Senin, 09 Mei 2011

Kebaya: Kembali ke Pakem Sederhana

Dini | Senin, 9 Mei 2011 | 12:12 WIB

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO/HENDRA A SETYAWAN
Identitas kemodernan dalam berkebaya, bertumpu pada satu pedoman kunci: kesederhanaan.


KOMPAS.com - Ratusan perempuan hadir Minggu (24/4/2011) lalu di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, menyajikan pemandangan nyaris seragam. Mereka berkebaya dengan potongan sederhana. Selendang polos berwarna senada, lengkap dengan kain batik yang diwiron sempurna.

Tentu saja, ingatan melayang ke masa lampau ketika gaya busana seperti itu lekat dengan aktivitas perempuan di berbagai lapisan. Mulai dari ibu negara, istri menteri, ibu-ibu Dharma Wanita, sampai ke para perempuan pedagang di pasar-pasar.

Kenangan itu terbangkitkan kembali malam itu. Perancang kebaya Andre Frankie menggelar karyanya dalam acara bertajuk ”Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi, Mengenang Ibu Tien Soeharto dalam Busana dan Kebaya”.

”Saya terinspirasi dengan Ibu Tien karena beliau itu konsisten dengan kebaya. Misalnya saja, kalau untuk jamuan kenegaraan memang sudah harus memakai kebaya. Tapi banyak juga kegiatan di lapangan seperti acara swasembada pangan, ternyata Ibu Tien tetap mengenakan kebaya sekalipun di sawah. Jadi kebaya itu tidak selalu untuk acara formal, bisa juga untuk sehari-hari,” kata Andre.

Namun, lebih dari itu, acara ini juga ingin menekankan betapa pentingnya menghormati ”pakem” dalam berkebaya. Berdasarkan tradisi berkebaya yang sudah turun-temurun di Indonesia, ada ciri khas yang menjadi ”jiwa” kebaya, yaitu kesederhanaannya.

”Intinya sederhana. Tidak perlu pakai payet dan macam-macam. Bahannya juga sederhana. Saya juga penganut modernisasi kebaya, kok, tapi saya melihat saat ini kesederhanaan kebaya mulai hilang. Padahal kesederhanaan itu mencerminkan keindonesiaannya,” kata Andre pada Kompas.

Sebanyak 15 peragawati kehormatan, di antaranya Andang Gunawan, Anita Chairul Tandjung, Etty Djodi, Miana Sudwikatmono, dan Titiek Soeharto, membawakan busana kebaya dengan rancangan khas, berupa kebaya kutubaru (buka depan dan tutup depan) dengan bef, dilengkapi selendang polos berwarna senada, setagen hitam, dan jarik yang diwiron. Motif kebaya bisa polos atau bercorak, dengan bahan dari beludru, brokat, maupun sifon.

Semua peragawati juga mengenakan sanggul jawa lengkap dengan tusuk kondenya, tas tangan yang diletakkan di dekat siku, kipas tangan, dan selop yang terbuka di bagian jari kaki.

Andre juga menganjurkan kalung tidak dipadankan dengan kebaya, tetapi cukup dengan menyematkan bros yang besarnya sedang di bagian bef, atau bros yang berukuran lebih kecil di bagian selendang. Meski demikian, pengguna kebaya dianjurkan mengenakan giwang, bukan anting.

Ciri modern
Di tempat terpisah, perancang Edward Hutabarat juga melontarkan pandangan senada. Berkebaya modern pada hakikatnya justru harus memperlihatkan kesederhanaan.

”Modern bukan berarti kebayanya harus diobrak-abrik. Untuk menjadi modern, justru si pemakai kebayanya yang harus berpikir modern, kreatif, serta berkualitas. Semua identitas itu kemudian dibungkus dalam penampilan yang sederhana,” tuturnya.

Perancang yang biasa disapa Edo ini berbicara tentang kebaya dalam acara ”“Kebaya Modern, The Less is More” di Museum Tekstil, Jakarta, Kamis (28/4/2011) lalu. Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Pameran Koleksi Batik dan Songket Warisan Rahmi Hatta dan Raharty Subijakto yang berlangsung pada 11 April-1 Mei.

Kesederhanaan dua tokoh perempuan inilah yang kemudian menjadi inspirasi Edo sewaktu memperlihatkan lima set padu padan kebaya modifikasi di hadapan undangan yang didominasi ibu-ibu pencinta kain tradisional. Rahmi Hatta, istri wakil presiden pertama Bung Hatta, dan adiknya, Raharty (istri Laksamana Pertama Angkatan Laut Republik Indonesia R Subijakto), dikenal sebagai perempuan yang pandai menjaga citra mereka dengan berpenampilan sederhana namun elegan.

Rahmi dan Raharty termasuk pelopor pemakaian kebaya dan kain sebagai pakaian resmi dan pakaian sehari-hari perempuan Indonesia. Mereka juga turut memopulerkan kebaya kutubaru sebagai pelengkap model yang sudah populer sebelumnya, yaitu kebaya kartini.

Raharty bahkan sempat dikenal sebagai perempuan berbusana terbaik saat suaminya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Turki. Sementara Rahmi termasuk perempuan yang berani memadukan warna dan motif kebaya dan kain dalam nuansa yang kontras.

”Penampilan Ibu Rahmi selalu simpel, tetapi elegan. Sementara Tante Titi (Raharty) selalu memukau di antara istri-istri duta besar lainnya tanpa perlu rambut disasak dan lain sebagainya,” tutur Edo.

Terinspirasi dari kesederhanaan dua tokoh perempuan inilah, Edo memperlihatkan padu padan kebaya modifikasi dengan berbagai gaya. Pada penampilan pertama, misalnya, Edo membuat kebaya dengan inspirasi kimono. Kebaya bergaya kimono dari kain cina peranakan bermotif bunga pagi sore dipadukan Edo dengan batik madura dari Pamekasan. Meski berupa kebaya, padu padan ini tidak terkesan busana resmi.

Selain kimono dari Jepang, baju tradisional Indonesia, seperti baju bodo dari Makassar, juga menjadi inspirasi Edo untuk membuat kebaya modifikasi. Edo mendesain kebaya kurung dengan potongan sederhana dari lurik bergaris horizontal yang dipadukan dengan kain sarung dari Pekalongan. Pada padu padan lainnya, lurik yang dibuat model jaket dikombinasikan dengan kain bermotif bunga padma karya Iwan Tirta.

”Ketika mindset orangnya modern, seleranya bagus, pasti akan berpengaruh pada penampilan. Jadi ketika ingin terlihat modern, bukan berarti kebayanya harus diubah dan diberi macam-macam,” kata Edo, yang berencana menyosialisasikan berkebaya sederhana ke kota-kota di Indonesia pada tahun ini.

(Myrna Ratna/Yulia Sapthiani)


Sumber: Kompas Cetak

Ujian, "Penyakit" Pendidikan Nasional

SISTEM PENDIDIKAN
Ary Wibowo | Latief | Senin, 9 Mei 2011 | 11:00 WIB


RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Assessment terhadap siswa seharusnya tak didominasi lagi oleh ujian-ujian tertulis. Syaratnya, para guru harus mendapatkan proses pelatihan, pengawasan, serta bimbingan


JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini assessment (penilaian) selain melalui pola-pola ujian harus terus didengungkan. Hal itu agar proses pembelajaran tidak lagi berfokus pada bentuk tes-tes tertulis untuk mengukur kemampuan siswa.

Demikian diungkapkan pakar pendidikan Itje Chodidjah di Jakarta, Senin (9/5/2011). Menurut Itje, guru juga perlu diberi pemahaman dan pelatihan agar pelaksanaan assessment menjadi jelas. Pasalnya, sebesar apa pun pemerintah ingin menjalankan assessment, jika guru-guru tidak memiliki pemahaman yang baik, proses itu hanya akan menjadi sia-sia.

"Paradigma guru juga perlu diubah karena biasanya saat ini guru tidak sreg kalau tidak ada testing," kata Itje.

Sementara itu, pakar pendidikan Agung Wibowo mengatakan, satu dari sekian banyak yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan Indonesia adalah penerapan assessment untuk menentukan penilaian siswa. Assessment terhadap siswa seharusnya tidak didominasi lagi oleh ujian tertulis. Namun, syaratnya, guru harus mendapatkan pelatihan, pengawasan, dan bimbingan.

"Kalaupun ada pelatihan, biasa hanya sekadarnya, tidak sampai pada how to. Assessment dapat dikembalikan ke dalam kelas sebagai kegiatan berkesinambungan untuk memantau perkembangan siswa," ujarnya.

Selain itu, metode assessment yang beragam juga harus dilakukan sepenuhnya secara jelas. Misalnya, dalam portofolio hasil kerja siswa sebagai bagian penting dalam assessment terhadap siswa. Hal itu dapat menjadi bukti berkelanjutan dari perkembangan siswa selama setahun pembelajaran, yaitu seperti apa yang diperoleh dan apa saja yang perlu diperdalam dari materi di kelas.

"Sebenarnya, dalam standar proses kurikulum itu sudah ada. Namun, pemerintah harus menjalankan kurikulum tersebut dengan konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sepenuhnya, yang menjadikan assessment sebagai tanggung jawab guru dan sekolah," kata Agung.

Agung menilai, saat ini pendidikan terlalu berpatokan bahwa ujian nasional adalah faktor utama keberhasilan siswa. Bahkan, saat ini juga sudah muncul wacana untuk diterapkannya ujian nasional di tingkat sekolah dasar.

"Saya tidak anti-tes tertulis, tetapi tes itu bukan segalanya. Assessment penting untuk melihat kemampuan secara umum dan apakah materi yang diberikan masuk ke dalam pemahaman siswa," tukasnya.
 
.

Bendandi Sudah Ramalkan Gempa Jepang Sejak 30 Tahun Lalu?


Raffaele Bendandi
cdn.esoterya.com 

Sunday, 08 May 2011 10:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,ROMA - Raffaele Bendandi, ilmuwan Italia yang lahir pada 17 Oktober 1893, sudah meninggal sejak 30 tahun lalu pada 3 November 1979 dalam usia 86 tahun. Namun, catatan ilmiahnya tentang prediksi gempa kini membuat warga Roma merasa gelisah.

Selama periode Fasis Bendandi diangkat menjadi Knight of the Order of the Crown of Italy. Namun, dia kemudian dilarang oleh Benito Mussolini untuk mempublikasikan prakiraan gempa buminya. Jika tidak, maka Bendandi diancam akan dibuang ke pengasingan.

Teori prediksi gempanya didasarkan pada hasil gerakan gabungan beberapa planet, bulan dan Matahari. Gerakan gabungan itu yang menyebabkan pergerakan kerak bumi. Dan, menurut Bendandi, gerakan gabungan tersebut dapat diramalkan dengan baik.

Beberapa tulisan Bendandi memprediksikan gempa yang akan terjadi pada masa depan. Setelah kematiannya pada 1979, seseorang mencoba untuk membakar tulisannya tersebut. Tetapi, beberapa fragmen dari tulisan yang telah dibakar itu masih tetap utuh.

Pada fragmen tersebut, tertulis tahun 2011 dan 2012. Tidak ada tanggalnya. Tidak ada nama tempat di mana gempa akan terjadi.

Namun, sebagian kalangan yakin prediksi gempa tahun 2011 itu adalah gempa Jepang yang baru-baru ini terjadi. Jika memang demikian, maka gempa dahsyat akan kembali terjadi pada 2012. Namun sayang, Bendandi tidak menyebut lokasi gempanya.

Terlepas dari benar atau tidaknya prediksi Bendandi tersebut, isu bahwa Roma bakal diguncang gempa pada 11 Mei mendatang sudah merebak di dunia maya. Warga Italia pantas mewaspadainya karena prediksi Bendandi selama ini terbukti kebenarannya.

Pada 1923, Bendandi meramalkan gempa akan mengguncang wilayah Adriatik tengah di Marches pada 2 Januari. Ia hanya meleset dua hari karena gempa benar-benar terjadi pada tanggal 4 Januari 1924 di Senigallia.

Dia juga memprediksikan gempa bumi Friuli pada 6 Mei 1976. Bendandi juga memperkirakan gempa Marsica pada 13 Januari 1915. Gempa bumi benar-benar terjadi dan menghancurkan kota Marsica yang berpenduduk 13 ribu orang. Hanya 3.000 orang yang selamat.

Bendandi saat itu mencoba untuk memperingatkan penguasa. Tetapi, dia justru diperlakukan seperti seorang dukun gila.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/scienceray.com

Tanda Tanya di Sungai Citarum...

Lingkungan
Didit Putra Erlangga Rahardjo | Glori K. Wadrianto | Selasa, 3 Mei 2011 | 10:47 WIB



  KOMPAS/ DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO
Aktivis Greenpeace membentangkan bendera berisi tuntutan perbaikan lingkungan untuk Sungai Citarum, Selasa (3/5). Greenpeace resmi berkampanye untuk Sungai Citarum.


BANDUNG, KOMPAS.com - Selasa (3/5/2011) pagi, di tepian Sungai Citarum, tepatnya di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, bendera berwarna kuning dengan logo tanda tanya berwarna hitam dibentangkan orang berseragam oranye.

Ada pula bendera raksasa yang lebarnya hampir menutupi Sungai Citarum dibentangkan dan dibiarkan terbawa arus sungai. Kegiatan tersebut bukanlah promosi film tanda tanya besutan Hanung Bramantyo yang sedang banyak dibicarakan.

Hari ini menandai partisipasi Lembaga Swadaya Masyarakat internasional Greenpeace untuk turut serta mengadvokasi isu kelestarian sungai yang membentang sejauh 300 kilometer lebih.

Juru Kampanye Air Greenpeace Asia Tenggara, Ashov Birry, mengungkapkan, pihaknya mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan untuk menangani pencemaran sumber air bersih dengan kampanya perlindungan Sungai Citarum.

Tajuk kampanye, sesuai bendera yang dibentangkan di tengah sungai yaitu "Citarum Nadiku, Mari Rebut Kembali." Pada saat yang sama, Greenpeace juga merilis hasil survei yang menyatakan 79,8 persen responden yakni masyarakat di Daerah Aliran Sungai Citarum meyakini bahwa penyumbang terbesar polusi adalah industri.

Hasil lainnya, 80,3 persen responden meminta agar pemerintah harus menegakkan peraturan lebih kuat untuk mencegah industri untuk membuang limbah. Ashov menerangkan, jajak pendapat dilakukan April 2011 dengan 400 responden dari 20 desa di sekitar Citarum dari hulu sampai hilir.

Senin, 31 Januari 2011

Wah, SNMPTN Jalur Undangan Dibuka Besok!

SELEKSI PTN
Penulis: Ester Lince Napitupulu | Editor: Latief
Senin, 31 Januari 2011 | 16:27 WIB



 MELVINAS PRIANANDA/KOMPAS IMAGES
lustrasi: Siswa yang akan ikut SNMPTN jalur undangan harus mendapat rekomendasi dari kepala sekolah. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id.


JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) lewat jalur undangan dibuka mulai besok, Selasa (1/2/2011), hingga 12 Maret 2011 mendatang. Seleksi nasional tanpa tes ini dapat diikuti siswa kelas 3 SMA/MA/SMK/MAK dari seluruh Indonesia.

Ketua SNMPTN 2011 Herry Suhardiyanto di Jakarta menjelaskan, siswa yang akan ikut jalur undangan harus mendapat rekomendasi dari kepala sekolah. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id.

Herry mengatakan, uji coba sudah dilakukan mulai Sabtu (30/1/2011) kemarin. Berdasarkan pengalaman pendaftaran SNMPTN 2010 lalu, sekolah di daerah terpencil tetap dapat mengakses internet dan melakukan pendaftaran secara online.

Adapun kelulusan SNMPTN jalur undangan diumumkan pada 18 Mei. Sementara itu, registrasi pendaftaran mahasiswa baru dilakukan pada 31 Mei - 1 Juni, bersamaan dengan ujian tertulis SNMPTN lewat jalur ujian/keterampilan.

Belajar Matematika Menyenangkan dengan Haisobat

Sabtu, 29 Januari 2011, 20:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Matematika bukan momok yang menakutkan, melainkan sebuah disiplin yang akan memudahkan seseorang mendalami disiplin ilmu lain. Konsep inilah yang tengah dikembangkan Telkomsel melalui portal www.haisobat.com.

Portal yang disediakan untuk Telkomsel School Community ini sebenarnya telah lama ada. Sekarang, portal haisobat diperkaya dengan koten pendidikan yang lebih menarik dan diharapkan mampu menarik minat kalangan pelajar belajar dengan memanfaatkan konten yang ada di portal ini.

Telkomsel melakukan pembaharuan portal heisobat.com. Portal komunitas kalangan pelajar itu--Telkomsel School Community, sekarang memiliki koten edukasi yang semakin kaya, disamping konten non edukasi. Konten edukasi direncanakan memiliki porsi hingga 80 persen, selebihnya non edukasi.

Konten terbaru yang ada di portal ini adalah Ajabar dan Trigonometri. ''Untuk konten matematika disediakan oleh Dr Teddy Setiawan, seorang ahli matematika dari ITB,'' kata VP Area Jabotabek-Jabar, Venusiana Papasi, usai relaunching portal Hai Sobat di Jakarta, Sabtu.

Venus mengungkapkan model yang dikembangkan akan berorientasi pada edutainment. Dengan metode ini diharapkan para siswa terinspirasi untuk mengerti matematika yang tadinya terbilang berat, menjadi materi yang mudah danmenyenangkan.

Setelah Matematika, Telkomsel berencana memperkaya konten edukasi lain yang sangat diperlukan untuk saat ini seperti Bahasa Inggris dan Fisika. ''Kami berencana menyediakan konten yang berhubungan dengan ujian akhir nasional,'' kata Venus.

Pada menu mengenai matematika, misalnya, dijabarkan dengan metode yang sangat mudah dan menarik. ''Selain menyediakan soal-soal untuk latihan, disediakan pula cara menyelesaikan serta tips dan trik menyelesaikan soal-soal matematika,'' papar Venus.

Selain pendidikan, terdapat menu yang disesuaikan dengan minat kalangan siswa, seperti fashion, musik, video,blog, hingga mencoba kemampuan teknik mereka lewat menu programing. Telkomsel berencana menggelar lomba antar siswa atau lomba antar sekolah, untuk menu non pendidikan. Seperti lomba foto aktivitas sekolah.

Venus mengakui portal Haisobat hanya bisa dinikmati pelanggan Telkomsel saja. Ia menyebutkan portal ini dikembangkan sebagai apreasiasi terhadap loyalitas pelanggan.

Ihwal konten matematika Teddy menyatakan akan menyiapkan materi soal dengan kualifikasi ujian nasional. Soal yang ada bisa diunduh atau diperbanyak. Teddy menjanjikan jumlah soal yang disediakan akan lebih dari cukup. '' Sekalipun sama-sama mengunduh, satu siswa dengan siswa yang lain akan mendapatkan soal berbeda namun kualitas soalnya akan tetap sama,'' kata Teddy.

Ia berharap metode yang dikembangkan akan memotivikasi pelajar untuk mau mendalami matematika. Ia berpendapat penguasaan matematika yang baik akan memberi dampak luas pada ilmu pengetahuan. ''Karena matematika pada dasarnya men drive logika berpikir,'' kata Teddy.

Portal Haisahabat, kata Venus, juga merupakan bentuk kepedulian Telkomsel terhadap dunia pendidikan di Indonesia. ''Sebagai operator telekomunikasi kami juga memiliki kepedulian pada bidang pendidikan,'' kata Venus.

Red: taufik rachman

Indonesia Bangsa Besar jika...

BJ Habibie

Editor: Heru Margianto
Senin, 31 Januari 2011 | 12:54 WIB



KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Mantan Presiden BJ Habibie memberikan kuliah umum dengan tema Indonesia 2045: Super Power Baru (Membangun Peradaban Indonesia Berbasis Iptek dan Imtak) di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11/2010). Habibie mengatakan pentingnya pemberdayaan manusia Indonesia sejak dini untuk mempersiapkan Indonesia di masa depan.


JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar teknologi dirgantara yang juga mantan presiden, Prof BJ Habibie, menegaskan, Indonesia harus menguasai dua teknologi utama yakni maritim dan dirgantara apabila ingin menjadi bangsa yang besar.

Saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi I DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (31/1/2011), Habibie menuturkan, gagasan itu berasal dari Presiden RI Soekarno yang saat itu menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus menjadi bangsa besar dengan menguasai teknologi pembuatan kapal laut serta mampu menguasai, mengembangkan, dan mandiri.

"Mandiri waktu itu belum dipakai karena beliau (Soekarno) memakai kata berdiri, yaitu produk teknologi dirgantara," ujar Habibie.

Selanjutnya, Habibie mengatakan, komitmennya membangun industri dirgantara di Indonesia bukan karena dipanggil Presiden Soeharto atau ingin menjadi menteri.

"Sebenarnya Pak Harto pun hanya melanjutkan penuturan dan keinginan Presiden Soekarno itu," ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya benar-benar ingin membangun dan mengembangkan industri pesawat di Indonesia, sementara posisi presiden yang pernah disandangnya itu tidak penting.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq itu, Habibie mendefinisikan makna industri strategis sebagai industri yang bisa membangun bangsa. Industri itu bukan hanya dibangun dan dimanfaatkan untuk pertahanan saja.

Prihatin

Oleh karena itu, ia merasa prihatin ketika visi pembangunan teknologi yang dijalankan bangsa ini adalah mencari keuntungan sesaat, bukan kemandirian. Menurut dia, kalau yang dicari hanya keuntungan sesaat, hal itu sama artinya dengan menjalankan "skenario VOC".

"Industri strategis terhenti perkembangannya karena tidak didukung bantuan anggaran pemerintah. Karena yang dicari keuntungan dalam dollar AS, kalau begitu ya bikin saja dagang. Bikin saja pabrik perwakilan mereka (asing)," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Habibie mengartikan globalisasi itu sebagai pakaian baru untuk kolonialisasi. "Saudara, saya orang tua, tapi saya tidak buta. Saya harus katakan kepada Anda, Anda harus bangkit," ujarnya.

Hal lain yang juga memprihatinkannya adalah terbengkalainya Puspitek. Tempat itu, katanya, tidak lagi digunakan untuk laboratium uji teknik, tapi malah ada ide untuk dijadikan lapangan golf.

"Saya menantang, kalau berani dibuat lapangan golf, maka saya akan berdiri. Kita harus terus belajar. Kita tidak hanya belajar dari kebaikan, tapi juga dari kesalahan, bagaimana agar tidak terjadi kesalahan lagi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Habibie menyatakan bersyukur diundang DPR sebagai narasumber untuk memberikan masukan dalam penyusunan RUU usul inisiatif DPR tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

"Saya bersyukur hadir di sini sebagai pembicara, narasumber, saya kira itu tepat, bukan sebagai mantan presiden. Saya malu kalau datang ke sini karena pernah memimpin bangsa Indonesia. Tapi kalau saya diundang ke sini, sebagai orang tua yang dikasihi oleh semua anak bangsa, maka saya bersyukur," ujarnya.
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Sumber :
ANT


Mengintip Misteri Anestesi

Senin, 31 Januari 2011 | 07:46 WIB


shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com — Bila pernah merasakan tindakan bedah atau cabut gigi, tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah anestesi. Akan tetapi, meski prosedur anestesi sudah dipakai dalam dunia medis lebih dari 150 tahun, ilmu pengetahuan belum memahami dengan pasti bagaimana obat ini bekerja dalam tubuh.

Sebelum anestesi ditemukan, dokter dan dokter gigi hanya melakukan operasi pasien pada kondisi yang sangat khusus dan mayoritas tidak menggunakan penghilang sakit atau obat penenang.

Begitu mengerikannya operasi di masa dunia kedokteran sebelum mengenal obat bius membuat Darwin memilih untuk menggeluti biologi meski ia sangat berbakat di kedokteran.

Kemudian pada tahun 1864, William TG Morton, seorang dokter gigi, mendemonstrasikan penggunaan ether untuk membuat pasien "tidur" selama tindakan operasi. Praktik ini dengan cepat menyebar. Namun karena dokter-dokter di masa itu belum bisa mengontrol kadar ether yang tepat untuk dihirup, sering kali pasien terbangun di tengah operasi, atau bahkan tidak pernah bangun lagi. Ether juga sangat mudah terbakar.

Dekade berikutnya, para ahli mengenalkan anestesi berbentuk gas yang tidak mudah terbakar. Para ilmuwan kemudian mulai menemukan jenis obat bius yang dimasukkan dalam pembuluh darah dengan dosis terkontrol.

Anestesi biasanya dibawa dalam darah ke saraf di otak kita. Akibatnya, sel-sel saraf akan berhenti menerima dan mengirim sinyal. Karena saraf tidak menerima sinyal, kita tidak merasa sakit. Karena saraf berhenti mengirim sinyal, pasien yang sedang dioperasi tampak "tenang".

Efek samping Meski demikian, sampai dengan tahun 1950, efek samping berbahaya dari anestesi banyak ditemui, misalnya saja gangguan irama jantung, gangguan pernapasan, tekanan darah rendah, mual, dan muntah.

Teknik anestesi modern memungkinkan para pasien bisa melakukan dioperasi dengan aman dan efek samping yang minimal. Seiring perkembangan pengetahuan, anestesi kini juga semakin efektif, bekerja cepat dan bisa dihentikan. Dokter juga bisa memilih anestesi lokal atau total.

Namun, terkadang masih sering didengar cerita mengenai orang yang dibius total bisa mengingat apa yang terjadi di ruang operasi atau percakapan para dokter di ruang operasi. Beberapa juga mengaku bertemu dengan keluarganya yang sudah almarhum ketika mereka dalam kondisi tidak sadar. Misteri ini sampai sekarang belum dimengerti penyebabnya.

Riset yang dilakukan National Insitute of Health mengidentifikasi beberapa komponen yang sering dipakai dalam anetesi, yakni zat penenang, penghilang sakit, penghilang ingatan (amnesia), ketidaksadaran, serta zat penghilang gerakan.

Kini para ilmuwan juga telah mengembangkan obat-obatan yang bisa menyediakan salah satu atau beberapa elemen tersebut secara terpisah sehingga para dokter anestesi bisa membuat regimen penghilang sakit yang disesuaikan dengan pasien dan prosedur yang dilakukan.

Tugas para dokter anestesi sebenarnya bukan hanya mmebuat pasien "tertidur", tetapi juga membantu pasien pulih dari operasinya. Apalagi, proses membuat pasien "tertidur" dan bangun kembali sangatlah berbeda.

Meski anestesi masa kini sudah semakin aman, para ilmuwan terus mencari formula anestesi terbaik. Hal tersebut bertujuan mendesain anestesi yang spesifik dan efektif untuk tiap pasien.

Riset dalam bidang anestesi juga diharapkan bisa menguak misteri tentang sakit, memori, kondisi seperti epilepsi dan koma, serta dunia bawah sadar.

Sumber : LiveScience
Penulis: AN | Editor: Lusia Kus Anna |