Jumat, 27 September 2013

Gondang Buhun, Tradisi Mengolah Gabah Jadi Beras



RETNO HERIYANTO/"PRLM"

KESENIAN Gondang Buhun Kampung Kuta merupakan kesenian hasil program pewarisan yang diselenggarakan BPTB Jabar bersama Disparbud Kab. Ciamis.*
 
 
BANDUNG, (PRLM).- Pergelaran rutin akhir pekan, Sabtu (28/9/2013), Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat akan menampilkan kesenian tradisional Gondang Buhun dari Kampung Adat Kuta, Tambaksari, Ciamis. Kesenian gondang buhun merupakan kesenian tradisi mengolah gabah menjadi beras dengan menggunakan lisung dan halu membuat irama untuk mengiringi kawih atau tembang.

“Kesenian Gondang Buhun Kampung Kuta yang akan ditampilkan Sabtu (28/9/2013) malam merupakan kesenian hasil program pewarisan yang diselenggarakan BPTB Jabar bersama Disparbud Kab. Ciamis. Selain keseniannya yang nyaris punah, juga syair-syairnya yang sudah tidak lagi dinyanyikan oleh generasi sekarang karena mengolah gabah yang sudah modern,” terang Kepala Seksi Pengembangan BPTB Jabar, Dra. Siti Hapiatun, dalam keterangannya, Jumat (27/9/2013).

Gondang Buhun adalah kesenian khas Kampung Kuta yang tidak terdapat di daerah lain. Dalam kesenian gondang , alat yang digunakan adalah alu biasanya tingginya mencapai 2 meter, dan lisung yang panjangnya 2,5 meter.

Biasanya lisung diisi dua ikat padi atau masyarakat Kamp. Kuta menyebutnya dua geugeus pare. Tapi dalam kesenian gondang yang ditampilkan dalam Upacara Adat Nyuguh kali ini tidak menggunakan padi.

Kesenian kondang selalu diadakan setiap kali ada hajatan. Baik itu pernikahan maupun khitanan. Kesenian kondang diadakan di pagi buta. Ibu-ibu yang ada di kampung kuta menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan halu. Suara dihasilkan dari halu yang dipukulkan ke lesung sambil menumbuk padi hingga menjadi beras. (A-87/A-147)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar