Sabtu, 30 Maret 2013

Katak Mampu Mengeluarkan Cakar Sebagai Senjata

Trichobatrachus Robustus Mirip Kucing,

 




NET/"PRLM"
 TRICHOBATRACHUS robustus, katak yang memiliki cakar mirip kucing.* 





CAMBRIDGE, (PRLM).- Kamerun adalah rumah bagi makhluk aneh, Trichobatrachus robustus, seperti yang muncul dari film fiksi ilmiah atau film horor.

Katak berbulu aneh ini memiliki cakar mirip kucing, yang memanjang dan mematahkan tulangnya sendiri untuk menghasilkan cakar yang menusuk keluar dari bantalan jari-jari kakinya.

David Blackburn dan para ilmuwan di Museum Comparative Zoology, Universitas Harvard, berpikir perilaku mengerikan ini adalah sebuah mekanisme pertahanan.

Para peneliti mengatakan, memang ada salamander yang mendorong tulang rusuk mereka melalui kulitnya untuk menghasilkan sirip pelindung, namun mekanisme pada katak ini belum pernah terlihat sebelumnya. Fitur ini juga ditemukan di sembilan dari 11 katak yang termasuk genus Astylosternus, yang sebagian besar ada di Kamerun.

"Beberapa katak lain memiliki duri tulang yang mencuat dari pergelangan tangannya, tetapi dalam spesies itu tampak bahwa tulang tumbuh melalui kulitnya untuk pertahanan," kata Blackburn kepada New Scientist.

Cakar T. robustus, yang ditemukan hanya pada kaki belakang, yang terletak di dalam dari jaringan ikat. Sebuah potongan kolagen membentuk ikatan antara titik tajam dari cakar dan sepotong kecil tulang di ujung jari kaki katak. Mekanisme ini unik di antara vertebrata, sebagian besar cakar berupa tulang, tanpa lapisan luar dari keratin.

Jantan dari spesies ini, yang tumbuh sekitar 11 sentimeter, juga memproduksi helai-helai seperti rambut pada kulit dan arteri ketika mereka berkembang biak. "Rambut" ini memungkinkan katak mengambil lebih banyak oksigen melalui kulitnya saat mengurusi anaknya.

Di Kamerun, katak ini dipanggang dan dimakan. Para pemburu menggunakan tombak panjang dan parang untuk membunuh katak, untuk menghindari cakarnya yang bisa melukai.

"Ini adalah cerita yang luar biasa. Beberapa katak tumbuh duri pada jempol mereka selama musim kawin, tapi ini sama sekali berbeda," kata Ian Stephen, kurator herpetologi di Zoological Society of London, Inggris.

"Bagi saya, perlu penelitian lebih banyak pada amfibi ini mengingat ancaman kepunahan massal," tambahnya.

Keberadaan katak dengan cakar yang keluar seperti kucing pertama kali dijelaskan oleh ahli zoologi Belgia George Boulenger pada tahun 1900 dimana katak ditemukan di Kongo Prancis, sekarang Republik Kongo. (Aya/A-147)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar