Selasa, 07 Desember 2010

Pendiri Wikileaks Bakal Serahkan Diri ke Polisi?

Selasa, 07 Desember 2010, 17:43 WIB


Julian Assange


REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Di tengah ramainya pembicaraan penangkapan Julian Assange oleh kepolisian Inggris, pengacara sang pendiri Wikileaks itu malah mengatur pertemuan dengan kepolisian London. Pengacara Assange, Mark Stephens, mengatakan bahwa sudah saatnya kliennya diberi porsi untuk menjelaskan apa yang dilakukannya.

Namun ia tidak menyatakan bahwa langkah itu adalah sebuah penyerahan diri. Bahkan Assange dijadwalkan muncul ke pengadilan Inggris pada Selasa (7/12) waktu setempat. Stephens mengatakan bahwa pertemuan dengan polisi akan berlangsung di Inggris, namun tidak mengungkap kapan waktu pertemuan dilaksanakan ataupun tempatnya.

Harian Guardian menulis bahwa Assange diperkirakan akan muncul ke pengadilan untuk menegosiasikan soal jaminan atas keamanan dirinya. Pria asal Australia itu juga menyatakan ia mencari pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan baginya. Ia sendiri dalam wawancaranya dengan majalah Time mengesankan bahwa perintah penangkapan atas dirinya dari otorits di Swedia memang akibat tekanan politik.

Ia percaya bahwa tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual atas dirinya bermotif politik dan Swedia bertindak sebagai kepanjangan tangan dari AS. Ia pun menyatakan tak mau kembali ke Swedia dan menghadapi tuntutan tersebut karena khawatir ia tak akan mendapatkan pengadilan yang adil.

Harian Guardian menulis, sumbernya di kepolisian mengungkapkan, pengacara Assange tengah mengupayakan jaminan sebesar 100-200 ribu poundsterling dan enam orang sebagai penjamin yang memastikan Julian tidak melarikan diri. Namun pihak kepolisan Inggris menolak mengomentari hal ini.

Ruang gerak apapun yang berkaitan dengan situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks memang semakin sempit sejak mereka membocorkan sebanyak 250 ribu dokumen diplomatik AS.

WikiLeaks yang baru didirikan empat tahun lalu itu telah berupaya dicegat dari berbagai sisi. Dari segi teknis operasional, perusahaan-perusahaan yang memberi layanan jaringan atauun server untuk situs ini berpaling. Dari segi pendanaan, PayPal telah menutup akun yang mengalirkan dana bagi WikiLeaks.

Ditambah lagi pada Senin (6/12) pagi, otoritas bank di Swiss menutup rekening milik Assange di layanan keuangan Kantor Pos Swiss. Mereka beralasan, Assange memalsukan identitas saat membuka rekening itu. "PostFinance telah memutuskan hubungan bisnis dengan pendiri WikiLeaks, Julian Assange," ujar Julian dalam sebuah pernyataannya.

Setelah PayPal menutup akun mereka, situs Wikileaks sempat menuliskan rekening mereka di PostFinance, Swiss, bagi pihak yang ingin memberikan sumbangan dari WikiLeaks. Disitu tertera sumbangan dapat ditujukan ke rekening atas nama Julian Paul Assange, Jenewa.

Sementara itu hakim Prancis menolak keinginan pemerintah yang memerintahkan agar penyedia layanan internet, OVH, menutup layanan mereka untuk WikiLeaks.  "Kami memenuhi kontrak bisnis kami dengan memberikan layanan pada Wikileaks," demikian keterangan Direktur OVH Octave Klaba.

Sebelumnya Menteri Perindustrian Prancis Eric Besson meminta WikiLeaks dilarang di Prancis setelah situs tersebut mengalihkan server-nya ke Prancis setelah perusahaan serupa di AS memutsukan kontrak secara sepihak dengan WikiLeaks.
Red: Budi Raharjo
Rep: Wulan Tanjung Palupi/AP/Reuters

Senin, 06 Desember 2010

Minat Studi Bahasa Indonesia di Belanda Berkurang


alternativesnews.org
Universitas Leiden


REPUBLIKA.CO.ID, LEIDEN--Tanggal 30 November 2010 lalu Universitas Leiden menggelar Meja Indonesia yang ke-10. Meski yang hadir tidak sebanyak pada edisi ke-9 lalu, penyelenggaranya tetap puas. Siapa saja yang hadir?

Menurut Suryadi, dosen Bahasa Indonesia di Jurusan Asia Tenggara dan Oseania, Universitas Leiden, Meja Indonesia merupakan ajang pertemuan antara para mahasiswa dan alumni sastra Indonesia di Universitas Leiden untuk melatih kepandaian berbahasa Indonesia mereka.

Dalam kesempatan itu mereka bisa berjumpa dengan anggota masyarakat lain yang bisa berbahasa Indonesia, termasuk warga Indonesia yang tinggal di Belanda. Saat ini di Belanda, terutama di Leiden, banyak sekali mahasiswa Indonesia yang melakukan berbagai studi dan penelitian.

Promosi Bahasa Nasional Indonesia
"Karena kesempatan di kelas sangat terbatas," jelas Suryadi, ketika ditanya kenapa perlu menggelar pertemuan khusus seperti ini. Namun dosen asal Minangkabau ini menambahkan, yang penting pula adalah Meja Indonesia merupakan kesempatan untuk mempromosikan bahasa nasional Indonesia.

Berbicara soal masa depan studi Bahasa Indonesia di luar negeri, Suryadi mengungkapkan sedikit rasa prihatinnya terhadap perubahan yang terjadi. Perubahan itu dapat dilihat bukan hanya di Belanda saja, tapi di luar negeri pada umumnya.

"Perubahan yang signifikan adalah bahwa di Eropa umumnya atau di dunia saya kira dan di Belanda khususnya minat untuk belajar bahasa Indonesia sedikit berkurang," tandasnya.

Tapi di Leiden jumlah mahasiswa sastra Indonesia masih cukup banyak. Setiap tahunnya sekitar 15 sampai 20 orang mahasiswa baru mendaftar. "Dan mereka biasanya mengambil berbagai bidang: bahasa, sastra, ekonomi dan lain-lain sebagainya," tutur Suryadi.

Magang di Indonesia
Suryadi menambahkan bahwa  para mahasiswanya di tingkat BA (Bachelor of Arts) banyak yang mau melakukan magang di Indonesia. Tujuan magang adalah untuk mencari pengalaman dalam realitas kehidupan. Mereka bisa magang di mana saja seperti di LSM, di lembaga pemerintah seperti Kemlu dan malah di lingkungan nelayan.

Suryadi pun mengimbau masyarakat, pemerintah, LSM dan lain-lain di Indonesia untuk memberi kesempatan magang bagi para mahasiswanya. Untuk itu mereka bisa mengirim email ke: s.suryadi[at]hum[dot]leidenuniv[dot]nl

Para mahasiswa asing
Mark Stadler, mahasiswa S2 Bahasa Indonesia di Universitas Leiden adalah di antara mahasiswa asing yang studi bahasa Indonesia. Ia mengawali kuliah bahasa India di pertengahan tahun 2006, merupakan studi S1 di Jerman.

Menurut Mark, mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia di Jerman lebih banyak ketimbang di Belanda. Maklum negara tetangga Belanda itu penduduknya lebih banyak. Mark menambahkan tujuan mahasiswa Jerman belajar Bahasa Indonesia adalah tujuan ekonomi. "Kalau di Belanda, motifnya lebih banyak budaya," katanya dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih.

Tentu saja banyak orang Belanda yang mengikut studi Bahasa Indonesia di Leiden. Misalnya Rodney Westerlaken yang kini sedang menulis thesis tentang sejarah Bali. Tidak aneh kalau ia memilih topik ini. Karena ia punya pacar perempuan Bali. Karena perempuan iniah  ia terdorong untuk studi Bahasa Indonesia.

Ikut hadir pada pertemuan itu adalah Profesor Hein Steinhauer, pensiuan guru besar di studi Bahasa ini. Pengarang kamus bahasa Belanda-Indonesia ini menganggap Meja Indonesia ini gagasan baru. Ia mengatakan, di zaman ia masih aktif menjadi dosen, kegiatan ini belum ada.
Red: irf
Sumber: radio nedherland

Arab dan Israel Berkolaborasi

DOKUMEN WIKILEAKS
 Senin, 6 Desember 2010 | 09:48 WIB



WikiLeaks
Julian Assange pada kop situs WikiLeaks.


KOMPAS.com - Bocoran dokumen rahasia lewat situs Wikileaks terus menguak apa yang dilakukan para pemimpin Arab. Disebutkan, telah terjalin hubungan diplomatik rahasia cukup intensif antara negara-negara Arab Teluk dan Israel.

Negara-negara Arab Teluk di permukaan tampak sebagai musuh klasik Israel. Namun, Arab ternyata melakukan tukar-menukar informasi intelijen dengan Israel, khususnya menyangkut isu Iran.

Sebuah kawat diplomatik tahun 2009 mengungkapkan soal pertemuan diplomatik rahasia tingkat tinggi antara Israel dan Arab Saudi, Qatar, Kesultanan Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Para diplomat negara Arab Teluk itu meminta bantuan secara rahasia kepada Israel untuk menyampaikan surat mereka kepada Amerika Serikat agar Washington bersikap lebih keras terhadap Iran.

Kawat diplomatik tertanggal 19 Maret 2009 mengungkapkan, Deputi Dirjen Departemen Luar Negeri Israel Yaacob Hadash menyampaikan kepada salah seorang diplomat AS bahwa negara Arab Teluk menyadari nilai peran yang bisa dimainkan Israel karena kekuatan hubungan dengan AS.

Ditambahkan, negara Arab Teluk juga mengakui kemampuan diplomasi maupun militer Israel untuk menghadapi Iran.

Dokumen rahasia itu menyebutkan, adanya hubungan pribadi yang kuat antara mantan Menlu Israel yang kini Ketua Partai Kadima Tzipi Livni dan Menlu Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan.

Bocoran dokumen rahasia itu mengungkapkan pula, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menawarkan kepada AS untuk membuka pintu negaranya guna memburu pengikut Al Qaeda. Presiden Ali Abdullah Saleh mengakui membohongi rakyatnya menyangkut serangan rudal AS terhadap sasaran Al Qaeda di negaranya pada bulan Desember 2009.

Abdullah Saleh saat itu mengatakan kepada publik Yaman bahwa serangan rudal itu dilakukan pasukan Yaman, bukan AS. Padahal, AS-lah yang menembakkan rudal itu.

Disebutkan pula, Mesir mengancam akan berusaha memiliki senjata nuklir jika Iran memiliki senjata nuklir. Mesir juga memutuskan untuk merancang perekrutan agen-agen untuk disusupkan ke Iran bila Iran menyusupkan agen-agennya ke Mesir.

China dicurigai
Bocoran dokumen rahasia itu juga mengungkapkan, Pemimpin Libya Moammar Khadafy membuat kekalutan terkait nuklir selama satu bulan pada tahun 2009. Pasalnya, dia menunda pengangkutan uranium yang sudah diperkaya ke Rusia. Saat itu Khadafy menolak memberikan izin bagi pesawat Rusia, yang akan mengangkut bahan uranium, mendarat di Bandara Tajoura, Libya. Karena itu, uranium tersebut dibiarkan begitu saja di bandara dan hanya dijagai seorang tentara.

Tindakan Khadafy tersebut merupakan balasan atas keputusan AS yang melarang pemimpin Libya itu membangun kemah di New York sebagai tempat kediamannya. AS juga menolak keinginan Khadafy untuk mengunjungi tempat terjadinya serangan 11 September 2001. Ketika itu Khadafy menghadiri acara pertemuan PBB di New York, AS.

Diungkapkan pula, kaum oposisi di Mauritania merancang aksi pembunuhan terhadap presiden negara itu, Mohamed Ould Abdel Aziz. Kaum oposisi itu meminta bantuan AS dan Israel untuk melaksanakan pembunuhan tersebut.

Dalam dokumen rahasia itu juga disebutkan, Presiden Aljazair Abdel Aziz Bouteflika pada tahun 2007 menyatakan, Perancis sesungguhnya tidak menerima kemerdekaan Aljazair pada tahun 1962. Karena itu, kata Presiden, Perancis kini berusaha melakukan balas dendam dengan mendukung Maroko soal isu Sahara Barat. Bouteflika menandaskan, Perancis tidak bisa memainkan peran konstruktif soal konflik Sahara Barat dan hanya AS yang bisa membantu mencari solusi atas konflik tersebut.

Dikatakan pula, Rusia gagal membeli teknologi pesawat tanpa awak dari Israel dengan nilai transaksi 1 miliar dollar AS. Ini didorong oleh kekhawatiran Israel soal kemungkinan jatuhnya teknologi pesawat itu ke tangan China.

Terkait China, dokumen di Wikileaks juga menyebutkan bahwa situs Google diperintahkan oleh otoritas China untuk diserang. Satu isi memo yang dikirimkan diplomat AS yang bertugas di Beijing ke Washington menyebutkan, perintah itu datang dari Komite Utama Politbiro, salah satu alat penting Partai Komunis China. (MTH)
Kompas Cetak
Sumber :
Editor: Egidius Patnistik

Sabtu, 04 Desember 2010

Wuih... Ada Danau Merah di Pagar Alam

Keindahan Alam


Warta Kota/Istimewa
Danau merah


PAGAR ALAM, KOMPAS.com — Warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Sabtu (4/12/2010), menemukan danau yang permukaan airnya berwarna merah dengan luas 6 hektar di perbatasan Provinsi Bengkulu atau sekitar bukit Raje Mandare.

Keberadaan danau ini juga baru dapat dijangkau dalam waktu sekitar dua hari dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan bukit Rimbacandi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan.

"Kami bersama rombongan 21 orang, termasuk dua paranormal, melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan, dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut," kata Asmidi, warga setempat, di Pagar Alam.

Letak danau itu di sekitar perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagar Alam dan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang terkenal dengan banyak simpanan sejumlah peninggalan bersejarah, termasuk candi.

Menurut dia, di daerah itu memang banyak hal yang aneh bisa ditemukan. Bukan hanya ada danau dengan air berwarna merah, melainkan juga ada lokasi yang menimbulkan aroma pandan bila malam hari.

"Namun anehnya, meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan dan diangkat ke permukaan, justru warnanya seperti biasa, bening dan jernih," kata dia.

Selain danau merah, di hutan Raje Mandare yang penuh keanehan itu juga ada sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.

ANTARA
Sumber :
Editor: Marcus Suprihadi

Brazil Akui Negara Palestina, AS Mencak-Mencak


Muslimah Brazil


REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON--Parlemen Amerika Serikat mengecam keputusan Brazil yang Jumat waktu setempat mengakui sebuah negara Palestina dengan luas wilayah sama seperti sebelum Israel merebut Tepi Barat dan Gaza pada 1967.

Keputusan Brazil sangat disesalkan dan hanya akan merusak perdamaian serta keamanan di Timur Tengah," kata anggota Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS dari Partai Republik Ileana Ros-Lehtinen.

Ros-Lehtinen yang akan bertindak sebagai panel pada Januari, mengatakan negara yang bertanggung jawab akan menunggu sebelum melakukan langkah tersebut, setidaknya hingga Palestina memulai pembicaraan langsung dengan Israel dan mengakui keberadaan negara Yahudi tersebut.

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva pada Jumat mengumumkan keputusan tersebut dalam surat kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas dan merilisnya di laman internet Kementerian Luar Negeri Brazil.

Komunitas internasional mendukung tuntutan Palestina bagi sebuah negara yang mencakup sebagian besar Jalur Gaza, Tepi Barat dan Jerusalem Timur, semua wilayah tersebut diduduki Israel lewat Perang Enam Hari pada 1967.

Namun AS dan sebagian besar pemerintah Barat telah menunda pengakuan Palestina sebagai negara, dengan mengatakan bahwa mereka akan mengakui proses tersebut bila diiringi dengan proses negosiasi kesepakatan perdamaian dengan Israel.

Keputusan Brazil juga memantik emosi dari perwakilan Partai Demokrat AS Eliot Engel, yang mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah sesat serta mencerminkan hembusan kebijakan luar negeri terakhir Lula yang sebelumnya sudah keluar jalur.

Engel mengaitkan keputusan tersebut dengan "kemesraannya" dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan mengingatkan bahwa Brazil tengah membangun kekuatan sebagai suara vokal di dunia, namun melelui keputusan yang salah dengan langkah itu.

Lula akan mundur dalam empat pekan dan akan menyerahkan jabatannya kepada Dilma Roussef, wanita yang merupakan mantan pemimpin kabinetnya.

"Brazil mengirimkan pesan kepada Palestina bahwa mereka tidak harus mengikuti proses perdamaian untuk mendapat pengakuan sebagai negara berdaulat," kata Engel, yang merupakan Ketua Bersama Kongress AS Kaukus Brazil.

Anggota parlemen AS tersebut juga menyatakan bahwa ia tetap mendukung Brazil sebagai negara demokrasi dinamis dan beragam yang suatu hari nanti akan mengambil tempat di sisi para negara pemimpin dunia.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Ant

Nama Sama, Tetapi Lain-lain

STILISTIKA

 

Oleh Ajip Rosidi


Kepada para mahasiswa Osaka Gaidai yang hendak pergi ke Indonesia untuk pertama kalinya, saya selalu mengingatkan mereka tentang macam-macam makanan dan minuman. Saya katakan banyak makanan yang namanya sama, tetapi ternyata di setiap daerah ada variasi yang berlainan satu dengan yang lain. Sebaliknya ada juga makanan yang namanya berlainan, tetapi ternyata wujud dan rasanya sama di daerah yang satu dengan di daerah yang lain. 

Contoh yang sering saya kemukakan adalah kalau memesan minuman di restoran di Singapura (Kuala Lumpur), Bandung dan Yogyakarta. Di Singapura (Kuala Lumpur) kalau kita memesan teh (tea), kita akan mendapat teh manis yang telah dicampur dengan susu. Kalau mau teh tanpa susu, kita harus meminta tea kosong atau tea o. Kalau mau teh tawar, kita harus memesan tea o tak bergula.

Di Bandung kalau kita memesan teh yang kita peroleh adalah teh tawar (tak bergula). Kalau mau minum teh manis, harus tegas disebut minta teh manis. Sebaliknya di Yogyakarta atau di daerah Jawa (Tengah dan Timur), kalau kita memesan teh, yang datang adalah teh manis. Kalau mau minum teh tawar, harus tegas-tegas menyebutkan bahwa kita meminta teh tawar.

Begitu juga dengan makanan. Yang disebut soto, variasinya banyak sekali. Soto bandung, soto banjar, soto makasar, soto kudus, rasanya berlainan. Begitu juga berdasarkan bahannya ada soto babat, soto ayam, soto daging, dan lain-lain. Buat orang Jepang (dan juga buat orang asing lainnya), niscaya hal itu bisa membingungkan. Buat kita sendiri tidak mudah, terutama karena setiap daerah mempunyai nama yang berlainan untuk berbagai jenis makanan. Gado-gado di Jakarta, disebut lotek di Bandung. Padahal apa yang disebut lotek di Bandung, di kampung saya Jatiwangi disebut uleg, karena yang dinamakan lotek di kampung saya adalah semacam pecel di Jawa, yaitu yang bumbunya dikucurkan di atas sayur-sayuran, hanya rasanya lebih masam karena banyak memakai asam. Gado-gado di Jakarta juga ada dua macam, yang diulek di atas coet batu, biasanya dijajakan dalam dorongan walaupun banyak yang mangkal di tempat tertentu di pinggir jalan. Ada juga gado-gado yang kuahnya dikucurkan di atas sayuran yang sudah direbus - biasanya gado-gado itulah yang disediakan di restoran-restoran. Di Jawa disebut pecel. Rasanya tentu berlainan, karena masing-masing mempunyai resep yang berbeda.

Mi yang berasal dari Cina, di Jepang juga dikenal. Disebut ramen. Warnanya kuning. Akan tetapi, ramen di Jepang biasanya direbus dengan tulang babi, sehingga meskipun tidak pakai daging (biasanya pakai daging babi), harus dihindari orang Islam. Di Indonesia, mi terdapat dalam berbagai variasi, tergantung daerahnya. Ada mi kuah (rebus) ada mi goreng. Kebanyakan memakai ayam, tetapi banyak yang memakai baso. Tentang baso ini juga ada yang dibuat dari daging (sapi) atau dari ikan. Ternyata banyak anak Jepang yang menyukai baso.

Ada juga mi jawa yang dimasak secara khusus, di atas anglo dengan arang, biasanya sekali masak untuk satu porsi, sehingga pemesan harus antre lama. 

Variasi makanan yang begitu beragam di Indonesia bisa membingungkan orang Jepang yang pertama kali datang. Akan tetapi sebenarnya bukan hanya orang Jepang atau orang asing lainnya saja yang bisa bingung menghadapi ragamnya makanan di Indonesia. Kita pun orang Indonesia bisa salah. Misalnya kalau di Cirebon kita memesan empal yang datang adalah semacam gulai daging berwarna kuning. Sekarang disebut empal gentong meskipun tidak selalu ditempatkan dalam gentong. Tambahan nama itu baru belakangan muncul, mungkin supaya jangan ketukar dengan gepuk, karena di beberapa tempat di Priangan, gepuk disebut empal juga. 

Kawan saya pernah marah-marah kepada tukang kupat tahu, karena ternyata memakai kecap dan rasanya manis. "Tahu tidak kupat tahu?" katanya berang kepada pedagang kupat tahu baru di pinggir jalan utama di Bandung. Kupat tahu di Bandung atau di Priangan memang tidak pakai kecap dan rasanya tidak manis. Akan tetapi kemudian saya tahu bahwa kupat tahu yang disuguhkan kepada teman saya itu, kupat tahu dari Magelang, yang memang pakai kecap dan rasanya manis. Rupanya kupat tahu Magelang melakukan ekspansi ke Bandung, yang tentu saja tidak dapat diterima oleh orang Bandung asli yang seumur hidup mengenal kupat tahu yang lain cara memasaknya dan lain pula rasanya. 

Akan tetapi, kecuali nama yang sama jenisnya lain, banyak juga yang jenisnya sama atau hampir sama tetapi namanya lain-lain. Dodol di Garut, jenang di Kudus. Ketoprak di Jakarta, lengko di Cirebon. Cendol di Bandung, dawet di Banjarnegara, dan lain-lain.

Saya sendiri pernah kejeblos. Di sebuah restoran di dekat Cikampek saya memesan pecel lele karena mengira ikan lele yang dibakar kemudian dipecel, yaitu dimasukkan ke dalam bumbu santan atau bumbu kecap. Ternyata lele goreng yang disajikan bersama dengan pecel (Jawa = semacam gado-gado). Makanan yang berasal dari Jawa itu sekarang sudah umum baik di Bandung maupun di Jakarta, tetapi ada waktu itu belum populer. 

Padahal sekarang macam-macam masakan daerah kian merebak di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Kalau kita belum mencobanya mungkin kita akan bertemu dengan makanan yang namanya kita kenal namun wujudnya berlainan dengan apa yang sudah kita kenal. Nasi liwet, misalnya, yang dijual di Solo dengan yang dijual di Limbangan, Garut, banyak bedanya. Liwet Solo banyak menggunakan daging ayam yang kadang dimasukkan ke dalam pendil-nya, sedangkan di Priangan yang dimasukkan ke dalam pendil bersama beras itu ikan asin jambal roti atau teri. Bahkan sekarang banyak restoran yang menyuguhkan nasi uduk sebagai liwet. Untung bahwa kebanyakan orang sekarang tidak tahu apa liwet, karena seumur hidupnya tak pernah makan nasi liwet, sehingga nasi uduk itulah yang dianggapnya liwet. Hal demikian tampaknya terjadi juga dengan berbagai makanan asli yang sudah hilang tetapi sekarang dipopulerkan oleh para pengusaha yang menyesuaikannya dengan selera manusia masa kini tanpa mempedulikan apakah sesuai dengan yang aslinya ataukah tidak, yang penting laku.***

Penulis, budayawan.

 http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=166540

Jumat, 03 Desember 2010

Piala Dunia, Oasis di Padang Pasir

Jumat, 03 Desember 2010 | 00:51 WIB


AFP/Fabrice Coffrini
Presiden FIFA, Sepp Blatter, menunjukkan surat yang menandakan bahwa Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. 
 
 

DOHA, KOMPAS.com - Ribuan rakyat Qatar langsung larut dalam euforia, begitu Presiden FIFA, Sepp Blatter membuka amplop dan membaca isinya. "Qatar!" Sontak, rakyat Qatar langsung bergembira dan menari di jalan-jalan.

Yang dibaca Blatter itu menandakan bahwa negara Timur Tengah itu terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Ini sejarah baru di kawasan Teluk Persia, di negara yang didominasi padang pasir. "Kita akan pergi ke tanah baru," kata Blatter.

Maka, Piala Dunia 2022 bakal menjadi oasis di padang pasir. Negeri yang tak begitu diperhitungkan dalam percaturan sepak bola dunia itu, tiba-tiba akan menggelar ajang terbesar cabang olahraga tersebut. Qatar akan menjadi negara terkecil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Hebatnya, Qatar mengalahkan negara-negara kuat. Di putaran pertama, Qatar bersaing dengan Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Autralia tersingkir. Kemudian, di putaran kedua giliran Jepang tersingkir. Korea Selatan menyusul terlempar di putaran ketiga. Tinggal Qatar dan AS di putaran keempat. Ternyata, Qatar menang dengan 14 pemilih, sedangkan AS hanya mendapat 8 pemilih.

Masalah ekonomi menjadi salah satu pertimbangan para pemilih. Krisis ekonomi di AS dianggap tak kondusif untuk Piala Dunia. Sebaliknya, Qatar negara kaya dan siap memberi kenyamanan dan kelancaran Piala Dunia.

Sempat muncul kontroversi, kenapa Piala Dunia di Qatar. Sebab, negara itu terkesan panas dan penuh padang pasir. Namun, kekuatan ekonomi negara itu diyakini mampu mengeliminasi keluhan-keluhan tersebut.

Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani mengatakan, "Terima kasih telah memberi kepercayaan kepada kami."

Dia pun berjanji akan mengerahkan teknologi untuk melancarkan perhelatan Piala Dunia 2022. Mereka menjami suporter dan pemain. Piala Dunia akan digelar di Kota Doha dan sekitarnya, jadi lebih terpusat, tak terpencar-pencar ke banyak kota.

Pemilihan itu pun disambut antusias warga Qatar. Bahkan, para pekerja Asia dari negara lain ikut merayakannya. Mereka mengikuti bidding Piala Dunia lewat siaran langsung televisi. Begitu Blatter memilih Qatar, maka mereka langsung menari dan bernyanyi.

Piala Dunia 2022 akan menjadi oasis di padang pasir. Perhelatan sepak bola akbar yang dulu sepertinya tak mungkin di kawasan padang pasir, kini bakal terjadi.

Piala Dunia tak hanya akan menjadi hiburan terbesar di padang pasir, tapi juga memberi imbas ekonomi yang besar. Selain itu, citra Qatar akan menjulang tinggi, apalgi jika sukses menyelenggarakannya.

"Kami bekerja keras agar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia. Hari ini, kami merayakannya. Tapi, besok kami siap bekerja kembali. Memang masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi, kami berjanji akan memberi pelayanan dan penyelenggaraan terbaik di Piala Dunia nanti," kata Al-Thani, warga yang ikut gembira. (AP)

Penulis: HPR   |   Editor: Hery Prasetyo

Inilah Sebagian Dokumen Tentang Indonesia yang Dibocorkan Wikileaks

Jumat, 03 Desember 2010, 11:08 WIB

Wikileaks


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wikileaks memiliki sebanyak 3.059 dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait Indonesia. Dokumen itu merupakan semacam laporan diplomatik yang dikirim dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya. Situs Wikileaks berjanji akan mempublikasi dokumen itu secara bertahap.

Dan ternyata Wikileaks mulai menepati janjinya. Tiga buah dokumen mengenai Indonesia sudah dirilis. Dokumen itu dibuat dalam bentuk
Congressional Research Service (CSR), lembaga think tank Kongres AS. Dokumen CRS ini biasanya menjadi dasar bagi Senat dan DPR AS dalam mengambil kebijakan. Berikut isi dokumen tersebut:

Masalah Timor Timur
CRS Report RS20332
East Timor Crisis: US Policy and Options
5 November 1999

*Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.

*Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.

*Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.

* Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dolar AS, Economic Support Funds 5 juta dolar AS dan IMET 400 ribu dolar


Tentang Pemilu 2004
CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South
Asian Affairs 20 Mei 2005

*SBY disebut the thinking general

*Bila Wiranto jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur.

*Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.

Pelatihan Kopassus
Dokumen Joint Combined Exchange Training (JCET) and Human Rights Background and Issues for Congress
26 Januari 1999

*Sejak 1992, Kongres AS memutus program Pelatihan dan Pendidikan Militer In ternasional (IMET) untuk Indonesia setelah tragedi Santa Cruz.

* Namun, di bawah program JCET Dephan yang di setujui oleh Deplu, pasukan Baret Hijau AS melatih 60 anggota pasukan khusus TNI di Indonesia yang sebagian besar Kopassus. JCET berdalih pelatihan murni militer meskipun kurikulum latihan perang kota berjudul ‘crowd control’.

*April 1998, anggota Kongres AS menyurati Menteri Pertahanan Cohen Evans yang menyebut program JCET mengakali larangan Kongres. JCET dihentikan 8 Mei 1998.

Sumber: WikiLeaks, Congressional Research Service
Red: Budi Raharjo