Sabtu, 31 Desember 2011

Nyaman ke Pantai dengan Hijab

Rabu, 26 Oktober 2011 16:15 WIB




Foto-foto: Nyanyu/PicnicHolic
Main ke pantai, pengguna hijab tetap bisa tampil nyaman dan cantik.


Main-main di pantai itu memang seru. Sekedar berenang, snorkeling, leyeh-leyeh, atau malah cuma mau narsisan foto-foto saja.. Siapa yang bisa menolak jika pemandangan yang ditawarkan cukup menarik? Apalagi sekarang banyak Holiday Organizer yang menawarkan paket jalan-jalan keliling pulau dengan harga yang murah.

Main-main ke pulau, sudah pasti main-main di laut dan pantainya. Pantai memang panas dan cenderung lengket. Buat yang nonhijabers, tinggal memakai celana pendek/bermuda yang dipadupadankan dengan t-shirt atau tanktop agar tetap nyaman.

Nah, kalau buat Hijabers? Jangan takut acara jalan-jalan ke pantai jadi ribet di urusan outfit. Kalian tetap bisa tampil nyaman, cantik, fashionable dan bisa menikmati pantai kalau tahu trik-trik memadupadankan busana.

Berikut tips-tips berbusana ke pantai ala Hijabers yang tanpa ribet namun tetap nyaman dan cantik:

Do:

1. Kalau kebetulan ngetrip ala backpacker, bawalah sleeping bag. Meskipun kita dapat kamar, namun biasanya trip ala backpacker menyediakan akomodasi untuk bersama-sama dalam satu penginapan, baik laki2 maupun perempuan. Sleeping bag membuat kita nyaman tidur karena tidak perlu khawatir apabila pakaian tersingkap. Sleeping bag aman melindungi aurat kita saat kita terlelap tidur.

2. Gunakan T shirt/kaos yang nyaman dan berbahan lembut.
T shirt yang nyaman adalah yang berbahan katun dan mampu menyerap keringat. Agar lebih oke saat di foto, jangan ragu memakai warna-warna yang cerah


3. Gunakan tanktop sebelum mengenakan kaos/t shirt. Tanktop ini berfungsi melindungi tubuh kita yang lebih terlihat ‘bentuknya’ dalam keadaan pakaian basah, juga melindungi aurat kita jika kaos yang kita kenakan tersingkap di dalam air. Pilih tanktop yang berbahan halus, nyaman, tanpa motif dan mempunyai warna netral agar (putih, coklat, hitam)

4. Gunakan kerudung langsung pakai (bergo) untuk menghindari posisi hijab berubah/bergeser. Atau untuk lebih nyaman lagi gunakan dive hood. Dive hood adaah semacam penutup kepala hingga leher yg terbuat dari bahan elastis yang jika dalam keadaan basah akan merekat dikulit. Bahannya sama seperti wetsuit, tersedia dalam ukuran S,M,L. Dive hood bisa kita kenakan saat snorkeling/ diving.

5. Kenakan legging berwarna gelap. Legging cukup simpel dan nyaman digunakan, baik dalam keadaan basah maupun kering. Manfaatkan kain pantai sebagai penutup jika sedang tidak di dalam air. Kain pantai terlihat fashionable jika dipadupadankan dengan kaos polos warna apa saja

6. Celana pendek colourfull juga bisa dipadupadankan dengan legging. Yang penting PD! Pilih celana pendek/hotpant yang tidak ketat agar tetap nyaman.

7. Ingin tetap terlihat keren saat foto di pantai? Jangan ragu mengenakan flower dress wrana cerah! Jika kita pandai memadupadankan pakaian yang kita kenakan, kesan summer akan semakin nyata dalam perjalanan kamu :)

Don’t

1. Mengenakan jins saat ke pantai. Selain berat, ga nyaman, jins juga membuat tas kita ‘penuh’. Saat jins basah, kita menjadi tidak nyaman bergerak karena jins terasa berat dibadan

2. Menggunakan kerudung yang harus direkatkan dengan beberapa peniti. Selain kerudungmu akan bergeser sana-sini, peniti juga akan jadi berkarat. Akibatnya, peniti bisa rusak dan noda karatnya bisa saja menempel di kerudungmu

3. Memakai kaos yang tipis/super longgar/warna putih tanpa di dobel dengan tanktop. Ups, bisa ‘nyiplak’ sana-sini. Kaos yang terlalu longgar akan mudah tersingkap saat kita gunakan untuk berenang

4. Memakai rok, celana training, kemeja, atau pakaian dari bahan chiffon

5. Mengenakan baju renang muslim tanpa di rangkap dengan kain pantai. Meskipun baju renang muslim menutup seluruh aurat, tetap saja baju renang tersebut ketat dan menempel di badan. Saat jalan-jalan di pantai dan tidak sedang beraktifitas renang, rangkap/tutup dengan kain pantai

So, sudah siap mantai??? enggak ribet kaann???

Nyanyu Partowiredjo, pelaku wisata
picnicholic@gmail.com








Rubrik ini bekerja sama dengan PicnicHolic
www.picnicholic.webs.com
@PicnicHolic
Redaktur: Johar Arif

Politik Ijazah Rusak Pendidikan di Indonesia

Sabtu, 31 Desember 2011 07:29 WIB



Antara/Reno Esnir
Mahfud MD

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Politik kepegawaian di Indonesia yang masih menjadikan ijazah sebagai tolak ukur kapabilitas dan kredibilitas seseorang turut berperan merusak iklim akademis di perguruan tinggi. Hal ini karena Ijazah hanya dijadikan alat untuk meningkatkan posisi jabatan seseorang di sebuah instansi.

"Ijazah untuk mendapatkan jabatan telah merusak dunia akademis kita," ujar Mahfud MD.

Saat ini banyak sekali lembaga akademisi setingkat universitas yang menjadikan ijazah sebagai proyek bisnis. Ijazah seringkali didapat tanpa mekanisme akademik yang semestinya. "Banyak sekali lembaga pendidikan yang hanya bisa mengeluarkan ijazah tanpa bisa mempertanggung-jawabkannya secara moral dan akademis," ujar Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Menurut Mahfud, pertanggungjawaban gelar akademis melalui ujian terbuka merupakan tradisi yang baik dan patut dipertahankan. Hal ini karena ujian terbuka bisa membuktikan seberapa dalam pemahaman seorang calon peraih gelar dalam menguasai permasalahan di bidang akademis yang dipilih.


Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: M Akbar Widjaya


Jelang Tahun Baru, Polisi Akan Rekayasa Jalur di Kota Bandung

Jumat, 30/12/2011 - 20:23


POLRESTABES BANDUNG/"PRLM"


BANDUNG,(PRLM).- Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung ketika malam pergantian tahun, akan dilakukan langkah rekayasa jalan pada Sabtu (31/12). Nantinya, akan diberlakukan sistem buka tutup jalan, dan pengalihan arus lalu lintas.

“Akan ada sistem buka tutup jalan pada jalan yang rawan kemacetan pada malam tahun baru nanti,” ucap Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Kemas Ahmad Yamin, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (30/12).

Untuk sistem buka tutup, menurut Yamin, akan dilakukan selama 30 hingga 60 menit, melihat situasi kepadatan. Yaitu seperti di Jalan Sukajadi-Jalan Eyckman hingga Jalan Sukajadi-Jalan Sindang Sirna (Flamboyant).

Kemudian jika terjadi kepadatan seperti di sepanjang Jalan Merdeka (BIP), maka akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Untuk kendaraan yang dari arah Jalan Cihampelas-Jalan Wastukencana, akan dialihkan mulai dari Jalan Wastukencana-Sister City, dan mulai dari Jalan Pajajaran-Jalan Cicendo.

Untuk di Jalan Dago mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka-Jalan Aceh, seluruh kendaraan dilarang parkir. Kemudian, ditempatkan personil di setiap persimpangan. Yakni, tidak hanya melibatkan personil Polrestabes Bandung, tetapi Dalmas, dan Brimob.

Tidak hanya di pusat kota. Pengalihan pun akan dilakukan ketika terjadi kepadatan dari arah Kota Bandung menuju Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Nantinya, arus lalu lintas dari arah utara atau Lembang, akan dibelokan ke kanan, yaitu Jalan Kolonel Masturi.

Sedangkan arus lalu lintas dari Jalan Sersan Bajuri atau Kampung Gajah yang akan menuju Ledeng, itu dibelokkan ke Pondok Hijau kemudian mengambil Jalan Geger Kalong, Jalan Surya Sumantri dan Jalan DR Djundjunan (Pasteur).

“Nantinya pun kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Seperti di Jembatan layang Pasupati, kemudian Jalan IR H Djuanda (Dago) mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka. Lalu di sepanjang Jalan Asia Afrika atau alun-alun, dan sepanjang Jalan Diponegoro (Gasibu).

Dalam kesempatan itu, Yamin pun melarang masyarakat untuk membawa delman atau sado masuk ke Kota Bandung. Hal itu, melihat dari kejadian tahun sebelumnya. "Kami akan melarang sado atau delman masuk ke dalam Kota Bandung. Dan, kami pun akan melakukan penyekatan agar itu tidak terjadi,” jelasnya.

Penyekatan agar delman tidak masuk, akan dilakukan di Jalan Mochamad Toha - Mochamad Ramdan (Patung Ikan-red.), lalu Jalan Buah Batu - Jalan Pelajar Pejuang 45, dan Jalan Kopo - Jalan Lingkar Selatan. (A-195/A-89)***

Jumat, 30 Desember 2011

Inilah Nama Peraih Penghargaan Kebudayaan Jawa Barat

Didit Putra Erlangga Rahardjo | Pepih Nugraha | Jumat, 30 Desember 2011 | 14:36 WIB


Kompas.com/Wardah Fajri
Ilustrasi: Angklung


BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat rencananya menganugerahkan 20 penghargaan kesenian kepada pelaku seni hingga kritikus bersamaan dengan acara menghabiskan tahun baru di depan Gedung Merdeka, Sabtu (31/12) malam. Sehari sebelum acara, pihak penyelenggara akhirnya mengungkapkan nama-nama seniman yang menerimanya.

Menurut rilis yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, nama penerima penghargaan disusun oleh tim yang juga dipimpin oleh seniman kawakan Jabar, Gugum Gumbira.

Inilah daftar nama penerima itu: 1. Alm Abah Us Us, pelawak asal Kabupaten Bogor, 2. Alm. Endang Koncar Dipaguna, pelestari Tari Wayang, asal Kabupaten Garut, 3. Alm. Sanento Yuliman, Kritikus, asal Kota Bandung, 4. Alm. Kacrit, pelestari Teater Rakyat, asal Kabupaten Bekasi, 5. Etty RS, sastrawan, asal Kota Bandung, 6. Eka Gandara WK, Aktor, asal Kota Bandung, 7. Lingkung Seni "Ketuk Tilu", Pelestari Ketuk Tilu, asal Kota Bandung, 8. A. Syubhanudin Alwy, Budayawan, asal Kota Cirebon, 9. Abdullah Mustappa, Sastrawan, asal Kota Bandung, 10. Sanggar Seni "Dewi Supraba", Seni Sintren, asal Kabupaten Kuningan, 11. Uko Hendarto, Pencipta Lagu, asal Kabupaten Bandung, 12. Ki Anong Naeni, Pengrajin Gitar 17 Nada, asal Kabupaten Bandung Barat, 13. Komunitas Under Ground (Komunitas Seni Musik) asal Kota Bandung, 14. Sanggar Waditra Abah Omo, Pengrajin Gamelan, asal Kota Cimahi, 15. Ki Dede Amung Sutarya, dalang, asal Kota Bandung, 16. Hotel Salak, Badan Usaha, asal Kota Bogor, 17. Sabda Alam Hotel Cipanas, Badan Usaha, asal Kabupaten Garut, 18. Cipaganti Travel, Badan Usaha, asal Kota Bandung, 19. H. Herman Muchtar, Pengurus PHRI Jabar, asal Kota Bandung, 20. Ir. Suwarno, Pengurus PUTRI, asal Kota Bandung.

Penghargaan ini akan diserahkan gubernur dalam acara malam Kilas Balik 2011 di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (31/12/2011) pukul 23.00 WIB. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ir. H. Herdiwan, pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi kepada seluruh elemen seni dan budaya di Indonesia agar terus berkarya.

Kamis, 29 Desember 2011

Situs Raja Brawijaya ditemukan di Malang

Senin, 26 Desember 2011 19:55 WIB | 2216 Views


Situs purbakala serupa di di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karang, Jawa Barat, inilah yang ditemukan di Malang. Situs arkeologi di Malang, Jawa Timur, itu diduga menjadi salah satu situs penting peninggalan Raja Brawijaya. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)



Malang (ANTARA News) - Situs yang diduga peninggalan Raja Brawijaya pada masa Kerajaan Majapahit ditemukan warga di Dusun Sumberayu, Desa Pamotan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Koordinator Purbakala wilayah Malang Raya dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Hariyoto, Senin mengatakan, situs itu ditemukan warga pada Jumat (23/12), namun baru dilaporkan pada hari ini, sehingga pihaknya langsung meninjau lokasi penemuan.

