Jumat, 18 April 2014

Peretas



Pikiran Rakyat 10032013

Oleh: Dindin Samsudin
(Pemerhati bahasa, staf teknis Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat)

Pascarusaknya laman resmi Presiden Susilo Bambang Yudoyono beberapa waktu lalu, kata peretas ramai dibicarakan di media massa. Ketika peretas ramai dibicarakan, saya tertarik untuk menelaah istilah ini. Peretas sebenarnya bukanlah istilah baru karena kata ini bersamaan dengan scan-“pindai”, homepage-“laman”, download-“unduh”, upload-“unggah”, dan slide-“salindia” sudah tercantum dalam Instruksi Presiden  Nomor 2 Tahun 2001 tentang Penggunaan Komputer dengan Aplikasi Komputer Berbahasa Indonesia. Menurut Inpres tadi, peretas merupakan padanan baku untuk istilah bahasa Inggris hacker. Dalam Glosarium Istilah Asing-Indonesia terbitan Pusat Bahasa Tahun 2006 juga sudah muncul istilah peretas sebagai padanan hacker.

Sebenarnya, apa makna asal dari peretas? Peretas berasal dari kata dasar retas yang dilekati awalan pe- yang bermakna “pelaku”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  retas bermakna: sudah putus benang jahitannya; terbuka jahitannya (kelimnya dsb.): jangan memakai pakaian yang sudah retas. Kemudian, dalam KBBI juga dituliskan beberapa sublema dari retas: meretas: 1. memutuskan benang-benang pada jahitan: meretas kelim 2. membuka (surat) dengan piasu; 3. membedah atau membelah kulit (karung dsb.): karena putus asa, ia meretas perutnya sendiri dengan sebilah pisau; 4. menebangi pohon untuk membuat jalan; merintis; merentas; 5. Menembus dengan merusak dinding dsb; 2. alat yang dipakai untuk meretas sesuatu; peretasan: perlakuan pendahuluan untuk memperlunak atau menipiskan kulit benih. Selain bermakna sudah putus benang jahitannya dan terbuka jahitannya (kelimnya dsb.), dalam KBBI juga dituliskan makna lain dari retas yang digunakan dalam bidang geografi dan geologi: tubuh batuan beku yang menerobos dengan memotong batuanlain.

Dalam keseharian, penggunaan kata peretas banyak dijumpai dalam berita yang berkaitan dengan kriminal. Perhatikan beberapa kalimat yang penulis kutip dari media berikut: “Pemerintah dituntut untuk serius melakukan perlawanan terhadap peretas situs resmi pemerintah yang belakangan semakin marak”; “Peretas Situs SBY Terancam Penjara 12 Tahun & Denda Rp12 Miliar”. Akan tetapi, benarkah peretas selalu berkonotasi negatif dan tercela?

Dalam Wikipedia, peretas (Inggris: hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan maupun dimotivasi oleh tantangan. Kata bahasa Inggris hacker sendiri pertama kalinya muncul dalam arti positif yaitu untuk menyebut seorng anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif setelah untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer “The 414s” yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 unit komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hinga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos.

Menurut Wikipedia, peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing) dan menyisipkan kode-kode virus, padahal yang seperti itu sebenarnya adalah cracker. Cracker-lah yang menggunakan celah-celah keamanan yang berlum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem.

Berdasarkan penjelasan Wikipedia tadi, peretas merupakan orang-orang yang jenius dan tidak semua peretas melakukannya untuk tindak kejahatan walaupun memang ada di antara mereka yang iseng membuat virus yang dapat merusak komputer dan menghancurkan semua file yang telah disimpan di dalamnya.

Berdasarkan hal tersebut, tampaknya dalam Bahasa Indonesia perlu juga dibuat padanan baru (khusus) untuk istilah cracker. Hal ini perlu dilakukan untuk membedakan istilah antara hacker dan cracker sehingga tidak salah salam pemaknaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar