Sabtu, 25 Maret 2023

Flexing Viral karena Istri Pejabat Pamer Harta, Arti Flexing Bahasa Gaul Apa?

 Berita dari pitos punjadi


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Flexing viral di sejumlah medsos karena istri pejabat pamer harta, lantas arti flexing Bahasa Gaul apa?


Melihat dari katanya, flexing adalah bahasa Inggris berasal dari kata flex.

Dalam bahasa Indonesia, flex berarti lentur atau melenturkan.

Selain itu, kata flex juga berarti menggunakan kemampuan dan kelebihan yang dimiliki.

Sedangkan flexing adalah versi verb-ing atau gerund yang berarti orang tersebut sedang menggunakan kemampuan dan kelebihan yang dimiliki.

Nah, kata flex dan flexing ini digunakan sebagai kata plesetan atau banyak digunakan sebagai Bahasa Gaul.

Di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, kata flex dan flexing dipakai untuk menjelaskan orang yang suka memamerkan kemampuan dan kelebihannya di sosial media.


Dipakai di Indonesia

Kata flex dan flexing juga banyak dipakai di Indonesia.

Nah, seiring waktu, kata flex dan flexing ini memiliki konotasi negatif.

Kata ini sering dihubungkan dengan kebiasaan pamer di media sosial.

Entah itu pamer kemampuan dan pamer kekayaan.

Tindakan yang Tidak Terpuji

Kata flexing pun memiliki konotasi yang negatif.

Contoh flexing adalah pamer harta benda atau kekayaan yang diunggah ke media sosial.

( Tribunpekanbaru.com )

Musim Panen Padi di Sutam Ciparay

Menjelang bulan Ramadhan kerap kali bertepatan dengan musim panen padi di daerah Sutam, Ciparay, Kab. Bandung. 

Buruh tani bergembira menyambut musim panen padi ini karena punya stok makan buat munggahan. Musim penghujan dengan curah hujan yang intensitasnya tinggi banyak sawah-sawah warga yang rebah, dan sebagian kena banjir. Akan tetapi, petani padi masih bisa memanen padinya.

Berikut link cuplikan videonya..

Musim Panen Padi di Sutam Ciparay






Kamis, 29 Maret 2018

Ridwan Kamil Dukung Pemekaran Bandung Timur

 
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam kegiatan Dies Natalis ke-59 ITN di Aula Barat ITB, Jalan Tamansari, Sabtu (3/3/2018).(KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI)


 

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berkomitmen mendukung pemekaran Bandung Timur. Menurut dia, pemekaran wilayah di daerah tingkat II di Jawa Barat sangat krusial untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan publik.

Dia mencontohkan, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kota dan kabupaten dengan populasi penduduk sekitar 40 juta jiwa. Sementara Jawa Barat yang memiliki penduduk 46 juta hanya mempunyai 27 kota dan kabupaten.

“Sehingga di sana (Jatim) lebih sejahtera karena uang dari pusat berbanding lurus dengan jumlah daerah,” kata Ridwan usai audiensi dengan Komite Independen Pengawasan Pembangunan dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4 KBT), di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (28/3/2018).

Dia mengatakan, wacana pembentukan Bandung Timur telah lama didengungkan. Bahkan ragam kajian pun telah dilakukan sebelum terbentuknya Kabupaten Bandung Barat.

“Niat ini kita dukung dengan upaya politik jika saya jadi gubernur nanti,” ujar Emil, sapaan akrabnya.

Saat ini Kabupaten Bandung terbagi dalam 31 kecamatan dengan populasi penduduk mencapai 4 juta jiwa. Dengan wilayah yang terlalu luas, kata Emil, banyak warga yang kesulitan mendapat pelayanan publik. Masyarakat yang berada di ujung timur Kabupaten Bandung bahkan mesti menempuh perjalanan lebih dari tiga jam menuju pusat pemerintahan di Soreang.

“Masyarakat dirugikan waktu dan ongkos karena akses menuju kantor pelayanan yang jauh,” ucapnya.

Upaya pemekaran juga akan dilakukan di 10 hingga 12 daerah lain di Jawa Barat seperti Bogor selatan, Bogor timur, Sukabumi selatan, Cianjur selatan, Garut selatan, Tasikmalaya dan juga Cirebon.

"Kasihan rakyatnya dengan pola sentralisasi yang besar dan gemuk,” kata Emil.

Sementara itu, Ries Deni Saeful Hamdani, penasihat KIP4 KBT menambahkan, permasalahan ekonomi warga menjadi salah satu alasan segera dibentuknya Kabupaten Bandung Timur. Jika tidak dimekarkan, akan terus terjadi ekonomi berbiaya tinggi untuk mengurusi segala kebutuhan pelayanan publik.

“Misalnya, kalau dari Nagreg itu bisa sampai tiga jam ke Soreang dengan kendaraan pribadi. Bayangkan kalau naik angkot bisa berapa jam. Pentingnya pemekaran salah satunya seperti itu,” katanya.

Menurut Ries, Kabupaten Bandung Timur ini nantinya meliputi 15 kecamatan, di antaranya Kertasari, Pacet, Ciparay, Majalaya, Ibun, Paseh, Cikancung, Nagreg, Cicalengka, Cileunyi, Cilengkrang dan juga Cimenyan.

Pemekaran tersebut, kata dia, hanya tinggal menunggu niat baik dan keikhlasan dari Bupati Kabupaten Bandung saja. Kajian-kajian ilmiah mengenai pemekaran sudah diberikan kepada bupati.

“Intinya tinggal good will dan keikhlasan dari Pak Bupati saja untuk melepaskan, tinggal kami menindaklanjuti administrasi-administrasinya,” jelasnya.

Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Farid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berkomitmen mendukung pemekaran Bandung Timur. Menurut dia, pemekaran wilayah di daerah tingkat II di Jawa Barat sangat krusial untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan publik. Dia mencontohkan, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kota dan kabupaten dengan populasi penduduk sekitar 40 juta jiwa. Sementara Jawa Barat yang memiliki penduduk 46 juta hanya mempunyai 27 kota dan kabupaten.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ridwan Kamil Dukung Pemekaran Bandung Timur", https://regional.kompas.com/read/2018/03/29/10362241/ridwan-kamil-dukung-pemekaran-bandung-timur.
Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Farid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berkomitmen mendukung pemekaran Bandung Timur. Menurut dia, pemekaran wilayah di daerah tingkat II di Jawa Barat sangat krusial untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan publik. Dia mencontohkan, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kota dan kabupaten dengan populasi penduduk sekitar 40 juta jiwa. Sementara Jawa Barat yang memiliki penduduk 46 juta hanya mempunyai 27 kota dan kabupaten.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ridwan Kamil Dukung Pemekaran Bandung Timur", https://regional.kompas.com/read/2018/03/29/10362241/ridwan-kamil-dukung-pemekaran-bandung-timur.
Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Farid Assifa

Selasa, 22 Maret 2016

Hari Ini Jokowi Resmikan Jembatan Terpanjang di Kalimantan

Selasa, 22 Maret 2016 | 08:52 WIB


Jembatan Kapuas Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat 
 Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR


PONTIANAK, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa (22/3/2016) ini akan meresmikan jembatan Tayan dan pengecekan pembangunan pos pemeriksaan lintas batas negara di Entikong, Kabupaten Sanggau.

"Sudah dipastikan, besok (Selasa-red) Pak Presiden akan datang kembali ke Kalbar untuk meresmikan jembatan Tayan," ujar Gubernur Kalimantan Barat Cornelis di Pontianak, Senin (21/3/2016).

Jembatan Tayan yang melintasi Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menjadi jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan. Panjang bentangan jembatan mencapai 1.420 meter.
Jembatan itu akan meningkatkan mobilitas warga Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah karena menghubungkan jalan trans-Kalimantan poros selatan.

Cornelis mengatakan, Presiden Jokowi akan tiba di Pontianak pada pukul 13.30 WIB.  "Kemudian dilanjutkan ke Tayan, untuk meresmikan jembatan pada pukul 14.30 WIB dengan menggunakan helikopter,"  tambahnya.


Jembatan Kapuas Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
 Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Cornelis menyebutkan, pada pukul 15.30 WIB, Presiden akan bertatap muka dengan masyarakat pedalaman Piasak, Kecamatan Tayan, dan pada pukul 17.00 WIB pulang kembali ke Pontianak.
Sesampainya di Pontianak, Presiden Jokowi tidak memiliki agenda apapun dan beristirahat di salah satu hotel.

"Namun kita juga tidak tahu, karena jadwal Pak Presiden ini biasa berubah-ubah, biasa saja malamnya beliau ada acara lain. Kita liat saja nanti dan ikuti kemauan beliau," kata dia.
Sementara untuk Rabu, ucap Cornelis, sekitar pukul 08.00 WIB Presiden Jokowi akan kembali berangkat ke Sanggau dengan menggunakan helikopter untuk mengecek proses pembangunan PPLB Entikong.

"Kemudian pada pukul 12.00 WIB, Presiden Jokowi akan pulang ke Pontianak dan kembali melanjutkan perjalanan ke Kaltim," ujarnya.


Jembatan Kapuas Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
 Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR


Terkait dengan kesiapan peresmian jembatan Tayan, kata Cornelis, dipastikan sudah tidak ada masalah, karena jembatan tersebut sejak akhir tahun kemarin rampung dikerjakan.


"Tinggal meresmikan saja, jadi tidak ada masalah. Setelah diresmikan, maka jembatan itu bisa digunakan masyarakat, dan diharapkan perekonomian masyarakat semakin lancar dengan terbukanya jalur transportasi tersebut," katanya setengah berharap.

Kemudian lanjutnya, mengenai prospek pembangunan PPLB Entikong, Cornelis mengatakan, pihaknya sudah lebih dahulu melakukan peninjauan pembangunan sampai saat ini proses pengerjaannya sudah mencapai 40 persen.

"Karena ini program multiyears, mungkin pertengahan 2017 baru bisa selesai, itu target kita," katanya.
Editor : Erlangga Djumena
Sumber: ANTARA

Selasa, 15 Maret 2016

Detik - Detik Gerhana Matahari Total 2016 LIVE BELITUNG & SIGI [FULL]

April, Pariwisata Aceh Dipromosikan di TMII