Bahasa Indonesia, Basa Sunda, Bahasa Asing, Kamus, Fotografi, Sejarah, Budaya, Dongeng, Teknologi, Kesehatan, Hukum dan Kriminal, Konservasi, Kuliner, Pembangunan, Krisis, Tokoh, Olahraga, Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Jalan-Jalan. (Indonesian Language, Sundanese Language, Foreign Languages, Dictionary, Photography, History, Culture, Story, Technology, Healthy, Law and Criminal, Conservation, Development, Crisis, Figure, Sports, Agriculture, Plantation, Fishery, and Travelling)
Sabtu, 09 Agustus 2008
Emmons Peroleh Emas Pertama Olimpiade, Indonesia Peringkat 24
Sedangkan atlet satu-satu Indonesia dalam cabang menembak ini hanya berhasil membukukan skor 393 poin dalam babak kualifikasi maupun akhir. Emmons memupuskan harapan tuan rumah China untuk memperoleh emas pertama Olimpiade pada pertandingan Sabtu itu.
Petembak China Du Li hanya berhasil menduduki peringkat kelima dengan skor 499,6 poin. Ia memperoleh medali emas di Athena. "Saya begitu gugup. Saya kira itu pertandingan menembak terberat dan terketat yang pernah saya ikuti. Sepanjang pertandingan kualifikasi dan selama final, persaingannya sungguh ketat," ujar Emmons.
"Anda bisa melihar saya berlari ke sana kemari. Kami tidak mempunyai banyak waktu setelah pertandingan (kualifikasi) dan menjelang final. Jantung kami berdetak keras dan cepat. Saya merasa sangat senang semuanya akhirnya berakhir dan saya bisa mendapatkan emas."
Petembak Lioubov Galkina dari Rusia memperoleh medali perak dengan skor 502,1 poin. Ia juga pernah mendapatkan perak di Athena. Sementara Snjezana Pejcic dari Kroasia meraih perunggu dengan 500,9 poin.
Emmons mengenai dengan tepat semua sasaran yang berjumlah 40 pada tembakannya di babak kualifikasi sehingga membukukan skor sempurna 400 poin dan memimpin dengan nilai yang berselisih sedikit, namun penting, menuju ke babak final.Emmons yang sebelum menikah dengan atllet AS itu dikenal dengan nama Katerina Kurkova, menghampiri barisan terdepan penonton sesaat setelah menang untuk memeluk dan mencium suaminya, Matt."Ia telah melakukan tugas yang fantastis. Saya sungguh bangga dengannya," ujar Matt kepada Reuters setelah pertandingan itu.ant/rtr/k
Biarkan Saja…
Nah, dari sudut pandang penggunaan bahasa, saya berani menyebutkan bahwa bangsa Indonesia juga memiliki karakter malas! Tidak percaya? Bukti yang sangat nyata dan bisa kita lihat sehari-hari adalah menjamurnya singkatan dalam pemakaian bahasa Indonesia. Bukan hal yang mustahil bila singkatan yang "beredar" dibukukan, buku itu akan lebih tebal dibandingkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan kata lain, jumlah singkatan dalam bahasa Indonesia bisa lebih banyak dibandingkan dengan kata yang dimilikinya.
Kebiasaan membuat singkatan itu menggambarkan adanya tradisi instan pada bangsa Indonesia. Kebiasaan ingin cepat meraih hasil tanpa melalui prosedur/proses yang sebenarnya bahkan akibat yang muncul. Kebiasaan potong kompas atau hantam kromo (aturan) itu akhirnya mendarah daging dan sulit untuk dihapuskan.
Kemalasan bangsa Indonesia dalam berbahasa juga terlihat pada kejadian sehari-hari saat berkomunikasi. Misalnya, saat mereka menemukan kata atau istilah baru, bukan kamus atau ensiklopedia yang mereka cari. Mereka akan mencari temannya untuk bertanya atau sekadar mohon petunjuk. Padahal, belum tentu teman atau orang yang ditanya itu lebih tahu daripada dia. Malas membuka kamus!
Bukti kemalasan yang lain –ini yang paling parah– adalah enggan mengubah kebiasaan/tradisi. Padahal, tradisi itu sudah jelas menyalahi aturan atau tidak sesuai lagi dengan aturan yang baru. Mengapa saya menilai kemalasan ini merupakan yang paling parah? Masalahnya, bila aturan sudah dihantam dan muncul pengecualian, wibawa dan keteraturan sistem bakal terganggu.
Pada Wisata Bahasa pekan lalu, Imam Jahrudin Priyanto mencontohkan pengecualian pada peluluhan fonem [k] pada kata kaji. Saat mengalami afiksasi, kata kaji tidak berubah menjadi mengaji atau pengajian, melainkan mengkaji dan pengkajian. Padahal, aturan menyebutkan bahwa setiap kata yang didahului dengan fonem [k], [p], [s], dan [t] harus luluh.
Alasan Pusat Bahasa tidak meluluhkan kaji saat mengalami afiksasi adalah kebiasaan! Konon, masyarakat sudah terbiasa dengan kata pengkajian dan mengkaji yang membedakan dengan konsep mengaji (membaca Alquran). Pertanyaan saya, mengapa kita tidak berani mengubah kebiasaan itu? Bukankah makna kata tidak hanya bergantung pada kata itu sendiri? Bukankah pemaknaan suatu kata juga bisa bergantung pada konteks kalimat?
Selain itu, dalam bahasa Indonesia, kita juga mengenal kata mendaras (ngaderes – Sunda) untuk konsep membaca Alquran. Mengapa kita tidak berupaya memasarkan kata mendaras kepada masyarakat? Jawabannya hanya satu; malas! Malas melakukan perubahan. Sudah biasa begitu, ya sudah biarkan saja. Toh, bahasa itu milik masyarakat! Apa yang masyarakat inginkan, ya itulah yang akan direkam.
Kalau begitu, bagaimana aturan bisa ajek? Saya pernah beranalogi saat berdiskusi dengan teman-teman, apakah bila korupsi sudah biasa, kita akan mendiamkannya? Kita tahu bahwa korupsi itu melanggar hukum. Namun, karena sudah biasa, kita membiarkannya terus-menerus dan menjadi tradisi. Ah, itu sudah biasa! Mengapa harus kita ubah? Biarkan saja….***
Tendy K. Somantri, Pemerhati bahasa.
Bisnis Abadi Momentum Sakral
Usaha di bidang dokumentasi pernikahan merupakan bisnis abadi. Setiap pasangan menginginkan momen pernikahannya berkesan. Undangan pun dibuat seunik mungkin.
Sejak awal, Novita (28) berharap pernikahannya menjadi sesuatu yang unik dan berbeda dari yang lain. Jauh sebelum prosesi pernikahan, karyawati swasta sebuah televisi nasional ini telah merencanakan konsep pernikahan bersama calon pasangannya, Yohannes Adji Nugroho (29).
"Saya ingin konsep berbeda. Saya dan calon suami sepakat membuat undangan berupa majalah berukuran setengah A4 berjudul The Wedding. Isinya memuat artikel romantis dan kisah perjalanan hidup kami selama pacaran tiga tahun," tutur Novita, Jumat (8/8).
Meski harus mengeluarkan biaya Rp 8 juta untuk 600 cetak-an undangan, ia tidak merasa rugi. Baginya, momen pernikahan itu sekali seumur hidup. Untuk dokumentasi foto prapernikahan, Novita dan Adji mengeluarkan dana sekitar Rp 12 juta. Jika ditambah biaya foto prosesi pernikahan, mereka harus merogok kocek hingga Rp 20 juta. "Booming"
Pemilik Farrel Desain, Nugi Mohammad Nugraha, mengatakan, bisnis cetak undangan pernikahan mulai booming sekitar tahun 2004. Sebelumnya, cetak undangan terbatas pada bentuk-bentuk konvensional.
"Sudah tiga tahun terakhir, banyak orang mulai ingin mengabadikan kartu undangan seunik mungkin. Kami sengaja memberikan fasilitas dan kebebasan bagi klien supaya mereka dapat mengekspresikan karakter mereka," kata pria yang memulai bisnis percetakan sejak tahun 2001 ini.
Nugi terjun ke bisnis cetak undangan karena coba-coba. Pada awalnya, mesin cetak yang dimilikinya dipergunakan untuk mencetak keperluan kantor. Semula ia membuat undangan untuk pernikahan saudara. "Iseng-iseng, kami membuat sendiri undangan untuk pernikahan mereka sekreatif mungkin. Ternyata, respons masyarakat sangat bagus. Akhirnya, saya memutuskan beralih ke bisnis undangan kreatif," tutur Nugi.
Harga yang ditawarkan Farrel Desain beragam, dari Rp 3.500 hingga Rp 30.000 per buah. Nominal harga bergantung dari tingkat kesulitan pembuatan kartu, bahan dasar kartu, dan jumlah cetakan. Semakin banyak jumlah undangan, biaya cetak semakin murah.
Menurut Nugi, bisnis cetak sangat mengandalkan kreativitas. Oleh karena itu, ia selalu mendorong calon pengantin untuk membuat undangan pernikahan yang berbeda.
Setiap bulan, rata-rata ia menerima 30-50 order. Ia membatasi jumlah order per bulan hingga 50 pesanan untuk mengoptimalkan hasil. Usahanya kini beromzet rata-rata Rp 100 juta per bulan.
Lain lagi dengan Yustina (39), pemilik Golden Art, salah satu bisnis undangan blangko di sentra cetak undangan di kompleks Astana Anyar-Pagersih. Usaha yang dikembangkannya punya pasar tersendiri. "Pangsa pasar kami dari kalangan menengah ke bawah. Jadi, meskipun dari sisi nominal tidak seberapa, ordernya banyak," kata Yustina yang memulai bisnis sejak 2007.
Undangan jenis blangko lebih sederhana dari sisi pengerjaan. Pelanggan hanya perlu memilih model dan jenis undangan yang telah disediakan. Harga yang dipatok untuk undangan blangko berkisar Rp 1.000-Rp 10.000 per buah.
Yustina mengaku, bisnis yang dijalaninya memang tidak semewah usaha undangan kreatif. Omzet usaha Yustina per bulan bahkan belum mencapai Rp 15 juta. Namun, ia optimistis usahanya prospektif. "Kebanyakan orang pasti menikah. Dan, tidak semua orang memiliki uang untuk membuat undangan pernikahan yang mahal," katanya.
Foto prapernikahan
Selaras dengan bisnis cetak undangan, usaha foto pernikahan juga semakin semarak saat kemasan-kemasan foto prapernikahan (prewedding) banyak dilirik calon pasangan yang akan menikah. Sugeng, salah satu fotografer Ilalang Fotografi, mengatakan, paket yang ditawarkan untuk prewedding berkisar Rp 9 juta-Rp 35 juta. "Fasilitas yang kami tawarkan juga bermacam-macam, tergantung paket yang dipilih pelanggan," katanya.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Setiawan Sabana mengungkapkan, perkembangan tren undangan dan foto pernikahan menunjukkan budaya eksistensialisme di tengah masyarakat Indonesia.
"Orang ingin menunjukkan ciri khas yang unik dan berbeda dari yang lain," katanya. Hal ini, menurut Setiawan, harus diapresiasi pula sebagai perkembangan kreativitas masyarakat.
Gara-gara Korea, Peterpan Lepas Kaos

Peterpan (fjr/hot)
Komentar datang dari banyak media Korea. Pada saat tampil memukau penonton juga di acara jumpa pers, Peterpan eksis mengenakan kaos. Sementara musisi-musisi lain bergaya rapi. Tentu saja karena berpenampilan modis sudah jadi kebiasaan warga Korea.
Kini Peterpan mulai berubah penampilan. Untuk acara tertentu, Ariel, Uki, Loekman dan Reza berpenampilan gaya.
"Untuk acara besar, sekarang kita ada stylish-nya. Bisa lihat sendiri kan bedanya, kemarin kita sempat pakai tuxedo gitu," ujar Ariel sang vokalis ditemui di studio Indosiar, Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (17/1/2008) malam.
Pelantun hits 'Sally Sendiri' itu mulai peduli fesyen. Apa karena pernah dikomentari?
"Ada juga yang ngomentarin jangan pakai kaos terus, ya kita merespon itu. Bagaimanapun harus ada perubahan. Ini kan termasuk perubahan baik," jelas Ariel.(yla/eny)
Keadilan bagi Periset

KOMPAS/LASTI KURNIA / Kompas Images
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman naik ke dalam kokpit pesawat Wise (Wing in Surface Effect) "Belibis" dengan kode SDJ A2B, yang dibuat untuk menghormati salah satu inovatornya, yaitu almarhum Prof Said D Jenie, mantan Kepala BPPT, pada pembukaan Ritech Expo 2008 di MGK Kemayoran, Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/8).
Jakarta, Kompas - Pemerintah di tengah keterbatasan kemampuan anggaran sekarang ini bertekad memperbaiki kesejahteraan para peneliti Indonesia. Di sisi lain, diharapkan orang tetap mengembangkan ide-ide inovatif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Empat menteri sudah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merumuskan kebijakan dan aturan yang adil dan baik bagi kesejahteraan para peneliti. Empat menteri itu adalah Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Menteri Keuangan.
Demikian disampaikan Presiden Yudhoyono saat menghadiri Puncak Peringatan Ke-13 Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Tahun 2008 dan Peresmian Pembukaan Ritech Expo 2008 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/8).
Dalam acara itu, hadir sejumlah menteri terkait, di antaranya, Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman. Seusai acara, Presiden Yudhoyono melakukan teleconference dengan sejumlah peneliti dan direksi BUMN mengenai produk yang dihasilkan melalui riset dan teknologi di Kemayoran dan Denpasar, Bali.
”Jangan sampai ada istilah, begitu menjadi peneliti, mereka bergelut dengan ’litbang’, yaitu hidupnya ’sulit berkembang’ karena insentif dan jenjang karier dan penghargaan lain yang jauh dari memadai,” kata Presiden.
Presiden Yudhoyono memberikan contoh, peneliti yang bertahun-tahun telah mengembangkan varietas padi yang akhirnya menemukan varietas baru yang mampu meningkatkan produksi. ”Ketekunan peneliti mengembangkan varietas padi seperti itu harus dihargai,” ujar Presiden.
Saat kunjungan kerja di sebuah balai penelitian varietas padi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, menurut Presiden, ada seorang peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang mengkhawatirkan nasib dan kehidupan para peneliti.
” Setelah berdialog, saya menugaskan sejumlah menteri untuk menindaklanjuti,” katanya. Presiden juga meminta semua pihak agar mendorong dan menyambut ide-ide baru, termasuk ide-ide yang ”gila”, yang inovatif dan tak ragu untuk mengembangkannya.
”Bill Gates, waktu berdiskusi dengan saya, mengatakan, yang diperlukan itu adalah kekuatan imajinasi. Melamun, membayangkan, berhayal itu, konon sebuah embrio penemuan-penemuan besar,” tuturnya.
Sejumlah peneliti mengungkapkan, penghargaan pemerintah terhadap karya dan individu peneliti masih kurang. Penghargaan tak hanya dalam bentuk gaji peneliti, tetapi juga besaran anggaran yang dikucurkan.
Mereka menyambut positif bila pemerintah serius meningkatkan insentif. ”Sistem internal yang ada juga harus diubah secepat mungkin,” kata Manajer Laboratorium Mitigasi Bencana dan Teknologi Geo Sistem Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Fadli Syamsudin.
Di negara maju seperti Jepang, iklim peneliti dilingkupi suasana kondusif. Mereka fokus pada penelitian, tanpa disibukkan hal-hal administratif dan birokratis.
Di sana, peneliti Indonesia menghasilkan publikasi dalam jurnal-jurnal ilmiah dan karya mereka pun dipatenkan. Sejumlah peneliti lulusan Jepang mengatakan, tak perlu persis seperti Jepang, ”Mulailah dari dana penelitian yang cepat cair,” kata peneliti penginderaan jauh BPPT M Evri. (GSA/HAR)
Awal Ramadan 1 September
Pimpinan Pusat (PP) Persis dan PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa, 1 Ramadan 1429 H, bertepatan dengan Senin (1/9). Sedangkan NU masih menunggu rukyatul hilal (melihat bulan baru) meski kemungkinan besar juga sama dengan dua ormas tersebut.
"PP Persis melalui Dewan Hisab dan Rukyat menetapkan awal saum atau puasa, 1 Ramadan 1429 H, bertepatan dengan Senin (1/9)," kata Ketua Umum PP Persis, KH. Shiddieq Amin, saat dihubungi "PR", Jumat (8/8).
Dalam surat No. 1428/JJ-C.3/2008 tertanggal 12 Juli 2008 PP Persis menyatakan ijtimak (konjungsi) akhir Syaban jatuh pada Minggu (31/8) pukul 3.04 WIB. "Ketinggian hilal waktu Magrib pada Minggu (31/8) di Palabuhanratu, Sukabumi, mencapai 5 derajat 9 menit 45 detik, sedangkan di Jayapura, Papua, mencapai 3 derajat 36 menit dan 18 detik," ucapnya.
PP Muhammadiyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal juga menetapkan 1 Ramadan bertepatan dengan Senin (1/9). PP Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat No. 04/MLM/I.0/E/2008 tanggal 26 Juli 2008. Maklumat disertai juga tausiah menyambut datangnya Ramadan.
Maklumat itu menyebutkan ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Minggu (31/8) Pukul 02.59 WIB. Tinggi hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta plus 5 derajat 27 menit 57 detik dan di seluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal di atas ufuk.
Dimungkinkan berbeda
Sedangkan ahli falak NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil mengatakan, awal Ramadan 1429 H dimungkinkan adanya perbedaan meski melihat ijtimak kemungkinan besar akan sama. "Masalahnya perbedaan metode dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah antara ormas-ormas Islam," katanya.
Berdasarkan metode hisab, bulan sudah pasti akan wujud pada Minggu petang (31/8) sehingga awal Ramadan akan jatuh pada Senin. "Namun, belum tentu hilal atau bulan sabit bisa dirukyat atau dilihat pada Minggu. Maka, sebagian umat Islam bisa jadi akan mengawali puasa pada Selasa (2/9)," ucapnya.
Merujuk kepada data almanak PB NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah menyebutkan, ijtimak atau konjungsi pada awal Ramadan akan jatuh pada Minggu (31/8) pukul 2.57 WIB. "Dengan berpegangan kepada almanak PB NU, kemungkinan besar awal puasa pada Senin (1/9) karena usia bulan sudah di atas 8 jam tepatnya 13 jam dari konjungsi pukul 2.57 WIB sampai Minggu petang pukul 18.00 WIB," katanya. (A-71)***
Tiga "Pejabat" NII Diancam 15 Tahun - Seumur Hidup
Tiga terdakwa kasus makar pendirian Negara Islam Indonesia (NII) Jabar Selatan, diancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup. Demikian terungkap dalam sidang pertama berupa pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jumat (8/8).
Terdakwa Dede Suparman, sebagai Bupati Garut Timur, diancam pasal 106 KUHP tentang makar dengan ancaman penjara seumur hidup atau kurungan 20 tahun. Dalam sidang yang dipimpin hakim Zaharuddin tersebut, JPU Indra Pribadi dalam dakwaannya menyebutkan, Dede terbukti melakukan makar dengan cara melakukan dan mengajak seseorang untuk masuk NII dari tahun 2002 hingga tertangkap, Minggu 20 April 2008.
Dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Indra Pribadi dan Suharso juga menyebutkan bahwa terdakwa telah merekrut sekitar 234 orang dan telah memungut uang Rp 6 juta per bulan. Uang tersebut kemudian diserahkan ke Oban alias Abdurrahman sebagai Bupati Garut-Sumedang.
Selain terdakwa Dede, juga disidangkan dua terdakwa lainnya, yakni H. Suganda sebagai Menteri Penerangan NII dan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Sukabumi Timur. Dalam sidang kedua yang dipimpin hakim Arsil Marwan itu, kedua terdakwa diancam pasal 107 tentang makar dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 154 a KUHP tentang penodaan lambang negara dengan ancaman empat tahun penjara.
Prosesi hijrah
Dalam dakwaan JPU, H. Suganda dan Dedi Mulyadi juga memungut uang infak dari anggotanya. Setiap anggota NII diwajibkan membayar infak 2,5%-25% dari penghasilan setiap bulannya. Dana tersebut disetorkan kepada Gubernur Kepala Wilayah Jabar Selatan atas nama Muhamad Sobari alias Abupatin melalui rekening nomor 0870.01.006.776.537 cabang BRI Al Zaytun, Indramayu.
Selanjutnya, dana itu digunakan untuk membayar gaji para pejabat NII dan keperluan operasional program NII. Sedangkan untuk menjadi anggota kelompok NII, setiap calon anggota wajib terlebih dahulu melakukan prosesi hijrah dari NKRI ke NII dengan menyatakan ikrar janji setia atau baiat.
Sebelum ditangkap, kedua terdakwa pada Minggu 20 April 2008 di Kompleks Bumi Asri Blok B 07 Cihanjuang Cimahi Utara Kota Cimahi, melakukan pembaiatan terhadap calon anggota NII. Seperti diketahui sebelumnya, Polda Jabar menangkap 17 pelaku makar pendirian NII Jabar Selatan. Mereka ditangkap saat melakukan pembaiatan di wilayah Riung Bandung Kota Bandung dan Cihanjuang Kota Cimahi. (A-113) ***
China Buat Dunia Kagum

Mantan bintang senam China, Li Ning, yang melayang di udara, menyalakan obor Olimpiade 2008 pada acara pembukaan di Beijing, China, Jumat (8/8). China memukau dunia dengan acara pembukaan olimpiade yang spektakuler.
Sabtu, 9 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Beijing, Kompas - Olimpiade 2008 dibuka dengan upacara pembukaan fantastis dan spektakuler di Stadion Sarang Burung, Beijing, Jumat (8/8) malam. Permainan kembang api, tarian kolosal, dan musik China dipadukan teknologi piroteknik yang mengagumkan. Lewat olimpiade ke-29 ini, China memamerkan kemajuan mereka.
Upacara pembukaan itu berpuncak pada penyalaan kaldron olimpiade oleh Li Ning, atlet senam China atau ”Pangeran Senam”, peraih tiga medali emas pada Olimpiade Los Angeles 1984. Setelah menerima api yang disulut ke obornya, pria berusia 44 tahun itu diangkat dengan tali yang membelit tubuhnya.
Ia kemudian melayang-layang, mengitari stadion, dan berlari-lari dalam posisi miring seolah menapak layar sebelum mencapai titik, tempat Li menyulut api yang menjalar ke kaldron. Olimpiade Beijing 2008 dibuka resmi oleh Presiden China Hu Jintao. Disaksikan langsung sekitar 91.000 penonton dan empat miliar pemirsa televisi di penjuru dunia, upacara pembukaan yang dirancang sutradara film nominasi Oscar, Zhang Yimou, itu bercerita soal perjalanan bangsa China mulai era dinasti kuno hingga zaman modern.
Begitu megahnya, upacara pembukaan itu disebut-sebut ajang pembuka paling memukau dalam sejarah olimpiade. Sekitar 30.000 kembang api dilontarkan ke angkasa. Sekitar 15.000 orang, termasuk 2.008 penabuh drum, terlibat dalam acara akbar itu.
Mencengangkan
Kompas yang hadir langsung di dalam Stadion Sarang Burung menyaksikan upacara pembukaan dan atraksi yang disajikan mencengangkan. Perpaduan antara teknologi dan gerak tubuh ribuan penari membuat tak ada lagi yang bisa dilakukan selain bertepuk tangan.
”Beijing, Anda tuan rumah saat ini dan menjadi pintu gerbang ke masa depan,” ujar Jacques Rogge, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), dalam sambutannya.
Upacara pembukaan berdurasi 3,5 jam itu diawali dengan letupan kembang api yang menyembur di berbagai penjuru kota Beijing, dimulai pukul 08.08 malam waktu setempat tanggal 8 bulan 8 tahun 2008— angka delapan diyakini bangsa China sebagai angka keberuntungan.
Awalnya, simbol olimpiade berupa lima lingkaran yang saling bertautan terpancar di lapangan. Perlahan-lahan, simbol olimpiade yang semula terbentang di lapangan itu terangkat naik diiringi lagu-lagu China.
Setelah diselingi dengan pengibaran bendera China, diiringi lagu kebangsaan mereka, penonton disuguhi atraksi penari yang berguling-guling melukis gulungan kertas. Tak lama kemudian gulungan kertas itu juga terangkat ke udara. Fantastis.
Pemandangan berikutnya adalah tarian kolosal yang melibatkan belasan ribu penari. Salah satu formasi mereka membentuk burung yang kemudian berubah menjadi Stadion Sarang Burung, tempat upacara pembukaan itu.
Pesan China
Dalam kesempatan itu, China juga memperagakan tiga astronot yang melayang-layang di udara, memberi pesan: tiga astronot negeri itu telah mencapai luar angkasa. Di tengah kekaguman penonton dan pemirsa di dunia yang tiada henti-hentinya itu, sebuah bola dunia menyembul dari bawah lapangan.
Orang berjumpalitan pada dinding bola itu dalam posisi miring. Di atas bola raksasa itu, penyanyi dari Inggris, Sarah Brightman, berduet dengan penyanyi dari China, Liu Han.
Bola dunia itu memberi pesan soal cita-cita olimpiade untuk menciptakan harmoni internasional, sesuai moto Olimpiade 2008 ”One World, One Dream”. Namun, di satu lain atraksi itu juga menyampaikan pesan tentang meningkatnya peran China sebagai satu kekuatan dunia.
Upacara pembukaan itu dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Amerika Serikat George W Bush, Perdana Menteri (PM) Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, PM Jepang Yasuo Fukuda, dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak.
Kehadiran para pemimpin dunia itu membuat pengamanan di Beijing sangat ketat. Dari pemantauan Kompas, pemeriksaan ketat dilakukan aparat keamanan China yang mengerahkan 100.000 personel di stasiun-stasiun kereta bawah tanah. Sejumlah ruas jalan yang biasanya bisa dilewati, hari itu ditutup untuk umum.
Parade atlet
Hal lain yang mengesankan adalah parade atlet. Para atlet dari 204 negara berparade bersama tanpa membedakan agama, ras, dan perbedaan politik. Kontingen Amerika Serikat (AS), misalnya, bisa berjalan berdekatan dengan Suriah, negeri seteru mereka di kancah politik dunia.
China Taipei, negara yang tidak diakui China, juga ikut berparade dan mendapat dukungan dari sebagian besar penonton. Parade atlet itu diawali kontingen Yunani, negeri tempat olimpiade pertama digelar.
Setelah itu, kontingen negara- negara lain berdasarkan nama negara menurut huruf abjad China. Kontingen Indonesia berada di urutan ke-56 setelah kontingen India. Atlet layar, Oka Sulaksana, membawa bendera Merah-Putih, diiringi rekan-rekannya yang memakai setelan hitam-hitam dan kain batik penutup pinggang.
Olimpiade Beijing, yang disebut-sebut menelan biaya 40 miliar dollar AS, diharapkan China menjadi alat untuk menunjukkan kepada dunia tentang kemajuan negeri itu.(AP/AFP/REUTERS/SAM/A TOMY TRINUGROHO dan J WASKITA UTAMA dari Beijing)