Minggu, 07 April 2013

Turbin Angin Sebabkan Kematian Jutaan Burung



PEMBANGKIT listrik tenaga angin dituduh telah membunuh jutaan burung setiap tahunnya.* 


LONDON, (PRLM).- Organisasi amal untuk perlindungan burung Inggris (RSPB) telah menghasilkan ratusan ribu poundsterling dari industri listrik tenaga angin, ironisnya turbin pembangkit listrik ini dituduh telah membunuh jutaan burung setiap tahunnya.

Elang emas, hen harrier, corn bunting, dan spesies langka terancam mati dan sangat berisiko punah, menurut para konservasionis.

Namun dari kesepakatan kemitraan sebelumnya dengan Southern & Scottish Electricity (SSE), yang berinvestasi dalam energi angin dan energi terbarukan lainnya, RSPB mengaku telah mengumpulkan 1 juta poundsterling lebih dari sepuluh tahun.

Organisasi amal ini mengklaim bahwa tenaga angin memainkan peran penting dalam perang melawan perubahan iklim, yang menimbulkan satu ancaman jangka panjang terbesar bagi burung dan satwa liar lainnya, dan bahwa turbin angin hanya berefek merugikan bila lokasinya buruk.

Namun beberapa kritikus menilai tidak ada yang namanya lokasi baik untuk turbin angin, dan organisasi amal telah diambil alih oleh kaum fanatik hijau.

Pelestari Mark Duchamp, yang memiliki badan amal internasional Save The Eagles memantau kematian burung yang disebabkan oleh kincir angin, mengatakan: "Fakta bahwa organisasi semacam itu [RSPB] tidak menangani ini secara serius adalah skandal."

"Mereka seharusnya melindungi burung. Sebaliknya mereka bicara atas nama industri yang membunuh burung. Apakan ini bisa lebih salah dan tidak masuk akal?"

Dr John Etherington, dari University of Wales dan penulis The Wind Farm Scam, mengatakan: "Untuk sebuah organisasi yang seharusnya melindungi burung malah bekerjasama dengan industri yang membunuh burung berdasarkan model prediksi diverifikasi tentang perubahan iklim hanya aneh."

"Kami bertahun-tahun menemukan bahwa mesin-mesin berdarah ini telah membunuh burung dalam jumlah besar. Mengapa RSPB masih mendukung mereka?" tambahnya seperti dilaporkan Mail Online.

Beberapa anggota telah mengeluh bahwa RSPB hampir tidak aktif seperti seharusnya dalam memerangi aplikasi turbin. (Aya/A-147)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar