Rabu, 12 Oktober 2011

Rencana Iran Terbongkar, AS Terbitkan Peringatan

| Egidius Patnistik | Rabu, 12 Oktober 2011 | 12:35 WIB


Daily Mail
Iran, menurut pihak AS, berencana menyerang kantor kedutaan Israel di Washington, seperti yang tampak dalam gambar ini.

WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat menerbitkan peringatan teror kepada warga dan diplomat internasionalnya, Selasa (11/10/2011) malam, setelah menyatakan sukses menggagalkan rencana Iran untuk membunuh Duta Besar Arab Saudi untuk Washington.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, dugaan rencana itu mungkin mengindikasikan sebuah fokus yang lebih agresif Pemerintah Iran pada aktivitas teroris terhadap para diplomat dari negara-negara tertentu, termasuk kemungkinan serangan terhadap Amerika Serikat. "Warga AS yang tinggal dan bepergian ke luar negeri harus memantau Peringatan Departemen Luar Negeri dan informasi wisata lainnya ketika membuat keputusan mengenai rencana perjalanan dan kegiatan mereka selagi di luar negeri," kata peringatan tersebut.

Para pejabat AS sebelumnya mengatakan, para petugas penegak hukum telah membongkar persekongkolan mengerikan yang direncanakan para petinggi Pemerintah Iran. Para elite di Pasukan Quds berupaya untuk memperoleh bahan peledak dari sebuah geng narkoba Meksiko.

Iran membantah tuduhan itu. Negara itu mengatakan tuduhan tersebut sebagai sebuah "plot jahat". Bantahan itu disampaikan dalam sebuah pengaduan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di situ pula Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel telah merancang dan melakukan pembunuhan terhadap sejumlah ilmuwan nuklir Iran.

Saling tuduh ini semakin memperburuk keretakan antara Washington dan Teheran. Hubungan kedua negara selama terganggu terkait dengan program nuklir Iran dan dukungan negara itu terhadap kelompok militan anti-Israel di Timur Tengah.
Sumber : AFP

Liburan ala Backpacker untuk Mengenal Indonesia

Sabtu, 01/10/2011 - 03:21


LINA NURSANTY/"PRLM"
PANORAMA Gunung Krakatau di Perairan Selat Sunda, Sabtu (23/9). Gunung Krakatau menjadi destinasi pariwisata lokal yang kian diminati para pendaki dan turis mancanegara. *


PRLM - JUMAT (22/9) pekan lalu, Edo (26) tergesa-gesa menyelesaikan pekerjaannya di sebuah kantor di Bandung. Aneka macam baju dan peralatan naik gunung terkemas rapi dalam tas ransel warna hitam yang ia simpan di kolong meja kerja. Tatkala jam kerja berakhir, bersama lima orang rekannya, Edo segera bergegas ke Terminal Leuwipanjang dan bertolak ke Pelabuhan Merak, Provinsi Banten menggunakan bus umum.

Di Merak, puluhan rekannya sesama backpacker sudah menunggu untuk bersama-sama menyeberangi Selat Sunda menuju Pelabuhan Bakauhuni menggunakan kapal laut. “Kami mau ke Gunung Krakatau,” ujarnya.

Bagi karyawan kantoran seperti Edo, perjalanan wisata murah di akhir pekan dengan gaya ala backpacker adalah sungguh menyenangkan. Selain murah, waktu yang dihabiskan tidak terlalu lama sehingga tidak menyita jatah cuti tahunan dari kantornya yang hanya diberikan tak lebih dari dua minggu per tahunnya. Tak ketinggalan, perjalanan seperti itu dapat mengakomodasi jiwa mudanya yang masih haus dengan agenda petualangan.

Di Merak, Edo segera berbaur dengan berbagai rekan yang baru dikenalnya pada saat itu. Mereka yang umumnya berusia muda kemudian saling berkenalan dan mengungkapkan jati diri seperlunya.

Salah satu peserta, Nia (32) adalah juga karyawan swasta yang bekerja di daerah industri Bekasi. Nia mengaku bergabung karena tahu dari teman. Sementara, yang lainnya ada yang mengaku tahu dari situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Dengan merogoh uang sebesar Rp 395.000, Edo dan Nia sudah dapat menikmati perjalanan selama tiga hari dua malam ke Gunung Krakatau dan pulau-pulau sekitarnya. Selain naik gunung, agenda perjalanan yaitu menginap di Pulau Sebesi dan snorkeling (berenang menggunakan alat pelindung pengindra di dalam air laut sehingga dapat menikmati indahnya panorama terumbu karang dan ikan-ikan) di beberapa pulau lainnya.

Harga tersebut sudah termasuk ongkos kapal laut Merak-Bakauheuni, sewa penginapan sederhana di Pulau Sebesi, retribusi pendakian gunung dan cagar alam, sewa kapal motor nelayan, makan minum selama perjalanan, dan sewa alat snorkeling.

Aneka jurus menekan biaya perjalanan adalah ciri khas kaum backpacker. Segala macam cara dilakukan dari mulai berburu tiket murah, penginapan termurah, tempat makan murah, dan sebagainya yang diusahakan diatur dengan biaya terendah.

Umumnya, mereka melakukan perjalanan seorang diri karena di situlah letaknya seni perjalanan ala backpacker. Namun, tak selamanya perjalanan solo seperti itu berlangsung lancar dan memuaskan.

Misalnya, Edo harus merogoh uang Rp 3,5 juta untuk sewa kapal motor sederhana nelayan untuk berlayar ke Gunung Krakatau dan pulau-pulau lainnya di Selat Sunda jika ia melakukan perjalanan solo. Jika dilakukan bersama-sama, Edo dapat berbagi biaya sewa dengan teman-teman sesama backpacker lainnya untuk sewa kapal.

Koordinator perjalanan, Wahyu Fritz mengatakan bahwa perjalanan kali itu ke Gunung Krakatau cukup mendapat respon yang antusias dari para backpacker. Sebab, perjalanan tergolong komplit dari mulai naik gunung, snorkeling di laut, hingga santai di pantai. “Pesertanya sekarang tergolong kebanyakan, ada 44 orang. Biasanya kami batasi 25 orang saja,” ujarnya.

Sehari-hari, Fritz adalah karyawan bank swasta di Jakarta. Ia bersama isterinya, Frily, kerap menyelenggarakan perjalanan bersama ke pulau-pulau terpencil yang menarik bagi para petualang muda. “Pada dasarnya saya dan istri memang senang jalan-jalan, kemudian banyak teman yang meminta dikoordinir perjalanan, awalnya teman-teman yang sudah kenal saja, tapi kemudian sekarang meluas dari mulut ke mulut,” ujar Fritz yang sedang mengagendakan perjalanan berikutnya ke Pulau Belitung.

Menurut Yudi, pengelola komunitas Wisata Gaya, perjalanan ke pulau-pulau kecil dan terpencil Indonesia semakin ramai pada dua dan tiga tahun terakhir. Ia sendiri memulai aktivitasnya sebagai penyelenggara perjalanan sejak tiga tahun lalu ke Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.

Awalnya, masyarakat luas hanya mengenal beberapa pulau saja di area Kepulauan Seribu yang menarik dikunjungi seperti Pulau Bidadari. Namun, pengelolaannya cenderung diperuntukkan bagi kelas atas karena tergolong mahal. Maklum, hanya hotel dan cottage mewah yang dibangun di pulau-pulau tersebut. Sementara, pulau-pulau lainnya yang dihuni penduduk tidak dapat menikmati cipratan rezeki dari sektor pariwisata.

Namun, setelah makin banyak pengunjung ke Pulau Tidung, membuat sektor pariwisata di pulau tersebut mulai menggeliat. Kuncinya, akses informasi, promosi, dan transportasi dibuat mudah dan terjangkau. Buktinya, sekarang Pulau Tidung dan beberapa pulau lainnya di gugusan Kepulauan Seribu menjadi semakin populer sebagai destinasi wisata lokal.

Baik Yudi maupun Fritz mengaku semakin mengagumi keindahan alam Indonesia sejak menekuni hobi perjalanan ke pulau-pulau kecil. Sayang, hal itu belum banyak diketahui orang Indonesia sendiri karena minimnya informasi, promosi, dan sulitnya akses transportasi.

Indonesia sebagai sebuah negeri dengan ribuan gugusan pulau sesungguhnya memang menawarkan pesona alam yang indah. Bagi sebagian besar anak-anak muda di kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang terbiasa dengan kehidupan di darat, kadang kenyataan Indonesia sebagai negara kepulauan itu belum bisa dipahami kecuali jika sudah melakukan perjalanan ke pulau-pulau itu.

Oleh karena itu, kehadiran komunitas backpacker seperti ini turut membantu membuka akses promosi melakukan perjalanan ke pulau-pulau kecil di tanah air. (Lina Nursanty/”PRLM”/A-88)***

Jumat, 16 September 2011

Pelajaran Penting dari Deen Haag

Ary Wibowo | Heru Margianto | Jumat, 16 September 2011 | 09:58 WIB


Radio Nederland
Pemakaman korban Rawagede, Karawang, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengapresiasi tindakan Pengadilan Deen Haag, Belanda, atas putusannya memenangkan gugatan janda korban Pembantaian Rawa Gede, 1974 dan mengakui negaranya bersalah dalam peristiwa tersebut.

Koordinator Kontras Haris Azhar menilai, putusan itu merupakan bentuk penegakan hukum independen dan berintegritas yang harus dijadikan inspirasi bagi penegakan hukum di Indonesia.

"Seharusnya hal ini bisa memberikan inspirasi bagi akuntabilitas dan penuntasan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat yang terjadi di Indonesia, terutama yang terjadi di masa lalu," ujar Haris dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, di Jakarta, Jumat (16/9/2011).

Gugatan hukum ini diajukan 11 janda korban brutalitas tentara Belanda pada 9 Desember 1947, dua tahun paska-kemerdekaan Indonesia. Gugatan dilakukan sejak 2008 di Pengadilan Belanda di Den Haag. Pada 14 September 2011 Pengadilan memutuskan, Pemerintah Belanda dinyatakan bersalah dan harus membayar kompensasi kepada para keluarga korban peristiwa itu.

Menurut Haris, keputusan tersebut memberikan sejumlah pembelajaran penting bagi Indonesia. Pengadilan Belanda telah mempertimbangkan fakta pelanggaran HAM meskipun terjadi di masa lalu yang dilakukan oleh pasukan Belanda kepada populasi sipil Indonesia di Rawagede.

Selain itu, pengadilan Belanda, kata Haris, menunjukkan keberpihakkannya kepada penghormatan HAM dan pemenuhan hak korban pelanggaran HAM dengan menolak penerapan statute of limitation atau kejadian yang telah kedaluarsa yang terjadi lebih dari lima tahun yang lalu.

"Dengan kata lain pengadilan Belanda telah mengakui bahwa sebuah pelanggaran HAM yang berat tidak mengenal kedaluarsa selama keadilan, terutama untuk korban, belum terpenuhi," jelas Haris.

Ditambahkan, pengadilan Belanda juga telah menunjukan independensinya dengan bergeming atas bantuan Pemerintah Belanda kepada masyarakat Rawagede sebelum putusan ini dikeluarkan dan mengajukan permintaan maaf berkali-kali.

Hal ini, menurut Haris, tidak menjadi pertimbangan untuk meniadakan tanggung jawab hukum pemerintah Belanda atas para korban. "Putusan itu juga menegaskan konteks tanggung jawab otoritas negara atas praktik pelanggaran HAM di masa lalu. Dan, Belanda juga memberikan pengakuan hukum atas sejarah kelam praktik buruk di masa paska-kemerdekaan Indonesia, lebih dari 60 tahun yang lalu. Ini yang harus dijadikan inspirasi penegakan hukum di negeri kita," kata Haris.

Pembantaian di Rawagede menginspirasi sajak Chairil Anwar, "Karawang-Bekasi". Tentara Belanda yang mencari pejuang kemerdekaan Lukas Kustario memasuki Desa Rawagede dan mengeksekusi penduduk laki-laki karena menolak memberi informasi mengenai kapten Kustario.

Perkiraan jumlah korban tewas dalam pembantaian tersebut bervariasi, mulai dari 150 orang hingga lebih dari 430 orang. Sebagian besar penduduk laki-laki desa Rawagede dieksekusi. Menurut saksi mata, para lelaki tersebut dijejerkan dan ditembak mati.

Ditemukan, Planet dengan Dua Matahari

ASTRONOMI
Dahono Fitrianto | Marcus Suprihadi | Jumat, 16 September 2011 | 07:31 WIB


NASA/Kepler Mission
Planet Kepler menurut rekaan artis

WASHINGTON, KOMPAS.com - Masih ingat gambaran planet Tatooine, rumah Luke Skywalker dalam film Star Wars yang memiliki dua matahari? Planet seperti itu ternyata benar-benar ada di alam semesta.

Para ahli astronomi AS mengumumkan penemuan planet dengan dua matahari tersebut dalam jurnal ilmiah Science terbaru, Kamis (15/9/2011). Planet yang diberi nama Kepler-16b itu berukuran hampir sama dengan planet Saturnus di Tata Surya kita, dan terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini terletak pada jarak sekitar 105 juta kilometer dari dua bintang induknya, dan memiliki periode orbit 229 hari.

Planet tersebut ditemukan menggunakan teleskop angkasa Kepler, yang memantau tak kurang 155.000 bintang. "Penemuan ini sangat mengejutkan. Sekali lagi, sesuatu yang dulu hanya ada di kisah sains-fiksi, kini menjadi kenyataan," ungkap Alan Boss dari Carnegie Institution for Science Department of Terrestrial Magnetism, salah satu astronom yang menulis artikel ilmiah tersebut.

Studi yang menemukan Kepler-16b ini dipimpin oleh astronom Laurance Doyle dari lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute yang bermarkas di California, AS.

Sebelumnya, para astronom dari seluruh dunia sudah melihat beberapa planet yang mereka yakini mengorbit dua bintang sekaligus. Akan tetapi, mereka belum pernah melihat planet-planet tersebut melintas langsung di depan dua mataharinya, sehingga penemuan ini menjadi bukti pertama adanya planet dengan dua matahari.

"Kepler-16b adalah contoh pertama dan tak diragukan lagi dari sebuah planet sirkumbinari, yakni planet yang mengorbit dua bintang sekaligus. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Tata Surya kita hanyalah satu bentuk variasi sistem planet yang bisa diwujudkan oleh alam." Ungkap Josh Carter dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang juga turut terlibat dalam penemuan ini.

Jika ada makhluk yang mendiami planet tersebut, mereka bisa menikmati saat-saat senja dengan dua matahari yang terbenam, seperti dialami Luke Skywalker dalam Star Wars. Namun, kemungkinan adanya makhluk hidup mirip manusia di planet ini sangat kecil, mengingat suhu permukaannya sangat rendah, yakni berkisar antara minus 73 sampai minus 101 derajat Celsius.

Suhu rendah ini dimungkinkan karena meski memiliki dua matahari, ukuran kedua bintang induk tersebut jauh lebih kecil dibanding Matahari kita dan memancarkan energi yang lebih kecil. Massa salah satu bintang tersebut hanya seperlima dari massa Matahari, dan bintang kedua hanya memiliki 69 persen massa Matahari.

Selain dikelilingi oleh planet Kepler-16b ini, dua bintang tersebut saling mengorbit satu sama lain dalam sebuah "dansa angkasa" dengan periode orbit 41 hari.

Sumber :
AP

Selasa, 13 September 2011

Jangan Telanjang Sembarangan, Nanti Tertangkap Google

Pepih Nugraha | Selasa, 13 September 2011 | 12:47 WIB


Seb Ruiz
The Google Street View car in Sydney.
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang wanita sedang (maaf) telanjang di depan rumahnya tertangkap kamera Google Street View di Miami. Kontan saja, berbagai situs memberitakan hal ini dan kembali menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana privasi semakin tidak berarti di zaman teknologi seperti sekarang ini. CNET, Gizmodo dan banyak situs lainnya memberitakan hal ini beberapa saat yang lalu.

Demikian jurnalis warga Kimi Raikko menulis pandangannya di media warga Kompasiana, mengenai layanan baru dari Google bernama Google Street View ini. Layanan ini dapat diaplikasikan untuk berbagai kepentingan di sebuah web, misalnya untuk "menyiarlangsungkan" sebuah acara atau sekadar menelusuri tempat-tempat tertentu.

Berikut penuturan lengkap Kimi Raikko yang pernah meraih penghargaan lomba menulis yang diadakan Kompasiana beberapa waktu lalu....

Menurut Gizmodo, seorang wanita yang sepertinya sedang bingung tertangkap kamera Google Street View ketika ia sedang telanjang di depan rumahnya. Sepertinya wanita tersebut berada di tempat dan waktu yang salah saat sedang telanjang. Menurut salah satu komentar, sepertinya wanita tersebut sedang mandi/mencuci, kemungkinan air kran ke rumahnya mati dan menggunakan banyak galon untuk menampung air. Sayangnya saat hendak mengambil air di galon yang berada di halaman depan rumahnya, ia tidak mengenakan apa-apa alias telanjang. Saat keluar dengan telanjang tersebut, kamera Google Street View menangkap fenomena langka tersebut.

Tentu saja foto ini sempat beredar di Google Street View. Namun beberapa saat kemudian Google menyamarkan foto tersebut dengan memberi sentuhan airbrush pada bagian-bagian penting dari tubuh perempuan tersebut.

CNET melaporkan dalam kasus ini sepertinya wanita tersebut terekam oleh kendaraan Google Street View. Gambar telanjang perempuan tersebut sempat menghiasi halaman Google Street View sepanjang malam, namun pada pagi harinya ditutupi. Gambar yang masih tersisa hanya gambar rumah dan gambar buram dari (seperti) hantu telanjang.

Kejadian ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, terutama di Amerika Serikat, mengapa tidak ada wilayah privasi. Mengapa seseorang yang sepertinya karena suatu alasan tertentu sehingga tidak memakai apa-apa saat di depan rumahnya harus terekam oleh kamera Google. Pertanyaan sebaliknya juga bisa diberikan mengapa harus telanjang kalau berada di luar rumah? Apa wanita ini tidak sadar bahwa bila telanjang bisa saja tertangkap oleh kamera, tidak saja Google Streeet View, tetapi juga kamera orang lain yang kebetulan melintas saat wanita tersebut keluar rumah dengan telanjang?

pixiq.com melaporkan bahwa wanita yang tertangkap kamera Google Street View tersebut cukup cerdas menutupi wajahnya dengan tangannya. Namun hal ini tidak bisa menghalangi tersebarnya gambarnya ke seluruh dunia. Tentu saja hal insiden ini tidak diragukan lagi akan sekali lagi mengangkat isu tentang masalah privasi terhadap mobile camera Google.

Di tahun 2008, Departemen Pertahanan AS meminta Google untuk menghapus gambar dari sebuah pangkalan militer di Texas dan melarang Google untuk mengambil gambar instalasi militer lebih lanjut. Google setuju mematuhi larangan ini dan tidak mendapatkan konsekuensi hukum lebih lanjut. Di tahun yang sama, pasangan di Pennsylvania menggugat Google untuk privasi, pelanggaran, kelalaian, dan pengayaan tidak pantas setelah gambar rumah mereka diposting di internet.

Hakim menolak gugatan tersebut, namun mereka kemudian banding dan diizinkan untuk melanjutkan kasus tersebut dengan klaim peneroboson karena mobil kamera Google berada di jalan pribadi saat mengambil gambar rumah tersebut.Pasangan ini akhirnya memenangkan gugatan tersebut dan Google harus membayar ganti rugi sebesar satu dollar AS yang dengan senang hati dibayar oleh Google.

Masih ada kasus foto North Oaks, Minnesota yang merupakan komunitas pribadi. Google setuju untuk menghapus foto setelah ada permintaan dari Dewan Kota North Oaks. Google sendiri mengatakan pihaknya sangat menghormati privasi terlepas di negara manapun kejadiannya dan telah menerapkan pengaburan wajah orang-orang yang tertangkap kameranya semenjak tahun 2008 yang lalu.

Sumber: CNET, Gizmodo, dan lainnya
Sumber :Kompasiana

Seniman Sunda, Darso Meninggal Dunia

Senin, 12/09/2011 - 15:50


USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
KELUARGA dan pelayat membaca Surat Yasin dan mendoakan jenazah penyanyi pop Sunda, Darso, di rumah duka di Jln. Gandasari, Warunglobak, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin...

BANDUNG, (PRLM).- Innalillahi wainnailaihi rojiun..seniman Sunda nan legendaris, Darso mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (12/9), sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Soreang, Kab. Bandung. Darso meninggal dunia dalam usia 66 tahun.

Kabar mengejutkan ini pertama kali dipublikasikan melalui akun Twitter milik Doel Sumbang @Doel_Sumbang yang menuliskan “innalillahi wa inna ilaihi roji'un. TELANG BERPULANG KE RAHMATULLAH, LEGENDA POP SUNDA 'KANG DARSO' . .sekitar pkl 15.00 WIB hari ini di RS. SOREANG. Mhn doanya bagi Almarhum.”

Setelah “PRLM” mengkonfirmasi kepada kakak Darso, Mang Uko, berita tersebut dibenarkan. Sampai saat ini, keluarga Darso belum menginformasikan jenazah akan dikebumikan dimana dan kapan. Selamat jalan, Kang Darso “The Phenomenon”.. (A-187/A-147)***

Ratusan Pelayat Antar Pemakaman Jenazah Darso
Selasa, 13/09/2011 - 10:35
 

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
RATUSAN warga menghadiri pemakaman legenda penyanyi pop Sunda, Darso, di taman pemakaman umum (TPU) di Kampung Mulyasari, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9)...

SOREANG, (PRLM).- Ratusan pelayat turut mengantar pemakaman jenazah legenda penyanyi pop Sunda, Darso (66), ke pemakaman di Kampung Mulyasari, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9). Tidak hanya keluarga dan kerabat dekat, namun kesedihan juga dirasakan sejumlah insan seni di Bandung dan sekitarnya, setelah kepergian maestro calung yang berjuluk "The Phenemenon" tersebut, Senin (12/9).

Meninggalnya penyanyi bernama lengkap Hendarso memang cukup mengejutkan. Apalagi, almarhum sebelumnya tidak memiliki catatan penyankit yang kronis. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Darso menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, setelah mengalami sesak napas dan terjatuh, nyawa Darso tak tertolong saat perjalanan menuju RSUD Soreang.

Darso bukan nama asing lagi bagi penggemar lagu-lagu sudah. Tidak heran, saat pemakamannya, banyak penggemarnya yang meneteskan air mata. Pihak keluarga almarhum sempat menyediakan dua tenda besar untuk menampung para pelayat. Kira-kira pukul 10.00 WIB jenazah Darso akhirnya dikebumikan. (A-147)***

Sabtu, 10 September 2011

35 Ribu Hektar Sawah di Jabar Kekeringan, 6 Ribu Hektar Puso

Distan: Musim Kemarau 2011 Lebih Parah dan Merata


USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
TANAH retak-retak menandakan kekeringan di area persawahan yang baru ditanami padi umur sekitar sebulan di Kampung Lebakwangi, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (9/9). 

BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pertanian Prov. Jabar mengkategorikan, musim kemarau tahun 2011 lebih parah dan lebih merata ketimbang musim kemarau tahun 2010. Di musim kemarau 2011 yang nyaris dua bulan tanpa hujan sama sekali, mengakibatkan kekeringan melanda hampir merata di seluruh kota dan kabupaten di Jabar.

Kepala Dinas Pertanian Prov. Jabar Endang Suhendar menuturkan, akibat kemarau berkepanjangan itu, hingga September 2011 ada 35 ribu hektar sawah yang kekeringan. Sementara yang mengalami puso sekitar 5.800 sampai 6.000 hektar. "Yang paling parah ialah di Indramayu. Di sana, lahan sawah yang mengalami puso mencapai 3.873 hektar dan yang kekeringan lebih dari 12.000 hektar. Memang tahun ini level kekeringannya berkali-kali lipat dibanding tahun lalu," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (9/9) siang, di Kota Bandung.

Endang menambahkan, wilayah pantai utara memang kawasan yang paling parah terkena efek musim kemarau yang berkepanjangan dan nyaris tanpa hujan. "Selain Indramayu, wilayah pantura yang cukup parah dilanda kekeringan ialah Subang, Karawang, dan Cirebon," ujarnya.

Dengan panjangnya musim kemarau tersebut, Pemprov. Jabar mulai merumuskan manajemen pertanian. Fungsinya, untuk mengantipasi kerugian yang dilanda petani saat memasuki musim kemarau dan musim hujan.

"Musim kemarau dan hujan adalah hal yang biasa. Namun pola tanam yang tidak tepat, bakal merugikan petani. Setiap musim, ada manfaat dan kerugiannya. Ada tanaman-tanaman yang memang cocok ditanam di musim kemarau, dan di musim hujan. Sekarang tinggal bagaimana kita memenej pola tanam yang sesuai dengan musim," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat siang.

Heryawan menuturkan, musim kering pun dibutuhkan untuk sejumlah komoditi tanaman. Contohnya pohon mangga gedong gincu. "Musim hujan tidak cocok untuk gedong gincu. Musim hujan tahun lalu, para petani gedong gincu merugi karena hasil pohonnya tidak maksimal. Hampir 75 persen petani mangga gedong gincu di Indramayu dan sekitarnya merugi," ujarnya.

Selain mangga gedong gincu, ada beberapa komoditas tanaman yang cocok ditanam di musim kemarau atau musim yang panas dan sinar mataharinya panjang. "Seperti tomat, semangka, dan lainnya. Di sisi lain, musim kemarau pun merugikan sejumlah komoditas seperti padi," ujarnya.

Heryawan menambahkan, di musim kemarau, ketika irigasi mengering, harus tepat memilih tanaman yang cocok. Begitu juga saat air melimpah, jangan sampai salah memilih tanaman. "Karena itu harus ada manajemen pertanian yang mengatur pola tanam. Ini yang akan kami sarankan kepada petani di Jabar," ujarnya.

Untuk manajemen pertanian tersebut, tentunya Pemprov. Jabar, dalam hal ini Dinas Pertanian Jabar, mesti berkoordinasi dengan sejumlah instansi. "Mesti melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika," kata Heryawan. (A-128/das)***

Rabu, 07 September 2011

KompasTV Mulai Dinikmati

Televisi
Buyung Wijaya Kusuma | Robert Adhi Ksp | Rabu, 31 Agustus 2011 | 20:07 WIB

 KompasTV
Kompas TV, Inspirasi Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Program-program KompasTV kini hadir di layar televisi nasional melalui kerja sama dengan saluran berjaringan di beberapa wilayah Indonesia, mulai Selasa (30/8/2011).

Pemirsa di Tanah Air sudah bisa menikmati konten KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya, bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv (23 UHF) Makassar, dan dewatatv (23 UHF) Bali.

Direktur Pelaksana KompasTV Bimo Setiawan di Jakarta mengatakan, pada Jumat, 9 September 2011, KompasTV akan resmi mengudara. Ini ditandai dengan peluncuran KompasTV di Jakarta Convention Center, Jakarta.

”Tanggal 9 September menjadi tanda kehadiran kali pertama kerja sama KompasTV dengan lembaga penyiaran daerah,” kata Bimo. Sejauh ini, berbagai persiapan untuk peluncuran KompasTV terus dilakukan.

Bimo mengatakan, mulai 30 Agustus 2011 hingga 8 September 2011, KompasTV sedang melakukan simulasi operasi on-air, simulasi operasi teknik, dan simulasi untuk fungsi lainnya. ”Kami akan mengudara secara penuh pada 9 September,” kata Bimo.

Sejauh ini, menurut Bimo, KompasTV sudah menjalin kerja sama dengan sembilan lembaga penyiaran daerah. ”Permintaan kerja sama terus mengalir,” katanya. Komposisi siaran terbagi dalam 70 persen nasional dan 30 persen lokal.

Adapun komposisi program KompasTV adalah 60 persen berita dan inspiring knowledge serta 40 persen hiburan (entertainment). Daftar program-program yang sudah siap tayang dapat dilihat di situs web http://www.kompas.tv.