Kamis, 13 September 2012

Badak Jawa Termasuk Paling Terancam Punah

Daftar 100 Flora dan Fauna Punah

 



SEOUL, (PRLM).- Pakar konservasi internasional mengeluarkan daftar baru 100 flora dan fauna yang paling terancam punah, termasuk badak Jawa dan bunglon Tarzan dari Madagaskar.

Daftar yang dikeluarkan Masyarakat Zoologi London (ZSL) dan Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN) dikeluarkan dalam Kongres Konservasi Dunia di Pulau Jeju, Korea Selatan.

"Lebih dari setengah (dari 100 binatang yang paling dilindungi) mendapat sedikit atau tidak ada perhatian sama sekali," kata Profesor Jonathan Baillie, Direktur ZSL kepada kantor berita Reuters.

IUCN mengatakan dalam laporan berjudul "Priceless or Worthless?" (Berharga atau tidak berharga?) diharapkan dapat mengangkat pentingnya sejumlah flora dan fauna yang tidak diperhatikan.

Binatang seperti singa ataupun panda mendapatkan perhatian jauh lebih besar dibandingkan kadal, kata laporan itu.

Hilangnya habitat akibat meningkatnya jumlah penduduk dan faktor lain seperti rusaknya hutan, polusi, dan perubahan iklim semakin mengancam punahnya binatang dan tanaman.

Sejumlah binatang dan tanaman yang dianggap tidak mendapatkan perhatian termasuk anggrek hantu Kepulauan Cayman, pohon palem Madagaskar, monyet pigmi dari Panama, dan kadal Luristan yang hanya ditemukan di pegunungan Zagros di Iran, kata Baillie.

Ia mengatakan prioritas konservasi harus ditinjau ulang. "Kita perlu mencegah punahnya (flora dan fauna ini), dan mendanai negara-negara dalam jumlah miliaran dan bukan jutaan," kata IUCN dalam laporan itu tanpa menyebut bentuk mata uang.

Sejumlah langkah termasuk perluasan kawasan lindung atau larangan perburuan diperlukan, tambah laporan itu.

Laporan itu juga menyebutkan upaya konservasi sebelumnya membantu dalam mencegah kepunahan.
Larangan perburuan berhasil memulihkan populasi ikan paus humpback, yang kini diperkirakan berjumlah 60.000 ekor.

Perbiakan kuda Przewalksi yang sebelumnya nyaris punah kini berjumlah lebih dari 300 ekor dan hidup di hutan-hutan dari Ukraina sampai China. (bbc/A-88)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar