Sabtu, 21 Juli 2012

Istana Bogor, Bukan Sekadar Istana


Sabtu, 21 Juli 2012 | 08:05 WIB
 
  KOMPAS/ANTONY LEE 
Ilustrasi.
 
 KOMPAS.com - Istana Bogor bukanlah sekadar istana yang umumnya kita jumpai atau saksikan di media-media. Memang semua istana memiliki keunikannya masing-masing, tapi Istana Bogor memiliki keunikan yang jarang Anda jumpai. Istana Bogor merupakan salah satu dari dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang menampilkan sebuah lukisan hidup dari ratusan ekor rusa tutul yang bermain di sekitar istana, sungguh indah dan memesona. Bukan saja memiliki fauna yang menarik tapi juga sarat akan nilai historis dan budayanya.

  KOMPAS/ANTONY LEE 
Ratusan siswa sekolah dan masyarakat umum mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (15/5/2012). Mereka diajak mengenal seluk beluk dan sejarah istana peninggalan masa kolonial tersebut dalam kegiatan Istana Open yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-530 Bogor, pada 14-16 Mei, dan 19-20 Mei.


Istana yang dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran" ini merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris. Suasananya yang damai dan asri telah menarik perhatian seorang Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dimana pada tahun 1744 membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Karena istana ini diperuntukan bagi Gubernur Inggris maka arsitekturnya mengikuti Blehheim Palace di Inggris. Sama halnya dengan manusia, Istana Bogor juga mengalami perubahan. Gempa yang terjadi pada tahun 1834 telah mengguncangkan bagunan istana dan akhirnya bangunan lama sisa gempa dirubuhkan dan dibangun kembali dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.

Pada tahun 1950, istana ini dikuasai oleh pemerintah Indonesia dan menjadi Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968, Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas persetujuan dari Presiden Soeharto.

Mulai saat itu, puluhan ribu wisatawan, baik nusantara dan manacanegara datang bergantian setiap tahunya untuk menjenguk keindahan Istana Bogor. Bahkan keindahan istana ini pernah dinikmati oleh mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush dalam kunjungan singkatnya.

Luas istana ini sekitar 1,5 hektar yang terdiri dari bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara. Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing. Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung.

 KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT 
Ilustrasi: Rusa totol di Istana Bogor
 
Pada tahun 1964 dibangun khusus bangunan yang dikenal dengan nama Dyah Bayurini sebagai ruang peristirahatan presiden dan keluarganya, bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah. Kantor pribadi Kepala Negara, Perpustakaan, Ruang makan, Ruang sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film, Ruang Garuda sebagai tempat upacara resmi, Ruang teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.
Koleksi mahakarya seni istana meliputi 450 lukisan, diantaranya karya pelukis Indonesia Basuki Abdullah, pelukis Rusia Makowski, dan Ernest Dezentjé.

Susunan lantai keramik mewah juga tersebar di Istana Bogor. Salah satu dari koleksi keramik yang paling mengesankan berasal dari Rusia, sumbangan dari Perdana Menteri Khrushchev di tahun 1960. Hadiah-hadiah kenegaraan diantaranya adalah tengkorak harimau berlapis perak, hadiah dari Perdana Menteri Thanom Kittikachorn dari Thailand pada tahun 1958.

Di Istana Bogor, Anda bisa menemukan sekitar 346 jenis pepohonan, patung-patung yang cantik, seperti Si Denok karya Trubus, yang modelnya adalah Ara, istri seorang karyawan Istana Bogor serta The Hand of God, reproduksi dari Swedia.

Editor :I Made Asdhiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar