Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Maret 2023

Kue Balok

Nama Kue Balok bagi orang Bandung dan Jawa Barat sudah tidak asing lagi terdengarnya. Akan tetapi, orang-orang dari daerah lain selain Bandung dan Jawa Barat banyak yang belum tahu apa itu Kue Balok. Bentuknya mirip seperti kue Bandros atau kue pancong kalau orang Jakarta menyebutnya demikian. Kue balok lebih tebal dan besar. Cara memasak atau membuatnya pun agak sedikit berbeda dalam hal pembakarannya. Di Kota Bandung banyak tempat yang bisa dijumpai orang berjualan kue Balok. 

Bagi sebagian penggemar olahraga, terutama olahraga sepeda di Kota Bandung sudah sangat familiar dengan kue balok. Adakalanya tempat jualan kue balok dijadikan destinasi untuk berkulineran. 

1. Di daerah Lembang, Balok Jayagiri, Mang Ayi

 



2. Di daerah Pangalengan Balok 



3. Di Soreang, Balok Soreang, Balok Abah Away.

Berikut videonya.



Masih banyak tempat yang menjual kue balok di sekitaran Kota Bandung dan di luar Kota Bandung.

 





Rabu, 11 September 2013

Apple Resmikan "iPhone Murah"

Penulis: Reza Wahyudi | Rabu, 11 September 2013 | 00.46 WIB


(TheVerge)
 iPhone 5C saat diperkenalkan secara resmi untuk pertama kalinya di markas Apple, Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (10/9/2013).


 KOMPAS.com — iPhone dengan harga terjangkau akhirnya resmi diluncurkan Apple pada Selasa (10/9/2013) waktu setempat.

Dalam sebuah acara yang digelar di Apple Campus, Cupertino, California, AS, Philip Schiller selaku Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple mengumumkan kehadiran smartphone terbaru Apple ini.

Nama resmi iPhone murah, yang ternyata tak murah (baca: "Berapa Harga iPhone 5S dan 5C") tersebut sesuai dengan rumor yang telah beredar sebelumnya, yaitu iPhone 5C.

iPhone 5C dibekali dengan prosesor Apple A6 dan layar 4 inci dengan teknologi Retina Display, sama dengan yang terdapat di iPhone 5.

"iPhone 5C dibuat dengan seluruh teknologi yang luar biasa dari iPhone 5," kata Phil Schiller.

Untuk urusan kamera, iPhone 5C mengusung kamera belakang 8 MP dan kamera depan yang mampu merekam video/facetime sekualitas HD.

Dari sisi jaringan, iPhone murah ini sudah mendukung jaringan LTE, Wi-Fi 802.11n Dual-Band, dan Bluetooth 4.0.

Berbeda dengan tradisi iPhone yang selalu mengusung bodi aluminium, iPhone 5C hadir dengan cangkang dari bahan plastik atau polikarbonat, yang dipilih untuk menekan harga jualnya.

Apple telah membekali iPhone 5C dengan sistem operasi mobile iOS terbaru, yakni versi 7. iOS 7 juga tersedia gratis untuk perangkat Apple lainnya, dan dapat diunduh mulai 18 September 2013.
 
(TheVerge)

iPhone 5C hadir dengan 5 pilihan warna, yaitu hijau, putih, biru, merah muda, dan kuning. Tak tersedia warna klasik, hitam dan putih untuk iPhone 5C.

Dari sisi harga, untuk pasar Amerika Serikat, perangkat ini akan dijual di harga 99 dollar AS (16 GB) dan 199 dollar AS (32 GB) dengan ikatan kontrak operator selama dua tahun.

 
Sumber: The Verge
Editor: Wicak Hidayat

Jumat, 30 Agustus 2013

Melbourne Kota Paling Layak Huni



MELBOURNE di Australia terpilih sebagai kota paling layak huni dalam tiga tahun terakhir.*


MELBOURNE, (PRLM).- Kota Melbourne di Australia terpilih sebagai kota paling layak huni pada 2013, menurut kajian yang dilakukan Economist Intelligence Unit (EIU).
Bagi ibukota negara bagian Victoria tersebut, ini adalah untuk kali ketiga berturut-turut merebut gelar kota paling layak huni di dunia.

EIU memakai sejumlah kriteria untuk menyusun daftar tahunannya, di antaranya tingkat kejahatan dan faktor keamanan, akses dan kualitas kesehatan, kebudayaan dan lingkungan, kualitas pendidikan, dan prasarana.

Unit kajian yang berada di satu grup dengan majalah ekonomi The Economist ini mengatakan kota-kota yang masuk sepuluh besar biasanya adalah kota-kota ukuran menengah di negara-negara maju dengan kepadatan penduduk rendah.

Urutan kedua ditempati Wina di Austria, disusul tiga kota di Kanada, Vancouver, Toronto, dan Calgary, masing-masing di posisi tiga, empat, dan lima.

Dua kota berikutnya di nomor enam dan tujuh adalah Adelaide dan Sydney. Ibukota Finlandia Helsinki, Perth, dan Auckland di Selandia Baru melengkapi 10 kota paling layak huni untuk 2013.

Di daftar sepuluh besar, Australia tampil dominan dengan memasukkan empat kota, sementara Kanada menempel ketat dengan tiga kota.

Sementara di papan bawah, dari 140 kota di seluruh dunia yang disurvei EIU, yang masuk dalam kategori tidak layak huni antara lain adalah Teheran, Tripoli, Port Moresby, Dhaka, dan Damaskus.(bbc/A-147)***

Sabtu, 20 April 2013

Lidi Asal Parigi Tembus Mancanegara





PANGANDARAN,(PRLM).-Banyak masyarakat yang belum menetahui manfaat lidi yang diperoleh dari pohon kelapa, kecuali hanya sebatas djadikan sebagai sapu.

Padahal dengan sedikit sentuhan yang artistik, lidi dapat diolah menjadi bahan baku kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Tidak hanya itu saja, dengan sedikit ketrampilan tangan ditambah kreatifitas seni yang tinggi, anyaman lidi bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat alas piring, alas gelas, tirai dan lainnya. Lidi yang semula hanya sebagai alat untuk meyaopu sampah, naik kelas diletakkan di atas meja makan.

Hanya saja potensi yang besar tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran.

Sebagai wilayah yang berada di pesisir pantai dengan ratusan ribu pohon kelapa, ternyata potensi lidi tersebut tidak dimanfaatkan optimal. Warga masih memandang sebelah mata, nilai ekonomis lidi sehingga begitu saja menjualnya.

besarnya potensi lidi di wilayah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Ciamis itu dapat dilihat di terminal Agrobisnis Kecamatan Parigi, Pangandaran.

Hampir setiap hari ratusan bahkan ribuan ikat sapu lidi masuk ke tempat tersebut. Sapu lidi yang dikirim oleh warga kemudian kembali diurai.

Selanjutnya lidi yang terurai tersebut dicampur dengan lainnya. Berikutnya batang-batang lidi kembali diikat menjadi sapu yang berisi antara 260 -280 batang lidi, kemudian dikirim ke pemesan yang umumnya berasal dari wilayah Solo, Yogyakarta, bahkan Bekasi.

"Sebenarnya potensi lidi sangat besar. Hanya saja kami tidak bisa memastikan waktu pengirman, sebab pasokan dari warga juga kadang tidak stabil. Selama ini memisahkan lidi dari daunnya hanya pekerjaan sampingan, di kala menunggu musim panen atau pekerjaan utama lain," ungkap Ny. Aan (44) salah seorang pengusaha sapu lidi di Terminal Agrobisnis Parigi, Jumat (19/4).

Dia mengungkapkan bahwa sampai saat ini tidak ada warga di wilayah tersebut yang memanfaatkan lidi menjadi bahan baku kerajinan tangan.

Dengan demikian lidi lebih banyak dijual dalam bentuk sapu lidi yang dijual Rp 950 per ikat, sedangkan lidi yang berwarna kuning harganya lebih mahal Rp 1.250 per ikat.

"Berdasar info dari pemesan yang umumnya menjadi perajin lidi, hasil kerajinannya untuk memenuhi permintaan ekspor ke Jepang, Hongkong maupun Singapura. Kalau sudah menjadi aneka kerajinan tangan, harganya jauh lebih mahal," tambahnya.

Aan yang bersuamikan Aep (46) mengatakan ada beberapa pengepul sapu lidi yang ada di terminal Agrobisnis Parigi. Selain dirinya, pengusaha sapu lidi lainnya adalah Hj. Isoh, dan Erwin.

Umumnya mereka menggeluti bidang tersebut sudah lebih dari lima tahun. Hanya saja di antara mereka belum nampak upaya untuk meningkatkan nilai lidi yang dijualnya.

"Selama ini saya hanya menjadi pengepul yang mendapat kiriman barang dari para ranting. Hanya saja pasokan kadang tidak rutin, sehingga tidak bisa memenuhi seluruh pesanan. Misalnya enam bulan lalu, praktis tidak ada ranting yang menyerahkan sapu lidi.
Kalau sekarang sudah mulai kembali lancar, paling tidak seminggu satu kali mengirim satu truk sapu lidi ke Solo," katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa lidi yang didatangkan dari Kecamatan Parigi kualitasnya lebih baik dibandingkan dari daerah lain.

Sebelum dijadikan bahan baku kerajinan tangan, lidi dipotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki, selanjutnya dibikin bermacam bentuk atau model kerajinan tangan dari lidi.
Sebagian besar hasil kerajinan pemesan, hasil kerajinan lidi lebih banyak yang diekspor.

"Berdasarkan keterangan dari perajin, saya juga berangan-angan kapan warga Pangandaran atau Parigi bisa membuat kerajinan dari lidi. Dengan nilai jual yang mahal, tentunya dapat menambah penghasilan keluarga," ujarnya. (A-101/A-89)***

Sabtu, 13 April 2013

Nelayan Pantai Bojongsalawe Ingin Alur Pelayaran yang Dalam





PANGANDARAN, (PRLM).- Nelayan Pantai Bojongsalawe Kecamatan Parigi daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran berharap arus alur perahu nelayan tradisional di sekitar tempat tersebut segera dikembalikan seperti masa lalu. Saat ini alur perahu sudah bergeser dari tempat semula akibat terjadinya abrasi tepi pantai berikut tiga sungai besar yang bermuara di tempat tersebut.

Untuk mengembalikan jalur perahu nelayan, khsusnya yang tidak jauh dari TPI Bojongsalawe setidaknya harus kembali membuat bangunan pemecah ombak atau breakwater. Bangunan tersebut tidak langsung menuju ke laut akan tetapi lebih diarahkan menuju jalur utama pelayaran. Dengan demikian diharapkan abrasi bisa diminimalisir. Selain itu alur pelayaran juga bakal semakin dalam.

"Kami ingin agar alur pelayaran perahu nelayan dikembalikan seperti sebelum dibangun breakwater. Bangunan tersebut memang berfungsi dengan baik untuk meminimalisir abrasi, akan tetapi lebih baik apabila kembali dibangun meneruskan bagian bangunan yang tidak langsung menuju laut. Dengan adanya pengalihan tersebut, maka abrasi bisa lebih dkendalikan, setidaknya bakal semakin memperkuat breakwater," tutur ketua Rukun Nelayan (RTN) Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kusin, Jumat (12/4).

Didampingi anggotanya Sugito dan Asep Tata, kesepakatan untuk mengembalikan alur pelayaran seperti sebelum dibangun pemecah ombak, merupakan hasil kajian terhadap perkembangan kondisi saat ini. Sebelum terjadi abrasi parah pada tahun 2004, kondisi alur pelayaran perahu nelayan tidak langsung lurus menuju ke laut, akan tetapi sedikit berkelok. Dengan kondisi tersbeut perahu dapat melaju dengan aman menuju laut lepas.

"Hanya saja abrasi parah tahun 2004 telah mengubah segalanya. Alur muara tiga sungai menjadi langsung lurus ke laur. Sedangkan sebelumnya berbelok, sehingga terjangan ombak tidak begitu besar. Perahu nelayan bisa tenang menuju laut lepas. Sekarang harus menerjang ombak besar dengan segala risikonya," tuturnya.

Sementara itu Sugito yang juga Kepala Dusun Bojongsalawe menambahkan abrasi yang terjadi saat ini relatif sedikit. Yang penjadi persoalan adalahperlu upaya untuk mengembalikan alur pelayaran seperti semula. "Kami spekat untuk mengambalikan alur pelayaran seperti semula. Kami juga berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan warga," tuturnya.

Dia mengatakan salah satu upaya untuk mengurai abrasi di bantaran sungai, adalah dengan melakukan penanaman pohon bakau. Pohon tersebut selain untuk mengantisipasi abrasi, sekaligus untuk perkembangbiakkn biota laut seperti ikan, udang dan lainnya. Selain itu juga mampu menjadi sarang bagi satwa lainnya.

Secara terpisah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis Jeje Wriadinata mengatakan pada prinsipnya sepakat dengan keinginan nelayan untuk mengembalikan alur pelayaran seperti kondisi sebelumnya. ntuk kepetingan tersebut, ia menambahkan harus ada kajian ilmiah menyeluruh tentang kondisi lingkungan sekitar.

"Bagaimanapun juga perlu dilakukan kajian ilmiah, sehingga daat dipertanggungjawabkan. Jangan ketika sudah ada bangunan ternyata haslnya justr merusak lingkungan. Saya sepakat dengan apa yang menjadi kehendak nelayan, hanya saja kuncinya adalah perlu ada kajian," katanya.(A-101/A-147)***

Kamis, 11 April 2013

Pengembangan Usaha Gula Kelapa di Pangandaran Masih Terbuka Luas



SEORANG perajin gula kelapa di Desa Cikembulan, Sidamulihtengah, wilayah daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, tengah menunggu nira yang baru disadapnya, Rabu (10/4).*



PANGANDARAN,(PRLM).-Pengembangan usaha gula kelapa di wilayah daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran masih terbuka luas. Salah satu wilayah yang terus menggali potensi gula kelapa atau gula merah di antaranya Kecamtan Padaherang, Kalipucang, Cimerak dan termasuk kecamatan Sidamulih.

Berkembangnya industri rumah tangga pembuat gula kelapa tersebut, telah memberikan nilai positif bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut. Tidak hanya sekadar mampu menyerap banyak tenaga kerja, akan tetapi juga meningkatkan kesejahteran perajin kelapa atau gula merah.

Hanya saja potensi besar gula kelapa masih belum digali secara maksimal. Setidaknya saat ini baru sekitar dua puluh persen dari seluruh pohon kelapa yang diambil niranya untuk gula kepala.

"Sebenarnya potensi gula keapa masih sangat terbuka, saat ini saja baru sekitar dua puluh persen pohon kelapa yang diambil niranya. Apabila persentasi yang disadap niranya ditingkatkan, maka tingkat kesejahteraan petani gula kelapa juga bakal semakin meningkat, " tutur Ketua Asosisasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) H .Yos Rosbi, yang didampingi Wakil Sekrtaris Abdul Aziz, Rabu (10/4).

Dia mengungkapkan bahwa seperti halnya daerah lain, potensi industri atau perajin gula kelapa di wilayah kecamatan Sidamulih masih sangat terbuka luas.

Hal itu selain karena kondisi lingkungan alam yang cocok untuk pertumbuhan pohon kelapa, juga masih tebuka lahan untuk ditanami tersebut.

Hanya saja, saat ini masih sangat banyak pohon yang belum disadap atau diambil niranya. Jumlah pohon juga berkurang seiring dengan adanya kebutuhan akan batang pohon kelapa untuk kepentingan lain, dengan demikian, Yos menambahkan perlu ada peremajaan pohon kelapa.

"Tidak hanya pohon banyak saja, akan tetapi ketrampilan perajin gula kelapa juga perlu ditingkatkan. Selain itu juga harus ada kepedulian pedagang serta pengusaha gula kelapa terhadap nasib perajin gula kelapa, karena mereka sangat rentan dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja," katanya.

Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan dalam Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) yang meliputi wilayah Ciamis, Tasikmalaya dan Sumedang.

Anggotanya tidak hanya petani kelapa, akan tetapi juga pemilik kebun, petani penderes atau penyadap, termasuk cendekiawan yang peduli terhadap nasib petani penderes gula kelapa.

Aziz menambahkan banyak penderes yang mengalami kecelakaan ketika sedang melaksanakan perkerjaannya, tidak hanya jatuh dari pohon, akan tetapi juga risiko lain seperti tersiram nira panas.

Untuk membantu meringankan perajin, AGKP juga memberikan bantuan atau santunan kepada petani penderes. Anggaran yang digunakan untuk memberikan santunan berasal dari hasil menyisihkan dana asosiasi.

"Kami memberikan santnan kepada anggota AGKP yang mendapatkan musibah tanpa sedikitpun membebani petani penderes. Misalnya anggota meninggal mendapat santunan Rp 1 juta, selain itu jika kecelakaan sampai cacat juga mendapat santunan, termasuk yang tersiram nira panas," kata Aziz.

Pada bagian lain dia menambahkan bahwa produksi kerajinan rumah tangga gula kelapa di wilayah Priangan timur mencapai 450.000 kilogram per hari atau 12.500 ton per bulan.
kegiatan produksi gula kelapa tersebut melibatkan sedikitnya 37.500 petani penderes.

"Untuk industri rumahan tersebut tentu melibatkan tenaga kerja lain, tidak hanya suami akan tetapi juga istri maupun anak. yang pasti kerajinan home indutri gula kelapa mampu menyerap tenaga kerja yang sangat banyak, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran," tuturnya.

Aziz juga menjhelasan bahwa usaha gula kepala lebih menguntungkan apabila dibandingkan dengan menjual kelapa butiran. Misalnya dari 40 ohon kelapa, penderes atau perjain gula kepala mendapatkan gula rata-rata 16 kilogram per hari, sedangkan apabila diambol kelapa hanya mendapat 400 butir kelapa.

"Keuntungan lain usaha gula kelapa juga menciptakan pemerataan penghasilan bagi pemilik pohon kelapa. Tidak semua perajin memiliki pohon kelapa, sehingga menyewa kepada pemilik pohon untuk diambil niranya," jelasnya.

Selain memberikan santunan, ia mengungkapkan sejumlah pengusaha juga memberkan bantuan langsung keopada penderes. Bantuan tersebut misalnya berupa tempat pembuatan gula kelapa, menyediakan pohon yang hendak disadap.

"Dengan demikian perajin hanya menyada nira dan hasilnya dijual kepada pengusaha tersebut," tambah Aziz.

Terpisah salah seorang perajin gula kelapa di Desa Cikembulan, Riwan dan Sahidi mengungkapkan mendapat bantuan berupa bangunan untuk prodksi gula kepala dari H. Yos Rosbi. untuk menjalankan usahanya tersebut, keduanya mendapatkan 30 pohon kelapa yang setiap hari mampu menghasilkan rata-ata 13 - 13 kilogram gula kelapa per hari.

"Istilahnya saya hanya menyediakan tenaga saja. Tempat pembuatan gula sudah disediakan, demikian pula dengan pohonnya. Hasilnya juga siap ditampung dengan harga relatif bagus. Terus terang saya sangat terbantu dengan usaha gula kepala ini," tuturnya disela merebus nira yang baru disadapnya.

Saat ini harga gula kelapa Rp 7.800 per kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 8.000 per kilogram.

Riwan mengungkapkan harga tertinggi gula kelapa yang dialaminya mencapai Rp 12.000 per kilorgam, sedangkan paling rendah Rp 7.000.

"Harga gula memang fluktuatif, kadang tinggi, tetapi sebaliknya juga turun. bagi saya yang hanya lulusan SD kerja sebagai perajin gula kelapa sudah sangat beruntung," tuturnya,(A-101/A-89)***

Rabu, 10 April 2013

Pramugari EgyptAir Kini Berjilbab

Rabu, 10 April 2013, 15:10 WIB

Pramugari EgyptAir kini berjilbab.


REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Maskapai penerbangan Mesir EgyptAir mengizinkan pramugarinya berjilbab dalam penerbangan ke negara-negara Arab.

Seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/4), Wakil Direktur EgyptAir Abdel Aziz Fadel mengatakan, perusahaan menyebut kebijakan itu akan berlaku luas, menyusul aturan dibolehkannya penyiar berita di televisi pemerintah mengenakan jilbab yang tidak menutupi wajah.

Meski banyak Muslimah Mesir mengenakan jilbab, pemerintahan Husni Mubarak melarang penggunaan jilbab di televisi pemerintah dan tempat-tempat umum. Presiden Mursi berulang kali mengatakan, mereka tidak akan menerapkan larangan simbol-simbol Islam dengan ketat.

EgyptAir mendesain jilbab khusus yang disesuaikan dengan seragam. Pramugari yang memakai jilbab pertama kali saat melayani perjalanan haji dari Jeddah ke Madinah. Kemudian, berkembang saat melayani perjalanan ke negara-negara Arab.

Fadel mengatakan, jilbab tidak mempengaruhi kinerja para pramugari dan bisa menjadi pilihan pakaian. Pemakaian jilbab di perusahaan penerbangan bukan hal baru. Sejumlah maskapai di negara Muslim membolehkan pramugarinya mengenakan jilbab.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Karta Raharja Ucu

Ditjen Pajak Siap Memecat Pegawai yang Tertangkap KP




JAKARTA, (PRLM).- Sehari setelah ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pegawa pajak PR langsung dibebastugaskan sementara dari jabatannya sebagai fungsional pemeriksaan pajak madya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Pusat. Jika kelak terbukti bersalah di pengadilan, PR pun akan dikenakan sanksi disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (pemecatan).

“Kami akan segera menindaklanjuti pegawai pajak PR dengan cara melakukan tindakan disiplin bagi PNS,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Kismantoro Petrus, dalam siaran persnya yang diterima “PRLM”, di Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Kismantoro menjelaskan, penangkapan yang dilakukan KPK terhadap PR dan oknum wajib pajak RT dan AH pada Selasa, 9 April 2013 merupakan hasil kerja sama atau koordinasi yang dilakukan antara DJP dan KPK guna memberikan efek jera kepada pelaku kriminal di lingkungan DJP. “Kami sangat mengapresiasi kinerja KPK yang telah berhasil menangkap para pelaku, khususnya pegawai pajak, PR,” katanya.

Pihaknya akan segera menindaklanjuti pegawai pajak PR dengan cara melakukan tindakan disiplin bagi PNS. Langkah awal, langsung membebastugaskan sementara PR dari jabatannya sejak yang bersangkutan diperiksa KPK. Tindakan lainnya, melakukan proses hukuman disiplin kepada yang bersangkutan sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Belajar dari kasus pajak yang selama ini terjadi, baik Gaus maupun Dana hingga PR, maka ke depan DJP terus berkomitmen melakukan pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Proses penangkapan ini merupakan konsekuensi logis dari proses reformasi di Ditjen Pajak.

“Untuk itu, Ditjen Pajak telah menjalin kerjasama dengan para penegak hukum dan terus memperkuat pengawasan internalnya dengan mekanisme Whistle Blowing System. Ditjen Pajak konsisten untuk melaksanakan reformasi birokrasi dan meningkatkan profesionalisme dengan melakukan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran perpajakan baik yang dilakukan oleh Wajib Pajak maupun oleh pegawai pajak,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petugas KPK menangkap PR atau Pargono Riyadi dan Rukimin Tjahyanto yang menjadi kurir dalam operasi tangkap tangan seusai serah terima uang di lorong stasiun Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Uang diserahkan lewat cara yang 'unik'. Saat itu Rukimin dan Pargono berjalan dari arah yang berlawanan. Tentu saja di tangan Rukimin sudah siap uang berisi pecahan Rp 100.000 yang diperkirakan berjumlah Rp 125 juta.

Pada sebuah titik, mereka kemudian berpapasan. Tas berisi uang itu pun langsung berpindah tangan. Tanpa ada pembicaraan, keduanya langsung berpisah. Saat itulah, petugas KPK langsung menangkap Rukimin. Ternyata Rukimin sempat melakukan perlawanan. Perdebatan pun tak bisa dihindari. Karena kalah jumlah, Rukimin pun cuma bisa pasrah. KPK pun langsung memborgol Rukimin.

Dalam pengembangannya, KPK kemudian menangkap dua orang lagi, masing-masing di Depok dan Bandung. Yang ditangkap di Depok, Jawa Barat adalah Asep Hendro, pemilik sebuah penjualan kendaraan bermotor bernama AHRS. Sedangkan pria yang ditangkap di Bandung adalah Wawan, manajer di AHRS. Asep diketahui pernah menjadi pembalab nasional di era 1990-an. Dari kedua orang belakangan inilah diduga uang itu. Maksud penyerahan uang diduga dalam kasus pembayaran pajak yang membelit perusahaan AHRS. (A-75/A-147)***

MICE Wisatawan Domestik Sumbang Rp 60 Triliun

Di Jabar Berikan Kontribusi 15 Persen



BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 245 juta wisatawan domestik telah menyumbangkan pemasukan bagi Indonesia dengan total kontribusi sebesar Rp 100 triliun dalam sektor pariwisata sepanjang Tahun 2012. Dari total kontribusi tersebut, 60 persen atau sekitar Rp 60 triliun merupakan pemasukan dari wisatawan domestik yang melakukan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE).

Demikian disampaikan CEO Rajamice, Panca R. Sarungu kepada wartawan pada Press Conference Indonesia MICE and Corporate Travel Mart di Harris Hotel and Convention Festival Citylink, Jln. Peta, Bandung pada Rabu (10/4/2013). “Dari nilai Rp 60 triliun tersebut, transaksi dari MICE di Jabar memberikan kontribusi sekitar 15 persen atau sekitar Rp 9 triliun,” katanya.

Sementara itu, daerah di Jabar yang paling diminati untuk MICE adalah Bandung. Menurutnya, Bandung merupakan kota terfavorit kedua setelah Bali untuk kegiatan tersebut. “Kota pertama yang diminati adalah Bali, selanjutnya Bandung, dan yang ketiga adalah Yogyakarta,” kata Panca. Bahkan menurutnya, dari sekitar 250 hotel yang ada di Bandung, 70 persen telah memiliki fasilitas untuk MICE.

Dengan demikian, tidak heran bila pemasukan hotel yang fokus terhadap kegiatan MICE justru mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari kegiatan tersebut. “Pemasukan dari MICE 500 persen lebih banyak daripada pemasukan dari aktivitas menginap. Sebabnya, MICE akan lebih mengoptimalkan fasilitas hotel sehingga memperbesar pemasukan hotel,” kata Panca.

Ketika ditanyakan mengenai kontribusi terbesar untuk MICE, Panca mengatakan, saat ini pihak perusahaan menyumbang sekitar 70 persen untuk kegiatan tersebut. Sementara sisanya adalah lembaga pemerintah, asosiasi, dan partai politik. “Oleh karena itu, pada kegiatan hari ini kami lebih banyak mendatangkan pihak perusahaan sebagai pembeli,” ujarnya.

General Manager Harris Hotel and Convention Festival Citylink, Anton Susanto mengatakan, saat ini perbandingan pemasukan di hotel yang fokus di MICE adalah 60 : 40 antara kegiatan MICE dengan aktivitas untuk menginap. “Namun demikian, untuk hotel yang belum fokus pada kegiatan MICE, ya kebalikannya, 40 : 60,” ucapnya.

Pada hotel tersebut, Anton mengungkapkan kontribusi terbesar MICE didapatkan dari lembaga pemerintah. “Dulu relatif seimbang, tapi lambat laun lembaga pemerintah memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan dengan perusahaan. Sebabnya, kecepatan pembayaran saat ini sudah tidak menjadi kendala dan hal tersebut menjadikan transaksi lebih cepat. Sekitar 2 minggu segala sesuataunya sudah rampung,” tutur Anton. (A-207/A-147)***

Selasa, 09 April 2013

Waduk Cirata


Waduk Cirata merupakah satu danau buatan yang dibangun dengan cara membendung Sungai Citarum. Pembangunan waduk dengan luas 43.777,6 ha yang terdiri atas 37.577,6 ha wilayah daratan dan 6.200 ha wilayah perairan ini direalisasikan pada 19 Mei 1984. Waduk yang dikelilingi perbukitan ini terbilang cukup besar karena genangannya tersebar di tiga Kabupaten, meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Purwakarta.

Saat air Sungai Citarum dan Cisokan mulai menggenangi Cirata pada 1 September 1987, sebanyak 6.335 keluarga harus merelakan tanah kelahiran mereka menjadi genangan air. Selain itu, ada sebanyak 3.766 keluarga lain yang terpengaruh proyek itu. Warga yang terpengaruh proyek secara langsung maupun tidak langsung, sebagian besar memilih kegiatan ekonomi baru di sekitar waduk dan sebagian kecil memilih bertransmigrasi atau kegiatan ekonomi terarah.

Fungsi utama waduk ini adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa-Bali. Namun akhirnya, berbagai kegiatan lainnya turut berkembang di kawasan ini. Mulanya, pada tahun 1986 diaplikasikan sebuah teknologi budi daya jaring apung di Waduk Cirata. Hal tersebut dilakukan guna memberikan lapangan kerja bar bagi penduduk yang terkena dampak proyek pembangunan PLTA tersebut. Pada tahun 1999, perkembangan jumlah keramba apung berkembang pesat hingga 28.739 unit.

Budi daya perikanan dengan teknologi jaring apung di Waduk Cirata ini tidak bergantung pada musim karena memiliki debit air yang stabil sehingga meski musim kemarau datang, kegiatan budi daya ikan tetap berjalan. Sekitar 30 persen ikan-ikan tawar di wilayah Jawa Barat berasal dari hasil budi daya perikanan di Waduk Cirata.

Seiring dengan berjalannya waktu, tak hanya budi daya perikanan yang dijadikan lahan ekonomi bagi penduduk sekitar. Keindahan panorama alam Waduk Cirata pun dikembangkan menjadi potensi pariwisata, seperti berperahu, memancing, atau sekadar untuk berfoto-foto dan menikmati keindahannya.

Akan tetapi, berdasarkan penelitian tahun 1996-2000, waduk ini mengalami sedimentasi tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Tengah. Hingga tahun 2000, endapan di Waduk Cirata sudah mencapai 62,8 juta m3. Sementara batas ekstrem yang dirancang bagi endapan di waduk tersebut volumenya 79,3 juta m3. Khusus tahun 2001 sedimentasi di Waduk Cirata mencapai 15 juta m3. Akibat sedimentasi yang parah, pada tahun 2009 diperkirakan sisa usia Waduk Cirata tinggal enam puluh tahun lagi, sedangkan dalam skenario normal, Waduk Cirata bisa bertahan hingga delapan puluh tahun lagi.
(Mayang Ayu Lestari/Periset “PR”)***




Ilustrasi: Fian Afandi/”PR”

Lokasi                              : Kecamatan Manis, Kabupaten Bandung Barat
Luas Area                        : 6.200 ha
Lokasi Ketinggian             : 221 mdpl
Daya Tampung                  :  2.165 miliar m3
Kedalaman                       : 106 m

Menteri PU Djoko Kirmanto: Jalan Nasional Seharusnya Dirawat

Selasa, 09/04/2013 - 17:58 

VEBERTINA MANIHURUK/"PRLM"

MENTERI Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau hasil penelitian Puslitbang Pemukiman Kementrian Pekerjaan Umum di Grha Wiksa Praniti, Jln. Turangga Kota Bandung, Selasa (9/4/13).*


BANDUNG, (PRLM).- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan, jalan-jalan di Jawa Barat yang berstatus jalan nasional seharusnya mendapatkan program perawatan dan pemeliharaan jalan setiap tahun.

Kontraktor yang melakukan pemeliharaan jalan namun tidak menghasilkan jalan yang baik, seharusnya juga sudah dievaluasi saat proses pengerjaan.

Djoko mengatakan itu saat meninjau hasil penelitian Puslitbang Pemukiman Kementrian Pekerjaan Umum di Grha Wiksa Praniti, Jl. Turangga Kota Bandung, Selasa (9/4). Selain pemeliharaan rutin setiap tahun, ada pula pemeliharaan secara berkala setiap tiga tahun dan lima tahun.

Namun, saat diinformasikan bahwa Jl. Soekarno-Hatta Kota Bandung yang berstatus jalan nasional selalu rusak beberapa bulan setelah diperbaiki, Djoko tampak kaget. "Sebenarnya pekerjaan kontraktor sudah diawasi dan seharusnya dievaluasi saat dia bekerja. Kalau pekerjaannya tidak baik, pasti tidak diterima," kata dia.

Karena itu, ia menjanjikan, jalan nasional yang rusak akan diperbaiki meski tidak dipastikan akan dilakukan segera. "Kalau rusak, tunggu waktu saja, nanti perbaikannya sampai di situ," tutur Djoko.

Ditambahkannya, Kementrian PU sendiri sedang menjalankan program pemantapan jalan yang akan ditargetkan mencapai 94 persen pada 2014. Meski begitu, ia optimistis akan melebihi target berdasarkan perhitungan Dirjen Bina Marga. (A-160/A-26).***

Jumat, 05 April 2013

Indonesia Diperkirakan Raup Rp 3,34 Triliun dari ITB Berlin

Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F | Jumat, 5 April 2013 | 11:39 WIB

 
RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel di anjungan Indonesia pada pembukaan Internationale Tourismus-Borse (ITB) di Berlin, Jerman, Selasa (5/3/2013) malam waktu setempat.  




JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan menjadi Official Partner Country ITB Berlin 2013, pameran wisata terbesar di dunia, Indonesia diharapkan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lebih banyak ke dalam negeri.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, estimasi devisa yang akan diperoleh Indonesia dari hasil partisipasi ITB Berlin adalah sekitar Rp 3,34 triliun. Angka ini diperoleh dari hasil kuesioner yang dibagikan ke 93 peserta Paviliun Indonesia ITB Berlin 2013.

Dari survei tersebut dihasilkan estimasi, berasal dari rata-rata appointment yang tercatat antara peserta paviliun dan industri yang hadir (sebagian besar industri pariwisata Eropa) dalam pertemuan business to business, mencapai 27 pertemuan.

Angka 27 pertemuan ini kemudian dikalikan dengan rata-rata perolehan per pertemuan, yaitu 11.896 wisman. Sementara itu, asumsi pengeluaran wisman per kunjungan adalah 1.133 dollar AS. Hal ini berarti diprediksikan bahwa Indonesia dapat menerima kunjungan lebih dari 300.000 wisman dari hasil ITB Berlin.

"Ada dua hasil dari ITB Berlin yang juga akan menyumbang. Wholesaler terbesar di Jerman akan mendatangkan 27 operator tur dan buyer besar, serta media ke Bali di bulan Mei. Ini bisa untuk mengejar momentum musim panas dan libur akhir tahun ini. Mereka dari Jerman dan negara lain di Eropa," jelas Mari saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Selain itu, ada kerja sama peningkatan charter flight dari Rusia. Destinasi yang mereka incar adalah Solo dan Bali. "Bukan hanya charter flight ini yang kabar gembira. Saya senang karena adanya diversifikasi produk. Mereka memilih Solo, tidak hanya Bali. Karena selama ini Rusia biasanya ke Bali," katanya.

Juga terjadi dua kesepakatan di bidang investasi pariwisata saat ITB Berlin. Sementara itu, saat ITB Berlin berlangsung, hadir dua kepala negara dari Jerman dan Indonesia.

"Ini kali pertama ITB Berlin dikunjungi dua kepala negara sekaligus. Paviliun kita juga menang 'second best' untuk kategori Asia Pasifik. Ya, kita berharap dari ITB Berlin ada dampak peningkatan kunjungan wisman," ungkap Mari.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel
 
Editor : I Made Asdhiana

Jumat, 30 November 2012

"Perut Singapura Kenyang karena Indonesia"

DEVISA HASIL EKSPOR


Jumat, 30 November 2012 | 07:52 WIB

  google image 
Uang Dollar AS  

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia akan mengeluarkan peraturan baru tentang bank wali amanat (trustee bank). Ini adalah status sekaligus layanan baru buat bank di Indonesia yang akan ditawarkan oleh Bank Indonesia. Jika bank berstatus bank wali amanat, bank bisa mengelola uang para eksportir Indonesia. 

Peraturan yang akan berlaku tahun 2013 ini juga bertujuan untuk menarik dana pengusaha Indonesia yang diparkir di bank di luar negeri. Maklum, sebagian besar dana tersebut merupakan dana hasil ekspor yang dilakukan dari Indonesia. Uang tersebut semestinya dibawa lagi ke Indonesia karena perusahaan mereka beroperasi di Indonesia, tetapi nyatanya disimpan di luar negeri. 

Bank Indonesia pernah menyatakan, uang hasil ekspor yang tidak kembali lagi ke Indonesia mencapai 30 persen. Jadi bila nilai ekspor Indonesia tahun ini sampai September 2012 mencapai 143 miliar dollar AS, berarti ada sekitar 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 180 triliun) masih diparkir di bank di luar negeri.

Memang, dalam laporan terbaru Bank Indonesia disebutkan, per Agustus 2012, tinggal 16 persen uang hasil ekspor dari Indonesia belum masuk ke sistem keuangan Indonesia. Meski tinggal sedikit, persialannya, uang yang telah masuk ke Indonesia tidak bertahan lama di sini. Uang itu kembali lagi ke luar negeri. Kini Bank Indonesia berusaha agar uang tersebut tetap bertahan di sistem perbankan Indonesia dengan mengenalkan layanan baru bernama trustee bank.  

Pengusaha ekspor membenarkan sebagian besar mereka masih menyimpan dananya di bank di luar negeri. Menurut eksportir, sebagian besar dana tersebut diparkir di lembaga keuangan di Singapura. “Bisa mencapai 50 persen,” kata Benny Soetrisno, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia saat bertemu KONTAN.  Setelah itu ialah Hongkong, Belanda dan Inggris. “Di Hongkong besar juga, bisa 30 persen,” tutur Benny.
Dengan posisi seperti itu, Singapura sangat tergantung dengan Indonesia. Selain menjadi sumber utama lembaga keuangan Singapura, Indonesia juga merupakan pasar terbesar ekonomi Singapura. “Kalau kita perang dengan Singapura, Singapura akan menangis. Selama ini perut mereka kenyang karena Indonesia,” kata Benny yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri bergerak di sektor pertambangan, minyak dan gas, dan kelapa sawit.

Kata Benny, pengusaha menyimpan dananya di bank di luar negeri karena beberapa sebab. Pertama, mereka mendapatkan pinjaman dari bank di luar negeri. Nah, uang hasil ekspornya dikelola dan dikuasai oleh bank pemberi kredit. Perbankan di luar negeri yang member pinjaman bertindak sebagai wali amanat yang mengelola aset bergerak dan aset tidak bergerak milik pengusaha Indonesia.

Kedua, karena faktor biaya yang lebih murah. Pengusaha Indonesia masih tertarik menyimpan dananya di luar negeri karena bunga kredit yang murah, sekitar 2 persen-3 perse  per tahun, bandingkan dengan suku bunga kredit valas dari bank di Indonesia yang masih sekitar 6%. Selain itu, biaya membuka dan mengamandemen LC yang lebih rendah dari bank di Indonesia.

Faktor lainnya ialah kemudahan mengakses pinjaman. Misalnya, bank di luar negeri hanya mensyaratkan jaminan (collateral) sekitar 10 persen, sementara perbankan di Indonesia mengharuskan jaminan 30 persen atau 40 persen. Tidak hanya jaminan, pinjaman dari bank disyaratkan diberikan kepada perusahaan yang telah untung, minimal selama dua tahun berturut-turut.

Di luar faktor kelengkapan dan kemudahan layanan serta biaya yang lebih murah, faktor utamanya ialah kepercayaan dan keamanan terhadap bank di luar negeri. Pengusaha-pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri masih lebih percaya kepada perbankan di luar negeri. “Setelah faktor kepercayaan, baru faktor kemudahan dan biaya yang murah,” terang pengusaha yang hobi fotografi ini.

Kata Benny, untuk menarik dana dari luar negeri melalui cara yang ditempuh BI saat ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, eksportir akan melihat dulu layanan dan manajemen perbankan Indonesia.
"Mereka pasti wait and see dulu, kalau ada temannya yang masuk dan bagus, pengusaha yang lain akan ikut. Begitu tipe pengusaha kita," kata Benny.

Ada cara lain yang lebih cepat: membuat kebijakan repatriasi modal seperti yang pernah dilakukan oleh Presiden Soeharto sekitar tahun 1970. Pemerintah meminta para pengusaha superkaya Indonesia untuk membawa masuk uangnya ke Indonesia dengan insentif. "Pajaknya diturunkan menjadi 3 persen-5 persen untuk tahun pertama, selebihnya mereka membayar pajak normal," terang Benny.  (Umar Idris, Herry Prasetyo/Kontan)
 
Sumber :KONTAN
Editor :Erlangga Djumena
 

Senin, 02 Juli 2012

BPPT Dorong Pusat Ekstrak Herbal Nasional

Senin, 2 Juli 2012 | 09:12 WIB


Kompas/Iwan Setiyawan
Pekerja memilah obat herbal yang baru dikemas di pabrik PT Deltomed Laboratories yang sudah memiliki standard CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) di Desa Nambangan, Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (1/6). 
 
 
Jakarta, Kompas - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mendorong pembentukan industri pusat ekstrak nasional bagi bahan-bahan alam sebagai obat. Itu penting untuk standardisasi bahan baku obat herbal, sekaligus mendukung kemandirian obat.

”Saat ini lebih dari 90 persen bahan baku obat harus diimpor. Belum ada keberpihakan pemerintah untuk kemandirian obat,” kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Listyani Wijayanti, Minggu (1/7), di Jakarta.

Salah satu badan usaha milik negara pernah mengusahakan ekstraksi bahan-bahan alam untuk obat atau lebih dikenal sebagai jamu itu. Kapasitas industrinya besar, tetapi tidak didukung kebijakan sebagai pusat ekstrak nasional.

”Sekarang industri ekstraksi itu tidak lagi beroperasi,” kata Listyani. Pusat ekstraksi nasional akan menyuplai bahan baku obat herbal bagi industri. Itu mengurangi ketergantungan penggunaan bahan baku obat impor.

96 persen

Menurut ahli farmasi Iwan Dwiprahasto dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ketergantungan bahan baku obat impor mencapai 96 persen. Dari 204 industri, sejumlah 171 industri domestik dan 33 indus- tri internasional, tidak menempatkan investasinya untuk bahan baku.

Investasi industri farmasi masih mengutamakan aktivitas pengemasan, promosi, dan penetrasi pasar. Padahal penyediaan bahan baku untuk obat herbal memiliki peluang sangat besar.

Pemanfaatan obat herbal sebagai obat tradisional, lanjut Iwan, masih menempati komposisi 80 persen untuk pelayanan kesehatan primer di Asia dan Afrika. Sebanyak 70 persen hingga 80 persen orang Eropa bahkan pernah menggunakan obat herbal.

Listyani mengatakan, sistem dan teknologi untuk membangun pusat ekstrak nasional sudah disiapkan BPPT bersama konsorsium lainnya. Kebutuhan terhadap pusat ekstrak nasional dipengaruhi adanya keragaman kondisi alam produksi bahan-bahan baku tersebut.

”Lingkungan dan iklim yang berbeda-beda berpengaruh terhadap kandungan bahan baku obat herbal sehingga untuk menjaga keajekan kualitas diperlukan standar,” kata dia. Kini, untuk merealisasikannya ada di tangan pemerintah. (NAW)

Sumber :Kompas Cetak
Editor :Lusia Kus Anna
 

Rabu, 09 Mei 2012

Ada Pengakuan Unesco, Batik Maju Pesat


Industri batik di Indonesia berkembang pesat setelah kain tradisional khas nusantara itu mendapat pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya dunia. - wordpress.com 


Oleh:
Jabar - Selasa, 8 Mei 2012 | 18:51 WIB 
 
 
INILAH.COM, Bandung - Industri batik di Indonesia berkembang pesat setelah kain tradisional khas nusantara itu mendapat pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia pada 2009.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti pada Asia Tourism Forum (ATF) 2012 yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa, mengatakan perkembangan industri batik mencapai lebih dari 300 persen dalam 3,5 tahun terakhir.

"Pendapatannya mencapai Rp100 miliar per tahun," ujarnya.

Perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh industri batik setelah pengakuan Unesco itu, menurut Wiendu, merupakan salah satu bukti dari potensi ekonomi yang tersimpan dalam karya budaya.

Budaya yang merupakan modal utama dalam industri kreatif, lanjut dia, secara global menyumbang pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Untuk Indonesia bahkan angkanya lebih tinggi dari itu, yaitu 7,3 persen," ujarnya.

Apabila dikelola secara tepat, kata Wiendu, kegiatan ekonomi justru bisa kembali hidup dan melestarikan tradisi dengan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat penganut karya budaya tersebut.

Saat ini Indonesia telah berhasil meraih pengakuan warisan budaya dunia dari Unesco untuk lima karya budaya, yaitu wayang pada 2003, keris pada 2006, angklung pada 2010, batik pada 2009, dan tari saman gayo pada 2011.

Pemerintah kini tengah menyiapkan 3 karya budaya lain untuk mendapat pengakuan Unesco, yaitu noken dari Papua, tenun ikat Sumba, serta situs tradisional di Bali.[ito]
 

Selasa, 03 April 2012

Tiap Tahun, Malaysia Anggarkan Rp90 Miliar untuk Subsidi

Selasa, 03 April 2012, 10:17 WIB



Ringgit Malaysia
 
 
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengalokasikan subsidi sebanyak 30 miliar Ringgit Malaysia (1 RM setara Rp2800) tiap tahun untuk membantu meringankan beban hidup warganya. Pada 2012, Malaysia akan menyalurkan subsidi yang diberikan langsung sebanyak hampir tiga miliar Ringgit , kata Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak.

Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan subsidi atas beberapa produk pangan seperti beras, minyak goreng, dan gandum serta BBM termasuk bensin, solar dan gas, kata Najib seperti dikutip Bernama, Selasa (3/4). Subsidi juga diberikan untuk listrik bagi satu juta rumah tangga dengan pemakaian listrik tidak lebih dari 20 Ringgit per bulan.

Total jumlah subsidi untuk semua sektor tersebut mencapai 30 miliar Ringgit per tahun, katanya saat menyampaikan Laporan Tahunan Program Transformasi Ekonomi (ETP) dan Rencana Transformasi Pemerintah (GTP) 2012. Untuk jangka panjang, pemerintah memperkenalkan Skema Perumahan 1Malaysia (PR1MA) untuk membangun rumah murah di kawasan urban untuk kalangan menengah, karena perumahan merupakan salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya hidup.

Sementara bagi masyarakat berpendapatan rendah, skema seperti Proyek Perumahan Rakyat yang dilakukan Kementerian Perumahan dan Pemerintah Lokal akan ditingkatkan, kata Najib. Untuk program perumahan di kawasan terpencil, lanjut dia, Syarikat Perumahan Negara menjamin bahwa jumlah rumah yang dibangun untuk masyarakat terpencil mencukupi.

Perdana Menteri mengatakan, pihaknya tidak melupakan nasib nelayan dan telah mengalokasikan 300 juta Ringgit untuk membangun dan memperbaiki rumah mereka melalui Dana Khusus Perumahan Nelayan. Dalam jangka menengah, Pemerintah Malaysia juga telah menjalankan beberapa program inisiatif seperti Kedai Rakyat 1Malaysia, Klinik 1Malaysia, Menu Rakyat 1Malaysia, dan penundaan selama lima tahun kenaikan tarif tol Expressway Utara-Selatan, Tol Pantai Timur, serta pencabutan sistem jalan tol untuk beberapa jalur seperti Cheras-Kajang dan Jalan Connaugt.

Malaysia baru-baru ini menaikkan gaji antara 7-13 persen bagi 1,4 juta PNS yang pada akhirnya akan memberi manfaat bagi empat juta warga Malaysia. "Sedangkan untuk sektor swasta, saya akan mengumumkan pelaksanaan upah minimum akhir bulan ini," ujarnya.

Salah satu langkah jangka pendek yang telah dilaksanakan tahun ini adalah Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) sebanyak 500 Ringgit bagi setiap warga berpenghasilan kurang dari 3.000 Ringgit per bulan. Bantuan ini diberikan kepada sekitar empat juta warga Malaysia.

Disamping BR1M, Pemerintah juga melanjutkan kebijakan bantuan 100 Ringgit bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah. Bantuan ini diberikan kepada 5,3 juta siswa seluruh Malaysia. Sementara 1,3 juta siswa sekolah lanjutan diberi bantuan uang buku sebanyak 200 Ringgit/orang. Jumlah total bantuan langsung ini mencapai tiga miliar Ringgit.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara
 

Rabu, 28 Desember 2011

Uni Eropa setarakan Indonesia

Selasa, 27 Desember 2011 15:45 WIB | 1773 Views




Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana. (FOTO.ANTARA)



Jakarta (ANTARA News) - Uni Eropa mengubah kebijakan bantuannya kepada Indonesia menyusul meningkatnya pendapatan per kapita Indonesia sehingga naik peringkat dari negara miskin menjadi negara berpendapatan menengah, demikian keterangan tertulis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Selasa.

Kementerian itu mengungkapkan, Duta Besar/Ketua Delegasi UE untuk Indonesia Julian Wilson telah menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana untuk menjelaskan perubahan kebijakan bantua Eropa ke Indonesia.

Menurut Wilson, hubungan dengan negara-negara yang meningkat pendapatan per kapitanya berubah menjadi hubungan lebih setara antara negara-negara berpendapatan tinggi dengan negara-negara berpendapatan menengah.

Pada kondisi seperti itu hubungan baru perlu diikuti oleh instrumen-instrumen baru dalam penyaluran bantuan.

Jika misalnya tadinya bantuan lebih banyak menyangkut upaya mengentaskan kemiskinan, maka kini lebih banyak menyangkut upaya eningkatkan proses produksi dengan teknologi lebih tinggi, misalnya melalui kerja sama pembuatan pesawat terbang, sebagaimana yang baru terjalin antara Airbus dengan industri pesawat terbang Indonesia.

Kebijakan UE baru ini akan mulai berlaku untuk periode 2014-2020, sementara sebelum berlaku, usul perubahan kebijakan ini masih akan dibahas selama kurang lebih 18 tahun.

Sedangkan komitmen UE sebesar 200 juta euro untuk kegiatan yang sudah masih dapat terus diselesaikan.

Armida sendiri mengatakan sejak reformasi bergulir Indonesia sebenarnya telah menggunakan bantuan luar negeri secara sangat selektif, misalnya untuk membangun kapasitas kelembagaan dan kerjasama berbagai teknologi produksi di mana kedua belah pihak memperoleh manfaat.

Armida tidak terlalu memasalahkan langkah EU yang kini melaksanakan kebijakan kesetaraan antara donor dengan penerima donor terhadap Indonesia.

Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNDP) mencatat pendapatan per kapita Indonesia terus meningkat hingga melewati 3.000 dolar AS sejak 2007. Tahun 2011, pendapatan per kapita Indonesia telah mencapai 3.716 dolar AS.(*)

A039/B012

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2011

Jumat, 08 Juli 2011

Ini Dia Daftar Tunjangan Pejabat Daerah Seluruh Indonesia

Wordpress

Sejumlah PNS sedang berjalan, ilustrasi

Jumat, 08 Juli 2011 10:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, menyatakan tunjangan pejabat daerah terlalu berlebihan. Pejabat terlalu dimanja dengan tunjangan-tunjangan melimpah. Dia menilai hal tersebut menandakan Pemerintah tidak memiliki strategi pemanfaatan anggaran. “Hanya sedikit anggaran belanja yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur,” jelasnya kepada Republika, Kamis (7/7).

Dia menilai semenjak era reformasi, pembangunan tidak direncanakan secara maksimal. Tunjangan pejabat tidak diatur dengan baik sehingga terjadi pembengkakan dan cenderung berlebihan. Dulu ketika orde baru, ada perencanaan pembangunan yang termaktub dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Belum lagi rencana pembangunan per-pelita. “Semuanya terencana dengan baik, tidak seperti sekarang,” paparnya.

Iberamsjah menjelaskan hal ini mengakibatkan ruas jalan yang rusak belum dapat diperbaiki. Di luar negeri, jelasnya, penambahan jalan mencapai 10 ribu kilometer persegi. Sementara Indonesia diprediksikan hanya membangun 500 kilometer persegi.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) beberapa waktu lalu merilis temuan 124 dari 526 kabupaten/kota se-Indonesia yang terancam bangkrut karena anggaran belanja pegawainya di atas 60 persen dari APBD, sementara belanja modalnya hanya 1 hingga 15 persen.

Berikut daftar jumlah tunjangan pejabat daerah di seluruh Indonesia tahun 2009/2010 dari Kemendagri:


PROVINSI             ESS I                ESS II             ESS III            ESS IV            STAF  

 NAD                              17,500,000                 12,500,000               7,500,000                  4,500,000                4,000,000  
  Sumatera Utara            25,000,000                    6,000,000              2,500,000                  1,500,000                1,000,000

  Sumatera Barat              5,600,000                    4,880,000               2,290,000                  1,178,200                  750,000

  Riau                                  9,400,000                   6,900,000               5,700,000                   5,400,000                4,400,000

  Kepulauan Riau           22,000,000                  16,000,000             10,500,000                   7,000,000                2,500,000  

  Jambi                               3,000,000                    2,500,000               2,000,000                   1,800,000                1,120,000

  Bengkulu                           220,000                        220,000                 220,000                       220,000                   220,000

  Sumatera Selatan             500,000                        500,000                  500,000                       500,000                   500,000

  Bangka Belitung           5,000,000                     3,000,000                2,000,000                    1,750,000                  1,250,000

  Lampung                        5,000,000                     3,500,000                2,000,000                    1,500,000                  1,000,000

  DKI Jakarta                  50,000,000                   28,000,000                10,550,000                  6,560,000                   5,850,000

  Jawa Barat                    40,000,000                   30,000,000                11,000,000                   7,000,000                  5,000,000

  Banten                          50,000,000                   11,489,362                   4,213,953                  2,617,450                     950,000

  Jawa Tengah                 6,470,000                     3,970,000                    1,575,000                 1,125,000                     825,000

  DIY                                    600,000                        600,000                        600,000                    600,000                     600,000

  Jawa Timur                  13,800,000                   10,272,000                     9,565,200                   6,158,000                 4,800,000

  Kalimantan Barat          1,150,000                         856,000                       797,100                      738,250                    600,000

  Kalimantan Tengah      3,250,000                     2,000,000                       1,500,000                  1,000,000                    500,000

  Kalimantan Selatan     12,000,000                     8,500,000                       5,000,000                  3,500,000                  1,400,000

  Kalimantan Timur        30,000,000                   10,000,000                       3,600,000                  3,325,000                  2,350,000

  Sulawesi Utara             17,750,000                   12,750,000                       3,250,000                  1,750,000                  1,250,000

  Gorontalo                     15,000,000                      7,000,000                       3,000,000                  1,750,000                  1,100,000

  Sulawesi Tengah        20,000,000                     15,000,000                       1,700,000                  1,500,000                    750,000

  Sulawesi Selatan             500,000                           500,000                          500,000                    500,000                     500,000

  Bali                                14,000,000                      12,000,000                       3,000,000                 2,000,000                  1,150,000

  Nusa Tenggara Barat 15,000,000                        4,275,000                       1,750,000                 1,100,000                     582,686

  Nusa Tenggara Timur  1,020,000                          1,020,000                     1,020,000                 1,020,000                    1,020,000

 Maluku                               895,000                            895,000                          895,000                   895,000                       895,000

  Maluku Utara               15,000,000                         7,500,000                             0                                    0                                   0

  Papua                            10,000,000                         7,500,000                        5,000,000               3,500,000                     2,000,000

  Papua Barat                    9,000,000                        7,000,000                         4,000,000               3,000,000                     2,000,000  


Dari seluruh provinsi di Indonesia, masih terdapat dua daerah yang sampai saat ini belum memberikan tambahan penghasilan kepada PNSD (pegawai negeri sipil daerah), yakni Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Redaktur: Johar Arif
Reporter: Erdy Nasrul