Selasa, 02 April 2013

Ketahuan Menikah, Siswa SMA Dilarang Ikut UN

Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Selasa, 2 April 2013 | 12:35 WIB

 
Fabian Januarius Kuwado/ KOMPAS.COM
Siswa kelas XII SMA 7 Tangerang, Banten, bernama Muhammad Sudirman (17) mengadu ke Komnas PA, Selasa (2/4/2013). Ia mengadu karena dikeluarkan sekaligus dilarang mengikuti Ujian Nasional oleh sekolahnya.



JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang siswa Kelas IIX SMA 7 Tangerang, Banten, bernama Muhammad Sudirman (17) dikeluarkan sekaligus dilarang sekolah mengikuti Ujian Nasional (UN). Sekolah menganggap Sudirman telah melanggar aturan sekolah lantaran telah menikahi gadis.

Saat menggelar testimoni kepada wartawan di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jalan TB Simatupang Nomor 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2013), Sudirman menuturkan menikahi kekasih 11 Februari 2013. Satu minggu kemudian, Sudirman dipanggil oleh guru mata pelajaran Budi Pekerti (BP) sekolah.

"Dia bilang saya sudah melakukan kesalahan karena menikah di usia saya sekarang, jadi enggak boleh sekolah lagi," ujar Sudirman.

Putra bungsu dari pasangan suami istri Suwandi dan Ilah, warga Kampung Pekong, Desa Saga, Balaraja, Tangerang, Banten itu melanjutkan, setelah mendapat teguran dari guru BP, ia masih bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar biasa. Bahkan, Sudirman sempat membayar uang sekolah Rp 500.000 akhir Februari 2013.

Sudirman mengaku baru mengetahui dirinya telah dikeluarkan dari SMA-nya pada 6 Maret 2013, saat dia sudah dua hari menjalani Ujian Akhir Semester. Dan sejak bertemu guru BP sebelumnya, tak ada lagi guru yang berkomunikasi dengannya tentang sanksi diberhentikan dari sekolahnya.

"Suratnya dikirim ke rumah, ke orangtua, kata sekolah tidak bisa ikut UN dan dikeluarkan dari sekolah. Saya kaget, tiba-tiba dikirim surat, tapi enggak ada yang kasih tau saya," ujarnya.

Beberapa hari setelahnya, orangtua Sudirman sempat mengajukan permohonan kepada pihak sekolah agar putranya dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar, paling tidak hingga lulus Ujian Nasional. Nahas, permohonan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak sekolahnya.

Sudirman mengaku kecewa dengan perlakuan yang diterima dari sekolahnya. Di sisi lain, ia mengakui kesalahannya telah menikah meski masih berstatus sebagai pelajar. Namun, Sudirman mengaku pernikahan tersebut adalah sebuah pelajaran berharga dalam hidupnya dan Sudirman tak ingin mengabaikan pendidikannya.

Editor :Ana Shofiana Syatiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar