Selasa, 08 April 2014

Situ Cileunca



Pikiran Rakyat 02122012


Pada masa Pemerinahan Hindia Belanda, Situ Cileunca menjadi salah satu sumber listrik bagi Kota Bandung. Air dari Situ Cileunca dialirkan ke sungai buatan untuk menjadi penggerak turbin tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) utama di Pangalengan. Listrik dari PLTA tersebut disebut-sebut merupakan listrik pertama yang dapat dinikmati oleh penduduk di wilayah ini, termasuk dimanfaatkan para preanger planter (pengusaha perkebunan). Sebelum menjadi situ atau danau buatan, kawasan ini merupakan area hutan belantara milik seorang Belanda bernama Kuhlan. Tahun 1918, area hutan tersebut direncanakan untuk dibangun situ dengan tujuan awal untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga setempat. Pemerintah Hindia Belanda pun kemudian membangun situ tersebut pada tahun berikutnya, yakni tahun 1919.

Untuk membangun situ, aliran sungai yang ada di sekitar situ dibendung. Konon, pembangunan situ tersebut tidak menggunakan cangkul melainkan alu atau halu dalam bahasa Sunda. Tidak sedikit orang yang dikerahkan untuk mengerjakan pembuatan situ tersebut. Atas perintah Hindia Belanda, proyek ini pun dikomandoi oleh dua orang terpercaya, yaitu juragan Arya dan Mahesti. Hingga tujuh tahun lamanya, tepatnya pada tahun 1926, Situ Cileunca baru benar-benar rampung. Situ yang terletak di antara Desa Warnasari dan Desa Pulosari ini pun membentuk bendungan hingga akhirnya diberi nama Dam Pulo.

Tahun 1930, pemerintah mendirikan bangunan pengontrol ketinggianair di Situ Cileunca. Air dari bangunan pengontrol ini kemudian mengalir ke sungai buatan Palayangan, lalu menjadi salah satu sumber air yang digunakan untuk menggerakkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Plengan, Lamajan, dan Cikondang. Dari ketiga PLTA ini dihasilkan daya listrik sekitar 5,5MW. Tak hanya menjadi sumber listrik, kapasitas situ yang mencapai 9, 89 juta meter kubik pun menjadi cadangan sumber air bersih bagi Kota Bandung.

Dari segi panorama, Situ Cileunca memiliki keindahan yang tak kalah menarik untuk dijadikan objek wisata. Hamparan perkebunan teh dan pegunungan yang memanjakan mata menjadi latar belakang Situ Cileunca. Situ Cileunca dikelilingi dua perkebunan teh Malabar dan tiga gunung yang berdiri kokoh, yaitu Gunung Windu, Gunung Malabar, dan Gunung Wayang. Untuk lebih menikmati pemandangan Situ Cileunca, pengunjung dapat menyewa perahu mengelilingi situ. Pengunjung pun dapat menyambangi kebun stroberi dan arbei yang berada di seberang Situ Cileunca. Bagi penyuka wisata menantang, tersedia olahraga arung jeram yang mengarungi Sungai Palayangan sepanjang 7 km atau permainan ekstrem lainnya flying fox. Jika hanya ingin bersantai, area berkemah dekat danau pun dapat menjadi pilihan pengunjung. (Kania DN/Periset PR)***


Lokasi
:
Desa Warnasari, Kecamtan Pangalengan, Kabupaten Bandung (45 km sebelah selatan Kota Bandung)
Ketinggian
:
1.550 mdpl
Luas
:
180 hektare
Kedalaman
:
17 meter
Suhu
:
15-25° Celsius
Sumber Air
:
Situ Cipanunjang, Situ Cilaki Beet, dan Sungai Cibuni Ayu
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar