Rabu, 17 Juli 2013

Riset Kepariwisataan Dunia dalam Literatur

PROGRAM STUDI

 Selasa, 16 Juli 2013 | 14:43 WIB

 
Baru sejak 1940-an, pariwisata diupayakan oleh sejumlah akademisi dan peneliti untuk diajarkan di universitas-universitas, yang melahirkan definisi-definisi dan teori-teori kepariwisataan serta berbagai penelitian kepariwisataan. | shutterstock.com

 

 Oleh Teguh Amor Patria A.Par, PGDip, MPPar

KOMPAS.com - Belum banyak tulisan sengaja dibuat untuk meninjau perkembangan riset kepariwisataan di dunia, terutama yang dipublikasikan di Indonesia, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun hasil terjemahan dari bahasa lain. Begitu juga halnya dengan jurnal, walau sudah banyak dipublikasikan di Indonesia, tetapi belum ditemukan satu jurnal yang membahas perkembangan riset kepariwisataan.

Berdasarkan hal itu, tulisan ini sengaja mengangkat dinamika riset kepariwisataan di dunia. Harapannya agar dapat menjadi dasar serta mendorong penulisan yang lebih mendalam tentang topik serupa di masa mendatang.

Penelitian kepariwisataan baru berkembang pada awal abad ke-20 di Eropa. Hingga tahun 1930-an, pariwisata masih dicermati dan dikaji melalui kacamata ilmu-ilmu tradisional lainnya yang lebih tua, lebih berkembang, dan diakui masyarakat luas, seperti ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu budaya, ilmu geografi, dan lain sebagainya.

Baru sejak 1940-an, pariwisata diupayakan oleh sejumlah akademisi dan peneliti untuk diajarkan di universitas-universitas, yang melahirkan definisi-definisi dan teori-teori kepariwisataan serta berbagai penelitian kepariwisataan. Upaya tersebut baru membuahkan hasil di awal milenium ini, dengan ditetapkannya pariwisata sebagai suatu keilmuan mandiri.

Dari lima literatur (textbook) yang digunakan untuk penulisan ini, semuanya diterbitkan dalam periode waktu relatif baru, yaitu antara 1989 hingga 2006. Hal ini disebabkan masih relatif barunya serta masih langkanya sumber-sumber tertulis yang mengangkat tentang dinamika riset kepariwisataan di dunia. Selain itu, data tentang dinamika riset kepariwisataan masih sangat terbatas.

Dibandingkan dengan bahasan-bahasan lain, seperti aspek-aspek perencanaan dan pengelolaan kepariwisataan, bahasan tentang riset kepariwisataan masih sangat kecil lingkupnya dalam buku-buku teks tentang kepariwisataan. Perbedaan tahun penerbitan buku-buku yang digunakan untuk tulisan ini tidak mencerminkan perkembangan riset kepariwisataan secara kronologis. Masing-masing buku menjelaskan periode waktu dan bahasan tentang riset kepariwisataan masing-masing.

1. Tahun 1989 (Tourism Development-Second Edition (Pearce, Addison Wesley Longman Limited)
Buku ini diterbitkan di Inggris sehingga pemikiran-pemikiran dan studi-studi kasusnya banyak mencerminkan apa yang terjadi di Inggris. Sekedar catatan, kepariwisataan modern lahir pertama kali di Inggris pada abad ke-16 dengan lahirnya the Grand Tourserta dilanjutkan oleh tur terorganisir (organized tour) yang digagas Thomas Cook pada abad ke-19. Hal ini menjadikan Inggris sebagai salah satu negara kiblat riset dan edukasi kepariwisataan terkemuka di dunia.

Beberapa point penting dari buku ini adalah:
- Pariwisata semakin berkembang menjadi sebuah topik penelitian bagi para peneliti dari berbagai disiplin ilmu selama dua puluh tahun terakhir (1970-an dan 1980-an), namun belum diterima secara luas sebagai sebuah ilmu tersendiri. Pariwisata dipandang sebagai sebuah topik yang merupakan bagian dari ilmu geografi, ekonomi, manajemen, sosiologi, antropologi, dan lain-lain.

- Pearce (1979) mengidentifikasi enam area sebagai topik penelitian pariwisata dari ilmu geografi, yaitu pola spasial sediaan (supply spatial pattern), pola spasial permintaan (demand spatial pattern), geografi resor (resort geography), analisis pergerakan dan alur wisatawan (tourist movement and flow analysis), dampak pariwisata (tourism impacts), dan model kawasan wisatawan (tourist destination model). Di tahun-tahun berikutnya (awal 1980-an), muncul topik-topik lebih variatif di sejumlah negara di dunia.

- Dalam ilmu ekonomi, manajemen, dan pemasaran, penelitian yang berhubungan dengan kepariwisataan muncul lebih awal dibanding yang terjadi dalam ilmu geografi (1970-an), namun dalam dekade berikut kemunculannya tidak menunjukkan perubahan signifikan. Kontribusi terhadap penelitian kepariwisataan dari sisi ekonomi dilakukan oleh Gray (1982), yang mengangkat topik pengukuran, analisis biaya-manfaat, alokasi sumber daya, dan pemanfaatan barang-barang publik dalam pengembangan kepariwisataan.


- Dalam sosiologi kepariwisataan, Cohen (1984) mengidentifikasi delapan pandangan sosiologis terhadap pariwisata, yaitu pariwisata sebagai sebuah bidang jasa yang dikomersialkan, perjalanan yang didemokratisasikan, sebuah bentuk kegiatan waktu luang yang modern, sebuah variasi modern dari ziarah tradisional, sebuah pengungkapan tema-tema kebudayaan dasar, sebuah proses bersifat akulturatif, sebuah bentuk dari hubungan-hubungan etnis, dan sebuah bentuk neokolonisasi.

Cohen juga membagi empat isu prinsip, yaitu wisatawan, hubungan antara wisatawan dan penduduk lokal, struktur dan pemfungsian sistem kepariwisataan, dan konsekuensi pariwisata. Menurut Graburn (1983), para ahli antropologi telah berfokus pada studi tentang dampak-dampak pariwisata terhadap penduduk lokal dan juga terhadap studi tentamg wisatawan itu sendiri.

- Dari semua penelitian di tahun 1970-an dan 1980-an, topik mengenai dampak pariwisata terhadap berbagai aspek sesuai latar belakang peneliti adalah yang paling banyak muncul.

2. Tahun 1995 (Tourism Analysis-A Handbook (Smith, Addison Wesley Longman Limited)
Sama seperti buku pertama, buku ini juga diterbitkan di Inggris. Dalam salah satu sub-bab-nya, buku ini membahas sedikit tentang riset kepariwisataan, dengan beberapa point sebagai berikut:

- Melihat riset pariwisata melalui berbagai perspektif, yaitu human experience, social behavior, geographic phenomenon, resources, business, industry, dan intellectual debate.

-
Melihat isu-isu kontemporer dalam riset kepariwisataan.

- Meninjau tantangan-tantangan dalam riset kepariwisataan, seperti kurangnya pengukuran yang dapat dipercaya untuk menjelaskan ukuran dan dampak pariwisata, keberagaman industri pariwisata sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pariwisata merupakan sebuah industri tersendiri atau gabungan atas industri-industri terkait, kompleksitas spasial dan wilayah, dan tingginya tingkat fragmentasi.

3. Tahun 2004 (Tourism Management–3rd Edition (Leiper, Pearson Education Australia)
Buku yang diterbitkan di Australia ini ditulis oleh Leiper, salah satu penulis ternama di bidang kepariwisataan yang terkenal dengan model Sistem Pariwisata dari sisi spasial-nya. Buku ini pada umumnya membahas manajemen kepariwisataan yang bersifat komprehensif. Riset kepariwisataan merupakan satu topik yang dibahas dalam salah satu sub-bab-nya, dengan point-point sebagai berikut:

- Riset kepariwisataan dimulai 90 tahun yang lalu.

- Sekitar tahun 1910, Picard dan von Scullard memerhatikan dampak ekonomi yang dihasilkan wisatawan, yang kebanyakan berasal dari Jerman dan Inggris, di Austria dan Swis dan mulai melakukan penelitian.

- Pada 1930-an, sekelompok akademisi membentuk tim pertama yang tertarik untuk mempelajari pariwisata dari berbagai sudut pandang, seperti sosiologi, antropologi, dan ekonomi. Belum ada studi tentang gambaran keseluruhan, namun apabila digabungkan, penelitian-penelitian itu menghasilkan suatu pandangan yang komprehensif dan menyeluruh.

- Tahun 1940, didasari keyakinan dan keinginan untuk menjadikan pariwisata sebagai sebuah subjek di universitas-universitas, mendorong dua profesor di Universitas Berne untuk menciptakan definisi pariwisata secara formal.

- Tahun 1962, the Journal of Travel Research diterbitkan Universitas Boulder, Colorado, AS, sebagai yang pertama dalam hal riset berbasis statistik.

- Pada 1960-an, sebuah program edukasi dan riset pariwisata diluncurkan di Universitas Michigan, AS, di mana Robert McIntosh menulis teks utama pertama di tahun 1972.

- Tahun 1973, Jafar-Jafari mendirikan Annals of Tourism Research di Universitas Wisconsin-Stout, yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu.

- Di awal 1970-an, Universitas Surrey di Inggris merupakan pionir dalam program studi pariwisata. Selain itu, universitas ini juga mempublikasikan buku teks yang berpengaruh berjudul Tourism Management.

- Tiga jurnal yang disebut di atas, Journal of Travel Research, Annals of Tourism Research, dan Tourism Management, saat ini dianggap sebagai tiga riset pariwisata utama di dunia.

