Selasa, 10 Agustus 2010

Wisata Belanja Hari Minggu ke Gasibu Bandung

Seingat saya sewaktu masih SMP hingga SMA, mendengar kata Gasibu sudah langsung berujar tempat berolahraga umum depan Gedung Sate, selain tempat olahraga sering digunakan sebagai tempat latihan paskibraka, tempat kegiatan kegubernuran, tempat hiburan, atau tempat pameran.

Gasibu yang letaknya di Jalan Diponegoro berhadapan dengan Gedung Sate, tempat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Berkantor. Seiring berpacunya waktu, Gasibu yang dahulunya tempat berolahraga massal kini beralih fungsi menjadi tempat berjualan massal. Saya juga tidak mengerti mengapa sarana olahraga bisa berubah fungsi menjadi tempat berjualan. Kalau yang berjualan di sekitar Gasibu banyak, tetapi pada hari Minggu menjadi luar biasa, banyak sekali yang berjualan, hingga tidak ada lagi tempat untuk berolahraga, jangankan untuk berolahraga, jalan menuju Gasibu saja sudah macet.

Adiku sering pergi ke Gasibu, membeli baju, sepatu, serta pernak-pernik. Pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 aku diajak oleh adikku ke Gasibu. Aku ikut karena penasaran dengan kondisi Gasibu, seperti apa sih kondisinya. 

Dari rumah aku dan 2 adiku naik angkot jurusan Cileunyi-Cicaheum, turun di Cicaheum ganti angkot, naik angkot lagi jurusan Cicaheum-Ciroyom. Jalan Suci (Surapati-Cicaheum) menjadi lebih lebar tapi sayang tidak ada pohon-pohon rindang di pinggir jalannya. Baru pukul 9 pagi tapi sudah terasa panas. Mengapa setelah memperbaiki jalan tidak lagi menanam pohon agar menjadi teduh seperti ketika aku masih SMP. 

Angkot baru sampai Pusdai tetapi sudah terjebak kemacaetan, kami akhirnya memutuskan untuk turun dari angkot, begitu juga dengan penumpang yang lain segera turun dari angkot. 

Trotoar jalan sudah penuh oleh para pedagang, pinggir jalan sudah penuh oleh kendaraan roda dua yang dijaditan tempat parkir. Adiku mulai melihat ke kanan dan ke kiri apa saja yang sekiranya akan dibeli. Perjalanan menjadi lambat saking sesaknya oleh orang yang lalu lalang, ada yang sekadar melihat-lihat, ada yang membeli barang, ada yang sedang makan, pokonya penuh sesak. 

Menelusuri trotoar jalan sampai ke Jalan Diponegoro, wah penuh perjuangan. Ternyata ada beberapa  jalan yang sengaja ditutup. Keringat semakin bercucuran, adiku asyik mencari barang yang diinginkannya. Ini baru satu tempat, Gasibu, memang kalau hari Minggu di kota Bandung ada beberapa tempat berjualan seperti pasar tumpah, seperti, Samsat, Metro, dan Unpad Jatinangor. Mungkin masih banyak tempat yang menjadi pasar tumpah yang saya tidak tahu.

Untuk meminimalisasi penasaran, saya tampilkan dalam bentuk foto, apa yang terjadi pada Hari Minggu di daerah Gasibu, Bandung. Selamat menikmati....!!!!

 











Anda yang belum pernah ke Gasibu pada hari Minggu, silakan datang, hati-hati ada copet yang selalu mengintai Anda, tidak hanya uang yang jadi sasaran hp pun jadi sasaran empuk para "ahli kerajinan tangan" tersebut!

Selamat berbelanja....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rabu, 04 Agustus 2010

Berwisata ke Jogjakarta dan Magelang

Sekian lama berkutat dengan keyboard, monitor, dan printer serta setumpuk kertas yang membuat kondisi jasmani dan rohani menurun. Pada hari Jumat tanggal 23-25 Juli 2010 bersama keluarga besar sekantor akhirnya bisa menikmati liburan. Tempat yang menjadi tujuan wisata kami adalah Jogjakarta dan Magelang. Anda sekalian sudah bisa menebak kalau saya menyebutkan nama daerah itu. Benar, tujuan kami ke Candi Prambanan, Keraton Jogjakarta, dan terakhir ke Candi Borobudur.

Perjalanan menuju daerah Jateng merupakan hal yang pertama bagi saya, ketika SMP ada acara study tour ke Jogjakarta tidak bisa ikut, maklum tidak punya uang. Alhamdulilah, saya bisa menikmati acara liburan ke Jogjakarta dan sekitarnya dengan gratis.

