Minggu, 24 Maret 2013

Stadion Siliwangi


Stadion Siliwangi


Jangan pernah merasa menjadi bobotoh bila belum pernah menonton secara langsung “Maung Bandung” di Stadion Siliwangi. Selorohan ini menjadi salah satu bukti betapa eratnya hubungan antara Stadion Siliwangi dan Persib Bandung. Stadion Siliwangi akan selalu identik dengan kandang tim “Pangeran Biru” karena di setiap laga kandangnya, Persib hampir selalu menggunakan Stadion Siliwangi.

Pada kenyataanya, Stadion Siliwangi bukanlah milik Persib, melainkan milik Kodam III/Siliwangi yang awalnya diperuntukkan bagi pembinaan jasmani para tentaranya. Stadion Siliwangi dibangun sebagai tanda peringatan atas terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946, yang telah meluluhlantakkan kota Bandung. Delapan tahun setelah peristiwa Bandung Lautan Api terjadi, Panglima Tentara dan Teritorium III, Kolonel Infanteri AE Kawilarang (Pangdam III Siliwangi pertama) memprakarsai pembangunan suatu stadion. Stadion itu dibangun sebagai sarana olahraga bagi warga Bandung yang telah kembali ke kotanya lagi khususnya bagi para tentara Kodam III/Siliwangi.

Lapangan terbuka di bilangan Jalan Lombok pun diubah menjadi stadion. Namun karena kondisi tanahnya yang liat, maka tanah dari Lembang sengaja diangkut untuk menimbun lapangan tersebut. Selama beberapa minggu, dua kompi angkatan darat mengambil tanah dari Lembang setiap harinya. Tak hanya itu, butuh perjuangan lain untuk membangun stadion yang berdiri di atas tanah milik Kodam III/Siliwangi ini.

Biaya pembangunan stadion diperoleh dari hasil pemotongan gaji para tentara dan pegawai Kodam III/Siliwangi selama dua tahun. Tepat pada 1 Januari 1956, pembangunan stadion akhirnya rampung meskipun masih terbatas, yakni hanya terdapat tribun utama yang terbuat dari kayu. Stadion diresmikan Panglima Kawilarang dan ditandai dengan diadakannya pertandingan sepakbola persahabatan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Selama lebih dari setengah abad berdiri, Stadion Siliwangi telah mengalami dua kali pembaruan. Pertama dilakukan pada akhir tahun 1975, yang memakan waktu enam bulan perbaikan. Pada renovasi pertama ini, hampir seluruh bagian dibongkar. Stadion yang pernah digunakan untuk arena Pekan Olahraga Nasional (PON) V tahun 1961 ini dilengkapi dengan tribun yang mengelilingi lapangan, juga dibuat lapangan berstandar internasional. Rumputnya menggunakan green carpet yang sengaja diimpor dari Australia. Pada HUT ke-30 Kodam III/Siliwangi, tepatnya 20 Mei 1976, stadion kemudian diresmikan kembali oleh Mayor Jenderal TNI Himawan Sutanto, Pangdam Siliwangi saat itu.

Baru pada April 2011, pengelola stadion melakukan renovasi kembali dengan menambah kapasitas penonton yang semula berkapasitas 25.000 penonton menjadi 36.000 penonton. Penambahan kapasitas itu dilakukan di seluruh tribun dengan tibun yang melebar ke arah dalam stadion, sehingga jarak antara tribun penonton dengan lapangan menjadi lebih dekat. Selain itu, fasilitas pendukung pun diperbaiki seperti papan skor dan pintu masuk yang diganti dengan sistem elektronik, serta perbaikan toilet menjadi lebih representatif.  (Kania DN/Periset  “PR”)

Stadion Siliwangi
Lokasi                   : Jalan Lombok, Kota Bandung
Berdiri                   : 1954
Arsitek                  : Formatara Prima Sejati
Kapasitas              : 36.000 penonton

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar