Kamis, 02 Desember 2010

NASA Menemukan Alien?

Kehidupan Asing
Kamis, 2 Desember 2010 | 15:00 WIB


NASA
Planet di luar tata surya



KOMPAS.com — Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) akan menggelar konferensi pers tentang isu yang paling membuat penasaran manusia sejagat, yaitu soal alien atau makhluk asing di luar Bumi.

Konferensi pers akan digelar pada hari ini (2/12/2010) pukul 14.00 waktu setempat atau besok (Jumat, 3/12/2010) sekitar pukul 02.00 WIB. Rencananya, konferensi pers tersebut akan membahas penemuan di bidang astrobiologi yang akan memberi dampak pada upaya menemukan kehidupan ekstraterestrial atau di luar Bumi.

Sejumlah pakar dari bidang astrobiologi dan molekuler evolusi akan hadir dalam konferensi pers itu. Beberapa di antaranya adalah Mary Voytek, Direktur Astrobiology Program, NASA Headquarters di Washington dan Felisa Wolfe-Simon, peneliti astrobiologi dari US Geological Survey.

Sejauh ini belum ada keterangan pasti tentang materi spesifik yang akan disampaikan. Beberapa media berspekulasi tentang materi yang akan disampaikan. Gawker, misalnya, mengeluarkan berita dengan judul "Apakah NASA menemukan kehidupan di satelit Saturnus?", sementara media lain seperti PC World mengeluarkan berita "Apakah Alien Datang?".

Sementara itu, Phill Plait, seorang reporter astronomi yang selama 10 tahun bekerja di Hubble Space Telescope memberi komentar yang lebih realistis. Ia mengatakan, konferensi NASA mungkin hanya akan mengumumkan beberapa lokasi yang memungkinkan adanya kehidupan, tetapi belum akan secara pasti menyebutkan adanya kehidupan di tempat tersebut.

"Acara ini kemungkinan besar akan mendiskusikan kondisi di planet atau satelit lain yang kondusif untuk kehidupan," kata Plait. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jika memang benar ada kehidupan, NASA tak akan menggelar konferensi untuk mengumumkannya, tetapi akan cenderung menutup informasi itu rapat-rapat.

Meski demikian, konferensi ini tetap menarik untuk dilihat. Untuk Anda yang berada di Indonesia, konferensi ini bisa dilihat secara langsung di NASA Television. Tapi, cara mengakses yang paling mungkin adalah lewat streaming dari situs milik NASA. Anda bisa mengeklik link berikut untuk menyaksikannya, http://www.nasa.gov/ntv.

Plait mengatakan, "Para ilmuwan yang hadir dalam konferensi tersebut sangat menarik, termasuk para astrobiolog dan geolog terkemuka yang bekerja menelaah objek dalam tata surya seperti Mars dan Titan." Jadi, pastikan Anda tak melewatkan momen bersejarah ini.

NASA
Sumber :
Penulis: Yunanto Wiji Utomo   |   Editor: A. Wisnubrata

Narapidana Muslim Dipukuli Secara Brutal Disaksikan Sipir Penjara Idaho

Rabu, 01 Desember 2010, 23:57 WIB

Press TV
Rekaman kamera saat kejadian


REPUBLIKA.CO.ID,IDAHO--Seorang tahanan Muslim,, Hanni Elabed, dipukuli oleh sesama tahanan. Tanpa berdaya, narapidana Muslim itu terus dianiaya.

Tak jauh dari lokasi kejadian, tiga penjaga penjara atau sipir dengan santainya menyaksikan penganiayaan tersebut. Tahanan Muslim yang berusia 24 tahun itu kemudian terlihat meminta tolong dengan menggedor jendela ruang sipir. Namun para sipir cuek dan membiarkan peristiwa itu terus terjadi.

Para sipir bahkan tak mau membantu meskipun penyerang berhenti sejenak untuk minum dan menghirup udara, sebelum kembali menyerang Hanni. Akibat serangan brutal itu, Hanni mengalami luka parah hingga berdarah-darah dan kejang-kejang.

Dua menit setelah penyerang menghentikan aksi brutalnya, barulah para sipir memasuki tempat kejadian sambil membawa borgol. Kejadian itu terekam jelas dalam kamera pengawas yang dipasang di Penjara Idaho itu. AP berhasil mendapatkan rekaman kejadian tersebut.

Akibat penganiayaan, Hanni mengalami pendarahan otak dan koma selama tiga hari. Menurut anggota keluarganya, Hanni mengalami kerusakan otak dan tak akan bisa hidup normal lagi.

Rekaman pada Januari lalu itu telah mendorong sebuah investigasi oleh FBI. FBI ingin mengetahui apakah para sipir telah dengan sengaja melanggar hak-hak sipil narapidana di penjara Idaho.

The Correction Corporation of America (CCA), yang menjalankan penjara Idaho dan dikenal juga sebagai tempat pendidikan Gladiator, mengaku telah bekerja sama denagn agen-agen federal untuk menggelar penyelidikan.

CCA merupakan perusahaan swasta pengelola penjara terbesar di Amerika merasa jengkel dengan tersebarnya rekaman tersebut. Alasannya, ekspos terhadap rekaman itu bisa menimbilkan risiko keamanan bagi para stafnya.

Pada April lalu, Hanni menggugat CCA, meminta ganti rugi dan kompensasi. Gugatan itu kini masih berjalan di pengadilan. Hanni dipenjara karena kasus perampokan. Dia sebenarnya telah berulang kali memberitahu keluarganya bahwa dia kerap diganggu oleh narapidana lain. Bahkan hal itu pun sudah dilaporkannya kepada sipir penjara.
Red: Budi Raharjo
Rep: Press TV

Rp 28 Triliun Mengalir Sia-sia

Otonomi Khusus


SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.



JAKARTA, KOMPAS.com — Dana otonomi khusus Rp 28 triliun untuk Papua dan Papua Barat tak berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sana. Karena itu, penyediaan anggaran untuk otsus perlu dikaji ulang.

”Sejak 2002 hingga 2010 dana otsus Rp 28 triliun, tetapi apa yang didapat? Tak ada. Ada yang salah dalam kebijakan pembangunan di Papua dan Papua Barat,” ujar anggota DPR, Yoris Raweyai, dalam Rapat
Pimpinan DPR tentang Pembangunan Aceh, Papua, dan Papua Barat di Jakarta, Rabu (1/12/2010).

Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Gubernur Papua dan Papua Barat tidak hadir.
Yoris menegaskan, sebelum ada dana otsus, angka harapan hidup di Papua dan Papua Barat 50 tahun. Setelah dana otsus cair, angka harapan hidup 48 tahun.

Sebelum tahun 2002, kata Yoris, masalah kesehatan masyarakat hanya penyakit malaria dan kematian ibu hamil. Setelah ada dana otsus, justru muncul masalah penyakit HIV/AIDS hingga ke daerah pelosok.

”Kita perlu meninjau ulang strategi pembangunan di Papua dan Papua Barat. Mengelola uang dalam jumlah besar, seperti dana otsus, perlu ada badan khusus, jangan dilepas saja,” ujarnya.

Menko Perekonomian berpendapat, ada delapan kendala yang membuat aliran dana yang sangat besar ke Papua dan Papua Barat tak menghasilkan apa-apa.

Kendala itu adalah infrastruktur transportasi tidak menghubungkan pusat-pusat komunitas penduduk dengan kawasan berpertumbuhan ekonomi tinggi. Investasi ke sektor riil rendah. Angkatan kerja didominasi penduduk berpendidikan SMP dan endemi penyakit menular.

Selain itu, pemahaman tentang gaya hidup sehat juga rendah. Pemberdayaan ekonomi rakyat rendah. Sistem kepemilikan tanah berbasiskan hak ulayat kerap bertentangan dengan kepentingan nasional dan kapasitas kelembagaan belum berkembang. (OIN)
Kompas Cetak
Sumber :
Editor: Erlangga Djumena

Rabu, 01 Desember 2010

Drainase Kota Bandung Parah


PEKERJA menggali tepian jalan untuk dijadikan saluran air (drainase) di Jalan Cigadung, Kota Bandung, Selasa (30/11). Kondisi drainase yang hanya dimiliki oleh 25 persen jaringan jalan di Kota Bandung dianggap tidak akan pernah menyelesaikan persoalan banjir "cileuncang" yang semakin meluas.* ANDRI GURNITA/"PR"


BANDUNG, (PR).-
Sistem drainase di Kota Bandung saat ini dinilai tidak layak. Kondisi drainase yang hanya terdapat di 25 persen jaringan jalan di Kota Bandung, dianggap tidak akan pernah menyelesaikan persoalan banjir cileuncang yang semakin luas.
Anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin Supardiyono kepada "PR", di Bandung, Selasa (30/11) malam mengatakan, kondisi drainase di Kota Bandung saat ini tidak sebanding dengan pembangunan di Kota Bandung. 

Dia memperkirakan, hanya sekitar lima persen air hujan yang mampu tertampung melalui drainase. "Begitu hujan, ruas jalan menjadi jalan air," ujarnya. 

Sementara penghijauan yang kini gencar dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menurut dia, tak mampu mengurangi debit cileuncang.

"Penghijauan bagus untuk dilakukan, tetapi sayangnya tak mampu menangani cileuncang, karena harus ada sistem penanganan terpadu, mulai hal teknis sampai perubahan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," kata Sobirin. 

Dia menekankan perlu adanya peta drainase di Kota Bandung, untuk mempermudah penataan.

Pakar Tata Kota Institut Teknologi Bandung (ITB) Deny Zulkaidi menambahkan, meluasnya titik cileuncang di Kota Bandung merupakan indikasi penanganan saluran air yang tidak ditindaklanjuti dengan baik.

"Harus ada penghitungan ulang antara kondisi curah hujan saat ini, kawasan terbangun, dan drainase yang ada di Kota Bandung. Akan tetapi, secara kasat mata saja memang sudah bisa disimpulkan bahwa kapasitas drainase saat ini sudah tidak memadai," ucapnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iming Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki peta drainase. 

"Hanya, datanya memang tidak memuaskan, makanya kami perlu membuat peta drainase yang lebih spesifik," katanya, ketika dihubungi kemarin malam.

Iming mengakui, dimensi drainase yang ada saat ini kurang dapat menampung air hujan. "Ada yang kurang lebar, dan ada juga yang kedalamannya kurang, tergantung kondisi jalan," ujarnya. 

Saat ini, menurut dia, rata-rata lebar drainase di Kota Bandung hanya 50-80 sentimeter, padahal idealnya sekitar 1 meter.

Kondisi itu diperparah dengan adanya sampah yang menyumbat saluran air, sedimentasi sungai, dan penutupan saluran oleh pedagang dan kios-kios "nakal". Menurut Iming, hal itu menjadi kendala pemeliharaan drainase.

DBMP Kota Bandung mencatat ada 68 titik genangan atau banjir cileuncang setinggi 10-50 sentimeter bila hujan lebat turun. Ketika itulah, hampir seluruh badan jalan terendam air berwarna cokelat dengan membawa beragam material sampah, tanah, dan pasir ke dalam gorong-gorong.

Anggaran meningkat
Dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Murni 2011 Kota Bandung, anggaran yang dialokasikan bagi infrastruktur meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan anggaran tahun ini. Jumlahnya sekitar Rp 300 miliar.

Dituturkan Iming, jumlah itu belum memadai untuk memperbaiki kondisi drainase di Kota Bandung. 

"Kalau berdasarkan hitungan kami dan Sekda Kota Bandung, diperlukan dana sekitar Rp 650 hingga Rp 800 miliar khusus untuk drainase, mungkin bertahap," katanya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman menambahkan, peningkatan anggaran sebanyak dua kali lipat itu sebaiknya disikapi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas drainase. 

"Dana detail mengenai peruntukan drainase memang belum masuk ke kami, tetapi kami berharap supaya alokasinya dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan peningkatan yang diberikan," ucap Entang, ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (30/11).

Menurut dia, jika tidak ada perubahan kondisi drainase di Kota Bandung tahun depan, artinya pejabat di instansi terkait tidak memiliki kredibilitas. 

"Tolok ukurnya mudah saja, kalau cileuncang semakin luas, tandanya kinerja pemkot gagal," katanya. (A-175)***

Bahasa Indonesia Mundur di Australia

Selasa, 30 November 2010 | 09:31 WIB


post-gazette.com
ilustrasi


SINGKAWANG, KOMPAS.com — Pakar bahasa Indonesia dari Australia Nation University (ANU), George Quinn, mengungkapkan, Bahasa Indonesia yang sudah 57 tahun diajarkan di beberapa kampus di Negeri Kangguru itu mengalami kemunduran.

"Namun, selama 10 tahun terakhir ini bahasa Indonesia di Australia terjadi kemunduran," jelas dia pada acara seminar sehari yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Senin.

Seminar bertempat di Gedung DPRD Kota Singkawang dengan tema  "Citra Indonesia dalam Media Massa di Australia dan Dampaknya terhadap Pelajaran Bahasa Indonesia".

Akibat penurunan itu, kata dia, banyak kampus yang menutup pelajaran Bahasa Indonesia.

Dijelaskan Quinn, ada empat faktor yang menjadi indikasi mengapa bahasa Indonesia di Australia mengalami kemunduran.

Yang pertama, "merajarelanya" pelajaran Bahasa Inggris. Kedua, faktor ekonomi, seperti terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997, aksi milisi Timor-Timur, serangan 11 September 2001, serta adanya kebijakan Pemerintah Australia yang dianggapnya kurang tepat, yaitu dengan menerapkan travel warning.

Faktor yang ketiga adalah munculnya budaya populer. Adapun faktor keempat adalah adanya sikap media massa Australia terhadap negara Indonesia.

Menurut lelaki yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini, dirinya datang ke Indonesia memang bertujuan ke Singkawang. "Jarak antara Indonesia dan Australia sangat dekat. Namun, kalau dilihat dari budaya memang jaraknya sangat jauh," katanya.

Ia mengatakan, banyak yang berubah pada dirinya sejak belajar bahasa dan budaya Indonesia.  "Ini adalah suatu anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada saya," katanya.

Salah satu peserta seminar,  Sekretaris Kesbangpolinmas Kota Singkawang  Elmin, menilai, acara tersebut sangat positif. "Sehingga dari aspek hubungan bilateral telah membuka lembaran baru bagi Pemkot Singkawang," katanya.

Selanjutnya, kata dia, dapat dilanjutkan berupa nota kesepahaman dalam segala hal, terutama sektor budaya dan pendidikan.
ANT
Sumber :
Penulis: Jodhi Yudono   |   Editor: Jodhi Yudono

Larangan Mengemudi bagi Wanita Dipertanyakan Ulama Senior Saudi

Rabu, 01 Desember 2010, 14:48 WIB


 Perempuan Saudi berdemo menuntut izin mengemudi


REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH--Seorang ulama ternama Arab Saudi menentang larangan perempuan mengemudi pada hari Selasa, dan mengatakan perempuan harus diperbolehkan lebih banyak berpartisipasi secara sosial. Di negara itu, mengemudi hanya diperkenankan bagi kaum pria.

'Ulama telah mempelajari masalah ini dan tidak ada satu ayatpun dari Alquran yang akan melarang wanita mengemudi ,"kata Ahmad al-Ghamdi di Makkah.

"Saya tidak menganggap hal itu (mengemudi) adalah sesuatu yang harus dilarang," katanya kepada wartawan di sela-sela acara pemberdayaan perempuan di Jeddah.

Di Arab Saudi, kaum wanita tak diperbolehkan melakukan perjalanan seorang diri. Ia harus menunjukkan izin dari wali mereka - ayah, saudara atau suami - dalam rangka perjalanan atau, kadang-kadang, bekerja.  

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Reuters

Wah, 3.059 Dokumen Tentang Indonesia Juga Dibocorkan WikiLeaks

Rabu, 01 Desember 2010, 08:51 WIB


 Wikileaks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Laman 'peniup-peluit' WikiLeaks yang membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang banyak negara di dunia, ternyata juga menghimpun ribuan dokumen penting AS tentang Indonesia.

Mengutip static.guim.co.uk, Rabu (1/12) yang bersumber dari WikiLeaks, ada 3.059 dokumen yang disusun Kedutaan Besar AS di Jakarta, yang tentu saja berbicara tentang Indonesia.

Laman ini tidak menyebutkan secara persis isi dan klasifikasi dokumen mengenai Indonesia itu, namun daftar itu termasuk sebuah laporan resmi untuk Kongres AS mengenai Indonesia.

Laporan bertajuk "Congressional Research Service; Report RS21874" yang disusun Bruce Vaughn, analis soal Asia Tenggara dan Asia Selatan dari Divisi Hubungan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan ini, mengupas singkat hasil Pemilu 2004 di Indonesia.

Tidak ada yang istimewa dan mengejutkan dari laporan itu, karena memang klasifikasinya dokumen resmi biasa. Lain halnya dengan dokumen yang berkaitan dengan Prancis, Spanyol, Turki, Kuwait, Yordania, Irak, dan Jepang.

Di Prancis, menurut laman itu, ada 1.582 dokumen sangat rahasia yang dibocorkan WikiLeaks termasuk mengenai Presiden Nicolas Sarkozy, 256 dokumen rahasia, dan 1.937 dokumen resmi biasa.

Untuk Spanyol, WikiLeaks membocorkan 898 dokumen sangat rahasia, 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa. Dokumen sangat rahasia mengenai pandangan, data dan informasi soal Turki menjadi yang terbanyak kedua dibocorkan, setelah Irak.

Mengenai Turki ini, WikiLeaks membocorkan 3.298 dokumen sangat rahasia termasuk mengenai PM Recep Tayyip Erdogan, 577 dokumen rahasia, dan 4.043 dokumen resmi biasa.

Di Irak, dokumen amat rahasia yang dibocorkan sebanyak 4.127, sedangkan yang berkategori rahasia berjumlah 1.158, dan 1.392 untuk dokumen biasa. Dokumen yang dibocorkan rata-rata bertahun 2004, namun ada juga yang dimulai sejak 2002, seperti mengenai Yordania dan Kuwait.

Red: Endro Yuwanto
Sumber: antara

Gorong-gorong di Jln Kertasari Ciamis Ambles




NURHANDOKO/"PRLM"
Sejumlah murid SDN 2 Kertasari melihat lubang besar yang berada di badan Jalan Kertasari. Gorong-gorong yang melintas di Jalan Kertasari di Kecamatan/Kabupaten Ciamis ambles dengan diameter sekitar dua meter dengan kedalaman sekitar tiga meter akibat tergerus aliran air, pada Senin (29/11) dinihari.* 
 
 
CIAMIS, (PRLM).- Kejadian gorong-gorong di tengah ambles tidak hanya terjadi di Jalan Pajajaran Kota Bandung. Peristiwa serupa terjadi di Jalan Kertasari, tepatnya di Lingkungan Cilembu RT 01/RW 11, Kelurahan Kertasari, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Sebuah lubang menganga dengan diameter dua meter dan kedalaman tiga meter tampak berada di badan jalan.

Amblesnya gorong-gorong diketahui pada hari Senin (29/11) dinihari. Untuk menghindari kendaraan terperosok ke dalam lubang yang pada bagian dasarnya mengalir air cukup deras, warga memasang tanda berupa potongan danan serta membuat tanggul batu di sekitar lubang.

Pantauan ''PRLM'' di lokasi kejadian, Selasa (30/11), pada bagian tepi lubang telah dipasang benteng plastik warna oranye dengan tulisan Dinas Perhubungan. Selain itu juga dipasang pelepah pohon kelapa yang sudah kering, serta timbunan batu mengitari lubang. Lokasi amblesnya gorong-gorong yang tidak jauh dari SMP 7 dan SDN 3 Kertasari menyebabkan tidak sedikit siswa yang menyempatkan diri untuk melongok keadaan lubang. Tindakan tersebut sebenarnya cukup berbahaya karena pada bagian sisi yang berlubang juga sudah sangat rapuh, sementara pada bagian bawah pengikisan tanah akibat tergerus air juga semakin memperlemah bagian tepi lubang.

Ruas jalan Kertasari yang menghubungkan Kelurahan Cigembor, serta beberapa desaa di Kecamatan Cijeungjing, termasuk jalan alternatif yang cukup padat oleh kendaraan. Akibat adanya ukuran lubang cukup besar, menyebabkan hanya sebagain badan jalan yang bisa dilalui kendaraan. Bahkan pengguna jalan juga harus bergantian apabila melintas di tempat tersebut.

''Waktu berangkat sekolah, saya kaget sudah ada lubang besar di jalan. Ini bukan sungai tetapi gorong-gorong besar.Amblesnya kemarin,'' ungkap Alfian siswa SDN 3 Kertasari. Hal tersebut juga dibenarkan beberapa teman lainnya yang saat itu melintas di dekat amblesnya gorong-gorong.

Menurut Ketua Lingkungan Cilembu Nana Sujana sebelum ambles hingga membentuk lubang mirip sumur besar, sudah ada tanda retakan. Akan tetapi tidak menyangka amlesnya bakal secepat itu. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, sekitar empat puluh warga sekitar melakukan gotong-royong memasang tanda pengaman sekadarnya.

Dia mengatakan bahwa jalur tersebut merupakan akses alternatif utama. Selain menjadi jalur angkutan kota, juga merupakan jalur untuk distribusi hasil pertanian, peternakan maupun perdagangan lainnya, juga banyak dlintasi pelajar. Lokasi amblesnya gorong-gorong berada di depan rumah H Samsudin. ''Ruas jalan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai kendaraan. Sebenarnya kami juga sudah beberapa kali memperbaiki jalan yang rusak di dekat gorong-gorong yang ambles, tetapi hanya bertahan sebentar, kemudian kembali rusak,'' ungkapnya.

Terpisah Camat Ciamis Lily Romli mengatakan amblesnya gorong-gorong tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Dinas Bina Marga Ciamis. Hanya saja berdasarkan informasi yang diterima dari dinas tersebut, dengan alasan tidak ada anggaran, maka perbaikkan paling cepat dilakukan pada tahun 2011.

''Harapan saya dapat secepatnya diperbaiki, karena ruas jalan tersebut sangat penting, tidak hanya bagi anak sekolah tetapi juga merupakan jalur ekonomi masyarakat,Kami akan terus berupaya agar perbaikkannya dapat dilakukan secepatnya,'' tuturnya.

Dia mengimnbau agar masyarakat yang melintas lokasi amblesnya jalan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal itu disebabkan karena lokasi lubang berada pada lokasi yang menurun dan dekat dengan simpang tiga . ''Lokasinya cukup rawan, karena dekat pertigaan dan menurun. Saya juga segera merapat ke Bina Marga agar perbaikan gorong-gorong menjadi prioritas pertama,'' ungkap Lily.(A-101/A-120)***