Minggu, 31 Maret 2013

Cincin Saturnus Bantu Memahami Asal-usul Alam Semesta

Sudah Berusia 4 Miliar Tahun



CINCIN Saturnus telah lama menjadi salah satu yang paling memikat di tata surya.* 


PASADENA, (PRLM).- Bulan-bulan dan cincin Saturnus telah lama menjadi salah satu yang paling memikat di tata surya. Namun kini para ilmuwan NASA percaya cincin ini bisa memegang kunci untuk memahami asal-usul alam semesta kita.

Penelitian terbaru berdasarkan data yang dikumpulkan dari pesawat ruang angkasa Cassini, yang mengorbit Saturnus, menunjukkan objek itu terbentuk 4 miliar tahun yang lalu. Berasal dari sekitar waktu planet di lingkungan tetangga kita mulai terbentuk dari nebula protoplanet, awan materi yang masih mengorbit matahari setelah memulainya sebagai bintang.

Seperti ditulis dalam Astrophysical Journal, Gianrico Filacchione, seorang ilmuwan partisipan Cassini di Institut Nasional Astrofisika, Roma, mengatakan: "Mempelajari sistem Saturnus membantu kita memahami evolusi kimia dan fisik dari seluruh sistem tata surya kita."

"Kita tahu sekarang bahwa memahami evolusi ini memerlukan tidak hanya mempelajari bulan tunggal atau cincin, tapi bersama dengan hubungan yang terjalinnya pada objek-objek itu," tambahnya.

Data yang dikumpulkan dari spektrometer pemetaan visual dan inframerah Cassini (VIMS) telah mengungkapkan bagaimana air es dan juga warna - yang merupakan tanda-tanda dari bahan non-air dan organik - didistribusikan di seluruh sistem Saturnus.

Data dari spektrometer di bagian terlihat dari spektrum cahaya menunjukkan bahwa pewarnaan pada cincin dan bulan Saturnus umumnya hanya pada luarnya.

Menggunakan tingkat inframerah, VIMS juga mendeteksi es air yang berlimpah. Para peneliti menyimpulkan bahwa es air telah terbentuk sekitar waktu kelahiran tata surya, karena Saturnus mengorbit matahari pada orbit yang disebut "garis salju."

"Mencermati cincin dan bulan-bulan tersebut dengan Cassini memberi kita pemandangan luas yang luar biasa dari proses rumit di dalam sistem Saturnus, dan mungkin dalam evolusi sistem planet juga," kata Linda Spilker, ilmuwan proyek Cassini, yang berbasis di JPL, Pasadena, AS. (Aya/A-147)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar