Rabu, 28 Desember 2011

Rujak Dodol, dari Hah sampai Huh Hahh

Senin, 21/11/2011 - 00:59



RIRIN NF/"PRLM"

PRLM -- Inovasi pada olahan dodol, makanan khas Garut yang legit nan manis, seolah tak pernah berhenti. Para pengrajin dodol terus menerus berkarya, demi memantapkan dodol sebagai makanan asli Kota Intan.

Rupa-rupa dodol Garut, diantaranya adalah dodol wijen, dodol nanas, dodol tomat, dodol durian, dodol coklat, dan masih banyak lagi jenis-jenisnya. Kini, dodol tak hanya hadir dalam rasa manis menggigit. Adalah PD Pusaka JS, menghadirkan rasa baru dodol, yaitu pedas.

Mulanya, Teti Maryati, pemilik usaha pembuatan dodol, menyimpan sisa buah-buahan yang sudah diolah menjadi rujak ke dalam lemari pendingin. "Sisa rujak dibikin jadi es saja enak, apalagi kalau dibuat dodol. Akhirnya, kita coba-coba untuk mengolah rujak menjadi dodol," katanya saat ditemui "PR" di Jln. Suci-Ahmad Yani No. 455 Desa Suci Kec. Karangpawitan Kab. Garut, Minggu (20/11).

Ide pembuatan dodol rasa pedas sudah ada di benak Teti sejak 2 tahun lalu. Namun, Teti baru mulai mencoba-coba sejak awal 2011 lalu.

Komposisi rujak dodol, diantaranya buah-buahan segar terdiri dari mangga kaweni, pepaya, nanas, ditambah kismis, bumbu rujak, sampai kacang oven. Adonan buah-buahan segar yang diparut halus, dimasak dalam wajan dodol sambil ditambah gula dan bumbu rujak serta potongan cabe merah. Jika sudah matang, dicampurkan kacang oven tumbuk kasar untuk menambah selera.

Sedikitnya butuh 3 kali percobaan bagi PD Pusaka JS untuk mendapatkan komposisi yang pas agar buah-buahan dalam rujak tidak jadi "mati rasa". "Tiap buah harus terasa, jangan sampai salah satunya lebih menonjol," ucap Teti.

Adonan rujak yang diolah jadi dodol dibungkus dengan plastik bening. Diakui Teti, dirinya masih mencari kemasan yang pas agar rujak dodol makin menarik. Bahkan, dia sudah mengurus hak paten produk rujak dodol agar tak dapat ditiru produsen dodol lain.

Kehadiran rujak dodol menambah varian dodol yang selalu dicari wisatawan sebagai buah tangan jika berkunjung ke Garut. Harga jual yang dipatok sekitar Rp 25.000/kg saja.

"Rasanya yang pedas dan segar dari buah-buahan menjadi pilihan dari rasa dodol yang tidak hanya manis saja, banyak yang suka," tutur Teti.

Dalam sehari, dia dapat mengolah adonan rujak dodol hingga 1 kuintal. Pemasaran dodol selain di lokal Garut, juga merambah ke sejumlah daerah seperti Bogor, Jakarta, sampai Jawa Timur. Bahkan, saat ini sedang dijajaki untuk ekspor rujak dodol ke Jepang.

Melihat antusias pembeli, rujak dodol terus diulik. Kini, rujak dodol hadir dalam 3 level rasa pedas. Yaitu level 'Hah' untuk rasa pedas biasa, level 'Seuhah' untuk pedas sedang, serta level 'Huh Hah' untuk rasa pedas tingkat tinggi.

"Rasa pedas dibuat bertingkat untuk melayani seluruh permintaan pembeli. Ada yang suka pedas banget, ada juga yang pedas biasa. Semua permintaan kami sediakan," ujarnya.

PD Pusaka JS menginduk pada PD Pusaka, perusahaan dodol yang sudah eksis di Kab. Garut sejak 1970-an. Perusahaan dodol tersebut termasuk usaha rumahan di Garut yang terbilang sukses menggarap dodol sebagai penganan utama produk mereka.

Awalnya mencari sensasi baru, kini rujak dodol menjadi salah satu ikon produk dodol Pusaka. Namun, inovasi dodol sepertinya takkan berhenti sampai 'Huh hah' saja, produsen dodol akan terus berkarya untuk mencipta dodol dengan rasa-rasa yang baru. (Ririn N.F./das/"PRLM")***

Asin Jambal Roti Lebih Mahal dari Daging Sapi

Minggu, 25/12/2011 - 21:37



NURHANDOKO/"PRLM"
CECEP (kanan) pedagang ikan asin bersama dengan Ahdi (58), salah seorang perajin yang sudah hampir 30 tahun membuat ikan asin jambal roti, menunjukkan ikan asin jambal roti kualitas super yang...


CIAMIS, (PRLM).- Bagi penggemar ikan asin tentu kenal dengan ikan asin jambal roti. Ikan asin tersebut memang memiliki tempat tersendiri bagi penyuka ikan yang dikeringkan dan pengawetannya hanya dengan ditaburi garam.

Keberadaan ikan asin jambal roti saat ini juga naik daun, setidaknya sering disertakan menjadi pelengkap nasi timbel khas Sunda. Potongan kecil ikan asin dipadukan dengan ikan ayam, sambal serta lalaban.

Belakangan ini harga ikan asin jambal roti menunjukkan tren relatif stabil, berkisar antara Rp 65.000 - Rp 85.000 untuk kualitas super. Naiknya harga jambal roti juga tidak bisa dipisahnya dengan semakin berkurangnya pasokan ikan manyung dan ikan kadukang yang menjadi bahan baku ikan asin jambal roti.

Bagi perajin ikan asin di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, kebutuhan bahan mentah ikan manyung tidak bisa dipenuhi oleh nelayan lokal, sehingga harus didatangkan dari luar wilayah seperti Cirebon, Pekalongan dan daerah lain yang memiliki pelabuhan samudra. Sedangkan untuk ikan kadukang, selain dari luar, sebagian di antaranya berasal dari hasil tangkapan nelayan tradisional di Pangandaran.

"Memang banyak perajin ikan asin jambal roti di Pangandaran, akan tetapi sebagian besar bahan bakunya masih didatangkan dari luar. Manyung dari Cirebon, PPekalongan dan daerah lain, sedangkan kadukang ada beberapa yang dari hasil tangklapan nelayan lokal," tutur Cecep (47) pemilik kios ikan asin di kawasan Pantai Timur Pangandaran.

Dia mengatakan, dibandingkan ikan asin lainnya, jambal roti menjadi buruan wisatawan yang datang ke Pangandaran. Akibat banyaknya permintaan, di lain pihak pasokan terbatas, menjadikan harga ikan asin jambal roti lebih mahal dibandingkan lainnya. Karena keterbatasan pasokan, menjadikan pedagang harus memiliki simpanan atau stok banyak.

"Menghadapi libur tahun baru ini pedagang sudah menyetok (menyimpan) jambal roti dalam jumlah cukup. Saya punya stok satu ton lebih. Biasanya kalau libur panjang stoknya bisa lebih banyak lagi. Soal harga memang juga tergantung persedaiaan, kalau stok menipis harganya bisa menembus Rp 90.000 - Rp 95.000 untuk kualitas super," ungkap Cecep yang didampingi salah seorang perajin ikan asin jambal roti, Ahdi (58).

Di kawasan wisata Pangandaran banyak dijumpai penjual asin jambal roti. Ikan asin terseut tidak hanya didagangkan dengan cara dijual dikos, akan tetapi juga di asongkan di sekitar tepi pantai atau di depan hotel. Selain itu juga banyak perajin ikan asin yang memilih menjual sendiri ikan hasil olahannya.

Ahdi yang sudah tiga puluh tahun menggeluti pembuatan ikan asin jambal roti, mengungkapkan bahwa pada dasarnya membuat ikan asin jambal roti relatif mudah, yang penting adalah bagaimana membuat perbandingan kebuthan garam dengan bahan baku ikan. Berapa takaran yang pas, kata dia, kadang kala tidak sama untuk setiap perajin, alasannya karena diperoleh dari hasil pengalaman.

Ada dua cara membuat ikan asin jambal roti dengan bahan baku ikan manyung dan kadukang. Cara pertama pembuatan ikan asin jambal roti adalah, sebelum diberi garam, terlebih dahulu isi perut ikan dikeluarkan ata dibersihkan, selanjuytnya ditaburi garam. Sedangkan cara kedua adalah terlebih dahulu memotong bagian kepala ikan, serta membuang isinya tanpa harus membelah perut ikan. Setelah bagian dalamnya dibersihkan, kemudian bagian perutnya diberi garam selama tiga hari atau sesuai dengan kondisi ikan. Sebelum dijemur, terlebih dahulu dibersihkan serta badannya dibelah.

Saat ini, lanjut dia, harga ikan kadukang mencapai Rp 24.000 per kilogram basah, sedanghkan ikan manjung mencapai Rp 18.000 per kilogram basah. Dari satu kilogram ikan, ghhanya menghasilkan ikan asin sebesar tiga ons. Untuk satu kali proses pembuatan ikan asin, membutuhkan waktu paling cepat satu minggu, yaitu tiga sampai empat hari perendaman ikan hingga garam meresap ke dalam daging ikan, serta pengeringan yang masihg mengandalkan sinar matahari. "Kalau matahari terik bisa tiga sampai empat hari baru kering, sedangkan jika mendung bisa lebih lama lagi," kata Ahdi.

Ia juga membuka rahasia ikan jambal roti kualitas super juga diperoleh dari ikan yang super pula, dalam arti ikannya masih segar atau belum terkena es. Sedangkan untuk kualitas biasa, umumnya berasal dari bahan baku ikan yang sebelumnya telah direndam es untuk menjaga kesegarannya. Garam yang dipergunakan juga harus garam krosok atau krital.

Biasanya untuk menghasilkan jambal roti kualitas super, jelas dia adalah memakai cara kedua atau memasukkan garam ke dalam perut ikan, selanjutnya dibelah menjelang dijemur. Tanda-tanda jambal roti super, menurut Ahdi yang juga memasok produksinya kepada pedagang asongan ikan asin jambal roti, dapat dilihat dari warna daging relatif lebih cerah, serta bagian dagingnya empuk dan renyah.

"Untuk kualitas super, orang sini mengatakan dagingnya renyah. Ada pula yang kualitas super tetapi warga dagingnya agak kekuningan, karena kandungan lemaknya yang sangat banyak. Yang pasti rasanya lebih lembut apabila dibandingkan dengan yang biasa, tidak cocok untuk balado, sebab hancur," tuturnya. (A-101/das)***

Kehangatan Rumah Cantik Perancis di Kota Bandung

Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Sabtu, 24 Desember 2011 | 15:23 WIB




Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Asmila Boutique Hotel



KOMPAS.com – Di tengah berjamurannya hotel di Kota Bandung, hotel-hotel butik turut meramaikan peta perhotelan di kota ini. Sebuah rumah di tepi Jalan Dr. Setiabudhi No. 54, Bandung, Jawa Barat, pun disulap menjadi hotel butik dengan nuansa warna dominan yaitu warna biru.

Asmila Boutique Hotel terletak tepat di seberang persis factory outlet Rumah Mode. Seperti konsep hotel butik pada umumnya, suasana cantik yang ingin dihadirkan pihak hotel kepada tamu. Selain juga usaha untuk menciptakan atmosfer kedekatan dengan tamu. Sehingga tamu bisa merasa seakan berada di rumah sendiri.

Hal ini diperlihatkan dengan front office yang hanya berupa meja pendek sehingga tak membuat jarak dengan tamu. Konsep serasa di rumah nan cantik ini pun dilengkapi konsep go green. Setiap kamar tidak menggunakan karpet dan bebas asap rokok.

Konsep ramah lingkungan juga terlihat dari lahan parkir yang tidak menggunakan aspal agar tanah dapat menyerap air. Lalu furnitur yang tidak menggunakan bahan dari kulit. Sementara air mineral yang disediakan di kamar merupakan produk lokal dari Jawa Barat.

Saat melangkah masuk ke kamar, kecantikan ala Perancis menghangatkan kamar. Bed runner ala pola toile Perancis. Sofa-sofa empuk dengan detail cantik berpadu dengan meja kayu dan cermin bernuansa etnik. Secara keseluruhan memang menampilkan kesan mewah dan romantis ala bistro Perancis.

Asmila Boutique memiliki tipe kamar deluxe room dan suite. Perbedaan kedua kamar ini hanya terletak di kamar suite yang terdiri dari dua ruangan yaitu living room dan bed room. Harga kamar mulai dari Rp 1,5 juta per malam. Walau tampil seperti rumah Perancis yang cantik, hotel ini tetap memiliki kolam renang dan fasilitas meeting room.

Selain itu, terdapat area teras semi outdoor dengan pemandangan ke arah Jalan Setiabudhi. Saat malam, lampu-lampu kota menampilkan pemandangan yang apik. Area ini sangat cocok untuk tempat romantic dinner.

Secara keseluruhan hotel ini memang cocok untuk berbulan madu. Walau begitu untuk keluarga pun cocok, apalagi hotel ini memiliki kamar yang didesain untuk penyandang cacat yang berada di lantai satu.

Apakah Anda selalu gemas ingin mengambil aneka minuman dan makanan di dalam mini bar? Nah silahkan Anda ambil sepuasnya di mini bar yang disediakan di setiap kamar di Asmila Boutique Hotel ini. Karena makanan dan minuman yang terdapat di dalam mini bar sudah termasuk dalam harga kamar. Setiap kamar juga difasilitasi internet gratis bahkan jasa mencuci mobil setiap harinya.

48 Jam di Bandung Selatan

Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Kamis, 22 Desember 2011 | 12:28 WIB


DOK BUDPAR
Kawah Putih di Ciwedey.


KOMPAS.com – Akhir pekan ini, Bandung bisa menjadi pilihan destinasi wisata. Apalagi bagi Anda yang tinggal di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Bandung sudah menjadi tujuan wisata favorit karena akses yang mudah.

Tak hanya bagi Jakarta, turis domestik dari Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa pun ramai mengunjungi Bandung. Apa yang paling “laku”? Tentu saja wisata belanja dan wisata kuliner. Bandung bagian utara misalnya mengalami pekembangan pesat dan menjadi tujuan favorit saat wisatawan bertandang ke Bandung.

Padahal, Bandung selatan pun menawarkan beragam wisata alam yang tak kalah menarik. Jika Anda tipikal wisatawan karatan bagi Bandung utara, maka berbeloklah ke Bandung Selatan. Berikut contoh jadwal wisata selama 48 jam di Bandung selatan.

Pagi hari saat Anda sampai di Bandung, langsung arahkan mobil sewaan maupun mobil pribadi Anda ke arah Kawah Putih yang berada di Ciwedey. Anda harus memarkir mobil di parkiran utama kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil terbuka menuju kawah putih.

Pesona kawah putih yang cantik dan aroma belerang yang kuat. Hati-hati jika tak kuat, kepala bisa pusing karena aroma ini. Kawah berlerang menampilkan warna putih susu kebiruan. Namun seringkali warnanya berubah kehijauan tergantung kadar belerang. Ibarat danau berisi belerang di tengah tebing-tebing kawah.

Puas melihat kecantikan kawah putih, kembali ke parkiran dan nikmati aneka jajanan dari stoberi. Jangan lupa membeli stoberi sebagai oleh-oleh. Kemudian arahkan mobil ke Situ Patenggang. Danau luas yang memiliki “pulau” kecil di tengahnya. Naiklah perahu untuk menuju pulau ini. Pemandangan danau dan hamparan kebun teh akan memanjakan mata Anda.

Di kawasan danau ini terdapat sebuah legenda, sebuah kisah percintaan antara manusia dan putri titisan dewi. Cinta mereka terpisah lama dan akhirnya bertemu kembali di sebuah batu. Nah di pulau tersebut Anda bisa menemukan batu yang disebut sebagai batu cinta.

Konon, jika ada pasangan yang mengucapkan janji setia di batu ini, maka hubungan mereka akan langgeng. Tak heran, banyak wisatawan yang datang khusus bersama pasangan untuk mengunjungi batu cinta dan mengucapkan sumpah setia.

Selesai menikmati kesejukan udara Situ Patenggang dan kecantikan panoramanya, Anda bisa kembali ke kota dan berwisata kuliner di daerah tersebut. Bersiap-siaplah kebingungan karena pilihan rumah makan memang banyak.

Kelar makan, barulah Anda check-in di hotel yang telah Anda beberapa hari sebelumnya. Pilih hotel yang masih di seputaran tempat wisata Trans Studio Bandung. Ada banyak hotel di kawasan ini, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang. Harga hotel berbintang mulai dari Rp 400.000.

Keesokan harinya, kunjungan berlanjut ke Trans Studio Bandung. Beli tiket terusan dan puaskan diri bermain di semua wahana yang ada di Trans Studio Bandung. Sore hari, lanjutkan perjalanan menuju Jalan Riau. Tetap saja tak akan lengkap pergi ke Bandung tanpa berbelanja.

Di Jalan Riau banyak terdapat factory outlets dan juga pedagang kaos yang berdagang di pinggir jalan. Harga sangat variatif mulai dari harga kaki lima sampai harga mahal ala butik. Di kawasan ini juga banyak terdapat rumah makan dan restoran yang cocok untuk petualangan kuliner Anda.

Selain beberapa tempat ini, di Bandung selatan juga terdapat obyek wisata menarik lainnya seperti Rancaupas yang merupakan kompleks perkembahan dan tempat penangkaran rusa. Lalu ada Cimanggu dan Ciwalini yang terdapat mata air panas sehingga cocok sebagai tempat pemandian air panas. Kemudian Situ Cileunca yang merupakan danau buatan dan dikelilingi bukit-bukit. Di sini ada tempat melakukan aktivitas rafting.

Banyak Jalur Menuju Kota Bandung

Hari Libur
Didit Putra Erlangga Rahardjo | Nasru Alam Aziz | Minggu, 25 Desember 2011 | 19:51 WIB



NATALIA RIRIH/KOMPAS.com
Hotel Preanger adalah salah satu karya CP Wolff Schoemaker, arsitek kenamaan Belanda, yang masih berdiri di Kota Bandung, Jawa Barat.


BANDUNG, KOMPAS.com -- Untuk mencapai Bandung, Jawa Barat, ada banyak jalur yang bisa dilalui oleh pengguna kendaraan yang datang dari Jakarta. Pengetahuan sederhana ini ternyata belum meluas, sehingga banyak yang memilih untuk memadati gerbang tol Pasteur yang menjadi gapura Kota Bandung.

Hal itu dikemukakan Kepala Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan, Minggu (25/12/2011).

Iwan menyebutkan, kini ada sekitar 65.000 unit kendaraan yang melintasi Purbaleunyi ke arah Bandung. Padahal akhir pekan biasa hanya sebanyak 40.000 unit. Ruas tol tersebut menjadi patokan untuk kendaraan yang datang dari arah Jakarta.

Ada tujuh gerbang tol yang terdapat di sekeliling Kota Bandung, mulai dari Pasteur, Baros, Pasirkoja, Kopo, M Toha, Buah Batu, dan Cileunyi.

Baros cocok digunakan untuk mencapai daerah utara seperti Lembang, sementara Kopo bisa digunakan untuk mencapai tempat wisata di Bandung, selatan seperti Kawah Putih Ciwidey. Gerbang Cileunyi bisa dipakai bila ingin menuju ke arah Garut, Tasikmalaya, atau Sumedang.

Iwan mencontohkan, wisatawan yang ingin berkunjung ke wahana dalam ruangan, Trans Studio Bandung, bisa menggunakan gerbang tol Buah Batu dan hanya menempuh perjalanan enam kilometer di wilayah selatan yang relatif lebih lengang. Sebaliknya, bila keluar dari Pasteur, jarak yang ditempuh sepanjang 10 kilometer dan harus tertahan di keramaian pada pusat kota.

Untuk libur Natal hingga Tahun Baru ini, pihak Jasa Marga sudah mengantisipasinya dengan membuka seluruh loket tol. Dengan demikian, antrean pengguna tol yang keluar bisa dikurangi.


“Kancra Bodas” Jadi Batik Khas Kuningan

Kamis, 22/12/2011 - 15:23


TOTO SANTOSA/’’PRLM’’
MOJANG Kuningan tengah memperlihatkan salah satu motif batik khas Kuningan, pada acara launching batik di pendopo Kab.Kuningan, Kamis (22/12).*


KUNINGAN, (PRLM).- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Kuningan, akhirnya berhasil menggelar dan memperkenalkan batik khas Kuningan setelah melalui perjalanan panjang mulai lomba design motif hingga menuangkan kedalam kain berupa batik tulis maupun print (cetak). Dari 20 motif unggulan, mengemuka motif kuda dan kancra bodas sebagai motif khas yang tidak dimiliki daerah lain.

“Sudah seperti mewujudkan mimpi yang tertunda, maka ketika kami dapat menuangkan desain tersebut dalam bentuk bain batik, sepertinya mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Ketua Umum Dekranasda Kab.Kuningan, Ny.Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, pada saat Launching (perkenalan) batik khas Kuningan, di hadapan Bupati Kuningan beserta unsur Muspida dan ratusan ibu-ibu warga masyarakat Kab.Kuningan, bertempat di pendopo kabupaten, Kamis (22/12).

Ketua Umum Dekranasda Kab.Kuningan, Ny.Hj. Utje Ch Suganda,S.Sos menegaskan, batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, sehingga tidak berlebihan jika setiap daerah di Indonesia saat ini berupaya untuk mengembangkan kekhasan batik di setiap daerahnya. Untuk beberapa daerah tertentu, memang sudah ada motif-motif yang menjadi ciri khas, seperti mega mendung dari Cirebon, batik Garut dengan warna-warnanya yang cerah, dan sebagainya.

Kuningan, belum memiliki motif batik khas daerahnya. Kalaupun ada, motif batik itu baru dikembangkan oleh kelompok tertentu dan pemasarannya pun terbatas. Padahal Kuningan memiliki keberagaman budaya, sejarah dan ciri khas daerah yang sudah lebih dulu dikenal, seperti kuda Kuningan, Ikan Dewa (kancra bodas), Gunung Ciremai, Gedung Naskah Linggarjati (tempat perundingan pemerintah Belanda dan RI), dan lainnya.

Diakui Ny.Hj. Utje, menciptakan batik khas Kuningan adalah sebuah impian dan ketika gagasan itu mengemuka, rasanya sulit membayangkan bahwa mimpi itu bisa terwujud. Pasalnya, Kuningan belum memiliki sentra pengrajin batik dan dari sejarah pun di Kuningan belum ditemukan adanya motif batik khas Kuningan. Tapi, tak ada yang tidak mungkin, karena jika kita mau berusaha dan bekerja keras, maka segala kendala dapat diatasi.

”Keyakinan kami hanya satu bahwa Kuningan memiliki potensi untuk dikembangkan termasuk mengembangkan industri batik, dan ternyata impian itu bisa terwujud menjadi kenyataan,” ujar istri Bupati Aang, disambut tepuk tangan hadirin yang hadir seusai melaksanakan peringatan hari ibu itu.

Menurut Ny. Hj.Utje yang pada Senin (12/12), menerima tanda kehormatan Satyalancana Kebhaktian Sosial Tahun 2011 dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas jasanya dalam bidang kesejahteraan sosial tersebut, kendati batik khas Kuningan sudah terwujud dalam bentuk kain, tetapi masih banyak persoalan yang belum selesai, salah satunya bagaimana membuat batik khas Kuningan ini bisa memasyarakat dan dapat diterima secara luas.

Sementara itu, Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda pada kesempatan itu, menyatakan sangat bangga karena sekarang Kuningan sudah memiliki batik khas daerah sendiri. Para pihak swasta yang tergabung dalam organisasi pengusaha, untuk turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan industri batik di Kab.Kuningan. “Bisa saja puluhan ribu pegawai negeri sipil dan para siswa, nantinya memiliki pakaian seragam batik khas Kuningan,” pinta Aang.(A-164/A-147)***

Hotel Bertarif Murah dan Nyaman di Bandung

Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Senin, 26 Desember 2011 | 12:27 WIB



Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Hotel Malaka, Bandung


KOMPAS.com – Melangkah ke lobby, antara ruang makan untuk sarapan, lalu meja front office maupun sofa-sofa santai untuk tempat tamu menunggu, bergabung jadi satu tanpa sekat-sekat. Melongok ke atas, tampak jejeran kamar-kamar. Sekilas seakan berada di sebuah kos-kosan.

Hotel Malaka ini berada di Jl. Halimun No. 36, Palasari, Bandung. Hotel ini tergabung dalam jaringan grup Kagum Hotel. Konsepnya sudah sangat jelas saat Anda masuk ke dalam hotel ini, yaitu hotel Bed & Breakfast, yang bisa dikategorikan budget hotel.

Oleh karena itu, hotel ini cocok untuk Anda yang memang datang ke Bandung untuk tujuan pelesir. Jika Anda mencari hotel di Bandung untuk sekadar tempat beristirahat atau tidur di malam hari dan sarapan, hotel ini bisa jadi pilihan.

Harganya murah, mulai dari Rp 300.000. Namun kamarnya tak menunjukkan kualitas rendah. Tetap saja kamar mungil ditata dengan apik. Dengan jendela besar di satu sisinya dan lukisan sederhana di dinding lainnya.

Lalu, kamar mandi dengan shower yang memanjakan tamu. Air dari shower cepat sekali panas, tak perlu menunggu lama. Memang terkesan hal sepele, namun di saat Anda lelah menyusuri kota Bandung dan melepas penat dengan mandi segar, air yang cepat panas jadi perhatian lebih.

Sementara bathtub disediakan untuk jenis kamar. Sedangkan, tempat tidur dengan bantal sekelas bintang 5, jadi jaminan mutu untuk tidur yang nyenyak. Setiap kamar pun difasilitasi dengan televisi LCD lengkap dengan channel internasional dan internet gratis.

Karena merupakan hotel Bed & Breakfast, maka Anda tidak akan menemukan kolam renang di hotel ini. Tetapi, sempatkan berenang jika wisata belanja di Bandung merupakan agenda utama Anda? Ya, hotel ini dekat dengan beberapa tempat wisata seperti factory outlet di Jalan Riau maupun Pasar Baru.


Ahmad Heryawan Pimpin Alunan Lagu “Tanah Airku”

Dalam Acara Angklung Bersama

Rabu, 21/12/2011 - 11:36


KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
GUBERNUR Jabar Ahmad Heryawan menjadi konduktor dalam acara Gubernur Berangklung bersama 10.000 orang di Sentul International Convention Center, Babakan Madang, Kab. Bogor, Rabu (21/12).*


BOGOR, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memimpin alunan lagu “Tanah Airku” pada pergelaran akbar "Angklung Kolosal Jawa Barat" yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Rabu (21/12) pagi.

Dengan gerakan tangan, bagai lazimnya seorang konduktor, Heryawan memimpin alunan musik angklung yang dimainkan oleh 10.000 hadirin dari berbagai kalangan. Pertunjukan lainnya yakni kolaborasi antara angklung dengan piano yang memainkan lagu secara medley. Hentakan angklung dengan paduan melodi piano berhasil menghanyutkan puluhan ribu hadirin yang larut dalam kegembiraan.

Menurut Heryawan.kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas penetapan alat musik tradisional angklung sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco tahun 2010 lalu.

Diharapkan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap angklung sebagai alat musik kebanggan Indonesia. “Acara angklung kolosal ini diharapkan mampu meningkatkan kecintaan akan warisan seni budaya, sekaligus mengangkat citra Jawa Barat melalui pertunjukan seni,” ujarnya usai memimpin lagu “Tanah Air ku”. (A-134/kur)***