Kamis, 04 Juni 2009

Foto-Foto Amatir Pemilu Legislatif 2

Foto-foto amatiran bagian kedua.



Foto-Foto Amatir Pemilu Legislatif 1

Pemilu legislatif sudah lewat satu bulan. Satu bulan ke depan kita akan menyongsong pemilihan presiden dan wakil presiden. Penghormatan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada yang saudara-saudara kita yang sudah mempunyai hak pilih dan menyalurkan hak pilihnya di TPS-TPS.
Walaupun janji-janji dari para caleg jauh dari harapan kita semua. Rakyat kecil tetap sabar dan patuh terhadap keingingan para penguasa negeri ini.

Partisipasi rakyat dalam setiap pemilu di setiap tempat sungguh mempunyai momentum tersendiri. Begitu pula dengan sajian gambar-gambar yang berkaitan dengan pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2009 kemarin.







Rabu, 03 Juni 2009

Sundanese Language -Kecap Rajékan

C. Kecap Rajékan

Perhatikeun conto kalimah di handap!
1. Kang Dadan tumpak kuda.
2. Mang Idris keur nyieun kuda-kuda.

Dina kalimah di luhur aya kecap kuda jeung kuda-kuda. Duanana ogé mangrupa kecap barang. Tapi mibanda wangun jeung harti anu béda, ku lantaran geus kakeunaan ku prosés morfologis.

Kecap kuda ngandung harti ‘sato nu sukuna opat’, ari kecap kuda-kuda ngandung harti ‘barang (pakakas) anu mirip kuda’. Wangunna, kecap kuda mangrupa kecap asal. Ari kecap kuda-kuda mangrupa kecap asal atawa wangun dasar anu disebut dua kali. Dina élmu basa, nyebut dua kali wangun dasar leuwih wangun dasarna téh disebut ngarajék. Ari hasilna disebut kecap rajékan.

Tah, kecap kuda-kuda kaasup kana kecap rajékan. Conto séjénna: imah-imah, kotak-kotak, aki-aki, bapa-bapa.

Conto di luhur kabéh ogé mangrupa kecap rajékan sagemblengna.
Salian ti éta, aya deui kecap rajékan sabagian, boh bagian hareupna, boh bagian tengahna. Contonna: tatajong, babagi, sababaraha.

Kumaha carana nangtukeun, yén hiji kecap téh kecap rajékan atawa lain?

Perhatikeun conto kalimah di handap!
3. Pa Karjo keur ngala papatong.

Dina kalimah di luhur aya kecap papatong, kecap anu bagian hareupna disebut dua kali. Naha éta téh kecap rajékan?

Pikeun nangtukeunana, urang talék dumasar kana prosés morfologisna:
1. naha wangunna robah?
2. naha mibanda kagunaan ngawangun warna kecap?
3. naha ngawangun hari anyar?

Pikeun ngajawab patalékan kahiji, téangan wangun dasarna! Naha aya kecap patong? Dina basa Sunda, euweuh kecap patong. Lamun kitu, tangtu baé moal ngawangun warna kecap jeung harti anyar. Hartina, kecap papatong téh lain kecap anu wangun dasarna disebut dua kali hasil ngarajék. Anu kitu disebutna kecap rajékan semu.

Conto séjénna: kukupu, pipiti, téténong, cika-cika, kini-kini


Sumber: Galuring Basa Sunda

Diteraskeun waktos nu sanes....

Bersambung....

Senin, 01 Juni 2009

Perabotan Dapur

Siapa pun sudah tidak asing lagi dengan perabotan dapur. Apabila kita berada di dapur setidaknya mengenal alat-alat tersebut. Akan tetapi, tidak semua perabotan dapur diketahui namanya. Banyak orang yang mengetahui bentuk fisiknya tetapi tidak tahu namanya. Di masyarakat suku Sunda terdapat banyak jenis perabotan dapur. Di setiap daerah pasti ada yang sama bentuknya, namanya, juga fungsinya. Akan tetapi, pasti ada juga yang berbeda, baik itu namanya, bentuknya, ataupun fungsinya. Saya berusaha mengingatkan kembali kepada adik-adik kita yang jarang ke dapur dan tidak mengetahui nama-nama perabot dapur serta bagaimana cara menggunakannya. Berikut saya sertakan gambar-gambar yang berkenaan perabotan dapur, terutama dari masyarakat suku Sunda. Memang ini baru sebagian, di kesempatan lain gambar-gambar mengenai perabotan dapur akan saya tambah lagi. Maklum yang ada gambarnya ini hanya sebagian yang ada di rumah. Nama-namanya saya cantumkan dalam bahasa Sunda.


Aseupan


Ayakan


Boboko



Hihid


Cukil


Langseng


Seeng


Gayung Batok


Talenan


Mutu & Coet


Nyiru



Parud


Panci Nu Ageung


 


Hawu

Rabu, 27 Mei 2009

Wahai Warga Bandung?

Kondisi transportasi Kota Bandung, kian hari semakin semerawut saja. Kejadian kesemerawutan bisa dijumpai di setiap sudut kota. Fenomena ini sudah dianggap biasa oleh warga Bandung sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi di Kota Bandung? Apakah warga Bandung sudah tidak peduli lagi dengan kenyamanan kotanya sendiri, terutama masalah transportasi ataukah pemerintah kota yang sudah pusing mengatur warganya yang dirasa membandel. Apakah pemerintah kota sudah benar-benar bekerja untuk warganya dengan serius??



Situasi dan kondisi yang begitu rumit, berbagai kepentingan bercampur aduk. Ketegasan pemerintah kota adakalanya hanya terjadi sesaat saja, setelah itu menghilang seperti ditelan oleh angin. Pemerintah kota sudah berupaya mengkaji permasalahan transportasi tapi pelaksanaanya selalu menghadapi kendala. Berbagai kendala yang dihadapi pemerintah kota semakin kusut saja. Dari kekusutan kendala yang dihadapi pemerintah kota yang paling utama adalah kesadaran warga Kota Bandung yang begitu rendah.




Banyak contoh rendahnya kesadaran warga Kota Bandung berkaitan dengan penggunaan sarana transportasi. Angkot yang berhenti dengan tidak mempedulikan pengguna jalan yang lain, begitu pula dengan pengendara sepeda motor yang tidak mau mengalah kepada angkutan kota ketika angkutan kota hendak menurunkan penumpang meskipun sopir angkot sudah memberi tanda tetap saja pengguna sepeda motor dengan “memaksa“ membunyikan klakson untuk mendahului angkutan kota dari sebelah kiri.



Begitu pula ketika kita akan menyeberang jalan di Kota Bandung menjadi semakin menakutkan dan berbahaya. Pemerintah kota sudah menyediakan jembatan penyeberangan dan sarana penyeberangan yang lainnya seperti zebra cross, masih banyak pengguna jalan yang tidak peduli dengan penyeberang jalan meskipun penyeberang jalan itu sudah berjalan di zebra cross yang nota bene dilindungi oleh undang-undang. Akan tetapi, banyak yang tidak peduli atau memang sudah tidak peduli lagi.


Masyarakat kita semakin dimanjakan dengan kendaraan roda dua (baca: sepeda motor) yang begitu mudah didapatkan yakni dengan cara mencicil atau kredit. Di sisi lain membantu rakyat kecil untuk memudahkan dalam beraktivitas tetapi di sisi yang lain pengusaha jasa angkutan kota semakin merana. Jumlah penumpang semakin berkurang adakalanya mereka harus menempuh cara dengan tidak wajar seperti mencari penumpang melebihi atau menabrak batas jalur trayek karena penumpang sudah semakin sedikit dijalur atau trayek yang biasa para sopir angkutan kota lalui.


Kehadiran bus kota yang disediakan pemerintah kota sebenarnya membantu masyarakt kecil dalam beraktivitas sehari-hari. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat yang lain menganggap kehadiran bus kota justru mengurangi pendapatan mereka terutama para pemilik jasa angkutan kota dan para sopir. Hal ini yang sering menimbulkan perselisihan antara pemerintah kota dan para pemilik jasa angkutan kota. Padahal adanya trasportasi massal begitu dibutuhkannya oleh masyarakat kecil.


Hingga saat ini masalah ini belum bisa terselesaikan dengan baik, memang hal ini begitu rumit karena banyaknya kepentingan yang terbagi-bagi.


Permasalahan menjadi semakin rumit tatkala infrastruktur jalan sudah tidak memadai lagi di Kota Bandung, banyaknya pedagang pasar tumpah di waktu pagi hari, juga banyaknya PKL yang memakai badan jalan dan trotoar membuat kesemerawutan di mana-mana.


Pagi dan sore hari jalan semakin menyempit dikuasai oleh para PKL. Pemerintah kota dengan cara yang sudah tidak asing lagi yakni menggusur PKL untuk menertibkan PKL. Sejauh ini belum ada solusi yang efektif dan dirasa adil bagi sebagian pihak.


Kenyamanan berpergian dengan kendaraan umum di Kota Bandung menjadi hal yang langka. Banyaknya kendaraan pribadi menjadi semakin semerawutnya kondisi jalanan di Kota Bandung. Kebijakan pemerintah kota dalam penyediaan sarana transportasi publik secara massal selalu ditentang oleh warganya sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi????


Banyak orang yang selalu membandingkan dan membanggakan kondisi yang nyaman dalam hal berkendaraan di negara tetangga kita atau bahkan di negara yang lain. Mengapa di negara orang lain begitu mudah, nyaman, dan teraturnya, menggunakan sarana publik terutama dalam berkendaraan dan sarana transportasinya.




Pekerjaan rumah ini yang sampai sekarang tidak bisa diselesaikan walaupun pergantian pemimpin sudah berganti beberapa kali. Mereka hanya bisa memberikan janji ketika berkampanye, setelah terpilih penyakitnya kambuh yakni penyakit “Lupa”.


Harus memulai dari mana membenahi kondisi di Kota Bandung, infrastuktur, aturan/kebijakan, pembenahan ekonomi, pendidikan, sosial budaya ??? Atau yang mana dahulu…????? Masalah sampah…????

Wuih…. Rumit…..

Kamis, 30 April 2009

Peninggalan Sejarah

Setelah Pemilu Legislatif, kami berlibur di Pangandaran, Ciamis. Sebelum pulang saya bersama teman saya menyempatkan diri jalan-jalan ke Cagar alam. Banyak peninggalan sejarah di area cagar alam tersebut. Seperti biasanya orang-orang di Indonesai tingkat kepedulian untuk melindungi dan memelihara peninggalan sejarah sangat rendah, hanya segelintir orang saja yang peduli. 

Padahal, di Jabar ada Unpad yang nota bene punya Jurusan Sejarah, di Fakultas Sastra bahkan di Universitas-universitas lain juga punya Jurusan Sejarah. Mengapa lulusannya tidak diberdayakan untuk memelihara peninggalan sejarah. Jadi, lulusan Jurusan Sejarah dari berbagai universitas di Indonesia sebenarnya bekerja di mana? Mungkin Anda punya jawabannya.

Inilah sedikit gambar peninggalan sejarah di daerah Ciamis.

Gua Jepang

Situs Batu Kalde

Situs Karang Kamulyan