- Di tahun 1980-an dan 1990-an pariwisata telah menjadi tema riset dan pendidikan di banyak universitas dan kampus di seluruh dunia. Selain itu, banyak juga lembaga kursus yang menyediakan pendidikan keterampilan keterampilan.


- Buku ini juga menyebutkan tentang empat sumber bagi pembelajaran pariwisata, yaitu pengalaman seorang layperson, pengalaman kerja, pelatihan keterampilan, dan riset dan edukasi akademis. Buku itu juga menyebutkan karakteristik keempat sumber itu.

- Buku ini juga menyebutkan tentang tujuan riset dan pendidikan pariwisata.

4. Tahun 2006 (Tourism A Modern Synthesis (Page and Connell, Thomson, London)
Seperti buku ketiga di atas, buku ini juga diterbitkan di Australia dan pada umumnya membahas mengenai manajemen kepariwisataan yang bersifat komprehensif. Riset kepariwisataan merupakan satu topik yang dibahas dalam salah satu sub-bab-nya, dengan point-point sebagai berikut:

- Pariwisata kini sudah dianggap sebagai sebuah subjek studi akademik secara serius.
- Sebelum tahun 1980-an, studi pariwisata dipandang oleh banyak akademisi dan analis sebagai suatu subjek yang dangkal (superficial) dan kurang berharga, tidak seperti subjek-subjek lain seperti sejarah, ekonomi, dan politik. Pariwisata sering dianggap sebagai sebuah subjek pada tingkatan praktisi yang diajarkan untuk pada craft level.

-
Pada 1990-an, hal tersebut berubah. Saat ini, pariwisata diajarkan di banyak sekolah, kampus, politeknik, dan universitas di seluruh dunia, dengan berbagai kualifikasi mulai darilevel sertifikat hingga PhD, dan menjadi dewasa sebagai sebuah subyek.

- Buku-buku teks yang telah membantu pendewasaan pariwisata saat ini kebanyakan ditulis dan diterbitkan pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an (walau ada sejumlah kecil di tahun 1970-an dan di awal milenium).

- Buku ini juga menyebutkan tentang Annals of Tourism Research, Tourism Management, dan Journal of Travel Research yang memunculkan pariwisata sebagai sebuah subjek yang serius di tingkat vokasi, sarjana, dan pascasarjana di seluruh dunia.

- Saat ini, edukasi pariwisata dilengkapi dengan kemajuan teknologi, seperti Travel Trade Gazette dan sumber berita kabel seperti TravelMole (www.travelmole.com) di mana temuan-temuan riset juga dipublikasikan. Buku-buku teks pariwisata disebutkan sebagai media penting bagi diskusi tentang pariwisata, konsep, dan pengembangannya.

- Buku-buku teks pariwisata yang tersedia ditulis melalui persepsi Amerika (Mathieson and Wall, 1982; Mill and Morrison, 1985; Murphy, 1985), Eropa (Foster, 1985; Cooper et al. 2005) atau Australasia (Pearce, 1995; Hall at al, 2003) atau Asia (Hall and Page, 2000) dan negara-negara berkembang atau masyarakat asli (Hall dan Page, 1996).

5. Tahun 2006 (Tourism Management–Third Edition (Weaver and Lawton, 2006)
Buku ini diterbitkan di Inggris dan pada umumnya membahas tentang manajemen kepariwisataan bersifat komprehensif. Riset kepariwisataan merupakan satu topik yang dibahas dalam salah satu sub-bab dengan point-point sebagai berikut:

- Pada umumnya, buku ini melihat hambatan-hambatan perkembangan pariwisata sebagai sebuah ilmu, indikasi perkembangannya, urutan platform pariwisata, dan pendidikan tinggi.

- Hambatan-hambatan perkembangan pariwisata mengulas tentang pariwisata yang dipandang sebagai sebuah aktifitas trivial (dangkal), pariwisata skala besar sebagai kegiatan kekinian, pariwisata yang dipandang sebagai studi vokasi, kurangnya definisi yang jelas dan data yang dapat dipercaya, kurangnya teori-teori asli atau tradisi akademis yang kuat.

- Indikasi perkembangan mengulas tentang perkembangan pariwisata dalam sektor universitas, perkembangan jumlah jurnal-jurnal referensi.

- Urutan platform pariwisata meninjau advocacy, cautionary, adaptancy, dan knowledge-based.

- Menjelaskan bagaimana pariwisata sering termarjinalisasi dari disiplin-disiplin lainnya di tahun 1980an, namun kini semakin (walau belum sepenuhnya) dianggap sebagai sebuah keilmuan yang penting.

(Penulis adalah Research Coordinator Hotel Management Department di Binus University)

"Bergabunglah dengan komunitas kelas dunia: www.binus.ac.id

Editor : Latief

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar