersihkan hingga digoreng, warna udang begitu menggugah selera. Dua adikku begitu bernafsu melahap goreng udang oleh-oleh Saudaraku.

Ibuku membujuk untuk mencoba mencicipi goreng udang, awalnya aku menolak karena risiko alergi yang akan menimpa diriku. Apabila aku memakan hidangan dari laut aku akan menderita alergi. Bujukan ibuku yang membuat hati dan pikiran berubah, aku pun mencoba mencicipi goreng udang.

Satu goreng udang selesai ku makan, memang enak, akhirnya ibuku memberikan dua goreng udang lagi, ku lahap dua goreng udang itu dengan perasaan was-was.

Setelah beberapa jam memang ada rasa gatal-gatal di tubuh tetapi tidak terlalu parah hanya sebagian dan aku berusaha untuk tidak menggaruknya. Ternyata gatal-gatal itu hanya bersifat sementara mungkin hanya perasaanku saja.

Lebih dari tiga hari ternyata alergi itu tidak menerpa diriku.

Memelihara udang di balong (kolam) ikan untuk sementara tidak menimbulkan rasa gatal-gatal. Aku pun menjadi penasaran untuk makan hidangan balong food lagi.

Selamat menikmati!!!!!!



Senin, 18 Januari 2010

Pedagang Favorit

Setiap orang mempunyai pedagang yang dianggapnya favorit, apakah pedagang makanan, minuman, alat elektronik, kendaraan dan masih banyak lagi. Setiap orang punya alasan, apakah karena harganya, barangnya yang bagus (berkualitas), kondisi pedagang (baik, ramah, bisa diajak nego), atau karena jarak (lokasi: dekat, strategis) dan masih banyak alasan lain.

Sama halnya dengan Anda semua, saya juga mempunyai banyak pedagang yang dianggap favorit, akan tetapi untuk kali ini saya hanya mengkhususkan pada pedagang makanan, alasannya ya, karena makanan merupakan kebutuhan yang tidak bisa lepas dari keseharian kita walaupun banyak alasan lain.

Apabila pagi hari, waktunya sarapan di rumah belum tersedia makanan untuk sarapan paling cepat membeli makanan di luar, saya biasa membeli bubur nasi atau kupat tahu. Tukang bubur di sekitar rumah tempat saya tinggal memang banyak tetapi yang ada tukang bubur yang mangkal dekat rumah, harga lumayan terjangkau, rasanya enak.


Begitu pula dengan tukang kupat tahu, ada banyak tukang kupat tahu tetapi hanya ada tukang kupat tahu yang enak dan murah dalam arti terjangkau. Akan tetapi, sang tukang kupat tahu sudah meninggal beberapa bulan yang lalu (akibat kecelakaan lalu-lintas) sekarang digantikan oleh saudaranya. Hasilnya tetap enak dan harganya murah.

Sepulang dari kantor, sore hari ada banyak pedagang yang menjadi favorit tetapi hanya tukang gorengan (bala-bala, gehu, cireng, pisang, dan bandrek), tukang baso tahu serta tukang goreng ayam. Kedua pedagang ini memang menjadi favorit, karena selain harga yang murah, makanannya enak, lokasi juga cukup dekat dengan rumah. Khusus tukang baso tahu meskipun sering keliling tetapi dia mumpunyai beberapa tempat mangkal yang bisa dicari.




Apakah Anda mempunyai pedagang favorit dalam keseharian Anda?