Kamis, 11 September 2008

40 Pulau Terluar Selesai Didata


WWW.GARISDEPANNUSANTARA.ORG
Kapal Motor Deklarasi Djuanda


JAKARTA, SENIN - Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara Wanadri-Rumah Nusantara, Senin (18/8) ini, menyelesaikan pendataan empat puluh pulau terluar di wilayah barat Indonesia. Pada Minggu sore kemarin, tim yang menggunakan Kapal Motor Deklarasi Djuanda terhalang kondisi gelombang ketika hendak menuju pulau terluar ke-40, Pulau Senua, di Natuna.


"Kami akan mencoba lagi Senin pagi saat air pasang," kata Komandan Operasi Tim Ekspedisi Haris Mulyadi ketika dihubungi di Pulau Ranai, Natuna, Minggu malam. Pulau Ranai berjarak 2,8 mil laut atau sekitar 5,4 kilometer per km (1 mil laut setara 1,8 km) dari Senua, pulau tak berpenghuni.

Haris bersama empat anggota tim lainnya--Asrul Sani, Eko Nugroho, Deni Sambas, dan Didi Sugandi--berada di KM Deklarasi Djuanda (DD) sejak 7 Mei 2008 lalu. Hingga kemarin mereka menempuh 99 hari pelayaran yang menempuh jarak 5.364 km.

Ekspedisi Garis Depan Nusantara digagas kelompok pencinta alam Wanadri hampir tiga tahun lalu. Pelaksanaannya bersamaan dengan momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Menurut catatan Kompas, itulah perjalanan pertama pendataan pulau terluar secara nonstop menggunakan kapal motor berbahan fiberglass berbobot mati 29 ton. Kapal buatan Carita Boat Indonesia tersebut berukuran 6 meter x 29 meter.

Kompas yang pernah mengikuti perjalanan KM DD rute Pulau Sibaru-Baru-Sikakap, Kepulauan Mentawai, merasakan guncangan perairan Samudra Hindia. Pada kondisi normal, kecepatan kapal 6-8 knot.

Tim ekspedisi yang terbagi dalam beberapa kelompok akan memasang monumen besi tahan karat setinggi sekitar 1 meter di 92 pulau terluar. Pada setiap monumen tertulis nama pulau dan titik koordinatnya.

Menurut Ketua Pelaksana Ekspedisi Irwanto Iskandar, tim laut akan kembali ke Bandung setelah berhasil memasang tanda di Pulau Senua. KM DD juga akan masuk dok untuk penggantian mesin sebelum memulai perjalanan di wilayah tengah, Kalimantan Timur hingga Sulawesi Utara.

"Kami harus mengevaluasi dan menyelesaikan beberapa rencana dulu. Rencananya wilayah tengah yang terdiri atas 18 pulau terluar akan dimulai setelah Lebaran," kata Irwanto. (GSA)


Sumber : Kompas Cetak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar