Kamis, 03 Juli 2008

27.019 Calon Mahasiswa Tes SNMPTN di Bandung

Berjalan Lancar, tidak Ada Hambatan Berarti


SEJUMLAH peserta dengan teliti mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di GKU ITB Jln. Ganeca No. 10 Kota Bandung, Rabu (2/7). Hari pertama SNMPTN diikuti peserta sebanyak 27.019 orang. SNMPTN berlangsung hingga Kamis (3/7).* USEP USMAN NASRULLOH


BANDUNG, (PR).-
Sebanyak 27.019 peserta ikuti ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2008 di Panlok Bandung, Rabu (2/7). Lokasi ujian tersebar di 12 rayon dan 88 sektor Kota Bandung.

Berdasarkan pengamatan "PR", pelaksanaan tes SNMPTN hari pertama, berlangsung lancar. Belum ada indikasi perjokian ataupun kecurangan lainnya yang terjadi.

"Untuk hari pertama belum ada laporan kecurangan. Penggeledahan tetap dilakukan, tapi hanya kepada peserta yang dianggap mencurigakan. Misalnya, yang pakai kerudung, jaket, atau tangan panjang," kata Sekretaris Eksekutif SNMPTN Panlok Bandung Asep Gana Suganda, Rabu (2/7) di sekretariat SNMPTN Panlok Bandung, Jln. Ganeca Bandung.

Hanya, kata Asep, beberapa peserta SNMPTN kelompok IPS masih menganggap tes untuk kelompok IPS hanya dilaksanakan selama satu hari, yakni Kamis (3/7). Padahal, tes untuk semua kelompok dilakukan dua hari, sedangkan pada hari kedua, kelompok IPS memulai tes pada pukul 11.00 WIB.

"Ini yang kita khawatirkan dari awal dan ternyata betul. Di SMAN 6 saja ada enam orang yang seperti itu. Padahal, dari awal kami sudah mengingatkan untuk melihat jadwal pada buku panduan karena memang ada kesalahan jadwal di kartu peserta," ujarnya.

Selain itu, kata Asep, di lokasi ujian ITB, ada satu ruang ujian yang ternyata dibubarkan sebelum waktu ujian habis, yakni pada pukul 10.00 WIB. Padahal, semestinya, peserta baru diperbolehkan keluar ruang ujian pada pukul 10.30 WIB.

"Mudah-mudahan tidak ada peserta yang komplain karena belum menyelesaikan semua soalnya. Padahal, di naskah tercantum dengan jelas jadwalnya. Saya kira ini kesalahan pengawas," ungkapnya.

Sementara itu, sebanyak 9 peserta tunanetra mengikuti tes SNMPTN di Gedung Labtek V ITB. Salah satu peserta, Ahmad Basir (21), mengaku cukup lega karena tidak ada larangan kepada pendamping untuk membacakan soal. "Tahun lalu kan tidak boleh, tapi ternyata sekarang enggak masalah," katanya.

Meski tidak menemui banyak kesulitan, namun Ahmad tetap berharap adanya soal braille bagi peserta tunanetra. Sebab, untuk soal-soal tertentu, seperti matematika, peserta tunanetra memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan soal. "Paling kita hanya berimajinasi karena tidak bisa ngitung coret-coret, seperti peserta normal," tuturnya.

PSB tidak terganggu 
Sementara itu, pelaksanaan SNMPTN yang berbarengan dengan jadwal penerimaan siswa baru nyatanya tidak saling menghambat, seperti yang terjadi di SMAN 2, SMAN 6, SMAN 20, dan SMPN 28 Bandung. Lokasi PSB dipusatkan di ruangan yang letaknya berjauhan dengan ruangan kelas.

Seperti di SMAN 2 Bandung, pusat PSB dilaksanakan di aula. "PSB terpusat di aula saja, orang tua yang mendaftarkan anaknya akan langsung menuju kemari tanpa harus melewati ruang kelas yang digunakan sebagai tempat tes," kata anggota panitia PSB SMAN 2 Bandung Dadang Darma Susila.

Hal yang yang sama juga terjadi di SMAN 6 Bandung. Meskipun beberapa guru yang bertugas sebagai anggota panitia PSB harus juga mengawas pelaksanaan SNMPTN, tetapi tidak menghambat penerimaan pendaftar. Lagi pula hingga hari ketiga kemarin, pendaftar masih minim. 

Wakasek Humas SMAN 20 Bandung Agus Hamdan, setiap tahun sekolahnya selalu dijadikan lokasi SNMPTN karena SNMPTN selalu bersamaan dengan PSB, jadi sudah biasa. 

"Kami memusatkan PSB di pendopo SMAN 20, para peserta SNMPTN tidak perlu melewati pendopo untuk masuk ruangan tes. Jadi, keduanya berjalan lancar," kata Agus. 

Rencananya, hasil kelulusan SNMPTN ini akan diumumkan 1 Agustus mendatang melalui media cetak dan website www.snmptn.or.id. (A-157/CA-184/ CA-187)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar