Rabu, 27 Maret 2013

Pariwisata Banda Aceh Andalkan Situs Tsunami

Rabu, 27 Maret 2013 | 08:16 WIB

 
SERAMBI/BUDI FATRIA


Ilustrasi: Wisatawan asal Rusia berwisata di Monumen Tsunami PLTD Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012). Menjelang peringatan 8 tahun bencana gempa dan tsunami, sejumlah objek wisata tsunami di Banda Aceh dipenuhi wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Banda Aceh tetap mengandalkan situs-situs tsunami selain obyek wisata sejarah untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu pada 2013.

"Tidak mengenyampingkan obyek lain, situs tsunami masih  andalan menarik kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri ke daerah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Pahlevi di Banda Aceh, Selasa (26/3/2013).

Banda Aceh merupakan salah satu daerah tujuan wisata sejarah, spritual, peninggalan bencana tsunami dan pendidikan di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Reza menjelaskan, cukup banyak daya tarik wisatawan disaksikan di Kota Banda Aceh, seperti kapal PLTD Apung, perahu di atas rumah yang merupakan situs tsunami yang menguncang Aceh pada 26 Desember 2004.



SERAMBI/BEDU SAINI
 Wisatawan asing asal Swedia melihat maket Gedung Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat (6/5/2011).



Selain itu juga Museum Tsunami yang didalamnya menyimpan cerita dan gambar tentang peristiwa bencana alam dahsyat yang mengakibatkan korban meninggal dan hilang lebih 200 ribu orang di provinsi berpenduduk 4,7 juta jiwa tersebut.

Di pihak lain, Reza menjelaskan bahwa Pemkot Banda Aceh memberi dukungan besar dalam mewujudkan program "Aceh Year 2013" yang telah dicanangkan Pemerintah Aceh.

"Kami mendukung program itu. Apalagi, Kota Banda Aceh adalah pintu gerbangnya orang masuk ke Aceh, terutama wisatawan mancanegara," katanya.

Khusus untuk menggaet kunjungan wisatawan ke Kota Banda Aceh, Reza menjelaskan Pemkot sudah memprogramkan pengembangan wisata air dimasa mendatang dan lokasinya di Krueng (sungai) Aceh.

"Artinya, setiap orang yang akan berlibur ke Kota Banda Aceh itu akan banyak pilihan, tidak hanya obyek wisata yang sudah ada tapi kami mengombinasikan dengan obyek wisata baru seperti pengembangan wisata air Krueng Aceh," ujarnya.



SERAMBI/BEDU SAINI
Wisatawan asing asal Swedia melihat foto-foto peristiwa tsunami 2004 lalu di Gedung Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat (6/5/2011).


Krueng Aceh merupakan salah satu sungai terbesar yang membelah Kota Banda Aceh dan ke depan diyakini akan berkembang serta menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel
 
Sumber :Antara
Editor :I Made Asdhiana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar