Kamis, 27 Maret 2014

Ratusan Pelajar Ikut Pasanggiri Seni Sunda Unpas



ATRAKSI Rampak Kendang menjadi pembuka Pasanggiri Seni Sunda XIII yang diselenggrakan Lingkung Seni Mahasiswa (Lisma) Unpas, di Aula Unpas, Jln. Tamansari, Bandung, Senin (24/3/2014).*


BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 330 pelajar SD, SMP, dan SMA sederajat ikut serta dalam Pasanggiri Seni Sunda XIII yang diselenggarakan Lingkung Seni Mahasiswa (Lisma) Unpas, di Aula Pertemuan Unpas, Jln. Tamansari, Bandung, Senin (24/3/2014). Acara ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpas Deden Ramdan, sesepuh Lisma Tedie Subarsyah, dan Kadisbudpar Kota Bandung, Herry M Djauhari.

Acara bertema "Ngaronjatkeun Rasa Miboga Kana Seni Sunda Pikeun Nembongkeun Pribadi Sunda Nu Ngajaga Lemah Cai" ini diikuti pelajar se-Jawa Barat yang memperebutkan hadiah dan piala. Dengan kategori lomba meliputi tari, puisi, dan anggana sekar.

Dikatakan Deden, Unpas sebagai lembaga yang visi dan missinya memelihara kesenian Sunda melakukan beberapa langkah dalam eksekusinya di lapangan. Antara lain, membawa mahasiswa yang cenderung pragmatis, hedonis, dan sering "menerabas, serta kebarat-baratan untuk melihat dan menggunakan kembali nilai-nilai kesundaan melalui mata kuliah tentang seni budaya dan nilai-nilai kesundaan yang mengikat maupun berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti pasanggiri seni Sunda yang digelar Lisma.

Hal ini kata Deden merupakan pola pembinaan unpas terhadap tata aturan dan pola kegiatan yang terstandardisasi untuk memelihara dan melestarikan kesundaan. Contohnya dalam mata kuliah, mahasiswa dari mana pun asalnya harus ikut MKDU Linguistik Bahasa Sunda, Pengenalan Budaya Sunda, dan Jurnalistik Islam.

Diharapkan dengan diberikannya mata kuliah yang mengikat seperti itu mahasiswa akan mengenal, dekat, dan memelihara budaya Sunda. Walaupun hampir 30 persen mahasiswa Unpas berasal dari luar Jawa Barat dan 20 di antaranya mahasiswa asing.

"Pokoknya latar belakang budaya apapun mahasiswa yang masuk Unpas harus mau belajar bahasa dan budaya Sunda," ujar Deden. (A-148/A_88)***

Wortel Bisa Mengurangi Risiko Kanker Prostat

Menjadi Sumber Karotenoid


 


 PRIA yang makan wortel tiga kali seminggu akan mengurangi risiko kanker prostat.*


ZHEJIANG, (PRLM).- Sayuran ini terkenal karena dipercaya membantu kita untuk melihat dalam gelap. Namun wortel juga bisa menjadi kekuatan yang jauh lebih kuat untuk kesehatan yang lebih baik, setidaknya untuk laki-laki, menurut
penelitian terbaru.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa secara teratur makan sayuran berwarna cerah ini mampu mengurangi risiko kanker prostat hampir seperlimanya.

Pria yang memasukkan wortel sebagai bagian dari dietnya, dikonsumsi setidaknya tiga kali seminggu, 18 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita tumor prostat, menurut temuan yang dipublikasikan dalam edisi terbaru European Journal of Nutrition.
Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Zhejiang, Cina, yang mengumpulkan sepuluh studi dari berbagai belahan dunia yang melihat efek anti-kanker dari wortel.

Bagaimana wortel bisa menimbulkan efek perlindungan, belumlah jelas, namun sayuran ini dikenal menjadi sumber karotenoid, seperti beta-karoten dan lycopene, yang dianggap berpotensi kuat melawan kanker dengan mengurangi kerusakan sel.

"Kami menemukan risiko kanker prostat yang menurun secara signifikan terkait dengan asupan tinggi wortel," menurut para peneliti yang dikutip Daily Mail, Rabu (26/3/2014). (Aya/A-147)***

Cari Titik Terang Perang Bubat

Menghindari Friksi Etnis




NANDANG SUKANDA/"PRLM"



BANDUNG, (PRLM).- Keberagaman penafsiran sejarah terhadap Perang Bubat masih terus berlangsung. Malah ada kalanya hanya dipandang parsial sebagai konflik Majapahit dan Sunda Galuh. Akibatnya mengundang friksi dan menghambat hubungan emosional etnis Sunda-Jawa.

Wakil Gubernur Jawa Barat H Deddy Mizwar menyampaikan hal itu saat membuka Seminar Nasional "Pasundan Bubat", yang diselenggarakan Yayasan Masyarakat Sejarah Indonesia (YMSI), HU Pikiran Rakyat, Bank BJB, dan Kang Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta, di Aula Redaksi HU Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno Hatta 147, Bandung, Kamis (27/3/2014).

Disampaikan Wagub, mengungkap kembali sejarah masa lalu tidak hanya mengenang atau menghormati sejarah tetapi juga mengungkapkan kembali informasi sejarah terhadap Perang Bubat. Selain itu akan mendapatkan rumusan berharga untuk memuji dan memajukan nilai-nilai budaya bangsa.

Proses ini nantinya, kata Wagub, akan memberi titik terang yang otentik bagi terkuaknya sejarah perang tersebut. Sehingga ada hikmah positif dari Perang Bubat yang menjadi warisan sejarah yang valid dan mempermudah mengaplikan sejarah ke dalam seni dll.
Pada kesempatan itu, Wagub juga memberikan beasiswa dari Bank BJB kepada Subhanudin Alwy dan Eva Nur Arofah untuk pendidikan magister dan doktoral di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad. (A-148/A-147)***

Minggu, 02 Maret 2014

Ini Cara Ridwan Kamil Memimpin Kota Bandung

Minggu, 2 Maret 2014 | 08:04 WIB 


KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA 
 Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, tidak mungkin membiarkan pemerintah bekerja sendiri dalam mencapai suatu perubahan. Untuk itu, dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi "Reformasi Hibrida Reformis Horizontal" di Gedung Djakarta Theatre, Jakarta, Sabtu (1/3/2014).

"Dalam membangun Indonesia, membangun kota-kota, tidak bisa hanya mengharapkan dari pemerintah. Ada sebuah tulisan yang mengatakan, sehebat-hebatnya pemerintah, hanya sanggup membawa seperempat perubahan," kata pria yang akrab disapa Emil ini.

"Seperempat perubahan ada di kalangan pelaku bisnis. Maka, kadang-kadang ada pemerintah atau tidak ada, bisnis jalan terus dengan logikanya. Seperempat lagi adalah civil society movement. Ada ormas, komunitas. Dan seperempatnya lagi media," ujarnya.

Berangkat dari padangan tersebut, kata Emil, Pemerintah Kota Bandung mencoba untuk menjalankan program-program yang sifatnya kolaboratif, meliputi kolaborasi ke bawah, horizontal, dan ke atas.

Kolaborasi ke bawah, kata Emil, yakni memberdayakan komunitas-komunitas warga, dari tingkat rukun warga (RW), kelurahan, hingga kecamatan. "Kita kasih anggaran di RW, kelurahan, kecamatan dalam upaya berkolaborasi dengan masyarakat. Munculah para relawan biopori, relawan kedisiplinan, relawan pungut sampah, dan relawan-relawan lainnya," jelas Emil.

Sementara untuk kolaborasi horizontal, lanjutnya, yakni dengan menggandeng seluruh perguruan tinggi yang ada di Kota Kembang itu. Sedangkan kolaborasi ke atas dilakukan dengan mengadakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan guna mengadakan program CSR.

"Perubahan akan berlangsung cepat jika kita menjadi mesin perubahan dari kota kita," tegas Emil.

Guna menyukseskan program-programnya tersebut, Emil mengaku banyak memanfaatkan jejaring sosial yang ada saat ini. Menurutnya, jejaring sosial adalah salah satu sarana yang paling ampuh untuk menjaring minat banyak orang.

Menurutnya, orang Indonesia itu suka ngerumpi. Dari jumlah penduduk sebanyak 240 juta, yang memiliki ponsel 250 juta orang. Jadi, kata Emil, Indonesia merupakan negeri yang ponselnya lebih banyak dari jumlah penduduk.

"Jadi, walaupun kita disebut negara berkembang, tapi kalau urusan terkoneksi dan tidak mau kehilangan informasi, kita juara," tukasnya.

Acara Reformasi Hibrida Reformis Hijau sendiri diprakarsai oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal. Selain Emil, turut hadir sebagai pembicara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anasj, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya, dan Wali Kota Makassar terpilih Muhammad Ramdhan Pamanto.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Farid Assifa
 

Jumat, 28 Februari 2014

Orproject Berencana Membuat Gelembung Raksasa Mengatasi Polusi

Taman Berisi Kebun Raya

 



ORPROJECT/"PRLM"
UNTUK mengatasi polusi udara, Orproject akan membangun taman tertutup gelembung.*



LONDON, (PRLM).- Saat Asia tengah berjuang untuk mengatasi semakin meningkatnya masalah pencemaran, sebuah perusahaan percaya proyeknya yang tampak seperti fiksi ilmiah bisa mengatasi masalah tersebut.

Orproject, sebuah biro desain London, ingin membangun sebuah taman tertutup dalam 'gelembung' raksasa, dan mengatakan tempat bermain sekolah ini bisa tertutup dalam sistem udara bersih versi yang lebih kecil.

Taman tersebut, seperti dilaporkan Daily Mail, Jumat (28/2/2014), akan berisi kebun botani besar, dan harus benar-benar tertutup dari dunia luar, dengan udara sangat bersih yang dipompa ke dalamnya.

"Taman ini berisi kebun raya, udara di dalamnya bersih, suhu dan kelembaban akan dikendalikan sepanjang tahun," kata perusahaan.

Untuk membuat struktur yang tidak biasa ini, perusahaan harus menulis sebuah algoritma yang mensimulasikan perkembangan pembuluh darah di daun atau sayap kupu-kupu. (Aya/A-107)***

Unik : Alfabet Jenggot Desainer Grafis






NEW YORK, (PRLM).- Mike Allen, asal New York, AS menghabiskan waktu dua tahun untuk membuat urutan alfabet A hingga Z dengan memakai kumis dan jenggotnya.
Desainer grafis ini menjajal tantangan teman-temannya dengan 'mengurud' kumis dan jenggot secara hati-hati untuk membentuk huruf.

Jika sudah selesai, dia membersihkannya dan menunggu tumbuh kembali selama dua pekan untuk membuat huruf yang lain.

Direktur desain perusahaan branding itu menuturkan, dirinya terpesona dengan tren berjanggut dan kumis lebat dalam dua tahun terakir dan tertarik dengan aneka bentuk hiasan yang dibuat memakai kumis dna jenggot.

"Ide Alphabeard muncul dari canda di antara teman hingga saya mulai memikirkan menjadi rancangan nyata," ungkapnya.

"Huruf pertama adalah huruf kapital A. Sungguh mengagumkan. Saya berusaha huruf lain pad cukuran berikutnya," kenangnya.

Sebagai sasaran untuk mengenali huruf yang dia buat, Mike meminta istri atau anaknya yang berumur enam tahun menyebutkan huruf yang terlihat. (A-88/orange)***

TPA Pasir Sembung Tak Ideal, Pemkab Cianjur Susah Cari Tempat Relokasi



SUASANA Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Pasir Sembung, Kec. Cilaku, Kab. Cianjur, yang dipenuhi pemulung. TPA tersebut dinilai sudah tidak ideal tidak lagi digunakan. Selain kondisinya yang sudah melebihi kapasitas, tidak adanya penggunaan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dinilai sudah tidak sesuai.*
CIANJUR, (PRLM).- Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Pasir Sembung, Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur dinilai sudah tidak ideal tidak lagi digunakan. Selain kondisinya yang sudah melebihi kapasitas, tidak adanya penggunaan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dinilai sudah tidak sesuai.

Saat ini, TPA Pasir Sembung masih menggunakan teknik pengolahan sampah open dumping (ditimbun di tanah lapang terbuka) masih dibiarkan saja. Padahal, pengelolaan dengan cara tersebut sudah tidak lagi dianjurkan karena menyeabkan pencemaran lingkungan.

Demikian diungkapkan Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bogor Puncak Cianjur (Bopunjur), Eko Wiwid kepada "PRLM", Kamis (27/2/2014). "Seharusnya sudah ada alih teknologi dalam pengelolaan sampahnya. Lokasi TPA yang berada di pemukiman juga menyebabkan polusi air lindi dan bau sampah. Warga sekitar TPA sudah sering mengeluhkan hal itu," katanya.

Eko mengatakan alih fungsi teknologi menjadi sanitary landfill ( tempat pemusnahan sampah yang berupa cekungan atau tanah yang digali dan digunakan untuk menimbun sampah) seharusnya sudah digunakan beberapa waktu lalu. Wacana relokasi TPA di Cianjur ini juga sudah ada beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum pernah ada realisasinya.

"Akibat kelebihan kapasitas bisa dilihat di jalan-jalan protokol Kota Cianjur kadang ada penumpukan sampah. Meski tidak bisa dipungkiri jika perilaku masyarakat juga belum sepenuhnya sadar membuang sampah pada tempatnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Cianjur, Rika Ida Mustikawati mengakui jika TPA Pasir Sembung yang luasnya sekitar enam hektare ini pengelolaannya masih open dumping dan memang sudah melebihi kapasitas.

"Namun, kami sudah berupaya agar tahun depan pengelolaan sampah diganti dengan sanitary landfill. Tiap tahun volume sampah di Cianjur memang naik. Saat ini, rata-rata per bulan volume sampah menapai 600 meter kubik," ujarnya.

Meskipun demikian, kata Rika, pihaknya berupaya untuk mengurangi dampak pencemaran dengan melakukan pengurukan sampah menggunakan tanah. Itupun hanya dilakukan setahun dua kali.

"Idealnya pun setiap bulan harusnya diuruk. Namun, anggaran yang ada tidak memungkinkan. Kami mencoba memperluas dengan sisa lahan yang masih ada sekitar 4.000 meter persegi tahun ini," tuturnya.

Rika mengakui jika terkendal pada relokasi. Pasalnya, dua yaitu TPSA di Kec. Cikalongkulon dan Tanggeung hingga kini masih mendapat penolakan terhadap warga sekitar.

"Untuk mengurangi kapasitas sampah, kami sudah membina warga dengan bank sampah. Saat ini baru ada enam titik, dan kami sudah merintis 30 titik," ujarnya.

Bank sampah, kata Rika, nantinya juga akan menimbulkan kesadaran warga mengenai pemilahan sampah. Sehingga mereka tahu, betapa pentingnya persoalan sampah itu bagi masyarakat.

"Untuk mengurangi penimbunan sampah di jalan kami pun sudah menambah angkutan sampah yang sebula hanya 16 armada, saat ini sudah ada 22 armada dengan penambahan dua jalur baru" katanya. (A-186/A-89)***

Manggis Jadi Idola Baru di Barat untuk Kesehatan



IST./"PRLM"

BUAH manggis kini menjadi idola bersama kohlrabi dan beras hitam. Ketiga berpotensi sangat membantu kesehatan. Manggis mengandung antioksidan, terutama xanthon yang digadang-gadnag sebagai zat anti penuaan (anti-ageing).*


PRLM - Buah super bersenjata lengkap kini dilirik kalangan selebritas di Barat. Buah asli di kawasan Asia Tenggara, yaitu manggis (manngu, snd) atau dalam bahasa latin Garcinia mangostana kini menjadi idola bersama kohlrabi dan beras hitam.

Ketiga berpotensi sangat membantu kesehatan. Manggis mengandung antioksidan, terutama xanthon yang digadang-gadnag sebagai zat anti penuaan (anti-ageing).

Manggis juga diklaim membantu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kelenturan persendian, bahkan membantu mental.

Di negara asal tumbuhnya, manggis dimanfaatkan untuk mengobati diare, infeksi, tuberculosis, dan aneka penyakit.

Yang banyak tersedia adalah dalam bentuk jus di supermarket Thailand. Buah, kulit, dan batang dihaluskan bersama dan dicampurkan dengan jus lain.

Mengomentari buah super itu yang jadi pendatang baru (di Barat), Shona Wilkinson, Kepala Nutrisionis at www.nutricentre.com, menuturkan, "Rasa manggis enak. Dengan kalori rendah dan kaya serat, menjadi kudapan yang bagus untuk mengatur berat badan."

"Selain itu menjadi sumber yang baik untuk antioksidan, Vitamin C, dan kaya energi.
Menggis juga mengandung vitamin B seperti thiamin, niasin, dan folat. Unsur ini menjadi pembantu tubuh untuk memetabolisa karbohidrat, protein, dan lemak. Secara keseluruhan, ini buah yang kaya nutrisi," pujinya.

Sedangkan Selebritas nutrisionis, Madeleine Shaw, menguraikannya sebagai buah yang luar biasa.

"Jangan takut oleh tampilan anehnya. Buah ini mengandung banyak vitamin C untuk mengusir flu dan juga anti radang. Sungguh mengagumkan dari sesendok yogurt organik segar," ungkapnya. (A-88/dailymail)***