Sabtu, 28 September 2013

LAPOR Tempat Mengeluh Warga

Sabtu, 28 september 2013 01:24 WIB




WASTUKANCANA (Galamedia) - Warga Kota Bandung yang memiliki keluhan dan permasalahan pembangunan di Kota Bandung bisa meLAPORkannya secara online. Dalam waktu dekat Pemkot Bandung akan meluncurkan LAPOR atau Layanan Aspirasi Pendukung Online Rakyat. Melalui LAPOR secara online ini wali kota bisa menelusurinya.
 
Saat ini pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandung tengah menyosialisasikan program tersebut. Ditemui usai sosialisasi di Auditorium Balai Kota, Jln. Wastukancana, Jumat (27/9), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat bisa menyampaikan keluhan dan permasalahan kota secara online.

"Masyarakat LAPOR, nanti operator yang akan mendistribusikan keluhan tersebut pada dinasnya," ujarnya.

Melalui sistem ini, dirinya bisa melihat apakah keluhan tersebut direspons secara cepat dalam hitungan jam oleh dinas atau malahan tidak ada penyelesainnya. "Ini sistem pengaduan yang bisa di-track, semua keluhan bisa diawasi dan saya sangat mudah melihat interaksi masyarakat dengan pemerintah kota," ungkapnya.

Dengan sistem ini, dirinya bisa melakukan evaluasi. Karena bisa melacak proses dan hasil peLAPORannya. Dari evaluasi ini, nantinya bakal ada rapor untuk setiap satuan kerja perangkat daerah. Rencananya, setiap 3 bulan sekali akan ada penilaian terhadap SKPD-SKPD.

"Sistem ini sudah terbukti di kementerian. Nanti di akhir proses kita akan pinta rapor dinas-dinas mana yang responsnya cepat, lambat atau tidak menyelesaikan sama sekali," ujar Ridwan. LAPOR dibangun dan dikelola unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)

Namun warga yang tidak memiliki alat komunkasi atau saluran internet tetap bisa meLAPORkan keluhannya. Karena peLAPORan ini bisa dilakukan dalam dua bentuk, yakni konvensional dan online.

"Warga bisa meLAPORkan dengan temu muka langsung ke Diskominfo dan dinas terkait, serta kotak pengaduan di dinas-dinas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bandung Bulgan Alami mengatakan, masyarakat bisa mengadu melalui telepon, SMS atau e-mail diskominfo@bandung.go.id. "Selain bertatap muka untuk meLAPORkan setiap permasalahan atau melalui kotak pengaduan di setiap dinas-dinas," tandas Bulgan.

Ketika ditanya sumber daya manusia (SDM) yang akan jadi operatornya, kata Bulgan hal itu masih dalam pembahasan.
(B.95)**

Batu Antariksa yang Menghujani Rusia




PECAHAN meteorit dari Chebarkul yang ditemukan di dasar danau.*
 
 
MOSKOW, (PRLM).- Foto-foto dari meteorit yang meledak di atas Rusia pada bulan Februari lalu dan kemudian mendarat di sebuah danau telah diperlihatkan untuk pertama kalinya.

Batu meteor yang meluncur ke arah belahan timur dan menerangi kota Ural pada tanggal 15 Februari telah melukai 1.500 orang dan memecahkan jendela dan pintu rumah-rumah.
Sebagian dari batuan itu telah ditemukan saat ilmuwan meneliti dasar Danau Chebarkul, seperti dilaporkan The Siberian Times.

"Sebuah potongan meteorit seukuran kepalan manusia telah diangkat dari kedalaman 13 meter di Danau Chebarkul," kata sebuah pernyataan dari Universitas Federal Ural.

Keasliannya telah dikonfirmasi oleh Viktor Grokhovsky, pendiri dan pemimpin ekspedisi meteorit universitas ini yang mengatakan: "Saya menerima gambar obyek ini , yang menurut anggota ekspedisi memiliki sedikit sifat magnetik sedikit dan memiliki kerak cokelat dengan jejak peleburan."

