Jumat, 06 Juli 2012

Mobil Bertenaga Hidrogen Terbuat dari Triplek




MAIL ONLINE/"PRLM"
DALAM ajang Shell Eco-Marathon 2012 di Kuala Lumput, mobil ini memenangkan penghargaan rancangan.* 
 
 

KUALA LUMPUR, (PRLM).- Ajang Shell Eco-Marathon, yang kini diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, selalu menjadi tempat berkumpulnya kendaraan aneh, salah satunya adalah mobil yang terbuat dari kayu lapis (triplek), yang dirancang mahasiswa dari Aston University di Birmingham.

"Mobil kami dibuat dan akan dimasukkan ke dalam kategori 'konsep perkotaan' dan akan ditenagai sel bahan bakar hidrogen," kata tim mahasiswa yang merancang kendaraan ini.

"Dalam eco-maraton ini, kami mencoba sesuatu yang berkelanjutan mungkin dalam seluruh desain dari mobil, dimana sasis terbuat dari karton dan kayu lapis dan menggunakan serat bio-resin untuk panel bodi," tambahnya seperti dikutip Mail Online.

Mobil ini dibangun oleh tim mahasiswa Rekayasa dan Desain di Birmingham, Inggris, dan telah memenangkan penghargaan desain yang bersaing dengan 200 tim dari 24 universitas. (Aya/A-147)***

Masyarakat Umum Bisa Menikmati Kereta Gantung Thames




BBC/"PRLM"
KERETA gantung Thames dapat mengangkut 2.500 orang per jam.*
 
 

LONDON, (PRLM).- Kereta gantung Thames, yang melintas di atas sungai di London timur, telah dibuka untuk umum. Kereta gantung yang disebut Emirates Air Line ini menghubungkan kawasan O2 Arena -tempat yang sering digunakan untuk pertunjukan musik- di Greenwich dan tempat pameran ExCell di daerah Royal Docks.

Kereta gantung ini dapat mengangkut maksimum 2.500 orang per jam. Tiket untuk orang dewasa dengan kartu Oyster -kartu langganan transportasi umum di London- seharga £3,20 (sekitar Rp45.000) dan bila membayar dengan uang tunai seharga £4,30, menurut Badan Transportasi London (Tfl).

Kereta gantung ini akan buka mulai pukul 7:00 sampai 21:00 pada hari kerja dan satu jam lebih lambat pada akhir pekan. Para penumpang juga dapat memesan tiket bolak balik dengan kereta gantung ini yang menawarkan pemandangan kawasan perkantoran Canary Wharf dan Taman Olimpiade.

Perusahaan penerbangan Emirates yang berkantor di Dubai mensponsori kereta gantung itu selama 10 tahun dengan biaya £36 juta. Biaya total proyek kereta gantung ini sekitar £60 juta termasuk £45 juta untuk pembangunan kereta, kata Tfl.

Wali Kota London, Boris Johnson, menyebut kereta gantung ini sebagai "tambahan yang mengesankan atas jaringan transportasi London" dan salah satu tempat yang harus dikunjungi.

"Kami dapat menyediakan jaringan transportasi ini dalam waktu cepat dan hari ini, kami telah menunjukkan bahwa kota ini dapat menarik investasi serius dalam prasarana kelas dunia. Karena fokus dunia adalah kota kami, saya rasa kereta gantung ini akan menjadi pesan tersendiri ke seluruh dunia," tambahnya.

London akan menjadi tuan rumah Olimpiade yang akan diselenggarakan dari tanggal 27 Juli sampai 12 Agustus 2012.(bbc/A-147)***

Kamis, 05 Juli 2012

Penemuan Partikel Tuhan Belum Lengkap

Rabu, 04 Juli 2012 | 18:44 WIB

Partikel Tuhan. AP/Anja Niedringhaus, File

 
TEMPO.CO , Jenewa - Tepuk tangan dan ucapan selamat dari peserta seminar yang terdiri dari lmuwan, duta-duta besar negara anggota CERN langsung memenuhi ruangan ketika Fabiola Ganetti, peneliti dari Atlas selesai menyampaikan presentasinya. Sebelumnya Joe Incandela dari CERN juga telah berbicara lewat telekonferensi dalam seminar di Melbourne "International Conference on High Energy Physics" yang disiarkan secara langsung.

"Sulit untuk tidak gembira dengan hasil ini," kata Direktur Riset CERN, Sergio Bertolucci, Rabu 4 Juli 2012, seperti dilaporkan wartawan TEMPO Hari Prasetyo dari Jenewa, Swiss.

Juru bicara percobaan CMS di CERN, Joe Incandela, mengatakan keberadaan partikel Higgs dijumpai pada tingkat 5 sigma di wilayah massa sekitar 126 gigaelectronvolts (GeV). Itu berarti kepastian penemuan partikel baru mencapai 99,9999 persen. "Ini memang partikel baru. Kami tahu itu (Higgs) boson dan itu boson terberat yang pernah ditemukan," kata dia.

CERN, kata Bertolucci, sejak tahun lalu menyatakan akan menemukan partikel Higgs tahun 2012 untuk menggeser teori Model Standar yang selama ini diyakini. Hasil yang disajikan hari ini diberi label awal, didasarkan pada data yang dikumpulkan tahun 2011 dan 2012, serta sebagian data tahun 2012 yang masih dalam proses analisis.

Langkah berikutnya adalah menentukan sifat yang tepat dari Higgs boson dan maknanya bagi pemahaman tentang alam semesta. Posisinya dalam Model Standar juga perlu dipastikan, apakah menjadi bagian yang hilang atau merupakan sesuatu yang baru.

"Model Standar menggambarkan partikel dasar asal alam semesta. Setiap hal yang terlihat di alam semesta dibuat dari partikel-partikal dasar dan gaya yang bekerja di antara mereka," ujar Bertolucci.

Direktur Jenderal CERN Rolf Heuer mengaku gembira dengan penemuan ini. Ia memberikan penghargaan kepada seluruh ilmuwan di CERN atas keberhasilan ini. "Kami telah mencapai tonggak sejarah dalam pemahaman kita tentang alam," ujar dia dalam konferensi pers usai paparan ilmiah.

Juru bicara percobaan ATLAS di CERN, Fabiola Gianotti, menyatakan dua pekan terakhir sangat menyita perhatian para ilmuwan CERN. Sebab, mereka harus secepat mungkin menganalisis data hasil percobaan ATLAS dan CMS menggunakan Large Hadron Collider (LHC) untuk selanjutnya diumumkan.

"Dua pekan terakhir kami banyak kerja dan menguras emosi. Kami harus ekstrim berfokus untuk menganalisa secara cepat semua data," ujar Gianotti.

Identifikasi positif terhadap karakteristik partikel baru ini akan memakan waktu yang lama dan data yang lebih banyak. Namun, bagaimanapun bentuk partikel Higgs nantinya, pengetahuan tentang struktur dasar materi telah menapaki satu langkah besar.

CERN | MAHARDIKA SATRIA HADI | HARI PRASETYO

Plus Minus Tinggal di Rumah Hoek

Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 5 Juli 2012 | 06:59 WIB
 
 
shutterstock
Keamanan di rumah hoek artinya peduli dengan keselamatan pengguna jalan. Apalagi, bila jalan tersebut merupakan area dengan aktivitas padat. Satu hal yang wajib diketahui adalah jangan membuat pagar solid. 
 
 
KOMPAS.com - Karena lokasinya berada di sudut, rumah hoek di komplek perumahan kerap menjadi rebutan para konsumen. Hal ini karena rumah hoek memiliki lahan sisa lebih banyak ketimbang jatah tanah unit rumah lainnya, sehingga menguntungkan pemilik rumah.

Tanah lebih luas dari jatah unit rumah lainnya, biasanya dimanfaatkan pemilik rumah untuk membuat taman. Kehadiran taman membawa pasokan udara berkualitas bagi penghuni rumah.

Selain keuntungan tambahan lahan, umumnya rumah hoek mudah dikenali masyarakat sekitarnya karena bentuknya menghadap dua dinding jalan dan terkadang sebagai panduan patokan jalan untuk tamu.

Karena menyadari menjadi perhatian, beberapa pemilik rumah hoek pun mengolah tampilan muka rumahnya. Untuk tampil menawan, eksplorasi fasad sangat dibutuhkan demi kualitas bangunan. Kesatuan harmoni ini muncul dari penyatuan konsep fasad dan kualitasnya.

Anda juga perlu memperhatikan dua muka rumah hoek. Buatlah yang mana area tempat pintu masuk utama dan manakah pintu pelengkap. Tentunya, pintu masuk utama dibuat lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda memiliki rumah hoek. Pertama, perhatikanlah Garis Sempadan Bangunan (GSB), yaitu batas dinding terdepan rumah pada sebuah persil. Agar lebih mudah, ukuran GSB adalah setengah jalan di depan rumah. Karena posisinya di hoek, GSB harus diperhatikan kedua mukanya.

Selain GSB, perhatikan pula Garis Sempadan Jalan (GSJ) atau batas terdepan pagar yang boleh didirikan. Dengan memperhatikan GSB dan GSJ maka akan tercipta lahan atau ruang terbuka antara dinding rumah dan pagar rumah. Ingat, di lahan ini Anda tidak diperkenankan mendirikan bangunan masif karena dapat mempengaruhi pandangan jalan.

Faktor lainnya adalah faktor keamanan lingkungan sekitar rumah. Tinggal di rumah hoek artinya ikut memperdulikan keselamatan pengguna jalan. Apalagi bila jalan tersebut merupakan area dengan aktivitas padat.

Untuk mendukung keamanan, maka jangan sampai Anda membuat pagar solid dengan ketinggian di aras 80 sentimeter. Apabila pagar memakai tanaman, usahakan untuk tidak memilih tanaman berdaun lebat agar jarak pandang tetap bebas. (Dari berbagai sumber)
Editor :Kistyarini
 

Benarkah Yasser Arafat Diracun?

Kamis, 5 Juli 2012 | 06:30 WIB


AFP PHOTO/PPO/HO 
Yasser Arafat  


JERUSALEM, KOMPAS.com - Pemerintah Otonomi Palestina, Rabu (4/7/2012), menyetujui penggalian jasad Yasser Arafat setelah ada dugaan baru bahwa ia diracuni dengan bahan radioaktif polonium-210 pada 2004.

Satu lembaga Swiss yang meneliti pakaian yang diserahkan oleh janda Arafat, Suha, sebagai bagian dari laporan Al Jazeera menyatakan lembaga tersebut menemukan tingkat polonium-210 "yang sangat tinggi", meskipun gejala yang digambarkan di dalam laporan medis presiden Palestina itu tak sesuai dengan bahan radioaktif.

Pemerintah Palestina menyatakan akan menyetujui permintaan Suha Arafat guna mengeluarkan jasad Arafat untuk otopsi dari makamnya di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

"Pemerintah Otonomi, seperti sikapnya selama ini, siap untuk bekerjasama secara penuh dengan dan membersihkan jalan bagi penyelidikan penyebab sesungguhnya yang mengakibatkan wafatnya presiden (Arafat)," kata Nabil Abu Rdeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

"Saya ingin dunia mengetahui yang sebenarnya mengenai pembunuhan Yasser Arafat," kata Suha Arafat kepada Al Jazeera.

Suha tidak secara langsung menunjuk pihak yang dituduhnya, namun menyebut bahwa Israel dan Amerika Serikat memandang Arafat sebagai penghalang bagi perdamaian, demikian laporan Reuters.

Temuan itu memicu kecurigaan lama Palestina bahwa Israel berada di belakang kematian mantan gerilyawan yang berusia 75 tahun tersebut. Arafat, yang lama sakit, dibawa melalui udara ke satu rumah sakit militer di Prancis --tempat ia meninggal pada 11 November 2004.

Para dokter Prancis yang merawat dia selama hari-hari terakhirnya mengatakan mereka tak bisa memastikan penyebab kematian Arafat. Para pejabat Prancis, yang berlindung di balik hukum privasi, menolak untuk memberi perincian mengenai sifat penyakitnya.

Polonium, yang tampaknya dicerna lewat makan an, ditemukan sebagai penyebab kematian secara perlahan mantan mata-mata Uni Sovyet Alexander Litvinenko di London pada 2006.

Israel telah membantah keterlibatan dalam kematian Arafat dan pemimpin dinas intelijen dalam negeri Yahudi, Shin Bet, saat itu Avi Dichter, Rabu, mengatakan "tanggung jawab berada di tangan pejabat" Palestina.

"Jasad itu berada di tangan mereka. Jasad tersebut berada di Ramallah dan sungguh, semua kunci ada di tangan mereka," kata Dichter kepada Radio Militer Israel.

Sumber :ANT, REUTERS
Editor :Kistyarini

Rabu, 04 Juli 2012

Peserta KAA yang Belum Juga Merdeka

Konferensi Internasional Palestina

Penulis : Didit Putra Erlangga Rahardjo | Rabu, 4 Juli 2012 | 11:22 WIB



BANDUNG, KOMPAS.com - Palestina adalah satu dari 29 peserta Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada tahun 1955. Namun, nasibnya belum seperti 28 peserta lain yang memperoleh kemerdekaan, Palestina hingga kini masih berjuang demi pengakuan internasional.

Hal itu dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sewaktu memberikan sambutan dalam Konferensi Internasional Al-Quds dan Palestina yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (4/7/2012). Heryawan mengingatkan, KAA pada tahun 1955 menghasilkan Dasasila Bandung yang isinya menjadi landasan bagi negara untuk mencari kemerdekaannya.

"Kemerdekaan Palestina juga menjadi perhatian kita semua," kata Heryawan.
Beberapa pembicara telah memaparkan makalahnya, seperti Muhyiddin Hamidy dari Imamul Muslimin, hingga Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi.

Konferensi ini berlangsung selama dua hari mulai Rabu hingga Kamis (5/7/2012). Ketua panitia, Agus Sudarmaji menturkan, hasil ini berupa rekomendasi kemerdekaan Palestina yang akan diperjuangkan dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Editor :Rusdi Amral
 

Baduy Dalam Boleh Melanggar Hukum Adat, Asal...

Jodhi Yudono | Selasa, 3 Juli 2012 | 03:58 WIB
 
BUYUNG WIJAYA KUSUMA 
Salah satu perkampungan Baduy di punggung Gunung Kendeng di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sepi saat matahari terbit karena penghuni ke ladang. 
 Oleh Asep Fathulrahman dan Mansyur
Memilih patuh hukum adat atau menyelamatkan nyawa, dua-duanya sama penting dan hal ini juga dipegang oleh warga Baduy Dalam Kabupaten Lebak Banten.

Tapi, tetap hanya satu pilihan yang dapat diambil Canirah (25) warga Baduy Dalam dari Kampung Cikertawana di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa pelik ibarat pepatah "Bagai Makan Buah Simalakama" itu justru terjadi saat dia harusnya bergembira menyambut kelahiran anak pertama buah perkawinan dengan Jahadi (29), sang suami tercinta.

Setelah menanti sembilan bulan, bayi yang dikandung Canirah "memilih" hari Selasa malam tanggal 15 Mei 2012 pukul 22.30 Wib untuk lahir.

Maka untuk menolong persalinan Canirah, Jahadi bergegas memanggil Ambu (ibu) Paruga (68), "paraji" atau dukun beranak yang biasa menolong proses persalinan warga Baduy Dalam.

Di kalangan warga Baduy Dalam sendiri ada banyak paraji semacam bidan. Biasanya seorang paraji menangani dua sampai tiga kampung warga Baduy Dalam.

Sebagian paraji, kebanyakan yang masih muda, sudah berinteraksi dengan Bidan di Puskemas sehingga mereka sudah mengenal penggunaan obat pencegah infeksi seperti "betadine" dan "pil antibiotik".

Sebagian lainya, terutama paraji yang sudah senior, masih menolak obat modern hingga hanya menggunakan ramuan tanaman dan jampi-jampi dalam menolong persalinan termasuk Ambu Paruga.

Akhirnya proses persalinan pun berlangsung dan alangkah bahagianya Canirah mendapati bayi laki-laki lahir dalam kondisi sehat.

Namun masih ada yang belum tuntas. Plasenta bayi yang ditunggu-tunggu tak kunjung keluar.

Ambu berupaya keras menolong dengan membaca semua jampi yang dihafalnya, tapi hari sudah berganti dan ari-ari bayi yang ditunggu tak juga keluar.

Canirah makin keras didera perut mulas, pening, sesak bercampur baur.

Dia mengusulkan agar Ambu berkonsultasi dengan Bidan Desa di Puskesdes Kanekes.

Ambu yang merasa sarat pengalaman memakai ramuan dan jampi-jampi tetap menolak.

Suhu tubuh Canirah makin tinggi dan hatinya mulai galau apakah akan meminta pendapat Bidan Puskesdes yang pasti akan memakai metode pengobatan modern atau tetap patuh pada ketentuan adat seperti yang ditekankan Ambu.

Proses pengobatan dilakukan Ambu berlangsung hingga hari keempat dan tidak membuahkan hasil.

Harus operasi
Tak tega melihat isteri tercinta makin menderita, hari Jumat (18/6) Jahadi bersama ayahnya Jaro Sana mengambil inisiatif menemui Bidan Eros Rosita (40) warga Ciboleger yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Cikertawana tanpa akses kendaraan bermotor yang memadai atau hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Berangkat sebelum matahari terbit dari Cikertawana, pukul 10.00 Wib Jahadi baru tiba di rumah Bidan Rosita di Ciboleger, tentu saja dengan berjalan kaki.

"Begitu mendengar kabar tentang kejadian yang menimpa Canirah, langsung terbayang betapa menderitanya dia selama empat hari itu dan tak ada cara lain untuk menolongnya kecuali dia harus menjalani operasi kiret untuk mengangkat plasenta bayi yang masih tertinggal," kata bidan Rosita yang memang sudah empat belas tahun mengabdi naik turun gunung mengobati warga Baduy yang sakit.

Maka dengan meminta tolong dua bidan lainnya Yeni (33) dan Yuniarsih (31), mereka langsung merencanakan cara untuk sesegera mungkin bisa mengevakuasi Canirah ke Rumah Sakit Aji Darmo yang terletak di Rangkas Bitung, Ibukota Kabupaten Lebak.

Kendalanya sangat banyak. Canirah sudak dalam kondisi kritis. Medan menuju lokasi selama ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan tidak pernah dilalui kendaraan bermotor.

Hukum adat yang mengikat tidak membolehkan semua warga Baduy Dalam untuk naik kendaraan dalam kondisi apa pun termasuk Canirah.

Ketiga Bidan Desa itu langsung berembug dengan tokoh Baduy Luar Saija dan "Jaro tangtu" (tokoh Baduy Dalam) Nasina ditambah Jahadi dan Jaro Sana yang juga "kokolot" (tokoh) Kampung Cikertawana.

Rembugan berjalan alot dan nyaris menemui jalan buntu karena semua tokoh Baduy yang berembug bersikukuh bahwa hukum adat "teu meunang dirobah" (tidak bisa diubah), maka Canirah harus diobati di rumahnya mengingat larangan naik kendaraan untuk warga Baduy Dalam.

"Tapi semua tokoh itu tak bisa menjawab saat ditanya `eta Canirah sina hirup atawa diantep sina paeh` (apakah canirah akan ditolong supaya hidup atau akan dibiarkan mati)," kata Rosita, peraih penghargaan Bidan Teladan se-Indonesia itu seraya mengajukan syarat kalau tak boleh dievakuasi maka Jaro harus sanggup menyediakan listrik di Cikertawana.

"Keur naon eta kudu aya listrik sagala? (Buat apa harus ada listrik?)" tanya Jaro Nasina. "Supaya Canirah bisa ditolong agar tetap hidup dengan menyedot plasenta dalam rahimnya yang hanya bisa dikeluarkan dengan alat vakum yang memerlukan listrik," jelas Bidan yang juga sempat meraih penghargaan Danamon dan SCTV award itu.

"Mun kitu mah kami sumerah, pek bae kumaha Canirah jeung ibu-ibu bidan (Kalau begitu kami serahkan gimana Canirah dan ibu-ibu bidan)," kata Jaro Nasina.

Setelah melewati rembugan sekitar tiga jam akhirnya Canirah dievakuasi ke Puskesdes Kanekes. Pukul 17.00 baru diambil keputusan dengan persetujuan Canirah untuk berobat ke RSUD Aji Darmo di Rangkas Bitung.

Putusan paling berat terpaksa diambil Canirah - Jahadi untuk melanggar larangan naik kendaraan demi upaya menyelamatkan nyawa.

"Kami memutuskan untuk memberikan izin pelanggaran hukum adat karena untuk menyelamatkan nyawa manusia, namun hukum tetap dijalankan setelah proses penyembuhan selesai dilaksanakan Canirah-Jahadi seperti yang disepakati para ketua adat bersama pihak keluarga," ujar Ayah Mursid, selaku salah seorang Ketua Adat (Jaro Tangtu) Suku Baduy Dalam.

Hukuman adat bagi Canirah dan Jahadi menjalani masa pengasingan di luar Baduy selama 40 hari.

Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa Canirah masih terkendala beratnya medan dari Kanekes menuju Coboleger yang melewati jalan berbatu dan tanjakan sangat curam.

Kebetulan suami Bidan Yuni yang berprofesi pedagang getah karet memiliki Hardtop bak terbuka dengan penggerak empat roda.

Maka kendaraan itulah yang digunakan untuk mengangkut Canirah bersama Jahadi dan ketiga Bidan Desa sampai ke Ciboleger untuk selanjutnya berganti kendaraan naik ambulan puskesmas.

Tiba di Ciboleger, ujung perbatasan Baduy Luar, Jahadi masih tak mengalami gangguan dengan pengalaman pertamanya naik kendaraan bermotor dalam seumur hidup.

Namun saat tiba di jalan aspal dan rombongan harus berganti kendaraan memakai ambulan Puskesmas, Jahadi mengalami stres berat.

"Saya baru melihat sekali itu efek stres pada orang yang pertama sekali naik kendaraan dengan kecepatan tinggi, tiap satu jam Jahadi buang air besar hingga kami berkali-kali harus berhenti," kenang Bidan Rosita.

Setelah minum pil penangkal mabuk perjalanan, kondisi Jahadi lebih stabil.

Tapi rupanya dia punya cara sendiri untuk meredam rasa stres dengan bersembunyi di kolong jok yang diduduki Canirah.

"Kami semua sempat kaget karena dicari-cari Jahadi menghilang. Setelah kami panggil dengan suara keras dia menjawab dari bawah jok `keur nyekelan korsi pamajikan bisi hiber. (sedang memegangi jok tempat isteri, supaya tidak terbang)" ujar Bidan Ros menirukan teriakan Jahadi.

Setibanya di RSUD Aji Darmo Canirah langsung menjalani operasi pengangkatan plasenta dan perawatan selama 4 hari.

"Saya kagum dengan ketahanan kondisi tubuhnya yang luar biasa, mana ada 5 hari plasenta dalam rahim yang sudah terinveksi kuman tapi masih bisa berjalan tegak. Pasien biasa paling kuat hanya satu hari setelah itu kritis. Karena itu saya percaya sumber makan an alami serta lingkungan yang tidak tercemar sumber kekuatan luar biasa sehingga kita wajib menjaga makan an dan lingkungan kita," ujar dr Priyono SPOG yang merawat Canirah.
 
Sumber :ANT
 

"Akte Kelahiran Amerika" Telah Ditemukan di Jerman




AFP/LMU/"PRLM"
PETA ini menunjukan daratan yang saat ini dikenall sebagai Amerika Utara dan Selatan.*

MUNICH, (PRLM).- Sebuah salinan peta langka abad ke-16, yang diketahui sebagai "akte kelahiran Amerika" telah ditemukan di Jerman. Peta ini ditemukan dalam sebuah buku abad ke-19 yang tidak berkaitan dengan benda tersebut.

Sven Kuttner, kepala bagian buku kuno di Universitas Ludwig Maximilian Munich mengatakan :"Tampaknya ini merupakan edisi kedua dan peta yang unik. Sampai sekarang kami tidak mendapatkan petunjuk adanya peta lain seperti ini."

Peneliti Jerman akan membuat peta itu, mencetaknya dengan tinta hitam yang jelas di atas kertas kuning, dan akan dipublikasikan secara online pada 4 Juli, hari Kemerdekaan di AS. Versi yang lebih besar akan disimpan di Perpustakaan Kongres di Washington DC.

Peneliti di sebuah Universitas Munich telah menemukan versi yang kelima, dari empat salinan peta yang digambar oleh Martin Waldseemueller, seorang pembuat peta terkenal. Martin Waldseemueller membuat salinan peta yang pertama kali menyebutkan kata 'Amerika' sekitar 1507, diperkirakan dia hanya membuat empat salinan.

Peta itu dikenal sebagai dokumen pertama dan baru yang menyebutkan nama penemuan dataran Amerika. Waldseemueller menamakan daratan itu setelah penjelajah Italia Amerigo Vespucci, berpikir bahwa dia yang pertama kali menemukan benua itu sebelum Christopher Columbus.

Waldseemueller, pembuat peta abad ke-16 yang terkenal, disebutkan menggunakan informasi dari laporan awal perjalanan mengarungi samudera Atlantik untuk menyusun gambar Amerika. Benua yang berbentuk bumerang yang dia gambar, baru-baru ini diketahui sebagai daratan Amerika Utara dan Selatan.

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan peta tersebut sebagai hadiah bagi Amerika Serikat pada 2007 lalu, untuk memperingati 500 tahun sejak pemberian nama Amerika.(bbc/A-147)***