Rabu, 09 Mei 2012

Hiu Raja Ampat Diburu di "Sarangnya"

Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono | Selasa, 8 Mei 2012 | 19:57 WIB
 
 
shutterstock 
Menurut laporan koran nasional India, The Hindu, spesies ini merupakan salah satu dari 19 spesies hiu bergetah yang terdapat di dunia.  
 
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Perburuan hiu juga berlangsung di Raja Ampat yang kini menjadi favorit penyelam dunia. Perburuan ini tak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga industri pariwisata Raja Ampat.
"Perburuan hiu berlangsung di Perairan Kawe. Wilayah ini sebenarnya menjadi kawasan peremajaan hiu," ungkap Ketut Sarjana Putra, Direktur Conservation International (CI) Indonesia.

Ketut mengatakan bahwa perburuan di lokasi peremajaan lebih mengancam populasi hiu di Raja Ampat. Jumlah ikan hiu akan berkurang dengan cepat jika perburuan terus dilakukan.

"Karena di wilayah inilah hiu tumbuh. Wilayah ini yang nanti akan menyuplai hiu untuk daerah-daerah lain. Ibaratnya, ini dapurnya," ungkap Ketut saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/5/2012).

Nelayan berburu hiu untuk mendapatkan siripnya. Mereka menganggap sirip hiu mampu memberikan nilai ekonomis sangat besar. Nyatanya, nilai ekonominya kalah besar bila dibandingkan dengan nilai ekonomi saat hiu hidup.

Diperkirakan, satu ekor hiu hidup memiliki nilai ekonomi Rp 1,6 miliar dan nilai seumur hidup Rp 17,5 miliar untuk pariwisata. Hiu menjadi daya tarik Raja Ampat selain terumbu karang.

Ketut mengungkapkan, sebelumnya perburuan hiu di Raja Ampat pernah terjadi secara massif. Populasi hiu turun drastis. Kini, populasi hiu mulai pulih sehingga harus dijaga.

Ketut menuturkan bahwa pemerintah perlu mendukung pelestarian hiu di Raja Ampat dengan meningkatkan personel untuk patroli laut dan mendukung langkah pengawasan yang sudah dilakukan masyarakat lokal.
 

Senin, 07 Mei 2012

FBI Ingin Sadap Facebook, Gmail, YM, dan Skype

Reza Wahyudi | Minggu, 6 Mei 2012 | 16:37 WIB
 
  ilustrasi (Creative Commons Attribution Michael Herzog)
 
 
 
KOMPAS.com — Biro keamanan AS, FBI, saat ini tengah gencar melakukan "pendekatan" ke beberapa perusahaan internet, seperti Yahoo dan Google.

Seperti dilansir Cnet, pendekatan ini dilakukan agar Yahoo dan Google mau menyetujui sebuah proposal yang akan mewajibkan perusahaan internet tersebut memasukkan "backdoor" di seluruh produknya sebagai bagian dari program pengawasan pemerintah.

Jika proposal ini disetujui, berarti seluruh gerak-gerik pengguna produk Yahoo, seperti Yahoo Mail, Yahoo Messenger (YM), dan produk milik Google, seperti Gmail, Google+, dan GTalk, akan dapat diawasi FBI.

FBI juga diam-diam telah bertemu dengan perwakilan dari perusahaan lainnya, seperti Microsoft (pemilik Hotmail dan Skype), dan Facebook.

Tujuannya sama seperti saat menyambangi Yahoo dan Google, FBI menginginkan produk-produk yang dimiliki Microsoft dan Facebook, seperti situs jejaring sosial, VoIP, instant messaging, dan layanan e-mail, harus diubah kodenya.

Tujuan pengubahan kode-kode program ini dimaksudkan agar FBI dapat dengan mudah menyisipkan tools untuk kepentingan penyadapan.

FBI sebelumnya telah mengeluh kepada Kongres atas kesulitannya melakukan pengawasan penyadapan karena tren komunikasi telah beralih dari layanan telepon tradisional ke internet.

Sebelumnya, sudah terdapat undang-undang di AS (CALEA) yang mewajibkan perusahaan telekomunikasi untuk membuat sistem mereka siap disadap pemerintah.

Kemudian, peraturan ini diperluas dengan diterapkannya ke perusahaan layanan internet. Namun, perusahaan web (seperti Facebook, Google, dan Microsoft) tak diatur dalam undang-undang tersebut.

Langkah yang dilakukan FBI ini sepertinya akan memaksa pemerintah untuk merevisi undang-undang yang ada sehingga mereka bisa secara legal menyadap apa yang sedang diperbincangkan di Facebook, YM, Skype, dan layanan-layanan e-mail.
Sumber :CNET

Minggu, 22 April 2012

Keadilan untuk Pak Raden

Jodhi Yudono | Sabtu, 21 April 2012 | 13:59 WIB


  KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Drs. Suyadi, lebih dikenal dengan nama Pak Raden yang juga pencipta karakter dalam film boneka Si Unyil, saat mengamen di depan wartawan di rumahnya di Kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4/2012). Selain menyanyi Pak Raden juga menyampaikan uneg-uneg yang intinya berharap agar hak cipta tokoh-tokoh dalam Si Unyil kembali kepadanya. Acara itu juga diisi dengan penjualan aneka souvenir untuk membantu Pak Raden.



Oleh Denny Yuliansari
Tak mudah memang mencari rumah Drs. Suyadi atau yang lebih akrab disapa Pak Raden. Bagaimana tidak, rumahnya ada di gang sempit di daerah Petamburan, Slipi.  Sungguh tak mencerminkan kebesaran nama Pak Raden yang melekat pada Suyadi, sang pencipta karakter Unyil yang terkenal ke seantero negeri, dan bertahan lebih dari dua dekade.

Rumah bernomor 27 di RT 003 RW 04 gelap dan kusam. Halamannya yang tidak seberapa  dipenuhi kaleng cat dan sisa-sisa kayu untuk membuat boneka. Kesan penuh juga ada di ruang tamu. Berbagai lukisan berekamkan cerita-cerita pewayangan dan boneka-boneka ciptaan Suyadi si Pak Raden, memenuhi ruang itu.
Tumpukan buku menghiasi sudut rumah pria yang pernah menjadi pengajar seni ilustrasi di Institut Teknologi Bandung itu. Jauh dari karakter suaranya dulu yang memesankan seorang gagah nan angkuh bersuara besar, sosok asli Pak Raden kini jauh dari itu.

Tubuhnya sudah tidak lagi sekuat dulu. Umurnya sudah menginjak umur 80 pada 28 November nanti. Dia pun sakit-sakitan. "Saya jangan banyak diajak ngobrol ya," pintanya.
Meski sudah sepuh, Suyadi terus berkarya, mendongeng, seperti terlihat di ruang kerjanya yang masih dipenuhi beberapa lukisan yang sedang dikerjakannya. Semangatnya terpancar manakala dia bercerita mengenai tokoh favoritnya, Unyil dan kawan-kawannya.

Dia pun memulai cerita ketika Direktur PPFN saat itu, G Dwipayana, memiliki ide untuk memberikan tontonan anak berupa acara kartun demi mengimbangi film-film asing yang terlalu banyak mengisi televisi Indonesia. Namun saat itu, di era 1970-an, untuk membuat satu film kartun yang harus siara setiap minggu adalah sulit.

Suyadi lalu menggeser ide tontonan kartun menjadi tontonan boneka. Ide cemerlang itu diamini Pak Dipo, sapaan akrab Pak Raden untuk G Dwipayana. Bekerjasama dengan Kurnain Suhardiman yang membuat naskah dan ide cerita, Suyadi mendesains dan menciptakan karakter. Lahirlah Unyil. Ini adalah tokoh protagonis dari sepuluh karakter sentral pada acara boneka yang malai tayang tahun 1979 tersebut.


Tak dapat royalti
Lebih dari 30 tahun sejak Suyadi mencipta Unyil, hak cipta Unyil dan kawan-kawan dipegang PPFN melalui surat kontrak nomor 139/P.PFN/XII/1995. Suyadi sama sekali tidak mendapatkan royalti dari setiap penggunaan karakter dalam serial Unyil. Suyadi hanya dibayar mengisi suara Pak Raden.
Pak Raden ingin melakukan sesuatu untuk ciptaannya itu. "Sebelum meninggal saya ingin hak saya dikembalikan kepada saya," katanya dalam konferensi pers di kediamannya Kamis kemarin.

Dengan perjuangannya ini, dia berharap bisa menyadarkan para pegiat seni agar nasib seperti dialaminya tidak dirasakan penerusnya. Surat perjanjian bertandatangani tahun 1995 itu, menurut Pak Raden, memiliki jangka waktu kepemilikan hak cipta atas sebelas karakter dalam serial Unyil. Namun di surat perjanjian selanjutnya tidak lagi dicantumkan jangka waktu kepemilikan hak cipta.

Pak Raden pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kini dia berjuang untuk hak cipta atas sebelas karakter Unyil tersebut kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pertanyaannya, kenapa itu semua dilakukan sekarang? Dengan tenang Pak Raden menjawab karena dia tidak lagi muda. Tidak seperti dulu ketika masih punya banyak sumber penghasilan. Kini, disiksa oleh encoknya, sulit baginya untuk bekerja seperti dulu lagi. "Saya tidak lagi bisa loncat ke sana loncat ke sini lagi," jelasnya.

Kegiatan Pak Raden kini adalah taping dan memeriksakan kesehatannya di rumah sakit. Di rumah, Pak Raden menyelesaikan beberapa pesanan lukisan. Lukisan mengenai wayang orang yang menghiasi dinding ruang tamunya, tadinya ingin didedikasikan untuk sebuah pameran lukisan tunggal. Namun lukisan cerita tersebut tidak lagi diteruskannya.

"Tempat kosong itu tadinya ada lukisan, tapi sudah dibeli oleh Pak Alex Noerdin," katanya menunjuk salah satu ruang kosong di dindingnya.

Kini dia ditawari menggelar pameran lukisan bertemakan anak-anak sekaligus merayakan Hari Anak Nasional. Namun karena waktunya singkat, dia mengubah sedikit konsep acara yang rencananya dilaksanakan di Galeri Nasional menjadi pameran lukisan, drawing, dan sketch. "Kalau (mengadakan pameran) lukisan saya nggak sanggup...waktunya singkat," akunya.

Topik pameran lukisan mengakhiri pertemuan sore kemarin itu. Pak Raden mengeluh kecapekan. Kamis kemarin jadwal Pak Raden cukup padat. Pagi mengisi suara di stasiun televisi swasta, dilanjutkan mediasi di PPFN, dan konferensi pers di kediamannya. "Saya juga harus ngomong di reuni alumni ITB nanti," katanya seraya meminta undur diri.
 
Sumber :
ANT

ITB Alokasikan 800 Kursi untuk Mahasiswa Miskin

| Lusia Kus Anna | Sabtu, 21 April 2012 | 14:58 WIB

 Shutterstock

Kompas.com  - Institut Teknologi Bandung (ITB) pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2012 mengalokasikan sekitar 800 kursi untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
    
Rektor ITB Akhmaloka di Aula Barat ITB, Bandung, Sabtu, mengatakan, alokasi itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 700 orang.
    
"Tadinya kan 20 persen atau 700 orang, tapi sekarang saya diminta untuk menerima sekitar 800 mahasiswa tidak mampu," ujarnya.
    
Menurut dia, ITB melakukan metode penjaringan mahasiswa dari keluarga tidak mampu melalui jalur undangan pada proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
    
Selain itu, lanjut Akhmaloka, para calon mahasiswa itu juga ada yang mendaftar melalui program bidik misi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
    
Kemendikbud pada 2012 secara nasional meluncurkan 30 ribu paket beasiswa dalam Program Bidik Misi bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi untuk belajar di perguruan tinggi negeri.
    
Paket beasiswa itu terdiri atas biaya kuliah sebesar Rp6 juta per semester selama empat tahun dan biaya hidup sebesar Rp600 ribu per bulan.
    
Selain dua jalur tersebut, Akhmaloka menjelaskan, mahasiswa dari keluarga tidak mampu juga bisa memperoleh beasiswa penuh yang disediakan oleh ITB. "Kami juga ada beasiswa ’full’ dari ITB," ujarnya.
    
Menurut dia, saat ini ITB telah menyebar undangan ke sekitar 1.900 Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia untuk menjaring calon mahasiswa dari jalur undangan. Sedangkan sekitar 20 persen dari sekitar 3.300 kursi yang disediakan oleh ITB akan diisi oleh calon mahasiswa dari jalur ujian tertulis.
 
Sumber :
ANT

Jumat, 13 April 2012

Unik : Belalang Sembah "Naik Sepeda"



CATERS/"PRLM"
ECO Suparman tak mempercayai hasil jepretannya begitu menakjubkan. Seekor belalang sembahyang hinggap di pucuk tumbuhan, membuat terkesan sedang menaiki sepeda.*

PONTIANAK, (PRLM).- Ini adalah jepretan luar biasa yang menggambarkan serangga naik sepeda saat matahari terbenam.

Fotografer makro amatiran Eco Suparman (23), takjub ketika seekor belalang sembah yang dia potret melompat ke sebuah pohon keriting, dan tampak seperti tengah mengayuh sepeda menuju matahari terbenam.
Mahasiswa dari Kalimantan ini langsung mengarahkan kameranya ketika melihat makhluk itu hingga di pohon itu, ia tahu akan membuat gambar yang menarik tapi ia tidak bisa mempercayai keberuntungannya saat pose itu muncul.

"Saya mengambil foto ini di pemakaman Muslim di Desa Sungai Ambawang, Kalimantan," kata Suparman.
"Saya berfokus untuk mengambil gambar belalang ketika aku melihat tanaman keriting di dekatnya. Langsung saya pikir itu tampak seperti sepeda, saya tidak bisa mempercayai keberuntungan ketika belalang itu berjalan mendekat dan naik ke ke tanaman keriting tersebut. (Aya/A-88)***

Angklung untuk 1000 Sekolah di Jabar




RETNO HY/"PRLM"
TIM Fasilitasi CSR Jabar diwakili Imam menyerahkan angklung kepada perwakilan sekolah yang menerima Program Angklung Untuk 1000 Sekolah di Jawa Barat bertempat di Saung Angklung Udjo.* 


BANDUNG, (PRLM).- Program Angklung Untuk 1000 Sekolah di Jawa Barat diresmikan Tim Fasilitasi CSR Jawa Barat dan Saung Angklung Udjo dalam rangka memasyarakatkan alat dan kesenian angklung di sekolah-sekolah. Bila terselenggara dengan baik sedikitnya ada 36 ribu anak dapat mengenal seni angklung sekaligus memainkannya.

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar melestarikan dan memelihara seni budaya dikalangan anak-anak. Tetapi lebih dari itu, Program Angklung Untuk 1000 Sekolah merupakan upaya mewariskan kekayaan seni budaya kepada anak cucu kita,” ujar Bagus, mewakili Tim Fasilitasi CSR Jawa Barat, pada peluncuran Program Angklung Untuk 1000 Sekolah, bertempat di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka Bandung, Kamis (12/4).
Diungkapkan Bagus, program yang dilaksanakan pada tahun 2012 tersebut semula mendapat tantangan karena sejumlah perusahaan kurang memberikan respon. Namun setelah diluncurkan program “Gelorakan Sanyang Angklung” secara perlahan beberapa perusahaan di Jabar mulai memberikan dukungan.

Salah satu dukungan yang diberikan adalah penyelenggaraan sejumlah pegelaran musik dan seni angklung. “Bahkan saat ini Bank BJB sudah siap untuk memberikan seperangkat angklung untuk 20 sekolah di Jabar, mudah-mudahan perusahaan lain mengikuti,” harap Bagus.

Sementara Husein dari Balai Bahasa dan Seni Daerah Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengatakan Program Angklung Untuk 1000 Sekolah merupakan program postif dan harus didukung seluruh kalangan. “Bilamana program ini diselenggarakan dengan baik maka sedikitnya dada 36 ribu akan akan mengenal alat musik angklung dan juga memainkannya,” ujar Husein.

Namun menurut Husein, program tersebut akan terlaksana dengan baik bila diikuti dengan bimbingan dan pelatihan. Karena berdasarkan hasil pendataan pihaknya, hanya 30 persen guru yang menaruh minat mengenalkan dan mengajarkan musik angklung ke anak-anak.

Untuk terselenggaranya Program Angklung Untuk 1000 Sekolah, Saung Angklung Udjo sudah memulai program dalam beberapa pekan terakhir dengan memberikan pelatihan. “Kita akan memantau langsung dan juga memberikan pelatihan, mudah-mudahan akan akan terselenggara dengan baik sesuai harapan,” ujar Sam Udjo.

Acara yang diharapkan dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan dan sekolah di Jawa Barat tersebut, dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, perwakilan CSR Bank BJB dan Tim Fasilitasi CSR Jabar. (A-87/A-26).***

Kamis, 12 April 2012

Titanic Tersingkap


Melalui pencitraan baru, kapal pesiar paling istimewa ini masih terus memukau  dan menghantui daya khayal kita.

Oleh: Hampton Side
Foto oleh Walden Media

Reruntuhan kapal itu berada dalam kegelapan, onggokan baja berkarat yang terserak di dasar laut Atlantik Utara seluas 400 hektar. Ganggang menyantapnya. Organisme aneh tanpa warna berkeliaran di sekitar bangkai kapal bergerigi itu. Dari waktu ke waktu, diawali dengan penemuan reruntuhan itu pada 1985 oleh Explorer-in-Residence Robert Ballard dan Jean-Louis Michel, robot atau kapal selam berawak menyelidiki berbagai sudut Titanic yang suram, mengirimkan berkas sonar ke arah reruntuhan itu, memotretnya berkali-kali—lalu meninggalkannya lagi.

Dalam beberapa tahun terakhir, para penjelajah seperti James Cameron dan Paul-Henry Nargeolet berhasil memperoleh banyak gambar yang semakin jelas dari reruntuhan itu. Namun, pada umumnya kita hanya dapat melihat sedikit saja bagian tersebut, seakan-akan melihatnya melalui lubang kunci. Selama ini kita belum mampu memahami hubungan antara semua kepingan reruntuhan yang berserakan itu. Selama ini kita belum pernah melihat secara menyeluruh benda yang berada di dasar laut itu.  


Keadaannya baru berubah sekarang. Dalam sebuah mobil trailer yang sarat dengan peralatan canggih di halaman belakang Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), William Lange berdiri mempelajari peta yang diperbesar, yakni peta survei sonar lokasiTitanic  (lihat poster)—sebuah mosaik yang disambung-sambungkan dengan teliti selama berbulan-bulan. Pada pandangan pertama, gambar remang-remang itu mirip permukaan bulan.

Namun, jika diamati dengan lebih teliti, lokasi itu tampaknya ditaburi benda buatan manusia. Lange kembali ke komputernya dan menunjuk ke bagian peta. Dia terus-menerus memperbesar peta itu. Sekarang kita dapat melihat haluan Titanic dengan cukup jelas, sebuah celah berupa lubang hitam, tempat menjulangnya cerobong asap di bagian depan, sebuah daun pintu yang terlontar dan tergeletak dalam lumpur, seratus meter ke arah utara. Gambar itu sangat terperinci: dalam satu bingkai, kita bahkan dapat melihat seekor ketam putih mencengkeram pagar pengaman.


Di sini, dengan sapuan mouse komputer, muncul seluruh reruntuhan Titanic—setiap tiang, setiap derek, setiap bagian mesin. Jika dulu yang terlihat hanyalah puing-puing yang nyaris tak bisa dikenali, kini gambar itu telah menjadi foto beresolusi tinggi. "Sekarang kita tahu di mana letak setiap bagiannya," ujar Lange. "Setelah seratus tahun, akhirnya semua menjadi jelas."


Bill Lange adalah kepala WHOI’s Advanced Imaging and Visualization Laboratory, sebuah studio foto berteknologi tinggi yang meneliti kedalaman laut. Laboratorium yang terletak beberapa blok dari dermaga cantik Woods Hole, di barat daya Cape Cod, berbentuk ruangan berdinding kedap suara yang dipenuhi monitor televisi HD dan sejumlah komputer yang terus dihidupkan. Lange adalah anggota ekspedisi Ballard pertama yang menemukan reruntuhan itu, dan sejak itu terus mengikuti pelatihan di lokasi tersebut, menggunakan kamera yang semakin canggih.     http://nationalgeographic.co.id/feature/2012/04/titanic-tersingkap

Indonesia Lebarkan Jalur untuk Wisata Selam, Layar dan Pesiar Nusantara

Tidak hanya dalam rangkaian acara tertentu, para pelaku wisata bahari dari mancanegara bisa memasuki area perairan tanah air kapan saja, dari berbagai titik.

 Warsono

 

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan seminar yang bertajuk, "Pariwisata Bahari 4 (empat) Tahun ke Depan" pada hari Jumat 30 Maret 2012. Seminar dengan cakupan nasional ini diselenggarakan bersamaan dengan diadakannya rangkaian acara Deep Indonesia 2012, yang bertempat di Jakarta Convention Center, kompleks Senayan Jakarta Selatan.

Seminar ini dihadiri oleh beragam elemen industri pariwisata tanah air. Sebagai keynote speaker, hadir para pelaku industri jajaran depan pariwisata bahari Nusantara. Dalam paparannnya - mewakili Kemenparekraf - Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus Achyaruddin S.E., M.sc. menjelaskan strategi khusus yang difokuskan pada pengembangan wisata Bahari nusantara. Penjelasannya dipatok pada target pelaksanaan empat tahun, mengingat keefektifan program baru bisa dirasakan setelah empat tahun berjalan.

Salah satu paparan yang paling signifikan adalah dibukanya jalur yang lebih besar untuk tipe pariwisata minat khusus. Menurut Achyaruddin, tipe pariwisata ini berbeda dengan jenis wisata massal. “Harga tinggi bukan masalah. Justru pariwisata jenis ini memang sudah seharusnya mahal. Karena tersegmentasi dan membutuhkan biaya yang tinggi,” tukasnya. Segmentasi yang dimaksud Achyaruddin mengerucut kepada beberapa jenis pelesir; Diving (selam), Sailing (layar), dan Cruise ship (pesiar).

“Selama ini wisata layar berhasil menarik para peminatnya, namun hanya terpaku pada sebuah rangkaian acara. Para pegiat wisata layar tidak bisa dan tidak tahu bagaimana cara memasuki wilayah perairan Indonesia, apabila mereka hendak berpelesir secara perorangan, bukan dalam sebuah event,” jelasnya. Dari permasalahan itu, timbul wacana untuk membuat sebuah sistem entry yang memungkinkan mereka masuk kapan saja. Karena perairan Indonesia luas, maka lebih dari satu titik masuk yang akan disediakan. Dengan wacana ini, diharapkan kuantitas para peminat wisata layar yang memasuki perairan Indonesia bisa ditingkatkan.

Selain bahasan itu, dalam seminar ini juga dibahas pemberdayaan pulau-pulau kecil sebagai salah satu daya tarik pariwisata bahari nasional. Peran pulau kecil Indonesia yang jumlahnya ribuan, bisa dijadikan magnet baru yang eksotis bagi para wisatawan. Sebelum bisa dijadikan magnet pariwisata. “Pariwisata Bahari Indonesia beberapa tahun ke depan akan punya wajah cerah, dan kita semua menantinya,” ujar Achyaruddin.
(Teguh Wicaksono)   http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/04/indonesia-lebarkan-jalur-untuk-wisata-selam-layar-dan-pesiar-nusantara