"Saya mengkonfirmasi bahwa ini memang meteorit," tambah Viktor. (Aya/A-107)***

Lidah Buaya Bisa Turunkan Kolesterol



LIDAH buaya yang punya kandungan nutrisi lebih banyak ketimbang air kelapa. Berdasarkan penelitian, minuman lidah buaya memiliki sejumlah khasiat.*
 
 
LONDON, (PRLM).- Minuman super sehat air kelapa yang selama ini digemari pesohor dunia kini mendapat saingan, yakni minuman sari lidah buaya.

Seperti dilaporkan Daily Mail, sari lidah buaya punya kandungan nutrisi lebih banyak ketimbang air kelapa. Berdasarkan penelitian, minuman lidah buaya memiliki ssejumlah khasiat, di antaranya melancarkan buang air besar, membuang racun, menyehatkan pencernaan dan juga menuurnkan kolesterol.

Lidah buaya atu aloe vera dikenal mengandung sjeumlah vitamin penting, seperti A, C, E, B1. B2 B3, B6 dan asam folat. Di masa lampau 5000 tahun lalu lidah buaya sudah dikenal masyarakat Mesir Kuno sebagai obat herbal. (A-133/A-108)***

Jumat, 27 September 2013

Peluncuran Jumat Bersepeda Menuju Bandung Juara



ADE BAYU INDRA/"PRLM"



Gondang Buhun, Tradisi Mengolah Gabah Jadi Beras



RETNO HERIYANTO/"PRLM"

KESENIAN Gondang Buhun Kampung Kuta merupakan kesenian hasil program pewarisan yang diselenggarakan BPTB Jabar bersama Disparbud Kab. Ciamis.*
 
 
BANDUNG, (PRLM).- Pergelaran rutin akhir pekan, Sabtu (28/9/2013), Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat akan menampilkan kesenian tradisional Gondang Buhun dari Kampung Adat Kuta, Tambaksari, Ciamis. Kesenian gondang buhun merupakan kesenian tradisi mengolah gabah menjadi beras dengan menggunakan lisung dan halu membuat irama untuk mengiringi kawih atau tembang.

“Kesenian Gondang Buhun Kampung Kuta yang akan ditampilkan Sabtu (28/9/2013) malam merupakan kesenian hasil program pewarisan yang diselenggarakan BPTB Jabar bersama Disparbud Kab. Ciamis. Selain keseniannya yang nyaris punah, juga syair-syairnya yang sudah tidak lagi dinyanyikan oleh generasi sekarang karena mengolah gabah yang sudah modern,” terang Kepala Seksi Pengembangan BPTB Jabar, Dra. Siti Hapiatun, dalam keterangannya, Jumat (27/9/2013).

Gondang Buhun adalah kesenian khas Kampung Kuta yang tidak terdapat di daerah lain. Dalam kesenian gondang , alat yang digunakan adalah alu biasanya tingginya mencapai 2 meter, dan lisung yang panjangnya 2,5 meter.

Biasanya lisung diisi dua ikat padi atau masyarakat Kamp. Kuta menyebutnya dua geugeus pare. Tapi dalam kesenian gondang yang ditampilkan dalam Upacara Adat Nyuguh kali ini tidak menggunakan padi.

Kesenian kondang selalu diadakan setiap kali ada hajatan. Baik itu pernikahan maupun khitanan. Kesenian kondang diadakan di pagi buta. Ibu-ibu yang ada di kampung kuta menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan halu. Suara dihasilkan dari halu yang dipukulkan ke lesung sambil menumbuk padi hingga menjadi beras. (A-87/A-147)***

"Burung Garuda" itu Berhasil Diselamatkan...

Jumat, 27 september 2013 00:43 WIB

id.wikipedia.org



ELANG Jawa (Spizaetus bartelsi) merupakan satwa langka yang dilindungi, karena populasinya di bawah bayang-bayang kepunahan. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda dengan jambul pada bagian kepala. Sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

Ironisnya, semakin langka elang Jawa bukannya membuat masyarakat semakin peduli untuk menyelamatkannya dari kepunahan. Sebaliknya masih ada segelintir warga yang malah berupaya memburunya untuk dijadikan hewan peliharaan.

Upaya penyelamatan satwa langka ini terus digelorakan para pencinta satwa liar bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Berbagai razia terus dilakukan dengan sasaran tempat-tempat perdagangan satwa atau mendatangi langsung warga yang dicurigai memelihara satwa langka tanpa izin.

Seperti yang dilakukan BBKSDA Wilayah III (Kabupaten/Kota Bandung dan Sumedang), yang berhasil mengamankan satu ekor elang Jawa dari Ryza Kleib, warga Jln. Panday RT 02/RW 13 Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Rabu (25/9). Selain itu, ikut diamankan harimau Sumatra (offset/diawetkan, red) milik Hj. Ucun Ruchyatin di Dusun Cidempet RT 05/RW 03 Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.

"Informasi keberadaan dua jenis satwa yang dilindungi ini berasal dari masyarakat. Kemudian kita tindaklanjuti dengan menerjunkan petugas ke lokasi. Alhamdulillah pemiliknya bersedia menyerahkan elang Jawa dan harimau Sumatra yang sudah diawetkan. Petugas mengambil satwa dilindungi ini Rabu (25/9) sore," kata Kepala Seksi Konservasi pada BBKSDA Wilayah III, Siswoyo di kantor BBKSDA Wilayah III, Jalan Raya Soreang-Cipatik, Kamis (26/9).

Dikatakannya, elang Jawa yang disita ini dalam kondisi sehat dan usianya masih remaja. Menurut pengakuan pemiliknya, satwa langka ini didapat dari hasil tangkapan di makam Pasarean, Kabupaten Sumedang sekitar dua bulan lalu. Elang Jawa ini saat ditemukan dalam keadaan tersangkut di pohon.

"Diduga elang tersebut lepas dari pemiliknya bersama rantai pengikatnya yang kemudian terlilit di ranting pohon. Elang Jawa ini akan kita titiprawatkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikanangan Sukabumi, sebelum akhirnya dilepasliarkan di Gunung Tampomas.

Sedangkan untuk offset harimau Sumatra diamankan di kantor bidang Soreang," ungkapnya.

Menurutnya, elang Jawa adalah salah satu spesies elang berukuran sedang endemik Pulau Jawa. Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur (Semenanjung Blambangan Purwo). Namun demikian, penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan.

Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Sepertinya burung ini hidup dengan spesialisasi wilayah berlereng. Diperkirakan populasi wlang Jawa kini tinggal 325 pasang.

Sementara pemilik harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) mengaku tidak mengetahui asal-usul harimau offset tersebut.

Menurut Hj. Ucun, harimau Sumatra tersebut pemberian dari Ateng Jumhana pada tahun 1998. "Kami masih menyelidiki apakah harimau Sumatra itu sengaja dibunuh lalu kemudian di-offset atau memang harimau mati yang kemudian dijadikan offsetan," tandasnya.

Harimau Sumatra merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered).

Jumlah populasinya di alam bebas hanya sekitar 400 ekor. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya. Sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga.

"Harimau Sumatra menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup, yaitu kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan ilegal," ungkapnya.
 
(dicky mawardi/"GALAMEDIA")**

Sony Riza dan Tina Setarawati Raih Pinunjul Hiji

Pasanggiri Juru Kawih 2013




PINUNJUL hiji Anggana Sekar , Sony Riza Windiyagiri dan Tina Setarawati didaulat untuk ngawih berdua setelah dinyatakan sebagai juara pertama pada Pasanggiri Juru Kawih 2013 Anggana Sekar & Layeutan Swara di Gedung Kesenian Sunan Ambu STSI Bandung, Kamis (26/9) malam.*** 
 
 
BANDUNG,(PRLM).-Juru Kawih Sunda Sony Riza Windiyagiri dan Tina Setarawati dinyatakan sebagai pinunjul kahiji pada Pasanggiri Juru Kawih 2013 Anggana Sekar & Layeutan Swara. Keduanya menyisihkan 152 peserta pasanggiri yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat beserta Pagauban Kawih Sunda Jawa Barat untuk ketigakalinya.

“Penyelenggaraan Pasanggiri Juru Kawih 2013 Anggana Sekar & Layeutan Swara, merupakan pembuktian bahwa generasi muda tidak melupakan seni budaya daerah. Kalau diberi kesempatan mereka akan tampil dan menujukan rasa cinta serta tanggungjawabnya sebagai generasi penerus dan pewaris seni budaya tradisi,” ujar Suhendi Afrianto, salah seorang dewan juri dalam pernyataannya, seusai mengumumkan nama-nama pemenang Pasanggiri Juru Kawih 2013 Anggana Sekar & Layeutan Swara, Kamis (26/9) malam bertempat di Gedung Kesenian Sunan Ambu, kampus STSI Bandung, Jalan Buah Batu Bandung.

Dewan juri yang terdiri dari Yus Wiradiredja, Suhendi Afrianto,Uwar Warliah, Ida Rosida, dan Nunung Nurmalasari, menyatakan untuk katagori Anggana Sekar lalaki secara berurutan direbut Sony Riza Windiyagiri sebagai pinunjul kahiji diikuti Rudi Iskandar (pinunjul dua), Taofik Mukhariman (pinunjul tilu), Gilang Angga Gumelar (harapan hiji) dan, GJ Setra Pramudita (harapan dua).

Untuk katagori Anggana Sekar wanoja, pinjunjul kahiji direbut Tina Setarawati, diikuti Yanti Nur Aprianti (pinunjul dua), Nurul Cholidania (pinunjul tilu), Puput Pujiati (harapan hiji) dan Iis Sumarni (harapan dua). Sementara untuk katagori Layeutan Swara, juara pertama diraih kelompok Gitaswara sebagai pinunjul kahiji, diikuti Lembur Hariring 1(pinunjul dua), Pusaka Bandung (pinunjul tilu), Lembur Hariring (harapan hiji) dan Suara Motekar (harapan dua). (A-87/A-107)***

Kamis, 26 September 2013

Sedot Darah Beku antara Kaki Hingga Jantung



UCLA/"PRLM"
PROSES menyedot darah beku pada pembuluh nadi yang terbentang dari kaki hingga ke jantung.*
 
 
CALIFORNIA, (PRLM).- Todd Dunap (62) berhasil menjalani operasi yang pertama kali dilakukan tim medis, menyedot darah beku pada pembuluh nadi yang terbentang dari kaki hingga ke jantung.

Operasi yang dijalani pria asal California, AS itu sangat berisiko, karena bisa mempengaruhi paru-parunya. Namun darah beku sepanjang 24 inch atau 61 cm itu harus dibuang karena bisa mematikan secara instan.

Prosedur invasif minimal memakai peralatan yang dinamai AngioVac menjadi tawaran selain operasi jantung terbuka. Prosedur operasi minimal itu bisa menjadi populer di masa depan.

Todd menerima tawaran Dr John Moriarty dari IGD Pusat Medis UcLA, Agustus 2013. Dan hanya sepekan setelah operasi, dia sudah beraktivitas kembali dan bermain bersama cucu berusia sembilan bulan.

Prosedur operasinya dimulai dengan tim medis yang beranggotakan ahli radiologi dan bedah jantung memasukkan kamera mini lewat kerongkongan. Kamera itu untuk memantau jantung dan nantinya memandu selang melalui pembuluh arteri di leher yang menuju jantung.

Sementara ujung selang satu lagi dipasang pada pembuluh vena di dekat selangkangan.
Lantas mesin pompa sentrifugal mulai menyedot darah beku dari pembuluh arteri di leher dan disaring untuk dipisahkan dari cairan darah. Darah yang terbebas dari darah beku kemudian dipompakan ke saluran vena di kaki. Dengan demikian mengurangi kebutuhan transfusi darah.

Operasi itu berlangsung selama tiga jam. Sementara prosedur operasi jantung terbuka membutuhkan waktu dua kali lipat, karena harus membelah tulang dada. (A-88/dailymail)***