Kamis, 11 September 2008

Serabi Cisangkuy Alamaaak....!

Eva Asiah - detikBandung


Bandung - Siapa sih yang tidak tahu serabi. Meski terbilang makanan usang, makanan khas pribumi ini masih banyak penggemarnya. Tak hanya serabi polos, serabi kinca, mau pun serabi oncom, kini makanan berbentuk bundar ini bisa dicicipi dengan berbagai macam rasa.

Serabi Cisangkuy yang berada tepat di depan kafe Cisangkuy ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk panganan tajil nanti sore. Nama serabi sendiri diambil dari nama jalan, yaitu Jalan Cisangkuy.

"Kami memang menamakan serabi ini dengan nama serabi Cisangkuy, karena memang tempat berdagang kami di Jalan Cisangkuy. Orang-orang pun memang memanggil sebutan serabi kami dengan nama Serabi Cisangkuy," ujar Uyu atau biasa dipanggil Ibu Serabi.

Serabi terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan bumbu-bumbu kemudian diadoni dan dicampur dengan santen, lalu dibakar diatas tungku. Untuk mencicipi beragam rasa, Ibu Serabi hanya tinggal memberi rasa lagi sesuai pesanan.

"Biasanya paling banyak yang dipesen pelanggan itu rasa keju dan oncom, jadi kami memang lebih banyak menyediakan bahan keju dan oncom. Dalam sehari keju bisa habis 1 sampai 2 Kg, sedangkan oncom bisa 5 sampai 7 kotak," ujarnya.

Harga yang ditarkan juga tidak terlalu mahal berkisar dari Rp 1.500 sampai Rp 3.500 per buah, tergantung kita memesan apa. Karena harga tiap serabi satu rasa, dua rasa, dan tiga rasa berbeda.

Jika kita memesan rasa keju susu, di atas serabi diolesi mentega, lalu ditaburi parutan keju sehingga menyerupai gunung lalu di atas keju diberi susu ketal. Rasa keju susunya kerasa banget.

Ehh, tapi hati-hati jika ingin memesan rasa oncom, karena oncomnya lumayan pedas, sehingga kita harus selalu menyediakan air minum.

Dalam sehari Serabi Sisangkui ini menghabiskan sekitar 10 sampai 20 Kg Serabi. Selain itu Serabi ini sudah banyak yang pesanan dari berbagai kota, misalnya Jakarta, Garut, dan Bogor.

"Bahkan kami diundang untuk acara Konferensi Asia-Afrika tahun lalu di Jakarta, ketika itu kami disuruh membuat serabi selama 3 hari," ujar Uyu.

Penasaran dengan Serabi ini, gampang tinggal datang saja ke Jalan Sisangkui, atau Jalan sekitar Gedung Sate.

Serabi Cisangkuy ini biasanya buka dari pukul 8.30 sampai 17.00 WIB, tapi biasanya pukul 15.00 WIB juga serabi sudah habis, apalagi hari-hari libur.

"Setiap hari kami berjualan disini, kecuali hari Senin kami libur. Tetapi jika hari Senin tanggal merah biasanya kami tidak libur, karena memang hari libur dimana orang banyak-banyaknya membeli serabi ini," tutur Uyu.
(ern/ern) 

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung Masih Minim

Adakah Tempat Bermain yang Aman?

 

SEJUMLAH anak "ngabuburit" main perosotan di Monumen Perjuangan Jln. Dipati Ukur Kota Bandung, Selasa (2/9). Kurangnya sarana bermain anak-anak di perkotaan, kerap kali membuat anak bermain di sembarang tempat yang dapat membahayakan keselamatannya.* KRISHNA AHADIYAT

Berbicara mengenai tempat rekreasi anak-anak yang aman di Kota Bandung memang tidak lepas dari keterbatasan lahan yang ada. Wisata kuda tunggang sewaan di sekitar Jln. Tamansari dan Jln. Ganeca bukanlah satu-satunya ruang publik yang dianggap kurang aman bagi anak-anak. Objek serupa di Taman Lansia (dekat Gedung Sate) juga bisa dibilang kurang aman karena berada di jalan umum.


Menurut Agustinus Pohan, aktivis di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar, kondisi serupa juga bisa dilihat di beberapa taman kota lain. Anak-anak harus berebut lahan dengan PKL atau orang dewasa yang lain untuk bermain. "Taman kota seperti di Cilaki tidak kondusif untuk bermain anak, karena faktor keamanan tidak diperhitungkan. Anak bisa saja tergelincir ke selokan, atau tersangkut kawat-kawat pagar, karena tempat itu memang tidak didesain sebagai ruang bermain anak," kata Pohan.

Taman Lalu Lintas yang dibangun sebagai ruang bermain anak, menurut Pohan, kondisinya juga tidak terpelihara dengan baik. "Di samping kondisinya secara fisik tidak terawat, di sana juga tidak ada program yang jelas untuk anak-anak. Anak-anak bisa datang ke sana dan bermain, lalu selanjutnya apa? Ini menunjukkan tidak ada konsep tentang pengelolaan taman bermain anak," ujarnya. 

Penyediaan ruang terbuka sebagai ruang bermain anak adalah tanggung jawab pemerintah. "Keluarga-keluarga yang tinggal di rumah tipe 21 atau bahkan yang lebih sempit dari itu tentunya tidak memiliki ruang bermain bagi anak mereka di rumah. Apalagi ruang terbuka di permukiman padat semakin sulit, di kompleks perumahan lahan terbuka juga akhirnya dijual untuk kepentingan komersial," tutur Pohan.

Untuk itu, kata Pohan, masyarakat memerlukan ruang publik untuk dijadikan tempat bermain anak-anak mereka. Kenyatannya, ruang publik di Kota Bandung semakin sempit karena tergusur kepentingan lain, seperti pembangunan gedung dll. "Kalaupun masih ada ruang publik, kondisinya tidak representatif untuk anak. Sekarang semuanya hanya tergantung bagaimana komitmen pemerintah untuk menciptakannya," ujar Pohan.

Pohan berharap, penyediaan ruang bermain anak yang representatif tersebut bisa diwujudkan. "Masalah ini jangan dibiarkan dan harus ditanggapi serius," ujarnya.

**

Lain lagi pandangan planolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hetifah. Menurut dia, tidak adanya ruang publik dengan pengelolaan yang baik atau tidak berfungsinya ruang publik yang ada, akan membawa dampak buruk bagi masyarakat.

"Tidak tersedianya tempat rekreasi secara gratis bisa membuat orang stres, apalagi jika dia diimpit kesulitan ekonomi," ujarnya. 

Selain itu, kata Hetifah, selain prasarana rekreasi, ruang terbuka hijau (RTH) juga diperlukan di suatu kota. "Kurangnya jumlah dan kualitas RTH akan menyebabkan gangguan sesak napas, karena paru-paru kota untuk menyaring polusi udara tidak ada atau ada tapi tidak berfungsi maksimal," katanya.

Hetifah menambahkan, dampak keberadaan ruang publik representatif yang paling penting adalah mengubah kultur masayarakat. "Dulu masyarakat sangat kekeluargaan, gotong royong, toleran, sekarang berubah menjadi individualistis, egois, dan tidak peka terhadap lingkungan. Itu adalah akibat tidak adanya ruang berinteraksi antaranggota masyarakat," ujar Hetifah menandaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Bandung Yogi Supardjo mengatakan, sebenarnya Kota Bandung masih memiliki RTH, meski luasnya masih terbatas. 

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertamanan, luas RTH Bandung sebesar 1.466 ha atau sekitar 8,76% dari seluruh luas wilayah Kota Bandung. Dari luas itu hanya 129,45 ha saja yang berupa taman, yang lainnya berupa kebun bibit, pemakaman, dan potensi RTH lainnya yang berupa lahan kritis. 

Luas RTH tersebut masih jauh dari ideal, yaitu 30% dari luas wilayah Bandung seperti yang diatur dalam UU Tata Ruang No. 26 Tahun 2007, yaitu 20% untuk RTH publik 10% untuk RTH privat. 

Untuk itu, menurut Yogi, pihaknya saat ini memiliki program untuk membeli sepetak tanah di kawasan permukiman padat penduduk untuk dijadikan sebagai RTH. "Kalau memungkinkan ada tanah dengan luas sekitar 250-300 m2 yang bisa dibeli di kawasan padat penduduk, maka akan kami beli untuk ditata menjadi taman, supaya bisa digunakan sebagai sarana rekreasi dan olah raga masyarakat setempat," katanya. 

Langkah tersebut patut dihargai. Kini, seoptimal apa usaha yang dilakukan pihak terkait dalam menyediakan ruang publik untuk tempat bermain anak-anak Kota Bandung.

Cukup Abia menjadi korban, jangan sampai anak-anak lain mengalami nasib serupa akibat keterbatasan dan minimnya pengelolaan ruang bermain anak di Kota Bandung. 

Anak-anak kita memamg membutuhkan serta merindukan ruang bermain yang tidak hanya luas dan lapang tetapi juga aman dan nyaman. (Handri Handriansyah/Dety Yektiningsih)***

Berbuka Puasa di Masjid Istiqomah


Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Banyak tempat di Bandung dengan ragam kulinernya yang bisa dijadikan pilihan untuk berbuka puasa. Kenapa tidak kesempatan itu juga dijadikan sebagai ajang kongkow-kongkow bersama kawan-kawan lama. Reuni sekaligus silaturahmi.

Seperti yang dilakukan oleh Troy, Widi, Radel dan Set yang memilih berbuka puasa di depan Masjid Istiqomah Jalan Citarum.

Ditemui sedang berbuka sambil duduk di akar-akar pohon dekat tenda di depan Masjid Istiqomah, alasan mereka memilih kawasan itu untuk berbuka karena dekat dengan almamater mereka SMA 20.

"Ya, kebetulan kita alumni SMA 20, sengaja untuk kumpul dengan teman-teman di sini," tutur Widi yang mengaku alumni SMA 20 angkatan 2000.

Menurut Widi, dirinya hampir setiap hari berbuka di tempat ini. "Kalau malam minggu biasanya lebih banyak lagi yang ngumpul," ucapnya. Widi menuturkan biasanya dia dan kawan-kawan menghabiskan waktu di tempat ini sampai shalat tarawih usai.

"Ya sekalian tarawih di Mesjid Istiqomah," ungkapnya.

Menu timbel dan ayam bakar diakui Troy menjadi menu yang biasa dipilih. "Ya kalaupun tidak makan di sini (warung tenda-red), kami bisa memilih Ampera," tutur Troy menyebut rumah makan Ampera yang juga ada di kawasan tersebut.

Ragam alasan tentunya melatarbelakangi kedatangan setiap orang yang datang ke kawasan Masjid Istiqomah. Rata-rata pengunjung datang secara rombongan. Entah itu bersama rekan kerja atau bersama mengkhususkan bertemu dengan kawan lama.

Kala sore, tenda-tenda di kawasan itu masih sepi. Namun beranjak maghrib, pengunjung mulai sesak. Sepeda motor mulai berderet di depan tenda. Kendaraan roda empat pun berdempet terparkir memenuhi areal luar masjid.

Menurut pengelola Timbel Sawargi, Fauzi (33) para pengunjung biasanya berdatangan ketika menjelang maghrib. Meski terkesan padat tapi Fauzi mengungkapkan dari segi jumlah tidak ada bedanya dengan bulan-bulan biasa.

"Hanya saja masalah waktu saja. Jika biasanya kami buka dari pagi, pada bulan biasa kalau sekarang mulai pukul 15.00 WIB," ungkap Fauzi.

Hal yang sama dituturkan salah seorang tukang parkir yang menyatakan saat bulan puasa kendaraan yang terparkir lebih ramai.

"Biasanya pas siang banyak mobil yang terparkir. Tapi pas maghrib lebih banyak lagi. Ada yang buka puasa di sini atau untuk shalat," ujarnya.

Jika anda mau mencoba berbuka di kawasan ini atau kebetulan melewati kawasan ini ketika waktu berbuka, banyak pilihan menu yang bisa anda temui.

Untuk tajil, satu mangkuk kolak campur tersedia di warung tenda dengan harga Rp 4.000 per porsinya. Untuk makanan berat, satu porsi ayam tulang lunak lengkap dengan tahu tempe Rp 10 ribu. Begitupun dengan menu timbel di Warung Timbel Sawargi satu porsinya Rp 10 ribu. Tersedia juga menu sirup, es kelapa dan jus.

Jika enggan makan di warung tenda di seberang anda bisa menemukan rumah makan Ampera, bakso malang Mandeep, juga mpek-mpek.

Bergeser sedikit� ke arah Jalan Ciliwung, ada juga menu ayam goreng dan bebek goreng di warung tenda. Di seberangnya sajian lezatnya menu melayu bisa anda temukan di Raja Melayu. Berjalan lagi ke belokan Jalan Ciliwung anda akan menemukan warung tenda Timbel Istiqomah yang sudah pindah ke Jalan Ciliwung.

Siapa tahu berbuka selain di rumah bisa memberikan makna tersendiri untuk ramadan anda.(ema/lom)

Pendaftaran 200 Pemilih Muslim di AS


foto : Proses pemungutan suara di Amerika Serikat/corbis.com

Badan Hubungan Islam-Amerika, Kawasan Pantai San Francisco (CAIR-SFBA) memberi ucapan selamat terhadap sub panitia pemilu pemerintah, sebab telah mendaftar lebih dari 200 warga muslim di kawasan tersebut. Pendaftaran tersebut, seperti yang dilansir oleh IOL, dilakukan sejak April lalu,sebuah upaya untuk memberdayakan Muslim Amerika dan mendorong mereka untuk memilih dalam pemilu November mendatang.


Panitia pemilu mengkordinasi pendaftaran pemilih di beberapa masjid di Kawasan Pantai usai Sholat Jumat dan ketika kegiatan komunitas berlangsung. Upaya ini membuka kesempatan kepada anggota komunitas Muslim untuk mempelajari hak pilih mereka dan mendaftarkan diri bila mereka memiliki kriteria yang sah. Memberi suara, jauh dengan hal berbau hak istimewa, dan juga cara terbaik untuk menjaga pemerintah tetap terpantau.

Dalam pendaftaran tersebut, CAIR-SFBA ikut berperan mengawasi keakuratan laporan tentang beberapa kartu pemilih yang masuk, bagian upaya untuk memastikan pemilih Muslim tersebut benar-benar teregistrasi.Bukan hanya itu, ngka yang masuk akan digunakan institusi itu sebagai ilustrasi kepada komunitas dan petugas pemerintah, bila ada komitmen komunitas Muslim untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Langkah kedepan masih dalam bulan ini, CAIR-SFBA akan meluncurkan Panduan Pendidikan Bagi Pemilih yaitu memaparkan undang-undang dan kebijakan yang mempengaruhi komunitas Muslim dan menginformasikan sudut pandang yang diambil berbagai anggota Konggres dalam kaitan dengan isu pemilih Muslim./it

Temuan Arkeologi Pasangan Saxon


Penemuan arkeologi berharga di Ramsgate, Kent,Inggris memperlihatkan ''pasangan'' terbaring berjajar dalam tanah dengan satu tangan memeluk yang lain, namun penemuan tersebut masih meninggalkan misteri terpendam 1000 tahun lalu.


Pertama, ilmuwan mengira jika pasangan tersebut ialah lelaki dengan istri yang mati bersama, namun penelitian lebih lanjut menyatakan jika dua orang tersebut kemungkinan ialah dua lelaki yang saling berpegangan, bisa jadi prajurit yang mati bersama dan dikubur di dalam tanah. 

Penguburan tak biasa itu diperkirakan berasal dari periode Saxon antara 410 M dan 1066 M. Saat ini tes forensik sedang dilakukan untuk menentukan jenis kelamin pasangan tersebut dan kapan tepatnya mereka terkubur.

Adrian Gollop, kepala proyek di Badan Arkeologi Cantebury, yang memimpin penggalian, seperti yang dilansir oleh Telegraph.co.uk, berkata "Ini salah satu penemuan yang cukup jarang,"

"Tubuh yang kanan, sangat jelas adalah pria. Tinggi mereka tidak biasa, keduanya lebih dari 6 kaki (lebih dar 180 cm) . Sementara yang kanan memiliki tanda-tanda wanita tapi ia juga terlihat seperti tengkorak lelaki," papar Adrian

"Sampai kami memeriksa tulang-tulang tersebut, kami tidak bisa memastikan 100 persen," kata Adrian lagi. Tengkorak temuan itu kini dilingkari oleh parit. Awalnya Adrian dan ilmuwan yang tergabung mengira mereka berasal dari Jaman Besi, namun kini mereka berpikir keduanya berada lebih ke masa depan- yaitu periode Saxon. 

Periode Saxon ialah periode dimana Bangsa Saxon yang asli Jerman, bermigrasi dan menginvasi pulau Great Britain, bersama Angles, Jutes, Frisian dan Frank, setelah runtuhnya dominasi kekuasaan Roma di Barat sekitar abad 449 M. Sebab itulah, ras kolektif Jerman terdiri dari Saxon, Angles, dan Jutes yang tinggal di Pulau Great Britain kemudian dinamakan Anglo-Saxon.

"Ketika awal kita cenderung melihat dua tengkorak tersebut sebagai pasangan, kini kita berpikir mereka mungkin terkubur sebagai saudara. Mereka mati bersama dan dikubur bersama," kata Adrian."Tidak ada artefak terkubur bersama mereka yang dapat memberikan petunjuk. Ini benar-benar misteri," imbuh Adrian

Tes terhadap tulang tersebut memang belum dilakukan namun mereka berharap jika pemeriksaan forensik dapat memberi petunjuk lebih, siapa kedua pasangan tersebut. Selain dua pasang tengkorak tersebut, para arkeolog juga telah menemukan makam dan artefak dengan rentang yang diperkirakan berasal dari Jaman Perunggu Awal (antara 2700 SM dan 1500 SM) dan jaman Pertengahan di lokasi seluas 90 acre tersebut. "Ini benar-benar penemuan arkeologi yang luar biasa," kata Adrian./it

Sampah Plastik di Kota Bandung Bisa Menutupi 50 Lapangan Sepak Bola

Dekomposisi Plastik Pada 500 Tahun!

 

SEJUMLAH pemulung memilah-milah wadah dan bungkus plastik bekas yang terapung di Sungai Citarum di Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Sabtu (2/8). Kurangnya kesadaran warga yang membuang sampah ke Sungai Citarum menyebabkan pencemaran di sungai tersebut dan berpotensi mengakibatkan banjir bila hujan turun.* USEP USMAN NASRULLOH



Mintalah kantong plastik atau keresek ke warung atau toko mana pun, Anda akan mendapatkannya dengan mudah tanpa harus membayar sepeser pun. Ketika tidak membutuhkannya lagi, kita juga bisa dengan mudah menyingkirkannya ke tong sampah, tanpa berpikir dia akan berakhir di mana. Padahal, untuk mendekomposisi plastik secara sempurna dibutuhkan waktu sekitar 500 tahun!

Faktanya, sebanyak 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik dikonsumsi penduduk di seluruh dunia setiap tahunnya. Artinya, konsumsi plastik mencapai 1 juta/menit. Di kota Bandung, sampah plastik memang hanya mengambil bagian 1,45% dari total 7.500 m3 sampah yang dihasilkan per hari. Namun, jika dibentangkan, sampah plastik warga Bandung dapat menutupi 50 lapangan sepak bola.

Lebih jauh lagi, bahan dasar plastik itu nonrenewable karena diambil dari hasil samping bahan bakar minyak. Dalam proses pembuatannya tidak hemat energi karena melibatkan 2 juta barel minyak/tahun, dan 14 juta pohon yang ditebang. 

Jika dibiarkan, sampah plastik yang sulit diuraikan ini akan memenuhi saluran sungai dan menyumbat saluran drainase. Selain itu, sisa makanan yang menempel di tas plastik akan membusuk dan mengundang lalat sehingga menjadi penyakit. Belum lagi terpikir apa dampaknya terhadap kesehatan tanah sebuah negeri.

Fakta ini sudah diketahui sejak lama. Namun, gerakan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan kantong plastik di beberapa negara termasuk Indonesia, seperti jalan di tempat. Baru negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Cina, dan Australia yang secara tegas melarang penggunaan kantong plastik lewat regulasi. Sisanya, entah menunggu apa.

Salah satu yang mengambil tindakan adalah Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB. Pada Februari lalu, sekumpulan anak muda ini menggelar rangkaian kegiatan bertajuk "Anti Plastic Bag Campaign" atau kampanye antitas plastik selama tiga hari. Project Leader Cinta Azwiendasari mengatakan, ide kampanye berawal dari mimpi sekelompok mahasiswa ITB akan lingkungan yang lebih baik. Maka, dibuatkan acara itu dengan pendekatan "mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang paling kecil, mulai dari sekarang."

"Tujuannya sederhana saja. Kita ingin mengajak orang untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Misalnya, jangan pakai kantong plastik kalau cuma belanja sedikit, atau bawa tas belanja sendiri kalau mau belanja," ungkapnya.

Meski sadar kalau hasil kampanye ini tidak bisa diukur, Cinta yakin banyak orang yang mengubah cara pikirnya tentang kantong plastik pascakampanye. Salah satunya adalah pedagang di Pasar Balubur yang mengurangi penggunaan kantong plastik bagi pelanggannya. Selain itu, 2.000 tas kanvas yang mereka produksi sebagai tas belanja pengganti kantong plastik, terjual habis. Padahal, harga yang ditawarkan cukup tinggi, yaitu Rp 20.000,00.

"Kita tidak memboikot penggunaan plastik secara keseluruhan karena banyak kebutuhan plastik yang memang masih sulit tergantikan. Hanya khusus untuk kantong plastik, kita yakin itu tidak penting dan bisa dikurangi," kata Cinta.

**

Anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin mengatakan, penyebab menumpuknya sampah plastik di Kota Bandung akibat ketidakpedulian lebih dari 90% penduduknya terhadap pengelolaan sampah. "Mereka hanya berharap sampah akan diangkut oleh pemerintah kota, dibuang sembarangan, ditimbun ke dalam tanah, atau dibakar," katanya.

Pada akhirnya, nasib sampah kian hari hanya menjadi bulan-bulanan. Persentase sampah plastik yang sulit terdegradasi oleh alam pun kian bertambah seiring dengan masih rendahnya kesadaran orang untuk menggunakan kantong plastik dengan lebih bijaksana. 

Terlebih keberadaan kantong plastik yang mudah didapat, sangat fungsional, dan dapat diperoleh tanpa harus membeli membuatnya menjadi bagian mendalam dari kehidupan manusia. Kantong plastik telah sangat menyatu dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. 

Sobirin sepakat dengan pendapat yang menyebutkan bahwa penyamaan persepsi tentang bahaya penggunaan kantong plastik masih sekadar wacana. Sebab, untuk melawan arus membeludaknya kantong plastik, tidak cukup hanya dengan gerakan moral, seminar, atau pemasangan spanduk. 

"Hakikatnya gerakan moral harus menyinergikan aspek pendidikan dan budaya yang menanamkan sikap antikantong plastik di setiap pribadi dalam kehidupan sehari-hari, serta kemauan dan keberanian politik dari pemerintah untuk mengibarkan semangat antiplastik dan mengaplikasikannya," ujarnya.

Karena melibatkan unsur pemerintah untuk menegaskan gerakan antikantong plastik itu, dia mengatakan, perlu sebuah regulasi yang menginstruksikan agar semua bisnis untuk tidak menggunakan kantong plastik. Sebagai konsekuensinya, akan dikenakan sanksi berat jika melanggarnya. Lalu, pemerintah juga harus menindak setiap orang yang membuang sampah atau membakarnya secara sembarangan.

Sangat krusial pula untuk melegalkan gerakan antikantong plastik melalui pembentukan sebuah organisasi kesemestaan yang secara normatif memiliki kelembagaan, fungsi organisasi, dan unsur visi misi. 

"Saat ini Bandung memang telah memiliki Perda K3, yang salah satunya mengatur tentang kebersihan. Akan tetapi, Perda K3 belum mengatur khusus tentang sampah kantong plastik," kata Sobirin.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung Nana Supriatna mengatakan, gerakan untuk mengubah sepenuhnya penggunaan kantong plastik menjadi alternatif lain yang lebih ramah lingkungan, masih berupa wacana. "Belum ada satu pun wacana yang menghasilkan sebuah solusi, terutama karena gerakan antikantong plastik itu menyangkut kebijakan nasional. Regulasi pun masih sulit dilakukan karena pengganti kantong plastik belum disiapkan secara matang," kata Nana, Selasa (9/9).

Melarang keras penggunaan kantong plastik, berarti harus ada pelarangan impor bijih plastik dari negara lain. Jika hal tersebut dilakukan, hal yang sama akan dilakukan pula oleh negara pengekspor bijih plastik. "Pelarangan impor oleh Indonesia akan diikuti juga dengan pelarangan ekspor dari negara lain. Itu kan artinya embargo besar-besaran," ujarnya. 

Padahal, untuk melaksanakan gerakan antikantong plastik secara keseluruhan dibutuhkan sebuah kebijakan yang meliputi penegasan untuk menutup pintu impor bijih plastik, menyiapkan pengganti plastik, dan membentuk perilaku masyarakat yang pro terhadap penggunaan pengemasan nonplastik. Artinya, masih terlalu jauh bagi Indonesia khususnya Kota Bandung untuk mengubah pola konsumsi plastik menjadi paper bag atau kantong yang terbuat dari bahan mudah terurai lainnya. 

Lalu, apa alternatif pengganti kantong plastik? Daun pisang atau bahan organik yang dulu digunakan sebagai kemasan, tidak dapat seefektif dan seefisien kantong plastik. Teknologi yang mendekati adalah kantong plastik biodegradable, yang terbuat dari bahan organik. Ini membuatnya menjadi lebih mudah diurai tanah.

Akan tetapi, kantong plastik semacam itu belum diproduksi secara massal sehingga belum populer dan harganya mahal. Baik Cinta maupun Sobirin berharap teknologi ini segera sampai ke Indonesia, dan menjadi kantong plastik yang ada sekarang. 

Berbeda dengan mereka, Nana yakin bahwa solusi limbah plastik dan limbah lainnya di Kota Bandung adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Tentunya dengan melalui pengkajian tingkat tinggi, termasuk unsur temperatur yang tepat agar tidak menimbulkan dioksin yang sesuai baku mutu internasional. (Dani Prasetya/Lia Marlia)***

Mengenal Suku Bunga Perbankan

KEGIATAN utama dari suatu bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Salah satu sumber dana yang digunakan dalam penyaluran kredit adalah dana masyarakat atau dikenal dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) yang lazim kita ketahui adalah dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito. 

Atas kegiatan ini, bank berkewajiban memberikan kompensasi kepada nasabah penyimpan atau yang kita kenal dengan istilah giran (untuk nasabah penyimpan giro), deposan (untuk nasabah penyimpan deposito), dan nasabah penabung (untuk yang menyimpan dananya di bank dalam bentuk tabungan), berupa bunga giro, bunga deposito, dan bunga tabungan. Sebaliknya, bank akan menerima bunga kredit dan provisi yang merupakan biaya modal atas dana yang disalurkan kepada masyarakat. 

Untuk bunga kredit, hal yang pertama perlu diketahui adalah jenis bunga yang didasarkan atas sifat bunga, yaitu bunga tetap dan mengambang. Kedua, Menurut perhitungan terhadap pokok kredit, yaitu sistem bunga flat, efektif, dan anuitas. 

Bunga tetap (fixed interest) dalam sistem ini, tingkat suku bunga tidak akan berubah selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Jika tingkat suku bunga pasar (market interest rate) berubah (naik atau turun), bank akan konsisten pada suku bunga yang telah ditetapkan. Bank atau lembaga pembiayaan yang menerapkan sistem bunga tetap menetapkan jangka waktu kredit antara 1-5 tahun. Keuntungan bagi Anda adalah, jika suku bunga pasar naik, Anda tidak akan terbebani bunga tambahan. Sebaliknya, jika suku bunga pasar menurun dan selisihnya cukup besar maka ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk melakukan refinancing. Anda dapat menyelesaikan kredit lebih cepat dan mengganti dengan kontrak baru yang berbunga lebih rendah.

Bunga mengambang (floating interest) dalam sistem ini, tingkat suku bunga akan mengikuti naik turunnya suku bunga pasar. Jika suku bunga pasar naik maka bunga kredit Anda juga akan ikut naik, demikian pula sebaliknya. Sistem bunga ini diterapkan untuk kredit jangka panjang, seperti kredit kepemilikan rumah, modal kerja, usaha, dan investasi.

Bunga flat (flat interest). Pada sistem bunga flat, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit besarnya sama setiap bulan sampai dengan kredit lunas. Bunga flat biasanya diperuntukkan bagi kredit jangka pendek, contoh kredit kendaraan bermotor, kredit peralatan rumah tangga, dan kredit tanpa agunan. 

Bunga efektif (effective interest). Pada sistem ini, perhitungan beban bunga dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Beban bunga akan semakin turun setiap bulan karena pokok utang juga berkurang seiring dengan cicilan.

Dari uraian tersebut di atas, kita jangan membandingkan sistem bunga flat dengan efektif hanya dari besaran suku bunganya. Sebab, untuk bunga kredit dengan pola perhitungan flat sebesar 8% tidak sama dengan bunga efektif 8%. Besar bunga efektif biasanya 1,8-2 kali bunga flat. Jadi, bunga flat 8% sama dengan bunga efektif 16%. 

Bunga anuitas (anuity interest). Bunga ini boleh disetarakan dengan bunga efektif. Bedanya, ada rumus anuitas yang bisa menetapkan besarnya cicilan sama secara terus-menerus sepanjang waktu kredit. jika tingkat bunga berubah, angsuran akan menyesuaikan. Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada masa awal sangat besar, sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil. Mendekati berakhirnya masa kredit, keadaan akan menjadi berbalik. Porsi angsuran pokok akan sangat besar sedangkan porsi bunga menjadi lebih kecil.

Pemilihan bunga juga harus mempertimbangkan jangka waktu, besarnya plafon kredit, dan kemampuan mengangsur. Jangan sampai Anda terjebak oleh besaran suku bunga yang kecil, namun pada kenyataannya Anda dibebani dengan kewajiban membayar cicilan bunga yang lebih tinggi. 

Sementara untuk bunga simpanan (deposito dan tabungan), umumnya bank menggunakan saldo harian. Seperti di Bank Jabar Banten, bunga yang diberlakukan adalah bunga harian dan dilakukan secara berjenjang. Dengan demikian, semakin besar saldo yang dimiliki oleh nasabah maka bunga yang diberikan akan semakin besar.

Perlu diperhatikan pula, saat ini banyak bank yang menawarkan produknya dengan berbagai hadiah dan tawaran yang menarik. Biasanya mereka mempunyai banyak sekali term and condition di dalamnya sehingga selain bank harus menginformasikan produk tersebut kepada nasabah, nasabah juga sebaiknya membaca secara jelas ketentuan ketentuan yang melekat pada produk yang ditawarkan sehingga tidak merasa terbohongi oleh produk perbankan.

(Dadang Hermawan)***

40 Pulau Terluar Selesai Didata


WWW.GARISDEPANNUSANTARA.ORG
Kapal Motor Deklarasi Djuanda


JAKARTA, SENIN - Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara Wanadri-Rumah Nusantara, Senin (18/8) ini, menyelesaikan pendataan empat puluh pulau terluar di wilayah barat Indonesia. Pada Minggu sore kemarin, tim yang menggunakan Kapal Motor Deklarasi Djuanda terhalang kondisi gelombang ketika hendak menuju pulau terluar ke-40, Pulau Senua, di Natuna.


"Kami akan mencoba lagi Senin pagi saat air pasang," kata Komandan Operasi Tim Ekspedisi Haris Mulyadi ketika dihubungi di Pulau Ranai, Natuna, Minggu malam. Pulau Ranai berjarak 2,8 mil laut atau sekitar 5,4 kilometer per km (1 mil laut setara 1,8 km) dari Senua, pulau tak berpenghuni.

Haris bersama empat anggota tim lainnya--Asrul Sani, Eko Nugroho, Deni Sambas, dan Didi Sugandi--berada di KM Deklarasi Djuanda (DD) sejak 7 Mei 2008 lalu. Hingga kemarin mereka menempuh 99 hari pelayaran yang menempuh jarak 5.364 km.

Ekspedisi Garis Depan Nusantara digagas kelompok pencinta alam Wanadri hampir tiga tahun lalu. Pelaksanaannya bersamaan dengan momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Menurut catatan Kompas, itulah perjalanan pertama pendataan pulau terluar secara nonstop menggunakan kapal motor berbahan fiberglass berbobot mati 29 ton. Kapal buatan Carita Boat Indonesia tersebut berukuran 6 meter x 29 meter.

Kompas yang pernah mengikuti perjalanan KM DD rute Pulau Sibaru-Baru-Sikakap, Kepulauan Mentawai, merasakan guncangan perairan Samudra Hindia. Pada kondisi normal, kecepatan kapal 6-8 knot.

Tim ekspedisi yang terbagi dalam beberapa kelompok akan memasang monumen besi tahan karat setinggi sekitar 1 meter di 92 pulau terluar. Pada setiap monumen tertulis nama pulau dan titik koordinatnya.

Menurut Ketua Pelaksana Ekspedisi Irwanto Iskandar, tim laut akan kembali ke Bandung setelah berhasil memasang tanda di Pulau Senua. KM DD juga akan masuk dok untuk penggantian mesin sebelum memulai perjalanan di wilayah tengah, Kalimantan Timur hingga Sulawesi Utara.

"Kami harus mengevaluasi dan menyelesaikan beberapa rencana dulu. Rencananya wilayah tengah yang terdiri atas 18 pulau terluar akan dimulai setelah Lebaran," kata Irwanto. (GSA)


Sumber : Kompas Cetak