Bahasa Indonesia, Basa Sunda, Bahasa Asing, Kamus, Fotografi, Sejarah, Budaya, Dongeng, Teknologi, Kesehatan, Hukum dan Kriminal, Konservasi, Kuliner, Pembangunan, Krisis, Tokoh, Olahraga, Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Jalan-Jalan. (Indonesian Language, Sundanese Language, Foreign Languages, Dictionary, Photography, History, Culture, Story, Technology, Healthy, Law and Criminal, Conservation, Development, Crisis, Figure, Sports, Agriculture, Plantation, Fishery, and Travelling)
Selasa, 08 Agustus 2023
Beli Ikan Mas di Pasar Ciparay #shorts #ikanmas
Senin, 01 Mei 2023
Gowes ke Warnur Cibodas Kutawaringin, Soreang
Rabu, 29 Maret 2023
Kue Balok
Nama Kue Balok bagi orang Bandung dan Jawa Barat sudah tidak asing lagi terdengarnya. Akan tetapi, orang-orang dari daerah lain selain Bandung dan Jawa Barat banyak yang belum tahu apa itu Kue Balok. Bentuknya mirip seperti kue Bandros atau kue pancong kalau orang Jakarta menyebutnya demikian. Kue balok lebih tebal dan besar. Cara memasak atau membuatnya pun agak sedikit berbeda dalam hal pembakarannya. Di Kota Bandung banyak tempat yang bisa dijumpai orang berjualan kue Balok.
Bagi sebagian penggemar olahraga, terutama olahraga sepeda di Kota Bandung sudah sangat familiar dengan kue balok. Adakalanya tempat jualan kue balok dijadikan destinasi untuk berkulineran.
1. Di daerah Lembang, Balok Jayagiri, Mang Ayi
2. Di daerah Pangalengan Balok
3. Di Soreang, Balok Soreang, Balok Abah Away.
Berikut videonya.
Masih banyak tempat yang menjual kue balok di sekitaran Kota Bandung dan di luar Kota Bandung.
Kamis, 20 November 2014
Sabtu, 15 November 2014
Minggu, 31 Agustus 2014
Senin, 11 Agustus 2014
Oleh-oleh mudik dari Pangalengan
Begitupun dengan Idul Fitri 1435 H saya dan keluarga hanya bisa diam di rumah. Adik saya hanya bisa nonton film horor di siang hari. Akhirnya teman saya mengirim pesan singkat, bahwa pada tanggal 2 Agustus 2014, mengajak bersepedah ke daerah pangalengan, saya pun menanyakan teman-teman yang lain ada yang ikut tidak? Jawab temanku ada kira-kira 4 orang. Saya langsung balas pesan singkat itu dengan ya... saya ikut.
Saya berangkat dari rumah kira-kira pukul 05.50 pagi, menyusuri Jalan Soekarno-Hatta yang lurus dan terasa membosankan meskipun banyak pesepeda yang lain di jalan itu. Baru setelah masuk ke Jalan Kopo saya mulai bersemangat lagi mengayuh sepeda. Akhirnya sampai di titik kumpul, di Lanud Sulaiman, Bandung dan sudah ada sang Komandan menunggu bersama saudaranya. Tidak lama kemudian mulailah berdatangan rekan-rekan saya yang lain.
Kami saling bersilaturahim, mengobrol, dan bercanda. Kemudian mobil pengangkut sepeda datang. Mulailah sepeda dinaikkan di atas bak mobil. Setelah kumpul semua, mulailah perjalanan ke daerah Pangalengan diselingi obrolan dan candaan yang selalu menghiasai kebiasaan kami kala bersepeda adventur.
Setiba di Pangalengan, kami bertemu dengan pemandu tim kami, ada 4 orang yang biasa memandu kami kala bersepeda di sekitaran perkebunan teh di Pangalengan.
Bersepeda belum mulai, ada kejadian yang sungguh mengejutkan, sepeda komandan kami ternyata bannya kempes, bukan karena bocor tetapi karena terhembus knalpot mobil yang membuat ban luar dan ban dalam jadi bocor. Untungnya teman kami dari Pangalengan punya ban luar yang bisa dipinjam. Kami meneruskan perjalanan ke tempat tujuan yakni titik pemberangkatan/start.
Sampai di tempat start, kami mengecek sepeda yang baru diturunkan dari atas mobil. Ada yang memasang/mengganti ban, menyetel seatpost, dll. Sebelum berangkat kami semua berdoa agar selamat sampai tujuan. Petualangan dimulai....
Suguhan pertama sudah tersaji sebuah turunan yang mengasyikan, setelah itu lumayan curam. Sepanjang perjalanan menyusuri perkebunan teh dan menyisir daerah di sekitaran jalur pipa-pipa besi tenaga uap. Oleh-olehnya berupa foto.
Link video:
Gowes XC Perkebunan Teh Wayang Windu - Situ Cileunca Pangalengan - de' Captone
Ahmad Saparudin
Anggota komunitas sepeda de' Captone Bandung
Rabu, 04 September 2013
Varibike, Sepeda yang Dikayuh dengan Kaki dan Tangan
![]() |
| VARIBIKE/"PRLM" |
ULM, (PRLM).- Seorang perancang asal Jerman muncul dengan penemuan unik dengan menciptakan sepeda pertama di dunia yang dikayuh dengan kaki dan tangan.
Sepeda unik yang disebut Varibike ini tampak seperti sepeda biasa, dengan pedal kaki tradisional, tetapi juga dilengkapi dengan satu set engkol sehingga pengendara bisa mengubah tangannya mengayuh agar lebih mudah dan lebih cepat saat bersepeda.
Sepeda aluminium seberat 15 kg ini hasil rancangan Martin Kraiss (43) dari Ulm, Jerman dan dihargai 4.000 poundsterling.
Varibike memungkinkan pengendara menggunakan seluruh tubuhnya untuk memacu sepeda dan orang di balik penemuan ini yakin sepeda baru ini akan lebih kencang dari sepeda biasa.
"Bersepeda selalu ditekankan pada satu sisi hanya datang dari kekuatan kaki. Sementara tubuh bagian atas yang statis, tidak mendapatkan latihan dan benar-benar diabaikan," kata Kraiss.
"Tujuan kami adalah untuk menciptakan sepeda yang digerakkan oleh seluruh tubuh yang bahkan lebih cepat daripada sepeda konvensional," tambahnya seperti dilaporkan Daily Mail, Selasa (3/9/2013). (Aya/A-107)***



