Kamis, 19 Agustus 2010

Kata berimbuhan dan Gabungan Kata

Kata berimbuhan

Dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa yang lain, terdapat kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk. Aturan yang berlaku dalam tulisan, bentuk-bentuk kata tersebut adalah sebagai berikut.

Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan yang berdiri sendiri. Imbuhan (awalan, sisipan, atau akhiran) pada kata turunan dituliskan serangkai dengan kata dasarnya. Gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran, awalan atau akhiran itu dituliskan serangkai dengan kata yang bersangkutan saja. Berdasarkan patokan itu kata bertanda tangan ditulis terpisah karena gabungan kata tanda tangan hanya memperoleh awalan tanpa akhiran. Contoh yang lain sebagai berikut.

bertandatangan (bentuk salah);

bertanda tangan (bentuk benar)

hancurleburkan (bentuk salah)

hancur leburkan (bentuk benar)

beritahukan (bentuk salah)

beri tahukan (bentuk benar)

lipatgandakan (bentuk salah)

lipat gandakan (bentuk benar)

berterimakasih (bentuk salah)

berterima kasih (bentuk benar)

memberitahu (bentuk salah)

member tahu (bentuk benar)

berlipatganda (bentuk salah)

berlipat ganda (bentuk benar)

“Ada daerah yang bekerjasama dengan kantor pos untuk menahan kalau ada surat untuk Tromolpos 5000,” kata Wapres dengan nada prihatin. (bentuk salah)

“Ada daerah yang bekerja sama dengan kantor pos untuk menahan kalau ada surat untuk Tromolpos 5000,” kata Wapres dengan nada prihatin. (bentuk benar)

***

Gabungan kata

Gabungan kata—termasuk yang lazim disebut kata majemuk bagian-bagiannya ditulis terpisah. Kalau salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai suatu kata yang mengandung arti penuh, hanya muncul dalam kombinasi, gabunga itu haruslah dituliskan serangkai dengan unsur lainnya.

Misalnya:

ibukota (bentuk salah)

Ibu kota (bentuk benar)

Tatabahasa (bentuk salah)

tata bahasa (bentuk benar)

kerja-sama (bentuk salah)

kerja sama (bentuk benar)

dutabesar (bentuk salah)

duta besar (bentuk benar)

bulutangkis (bentuk salah)

bulu tangkis (bentuk benar)

orangtua (bentuk salah)

orang tua (bentuk benar)

sepakbola (bentuk salah)

sepak bola (bentuk benar)

rumahsakit umum (bentuk salah)

rumah sakit umum (bentuk benar)

serahsimpan (bentuk salah)

serah simpan (bentuk benar)

jurutulis (bentuk salah)

juru tulis (bentuk benar)

lokakarya (bentuk salah)

loka karya (bentuk benar)

simpangempat (bentuk salah)

simpang empat (bentuk benar)

keretaapi cepat luarbiasa (bentuk salah)

kereta api cepat luar biasa (bentuk benar)

duapuluh lima (bentuk salah)

dua puluh lima (bentuk benar)

(Seribu Satu Kesalahan Berbahasa, E. Zaenal Arifin dan Farid Hadi, Akapress, Jakarta, 1991 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar