Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

Meski Tersambar Petir, Pesawat Mendarat dengan Lancar

Selasa, 01/04/2014 - 02:28 

NEWSTEAM/"PRLM"

PESAWAT saat terbang di atas wilayah Inggris selepas pemberangkatan dari Amsterdam, Belanda, yang disambar cahaya menyilaukan dan suara bising ledakan.*


BIRMINGHAM, (PRLM).- Sambaran cahaya menyilaukan dan suara bising ledakan menyambar satu pesawat saat terbang di atas wilayah Inggris selepas pemberangkatan dari Amsterdam, Belanda.

Namun penumpang baru menyadari setelah pilot mendaratkan pesawat di Bandara Birmingham, Jumat (28/3/2014) dan dengan santai menyatakan, pesawat disambar petir ketika masih di langit.

Para penumpang mengakui mendengar suara ledakan kencang untuk tiket KLM penerbangan Inggris - Belanda itu. (A-88/dailymail)***

Minggu, 18 Agustus 2013

Penangkapan Ikan di Waduk Darma Melampaui Batas



PENANGKAPAN ikan secara liar di perairan umum Waduk Darma Kabupaten Kuningan seperti dengan menggunakan anco beberapa waktu lalu, dinilai mengancam terjadinya over fishing (tangkap lebih), karena ikan kecil ikut terangkap dan mati sehingga dapat mengakibatkan terputusnya siklus produksi.*
 
 
KUNINGAN, (PRLM).- Adanya penangkapan ikan secara liar di perairan umum Waduk Darma Kabupaten Kuningan akhir-akhir ini, dinilai mengancam terjadinya over fishing (tangkap lebih) atau telah melampaui batas ketentuan sehingga kekayaan alam yang terkandung di dalamnya tidak lagi memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Hj.Ir. Triastami yang disampaikan Pelaksana Teknis Perikanan, Denny Rianto,S.Pi, menegaskan, pada dasarnya penangkapan ikan di Waduk Darma mengalami peningkatan dari jumlah hasil tangkapan. Namun, hal ini kurang memperhatikan aspek ekosistem dan siklus hidup ikan.

“Nalayan tangkap, seharusnya menangkap ikan untuk ukuran ikan-ikan yang sudah cukup ukuran jangan menangkap ikan yang kecil-kecil atau masih ukuran benih, karena bila hal ini dilakukan akan mengakibatkan terputusnya siklus produksi,” tutur Denny, Minggu (18/8/2013).

Denny juga mengingatkan, ikan-ikan kecil yang ditangkap maka berikutnya akan kesulitan memperoleh ikan dengan ukuran yang cukup karena dari kecil sudah ditangkap. Artinya, nelayan harus memperhatikan ukuran mata jaring, agar dapat selektif sehingga keberadaan ikan akan terus berkembang.

Menurut Denny, salah satu upaya untuk mengembalikan kesuburan ikan di Waduk Darma diperlukan penanaman kembali setiap tahun sesuai luas perairan umum tersebut. Jika Waduk Darma seluas 400 ha, maka benih ikan yang harus ditanam mencapai 4 juta ekor/tahun. “Apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk melestarian sumber alam, maka kekayaan ikan di Waduk Darma akan cepat punah dan hal itu sangat berbahaya,” paparnya. (A-164/A-147)***

Sabtu, 13 April 2013

Segerakan Bangun Danau 100 Hektare untuk Tanggulangi Banjir Cieunteung



jakarta.tribunnews.com
SOREANG, (PRLM).- Pembangunan danau seluas 100 hektare di kawasan Rancaekek sangat mendesak, terkait banjir yang kerap kali melanda Kabupaten Bandung. Diharapkan dengan pembangunan danau ini bahkan bisa mengurangi banjir Cieunteung yang kian parah.

Hal di atas dikatakan oleh anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar saat diwawancarai di sela-sela acara silaturahmi wartawan dengan DPRD Kabupaten Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (12/4/13).

Cecep menjelaskan bahwa banjir yang kerap kali melanda Kabupaten Bandung ini bukan menjadi musibah lagi, namun sudah menjadi PR bersama antara dewan dan SKPD.

"Akan ada pembahasan konstruktif mengenai permasalahan ini pada tanggal 18 (April) mendatang, jadi dewan dan eksekutif akan diberi tugas-tugas yang jelas untuk menyelesaikannya," kata Cecep.

Lalu kata Cecep akan dibahas tentang pembangunan danau ini, dengan rencana awal pembangunan danau seluas 400 hektare di kawasan timur Kabupaten Bandung.

"Tapi sebenarnya jika 100 hektare saja danau atau kanal dibangun sudah bisa mengurangi banjir, karena sungai Citarum sudah tak sanggup lagi menampung air hujan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang," katanya. (A-211/A_88)***

Selasa, 09 April 2013

Diusulkan, Curug Jompong-Sapan “Dipangkas”

Atasi Banjir Sungai Citarum

SOREANG, (PRLM).- Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Adang Saf Ahmad mengatakan, pihaknya kembali mengusulkan wacana pemangkasan guna mengatasi banjir di sungai Citarum. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir bersama Menkokesra Agung Laksono di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Baleendah, Selasa (9/4).

Menurutnya, langkah yang diusulkan adalah pemangkasan tanah sebelum Curug Jompong. Jaraknya sendiri 40 sentimeter hingga 3,5 meter, dari Curug Jompong sampai Sapan.

"Akan kita miringkan sedikit. Sekarang perencanaan selesai kemudian pada tahun 2014 akan kita laksanakan pengerjaan fisik. Dengan sedikit membuat kemiringan. Sungai Cisangkuy kita sudet, agar Andir bebas banjir," ujarnya.

Adang mengatakan, untuk penanganan masalah Sungai Citarum ada tiga hal. Pertama, saat ini di kawasan hulu Citarum ada perubahan tata guna lahan. Jika dahulu banyak ditanami tumbuhan pohon, ini sudah berubah.

"Dari penelitian, ada perubahan. Ada yang langsung mengalir ke sungai, ada yg tertahan. Kemudian, sedimentasi terbawa juga ada pendangkalan dan sungai. Makanya kapasitas aliran sungai berkurang dan meluap," ucapnya.

Hal kedua normalisasi. Normalisasi dilakuan untuk mengeruk sampah dan sedimentasi sepanjang 165 kilometer dari hulu ke hilir. Dia pun tidak menjamin normalisasi menghilangan banjir.

Adang membandingkan, pada tahun 1988 banjir 400 meter kubik/detik. Pada tahun 2010, dihitung banjir meningkat 40 persen menjadi 560 meter kubik/detik. Sedangkan 2013 masih dalam proses penghitungan. Untuk sedimentasi sendiri, sebanyak 2,5 juta meter kubik per /10 tahun.

"Jadi, normalisasi hanya mengembalikan fungsi sungai seperti semula, mengurangi genangan," jelasnya.
Sementara Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah yang selama ini selalu menjadi langganan banjir akan mendapatkan tempat “parkir air”.

Adang menjelaskan, warga akan direlokasi. “ Untuk tahun ini (2013) kita baru membebaskan lahan warga seluas satu hetar. Total lahan yang kita rencanakan akan mencapai lima hetar," ujarnya ketika mendampingi Menkokesra Agung Laksono saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Baleendah. (A-195/A-26).***

Kamis, 04 April 2013

Sepuluh Persen Villa di Puncak tak Berizin




BEBERAPA bangunan yang terlihat dari perbukitan Ciloto, Cipanas, Kab. Cianjur. Sedikitnya 10 persen dari jumlah vila yang berada di wilayah Puncak, Kab. Cianjur tidak berizin. Namun, jumlah tersebut hingga kini masih diverifikasi pihak Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Cianjur.*




CIANJUR, (PRLM).- Sedikitnya 10 persen dari jumlah vila yang berada di wilayah Puncak, Kab. Cianjur tidak berizin. Namun, jumlah tersebut hingga kini masih diverifikasi pihak Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Cianjur.

"Kami tidak bisa menutup mata karena memang masih banyak vila yang tidak mempunyai izin mendirikan bangunan (IMB). Dari data verifikasi sementara ada sekitar 10 persen.

Namun, proses perbaharuan data masih kami lakukan hingga kini," ucap Kepala Distarkim, Yoni Raleda saat ditemui "PRLM" di kantornya, Rabu (3/4/13).

Meksipun demikian, kata Yoni, vila yang diverifikasi adalah vila-vila milik perorangan yang suash untuk dipantau kepemilikan ijinnya. "Kalau perumahan pasti sudah ber-IMB, karena bisa jadi perubahan tentu saja syarat perizinan sudah dipenuhi," katanya. (A-186/A-88)***

Rabu, 11 April 2012

Gempa Besar 8.9 SR Landa Aceh

Rabu, 11 April 2012, 15:54 WIB

                                                            BMKG

                                        Pusat gempa di kabupaten Simeulue Nangroe Aceh Darusalam



REPUBLIKA.CO.ID, Gempa 8.9 SR melanda kabupaten Simeulue Nangroe Aceh Darusalam pada pukul 15:38:29 WIB dengan kedalaman 10 Km. Menyusul gempa, Peringatan Dini Tsunami dikeluarkan untuk wilayah Bengkulu, Lampung, NAD, Sumbar, dan Sumut. Lokasi pusat gempa, menurut data BMKG, tercatat di 2.31LU,92.67BT di perairan pesesir barat Aceh.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Sumber: info BMKG

Selasa, 07 Desember 2010

Pendiri Wikileaks Bakal Serahkan Diri ke Polisi?

Selasa, 07 Desember 2010, 17:43 WIB


Julian Assange


REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Di tengah ramainya pembicaraan penangkapan Julian Assange oleh kepolisian Inggris, pengacara sang pendiri Wikileaks itu malah mengatur pertemuan dengan kepolisian London. Pengacara Assange, Mark Stephens, mengatakan bahwa sudah saatnya kliennya diberi porsi untuk menjelaskan apa yang dilakukannya.

Namun ia tidak menyatakan bahwa langkah itu adalah sebuah penyerahan diri. Bahkan Assange dijadwalkan muncul ke pengadilan Inggris pada Selasa (7/12) waktu setempat. Stephens mengatakan bahwa pertemuan dengan polisi akan berlangsung di Inggris, namun tidak mengungkap kapan waktu pertemuan dilaksanakan ataupun tempatnya.

Harian Guardian menulis bahwa Assange diperkirakan akan muncul ke pengadilan untuk menegosiasikan soal jaminan atas keamanan dirinya. Pria asal Australia itu juga menyatakan ia mencari pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan baginya. Ia sendiri dalam wawancaranya dengan majalah Time mengesankan bahwa perintah penangkapan atas dirinya dari otorits di Swedia memang akibat tekanan politik.

Ia percaya bahwa tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual atas dirinya bermotif politik dan Swedia bertindak sebagai kepanjangan tangan dari AS. Ia pun menyatakan tak mau kembali ke Swedia dan menghadapi tuntutan tersebut karena khawatir ia tak akan mendapatkan pengadilan yang adil.

Harian Guardian menulis, sumbernya di kepolisian mengungkapkan, pengacara Assange tengah mengupayakan jaminan sebesar 100-200 ribu poundsterling dan enam orang sebagai penjamin yang memastikan Julian tidak melarikan diri. Namun pihak kepolisan Inggris menolak mengomentari hal ini.

Ruang gerak apapun yang berkaitan dengan situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks memang semakin sempit sejak mereka membocorkan sebanyak 250 ribu dokumen diplomatik AS.

WikiLeaks yang baru didirikan empat tahun lalu itu telah berupaya dicegat dari berbagai sisi. Dari segi teknis operasional, perusahaan-perusahaan yang memberi layanan jaringan atauun server untuk situs ini berpaling. Dari segi pendanaan, PayPal telah menutup akun yang mengalirkan dana bagi WikiLeaks.

Ditambah lagi pada Senin (6/12) pagi, otoritas bank di Swiss menutup rekening milik Assange di layanan keuangan Kantor Pos Swiss. Mereka beralasan, Assange memalsukan identitas saat membuka rekening itu. "PostFinance telah memutuskan hubungan bisnis dengan pendiri WikiLeaks, Julian Assange," ujar Julian dalam sebuah pernyataannya.

Setelah PayPal menutup akun mereka, situs Wikileaks sempat menuliskan rekening mereka di PostFinance, Swiss, bagi pihak yang ingin memberikan sumbangan dari WikiLeaks. Disitu tertera sumbangan dapat ditujukan ke rekening atas nama Julian Paul Assange, Jenewa.

Sementara itu hakim Prancis menolak keinginan pemerintah yang memerintahkan agar penyedia layanan internet, OVH, menutup layanan mereka untuk WikiLeaks.  "Kami memenuhi kontrak bisnis kami dengan memberikan layanan pada Wikileaks," demikian keterangan Direktur OVH Octave Klaba.

Sebelumnya Menteri Perindustrian Prancis Eric Besson meminta WikiLeaks dilarang di Prancis setelah situs tersebut mengalihkan server-nya ke Prancis setelah perusahaan serupa di AS memutsukan kontrak secara sepihak dengan WikiLeaks.
Red: Budi Raharjo
Rep: Wulan Tanjung Palupi/AP/Reuters

Rabu, 01 Desember 2010

Wah, 3.059 Dokumen Tentang Indonesia Juga Dibocorkan WikiLeaks

Rabu, 01 Desember 2010, 08:51 WIB


 Wikileaks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Laman 'peniup-peluit' WikiLeaks yang membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang banyak negara di dunia, ternyata juga menghimpun ribuan dokumen penting AS tentang Indonesia.

Mengutip static.guim.co.uk, Rabu (1/12) yang bersumber dari WikiLeaks, ada 3.059 dokumen yang disusun Kedutaan Besar AS di Jakarta, yang tentu saja berbicara tentang Indonesia.

Laman ini tidak menyebutkan secara persis isi dan klasifikasi dokumen mengenai Indonesia itu, namun daftar itu termasuk sebuah laporan resmi untuk Kongres AS mengenai Indonesia.

Laporan bertajuk "Congressional Research Service; Report RS21874" yang disusun Bruce Vaughn, analis soal Asia Tenggara dan Asia Selatan dari Divisi Hubungan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan ini, mengupas singkat hasil Pemilu 2004 di Indonesia.

Tidak ada yang istimewa dan mengejutkan dari laporan itu, karena memang klasifikasinya dokumen resmi biasa. Lain halnya dengan dokumen yang berkaitan dengan Prancis, Spanyol, Turki, Kuwait, Yordania, Irak, dan Jepang.

Di Prancis, menurut laman itu, ada 1.582 dokumen sangat rahasia yang dibocorkan WikiLeaks termasuk mengenai Presiden Nicolas Sarkozy, 256 dokumen rahasia, dan 1.937 dokumen resmi biasa.

Untuk Spanyol, WikiLeaks membocorkan 898 dokumen sangat rahasia, 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa. Dokumen sangat rahasia mengenai pandangan, data dan informasi soal Turki menjadi yang terbanyak kedua dibocorkan, setelah Irak.

Mengenai Turki ini, WikiLeaks membocorkan 3.298 dokumen sangat rahasia termasuk mengenai PM Recep Tayyip Erdogan, 577 dokumen rahasia, dan 4.043 dokumen resmi biasa.

Di Irak, dokumen amat rahasia yang dibocorkan sebanyak 4.127, sedangkan yang berkategori rahasia berjumlah 1.158, dan 1.392 untuk dokumen biasa. Dokumen yang dibocorkan rata-rata bertahun 2004, namun ada juga yang dimulai sejak 2002, seperti mengenai Yordania dan Kuwait.

Red: Endro Yuwanto
Sumber: antara

Sabtu, 27 November 2010

Tiga Remaja 50 Hari Terapung di Laut

PASIFIK SELATAN
 Sabtu, 27 November 2010 | 11:23 WIB

 fijihoneymoon.com


SUVA, KOMPAS.com - Tiga remaja putra, yang selama 50 hari terapung-apung dalam sebuah perahu kecil di Pasifik Selatan, hari Jumat (26/11) berjalan di darat dengan kaki gemetar setelah mereka diselamatkan.

Ketiga remaja itu—Samuel Pelesa dan Filo-Filo, keduanya 15 tahun, serta Edward Nasau (14)— mengatakan kepada para penyelamat bahwa mereka bertahan hidup dengan air hujan yang mereka tampung, sejumlah kelapa, ikan mentah, dan seekor burung camar yang mendarat di perahu aluminium mereka yang panjangnya 3,5 meter.

Ketiganya berangkat tanggal 5 Oktober dari pulau asal mereka menuju ke sebuah pulau tetangga. Tidak diketahui bagaimana mereka menghilang, tetapi diduga mesin perahu mereka mengalami kerusakan di laut.

Para anggota keluarga yang khawatir melaporkan mereka hilang dan AU Selandia Baru melancarkan sebuah pencarian laut. Tidak ada tanda-tanda perahu kecil itu ditemukan dan desa berpenduduk 500 orang itu mengadakan upacara peringatan, tidak pernah berharap akan melihat anak-anak itu lagi.

Mereka diambil hari Rabu oleh sebuah kapal pukat ikan, kurang gizi, dehidrasi berat, dan terbakar matahari parah, tetapi selain itu baik-baik saja. Kelasi kelas satu kapal itu mengatakan, daerah mereka berada jauh dari rute pelayaran komersial normal.

Mereka hanyut 1.300 km dari tempat mereka berangkat—Tokelau, sekelompok atol karang sebelah utara Samoa yang merupakan wilayah Selandia Baru.

Sebuah kapal patroli AL Fiji bertemu dengan kapal pukat ikan itu hari Jumat dan mengawalnya memasuki pelabuhan ibu kotanya, Suva. Ketiganya ditemui oleh pejabat konsuler Selandia Baru dan dibawa ke sebuah rumah sakit untuk diperiksa.

Tai Fredricsen, kelasi kelas satu kapal itu, mengatakan, para awak melihat sebuah perahu kecil terombang-ambing di laut terbuka sebelah barat laut Fiji hari Rabu. Saat kapal mendekat untuk memeriksa, mereka melihat tiga orang melambai-lambaikan tangan dengan panik. ”Yang bisa mereka katakan adalah ’terima kasih karena mau berhenti’,” kata Fredricsen.

Ketiga remaja itu menceritakan hanya membawa dua kelapa saat berangkat. Selama terkatung-katung, mereka minum air hujan yang mereka tampung di perahu dan makan ikan yang mereka tangkap. Sekali, mereka menangkap seekor camar yang mendarat di perahu dan memakannya. (AP/DI)

Kompas Cetak
Sumber :
Editor: Egidius Patnistik

Jembatan Citepus Ambles Selebar Tiga Meter


PENGENDARA harus bergantian menggunakan sebagian badan jalan yang tersisa, setelah jembatan Sungai Citepus ambles di Jln. Pajajaran Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jumat (26/11). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pukul 12.50 WIB tersebut, tetapi hal itu sempat membuat kemacetan panjang.* ANDRI GURNITA/"PR"


BANDUNG, (PR).-
Jalan aspal di Jembatan Citepus Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, Kota Bandung ambles hingga membentuk lubang berdiameter tiga meter. Lubang itu membuat dasar sungai sedalam tujuh meter bisa terlihat dari atas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Menurut Eded (56), warga RT 5 RW 8 Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, peristiwa ini terjadi pukul 12.50 WIB. "Sebelum kejadian ini, sudah ada retakan sejak dua minggu lalu," katanya.

Akibat retakan itu, jalan membentuk cekungan yang digenangi air hujan. Diduga genangan air mengurangi kekuatan jalan hingga akhirnya ambles.

Sejak retak-retak, warga menghalangi area retakan dengan tanaman-tanaman dan kursi agar tidak dilewati kendaraan. Dengan demikian, saat ambles, tidak ada kendaraan atau orang yang melintas di atasnya.

Eded mengatakan, sebelum kejadian itu, bibir Sungai Citepus yang berada di dekat jembatan mengalami longsor hingga tiga kali. Di atas bibir sungai itu terdapat menara besi milik Telkom.

"Sejak longsor itu, kami sudah meminta menara itu diambil. Sudah dua kali longsor tidak diambil, ketiga kalinya baru diambil," ujarnya.

Pengambilan menara itu menggunakan alat berat berupa crane, yang dilakukan pada 13 November malam. "Waktu mengambil menara itu cranenya diparkir di jalan ini. Setelah itu jalannya jadi retak-retak," tutur Eded.
Hal itu diamini oleh Nenden (50), warga Jln. Bima RT 5 RW 2 Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, Kota Bandung. Menurut dia, keretakan itu terjadi setelah alat berat diparkir di lokasi tersebut. "Ditambah hujan sehingga retakannya tergenang air terus," ucapnya.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di Jln. Pajajaran mengalami kemacetan panjang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Sambodo mengatakan, untuk mengendalikan lalu lintas di salah satu jalan protokol yang menuju Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung tersebut, diberlakukan pola buka-tutup. "Agar tidak terjadi longsor yang lebih besar," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang akan menuju ke Bandara Husein Sastranegara agar melalui jalur belakang, misalnya dari arah Jln. Pasteur dan Jln. Gunung Batu atau dari persimpangan Pasteur. 

Gorong-gorong
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan III Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Bambang Nugroho mengakui bahwa jalan aspal di Jembatan Citepus Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, Kota Bandung yang ambles hingga membentuk lubang berdiameter 3 meter merupakan jalan provinsi. Namun, pada awal tahun 2011 jalan tersebut akan berubah status menjadi jalan nasional.

"Status jalan tersebut memang jalan provinsi. Dan setelah kami selidiki ternyata gorong-gorong tersebut sudah ada sejak zaman Belanda yang konstruksinya hanya pasangan bata. Pasangan bata tersebut sudah hancur yang berakibat amblesnya jalan karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melewati jalan tersebut," kata Bambang kepada "PR", di Kota Bandung, Jumat (26/11).

Dinas Bina Marga akan secepatnya melakukan perbaikan darurat karena perbaikan secara permanen akan dilakukan pada awal tahun 2011. "Sementara kami akan pasang armco yakni semacam pelindung jembatan yang terbuat dari semi baja. Insya Allah, pemasangan hanya membutuhkan waktu sehari," tuturnya.

Longsor
Akses jalan yang menghubungkan Bandung-Pangalengan sempat terputus selama lebih dari lima jam, menyusul longsor yang terjadi di Jln. Raya Pangalengan KM 34 Kp. Cileuweung, Desa Tribakti Mulya RW 2, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Jumat (26/11) pukul 17.30 WIB. Dua orang dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka ringan, setelah mobil yang mereka kendarai terkena material longsor.

Kepala Desa Tribakti Mulya, Edi Kurnaedi (47) mengatakan, longsor terjadi setelah kawasan sekitar diguyur hujan selama beberapa hari. Sekitar pukul 17.30 WIB, warga mendengar gemuruh dan menemukan tebing setinggi 4 meter dan lebar 10 meter sudah longsor dan menutupi seluruh bagian jalan.

"Waktu kejadian ada mobil Hijet 1000 berpenumpang lima orang yang kebetulan lewat. Bagian depan mobil kena longsoran tanah sehingga rusak berat dan kaca-kacanya pecah," tuturnya.

Kejadian itu menyebabkan dua penumpang mobil mengalami luka ringan, yaitu Hendra (18) dan seorang penumpang lain yang diperkirakan berusia 13 tahun. (A-170/A-194/A-180/A-198)***

Kamis, 25 November 2010

Kuningan Jadi Pilot Project Konservasi Tingkat Nasional





TOTO SANTOSA/"PRLM"
SEBANYAK 33 anggota Komite II DPD-RI dari 33 provinsi se Indonesia, melakukan penanaman pohon yang bibitnya dibawa dari daerah asalnya masing-masing untuk ditanam di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kec.Pasawahan, Kab.Kuningan, sebagai dukungan nyata perwujudan Kuningan sebagai kabupaten konservasi, Rabu (24/11).* 
 
 
KUNINGAN, (PRLM).- Kabupaten Kuningan yang menempatkan diri sebagai kabupaten konservasi, bakal diusulkan menjadi pilot project kabupaten konservasi tingkat nasional, sehingga ke depannya pemerintahan kabupaten yang ada di 33 provinsi, bisa mencontoh kepada Kab.Kuningan yang secara konsisten menjadikan daerahnya sebagai konservasi.

Demikian disampaikan Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ir.H. Bambang Susilo, dalam acara Pencanangan Kabupaten Konservasi dan Penanaman Satu Milyar Pohon di Kebun Raya Kuningan (KRK) Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Rabu (24/11).

Keseriusan Komite II untuk menjadikan Kuningan sebagai pilot project kabupaten konservasi, dibuktikannya dengan melakukan kunjungan kerja yang diikuti sebanyak 33 anggota DPD RI sekaligus melakukan penandatanganan Deklarasi Green Spirit, di lokasi Kebun Raya Padabeunghar yang memiliki luas 171 ha itu. Kunjungan kerja mereka ke Kab.Kuningan, juga sekaligus sebagai balasan dari kunjungan Bupati Kuningan ke DPD-RI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang Susilo, Komite II DPD RI membidangi sumberdaya alam dan perekonomian serta di dalamnya menyangkut lingkungan, jadi sangat tepat kehadiran anggota Komite II di Kebun Raya Kuningan untuk memberikan dukungan dan terus mengupayakan kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius, karena Kuningan diusulkan untuk menjadi pilot project kabupaten konservasi tingkat nasional. Artinya, seluruh kabupaten yang ada di Indonesia nantinya, perlu mengambil contoh kepada Kuningan.

Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Prof. Dr.H. Muhammad Surya, di sela-sela penanaman ribuan pohon menyebutkan kepada “PRLM”, kebun raya Kuningan akan memiliki daya tarik tersendiri karena di dalamnya selain memiliki puluhan tanaman langka, juga ditanam pula 33 jenis pohon dari 33 provinsi se Indonesia, ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Ini semua patut diapresiasi, itu sebabnya renspon dari anggota DPD memberikan perhatian serius kepada Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengakui masih banyak kekurangan yang harus segera dibenahi terkait KRK hingga sempurna. Selain sebagai tempat konservasi flora dan fauna, KRK juga rencananya akan dilengkapi laboratorium penelitian. “Untuk membangun KRK yang ideal, setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar yang diharapkan bisa dibantu dari provinsi maupun APBN,” ungkap Aang. (A-164/das)***
 
http://www.pikiran-rakyat.com/node/128078

Longsor Terjang Enam Rumah di Sariwangi


PETUGAS pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah mobil yang baru dikeluarkan dari timbunan tanah akibat longsor yang melanda rumah milik Dadang Jumhana di Desa Sariwangi, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, Rabu (24/11).* HARRY SURJANA/"PR"


NGAMPRAH, (PR).-
Sebanyak enam rumah di Perumahan Lembah Hanjuang Permai, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (23/11) pukul 19.30 WIB diterjang lumpur akibat longsor. Longsor terjadi pada tebing yang berada di belakang keenam rumah tersebut.

Peristiwa itu menyebabkan 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak pagarnya, dan 2 rumah rusak bagian belakangnya. Selain itu, seorang korban meninggal dunia yaitu Endang (25), dan seorang korban bernama Dadang Jumhana (50) selamat. Saat kejadian keduanya berada di rumah bernomor Blok IV-5. 

Tiga rumah yang rusak bagian pagarnya adalah milik Dodi Djufrani (Blok III-5), Away (Blok III-3), dan Budi (Blok III-2). Rumah yang rusak bagian belakangnya adalah kediaman Ester (Blok III-8) dan Hasanudin (Blok III-9). Jalan Lembah Hanjuang Permai juga tertutup lumpur setinggi satu meter. Sementara Kali Cihanjuang berubah warnanya menjadi cokelat karena tercampur lumpur.

"Saat itu hujan deras sekali disertai petir sejak pukul 18.00 WIB. Sekitar pukul 19.30 WIB, terdengar suara gemuruh keras dan jalan bergetar. Saya mengira itu gempa. Namun, saat saya mendekati sumber suara, ternyata itu longsor dari bukit yang ada di belakang rumah itu," ucap Mansyur, Ketua RW 5 Desa Sariwangi, Lembah Hanjuang Permai, Rabu (24/11) dini hari.

Mansyur mengatakan, rumah yang rusak berat akibat terjangan lumpur adalah milik Dadang Jumhana. Rumah tersebut dihantam dua sumber longsor, salah satunya tepat mengarah bagian belakang rumah.

Lahan yang longsor terletak di atas tebing setinggi 70 meter. Lahan itu adalah sawah dan kebun yang setiap harinya digarap petani dan ditanami jagung, pisang, dan padi.

Lebih lanjut Mansyur menceritakan, longsor yang menghantam daerah tersebut terjadi dua kali. Longsor pertama pukul 19.30 WIB dan yang kedua pukul 19.45 WIB.

Sempat ditunda
Proses evakuasi pencarian Endang yang dilakukan tim gabungan dari Wanadri, Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, dan Tagana sejak Selasa (23/11) pukul 22.00 WIB sempat dihentikan pada Rabu (24/11) pukul 4.15 WIB. 

"Selain minimnya lampu penerangan dan medan berlumpur, kami ingin tim istirahat sejenak dan pukul 6.00 WIB dilanjutkan," ucap Ketua Dewan Pengurus Wanadri XXII, Ardiles.

Sebelumnya, tim telah menyisir setiap penjuru rumah, tetapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Endang. Pencarian babak kedua terhadap Endang, akhirnya membuahkan hasil. Tepat pukul 6.00 WIB, jasad Endang ditemukan di aliran Kali Cihanjuang sekitar 200 meter dari rumah Dadang. 

Setelah berhasil dikeluarkan dari aliran sungai dan dibawa ke RSUD Cibabat Kota Cimahi, jenazah dimakamkan di pemakaman umum di Kecamatan Cisarua.

Berduka cita
Bupati Bandung Barat Abubakar yang hadir di lokasi longsor, Rabu (24/11) dini hari, mewakili warga Kabupaten Bandung Barat mengucapkan belasungkawa yang untuk keluarga korban meninggal dunia dan warga yang rumahnya terkena longsor. Menurut Bupati, korban meninggal dunia akan mendapatkan dana santunan.

"Kami akan meminta bantuan Direktorat Geologi untuk meneliti lokasi longsor. Diharapkan nantinya akan ada hasil penelitian dan apa yang seharusnya dilakukan. Apakah kelayakan tempat ini sebagai permukiman atau hal lainnya," ujar Abubakar.

Kepala Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wawan Irawan mengatakan, pihaknya belum dapat mengatakan penyebab longsor tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, dia bersama timnya akan terlebih dahulu melakukan pengamatan dan pemetaan daerah bencana.

"Terlebih dahulu kami akan melakukan pemeriksaan kondisi batuan dan tanah di sana. Dari hasil tersebut, akan terlihat apakah ada potensi untuk terjadi lagi longsor susulan atau tidak," ucapnya. (A-195)***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=165452

Bappenas: Rekonstruksi Wasior Butuh Rp370 Miliar

Rabu, 24 November 2010 23:21 WIB



Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana, menyatakan bahwa untuk melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi di Wasior, Papua Barat akibat bencana banjir bandang membutuhkan dana sebesar Rp370,353 miliar.

Dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, ia mengatakan bahwa total kerusakan dan kerugian akibat bencana Wasior mencapai Rp280,584 miliar.

"Total kerugian akibat Bencana Wasior mencapai Rp280,584 miliar dan total kebutuhan rehabilitasi mencapai Rp370,353 miliar," ujarnya

Menurut dia, nantinya dalam proses rekonstruksi masyarakat yang menjadi korban banjir bandang Wasior tidak semuanya bisa kembali tinggal di tempat asal, karena ada sebagian yang harus dipindahkan pada lokasi 56 km sebelah selatan Wasior dengan luas lahan 1.500 hektar.

"Tidak semua ke daerah asal tapi sebagian direlokasi. Nanti di tempat itu juga dapat dibuka akses lewat darat," ujarnya.

Ia menyatakan relokasi akan mulai dilakukan pada awal 2011 usai berakhirnya masa tanggap darurat pada akhir Desember hingga 2012, sedangkan pemindahan para korban akan dilakukan pada 2012.

"Persiapan konstruksi akan dikerjakan 2011, pemindahan penduduk di lokasi baru akan dimulai 2012," ujarnya.

Sementara untuk pemulihan wilayah bencana Mentawai akan membutuhkan dana sebesar Rp389,4 miliar dan digunakan untuk relokasi rumah dan pembangunan infrastruktur.

Armida mengatakan total kerusakan wilayah Mentawai pascatsunami dan gempa beberapa waktu lalu mencapai Rp314,962 miliar.

"Kebutuhan pemulihan Rp389,428 miliar. Itu terutama untuk pembangunan rumah dan infrastruktur. Sudah memperhitungkan untuk relokasi, banyak yang direlokasi karena mengingat kemungkinan adanya bencana dan tsunami di masa datang," ujarnya.

Armida menjelaskan rehabilitasi dan rekonstrukrisasi di Mentawai akan dilakukan dari segi perumahan, sosial, infrastruktur, dan ekonomi.

"Langkah tersebut tergantung per lokasi, apa diperlukan rehabilitasi yang in situ atau relokasi atau kombinasi keduanya. Itu supaya kehidupan lebih baik," ujarnya.

Pada akhir Desember nanti, Mentawai akan mengakhiri masa tanggap darurat dan proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dimulai pada 2011.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyebutkan saat ini telah merealisasikan dana tanggap darurat sebesar Rp36 miliar selama masa tanggap darurat untuk kawasan bencana Wasior hingga akhir November.

"Wasior itu dana tanggap darurat dialokasikan Rp50 miliar, yang sudah terealisasi sebesar Rp36 miliar," ujarnya.

Untuk anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi berasal dari APBN dan APBD tahun anggaran 2011, sedangkan dana tanggap darurat berasal dari alokasi dana dalam APBN untuk BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

(T.S034/B013/P003)
COPYRIGHT © 2010

Selasa, 23 November 2010

Korut Serang Korsel, 1 Tewas, 13 Terluka

Selasa, 23 November 2010 | 15:15 WIB


AFP PHOTO/YONHAP
Kepulan asap menjulang di Pulau Yeonpyeong, yang menjadi wilayah sengketa antara Korea Utara dan Korea Selatan, Selasa (23/11/2010). Asap tersebut menandai serangan di wilayah laut kuning, oleh pihak militer Korea Utara.


SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara menembakkan puluhan peluru artileri ke sebuah pulau di perbatasan Korea Selatan, Selasa (23/11/2010). Akibatnya, seorang anggota marinir Korsel tewas dan 13 lainnya cedera.

Serangan terjadi setelah terkuak laporan bahwa Korea Utara (Korut) tampaknya sedang melakukan program pengayaan uranium, satu cara yang potensial untuk membangun sebuah bom nuklir, yang menyebabkan kekhawatiran serius bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Sekitar 50 peluru artileri Korut mendarat di pulau perbatasan Korea Selatan (Korsel), Yeonpyeong, yang terletak di dekat perbatasan Laut Kuning yang tegang. Serangan itu merusak puluhan rumah dan mengirim gumpalan asap tebal ke udara, lapor televisi YTN.

Seorang anggota marinir Korsel, bagian dari kontingen yang berbasis permanen di Pulau Yeonpyeong, tewas, kata militer. Pihak militer Korsel mengatakan, 13 marinir lainnya terluka dan YTN mengatakan, dua warga sipil juga terluka.

"Sebuah unit artileri Korea Utara melancarkan serangan provokasi ilegal pada pukul 14.34 waktu setempat (atau 12.43 WIB) dan pasukan Korea Selatan segera melakukan tembakan balasan sebagai upaya membela diri," kata seorang juru bicara Pemerintah Korsel kepada AFP.
AFP
Sumber :
Penulis: Egidius Patnistik   |   Editor: Egidius Patnistik

Kamis, 11 November 2010

Ribuan Kera Merapi Menyeberang ke Merbabu

Kamis, 11 November 2010 10:28 WIB

 

Boyolali (ANTARA News) - Ribuan satwa jenis kera di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Boyolali, diduga banyak pindah menyeberang ke lereng Gunung Merbabu, karena kehabisan makanan akibat bencana letusan Merapi.

Parto (80) warga Dusun Blumbangsari, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Kamis menjelaskan, gerombolan satwa kera lereng Merapi sering terlihat menyeberangi jalan ke arah lereng Merbabu.

Menurut Parto, gerombolan kera Merapi berwarna kecoklatan tersebut, berpindah ke lereng Merbabu diduga kehabisan makan akibat dampak debu vulkanik. Kera-kera itu kemungkinan juga karena kepanasan akibat suhu Merapi yang sering menyemburkan awan panas hingga saat ini.

"Kera-kera itu pindah ke lereng Merbabu terlihat sejak sepekan terakhir ini. Kera itu menyeberangi jalan utama jalur Selo-Magelang sudah masuk lereng Merbabu yang masih tersedia makan hewan itu," ucap Parto mengungkapkan.

Slamet Sutanto (40) seorang perangkat Desa Jrakah, Selo, menjelaskan, kera-kera itu banyak berkeliaran pinggiran sepanjang jalan Selo-Magelang. Satwa itu, juga banyak yang menyeberangi jalan ke lereng Merbabu.

Menurut Slamet, tanaman sayur dan buah-buahan di kanan kiri jalan yang masih ada sudah ludes dihabiskan kera-kera itu. Tanaman itu seluruhnya rusak, selain akibat dampak abu vulkanik, dan juga satwa kera itu.

Warga yang kembali pulang menengok rumahnya dari pengungsian, kadang dikagetkan banyaknya kera bergelantungan di atas gubuk tengah ladang dan di pohon-pohon yang terkena abu vulkanik.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTN-GM) Boyolali, Dulhadi, membenarkan banyak kera Merapi yang pindah habitat (eksodus) karena kehabisan stok makanan.

Menurut dia, hewan kera tersebut bisa juga eksodus akibat suhu di lereng Merapi masih panas, sehingga mereka secara bergerombol mencari daerah yang lebih dingin suhunya.

Kendati demikian, pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk mengatasi kera eksodus tersebut dengan cara menggiring kembali ke habitatnya.

Menurut dia, kera menyeberang ke lereng Merbabu sebetulnya tidak menjadi masalah, karena persediaan makanan di daerah itu masih banyak.

Namun, kata dia, yang menjadi masalah habibat kera Merapi dan Merbabu berbeda. Karena, setiap segerombolan kera memiliki kelompok sendiri. Jika kera Merapi menyerbu ke lereng Merbabu, dapat terjadi perkelahian antara kedua kelompok tersebut.

"Kera yang menang akan menguasai daerah itu," ujarnya mengungkapkan.

(ANT/A024)

COPYRIGHT © 2010

Rabu, 10 November 2010

Apakah Kubah Lava Merapi Itu?

Laporan wartawan KOMPAS.com Tjatur Wiharyo
Rabu, 10 November 2010 | 14:03 WIB
 
 
AFP Photo
Lava pijar terlihat di puncak Merapi.
 
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Magma dengan berat jenis dan kekentalan tinggi bila keluar ke permukaan akan mengalami pendinginan yang kemudian mengendap serta menumpuk dalam kawah membentuk gundukan kubah lava. Jika kubah lava berkembang melebihi limit spesifik yang berkaitan dengan kekuatan, ketebalan, dan kemiringan lereng dan oleh adanya gaya gravitasi, maka kubah akan runtuh menghasilkan awan panas guguran.

Kubah lava berperan penting dalam proses erupsi, yang merupakan ciri khas Merapi, yaitu adanya pertumbuhan dan penghancuran kubah lava. Kubah lava dapat diamati secara visual. Parameter yang penting untuk dipantau secara umum adalah morfologi, volume, dan lokasi topografis tumbuhnya kubah.

Sebelum teknik fotografi ditemukan, analisis pengamatan kubah dilakukan melalui sketsa tangan. Setelah kamera fotografi dengan film ditemukan dan berkembang, peranan sketsa perlahan tergeser.

Pada zaman sekarang, perkembangan teknologi fotografi digital sangat membantu proses analisis pengamatan kubah secara lebih akurat. Foto satelit, yang berbiaya sangat mahal, kadangkala sangat diperlukan sebagai pembanding dari foto yang diambil dari permukaan bumi.

Informasi dasar Merapi
Lokasi Geografis: Pulau Jawa, Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tipe: Stratovolcano Dimensi (perkiraan): Garis tengah 28 km, area 300-400 km2, volume 150 km3 Titik tertinggi (WGS-84): Puncak Garuda 2987 meter, koordinat 7"32'25.39S 110"26'49.02"E

Konteks Geodinamika: Konvergensi lempeng Indo-australia dengan lempeng benua Asia.
Petrologi: magma tipe basaltik-andesitik. Dinamika erupsi: leleran lava, pembentukan kubah, terjadi awan panas, dan sesekali bersifat eksplosif.

(Sumber: Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian/ BPPTK Yogyakarta).
 

Rabu, 17 September 2008

Presiden: "Saya Sedih 21 Orang Meninggal"



KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Jenazah usai diotopsi di RSUD dr Soedarsono, Pasuruan.


CIREBON, RABU-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua gubernur dan kepala daerah lainnya untuk mengimbau masyarakat agar memperhatikan faktor ketertiban dan keselamatan saat membagikan zakat bagi warga miskin.

Berbicara di hadapan 250 nelayan Cirebon saat memberikan bantuan 2.000 paket bahan kebutuhan pokok di pelabuhan perikanan Kejawanan Cirebon, Rabu (17/9) siang, Kepala Negara menyatakan jangan sampai pembagian zakat menjadi ricuh. "Banyak cara untuk membagikan zakat. Yang penting harus aman. Pemerintah membagikan BLT dan bisa berlangsung dengan tertib," kata Presiden.

Ia mengaku sangat sedih dan prihatin atas kejadian meninggalnya 21 orang warga miskin di Pasuruan akibat berdesak-desakan saat pembagian zakat pada hari Senin(15/9) .Musibah itu terjadi akibat sekitar 5000 orang berdesak-desakan untuk memperoleh zakat dari seorang pengusaha setempat yang bernama Syaikon. "Saya sangat sedih, 21 orang meninggal. Memprihatinkan," tuturnya.

Karena itu, Kepala Negara yang didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan bercermin dari peristiwa tersebut, maka setiap pihak harus mengutamakan keamanan sebelum melakukan acara pembagian zakat.

Sabtu, 09 Agustus 2008

Tiga "Pejabat" NII Diancam 15 Tahun - Seumur Hidup

Setiap Anggota Wajib Membayar Infak


BANDUNG, (PR).-
Tiga terdakwa kasus makar pendirian Negara Islam Indonesia (NII) Jabar Selatan, diancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup. Demikian terungkap dalam sidang pertama berupa pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jumat (8/8).

Terdakwa Dede Suparman, sebagai Bupati Garut Timur, diancam pasal 106 KUHP tentang makar dengan ancaman penjara seumur hidup atau kurungan 20 tahun. Dalam sidang yang dipimpin hakim Zaharuddin tersebut, JPU Indra Pribadi dalam dakwaannya menyebutkan, Dede terbukti melakukan makar dengan cara melakukan dan mengajak seseorang untuk masuk NII dari tahun 2002 hingga tertangkap, Minggu 20 April 2008.

Dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Indra Pribadi dan Suharso juga menyebutkan bahwa terdakwa telah merekrut sekitar 234 orang dan telah memungut uang Rp 6 juta per bulan. Uang tersebut kemudian diserahkan ke Oban alias Abdurrahman sebagai Bupati Garut-Sumedang.

Selain terdakwa Dede, juga disidangkan dua terdakwa lainnya, yakni H. Suganda sebagai Menteri Penerangan NII dan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Sukabumi Timur. Dalam sidang kedua yang dipimpin hakim Arsil Marwan itu, kedua terdakwa diancam pasal 107 tentang makar dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 154 a KUHP tentang penodaan lambang negara dengan ancaman empat tahun penjara.

Prosesi hijrah

Dalam dakwaan JPU, H. Suganda dan Dedi Mulyadi juga memungut uang infak dari anggotanya. Setiap anggota NII diwajibkan membayar infak 2,5%-25% dari penghasilan setiap bulannya. Dana tersebut disetorkan kepada Gubernur Kepala Wilayah Jabar Selatan atas nama Muhamad Sobari alias Abupatin melalui rekening nomor 0870.01.006.776.537 cabang BRI Al Zaytun, Indramayu.

Selanjutnya, dana itu digunakan untuk membayar gaji para pejabat NII dan keperluan operasional program NII. Sedangkan untuk menjadi anggota kelompok NII, setiap calon anggota wajib terlebih dahulu melakukan prosesi hijrah dari NKRI ke NII dengan menyatakan ikrar janji setia atau baiat.

Sebelum ditangkap, kedua terdakwa pada Minggu 20 April 2008 di Kompleks Bumi Asri Blok B 07 Cihanjuang Cimahi Utara Kota Cimahi, melakukan pembaiatan terhadap calon anggota NII. Seperti diketahui sebelumnya, Polda Jabar menangkap 17 pelaku makar pendirian NII Jabar Selatan. Mereka ditangkap saat melakukan pembaiatan di wilayah Riung Bandung Kota Bandung dan Cihanjuang Kota Cimahi. (A-113) ***

Jumat, 08 Agustus 2008

Slogan Carrefour dan Perlakuan Karyawannya


Carrefour Jln. Soekarno-Hatta

SAYA adalah seorang ibu yang punya anak usia tiga bulan. Pada Sabtu malam, 2 Agustus 2008 saya berencana membeli susu anak saya di Carrefour karena terakhir saya beli harganya lebih murah daripada supermarket/toko lain. Tetapi alangkah kagetnya, karena harganya menjadi naik cukup tinggi. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk membeli susu tersebut, karena sehari sebelumnya saya cek harga di supermarket lain di Dago, harganya lebih murah. 


Pada hari yang sama setelah saya pulang dari Carrefour, saya coba cek harga susu tersebut di Griya Yogya Kebaktian, dekat rumah saya. Ternyata harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Carrefour. Saya coba konfirmasi pegawai di Griya apakah harga tersebut promo atau diskon, ternyata jawaban pegawai tersebut "tidak", kesimpulan saya berarti harga tersebut normal.

Keesokan harinya, Minggu sore, 3 Agustus 2008, saya berencana membeli susu tersebut di Griya dan di  karena saya melihat slogan iklan yang sangat besar terpampang di lampu merah sekitar Jln. Soekarno-Hatta bahwa Carrefour akan mengganti 10 x lipat selisih harga produk tertentu apabila di Carrefour lebih mahal dan Carrefour menjamin harga paling murah. 

Oleh karena itu, pada hari itu saya berniat mengklaimnya karena selisih harga yang sangat jauh sekitar +/- Rp 16.000,00, maka apabila dikali 10, sekitar Rp 160.000,00. Tetapi karena ketentuan nilai maksimal Rp 100.000,00 maka diganti Rp 100.000,00.

Akan tetapi, hal yang tidak menyenangkan terjadi saat saya akan mengklaim. Kata petugas yang dipanggil oleh orang di bagian informasi, dengan nada ketus (tidak ramah) beliau menerangkan bahwa harga tersebut sedang promo di Griya, katanya informasi tersebut didapat dari pegawai Griya yang menurut saya tidak jelas. Setahu saya apabila harga tersebut promo atau sedang diskon, akan dicantumkan dalam struk pembelian. Mereka kembali bertanya kepada saya. Saya jawab kalau ibu tidak yakin, ibu boleh cek langsung ke Griya dan saya bisa menerima apabila memang ada bukti kuat. Akhirnya saya berkesimpulan:

1. Carrefour harusnya lebih matang apabila komit dengan slogan "10 x lipat kami ganti selisihnya".

2. Seharusnya sebelum disebarluaskan kepada masyarakat, terlebih dahulu disosialisasikan ke pegawai, karena pada saat itu sebagian pegawai yang saya tanya tentang ketentuan slogan tersebut, tidak mengetahuinya.

3. Mohon pegawai dapat ditatar tentang kesopanan untuk melayani konsumen dengan baik.

Akhir kata, semoga kejadian ini tidak terulang dan saya ucapkan terima kasih kepada "PR" atas dimuatnya tulisan ini.

Dini Y. Ramedhan
Jln. Wuluku No. 14 Bandung
Telf. 08562016154

Minggu, 03 Agustus 2008

Inilah Rekaman Di Kokpit Adam Air Versi KNKT


screenshot

JAKARTA, MINGGU - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah memublikasikan rekaman percakapan pilot Adam Air, Kapten Revri dan kopilot Yoga, yang jatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007 silam. Inilah percakapan kedua orang tersebut dalam kokpit. 


Transkrip rekaman cockpit voice recorder (CVR) itu dipublikasi dalam sebuah laporan lengkap tentang peristiwa naas itu setebal 98 halaman. Nomor laporan KNKT/07.01/08.01.36. Laporan ditulis dalam bahasa Inggris dan dimuat pada situs www.dephub.go.id/knkt 

Sebagai bahan perbandingan dengan rekaman yang beredar lewat internet, berikut adalah petikan percakapan pilot dan kopilot sesaat sebelum pesawat itu pecah menghantam laut. 

Waktu percakapan dalam transkrip 06:56:55.2 Universal Time Coordinate (UTC) atau sekitar pukul 13.56 WIB. 

Pilot (P) : Taruh di IRS attitude 
Kopilot (K) : Oke Kep 
P : Masukkan 
P : Masih fail (gagal) 
K : Fail 
P : Ada fault. Pilih attitude 
K : mengalihkan ke mode IRS 
P : Attitude left 
K : Left 
P : Setelah ini heading set ya, masukin ya.. 

Suara autopilot mati 4 detik berikutnya. 

Kemudian lanjutan transkrip yang diambil antara 06:47:10 UTC-06:50:21 UTC atau pukul 13.47 WIB-13.50 WIB. Dalam percakapan ini terungkap IRS tidak berfungsi. 

P : Lihat QRH. Kalau IRS nomor 2 mati, lihat ada apa. 
K : IRS 
P : Navigasi, FMS (Flight Management System, komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tersebut), lihat FMS-nya. 
K : IRS fault 
P : Eleven four, itu nggak fault 
K : Itu nggak fault 
P : IRS-nya salah 
K : Tapi faultnya harus dinyalakan Capt 
P : Iya, itu nggak fault 
K : Yes, on the ground flight 
K : Yang satu ini on the ground 
K : IRS fault eleven four 
P : Itu nggak fault 
K : No.. no.. no.. 

Ada kata-kata 'flight' yang terekam, namun tidak bisa diidentifikasi siapa yang mengucapkannya. 

K : Yang left bagus 
P : Ya, itulah kenapa 
P : Bisakah kita mematikan salah satu IRS? 
K : Sepertinya nggak perlu 
P : Nggak ada apa-apa 
P : Nggak ada apa-apa 
K : Radial, two nine zero, yup 

06:58:10.6 UTC atau sekitar pukul 13.58 WIB, suara peringatan bank angle berbunyi 4 kali. 

P : Taruh NAV lagi, taruh NAV lagi 
K : Yes 
P : Taruh di NAV lagi, taruh NAV lagi 

Ada suara peringatan altitude deviation 

K : NAV 
P : Jangan dibelokin! Ini heading kita 
K : Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan! 

Kemudian pukul 06:59:05 UTC atau pukul 13.59 WIB terdengar suara berdebam keras.(*)