"Sesuai penelusuran kita, dugaan sementara situs ini merupakan tempat semedi Patih Nambi di era Raja Brawijaya Kerajaan Majapahit, sebab prajurit Majapahit saat perjalanan pulang di wilayah Lumajang membuatkan tempat semedi untuk Patih Nambi," kata Hariyoto kepada wartawan.

Ia mengatakan, posisi penemuan situ berada di atas lahan ditanami ubi milik warga desa, dengan panjang situs 8 x 8 meter, dengan ukuran batu bata panjangnya 40 centimeter, tinggi 40 centimeter serta lebar 25 centimeter.

"Kondisi sebagian batu bata sudah rusak, karena terkena pacul warga yang sedang membuka lahan untuk bertani," paparnya.

Hariyoto mengaku pihaknya terus mendalami penemuan situs itu dengan menerjunkan tim arkeolog untuk menggalinya, sebab dengan upaya penggalian akan diketahui secara pasti sejarah situs yang baru ditemukan itu.

"Situs ini, mungkin juga berkaitan dengan situs yang telah ada sebelumnya di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang, seperti Candi Jawar," ujarnya.

Hariyoto menjelaskan, Candi Jawar merupakan salah satu jejak peninggalan Patih Nambi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, sehingga penemuan situs baru tersebut dimungkinkan ada kaitannya dengan Candi Jawar karena lokasinya yang tidak seberapa jauh.

Menanggapi penemuan situs, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Ratna Nurhayati mengaku belum mendapatkan laporan terkait temuan itu.

Meski demkikan, pihaknya mendukung jika situs tersebut dijadikan salah satu benda purbakala atau cagar budaya purbakala yang dilindungi.

"Hingga hari ini belum ada laporan yang masuk, namun apabila penemuan situs itu dijadikan cagar budaya untuk dilindungi maka saya akan mendukungnya," katanya. (ANT-162)

Editor: Suryanto



COPYRIGHT © 2011

Wi-Fi, Si Rakus Pemakan Energi Baterai

Oleh Gembira Putra Agam | Digital Life


Ghiboo.com


Setelah menyalakan gadget untuk menangkap sinyal wi-fi di ruang publik, tak lama kemudian Anda malah mengeluh karena perangkat yang Anda gunakan memberikan tanda bahwa baterai di dalamnya berkurang dalam jumlah yang besar. Padahal gadget yang Anda pakai digadang sebagai perangkat dengan teknologi terbaru, juga pernah diulas dengan hasil positif oleh para ahli teknologi.

Tidak ada yang salah dengan gadget yang Anda miliki, karena kenyataannya untuk menangkap sinyal wi-fi memang membutuhkan banyak energi bagi perangkat penangkapnya, sebut saja ponsel cerdas, laptop, dan tablet.

Kanal Wireless/Networking di About menjelaskan mengapa wi-fi begitu kuat menarik energi perangkat yang Anda gunakan. Kekuatan sinyal wi-fi diberi satuan decibel millwatts (dBm) saat mengirimkan data ke perangkat yang berfungsi sebagai penerima. Jaringan wi-fi dengan dBm yang tinggi cenderung memiliki cakupan sinyal yang luas. Konsekuensinya, hal ini membutuhkan lebih banyak energi ketimbang wi-fi dengan dBm yang rendah.

Teknologi wi-fi jaman dulu berbeda dengan yang kita gunakan sekarang. Dahulu wi-fi membutuhkan energi baterai penangkap lebih banyak karena bergantung dari volume lalu lintas data yang terjadi saat itu pula, di radio yang sama.

Sementara teknologi wi-fi jaman sekarang sudah ditanam WMM Power Save yang menjamin proses menerima sinyal untuk perangkat-perangkat kecil seperti ponsel, PDA, dan gadget lainnya dapat secara maksimal bekerja tanpa menghabiskan isi baterai perangkat Anda lebih cepat. Sayangnya efektivitas WMM Power Save hanya menghemat sampai 15% saja.

Karena itu, selain faktor teknologi wi-fi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seberapa besar energi baterai yang tertelan saat perangkatnya menyala. Tipe baterai yang Anda gunakan adalah salah satunya. Dewasa ini banyak ponsel cerdas dengan kapasitas baterai besar, sehingga siap untuk mengeksekusi beberapa aksi yang terbilang berat bagi energi ponsel, seperti menyalakan fitur wi-fi.

Menyala atau tidaknya fitur penangkap sinyal wi-fi juga sangat mempengaruhi kondisi baterai. Kanal Geek di Reddit mencatat bahwa mematikan penangkap sinyal wi-fi sangat efektif untuk menghemat baterai. Mulai besok, nyalakan fitur penangkap sinyal wi-fi pada ponsel cerdas hanya pada saat perlu kalau Anda masih ingin melakukan banyak aktivitas di luar berinternet.

Pinogu, Surga yang Terpencil

Daerah Terpencil (1)

Aris Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Kamis, 29 Desember 2011 | 09:47 WIB



Kompas/Aris Prasetyo
Sebagian kecil rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menembus hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, menuju Pinogu, Jumat (23/12/2011). Pinogu adalah sebuah kecamatan di Bone Bolango yang berada di pedalaman.



GORONTALO, KOMPAS.com -- Pinogu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang terdiri dari empat desa, Pinogu, Bangiyo, Pinogu Permai, dan Dataran Hijau. Desa berpenduduk 2.040 jiwa ini berada di pedalaman hutan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Semua tanaman pertanian dan perkebunan di tanah Pinogu tumbuh subur, tapi sayang tidak bisa dijual ke luar.

Letak Pinogu sebenarnya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 30 kilometer dari Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju Pinogu. Ada tiga cara menuju Pinogu, yakni lewat udara dengan helikopter, berjalan kaki menembus hutan dan melewati lereng gunung, atau naik ojek dengan ongkos sekali jalan Rp 500.000. Bagi kebanyakan warga Pinogu, keluar dan kembali ke desa mereka hanya mungkin dilakukan dengan berjalan kaki.

Perlu fisik prima dan mental baja untuk berjalan kaki menuju Pinogu. Bagi yang belum terbiasa, perlu waktu 9-10 jam berjalan kaki ke Pinogu. Menembus hutan, menyeberangi anak sungai dan Sungai Bone, mendaki dan menyusuri lereng bukit, serta siap-siap digigit lintah di sepanjang perjalanan.

Akhir pekan lalu, Kompas berkesempatan berkunjung ke Pinogu berjalan kaki bersama sekitar 90-an pegawai dari berbagai dinas di Pemerintahan Kabupaten Bone Bolango. Berjalan kaki sejak Jumat (23/12/2011) pukul 07.45 Wita, tiba di Pinogu pada pukul 17.30. Sebagian anggota rombongan ada yang tiba pukul 21.00 dan bahkan ada yang tiba keesokan hari.

Setelah tiba di Pinogu, kentara sekali jika daerah tersebut amat subur dan serba hijau. Di sana-sini berbagai jenis tanaman perkebunan tumbuh segar, seperti kopi, kakao, kemiri, durian, jagung, serta hamparan sawah yang sebagian baru mulai ditanam.

"Semua jenis tanaman di Pinogu tidak menggunakan pupuk sama sekali sebab tanahnya sangat subur. Beras kami adalah beras organik. Sayangnya, kebanyakan hasil panen di sini tidak bisa dijual ke luar karena tingginya biaya angkut," ungkap Kepala Desa Pinogu Harun Maini.

***


Tarif Ojek Seharga Tiket Pesawat
Daerah Terpencil (2)

Aris Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Kamis, 29 Desember 2011 | 10:02 WIB



Kompas/Aris Prasetyo
Tukang ojek yang mengantar penumpang menuju Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, harus bersusah-payah menaklukkan medan yang berat, Minggu (25/12/2011). Dari desa terluar, yakni Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, memerlukan waktu hingga 10 jam menggunakan sepeda motor. Ongkos ojek mencapai Rp 500.000 sekali antar.



GORONTALO, KOMPAS.com -- Bisa jadi ongkos ojek ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, adalah ongkos ojek termahal. Betapa tidak, dengan jarak sekitar 40 kilometer dari Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju Pinogu, ongkosnya Rp 500.000 sekali jalan. Tarifnya sudah menyamai harga tiket pesawat dari Gorontalo ke Makassar (Sulawesi Selatan).

Sebenarnya, ada cara lain selain naik ojek menuju Pinogu, yaitu berjalan kaki. Jarak yang ditempuh juga lebih pendek 10 kilometer ketimbang jalur yang dilewati ojek. Hanya saja, berjalan kaki memerlukan ketahanan fisik yang prima serta mental yang kuat. Selain warga Pinogu yang hanya perlu 6 atau 7 jam saja, kebanyakan orang memerlukan waktu 9 hingga 10 jam berjalan kaki menuju Pinogu, termasuk Kompas yang berkunjung ke sana akhir pekan lalu.

"Jika musim hujan begini, ongkos ojek memang mahal. Sebab, kondisi jalan rusak berat penuh lumpur. Kalau musim kemarau, biasanya lebih murah, yaitu Rp 300.000 untuk sekali jalan," tutur Tamin (30), salah satu petani di Pinogu yang berprofesi sampingan sebagai tukang ojek.

Tingginya ongkos ojek di Pinogu saat musim hujan seperti sekarang turut mendongkrak harga bensin eceran. Seliter bensin di Pinogu saat ini seharga Rp 15.000. Untuk sekali jalan, ojek di Pinogu membawa jeriken berisi bensin lima liter. Artinya, mereka menghabiskan sembilan liter bensin seharga Rp 135.000. Harga bensin eceran di Desa Tulabulo adalah Rp 7.000 per liter.

Jadi, pulang pergi dari Pinogu sudah habis ongkos hampir Rp 200.000 hanya untuk bahan bakar. "Itu belum termasuk risiko rantai sepeda motor putus atau ban pecah di jalan. Hal-hal seperti itu biasa kami alami saat mengantar penumpang," ungkap Tamin.

Perlengkapan tukang ojek Pinogu memang serba ada. Selain kunci untuk membuka mur atau baut, mereka juga membawa pompa angin termasuk ban dalam sebagai cadangan jika sewaktu-waktu bocor.

"Warga di Pinogu sangat jarang naik ojek. Biasanya mereka berjalan kaki saat keluar atau kembali ke Pinogu. Umumnya, yang naik ojek adalah para tamu pejabat saja dan itu pun jarang-jarang," kata Tamin.

Waktu tempuh naik ojek dengan berjalan kaki dari dan menuju Pinogu sama saja dengan berjalan kaki, yakni sekitar 9 hingga 10 jam. Jika di musim kemarau, menuju Pinogu bisa memerlukan waktu sampai 6 jam saja dengan ojek.


Jong Un Pemimpin Utama Tertinggi Korut

Wisnu Dewabrata | Pepih Nugraha | Kamis, 29 Desember 2011 | 11:00 WIB



AFP PHOTO / KCNA VIA KNS
Kim Jong Un.


PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mendeklarasikan putra bungsu mendiang diktator komunis Kim Jong Il, yang juga sang putra mahkota pewaris "tahta" kekuasaan di negeri serba misteri itu, Kim Jong Un, Kamis (29/12/2011), sebagai pemimpin "utama" tertinggi.

Pengumuman itu dilakukan bersamaan dengan prosesi pemakaman Jong Il dan disampaikan oleh ketua panitia pelaksanaan pemakaman, Kim Yong Nam, ke kerumunan massa peserta upacara. Yong Nam juga memuji Jong Il sebagai orang yang berkontribusi pada "perdamaian dan stabilitas global abad XXI".

"Yang terhormat kamerad Kim Jong Un adalah pemimpin utama partai dan juga militer, yang mewarisi semangat, kepemimpinan, kepribadian, moralitas, dan ketabahan Kim jong Il," seru Yong Nam dari podium seperti diwartakan kantor berita Korut (KCNA).

Lebih lanjut tambah Yong Nam, Korut akan mengubah kesedihan menjadi kekuatan dan semangat 1.000 kali lipat di bawah kepemimpinan Jong Un dan akan berbaris melanjutkan semangat dan ajaran Songun (kemandirian) seperti diajarkan pemimpin besar Jong Il. Kebijakan Songun dan mengutamakan militer diterapkan Jong Il kepada 1,2 juta tentaranya ketimbang mendahulukan kesejahteraan sekitar 25 juta rakyatnya yang kebanyakan kelaparan dan melarat.

"Jantung kamerad Jong Il memang telah berhenti berdetak... sungguh suatu kehilangan besar yang tak terduga sebelumnya. Kehilangan sangat besar bagi partai dan revolusi kita," ujar Yong Nam dengan nada suara sangat emosional ke arah massa.
Sumber : AFP