Minggu, 19 Mei 2013

Usai Penggeledahan KPK, Dada Rosada Menghilang

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Metro bandung - Sabtu, 18 Mei 2013 | 11:15 WIB
 
Wali Kota Bandung, Dada Rosada - istimewa
 
INILAH.COM, Bandung - Sehari setelah penggeledahan dua rumahnya, keberadaan Wali Kota Bandung Dada Rosada masih misterius. Informasi posisi orang nomor satu di Bandung itu masih simpang siur.

Sesuai jadwal yang diterima wartawan, seharusnya Dada memimpin acara Bandung Fashion Weeks yang digelar Sabtu (18/5/2013) pukul 08.00 WIB di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana. Namun lama ditunggu, ternyata acara tersebut didisposisikan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, Herry Djauhari.

Sejumlah wartawan yang akan melakukan konfirmasi terpaksa gigit jari. "Wah harus cari kemana lagi nih. Tadinya berharap Pak Dada hadir. Ternyata diwakilkan. Padahal kita butuh konfirmasinya," cetus Andrian Salam Wiyono, wartawan media online nasional.

Di kalangan wartawan, beredar info kalau Dada Rosada sudah berada di Jakarta. Terlebih sumber KPK menyatakan, Senin (20/5/2013), Dada akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus suap hakim Setiabudi Tedjomukti.

Seperti diketahui, KPK melakukan penggeledahan di dua rumah milik Dada Rosada yaitu rumah dinas (Pendopo) di Jalan Dalem Kaum dan rumah pribadi Jalan Tirtasari II No 12 pada Jumat (18/5/2013). Diduga kuat penggeledahan itu berhubungan dengan kasus suap yang melibatkan anak buahnya yaitu Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Herry Nurhayat.

Saat penggeledahan, Dada tidak berada di dua rumah itu. Saat dikonfirmasi, Dada hanya menyampaikan salam kepada wartawan. "Salam kepada para sahabat," ujar Dada singkat.[ang]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar