Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 September 2023

Ke Masjid Al Jabbar Malam Hari #shorts #masjidaljabbarbandung #samsunga50

Masjid Al-Jabbar di Cimincrang, Gedebage

Awal-awal di resmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masjid penuh sekali. Pada Hari Jumat, 30 Desember 2022 Masjid Al-Jabbar diresmikan. Banyak orang berdantangan, baik undangan maupun masyarakat lainnya yang ingin mengetahui Masjid Al-Jabbar di daerah Cimincrang, Gede Bage, Kota Bandung.
 
Keesokan harinya saya dan Saudara pergi gowes ke Masjid Al-Jabbar, ingin mengetahui juga bagaimana Masjid tersebut setelah diresmikan. Setiba di depan Masjid, ternyata banyak orang yang sudah berdatangan, kemungkinan pagi-pagi sekali mereka datang. Akan tetapi, sangat disayangkan, banyak sampah berserakan di mana-mana. Tempat Sampah yang disediakan sudah tidak cukup menampungnya. 

di dekat air mancur




Di depan air mancur



Di pelataran Masjid Al-Jabbar



Pada Hari Senin, 2 Januari 2023, Saudara akan yang akan pergi Umroh, kami sekeluarga mengantar ke tempat pemberangkatan di Masjid Pusdai, acara pelepasan keberangkatan hingga larut malam. Beres acara kami langsung pulang, tiba-tiba diperjalan pulang ada Saudara yang ingin tahu Masjid Al-Jabbar. Mungpung lagi ke Bandung, nanti mah susah lagi kalau mau ke Masjid Al-Jabbar. Maka jadilah kami pergi malam-malam ke Masjid Al-Jabbar, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, tiba di lokasi, ternyata sudah sepi hanya ada beberapa kendaraan yang kemungkinan sama juga ingin melihat masjid Al-Jabbar. Akhiranya kami sekeluarga melihat-lihat kemegahan Masjid Al-Jabbar. Setadinya mau ikut sholat di Masjid, tapi oleh pengelola, dilarang, karana dalam kondisi perbaikan, dan pintu masjid sudah ditutup. Duh, sayang sekali, seandainya bisa masuk dan sholat mungkin akan ada cerita lain lagi. 

Akhirnya sekira pukul 12.30, kami pun pulang karena ada Saudara kami yang akan masuk bekerja ke esokan harinya.

Video Masjid Al-Jabbar di malam hari: 

Minggu, 19 Mei 2013

Masjid Lautze, Ekspresi Beribadah Muslim Tionghoa

Oleh: Agus Tri Haryanto-Job
Syiar - Jumat, 8 Februari 2013 | 06:45 WIB
 
Masjid tak harus berdiri megah. Yang utama dari mesjid adalah bisa jadi tempat khusus beribadah. Itulah kesan yang menyeruak dari Masjid Lautze 2. 

 INILAH, Bandung - Masjid tak harus berdiri megah. Yang utama dari mesjid adalah bisa jadi tempat khusus beribadah. Itulah kesan yang menyeruak dari Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong No 27, Kota Bandung.
 
Jika anda ingin melihat masjid yang dibuat etnis Tionghoa, datanglah ke Masjid Lautze 2. Masjid ini memang memiliki keunikan tersendiri dibanding masjid lainnya.

Berdiri sejajar dengan deretan ruko, masjid itu tampak berbeda dengan warna merah mencolok di bagian dindingnya. Dengan desain mirip bangunan kelenteng ini, tak ada yang menyangka kalau tempat tersebut adalah sebuah tempat peribadatan bagi orang Islam.

Sekilas, memang bangunan tersebut tidak tampak sebagai sebuah masjid. Tapi, dengan papan nama bertuliskan ‘Masjid Lautze 2’ memastikan bahwa bangunan tersebut adalah masjid.

Kalau umumnya masjid dibuka setiap waktu salat, Masjid Lautze hanya buka pada waktu-waktu tertentu saja. Dari hari Ahad sampai Jumat, masjid ini hanya buka dari jam sembilan pagi hingga jam empat sore. Jadi pada hari-hari tersebut, masjid ini hanya punya dua waktu salat yaitu Zuhur dan Asar.

Berawal dari tokoh muslim keturunan Tionghoa yang ingin menyediakan tempat untuk salat, Masjid Lautze pun dibangun. “Tahun 1991, Pak Haji Karim Oei yang mendirikan Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) di Jalan Lautze no. 89 di Jakarta,” ungkap Jesslyn, Humas Lautze 2.

Nama Lautze sendiri diambil dari nama jalan yang ada di Jakarta, tempat masjid pertama berdiri. “Kala itu, masyarakat sekitar kalau mau salat, yuk kita ke Masjid Lautze, sebetulnya itu nama jalan. Dari itu kita, brand-lah menjadi nama masjid,” jelas Jesslyn.

“Dengan visi dan misi sebagai pusat informasi Islam bagi etnis Tionghoa, enggakmungkin kan hanya ada di Jakarta. Maka dari itu salah satunya kami dirikan juga di Bandung,” imbuh wanita yang senang mengajar privat bagi anak-anak.

Tidak hanya untuk tempat aktivitas beribadat, Masjid Lautze 2 juga mempunyai sejumlah perpustakaan mini di lantai dua. Selain itu,terdapat juga tempat untuk mengaji, mengajar anak-anak, tempat berkonsultasi, dan di depannya terdapat toko.

Masjid Lautze 2 dibangun pada tahun 1997 dan ada perombakan tahun 2007. Dari segi ornamen yang ada di tempat beribadat tersebut, merupakan hasil kreasi Umar Widagdo dari ITB. Hasilnya warna merah mendominasi eksterior, interior, dan lampu bernuansa Cina.

Walau masjid ini didirikan oleh etnis keturunan Tionghoa, namun masjid yang dulu disebut masjid tanpa kubah ini terbuka untuk umum. “Yang sering datang ke sini itu warga pribumi. Malah warga Braga mengakui kalau masjid ini adalah masjid mereka,” tutur Jesslyn.

Mengenai perayaan Imlek Minggu (10/2/2013) ini, Jesslyn mengatakan kalau seseorang sudah berkonvensi menjadi Islam tidak ada sembahyang yang erat dengan ritual kepercayaan. “Tapi ketika kita mau silaturahmi, ketika kumpul keluarga datang saja,” jelasnya. [den]
 

Rabu, 10 April 2013

Pramugari EgyptAir Kini Berjilbab

Rabu, 10 April 2013, 15:10 WIB

Pramugari EgyptAir kini berjilbab.


REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Maskapai penerbangan Mesir EgyptAir mengizinkan pramugarinya berjilbab dalam penerbangan ke negara-negara Arab.

Seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/4), Wakil Direktur EgyptAir Abdel Aziz Fadel mengatakan, perusahaan menyebut kebijakan itu akan berlaku luas, menyusul aturan dibolehkannya penyiar berita di televisi pemerintah mengenakan jilbab yang tidak menutupi wajah.

Meski banyak Muslimah Mesir mengenakan jilbab, pemerintahan Husni Mubarak melarang penggunaan jilbab di televisi pemerintah dan tempat-tempat umum. Presiden Mursi berulang kali mengatakan, mereka tidak akan menerapkan larangan simbol-simbol Islam dengan ketat.

EgyptAir mendesain jilbab khusus yang disesuaikan dengan seragam. Pramugari yang memakai jilbab pertama kali saat melayani perjalanan haji dari Jeddah ke Madinah. Kemudian, berkembang saat melayani perjalanan ke negara-negara Arab.

Fadel mengatakan, jilbab tidak mempengaruhi kinerja para pramugari dan bisa menjadi pilihan pakaian. Pemakaian jilbab di perusahaan penerbangan bukan hal baru. Sejumlah maskapai di negara Muslim membolehkan pramugarinya mengenakan jilbab.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Karta Raharja Ucu

Jumat, 22 Februari 2013

60 Persen Pejabat Publik Buta Baca Tulis Al Quran

Penulis : Kontributor Kolaka, Suparman Sultan | Jumat, 22 Februari 2013 | 10:21 WIB


KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN

sebagian pejabat yang tidak lulus sertifikasi berkantor di kompleks kantor bupati Kolaka ini. 


KOLAKA, KOMPAS.com - Terdata, ada 60 persen pejabat publik di Kolaka, yang terdiri dari anggota DPRD, pejabat di pemkab, guru, pejabat pemerintahan kecamatan, Kepala UPTD (unit pelaksana teknis dinas) dan bahkan para imam masjid, kedapatan tak bisa baca tulis Al-Quran. Sedangkan untuk PNS se-Kabupaten Kolaka, 40 persen dinyatakan tidak lulus sertifikasi baca tulis Al Quran.

Hal ini terungkap dalam hasil uji sertifikasi yang diselenggarakan bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Daerah Kolaka. Ujian digelar sejalan dengan penerapan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pemberantasan Buta Baca Tulis Al Quran.

Menurut Kepala bagian Kesra Kolaka, Suherma Parab, sertifikasi belum 100 persen dilakukan kepada warga Kolaka. Uji sertifikasi yang digelar pada Desember 2012 lalu, ditemukan masih banyak warga Kolaka yang belum mengikuti ujian tersebut.
"Banyak juga dari warga Kolaka yang tidak mengetahui uji sertifikasi ini. Dan, ini juga nantinya berlaku bagi mereka yang akan maju sebagai anggota DPRD. Bagi yang beragama Islam harus lulus uji sertifikasi baca tulis Al Quran," ungkap Suherma, Jumat (22/2/2013).

Suherma juga menambahkan, uji sertifikasi baca tulis Al Quran ini akan diberlakukan bagi mereka yang akan maju sebagai cabub, cawabub, calon kepala desa, karyawan Bank Pembangunan Daerah serta direksi BUMD. Bahkan, calon jemaah haji nantinya akan diperlakukan peraturan tersebut. "Semua akan kita uji. Kalau tidak bisa ya apa boleh buat mereka akan terkendala," tegas Suherma.

Peraturan daerah ini ternyata tidak berhenti sampai kalangan PNS atau sejenisnya saja. Bagi para imam diperintahkan dilarang menikahkan bagi warga yang belum mahir baca tulis Al Quran. Begitu pula dengan para pelajar yang akan lulus. Kalau belum memiliki sertifikasi ini, ijasahnya akan ditahan dulu. "Ya memang betul bagi mereka yang mau menikah harus punya sertifikasi dulu, begitu pula mereka yang akan lulus sekolah. Semua demi kebaikan bersama lah," tutup Suherma.

Editor :Glori K. Wadrianto

Rabu, 11 April 2012

Tren Nikah Secara Islam Jangkiti Muslim Cina

Rabu, 11 April 2012, 13:31 WIB


 Zhe Yagang (groom) dan Yang Liu (bride), yang mengenakan kostum tradisional Islam, di Hongbinlou, sebuah restoran halal di Beijing. (Foto: Beijingshots.com)



REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pasangan muslim Cina mengaku kini lebih memilih untuk menikah sesuai dengan tradisi Islam. Selain demi memperkuat keimanan, biaya yang dikeluarkan juga dinilai tidak terlalu besar.

Pasangan Zhe Yagang, 25 tahun dan Yang Liu, 25 tahun, misalnya, memutuskan untuk menikah sesuai tradisi Islam karena mereka menganggap cara itu lebih unik, dan tentunya menyenangkan orang tua mereka.

Yang menarik, tidak sulit untuk mencari event organizer (EO) yang khusus merencanakan pernikahan muslim di Beijing. Dengan mengeluarkan biaya 8.000 yuan (Rp 11 juta) untuk pengurusan buku nikah dan 700 yuan (Rp 10 juta) untuk menyewa gaun pengantin, kedua pasangan ini tinggal tahu beres.

Setelah urusan administrasi diselesaikan, pernikahan keduanya pun berlangsung Sabtu (7/4) kemarin.

Selanjutnya, sesuai tradisi Cina, resepsi akan berlangsung di sebuah restoran halal. Lantaran tidak terbiasa, Zhe sempat merasa aneh. "Saya tidak terbiasa pakai peci. Sebab, peci saya kenakan pada acara yang khusus saja, seperti shalat Jumat," kata dia seperti dikutip Chinadailynews.com, Rabu (11/4).

Menurut Zhe, pernikahan dengan tradisi Islam mengingatkan dirinya dan sang istri untuk tetap menjaga dan memperkuat keimanannya terhadap Islam.

Perencana pernikahan Muslim, Wang Yong (35) berkata hampir  50 persen dari kliennya adalah Muslim. Pilihan dan permintaan mereka untuk pernikahan muslim sangat bervariasi.

Di antara mereka mempertimbangkan sebuah perayaan besar-besaran, tapi ada pula yang hanya mengharapkan perayaan sederhana bersama teman dekat dan keluarga, seperti pernikahan Zhe.

"Untuk masalah gaun, mereka biasanya memilih gaun ala barat atau gaun tradisional," katanya. "Yang pasti, kami ingin memuaskan semua selera dan preferensi," kata Wang.

Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Reporter: Agung Sasongko

Sabtu, 21 Januari 2012

Hanaa Ben Abdesslem: Muslimah Pertama yang Menjadi Model Lancome

Jumat, 20 Januari 2012 13:51 WIB


api.ning.com
Hanaa Ben Abdesslem

REPUBLIKA.CO.ID, Hanaa Ben Abdesslem menjadi perhatian dunia. Ia tercatat sebagai Muslimah pertama yang menjadi model kosmetik Lancome. Wanita asal Tunisia itu akan menjadi duta untuk produk alas bedak Lancome jenis Teint Idole Ultra 24h. Lancome adalah merk produk kecantikan terkemuka yang berpusat di kota mode dunia, Paris, Prancis. Lancome berdiri pada 1935. Sejak 1964, Lancome berada di bawah payung L'Oreal.

“Model dapat menjadi pilihan karier juga,” ujar Hanaa seperti dikutip laman Daily Star, Kamis (19/1). Dengan menjadi model, Hanaa ingin mengubah pandangan yang keliru dalam kebudayaannya.

Gadis berusia 22 tahun itu mengawali kariernya di dunia model ketika menjadi pemenang kedua dalam sebuah acara reality show di Lebanon. Ia lalu bertemu seorang wanita Arab yang menginspirasinya. Wanita Arab bernama Sophie Galal itu memiliki pandangan dan ide yang sama dengannya, yakni memperkenalkan profesi model kepada dunia Arab. Galal pun menjadi manajer Hanaa dan memperkenalkannya pada agen model IMG.

Ia memulai kariernya sebagai model runway untuk Vivienne Westwood tahun lalu. Wajahnya pun pernah mengisi halaman editorial majalah Vogue Prancis. Ia juga pernah membawakan baju rancangan sejumlah perancang terkemuka dunia, seperti Ralph Lauren, Oscar de la Renta, dan Givenchy.

Meski telah menjadi model dunia, Hanaa tak pernah melupakan tanah kelahirannya. “Negara saya kaya sejarah dan tradisi. Sebuah kebudayaan yang dipengaruhi oleh kesuksesan dalam peradaban, termasuk kaum Barbar, Venisia, Roma, Arab, dan Otoman,” ujar dia.

Ia tumbuh dengan dikelilingi pengaruh tersebut. Hanaa mengaku bangga menjadi bagian dari kebudayaan negaranya. Sebagai Muslimah, Hanaa pun tidak meminum alkohol dan merokok.

Keputusan Lancome menampilkan model Afrika Utara itu bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah bagian dari tren yang tengah berkembang di industri fashion. Saat ini, dunia fashion mencari perempuan dari berbagai belahan dunia untuk menyajikan perbedaan budaya.

Kepala Divisi Wanita Ford, Paul Rowland, pun membenarkan. “Warisan ideal saya untuk Ford adalah terbuka pada ide kecantikan. Tak hanya klasik, tetapi juga mendunia,” ujar Rowland pada New York Times. Ia mengaku ingin mencari model dari Mesir, Sri Langka, dan India. Tempat-tempat yang menurutnya tidak dilihat orang.

Hanna juga dinilai memiliki kemiripan dengan mantan model Lancome yang juga seorang aktris, Isabella Rossellini. “Ia mengingatkan saya pada Rossellini. Menakjubkan,” ujar Presiden Lancome Internasional, Youcef Nabi, dalam laman Daily Mail. Kecantikannya yang sederhana mewakili keunikan, kekuatan, dan pesona setiap wanita Lancome.


Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Satya Festiani



Selasa, 08 November 2011

Pertemuan China dan Arab di Najiahu

Islam di China

Subhan SD | Robert Adhi Ksp | Selasa, 8 November 2011 | 08:47 WIB


M Subhan SD/KOMPAS
Mengunjungi Pabrik Suvenir Haji di Ningxia, China


oleh M Subhan SD

JEJAK-jejak Islam di China sangat kental. Hubungan niaga sejak jalur sutra di masa silam meneguhkan hubungan hubungan antara bangsa Arab dan bangsa China.

Di kampung Najiahu, Yanghe,Yongning, kira-kira 40 menit berkendaraan arah selatan dari Yinchuan, ibu kota Ningxia, sebuah masjid besar menjadi saksi hubungan kedua bangsa itu.

Masjid Raya Najiahu dibangun hampir 500 tahun silam. Bentuk bangunan sebagaimana umumnya di China, namun masjid ini merupakan kombinasi seni arsitektur Dinasti Tang dan kebudayaan Arab.

Berdiri di atas lahan seluas 9.000 meter persegi, kompleks bangunan ini memiliki beberapa bangunan, antara lain, masjid raya, menara Malwiya, rumah bulan, juga ruang belajar. "Saat ini ada sekitar 20 santri yang tengah belajar di sini," ujar imam masjid, Na Xuejun, yang bernama Islam Abdullah Hud.

Masjid itu juga kerap dikunjungi kaum Muslim dan tokoh-tokoh Muslim dari beberapa negara berpenduduk Islam di Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara,tentu termasuk Indonesia.

Di dalam masjid tersebut, di bagian dinding tertera sejumlah surah Al Quran yang tercetak besar-besar dalam kain biru muda yang dibentangkan dari bagian atas di tepi langit-langit hingga menjuntai menyentuh lantai. "Supaya semua orang (jemaah) bisa membacanya," ujarnya.

Dia menambahkan, Muslim di Najiahu harus bisa membaca Al Quran karena telah diajarkan sejak kecil. Tahun ini, kampung Najiahu juga memberangkan jemaah haji, yaitu sebanyak 20 orang.

Biaya haji sekitar 40.000 yuan atau kira-kira Rp 56 juta. Mahal karena, antara lain, harus melewati Beijing sehingga perjalanannya lebih panjang. (M Subhan SD menulis dari Yongning, China)

Senin, 29 Agustus 2011

Jakarta-Bandung Hanya 80 Menit

Penulis: Haryo Damardono | | Marcus Suprihadi | | Senin, 29 Agustus 2011 | 10:46 WIB


Kompas/RWN
Suasana ruas tol Palimanan -Kanci, Cirebon, Minggu (28/8/2011) lancar, setelah terjadi antrean panjang pada malam hingga dinihari.

BANDUNG, KOMPAS.com- Jalur mudik Jakartra-Bandung, Senin (29/8/2011) pagi ini dalam kondisi sepi. Kompas hanya membutuhkan waktu 1 jam 20 menit (80 menit) dari Jalan Radio Dalam Jakarta Selatan menuju kawasan Pasteur, Bandung.

Berangkat dari Radio Dalam pukul 8.30 dan tiba di Pasteur pukul 9.50, rata-rata kecepatan sekitar 120 kilometer per jam. Di tanjakan tol Purwakarta-Padalarang-Pasteur kecepatan bahkan rata-ratanya 100 kilometer per jam.

Umumnya, lalu lintas di tol didominasi oleh kendaraan pribadi. Sangat sedikit bus yang melintas. Sementara itu, truk yang melintas hanyalah pengangkut bahan pokok, atau tangki premium.

Perjalanan hari Senin ini sebenarnya bisa lebih lancar bila mobil-mobil pemudik mau menggunakan lajur kiri dan tidak bertahan di lajur kanan. Sebab, hal itu menghambat kelancaran lalu lintas dan memaksa kendaraan lain harus menyalip dari lajur kiri setelah frustrasi memaksa mobil-mobil itu untuk menyingkir ke lajur kiri.

Beberapa mobil pemudik bahkan sebenarnya cenderung membahayakan dengan bawaan yang terlampau banyak di atap mobil. Juga dengan kaca-kaca mobil yang malah ditutup kain batik, sehingga mempersempit pandangan ke jalan raya.

Tinggi, Potensi Beda Lebaran

Penulis: M Zaid Wahyudi | | Marcus Suprihadi | | Senin, 29 Agustus 2011 | 09:29 WIB


SYAHRUL HIDAYAT/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi

KOMPAS.com — Meski sebagian besar umat Islam Indonesia mengawali puasa Ramadhan secara bersama-sama pada 1 Agustus 2011, potensi untuk berbeda waktu dalam mengakhiri ibadah Ramadhan masih tinggi. Sebagian kelompok akan ber-Lebaran pada hari Selasa (30/8/2011) besok atau berpuasa selama 29 hari, sedangkan kelompok lain baru akan ber-Lebaran pada hari Rabu (31/8/2011) lusa, atau berpuasa Ramadhan 30 hari.

Perbedaan penentuan awal bulan (dengan b kecil, month) hijriah di Indonesia merupakan persoalan klasik yang sudah berlangsung sejak dulu. Perbedaan terjadi bukan karena perbedaan cara menentukan awal bulan, yaitu dengan hisab (perhitungan) atau rukyat (pengamatan). Mereka yang menggunakan rukyat juga harus melakukan hisab terlebih dahulu untuk mengetahui posisi dan umur hilal atau bulan sabit muda.

"Perbedaan terjadi karena hingga kini belum adanya kesepakatan organisasi-organisasi massa Islam di Indonesia tentang kriteria penentuan awal bulan hijriah," tegas Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama Thomas Djamaluddin, Senin (29/8/2011), ini.

Di luar persoalan belum adanya keseragaman kriteria, ada pula persoalan kelompok-kelompok kecil umat Islam yang sering kali menentukan awal bulannya berbeda dengan ketetapan pemerintah ataupun ormas Islam besar. Perbedaan ini terjadi karena data hisab yang mereka gunakan masih mengacu kepada sistem lama yang tidak pernah diperbarui. Padahal, data gerak benda-benda langit sebagai dasar penentuan awal bulan hijriah membutuhkan pembaruan secara berkelanjutan.

Awal bulan

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan, ijtimak atau kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi sebagai penanda pergantian bulan baru untuk 1 Syawal 1432 terjadi pada Senin, 29 Agustus pukul 10.04 WIB. Pada saat Matahari terbenam hari ini, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara minus 0,1 derajat hingga 1,60 derajat. Sedangkan jarak sudut antara Matahari dan Bulan berkisar antara 5,58 derajat dan 6,83 derajat. Umur Bulan saat Matahari terbenam berkisar antara 5,50 jam dan 8,62 jam.

Akibat perbedaan kriteria penentuan awal bulan yang berbeda antar-ormas Islam, perlakuan terhadap data ijtimak itupun akhirnya berbeda-beda. Salah satu ormas Islam yang menggunakan kriteria wujudul hilal atau terbentuknya hilal, jauh-jauh hari sebelumnya sudah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1432 jauh pada Selasa (30/8). Dari data hilal di atas, hilal memang sudah terbentuk di sebagian wilayah Indonesia.

Kriteria yang digunakan ormas ini tidak mensyaratkan hilal bisa diamati atau terbentuknya hilal di seluruh Indonesia. Sementara itu, dua ormas Islam lainnya, berdasarkan hisab yang dilakukannya menetapkan 1 Syawal pada Rabu (31/8/2011). Namun, alasan kedua ormas ini berbeda.

Satu ormas menggunakan kriteria imkanur rukyat atau kemungkinan hilal bisa diamati, baik dengan mata telanjang maupun teleskop. Untuk bisa diamati, sesuai kriteria yang digunakan Majelis Agama Islam Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal harus memiliki ketinggian minimal 2 derajat, jarak sudut Bulan-Matahari 3 derajat, dan umur hilal minimal 8 jam.

Jika hilal bisa dilihat, Selasa besok adalah hari raya Idul Fitri. Namun, jika tidak berhasil melihat hilal, puasa Ramadhan akan disempurnakan menjadi 30 hari dan Lebaran hari pertama pada Rabu (31/8) lusa. Namun, dengan syarat minimal itu, dipastikan hilal tidak bisa diamati Senin petang ini karena ketinggiannya di seluruh Indonesia masih berada di bawah 2 derajat.

Meski demikian, perhitungan teoretis ini harus dipastikan dan dibuktikan melalui rukyat. Jika ternyata diperoleh laporan ada yang melihat hilal, kesaksian pengamatan hilal itu patut dipertanyakan kebenarannya. Bisa jadi, apa yang diamati dan dilaporkan sebagai hilal, sejatinya adalah benda langit lain yang mirip dengan hilal.

Mengamati hilal bukan perkara mudah karena mereka harus mencari cahaya tipis Bulan saat langit masih cukup terang oleh cahaya Matahari. Keraguan atas dilihatnya hilal dalam usia kurang dari 8 jam merupakan hal wajar. Pasalnya, rekor terendah untuk hilal yang bisa diamati di era astronomi modern adalah hilal berumur 16 jam.

Satu ormas lainnya sudah menetapkan Idul Fitri pada Rabu (31/8) karena menggunakan kriteria wujudul hilal dan kesatuan wilayah hukum Indonesia. Pada Senin (29/8) petang, hilal memang sudah wujud. Tetapi, hanya di beberapa wilayah, khususnya Indonesia bagian barat. Karena di Indonesia timur hilal belum wujud, maka mereka menetapkan Idul Fitri jatuh pada Rabu (31/8).

Hisab dan rukyat sebenarnya bisa seiring sejalan. Mereka yang menggunakan hisab dan rukyat dapat ber-Lebaran bersama jika kriteria yang digunakan dalam penentuan awal bulan sama, yaitu dengan menerapkan kriteria minimal hilal yang memungkinkan untuk diamati.

Menurut Thomas, rukyat tidak dapat ditinggalkan dan hanya mengandalkan hisab semata, karena landasan hukum agama (syar'i) yang kuat memang memerintahkan untuk mengamati hilal.

Kriteria bersama penentual awal bulan hijriah harus segera ditentukan bersama. Jika tidak, perbedaan penentuan Idul Fitri maupun hari raya lainnya akan terus terjadi. Perbedaan memang rahmat dan indah, tapi kebersamaan akan menciptakan kuatnya ukhuwah....

Sabtu, 04 Desember 2010

Brazil Akui Negara Palestina, AS Mencak-Mencak


Muslimah Brazil


REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON--Parlemen Amerika Serikat mengecam keputusan Brazil yang Jumat waktu setempat mengakui sebuah negara Palestina dengan luas wilayah sama seperti sebelum Israel merebut Tepi Barat dan Gaza pada 1967.

Keputusan Brazil sangat disesalkan dan hanya akan merusak perdamaian serta keamanan di Timur Tengah," kata anggota Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS dari Partai Republik Ileana Ros-Lehtinen.

Ros-Lehtinen yang akan bertindak sebagai panel pada Januari, mengatakan negara yang bertanggung jawab akan menunggu sebelum melakukan langkah tersebut, setidaknya hingga Palestina memulai pembicaraan langsung dengan Israel dan mengakui keberadaan negara Yahudi tersebut.

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva pada Jumat mengumumkan keputusan tersebut dalam surat kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas dan merilisnya di laman internet Kementerian Luar Negeri Brazil.

Komunitas internasional mendukung tuntutan Palestina bagi sebuah negara yang mencakup sebagian besar Jalur Gaza, Tepi Barat dan Jerusalem Timur, semua wilayah tersebut diduduki Israel lewat Perang Enam Hari pada 1967.

Namun AS dan sebagian besar pemerintah Barat telah menunda pengakuan Palestina sebagai negara, dengan mengatakan bahwa mereka akan mengakui proses tersebut bila diiringi dengan proses negosiasi kesepakatan perdamaian dengan Israel.

Keputusan Brazil juga memantik emosi dari perwakilan Partai Demokrat AS Eliot Engel, yang mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah sesat serta mencerminkan hembusan kebijakan luar negeri terakhir Lula yang sebelumnya sudah keluar jalur.

Engel mengaitkan keputusan tersebut dengan "kemesraannya" dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan mengingatkan bahwa Brazil tengah membangun kekuatan sebagai suara vokal di dunia, namun melelui keputusan yang salah dengan langkah itu.

Lula akan mundur dalam empat pekan dan akan menyerahkan jabatannya kepada Dilma Roussef, wanita yang merupakan mantan pemimpin kabinetnya.

"Brazil mengirimkan pesan kepada Palestina bahwa mereka tidak harus mengikuti proses perdamaian untuk mendapat pengakuan sebagai negara berdaulat," kata Engel, yang merupakan Ketua Bersama Kongress AS Kaukus Brazil.

Anggota parlemen AS tersebut juga menyatakan bahwa ia tetap mendukung Brazil sebagai negara demokrasi dinamis dan beragam yang suatu hari nanti akan mengambil tempat di sisi para negara pemimpin dunia.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Ant

Kamis, 02 Desember 2010

Narapidana Muslim Dipukuli Secara Brutal Disaksikan Sipir Penjara Idaho

Rabu, 01 Desember 2010, 23:57 WIB

Press TV
Rekaman kamera saat kejadian


REPUBLIKA.CO.ID,IDAHO--Seorang tahanan Muslim,, Hanni Elabed, dipukuli oleh sesama tahanan. Tanpa berdaya, narapidana Muslim itu terus dianiaya.

Tak jauh dari lokasi kejadian, tiga penjaga penjara atau sipir dengan santainya menyaksikan penganiayaan tersebut. Tahanan Muslim yang berusia 24 tahun itu kemudian terlihat meminta tolong dengan menggedor jendela ruang sipir. Namun para sipir cuek dan membiarkan peristiwa itu terus terjadi.

Para sipir bahkan tak mau membantu meskipun penyerang berhenti sejenak untuk minum dan menghirup udara, sebelum kembali menyerang Hanni. Akibat serangan brutal itu, Hanni mengalami luka parah hingga berdarah-darah dan kejang-kejang.

Dua menit setelah penyerang menghentikan aksi brutalnya, barulah para sipir memasuki tempat kejadian sambil membawa borgol. Kejadian itu terekam jelas dalam kamera pengawas yang dipasang di Penjara Idaho itu. AP berhasil mendapatkan rekaman kejadian tersebut.

Akibat penganiayaan, Hanni mengalami pendarahan otak dan koma selama tiga hari. Menurut anggota keluarganya, Hanni mengalami kerusakan otak dan tak akan bisa hidup normal lagi.

Rekaman pada Januari lalu itu telah mendorong sebuah investigasi oleh FBI. FBI ingin mengetahui apakah para sipir telah dengan sengaja melanggar hak-hak sipil narapidana di penjara Idaho.

The Correction Corporation of America (CCA), yang menjalankan penjara Idaho dan dikenal juga sebagai tempat pendidikan Gladiator, mengaku telah bekerja sama denagn agen-agen federal untuk menggelar penyelidikan.

CCA merupakan perusahaan swasta pengelola penjara terbesar di Amerika merasa jengkel dengan tersebarnya rekaman tersebut. Alasannya, ekspos terhadap rekaman itu bisa menimbilkan risiko keamanan bagi para stafnya.

Pada April lalu, Hanni menggugat CCA, meminta ganti rugi dan kompensasi. Gugatan itu kini masih berjalan di pengadilan. Hanni dipenjara karena kasus perampokan. Dia sebenarnya telah berulang kali memberitahu keluarganya bahwa dia kerap diganggu oleh narapidana lain. Bahkan hal itu pun sudah dilaporkannya kepada sipir penjara.
Red: Budi Raharjo
Rep: Press TV

Sabtu, 27 November 2010

Hasil Penelitian: Terbukti Muhammad Itu Ada!

Sabtu, 27 November 2010, 05:01 WIB


 wikimedia.org
Papyrus


REPUBLIKA.CO.ID,Sejumlah ilmuwan kritis mengklaim, Muhammad tidak pernah ada. Dan Islam adalah ajaran yang muncul berabad-abad kemudian. Namun, setelah meneliti teks-teks papirus berbahasa Arab, Petra Sijpesteijn dari Universiteit Leiden membuktikan sebaliknya.

Bagaimana Islam muncul dan apa yang terjadi pada periode awal sejarah Islam? Sebelumnya, ilmuwan yang ingin tahu soal itu harus merujuk kepada versi sejarah Islam resmi yang baru disusun sekitar 200 tahun setelah Muhammad meninggal. Baru akhir-akhir ini muncul ketertarikan terhadap sumber-sumber yang lebih objektif, walaupun lebih sulit diakses - seperti koin, inskripsi dan teks-teks papirus.

Terutama teks papirus amat penting, kata Petra Sijpesteijn, guru besar bahasa Arab di Universiteit Leiden. "Papirus adalah satu-satunya sumber kontemporer mengenai 200 tahun pertama sejarah Islam."

Pionir
Sijpesteijn adalah salah satu dari sedikit ahli (bahasa)Arab dengan spesialisasi dalam bidang penelitian teks-teks papirus berbahasa Arab. Belum lama ini ia menerima satu juta euro dari Lembaga Penelitian Eropa untuk meneruskan penelitiannya.

Papirus adalah sejenis kertas kuno yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari: mencatat transaksi komersial, korespondensi pribadi, dan semacamnya. Ribuan teks papirus ditemukan terkubur pasir di Mesir dan wilayah-wilayah Timur Tengah lainnya.

Menurut Sijpesteijn, teks-teks ini biasanya sulit  dimengerti, karena sebagian sudah hancur atau dibuat dengan tulisan yang sulit dibaca dan berbahasa dialek setempat. "Namun siapa pun yang bisa membacanya, punya akses meneliti kehidupan sehari-hari masyarakat Arab di periode awal islam."

Ilmu papirologi Arab masih amat muda. Baru sedikit dari ratusan ribu teks yang dipelajari. Toh sekarang, penganut islam sudah bisa menarik napas lega: menurut Sijpesteijn, data-data yang ditemukan mengkonfirmasi cukup banyak sumber resmi islam.

Tak Terorganisir
Sijpesteijn tak setuju dengan sekelompok kolega yang dijuluki para 'revisionis.' Mereka mengklaim bahwa nabi Muhammad tidak pernah ada. Orang-orang Arab sebenarnya cuma kelompok tak terorganisir yang kebetulan berhasil menguasai setengah dunia. Dan islam diduga baru diciptakan dua ratus tahun kemudian di Irak.

"Teks-teks papirus menunjukkan bahwa serangan tentara Arab dilakukan dengan cermat dan terorganisir. Orang Arab melihat diri sendiri sebagai penakluk dengan misi religius. Mereka ternyata juga punya pandangan religius - mereka menjalankan dan menjaga elemen-elemen penting islam yang nantinya juga dimiliki dan diyakini muslim pada abad-abad selanjutnya."

Begitulah, menurut Sijpesteijn, tak lama setelah Muhammad meninggal, muncul perintah haji dan zakat. Ia juga menemukan papirus dari tahun 725 yang menyebutkan baik nabi Muhammad maupun islam.

Penaklukan Islam
Toh penemuannya tetap mengancam keyakinan sebagian muslim modern mengenai sejarah Islam. Dari sumber-sumbernya, misalnya, diketahui bahwa kemenangan Arab bukanlah sesuatu yang mengejutkan dan unik seperti dikisahkan buku-buku sejarah islam.

Faktanya, tak banyak orang menyadari kemenangan Arab. "Di Mesir dan Suriah, misalnya, hampir tak ada yang berubah pasca kemenangan Arab. Hanya saja, pejabat-pejabat tertinggi mereka digantikan oleh orang Arab. Perlu waktu berabad-abad sebelum pengaruh bahasa Arab dan islam menyebar di masyarakat luas."

Teks-teks papirus ini juga menyangkal gagasan banyak muslim modern bahwa Muhammad menyebarkan islam sebagai agama 'siap-pakai.' "Dari teks-teks ini terlihat bahwa islam perlahan-lahan berproses menemukan bentuknya pada abad-abad awal. Waktu itu, banyak sekali perdebatan mengenai makna menjadi seorang muslim."

Haji
Juga ditemukan papirus yang menuliskan, ada perdebatan apakah zakat harus diwajibkan oleh negara atau cukup disumbangkan secara sukarela. "Pertanyaan besarnya: apa makna islam untuk orang-orang pada tahun 700? Apakah waktu itu sudah ada lima rukun islam dan perintah naik haji seperti yang kita kenal sekarang?"

Red: Krisman Purwoko
Sumber: RNW

Jumat, 26 November 2010

Pelajari Islam di Makkah, Snouck Hurgronje Berpura-pura Menjadi Mualaf?

Jumat, 26 November 2010, 14:24 WIB


  Arab News
Snouck Hurgronye berjalan disamping Pangeran Saud pada 1935



REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Snouck Hurgronje. Nama itu tak asing lagi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya di masa penaklukan Aceh oleh kolonial Belanda. Berkat informasi yang dipasok orientalis yang menguasai budaya Aceh dan Islam itu, pasukan kolonial Belanda berhasil menguasai Aceh.



Masjidil Haram saat Hurgronje berada di Makkah





Rupanya, kiprah warga Belanda itu tak hanya tercatat di bumi Serambi Mekkah saja. Jejak kaki Hurgronje (1857-1936) juga sampai ke Makkah yang sesungguhnya di Arab Saudi. Demi mempelajari Islam, ritual haji, dan kehidupan masyarakat di Makkah, lulusan jurusan teologi di Universitas Lieden, ini pernah tinggal selama sekitar tujuh bulan di Kota Suci itu.

Pria yang lahir di Oosterhout, Belanda, pada 1857 dan memiliki nama lengkap Christiaan Snouck Hurgronje, ini bahkan dikabarkan sampai mengubah keyakinan agamanya alias menjadi mualaf demi bisa menetap di Kota Makkah. Semua itu dilakukannya agar bisa mempelajari Islam langsung di jantungnya.

Saat ini foto-foto karya Hurgronje saat menetap di Makkah sedang dipamerkan di Dubai Financial Center dengan diberi judul 'Makkah, Sebuah Petualangan Berbahaya'. ''Dia terpesona dengan berbagai macam agama, tetapi secaa khusus tertarik pada ajaran dan sistem kepercayaan Islam. Dia juga fasih berbahasa Arab,'' ujar Elie Domit, seorang kurator galeri.

Pada 1880, Hurgronje menulis tesis doktornya berjudul "Het Mekkansche Feest" (Pesta Makkah) yang menggambarkan ibadah haji dan adat istiadatnya. Pada waktu itu, pemerintah di negara-negara Eropa mulai melihat dukungan yang diberikan penduduk Muslim bagi upaya kemerdekaan bagi wilayah koloni Eropa dan Belanda. Makkah dipandang sebagai tempat berkumpulnya para pejuang Muslim fanatik.

Pada 1884, berkat didanai pemerintah Belanda, Hurgronje dikirim ke Jeddah untuk meneliti kehidupan Muslim fanatik di Makkah. Namun dia juga memiliki kepentingan pribadi untuk memasuki Tanah Suci. Karena bukan seorang Muslim, dia pertama kali berangkat ke Jeddah dengan maksud mendekati kalangan elit di sana.

Demi bisa memasuki Makkah dan mendapatkan kepercayaan dari warga serta pejabat pemerintah di sana, Hurgronje secara terbuka mengumumkan keputusannya untuk menjadi pemeluk Islam. Bahkan kemudian dia dikenal dengan sebutan Abd Al-Ghaffar. Berkat cara itu, dia akhirnya diizinkan untuk memasuki Makkah dan perjalannya diatur pada 21 Januari 1885.



Penduduk Makkah saat itu

Selama tujuh bulan, Hurgronje tinggal di Makkah. Meski terbilang singkat, dia mengamati, mencatat, dan mempelajari kehidupan masyarakat lokal. ''Waktu itu, Makkah memiliki salah satu pasar budak terbesar di dunia, dan Hurgronje kagum dengan perlakukan manusiawi yang diberikan kepada budak karena budak-budak itu diperlakukan sebagai anggota keluarga,'' ujar Domit.

Hurgronje juga mengamati kehidupan wanita di Makkah. Persoalan status sosial, rasa mode, dan kebebasan yang diberikan kepada kalangan wanita ini dibandingkannya dengan wanita di kota-kota di Timur lainnya.

Minatnya yang begitu besar terhadap Makkah membuat curiga pemerintah negara Eropa yang lain. Setelah itu terungkap bahwa Hurgronje adalah seorang mata-mata, penipu, sekaligus sebagai sedikit dari kalangan orientalis kala itu. Tak lama usai menikahi wanita Ethiopia, dia dideportasi dari Arab Saudi atas permintaan pemerintah Prancis yang menuduhnya telah mencuri batu Taima.

Akibatnya, Hurgronje harus segera meninggalkan Makkah. Dengan tergesa, dia mengumpulkan catatan dan foto-foto yang diperolehnya selama tinggal di Makkah. Namun peralatan kamera ditinggalnya dan dititipkan kepada temannya yang seorang mahasiswa fotografi, Al-Sayyid Abd Al-Ghaffar.

Hurgronje kemudian balik ke Belanda dan mulai menulis berbagai artikel mengenai Makkah. Dia tetap menjalin kontak dengan temannya, Al-Sayyid untuk bertukar informasi dan mendapatkan foto-foto terbaru mengenai Makkah, termasuk foto-foto mengenai jamaah haji.

Sekembalinya di tanah kelahirannya, tak diketahui kabar selanjutnya, apakah dia masih memegang agama Islamnya, atau kembali ke agama asalnya. Namun, banyak karya yang dibuatnya mengenai Islam dan budaya Makkah. Mungkin karena itu pula, hubungan dia dengan petinggi Arab Saudi bisa terjalin baik. Sebagai pertanda eratnya hubungan itu, Pangeran Saud dari Kerajaan Saudi sampai tiga kali mengunjungi Belanda selama kurun waktu 1926-1935.

Red: Budi Raharjo
Rep: Arab News

Kamis, 25 November 2010

Star Walk, Mari Kita Jelajahi Luar Angkasa

Rabu, 24 November 2010, 23:19 WIB



Middle East Online
Peluncuran Star Walk


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berabad silam, al-Qazwini pernah menyerukan sebuah ajakan. "Mari kita menatap planet, menghitung jumlah mereka, dan menikmati warnanya yang beraneka ragam," kata astronom ternama di abad ke-12 Masehi itu dalam bukunya The Wonders of Creation. Pada masa-masa selanjutnya, banyak ilmuwan menyambut ajakannya.

Mereka tergerak menyelam ke kedalaman astronomi. Kemudian melahirkan beragam teori dan penemuan. Kini, giliran Syekh Zayed Grand Mosque Centre menerima ajakan itu. Lembaga yang berada di bawah manajemen Syekh Zayed Grand Mosque Uni Emirat Arab ini meluncurkan perangkat lunak astronomi bernama Star Walk.

Program yang pada pengembangan perdananya masih menggunakan bahasa Arab ini dilengkapi fitur unik berkualitas tinggi. Tentu saja ini sangat menarik bagi mereka yang gandrung dengan astronomi dan benda-benda angkasa. Program ini dapat diakses melalui iPhone dan iPad.

Untuk menghadirkan Star Walk, Syekh Zayed Grand Mosque Centre bekerja sama dengan perusahaan perangkat lunak dan komunikasi berskala internasional, VITO Technology. Star Walk juga dibalut teknologi grafis tiga dimensi. Mereka yang berselancar pada program ini akan melihat bintang-bintang. Juga hubungan antara satu bintang dan bintang lainnya, serta dimensi dan jarak bintang-bintang itu dari bumi.

Dengan program ini, para pengguna berkesempatan melakukan tur virtual ke sebuah planet atau bintang yang dipilihnya. Selain itu, tersedia informasi mendalam mengenai planet dan bintang-bintang tersebut.

Melalui sebuah telepon genggam, seseorang bisa menikmati 88 konstelasi, 9.110 bintang, dan delapan planet. Star Walk menyajikan pergerakan planet dan bintang, baik pada siang maupun malam hari. Pembuat perangkat lunak ini memasukkan perhitungan matematika yang sangat akurat terkait dengan keberadaan planet dan bintang.

"Pengembangan versi Arab dari perangkat lunak ini merupakan program awal dari sejumlah langkah yang akan dilakukan Syekh Zayed Grand Mosque Centre dalam mengembangkan sains dan warisan Islam," kata Dr Ali bin Tamim, ketua Syekh Zayed Grand Mosque Centre seperti dikutip Middle East Online, Senin (22/11).

Ali menyatakan, warisan astronomi Islam memberikan pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Ini bisa digunakan untuk mengenalkan pencapaian yang berhasil digapai para pendahulu dalam sains, astronomi, pengobatan, arsitektur, dan seni kepada para pemuda Muslim. Hal serupa ingin dicapai lewat Star Walk.

Direktur Cultural Events and Activities pada Syekh Zayed Grand Mosque Centre, Talal al-Marzouei, mengatakan, program Star Walk berbahasa Arab dibuat oleh sebuah tim khusus yang disponsori dan didukung oleh Syekh Mansour bin Zayed Al Nahyan, deputi perdana menteri.

Menurut Mazrouei, program ini merupakan versi terjemahan yang menyediakan gambar dan informasi komprehensif tentang bintang, konstelasi, planet, komet, dan sistem tata surya. Program itu ia nilai sebagai panduan lengkap bagi mereka yang tertarik pada astronomi atau penelitian di bidang astronomi.

Tim dari Syekh Zayed Grand Mosque Centre, jelas dia, telah melakukan beberapa sentuhan pada program ini, yaitu dengan menambahkan warisan peradaban Islam dalam bidang astrononomi, sains, dan puisi. Mereka menambahkan itu semua pada teks program Star Walk.

"Kami menyuplai program itu dengan daftar kata," ujat Mazrouei. Ia menambahkan, Wasfi Amin al-Shadifat, yang merupakan penerjemah, peneliti, penulis, dan arsitek, menerjemahkan dan memodifikasi konten program kosmik dengan menambahkan warisan peradaban Islam yang berhubungan dengan astronomi. Lalu, Wasfi menggenapinya dengan nama-nama sainstis dan astronom Muslim.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Ferry Kisihandi

Jumat, 12 November 2010

(Alm.) Haji Encep Barzah Sukana Abdul Jabbar

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh.

Terhitung sudah sebelas hari dari tanggal 2 November 2010 Abah Barzah sudah berpulang ke Rahmatullah, akan tetapi saya masih merasa Abah masih ada di sekitar kita, apalagi jika menghadapi hari Jum'at. Hari Jum'at merupakan hari saya dan rekan-rekan yang lain melakukan aktivitas mengaji seperti biasanya.

Pada hari Jum'at 12 November 2010 ini saya dan rekan-rekan yang biasa akan mengaji merasa ada yang "kurang", hendak pergi ke pengajian menjadi serba ragu. Akan tetapi, saya berusaha untuk membulatkan tekad untuk melanjutkan perjuangan Abah yakni mempelajari Al-Quran dengan penuh kesungguhan yang ujungnya menciptakan umat Islam yang tangguh.

Abah pernah mengatakan, "Belajar Al-Quran itu jangan asal-asalan harus serius dan teliti, sehingga menjadi muslim yang berkualitas".

Begitu berat cobaan dan godaan untuk belajar Al-Quran, saya pun merasa demikian apalagi sekarang sudah tidak ada Abah sebagai pengajar/guru. Hal ini, juga mungkin akan dialami oleh rekan-rekan saya yang lain, begitu Abah wafat meninggalkan murid-muridnya.

Untuk mengobati rasa kerinduan kita terhadap Abah Barzah Sukana Abdul Jabbar saya mencoba memberikan foto-foto dokumentasi prosesi pemakaman Beliau. Sebenarnya saya sudah meng-upload foto-foto prosesi pemakaman Beliau di Facebook. Akan tetapi, mungkin banyak rekan Abah yang tidak bisa datang ke acara pemakaman Beliau bertempat di Gandol, Cilengkrang 2, Ujungberung, Bandung. Saya memberanikan diri untuk meng-upload yang kedua kalinya. Hal ini tentu saja atas seizin Keluarga Besar Sriwijaya, Bandung.






























 











Semoga foto-foto dokumentasi prosesi pemakaman Haji Encep Barzah Sukana Abdul Jabbar memenuhi rasa penasaran rekan-rekan atau murid-murid Abah yang tidak sempat mengantar Beliau ke pemakamannya.

Wassalam.