Perjalan Bandung-Jogjakarta memang melelahkan, pagi hari kira-kira pukul lima sudah mulai memasuki daerah Jogjakarta, aromanya sudah mulai terasa. Saya mulai mengalihkan pandangan mata ke kiri dan ke kanan ternyata suasana kota Jogja memang beda dengan Bandung. Sepanjang trotoar jalan memasuki jantung kota tidak melihat pedagang di atas trotoar jalan, kalaupun ada yang berjualan menjorok kedalam tidak di atas trotoarnya. Setiap sudut kota terlihat bersih. Berbeda dengan kota Bandung, yang berjualan di atas trotoar sudah begitu banyak, mereka tidak peduli lagi dengan fungsi trotoar yang sebenarnya, selain dipakai untuk berjualan trotoar di kota Bandung berfungsi juga sebagai lalu lintas kendaraan roda dua. Begitu semrautnya kota Bandung.

Begitu asyiknya melihat kondisi kota Jogja, teman saya berujar, "Kok tidak ada angkot ya?" Mendengar teman saya berujar seperti itu saya baru menyadari, sepanjang jalan saya tidak menemukan angkot. Sekali lagi hal ini berbanding terbalik dengan kota Bandung yang saya cintai, angkot di mana-mana sungguh menyedihkan. Banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan tetapi biarlah gambar-gambar ini yang mewakili sambungan cerita saya.







Semoga senang menikmati gambar-gambar amatir saya.....

Terima kasih

Kamis, 04 Februari 2010

Datang-Pergi-Datang Lagi?

Perpisahan yang tidak bisa dielakkan lagi. Dirimu telah membantu ketenaran Persib kembali diperhitungkan di persepakbolaan Indonesia. Meskipun dirimu tidak main penuh satu putaran kompetisi. Dirimu sekarang sudah pergi, mudah-mudahan dirimu bisa kembali ke Persib di musim kompetisi yang akan datang.

Foto-foto dari www.simamaung.com

Thank You My Friends (Hatur Nuhun Sobat)

Ucapan terima kasih untuk Suchao Nutnum dan Sintaweechai "Kosin" Hathairattanakool.
Duo Thailand ini sudah membawa Persib ke peringkat ketiga klasemen sementara putaran pertama Indonesian Super League.

Sebenarnya saya ingin menonton ke stadion untuk mengabadikan momen-momen yang penuh emosional. Akan tetapi, berhubung saya bekerja jadi tidak bisa mengabadikan momen-momen penting.

Saya beruntung menemukan situs yang memuat momen-momen penting pertandingan Persib, meskipun tidak semua foto saya muat diblog ini tetapi Anda bisa mengunjungi di www.simamaung.com.

Selamat menikmati






Rabu, 03 Februari 2010

Koneksi Internet di Korsel Paling Cepat di Dunia

Rabu, 3 Februari 2010 | 08:26 WIB


SHUTTERSTOCK

TOKYO, KOMPAS.com - Negara-negara Asia Timur yang dipimpin oleh Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang, merupakan negara-negara yang memiliki jaringan kabel yang paling bagus di dunia dengan kecepatan berselancar melalui internet yang paling tinggi.

Korsel memiliki koneksi rata-rata yang paling cepat dan tinggi di seluruh dunia, yaitu 14,6 Megabytes per second (Mbps). Jepang menduduki peringkat kedua dengan rata-rata kecepatan internet 7,9 Mbps, yang kemudian diikuti oleh Hong Kong dengan 7,6 Mbps.

Hal tersebut mencuat dalam laporan yang dilakukan oleh network provider yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Akamai Technologies.

Negara lain yang berada dalam 10 besar di antaranya Romania, Swedia, Irlandia, Belanda, Swiss, Denmark dan Republik Ceko. Sementara itu, AS justru menduduki peringkat ke-18 dengan kecepatan rata-rata 3,9 Mbps.

Survei yang dilakukan oleh Akamai Technologies tersebut mengklasifikasikan koneksi 'broadband' dengan kecepatan 2 Mbps atau lebih, 'high broadband' dengan 5 Mbps atau lebih; sementara itu koneksi dengan 20 Mbps dikategorikan sebagai extremely high speed connectivity.

Di Korsel, 74 persen koneksi termasuk dalam high speed broadband. Ini merupakan ranking yang paling bagus di seluruh dunia. Sementara itu, kategori yang sama di Jepang hanya mencakup 60 persennya. dan di Hong Kong hanya 46 persennya.

'State of the Internet' dalam laporan Akamai menyebutkan, saat ini permintaan untuk konten online-video cukup tinggi. Itu sebabnya, koneksi yang dibutuhkan pun harus lebih cepat.(KONTAN/Femi Adi Soempeno)


Editor: wah