Minggu, 29 Juli 2012

Penerbang Lakukan Napak Tilas Serangan ke Tangsi Belanda





PENTAK ADICUTJIPTO/"PRLM"
PESAWAT T-33 Charli yang digunakan napak tilas Siswa Sekolah penerbang TNI AU (Sekbangau) dan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) akan take off di Lanud Adi Sutjipto, Minggu (29/7).*
 
 
YOGYAKARTA, (PRLM).- Untuk mengenang peristiwa heroiknya para pendahulu TNI Angkatan Udara, yaitu peristiwa pengeboman tangsi-tangsi militer Belanda yang berada di Kota Salatiga, Semarang dan Ambarawa tepatnya 65 tahun lalu oleh Kadet Penerbang AURI, Siswa Sekolah penerbang TNI AU (Sekbangau) dan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) mengadakan napak tilas peristiwa tersebut di Lanud Adi Sutjipto, Minggu (29/7).

Pesawat yang mereka gunakan dalam pengeboman tangsi Belanda adalah pesawat-pesawat peninggalan Jepang yang sudah rusak dan di perbaiki seadanya oleh para tehnisi AURI di antaranya pesawat Guntei dan Cureng.

Dengan semangat dan keberaniannya para siswa penerbang AURI tersebut, Suharnoko Harbani didampingi gunner-nya menggunakan pesawat Cureng mengebom tangsi Belanda yang berada di Ambarawa, Sutarjo Sigit dan Sutardjo mengebom Salatiga menggunakan pesawat Cureng, sedangkan Mulyono dan Durachman denga pesawat Guntei mengebom Semarang. Walaupun bom-bom yang mereka bawa hanya dipangku dan dijatuhkan dilemparkan dengan tangan secara manual.

Peristiwa pengeboman di pagi buta dimana masih sebagian orang-orang masih terlelap tidur, sangat menggetarkan pihak militer Belanda pada waktu itu, sehingga siang harinya pihak Belanda melakukan patroli udara hingga ke wilayah Yogyakarta dan berpapasan dengan sebuah pesawat Dakota VT-CLA yang disewa pemerintah RI untuk mengangkut obat-obatan dari Malaya, dan pesawat Dakota tersebut ditembak oleh pesawat Kitty Hawk Belanda dan jatuh di Desa Ngoto.

Tertembak jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang dipiloti oleh penerbang berkebangsaan Australia tersebut mengakibatkan beberapa penumpangnya tewas. Di antaranya Abdurachman Saleh, Adi Sutjipto dan Adi Soemarmo, dan ketiganya saat ini menjadi nama Pangkalan TNI AU. Dari peristiwa tersebut, setiap tanggal 29 juli di peringati Hari Bakti TNI Angkatan Udara sebagai bentuk penghargaan dan penghargaan atas jasa-jasanya para pahlawan dirgantara.(A-147)***
 

Tsunami Tertua di Nusantara yang Tercatat

KESAKSIAN RUMPHIUS

  Sabtu, 28 Juli 2012 | 17:53 WIB
  
 
 
 
Oleh Prasetyo Eko P/Ahmad Arif

Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Tak lama kemudian air laut datang dengan suara bergemuruh. 

Demikian penggalan catatan naturalis Georg Everhard Rumphius tentang gempa dahsyat disusul tsunami yang melanda Pulau Ambon dan Seram pada 17 Februari 1674. Catatan itu dibuat Rumphius pada 1675 dan jadi satu-satunya naskah yang diterbitkannya semasa hidup.

Kastel Victoria di Leitimor itu kini ada dalam kompleks Benteng Victoria, Ambon. Lokasi benteng ini persis di seberang Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Saat ini benteng itu dijadikan kompleks perkantoran dan perumahan Komando Daerah Militer XVI/Pattimura.

Catatan Rumphius itu sejauh ini merupakan dokumentasi lengkap tertua yang dibuat tentang gempa dan air laut naik (istilah tsunami belum dikenal saat itu) di Nusantara. Sebelumnya, bahkan hingga ratusan tahun kemudian, kisah tsunami di Nusantara lebih kerap disebutkan dalam cerita lisan.

Awalnya, naskah ini disimpan di Perpustakaan Kerajaan Belanda di Den Haag dalam kategori anonim. Baru pada tahun 1871 ditetapkan bahwa laporan itu dibuat Rumphius. Pada tahun 1998, catatan itu diterbitkan kembali atas transkripsi W Buijze.

MJ Sirks PhD, profesor genetika dari Universitas Groningen dalam tulisan Rumphius, the Blind Seer of Amboina menyatakan, Rumphius begitu terikat dengan Ambon karena selama hampir 50 tahun dia tinggal di sana dan mengalami tragedi sekaligus kebahagiaan dalam pekerjaannya.

Penyaksi buta
Kisah perjalanan Rumphius memang penuh tragedi. Dia menghabiskan masa mudanya di Hanau, Jerman, tempat ayahnya, August Rumpf, menjadi arsitek terkenal. Namun, itu tidak menghalangi ketertarikan Rumphius untuk menjadi petualang. Ia berharap untuk melihat dunia yang lebih besar dari Hanau.

Rumphius pun meminta gurunya, Count Ludwig von Solms Grifenstein-Braunfels, untuk didaftarkan sebagai tentara Republik Venesia.

Namun, setelah naik ke kapal di Holland, bagian barat Belanda, ia sadar telah ditipu. Rumphius ternyata justru dimasukkan menjadi tentara West Indies Company (WIC). Awalnya dia memang akan dikirim sebagai prajurit ke Venesia, namun kapal itu mengubah haluan dan membawa para prajurit itu ke Brasil.

Di tengah jalan, kapal Swarte Raef, yang membawa Rumphius, diserang kapal Portugis. Rumphius kemudian dibawa ke Portugis. Di sana ia dan teman- teman prajuritnya dilatih untuk menjadi tentara Portugis.

Periode ini menjadi titik balik kehidupan Rumphius. Di Portugis, keinginan bertualangnya tersalurkan ke arah lain. Ia mendengar begitu banyak cerita luar biasa tentang dunia timur, dunia tumbuhan yang aneh, dan hewan-hewan asing yang juga aneh. Semua itu membuat keinginan Rumphius untuk menjelajah kian besar.

Setelah meninggalkan Portugis pada 1648 atau 1649, Rumphius kembali ke Hanau. Pada akhir 1652, ia mendaftarkan diri sebagai tentara East Indies Company (EIC). Pada Juni 1653, dia pun mendarat di Batavia dan pada 8 November ia pergi ke Pulau Ambon.

Menjadi tentara ternyata tidak memuaskannya. Gubernur Ambon saat itu, Jacob Hustaerdt, kemudian memberinya tugas sipil. Pada 1662 Rumphius resmi menjadi menjadi pegawai perdagangan di perusahaan EIC.

Pada saat itu juga Rumphius mulai mempelajari hewan dan tumbuhan di Ambon secara sistematis. Selama bertahun-tahun ia mendedikasikan waktu luangnya untuk belajar dan menulis tentang flora dan fauna Ambon.

Rumphius kemudian menjadi pimpinan di Hitu, sebuah daerah di pesisir utara Jazirah Leihitu di bagian utara Pulau Ambon. Di sana ia tinggal bersama keluarganya. Setelah dibebastugaskan dari perusahaan, Rumphius menemukan kebahagiaan dengan meneliti alam.

Namun, pada tahun 1770 Rumphius mengalami tragedi tragis. Dia kehilangan penglihatannya, tanpa ada penjelasan penyebabnya. Kebutaan yang dialami tidak menghalanginya untuk melanjutkan penelitiannya tentang flora dan fauna Ambon.

Dalam ilmu alam, Rumphius menghasilkan tiga kerja besar: Amboinsch Kruidboek, Amboinsch Rariteitkamer, dan Amboinsch Dierboek.

Kruidboek atau ”Herbarium Amboinense” dipandang sebagai karya terbesar Rumphius. ”Di antara tulisan-tulisan itu ada tulisan Rumphius lain yang kurang penting. Akibatnya, Tuan-tuan yang Mulia, ia tidak terlalu merekomendasikannya. Ada yang Amboinsche-Rariteitkamer, yang terdiri dari tiga buku, dan masih ada buku lain, Land-, Lugt-en Zeegedierten dari kepulauan ini...” (dari surat Gubernur Ambon ke Gubernur Jenderal di Batavia pada 20 Mei 1697).

Pada 1679 dan 1680, Gubernur Ambon memberikan asisten yang bernama Daniel Crul untuk membantu kerja Rumphius. Anak Rumphius, Paulus Augustus, juga membantu, setidaknya dari 1686. Rumphius menghasilkan banyak sekali karya sehingga Gubernur Ambon Dirck de Haes menulis, ”Pekerjaan sepertinya telah selesai, dan saat ini ada 1.720 bab termasuk 12 buku.”

Namun, tragedi rupanya tidak menjauh dari Rumphius. Dalam kebakaran besar di Ambon, pada 11 Januari 1670, buku, koleksi, dan manuskrip Rumphius turut hancur. Untungnya sebagian buku utama bisa diselamatkan, namun gambar-gambar yang dibuat Rumphius sebelum tahun 1670 turut dimakan api.

Tragedi terbesar
Bagi Rumphius, tragedi terbesar yang dialaminya terjadi pada 1674, ketika gempa dan gelora tsunami melanda. Bukan hanya karena petaka itu menewaskan 2.322 orang di Pulau Ambon dan Seram, tetapi juga menewaskan istri Rumphius dan salah satu anak perempuannya.

Hila, di dekat Hitu, disebut Rumphius sebagai daerah yang paling menderita. ”Begitu gempa mulai menggoyang, seluruh garnisun, kecuali beberapa orang yang terperangkap di atas (benteng), mundur ke lapangan di bawah benteng, menyangka mereka akan lebih aman. Akan tetapi, sayang sekali tidak seorang pun menduga bahwa air akan naik tiba-tiba ke beranda benteng (Amsterdam),” tulis Rumphius.

Air itu sedemikian tinggi hingga melampaui atap rumah dan menyapu bersih desa. Batuan koral terdampar jauh dari pantai. Sebanyak 1.461 orang tewas di Hila.

Sedangkan di Hitu, menurut Rumphius, air laut naik hingga setinggi 3 meter dan menyeret rumah-rumah kompeni. Sedikitnya 36 orang tewas.

Dengan rinci Rumphius mengisahkan kondisi desa-desa di Ambon dan Seram yang hancur akibat peristiwa itu. Sedikitnya ada 11 desa yang dideskripsikan Rumphius.

Desa-desa itu terentang di sepanjang pesisir utara Jazirah Leihitu, mulai dari Larike di ujung barat hingga Tial di ujung timur. Di Pulau Seram yang tercatat adalah tempat-tempat di daerah Huamual, seperti Tanjung Sial dan Luhu. Catatan lain juga berasal dari Oma di selatan Pulau Haruku dan Pulau Nusa Laut.

Dalam khazanah mitigasi bencana, catatan Rumphius ini merupakan warisan penting karena memberi kesaksian bahwa Nusantara memiliki riwayat gempa dan tsunami yang sangat panjang. Jauh sebelum tsunami dahsyat melanda Aceh pada 26 Desember 2004, Rumphius telah menuliskan tentang bencana sejenis di bagian timur Nusantara.

Sayangnya, catatan rinci Rumphius itu tak banyak diketahui masyarakat Ambon dan Seram. Nama Rumphius bahkan tidak begitu dikenal.

”Tidak banyak yang tahu tsunami yang katanya dicatat Rumphius. Kalau gempa di sini memang sering terasa, tapi masyarakat tidak lari ke bukit, malah diam di tempat,” kata Damri Lating (49), warga Hila.
Hal senada diungkapkan Said Lumaela (52), warga Kaitetu, desa yang bersebelahan dengan Hila. ”Pernah dengar tentang Rumphius, tetapi tidak tahu itu soal apa,” katanya.
(M Zaid Wahyudi/A Ponco Anggoro)
 
Sumber :Kompas Cetak
Editor :Jodhi Yudono
 

Minggu, 22 Juli 2012

Mengapa Sandal Jepit Harus Rutin Dicuci?

Penulis : Felicitas Harmandini | Sabtu, 21 Juli 2012 | 22:15 WIB



Setelah sehari-hari sandal jepit dipakai berjalan di luar rumah, Anda bisa membayangkan apa saja yang telah menempel di sol maupun permukaannya.






KOMPAS.com - Sandal jepit mungkin sudah menjadi sahabat terdekat Anda untuk berjalan-jalan. Tetapi pernahkah terpikir untuk mencuci sandal jepit Anda? Padahal, setelah sehari-hari sandal jepit diajak "mencium" aspal, Anda bisa membayangkan apa saja yang telah menempel di sol maupun permukaannya. Dari permukaannya yang sudah mulai dekil saja Anda sudah tahu jawabannya.

"Ketika berjalan di jalanan dengan alas kaki seperti sandal jepit, kaki Anda bisa terpapar berbagai kotoran, dari kotoran manusia seperti muntahan, dahak, atau tinja binatang, yang pasti mengandung mikrobakteri, dan berbagai kotoran lain seperti makanan atau cairan yang sudah tergodok panas matahari," ujar Philip Tierno, PhD, direktur bidang mikrobiologi dan imunologi klinis di New York University Langone Medical Center, dan penulis buku  Secret Life of Germs.

Menurutnya, ada berbagai jenis kuman dan bakteri yang bisa Anda temukan di jalanan, seperti norovirus, staph aureus, beberapa tipe streptococcus, E. coli, dan jenis yang kebal dari obat-obatan seperti Pseudomonas, Klebsiella pneumonia, MRSA. “Panasnya udara musim panas bisa bertindak seperti inkubator," katanya.

Berbagai kuman dan bakteri tersebut bisa berpindah tempat ketika Anda memungut sandal jepit dan memasukkannya ke kantong kresek untuk menggantinya dengan high heels Anda. Nah, tak usah dibayangkan lagi bila kaki Anda sedang lecet atau terluka. Kuman dan bakteri pasti lebih leluasa menerobos masuk ke dalam kaki.

Saat memasukkan sandal jepit ke dalam kantong kresek, jangan lupa mencuci tangan dengan bersih setelahnya. "Karena Anda sudah terpapar sesuatu yang lebih buruk, yaitu organisme, ke tangan Anda," jelas Tierna. Ia menambahkan, 80 persen dari penyakit menular ditularkan melalui sentuhan langsung maupun tak langsung, seperti ketika Anda mencium, atau memungut sepatu yang kotor, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Paparan kuman atau bakteri ini memang tak akan membunuh Anda, tapi paling tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti keracunan makanan, diare, atau iritasi mata (bila Anda mengucek mata). Lagipula, kulit kita sebenarnya dirancang untuk melindungi diri dari terinfeksi kuman, demikian menurut Jeannette Graf, MD, profesor klinis bidang dermatologi di Mount Sinai Medical Center in Manhattan. Kapalan pada kulit, yang terbentuk akibat lapisan kulit mati, justru menjadi pertahanan tubuh terdepan.

“Kulit kita membentuk peptida antimikroba yang melawan bakteri dan virus, serta banyak patogen yang berbeda," tutur Graf.

Bersihkan secara rutin
Tak sulit sebenarnya bila Anda ingin mencegah terjadinya kontaminasi bakteri ini. Cucilah sandal jepit secara rutin. Masukkan semua koleksi sandal jepit Anda ke dalam ember yang sudah diisi air dingin atau hangat, lalu tambahkan sedikit deterjen. Rendam selama sekitar satu jam, lalu aduk-aduk sandal menggunakan tongkat seolah sedang menggilingnya di dalam mesin cuci.

Jika hasilnya tak cukup bersih, mau tak mau Anda memang harus menyikatnya. Gunakan sikat gigi bekas dan sabun cuci piring atau dengan sedikit baking soda.


Sumber: YouBeauty
Editor :
Dini

Sabtu, 21 Juli 2012

"Hard Disk" Super Bisa Tahan hingga 10 Juta Tahun

Penulis: Oik Yusuf | Sabtu, 21 Juli 2012 | 12:16 WIB

 neowin.net


KOMPAS.com Sebuah hard disk berkualitas bagus bisa bertahan selama beberapa tahun. Akan tetapi, pada akhirnya medium penyimpanan data mekanik ini akan mengalami kerusakan yang berpotensi menghancurkan semua data di dalamnya.

Perkiraan masa hidup hard disk (mean time between failure/MTBF atau waktu jeda sebelum kerusakan) sudah ditetapkan semenjak keluar dari pabrik, biasanya dalam hitungan ratusan ribu jam.

Lalu, bagaimana agar data yang disimpan dalam hard disk tetap awet dalam jangka waktu lama? Nah, tim riset dari dinas pengendalian limbah nuklir Perancis ANDRA telah membuat prototype sebuah hard disk yang masa hidupnya sangat panjang, mencapai 10 juta tahun.

Tujuan diciptakannya hard disk super awet itu adalah memberi informasi kepada orang-orang di masa depan yang kebetulan menemukan lokasi pembuangan limbah nuklir ANDRA. Isi informasinya lebih kurang menjelaskan perihal limbah nuklir yang terkubur di lokasi tersebut dan cara penanganan yang benar.

Hard disk super ini terbuat dari safir dan informasi di dalamnya direkam lewat pahatan platinum. Piringan penyimpan data berjumlah dua buah, masing-masing berdiameter 20 cm. Ongkos pembuatannya mencapai 25.000 dollar AS atau sekitar Rp 236 juta. Perkiraan umur hard disk itu diperoleh melalui simulasi penuaan dengan merendamnya di cairan asam keras.

Selain jenis material, perbedaan hard disk super ini dengan hard disk biasa mencakup metode perakaman datanya. Hard disk biasa merekam data digital dalam pola magnetik, sementara hard disk bikinan ANDRA menyimpan data dalam bentuk pahatan gambar berukuran sangat kecil.

Satu piringan bisa menampung sekitar 40.000 gambar. Orang-orang di masa depan nantinya tak akan butuh komputer untuk membaca data di dalamnya. Yang diperlukan hanyalah sebuah mikroskop.

Biarpun telah membuat hard disk yang sangat awet, masih ada satu masalah yang harus dipecahkan oleh para peneliti ANDRA sebelum memajangnya di tempat pembuatan limbah nuklir. "Kami belum tahu informasinya harus ditulis dalam bahasa apa," ujar Patrick Charton dari ANDRA.

Persoalan yang satu ini memang agak pelik karena bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi pasti akan banyak berubah dalam waktu jutaan tahun. Sementara informasi dalam hard disk tersebut harus bisa dimengerti oleh siapa pun yang menemukannya di masa depan, itu pun kalau masih berwujud manusia.
Sumber :Neowin
Editor :Wicaksono Surya Hidayat


Istana Bogor, Bukan Sekadar Istana


Sabtu, 21 Juli 2012 | 08:05 WIB
 
  KOMPAS/ANTONY LEE 
Ilustrasi.
 
 KOMPAS.com - Istana Bogor bukanlah sekadar istana yang umumnya kita jumpai atau saksikan di media-media. Memang semua istana memiliki keunikannya masing-masing, tapi Istana Bogor memiliki keunikan yang jarang Anda jumpai. Istana Bogor merupakan salah satu dari dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang menampilkan sebuah lukisan hidup dari ratusan ekor rusa tutul yang bermain di sekitar istana, sungguh indah dan memesona. Bukan saja memiliki fauna yang menarik tapi juga sarat akan nilai historis dan budayanya.

  KOMPAS/ANTONY LEE 
Ratusan siswa sekolah dan masyarakat umum mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (15/5/2012). Mereka diajak mengenal seluk beluk dan sejarah istana peninggalan masa kolonial tersebut dalam kegiatan Istana Open yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-530 Bogor, pada 14-16 Mei, dan 19-20 Mei.


Istana yang dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran" ini merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris. Suasananya yang damai dan asri telah menarik perhatian seorang Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dimana pada tahun 1744 membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Karena istana ini diperuntukan bagi Gubernur Inggris maka arsitekturnya mengikuti Blehheim Palace di Inggris. Sama halnya dengan manusia, Istana Bogor juga mengalami perubahan. Gempa yang terjadi pada tahun 1834 telah mengguncangkan bagunan istana dan akhirnya bangunan lama sisa gempa dirubuhkan dan dibangun kembali dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.

Pada tahun 1950, istana ini dikuasai oleh pemerintah Indonesia dan menjadi Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968, Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas persetujuan dari Presiden Soeharto.

Mulai saat itu, puluhan ribu wisatawan, baik nusantara dan manacanegara datang bergantian setiap tahunya untuk menjenguk keindahan Istana Bogor. Bahkan keindahan istana ini pernah dinikmati oleh mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush dalam kunjungan singkatnya.

Luas istana ini sekitar 1,5 hektar yang terdiri dari bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara. Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing. Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung.

 KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT 
Ilustrasi: Rusa totol di Istana Bogor
 
Pada tahun 1964 dibangun khusus bangunan yang dikenal dengan nama Dyah Bayurini sebagai ruang peristirahatan presiden dan keluarganya, bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah. Kantor pribadi Kepala Negara, Perpustakaan, Ruang makan, Ruang sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film, Ruang Garuda sebagai tempat upacara resmi, Ruang teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.
Koleksi mahakarya seni istana meliputi 450 lukisan, diantaranya karya pelukis Indonesia Basuki Abdullah, pelukis Rusia Makowski, dan Ernest Dezentjé.

Susunan lantai keramik mewah juga tersebar di Istana Bogor. Salah satu dari koleksi keramik yang paling mengesankan berasal dari Rusia, sumbangan dari Perdana Menteri Khrushchev di tahun 1960. Hadiah-hadiah kenegaraan diantaranya adalah tengkorak harimau berlapis perak, hadiah dari Perdana Menteri Thanom Kittikachorn dari Thailand pada tahun 1958.

Di Istana Bogor, Anda bisa menemukan sekitar 346 jenis pepohonan, patung-patung yang cantik, seperti Si Denok karya Trubus, yang modelnya adalah Ara, istri seorang karyawan Istana Bogor serta The Hand of God, reproduksi dari Swedia.

Editor :I Made Asdhiana

Rendang Diminati Warga Spanyol




NET/"PRLM"
OLAHAN daging khas Padang, Rendang menjadi makanan yang paling digemari warga Spanyol pada acara Pekan Gastronomi Indonesia di Madrid dan Sevilla.*
 
 LONDON, (PRLM).- Dua chef dari Indonesia Robertus Wisnu dan Koderko Prasetyo memamerkan berbagai makanan khas Indonesia pada acara Pekan Gastronomi Indonesia. Pada acara tersebut, rendang menjadi makanan yang paling digemari warga Spanyol.

Acara yang digelar di Hotel Melia Princesa, Madrid dan di Hotel Melia Los Lebreros di Sevilla itu, tidak hanya menampilkan berbagai makanan khas Indonesia. Tapi, kedua chef tersebut juga sengaja mendekor ruangannya seperti di Indonesia.

“Banyak sekali makanan yang disajikan, mulai dari rendang, sop buntut, gado-gado, iga bakar, sate, nasi goreng, es dawet, jajan pasar dan lainnya. Namun, saat itu daging khas Padang lah yang paling banyak digemari,” tutur Counsellor KBRI Madrid, Theodorus Satrio Nugroho.

“Semuanya sangat mengesankan, apalagi saat saya datang seakan berada di tanah air,” Satrio menambahkan.

Sementara itu, Pekan Gastronomi Indonesia telah berhasil menyedot perhatian warga disekitarnya. Dikabarkan acara tersebut dihadiri oleh ratusan pengunjung.

“Kurang lebih sekitar 300 orang menikmati berbagai masakan dan minuman khas Indonesia. Namun yang lebih penting, promosi melalui media massa di mana sekitar 50 media memberitakan gastronomi Indonesia baik di Madrid ataupun di Sevilla,” katanya.

Pekan gastronomi Indonesia ini merupakan kegiatan kedua kalinya. Sebelumnya pada bulan Januari lalu juga dilaksanakan kegiatan sejenis. (Net/CA-11/A-107)***
 

Kujang akan Diajukan sebagai Kekayaan Budaya Dunia ke UNESCO




RETNO HY/"PRLM"
SENJATA kujang menjadi salah satu dari 10 kekayaan seni budaya yang rencananya dalam waktu dekat akan diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
 
 
BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (Disparbud Jabar) diharapkan segera melakukan upaya untuk mendaftarkan kekayaan seni budaya tradisi Jawa Barat ke UNESCO. Senjata kujang menjadi salah satu dari 10 kekayaan seni budaya yang rencananya dalam waktu dekat akan diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Pemerintah sangat merespon setiap upaya yang dilakukan elemen masyarakat untuk menyelamatkan dan melestarikan seni budaya tradisi. Apalagi ada upaya bersama untuk mendaftarkan kekayaan seni budaya tersebut ke badan dunia (UNESCO),” ujar Staf Ahli Gubernur, Dede Maryana, dalam dialog Usulan Tim Gugus HAKI dan Bahan Usulan World Heritage Warisan Budaya Jawa Barat, Jumat (20/7) bertempat di Operation Room, kantor Disparbud Jabar.

Bahkan menurut Dede Maryana, Tim Gugus HAKI yang dibentuk Disparbud Jabar terdisi dari Prof. Yesmil Anwar, DR. Miranda Risang Ayu dan DR. Boeki Wikagoe, tidak hanya mendaftarkan kekayaan budaya tradisi ataupun masa lalu saja, tetapi juga temuan budaya pada jaman modern. “Selain Kujang, Topeng, Kendang dan juga jargon silih asah silih asih silih asuh, perlu untuk didaftarkan,” ujar Dede Maryana.

Dosen Seni Rupa ITB, Aris Kurniawan yang juga pernah meneliti kujang selama tujuh tahun, mengatakan bahwa kujang layang diajukan sebagai warisan budaya dunia. “Kujang bukan hanya dikenal sebagai perkakas ataupun senjata tapi juga simbol sebagaimana keris yang dibuat oleh empu,” ujar Aris.

Kujang dikatakan Aris, merupakan budaya luhur yang diciptakan masyarakat jaman dulu dengan proses sangat rumit dan waktu sangat lama. “Karenanya kujang sangat layang diajukan ke UNESCO sebagai kekayaan budaya dunia dari Jawa Barat,” ujar Aris.

Sementara DR. Miranda Risang Ayu, dati Tim Gugus HAKI Jabar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun dan memilih 10 budaya yang akan diajukan sebagai kekayaan budaya dunia ke UNESCO. “Tapi karena setiap daerah hanya mendapat kesempatan mengajukan satu untuk diajukan maka kita akan mengajukan kujang diantara benda budaya yang sudah di inventarisir,” ujar Miranda.

Untuk mendapatkan pengakuan UNESCOpun, menurut Miranda bukan perkara mudah. Karena senjata kujang yang akan diajukan harus bersaing dengan daerah atau provinsi lain di Indonesia dan setelah itu bersaing dengan negara lainnya. (A-87/A-108)***
 

Kuil Kuno Maya Ditemukan di Guatemala

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Jumat, 20 Juli 2012 | 18:08 WIB

 AFP 
 Edwin Roman,arkeolog dari University of Austin, bersama dekorasi dinding yang menunjukkan "Matahari Malam" dalam temuan terbaru di situs Zotz di Guatemala.  


GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Arkeolog menemukan kuil kuno Maya yang berusia 1.600 tahun yang diduga merupakan tempat pemujaan kepada Matahari. Kuil itu ditemukan di situs arkeologi El Zotz, 550 km utara Guatemala City.

"Matahari merupakan unsur penting dalam kebudayaan maya. Matahari adalah sesuatu yang terbit setiap hari, menyinari setiap sudut dan celah, seperti halnya kekuasaan raja," kata Stephen Houston, profesor Brwon University yang terlibat penelitian.

"Bangunan ini adalah salah satu yang merayakan hubungan erat antara raja dan kekuatan yang paling kuat dan dominan di semesta," imbuh Houston yang bersama rekannya telah mempelajari situs El Zotz sejak tahun 2006 lalu.

Arkeolog mengatakan, kuil yang ditemukan sengaja dibangun untuk menghormati seorang tokoh pemimpin yang dikubur di bawah Diablo Pyramid, gubernur dan pendiri dinasti El Zotz pertama, bernama Pa'Chan atau langit yang diperkaya.

Penanggalan karbon yang dilakukan mengungkap, kuil Maya yang ditemukan berasal dari masa 350 - 400 Masehi. Peradaban maya menyebar ke Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, dan Belize. Diperkirakan, puncak peradaban maya adalah antara tahun 250 - 900 Masehi.

Kuil yang ditemukan dihiasi dekorasi berbentuk topeng dari bahan semen, setinggi 1,5 meter, yang masing-masing menggambarkan fase Matahari bergerak dari timur ke barat. Dekorasi lain adalah plesteran dari semen yang oleh tim peneliti dikatakan sangat mengagumkan.

Thomas Garrison, arkeolog University of Southern California yang juga terlibat penemuan dalam konferensi pers pada Rabu (18/7/2012) di Guatemala City mengatakan bahwa lebih dari setengah bagian kuil masih harus diekskavasi.

"Kuil mungkin memiliki 14 topeng pada dekorasi dinding bagian atas, tapi hanya 8 dianataranya yang sudah didokumentasikan sejauh ini," kata Edwin Roman, arkeolog dari University of Austin seperti dikutip AFP, Rabu kemarin.

Sumber :AFP
Editor :Tri Wahono