Rabu, 10 November 2010

Dwiki Bawa Angklung hingga China

Promosi Budaya
 Rabu, 10 November 2010 | 09:06 WIB


KOMPAS
Dwiki Dharmawan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dwiki Dharmawan (44) dan kelompok pemain angklung dari Saung Udjo Bandung berangkat ke Guangzhou, China, Rabu (10/11/2010). Mereka akan tampil dalam acara ”Music for Cultural Harmony” yang dihadiri 25 negara pada 15 November. Acara tersebut digelar untuk menyambut Asian Games 2010 di Guangzhou.

”Kami bawa angklung sekalian untuk promosi angklung yang akan dijadikan World Intangible Heritage oleh UNESCO,” kata Dwiki saat berlatih di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa.
Delapan pemain angklung plus seorang penari akan berkolaborasi dengan orkestra tradisional China di Gedung Opera Guangzhou. Mereka, antara lain, akan membawakan lagu tema Asian Games, kumpulan lagu-lagu Indonesia, plus komposisi karya komponis Rusia, Nikolai Rimsky-Korsakov.

Akan tetapi, mendekati hari keberangkatan, Dwiki masih mengkhawatirkan soal jadi tidaknya terbang ke China.
”Hari ini saya sempat ketar-ketir karena pesawat yang akan kami tumpangi hari ini (Selasa) menyatakan cancel. Tapi, katanya besok sudah bisa berangkat. Insya Allah,” kata Dwiki yang bersama Krakatau pernah berkonser di Beijing, China.

”Acara ini penting karena kami ingin menunjukkan eksistensi angklung ke dunia. Moga-moga UNESCO meloloskan angklung sebagai warisan dunia,” kata Dwiki berharap. (XAR)
 

Sumber :Kompas Cetak
Penulis: Eko Hendrawan Sofyan   |   Editor: Eko Hendrawan Sofyan

Rokok dan Beasiswa, Duuuh....

BEASISWA 

Laporan wartawan Kompas.com M.Latief
Selasa, 9 November 2010 | 22:28 WIB
 shutterstock

SEMARANG, KOMPAS.com - PT Djarum menyatakan tidak dapat berbuat banyak menanggapi mundurnya beberapa perguruan tinggi dari keikutsertaan mendaftarkan mahasiswanya pada Beasiswa Djarum atau Beswan Djarum plus sejak 2009 lalu.

Kendati demikian, perusahaan rokok kretek tersebut menyatakan tetap terbuka. Demikian diungkapkan Direktur Humas PT Djarum Suwarno M Serad di acara jumpa pers Silaturahmi Nasional (Silatnas) Beswan Djarum 2010 di Semarang, Selasa (9/11/2010).

Diketahui sebelumnya, Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengundurkan diri dari Beswan Djarum sejak 2009 lalu. Kedua PTN tersebut mengundurkan diri dengan pertimbangan rokok sebagai brand yang tidak bisa lagi masuk ke institusi pendidikan tinggi.

"Soal itu memang agak sulit, tapi kami tetap terbuka. Mimpi saya, apa yang kami lakukan dengan beasiswa bisa menjangkau semua perguruan tinggi hingga di kawasan timur seperti Maluku dan lain-lainnya," ujar Suwarno.

Tahun ini, sebanyak 450 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menerima beasiswa dari PT Djarum melalui program Beswan Djarum Plus tahun akademik 2010/2011. Para penerima beasiswa Djarum atau dikenal dengan Beswan Djarum tersebut berasal dari 2.808 pelamar dari 73 perguruan tinggi di 24 provinsi di Indonesia yang lolos seleksi.
 
Editor: Erlangga Djumena

Obama Mau Makan Soto Ayam Pinggir Jalan

WAWANCARA
Rabu, 10 November 2010 | 06:36 WIB
 KOMPAS/ALIF ICHWAN/POOL
Presiden AS Barack Obama memberikansambutan dalam jamuan kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/11) malam, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir dalam acara itu Ny Ani Yudhoyono (kedua dari kiri), Michelle Obama (kedua dari kanan), Ketua MPR Taufik Kiemas (kiri) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat tahun lebih kurang si kecil Barry (julukan akrab Presiden Amerika Serikat Barack Obama) hidup di Jakarta dan belajar di sekolah Katolik SD Fransiscus Asisi di Tebet serta Sekolah Dasar Negeri 1 (SD Besuki) di Menteng. Atas pengalamannya hidup di Jakarta sampai usia 10 tahun sejak 1967 ini, banyak orang Indonesia berharap Obama akan melakukan banyak hal untuk Indonesia.

Berikut ini petikan wawancara tertulis Kompas dengan Obama, Selasa (9/11/2010), semasa Presiden Amerika Serikat ini masih melakukan kunjungan tiga harinya di India.

Bagaimana perasaan Anda bisa datang lagi ke Indonesia?

Pulang kampung nih! (I’ve come back to my hometown!) Saya melewatkan sebagian masa kecil saya yang indah di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia menjadi bagian dari diri saya....

Saya sungguh senang bisa kembali di negeri yang indah ini dan menunjukkan kepada Michelle kota tempat dulu saya pernah tinggal.

Kalau saja bisa, suatu ketika nanti pengin saya kembali ke sini sebagai warga biasa sehingga saya bisa berjalan-jalan dengan bebas, mengunjungi teman-teman lama, dan berhenti di pinggir jalan untuk makan soto ayam....

Meskipun demikian, kepentingan AS yang kuat dan berkembang di Indonesia tidak berakar dari perasaan pribadi saya. Akan tetapi, atas dasar kepentingan timbal balik antara dua negara dan atas dasar nilai-nilai bersama.

Indonesia adalah negeri dengan penduduk terbanyak keempat di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga yang berperan penting di kelompok negara-negara G-20, serta di berbagai institusi global dan regional. Banyak tantangan internasional, seperti menjaga lingkungan, tak bisa diatasi tanpa kontribusi aktif dari Indonesia.

Lebih dari itu, baik AS maupun Indonesia sama-sama berbagi nilai-nilai, termasuk komitmen akan pemerintahan yang demokratis, serta dedikasi untuk toleransi dan pluralisme bagi rakyat dengan berbagai suku dan agama, yang sama-sama bertujuan membentuk satu bangsa yang hidup dalam harmoni.

Jadi, AS mempunyai taruhan besar dalam kesuksesan di Indonesia, dan juga melalui Kemitraan Komprehensif yang baru di antara AS dan Indonesia. Kami akan mengupayakan hal-hal yang bisa membantu Indonesia agar makmur dan berkembang lebih kuat.

Lalu, apa yang bisa diharapkan oleh rakyat Indonesia dengan kunjungan Anda kali ini?

Saya berharap kunjungan saya kali ini bisa meyakinkan rakyat Indonesia bahwa AS memandang Indonesia sebagai seorang teman yang menaruh perhatian lebih besar dari sebelumnya untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Kami banyak belajar dari Indonesia, sebagai sesama negara demokrasi, sebagai sebuah bangsa yang merengkuh warga dari banyak suku dan agama, yang mewarisi dari sebuah warisan budaya yang kaya.

Saya masih berharap akan melanjutkan pembicaraan dengan Presiden (Susilo Bambang) Yudhoyono serta mendengarkan advis-nya. Saya juga berharap bangsa Indonesia akan melihat Kemitraan Komprehensif yang baru saja kami bangun sebagai awal dari era baru dari hubungan kedua negara.

Dan akhirnya, penanganan ekonomi serta pertumbuhan Indonesia yang dinamis menyuguhkan kesempatan baik untuk (mewujudkan) perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan dalam kemitraan bisnis dengan pebisnis-pebisnis Amerika Serikat.

(Kami) berharap juga akan iklim bisnis yang lebih baik, terutama di wilayah penegakan hukum dan akses yang lebih terbuka sehingga akan menarik lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, serta akan berkontribusi bagi keberhasilan ekonomi Indonesia yang lebih besar lagi.... (*/OSD/MON/SHA)
Kompas Cetak
Sumber :
Editor: Egidius Patnistik

Hobi (Mengoleksi Striker Pemain Bola buatan Panini)

Perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan memang sudah lama usai, saya sebenarnya ingin membuat entri hobi mengoleksi striker sepak bola ketika bergulirnya Piala Dunia 2010, ya berhubung banyak pekerjaan yang harus deadline akhirnya baru bisa mengentri cerita ini. Koleksi album striker yang saya punya masih sedikit dibandingkan dengan orang lain yang ternyata jauh lebih banyak dan bervariasi.

Saya mulai mengoleksi stiker yang berhubungan dengan sepak bola ketika kelas 6 SD, waktu itu pas liburan sekolah saya main ke tempat saudara. Tidak berapa lama datang saudara saya memperlihatkan buku (album) yang isinya stiker pemain bola, nama stadion dan maskot dan lain-lain yang diproduksi oleh Panini dari Italia. Momen Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saya tertarik dan minta diantar untuk membeli buku dan stikernya. Akan tetapi, album Piala Dunia Meksiko itu tidak bisa terisi semua karena saya jarang membeli stikernya.

Ketika Piala Dunia 1990 di Italia saya tidak mengoleksinya, karena tidak tahu di mana tempat untuk membeli album dan stikernya.

Nah, pas Piala Dunia 1994 di Amerika saya mengoleksi Album dan stikernya tapi bukan produkdi Panini. Albumnya tidak terisi semua, stikernya banyak yang sama (dobel). Sisa stiker yang dobelnya saya tempel di buku untuk kuliah.

Piala Dunia 1998 di Prancis saya tidak mengoleksi album dan stikernya, maklum masa-masa kuliah yang harus menghemat uang. Akan tetapi, merasa terobati karena saya mendapatkan hadiah dari teman saya orang Italia (Analisa Ventura) album stiker Liga Italia "Calciatori" musim kompetisi 1996-1997, meskipun tidak penuh.

Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang saya tidak mengoleksi, saya lupa untuk mengoleksi stiker dan album Piala Dunia. Baru ingat ketika ke Gramedia melihat ada album Piala dunia yang sudah lusuh. "Wah... terlambat", guman saya.

Piala Dunia 2006 di Jerman sama kejadiannya dengan piala dunia 2002, lupa... ketika ingat sudah beberapa bulan kemudian. Mungkin karena sibuk bekerja. "Ya.. sudahlah", itu saja yang terucap di hatiku.

Nah, ketika Piala Dunia 2010, tidak sengaja waktu belanja ke Indomaret di dekat rumah melihat ada album dan stiker piala dunia, karena di Indomart di pajang pernak-pernik Piala Dunia 2010. Ini pun sudah terlambat lagi, tapi beruntunya di daerah tempat tinggalku tidak banyak yang mengoleksi, jadi saya segera membelinya.

"Jika Bapa membeli enam bungkus stiker dapat satu album", begitu si pelayan memberi tahu kepada saya.

Wah, saya langsung saja memberi 15 bungkus, dan diberi 2 album stiker. Pulang ke rumah langsung di buka albumnya langsung stiker saya tempelkan di album. Hari-hari berikutnya saya membeli banyak striker, setelah di Indomaret tempat tinggal saya habis saya bingung mencari ke mana lagi, album stiker masih banyak yang kosong. Momen Piala Dunia sudah selesai jadi sudah mencari stiker, saya coba ke beberapa Indomaret di tempat lain, ternyata stiker sudah habis. Ke pelayan Indomart nya saya tanya di mana lagi yang masih ada stiker piala dunia, pelayannya hanya menggelengkan kepala. Ternyata ada pelayan Indomaret di daerah Cicaheum yang memberi tahu bahwa stiker masih banyak di Indomaret Padasuka. Saya bergegas ke Indomaret Padasuka, saya membeli beberapa bungkus stiker. Yah... ternyata banyak yang sama (dobel) jadi tetap saja album belum terisi. Ada yang memberi tahu stiker masih ada di Indomaret Cipadung, saya cari dan langsung beli beberapa bungkus, ternyata sama juga banyak yang dobel.

"Waduh kalau begini terus bagaimana bisa terisi semua", gumanku dalam hati.

Setelah berlama-lama merenung, saya teringat om google, "wah mudah-mudahan di internet menemukan komunitas pengoleksi stiker piala dunia", pikir saya.

Saya mencari-cari ternyata menemukan, di suatu forum di Kaskus, aduh sayang saya bukan member kaskus jadi susah untuk berinterksi. Setelah lama mencari-cari akhirnya menemukan beberapa member yang mencantumkan alamat email dan nomor hp. Sejak saat itu saya menjadi rajin mengirim email dan sms. Ternyata dapat respon yang bagus, akhirnya saya pun bisa saling barter stiker.

Meskipun sudah berusaha membarter stiker, album stiker Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan tidak bisa terisi semua, masih ada kira-kira 14 stiker lagi yang dibutuhkan. Saya punya banyak yang dobel. Stiker yang dobel belum saya apa-apakan masih disimpan. Yah.. siapa tahu ada yang mau barter lagi. Apabila sudah tidak ada yang mau barter lagi saya mau menempelkannya di album yang kedua.










Selasa, 09 November 2010

Speedy Tour d'Indonesia 2010 Stage 2

Sebenarnya event ini sudah lama, yakni pada tanggal 25 Oktober 2010. Saya ingin memberikan kenang-kenangan berupa foto-foto menjelang start stage ke-2 di mulai, dari Bandung menuju Cirebon. Teman saya sebenarnya sudah banyak meng-upload foto-foto acara ini di Facebooknya. Saya kira tidak apa-apa kan saya upload kembali, mungkin bisa bermanfaat.

Banyak komunitas sepeda hadir di acara tersebut, saya sangat senang begitu banyak orang yang antusias terhadap penggunaan sepeda dalam segala hal. Dengan bersepeda mudah-mudahan Kota Bandung dan kota-kota yang ada di seluruh Indonesia menjadi lebih bersih udaranya.

Berikut beberapa foto Speedy Tour d'Indonesia 2010 Stage 2.










Mudah-mudahan foto-fotonya bermanfaat....